Anda di halaman 1dari 11

Analisis Dampak Pertambangan Pada Daaerah Tambang (Studi kasus : Pertambangan Timah di Bangka Belitung)

ANALISIS DAMPAK PERTAMBANGAN PADA DAERAH TAMBANG (Studi kasus : Pertambangan Timah di Bangka Belitung) Oleh :
1

Hekmatyar Aslamthu Haq_19310886


2

Sigit Dwi Prasetyo_19310913

Sarmag Teknik Sipil Universitas Gunadarma 2013

1.

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Timah merupakan sumber daya alam utama pulau Bangka Belitung sejak lama. Besarnya kandungan biji timah di daerah ini merupakan yang terbesar dari beberapa daerah lain di Indonesia. Bahkan untuk di dunia, produksi timah asal Indonesia sangat mempengaruhi harga pasar dunia. Di dalam sejarah penambangan timah, telah banyak mengalami perkembangan yang sangat signifikan. Proses penambangan timah pun kian efektif dan efesien berkat kemajuan teknologi pertambangan. Sejak dulu telah tercatat berbagai teknik penambangan timah yang terjadi di Bangka Belitung. Proses penambangan timah terdiri dari beberapa tahapan yang dilakukan secara menyeluruh, hal ini oleh PT. TIMAH di sebut dengan Penambangan Timah Terpadu. 1. EKSPLORASI (exploration) Eksplorasi merupakan kegiatan kajian dan analisa sistematis guna mengetahui seberapa besar cadangan biji timah yang terkandung. Di dalam operasional kegiatan eksplorasi melibatkan beberapa komponen seperti surveyor (pemetaan awal), sumur bor/small bore ( mengambil sample timah dengan teknik bor tanah), lab analisis, hingga pemetaan akhir geologis (geological map).

Kelompok 3 1 Hekmatyar Aslamthu Haq_19310886 2 Sigit Dwi Prasetyo_19310913

Analisis Dampak Pertambangan Pada Daaerah Tambang (Studi kasus : Pertambangan Timah di Bangka Belitung)

2. OPERASIONAL PENAMBANGAN ( mining ) Didalam proses penambangan timah dikenal 2 jenis penambangan yang dikenal di Bangka Belitung. a. Penambangan Lepas Pantai Pada kegiatan penambangan lepas pantai, perusahaan mengoperasikan armada kapal keruk untuk operasi produksi di daerah lepas pantai (off shore). Armada kapal keruk mempunyai kapasitas mangkok (bucket) mulai dari ukuran 7 cuft sampai dengan 24 cuft. b. Penambangan Darat Penambangan darat dilakukan di wilayah daratan pulau Bangka Belitung, tentunya system operasional yang digunakan tidaklah sama seperti pada wilayah lepas pantai. Proses penambangan timah alluvial menggunakan pompa semprot (gravel pump). Setiap kontraktor atau mitra usaha melakukan kegiatan

penambangan berdasarkan perencanaan yang diberikan oleh perusahaan dengan memberikan peta cadangan yang telah dilakukan pemboran untuk mengetahui kekayaan dari cadangan tersebut dan mengarahkan agar sesuai dengan pedoman atau prosedur pengelolaan lingkungan hidup dan keselamatan kerja di lapangan. Hasil produksi dari mitra usaha dibeli oleh perusahaan sesuai harga yang telah disepakati dalam Surat Perjanjian Kerja Sama.

3. PENGOLAHAN (smelting) Untuk meningkatkan kadar bijih timah atau konsentrat yang berkadar rendah, bijih timah tersebut diproses di Pusat Pencucian Bijih Timah (Washing Plant). Melalui proses tersebut bijih timah dapat ditingkatkan kadar (grade) Snnya dari 20 30% Sn menjadi 72 % Sn untuk memenuhi persyaratan peleburan. Proses peningkatan kadar bijih timah yang berasal dari penambangan di laut maupun di darat diperlukan untuk mendapatkan produk akhir berupa logam timah berkualitas dengan kadar Sn yang tinggi dengan kandungan pengotor (impurities) yang rendah.

Kelompok 3 1 Hekmatyar Aslamthu Haq_19310886 2 Sigit Dwi Prasetyo_19310913

Analisis Dampak Pertambangan Pada Daaerah Tambang (Studi kasus : Pertambangan Timah di Bangka Belitung)

4. PELEBURAN (refining) Proses peleburan merupakan proses melebur bijih timah menjadi logam Timah. Untuk mendapatkan logam timah dengan kualitas yang lebih tinggi, maka harus dilakukan proses pemurnian terlebih dahulu dengan menggunakan suatu alat pemurnian yang disebut crystallizer.

5. DISTRIBUSI DAN PEMASARAN (marketing) Kegiatan pemasaran mencakup kegiatan penjualan dan pendistribusian logam timah. Pendistribusian logam timah hampir 95% dilaksanakan untuk memenuhi pasar di luar negeri atau ekspor dan sebesar 5% untuk memenuhi pasar domestik. Negara tujuan ekspor logam Timah antara lain adalah wilayah Asia Pasifik yang meliputi Jepang, Korea, Taiwan, Cina dan Singapura, wilayah Eropa meliputi Inggris, Belanda, Perancis, Spanyol dan Italia serta Amerika dan Kanada. Pendistribusian dilaksanakan melalui pelabuhan di Singapura untuk ekspor sedangkan untuk domestik dilaksanakan secara langsung dan melalui gudang di Jakarta. Tipe pembeli logam timah dapat dikelompokkan atas pengguna langsung (end user) seperti pabrik atau industri solder serta industri pelat timah serta pedagang besar (trader).

1.2. Rumusan Masalah 1. Apakah dampak yang ditimbulkan dari pertambangan timah tersebut? 2. Apakah pertambangan timah tersebut sudah termasuk dalam pembangunan yang berkelanjutan? 3. Apa solusi yang tepat untuk menangani permasalahan yang timbul?

Kelompok 3 1 Hekmatyar Aslamthu Haq_19310886 2 Sigit Dwi Prasetyo_19310913

Analisis Dampak Pertambangan Pada Daaerah Tambang (Studi kasus : Pertambangan Timah di Bangka Belitung)

2.

LANDASAN TEORI Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) adalah kajian mengenai

dampak besar dan penting suatu usaha dan/atau kegiatan yang direncanakan pada lingkungan hidup yang diperlukan bagi proses pengambilan keputusan tentang penyelenggaraan usaha dan/atau kegiatan di Indonesia. AMDAL ini dibuat saat perencanaan suatu proyek yang diperkirakan akan memberikan pengaruh terhadap lingkungan hidup di sekitarnya. Yang dimaksud lingkungan hidup di sini adalah aspek abiotik, biotik dan kultural. Pembangunan berkelanjutan (sustainable development) adalah pembangunan yang memenuhi kebutuhan saat ini tanpa mengorbankan kehidupan atau pemenuhan kebutuhan yang akan datang. Pembangunan berkelanjutan mencakup tiga lingkup kebijakan yaitu pembangunan ekonomi, pembangunan sosial, dan perlindungan lingkungan. Jika ketiganya ini bisa dilaksanakan bersamaan, disitulah bisa disebut sebagai sustainable development.

Sumber : id.wikipedia.org

Sebagai subjek dan objek dari pembangunan, masyarakat memiliki peranan yang penting dalam pembangunan berkelanjutan. Pembangunan berkelanjutan mempunyai ciri-ciri sebagai berikut : 1. 2. 3. 4. Menjamin pemerataan dan keadilan Menghargai keaneragaman hayati Menggunakan pendekatan integratif Menggunakan wawasan dan pandangan ke depan.

Kelompok 3 1 Hekmatyar Aslamthu Haq_19310886 2 Sigit Dwi Prasetyo_19310913

Analisis Dampak Pertambangan Pada Daaerah Tambang (Studi kasus : Pertambangan Timah di Bangka Belitung)

3.

UPAYA/PROGRAM PT. TIMAH Tbk DALAM PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN Untuk memastikan pengelolaan lingkungan yang dijalankan benar-benar

berlangsung efektif, PT. Timah menyadari perlunya tindakan pengawasan secara internal maupun pengawasan dengan melibatkan pihak independen, mengacu pada Sistem Manajemen Lingkungan ISO 14001, yang sejak tahun 1997 telah PT. Timah raih. Dalam melakukan praktek penambangan, PT. Timah mengacu pada pedoman good mining practices serta melakukan reklamasi lahan pasca tambang secara efektif dan bertanggung jawab. Strategi utama yang dilakukan oleh PT. Timah antara lain: Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan teknis karyawan dalam menjaga kualitas lingkungan. Menjadikan etika dan ketentuan mengenai kepedulian pelestarian lingkungan sebagai materi pokok dalam buku pedoman tata kelola perusahaan yang baik. Mewajibkan mitra usaha tambang untuk mematuhi ketentuan praktek penambangan yang baik dan menjaga keselamatan saat bekerja. Mengembangkan konsep hutan tanaman industri (HTI) Membentuk CSR

Definisi CSR (Corporate Social Responsibility) adalah suatu tindakan atau konsep yang dilakukan oleh perusahaan (sesuai kemampuan perusahaan tersebut) sebagai bentuk tanggung jawab mereka terhadap sosial/lingkungan sekitar dimana perusahaan itu berada. Contoh bentuk tanggungjawab itu bermacam-macam, mulai dari melakukan kegiatan yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan perbaikan lingkungan, pemberian beasiswa untuk anak tidak mampu, pemberian dana untuk pemeliharaan fasilitas umum, sumbangan untuk desa/fasilitas masyarakat yang bersifat sosial dan berguna untuk masyarakat banyak, khususnya masyarakat yang berada di sekitar perusahaan tersebut berada. Corporate Social Responsibility (CSR) merupakan fenomena strategi perusahaan yang mengakomodasi kebutuhan dan kepentingan stakeholder-nya. CSR timbul sejak era dimana kesadaran akan sustainability perusahaan jangka panjang adalah lebih penting daripada sekedar profitability.
Kelompok 3 1 Hekmatyar Aslamthu Haq_19310886 2 Sigit Dwi Prasetyo_19310913

Analisis Dampak Pertambangan Pada Daaerah Tambang (Studi kasus : Pertambangan Timah di Bangka Belitung)

4.

PERMASALAHAN

Sumber : http://www2.ilmci.com

Kegiatan pertambangan inkonvensional timah di Pulau Bangka dalam setahun terakhir makin memprihatinkan. Seiring dengan itu pembangunan smelter (pabrik pengolahan menjadi timah balok) juga mengalami peningkatan sangat tajam. Meruyaknya smelter menjadi ancaman besar terjadinya pencemaran lingkungan. Hal ini dikarenakan smelter-smelter baru tersebut kurang mempertimbangkan sisi lingkungan. Kerusakan akibat kegiatan penambangan ilegal dengan mudah ditemukan, seperti di kawasan Kecamatan Belinyu. Adapun dampak yang diakibatkan adalah sebagai berikut.

4.1. Lubang Tambang Sebagian besar pertambangan mineral di Indonesia dilakukan dengan cara terbuka. Ketika selesai beroperasi, perusahaan meninggalkan lubang-lubang raksasa di bekas areal pertambangannya. Lubang-lubang itu berpotensi menimbulkan dampak lingkungan jangka panjang, terutama berkaitan dengan kualitas dan kuantitas air. Air lubang tambang mengandung berbagai logam berat yang dapat merembes ke sistem air tanah dan dapat mencemari air tanah sekitar. Potensi bahaya akibat rembesan ke dalam air tanah seringkali tidak terpantau akibat lemahnya sistem pemantauan perusahaan-perusahaan pertambangan tersebut. Di pulau Bangka dan Belitung banyak di jumpai lubang-lubang bekas galian tambang timah (kolong) yang berisi air bersifat asam dan sangat berbahaya.
Kelompok 3 1 Hekmatyar Aslamthu Haq_19310886 2 Sigit Dwi Prasetyo_19310913

Analisis Dampak Pertambangan Pada Daaerah Tambang (Studi kasus : Pertambangan Timah di Bangka Belitung)

4.2. Air Asam Tambang Air asam tambang mengandung logam-logam berat berpotensi menimbulkan dampak lingkungan dalam jangka panjang. Ketika air asam tambang sudah terbentuk maka akan sangat sulit untuk menghentikannya karena sifat alamiah dari reaksi yang terjadi pada batuan. Sebagai contoh, pertambangan timbal pada era kerajaan Romawi masih memproduksi air asam tambang 2000 tahun setelahnya. Air asam tambang baru terbentuk bertahun-tahun kemudian sehingga perusahaan pertambangan yang tidak melakukan monitoring jangka panjang bisa salah menganggap bahwa batuan limbahnya tidak menimbulkan air asam tambang. Air asam tambang berpotensi mencemari air permukaan dan air tanah. Sekali terkontaminasi terhadap air akan sulit melakukan tindakan penanganannya.

4.3. Kerusakan Ekosistem Darat Lokasi penambangan dimulai dari bibir pantai hingga hutan produksi dan tidak sedikit hutan lindung/ konservasi menjadi target penambang entah itu dikerjakan secara legal ataupun ilegal, jadi sudah hampir setengah dari luas hutan di pulau bangka sekarang menjadi daratan pasir, membuat kayu jenis Garu, Meranti, seruk dsb menjadi sangat langka, Saat ini efek global warming pun sudah sangat terasa di pulau Bangka, walaupun awalnya memang sudah terkenal panas. Pantai pantai yang dulu terlihat eksotis kini terlihat sangat memprihatinkan banyak yang memang diurus tapi juga tidak sedikit rusak dikarenakan adanya kegiatan penambangan disekitar pantai contohnya Pantai Rebo, kegiatan usaha ini juga banyak menyebabkan daerah aliran sungai (DAS) mengalami pendangkalan akibat dari sisa lumpur tanah yang dibuang ke sungai selanjutnya akan menjadi salah satu pemicu terjadinya banjir dan tidak sedikit pula berakibat hilangnya anak sungai karena telah dibendung dan ditutup sebagai salah satu upaya dalam kegiatan penambangan ini.

4.4. Kerusakan Ekosistem Laut Akibat dari aktivitas penambangan laut ini juga telah menghancurkan begitu banyak terumbu karang dan membunuh habitat disekitar, akibatnya ikan ikan kecil pergi menjauh dari lautan Bangka yang dipastikan ikan ikan besar pun tidak akan

Kelompok 3 1 Hekmatyar Aslamthu Haq_19310886 2 Sigit Dwi Prasetyo_19310913

Analisis Dampak Pertambangan Pada Daaerah Tambang (Studi kasus : Pertambangan Timah di Bangka Belitung)

lagi mau mampir di peraira laut bangka. Dampak dari aktivitas pertambangan laut juga telah dirasakan langsung oleh para nelayan Bangka, karena pendapatan mereka otomatis menjadi sedikit dan lokasi penangkapan pun menjadi lebih jauh untuk mengejar ikan yang telah pergi menjauh

4.5. Dampak Sosial Terjadi kecemburuan sosial. Karena pertambangan yang ada, tidak membuat masyarakat makmur. Maraknya TI dan tingginya perputaran uang dari aktivitas itu dituding menjadi penyebab munculnya penyakit masyarakat, yakni prostitusi dan kebiasaan minum minuman keras. Bahkan, Bangka Belitung disinyalir menjadi salah satu tujuan perdagangan manusia (trafficking) baru karena tingginya permintaan akan pekerja seks komersial. Selain itu pertambangan ini menyebabkan dampak psikologis untuk anak cucu masyarakat Bangka. Ini karena masyarakat sudah tidak mengenal lagi akan identitas asli daerahnya.

4.6. Dampak Ekonomi Pertambangan tidak membuat masyarakat sekitar menjadi makmur. Hal ini karena banyaknya penambangan ilegal dan banyaknya penyelundupan hasil tambang.

5.

ANALISIS MASALAH Dari dampak dan permasalahan yang diakibatkan dari pertambangan timah di

Bangka Belitung, dapat dilihat bahwa banyak sekali masalah atau dampak negatif yang timbul. Mulai dari dampak ekonomi, sosial, ataupun lingkungan. Dari dampakdampak yang timbul itu sudah jelas bahwa pertambangan timah di Bangka Beelitung bukanlah sebuah pembangunan yang berkelanjutan. Karena, selain memberikan dampak negatif pada tiga lingkup pembangunan berkelanjutan, pertambangan tersebut juga tidak memberikan tindak lanjut pada daerah bekas tambang. Untuk mengurangi atau bahkan menghilangkan dampak negatif tersebut, bisa dilakukan beberapa langkah sebagai berikut: 5.1. Reklamasi Reklamasi bekas tambang yang selanjutnya disebut reklamasi adalah usaha memperbaiki atau memulihkan kembali lahan dan vegetasi dalam kawasan hutan

Kelompok 3 1 Hekmatyar Aslamthu Haq_19310886 2 Sigit Dwi Prasetyo_19310913

Analisis Dampak Pertambangan Pada Daaerah Tambang (Studi kasus : Pertambangan Timah di Bangka Belitung)

yang rusak sebagai akibat kegiatan usaha pertambangan dan energi agar dapat berfungsi secara optimal sesuai dengan peruntukannya. Sementara itu, masyarakat juga membuka Tambang Inkonvensional, pada kawasan yang telah direklamasi. Akibatnya, lahan reklamasi bekas penambangan timah menjadi rusak kembali. kerusakan pada kawasan yang telah direklamasi akan semakin parah jika masyarakat tidak menyadari pentingnya reklamasi bekas tambang untuk masa depan kehidupan manusia. Melihat permasalahan tersebut diatas, kegiatan reklamasi harus melibatkan masyarakat. Reklamasi harus dapat menyentuh masyarakat dari sisi Sosial, Ekonomi, Budaya dan Politik yang berkembang di masyarakat. Kegaiatan reklamasi yang tidak memperhatikan aspek sosial masyarakat, melibatkan seluruk komponen masyarakat, dan kepedulian dari masyarakat tentunya akan mendatang kegagalan. Ekonomi yang sulit, lapangan pekerjaan yang tidak cukup tersedia, kualitas sumberdaya manusia yang terbatas membuat masyarakatpun terkadang terpaksa harus memilih pada kegitan tambang Inkonvesional ini. Oleh sebab itu kegiatan reklamasi harus memiliki nilai tambah dari sisi ekonomi sehingga dapat mensejahterakan masyarakat, dapat menimbulkan kesadaran dari masyarakat untuk menjaga dan mengembangkannya serta tidak menutup kemungkinan justru Reklamasi lahan bekas tambang akan menjadi sektor andalan untuk membangun sosial ekonomi masyarakat Bangka Belitung khususnya. Reklamasi lahan bekas tambang juga membutuhkan dukungan politik yang luar biasa dari seluruh komponen, komitmen yang kuat dari pemerintah untuk mengatur kegiatan penambangan dan tindakan yang tegas bila terdapat pelanggaran, dan menjadikannya skala prioritas akan dapat membantu dalam keberhasilan kegiatan reklamasi ini.

5.2. Pembatasan Izin Tambang Maraknya penambangan timah telah mengakibatkan kerusakan lingkungan di kawasan Bangka-Belitung. Kondisi ini terjadi karena terlalu banyak izin usaha pertambangan diberikan pada para pengusaha lokal sehingga pemerintah daerah sulit mengendalikannya. Pemerintah daerah seharusnya menghentikan pemberian izin

Kelompok 3 1 Hekmatyar Aslamthu Haq_19310886 2 Sigit Dwi Prasetyo_19310913

Analisis Dampak Pertambangan Pada Daaerah Tambang (Studi kasus : Pertambangan Timah di Bangka Belitung)

baru pertambangan kepada pengusaha lokal. Dengan pembatasan izin ini diharapkan bisa meminimalisisr dampak negatif pada daerah pertambangan ini. Ada pun pelaksanaan kegiatan penambangan timah yang dilakukan pemegang kuasa pertambangan harus dievaluasi kembali oleh pemda setempat. Jika tidak bisa diperbaiki, maka kegiatan tambang itu harus ditutup atau izin usaha dicabut pemda setempat.

5.3. Studi Program Baru Agar tidak tergantung dengan satu komoditi tertentu, apalagi penambangan timah yang merupakan sumber daya yang tidak dapat diperbaharui, masyarakat di Bangka Belitung harus diberi pengetahuan tentang pertanian, salah satunya melakukan diversifikasi usaha pertanian. Karena petani-petani di Bangka Belitung harus cepat tanggap dalam situasi saat ini, tidak mungkin hanya mengandalkan tambang timah yang merupakan sumber daya yang tidak dapat diperbaharui menjadi sumber mata pencaharian masyarakat Bangka Belitung. Petani sebenarnya merupakan salah satu unsur penentu kemajuan suatu bangsa, karena petani merupakan orang yang sangat berjasa dalam dunia seperti keadaaan saat ini. Di Bangka Belitung sendiri saat ini, ada sekitar 100 ribu hektare lahan bekas tambang timah yang belum sepenuhnya dimanfaatkan, dengan demikian kalau masyarakat mau memanfaatkan lahan pertanian bekas tambang timah, bisa dikonversikan bukan saja baik untuk lingkungan, tapi juga membantu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan produksi pertanian rakyat, serta memutus mata rantai pengiriman beras ke Sumatera yang selama ini dipasok dari Pulau Jawa, sehingga petani-petani di Bangka Belitung tidak hanya menjadikan tambang timah sebagai sumber mata pencaharian mereka, tetapi mereka lebih mengutamakan untuk bertani, sehingga bisa untuk kemajuan hidup masa mendatang.

6.

PENUTUP Pembangunan adalah hal yang penting untuk kebutuhan manusia. Tapi

sewajarnya, seharusnya pembangunan yang dilakukan tidak mengorbankan kebutuhan manusia yang akan datang. Caranya adalah dalam pembangunan harus memperhatikan tiga lingkup utama yaitu Sosial, Ekonomi, dan Lingkungan. Dengan

Kelompok 3 1 Hekmatyar Aslamthu Haq_19310886 2 Sigit Dwi Prasetyo_19310913

Analisis Dampak Pertambangan Pada Daaerah Tambang (Studi kasus : Pertambangan Timah di Bangka Belitung)

terpenuhinya ketiga lingkup itu, maka pembangunan bisa disebut sebagai pembangunan berkelanjutan. Pertambangan timah di Bangka Belitung adalah salah satu pembangunan yang tidak memperhatikan ketiga lingkup yang telah disebutkan di atas. Pertambangan tersebut memberikan banyak dampak negatif baik itu dalam segi Ekonomi, Sosial, maupun Lingkungan. Untuk memperbaikinya, membutuhkan usaha yang lebih. Caracara yang dapat dilakukan adalah reklamasi, pembatasan izin tambang, dan studi program baru.

7.

REFERENSI

1. _. Pembangunan Berkelanjutan. Wikipedia. [edited 2013 April 5]. Available from URL: http://id.wikipedia.org/wiki/Pembangunan_berkelanjutan 2. _. PENAMBANGAN TIMAH Pemberian Izin Harus Dievaluasi. ILMCI. [edited 2010 May 24]. Available from URL: http://www2.ilmci.com/?p=7748 3. Bang_Is. Proses Penambangan Timah di Bangka Belitung. Bang Is Blog. [edited 2012 October 13]. Available from URL: http://www.bang-is.web.id/2012/10/ proses-penambangan-timah-di-bangka-belitung.html 4. Jukandi, Dori. Dampak Penambangan Timah Bagi Masyarakat Bangka Belitung. UNBB. [edited 2012]. Available from URL: http://fppb.ubb.ac.id 5. Bro, Noprianza. Dampak Penambangan Timah. Pulau Bangka. [edited 2012 June 8]. Available from URL: http://kskmerawang.blogspot.com/2012/06/dampakpenambangan-timah.html 6. _. Pengertian / Definisi CSR- Corporate Social Responsibilty. Jaringan Usaha Kecil Indonesia. [edited 2010]. Available from URL: http://www.usahakecil.com/pengertian_csr.html 7. _. Pengelolaan Lingkungan. Timah. [edited 2011]. Available from URL: http://www.timah.com/v2/ina/sustainability/7510052012113416/pengelolaanlingkungan/

Kelompok 3 1 Hekmatyar Aslamthu Haq_19310886 2 Sigit Dwi Prasetyo_19310913