Anda di halaman 1dari 9

Prestasi, Volume 1, Nomor 2, Juni 2012

ISSN 2089-9122

BETERNAK KELINCI HIAS WARNA-WARNI Fuad Januar, Fahmi Setiawan, Aswan Solichin, M. Shaumi Athar, Jody Pratama Ardi, dan Dodon Turianto Nugrahadi Program Studi Ilmu Komputer, Fak. MIPA, Unlam Jl. A. Yani Km. 36 Banjarbaru 70714 Kalimantan Selatan

ABSTRAK Pada awalnya kelinci merupakan hewan liar yang sulit dijinakkan. Kelinci dijinakkan sejak 2000 tahun silam dengan tujuan keindahan, sebagai bahan pangan dan sebagai hewan percobaan. Hampir setiap negara di dunia memiliki ternak kelinci karena kelinci mempunyai daya adaptasi tubuh yang relatif tinggi sehingga mampu hidup di hampir semua tempat. Ada banyak jenis kelinci yang hidup dan dikembangkan oleh peternak antara lain: American Chinchilla, Angora, Belgian, Californian, Dutch, English Spot, Flemish Giant, Havana, Himalayan, New Zealand Red, White dan Black, Rex Amerika. Kelinci lokal yang ada sebenarnya berasal dari dari Eropa yang telah bercampur dengan jenis lain hingga sulit dikenali lagi. Budi daya kelici memilki peluang usaha yang cukup potensial, baik usaha pokok maupun sebagai usaha sampingan. Hasil budi daya kelinci biasanya berupa daging, bulu,kulit, dan kelici hias yang sampai saat ini laku keras di pasaran. Selain itu hasil sampingan budi daya kelinci dapat dimanfaatkan untuk pupuk, kerajinan dan pakan ternak. Di antara alasan mengapa memilih beternak kelinci adalah Pemeliharaan dan perawatannya mudah, tidak membutuhkan lahan yang luas, biaya produksi relatif murah sehingga tidak membutuhkan modal besar, ternak penghasil daging berkualitas dengan kadar lemak rendah, ketersediaan pakan yang melimpah, karena mampu memanfaatkan pakan dari sisa dapur dan hasil sampingan produk pertanian,termasuk ternak yang prolific, yaitu ternak yang mampu beranak banyak per kelahiran dan hasil sampingannya pun masih bisa dimanfaatkan. Kata-kata kunci : Beternak, hewan peliharaan, kelinci hias.

PENDAHULUAN Pada awalnya kelinci merupakan hewan liar yang sulit dijinakkan. Kelinci dijinakkan sejak 2000 tahun silam dengan tujuan keindahan, sebagai bahan pangan dan sebagai hewan percobaan. Hampir setiap negara di dunia memiliki ternak kelinci karena kelinci mempunyai daya adaptasi tubuh yang relatif tinggi sehingga mampu hidup di hampir semua tempat. Ada banyak jenis kelinci yang hidup dan dikembangkan oleh peternak antara lain: American Chinchilla, Angora, Belgian, Californian, Dutch, English Spot, Flemish Giant, Havana, Himalayan, New Zealand Red, White dan Black, Rex Amerika. Kelinci lokal yang ada sebenarnya berasal dari dari Eropa yang telah bercampur dengan jenis lain hingga sulit dikenali lagi. Jenis New Zealand White dan Californian sangat baik untuk produksi daging, sedangkan Angora baik untuk bulu. Kelinci memiliki beberapa keunggulan yaitu cepat berkembang, mutu daging yang tinggi, pemeliharaan mudah dan rendahnya 137

Prestasi, Volume 1, Nomor 2, Juni 2012

ISSN 2089-9122

biaya produksi menjadikan ternak ini sangat potensial untuk dikembangkan. Apalagi didukung dengan permintaan pasar dan harga daging maupun bulu yang cukup tinggi. Dari beberapa manfaat dan keunggulan tersebut membuat budi daya kelici memilki peluang usaha yang cukup potensial, baik usaha pokok maupun sebagai usaha sampingan. Hasil budi daya kelinci biasanya berupa daging, bulu,kulit, dan kelici hias yang sampai saat ini laku keras di pasaran. Selain itu hasil sampingan budi daya kelinci dapat dimanfaatkan untuk pupuk, kerajinan dan pakan ternak. Mengapa memilih beternak kelinci ? pertanyaan yang wajar bagi orang yang belum mengenal lika-liku bisnis beternak kelinci. Oleh karena itu saya akan sedikit membahas pengalaman tentang beternak kelinci dengan orientasi bisnis. Pengalaman tersebut adalah pengalaman dari Sentral Ternak yang menternak kelinci hias tersebut, dan salah satu peternak kelinci yang sukses menternak kelinci tersebut telah saya pelajari pengalamannya. Maka dari itu saya bisa memberikan beberapa alasan agar anda tidak ragu lagi untuk mencoba usaha ini dan semakin mantap bagi yang telah menekuni bidang ini. Di antara alasan mengapa memilih beternak kelinci adalah sebagai berikut : 1. Pemeliharaan dan perawatannya mudah 2. Tidak membutuhkan lahan yang luas 3. Biaya produksi relatif murah sehingga tidak membutuhkan modal besar 4. Ternak penghasil daging berkualitas dengan kadar lemak rendah 5. Ketersediaan pakan yang melimpah, karena mampu memanfaatkan pakan dari sisa dapur dan hasil sampingan produk pertanian 6. Termasuk ternak yang prolific, yaitu ternak yang mampu beranak banyak per kelahiran 7. Hasil sampingannya pun masih bisa dimanfaatkan Dari latar belakang dapat diidentifikasi beberapa masalah, yaitu : 1. Kurangnya pemanfaatan kelinci sebagai hewan hias. 2. Pemanfaatan kemudahan pemeliharaan dan cepatnya perkembangbiakan kelinci. Kegiatan ini diadakan dengan tujuan yang ingin dicapai sebagai berikut : 1. Membuka peluang usaha baru bagi mahasiswa dengan beternak kelinci 2. Memanfaatkan mudahnya beternak kelinci untuk mendapatkan keuntungan yang cepat 3. Menjadikan kelinci sebagai hewan peliharaan dengan kemudahan pemeliharaan. Luaran yang diharapkan dari beternak kelinci ini adalah : 1. Mendapatkan keuntungan yang relatif cepat dengan memanfaatkan cepatnya pertumbuhan kelinci 2. Menghasilkan lapangan pekerjaan bagi masyarakat. Kegiatan dari beternak kelinci ini berguna untuk : 1. Meningkatkan nilai ekonomi kelinci sebagai hewan peliharaan 2. Mendapatkan keuntungan dari penjualan kelinci.

GAMBARAN UMUM RENCANA USAHA Kelinci adalah salah satu dari sekian banyak hewan yang memiliki prospek penjualan yang tinggi kedepannya, dan juga termasuk dalam kategori mudah untuk pemeliharaan dan pengembangbiakannya. Dalam masalah pakan ada beberapa hal 138

Prestasi, Volume 1, Nomor 2, Juni 2012

ISSN 2089-9122

yang membuat pakan kelinci ini mudah didapatkan, karena kelinci hampir suka dengan semua jenis dedaunan hijau, yang biasanya bisa dengan mudah kita dapatkan disekitar rumah kita. Namun jika kita ingin mendapatkan kelinci dengan kualitas kesehatan dan keindahan bulu yang bagus, kita harus memberikan pakan tambahan. Dalam hal penjualan tidak terlalu sulit, namun jika kita ingin mendapatkan pelanggan, ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Yaitu antara lain usahakan menjual anakan kelinci yang minimal berumur 45-60 hari, karena dalam masa umur sekian anak kelinci telah mendapatkan cukup antibodi dari susu indukannya. Jika anakan kelinci telah mendapatkan antibodi tersebut, maka kemungkinan anak kelinci tersebut untuk terkena penyakit akan menjadi kecil. Kebanyakan kelinci yang sekarang dijual oleh beberapa orang adalah kelinci yang umurnya masih dibawah 45 hari, dan keadaan tersebut yang membuat banyak orang gagal dalam pembesaran anak kelinci. Dengan memperhatikan umur anak kelinci yang akan dijual, secara otomatis kita juga akan mendapatkan kepercayaan dari pembeli yang akan membuat kita sukses dalam hal pemasaran kedepannya. Potensi Sumber Daya Sumber Daya Manusia Kami sebagai pecinta kelinci (rabbitry), memiliki latar belakang yang lumayan bagus dalam hal menernakkan kelinci, karena dari beberapa indukan yang telah di ternakkan untuk tujuan hobi, telah menghasilkan cukup banyak anakan yang nantinya punya peluang besar untuk dijual dan menghasilkan keuntungan yang tinggi. Maka dari itu atas dasar keberhasilan menernak kelinci inilah yang menjadi dasar kami mengusung usaha ini. Sumber Daya Material Perolehan sumber daya material, dalam hal ini adalah pakan kelinci itu sendiri, sangat mudah untuk ditemui dilingkungan sekitar, sehingga biaya yang diperlukan untuk pemeliharaan ini bisa sangat minim dan tentu saja hal tersebut akan berdampak pada keuntungan yang akan didapat. Oleh karena mudahnya mendapatkan sumber daya yang diperlukan, maka kami memutuskan untuk memulai usaha ini. Peluang Pasar Seperti halnya hewan peliharaan popular yang lain, kelinci telah mendapatkan ruang di hati para pecinta hewan peliharaan, dalam hal ini adalah seluruh rabbitry di indonesia. Sehingga peluang pasar dari usaha kamicukup besar karena tingkat reproduksi yang tinggi, mudahnya perawatan dan dapat menghasilkan keuntungan yang tinggi. Analisis Ekonomi Modal awal yang kami perlukan untuk pengeluaran pada bulan pertamasebesar Rp 3.317.000. Modal tersebut digunakan untuk membeli bahan habis pakai serta bahan penunjang usaha yang daftarnya dapat dilihat pada Tabel 1 berikut.

139

Prestasi, Volume 1, Nomor 2, Juni 2012 Tabel 1. Pengeluaran Bulan Pertama (Modal Awal) No Uraian Banyak unit Harga satuan (Rp) Kandang kelinci beserta perlengkapan pemeliharaan 1 Material kandang 3 Unit 300.000 2 Upah Tukang 1 Orang (4 hari) 50.000 3 Tempat Minum 4 Buah 40.000 4 Tempat Makan Kecil 3 Buah 10.000 5 Tempat Makan Besar 1 Buah 15.000 6 Kandang Aluminium 1 Buah 160.000 7 Obat Scabbies 1 Buah 120.000 8 Obat Pencernaan 1 Buah 40.000 Subtotal Kelinci indukan beserta makanan pemeliharaan 1 Kelinci Rex Betina 2 Ekor 420.000 2 Kelinci Rex Jantan 1 Ekor 310.000 3 Kelinci Lion Jantan 1 Ekor 250.000 4 Pelet tinggi protein 4 Kg 8.000 Subtotal Promosi& Transportasi 1 Transportasi 1 bulan 60.000 Subtotal Total

ISSN 2089-9122

Jumlah harga (Rp) 900.000 400.000 160.000 30.000 15.000 160.000 120.000 40.000 1.825.000 840.000 310.000 250.000 32.000 1.432.000 60.000 60.000 3.317.000

Pada bulan pertama, kami melakukan penernakan dan pengkawinan kelinci indukan sehingga untuk pemasukan pada bulan pertama masih belum ada. Pada bulan kedua, pengeluaran berkurang karena hanya untuk pemeliharaan rutin dan transportasi pembelian dan pencarian pakan. Pengeluaran bulan kedua sebesar Rp 47.000. Adapun daftar pengeluaran pada bulankedua, dapat dilihat pada Tabel 2 berikut. Tabel 2. Pengeluaran Bulan Kedua No Uraian Banyak Harga satuan Jumlah harga unit (Rp) (Rp) Pemeliharaan 1 Pelet tinggi protein 4 Kg 8.000 32.000 Subtotal 32.000 Transportasi 1 Transportasi 1 bulan 15.000 15.000 Subtotal 15.000 Total 47.000 Pada bulan kedua, kami melakukan penernakan dan perawatan anak kelinci indukan sehingga untuk pemasukan pada bulan kedua masih belum ada. Pada bulan ketiga, pengeluaran sama dengan pengeluaran pada bulan kedua, kemudian pemasukan pada bulan ketiga adalah sebesar Rp 1.080.000. Rincian dapat dilihat di Tabel 3 berikut. 140

Prestasi, Volume 1, Nomor 2, Juni 2012 Tabel 3. Pemasukan Bulan Ketiga No Penjualan 1 2 3 4 Kelinci Anggora Resesif Kelinci Rex 2 bulan Kelinci Anggora 2 bulan Kelinci Rex 6 bulan

ISSN 2089-9122

Jumlah unit 1 ekor 1 ekor 5 ekor 4 ekor

Harga satuan (Rp) 150.000 80.000 80.000 450.000 Total

Jumlah harga (Rp) 150.000 80.000 400.000 450.000 1.080.000

Pada bulan keempat, pengeluaran masih sama dengan pengeluaran pada bulan kedua dan ketiga, yaitu sebesar Rp 47.000. Berikut rincian dana dapat dilihat pada Tabel 4 berikut. Tabel 4. Pengeluaran Bulan Keempat No Uraian Banyak Harga satuan Jumlah harga unit (Rp) (Rp) Pemeliharaan 1 Pelet tinggi protein 4Kg 8.000 32.000 Subtotal 32.000 Transportasi 1 Transportasi 1 bulan 15.000 15.000 Subtotal 15.000 Total 47.000 Pemasukan pada bulan keempat tidak ada, karena pada bulan keempat kembali memasuki tahap pengadaan anakan untuk dijual kembali pada bulan yang telah di rencanakan.

METODE PELAKSANAAN Program ini akan dilaksanakan dengan langkah-langkah berikut : 1. Persiapan Program ini diawali dengan tahap persiapan yaitu studi literature melalui berbagai referensi yang dimulai dari penyusunan dan pembuatan proposal, pembelian indukan dan persiapan alat pemeliharaan. a) Pembelian indukan Membeli dan mencari indukan dengan kualitas tinggi yang akan menghasilkan anakan dengan kualitas yang sama. b) Pembelian alat Alat-alat pemeliharaan yang akan digunakan dalam menernak kelinci. 2. Proses pengembangbiakan kelinci a. Proses awal mengawinkan kelinci 1) Memasukkan kelinci betina kedalam kandang kelinci jantan, hal ini dimaksudkan agar kelinci jantan tidak merasa asing dan memudahkan proses perkawinan.

141

Prestasi, Volume 1, Nomor 2, Juni 2012

ISSN 2089-9122

b.

3.

4.

2) Membiarkan kelinci betina dalam kandang kelinci jantan selama beberapa menit dengan memilih waktu kawin pagi atau sore hari. 3) Melakukan proses perkawinan 2-3 kali sebelum masuk kedalam proses perawatan kelinci yang hamil. 4) Umur kelinci yang bisa untuk dikawinkan adalah 6 bulan. Proses perawatan kelinci yang hamil 1) Proses ini adalah proses terpenting karena akan menentukan keberhasilan penernakan kelinci. 2) Kelinci yang hamil tidak boleh digendong atau dipindahkan dari kandangnya, karena jika digendong atau dipindahkan dari kandangnya akan membuat kelinci tersebut tidak nyaman dan stress, yang akan mengakibatkan indukan tersebut tidak akan menjaga anaknya. 3) Kelinci yang hamil harus diberikan pakan yang lengkap dan tidak boleh kandang kelinci tersebut dalam keadaan kosong makanannya. 4) Jangan terlalu sering melewati kandang kelinci yang hamil tersebut, usahakan hanya dalam memberi pakan, agar meminimalkan tingkat stress kelinci indukan tersebut. 5) 5 hari sebelum hari melahirkan kelinci, masukkan box yang nantinya akan dijadikan sebagai sarang untuk menaruh anak kelinci, ukurannya harus lebih besar dari kelinci indukan tersebut agar dalam menyusui anaknya, induk kelinci tersebut tidak menginjak anaknya. 6) Beri pakanan yang cukup dan air yang cukup setelah proses melahirkan kelinci tersebut agar indukan kelinci tidak dehidrasi dan kondisinya bisa pulih dengan cepat agar lancar dalam menyusui anakannya. Proses Pemasaran Proses pemasarannya dilakukan langsung dengan memamerkan anak kelinci dibeberapa tempat yang strategis. Pelaporan Bagian terakhir dari keseluruhan PKM ini adalah pelaporan. Kegiatan ini terdiri dari mengumpulkan bahan laporan , membuat draf laporan, mengetik laporan akhir, menggandakan laporan dan penandatangan laporan.

PELAKSANAAN PROGRAM Waktu dan Tempat Pelaksanaan No 1 Kegiatan Tahap Persiapan Waktu Pelaksanaan 1 Februari 2012 s/d 1Maret 2012 1 Maret 2012 s/d 29 April 2012 Tempat Pelaksanaan Kediaman anggota PKM-K (di banjarbaru dan banjarmasin) Kediaman anggota PKM-K (di banjarbaru dan banjarmasin) 142

Tahap Penernakan

Prestasi, Volume 1, Nomor 2, Juni 2012 3 Tahap Pemasaran 30April 2012 s/d 12 Mei 2011 15 April 2012 s/d 1Mei 2012 1 Mei 2012 s/d 19Mei 2012

ISSN 2089-9122 Kampus MIPA Unlam Banjarbaru, Lewat jejaring social melalui grup rabbitry Kediaman anggota PKMK, Kampus FMIPA Unlam Banjarbaru Kediaman anggota PKMK, Kampus FMIPA Unlam

Penyusunan Laporan

Penyusunan Laporan Akhir

Rancangan dan Realisasi Biaya No 1 2 Komponen Biaya Bahan Utama PKM Kelinci indukan Penunjang PKM Pakan Pelet /buah Pakan vitamin tambahan Kandang Perlengkapan perawatan 3 4 Transportasi Pelaporan dan Lain-Lain Pembuatan poster Internet Penggandaan dan penjilidan laporan Dokumentasi PKM Volume 16 ekor 100 buah 100 buah 16 buah 1 set 5 orang 1 Buah Paket Bulanan 5 Buah 1 paket Total Biaya Harga Satuan (Rp) 250.000 6.000 8.000 150.000 750.000 100.000 200.000 100.000 20.000 150.000 Jumlah (Rp) 4.000.000 600.000 800.000 2.400.000 750.000 500.000 200.000 200.000 100.000 250.000 9.800.000

Realisasi Biaya No 1 2 Komponen Biaya Bahan Utama PKM Kelinci indukan Penunjang PKM Pakan Pelet /buah Pakan vitamin tambahan Kandang Perlengkapan perawatan 3 4 Transportasi Pelaporan dan Lain-Lain Pembuatan poster Volume 4 ekor 16 buah 4 buah 1set 1 set 1 orang 1 Buah Harga Satuan (Rp) 350.000 8.000 14.000 1.460.000 365.000 105.000 200.000 Jumlah (Rp) 1.400.000 128.000 56.000 1.460.000 365.000 105.000 200.000 143

Prestasi, Volume 1, Nomor 2, Juni 2012 Internet Penggandaan dan penjilidan laporan Dokumentasi PKM Paket Bulanan 5 Buah 1 paket Total Biaya 100.000 20.000 150.000

ISSN 2089-9122 200.000 100.000 250.000 4.264.000

HASIL DAN PEMBAHASAN Dalam pelaksanaan program ini, kami teah berhasil mencapai target penjualan yang kami rencanakan. Berikut adalah rincian biayanya: Modal dari DIKTI : Rp 6.000.000 Modal dari DIKTI yang sudah cair (80%): Rp 4.550.000 Modal terpakai untuk 4 bulan : Rp 4.264.000 Saldo sementara : Rp 1.178.000 Pendapatan penjualan : Anakan kelinci resesif 1 ekor @ Rp 150.000 Rp 150.000 Anakan kelinci 6 ekor @ Rp 80.000 Rp 480.000 Kelinci rex 6 bulan 1 ekor @ Rp 450.000 Rp 450.000 Total pendapatan: Rp 1.080.000 Modal bersih: Pemeliharaan anakan & indukan selama 4 bulan @ Rp 47.000 Rp 188.000 Total modal bersih: Rp 188.000 Jadi, dari penjualan yang telah dilakukan, keuntungan bersih yang berhasil dikumpulkan sebesar Rp 892.000 dan jika ditambah dengan sisa dana dari DIKTI sebesar Rp 286.000 maka saldo kami sebesar Rp 1.178.000. Saldo tersebut kami pergunakan kembali untuk proses produksi selanjutnya.

KESIMPULAN DAN SARAN Dari pelaksanaan program ini, dapat disimpulkan bahwa dengan melaksanakan kegiatan ini, kami dapat menumbuhkembangkan jiwa wirausaha mahasiswa, kami dapat membuat usaha yang menguntungkan dan berkelanjutan serta dapat memanfaatkan lingkungan sekitar untuk dapat menjadi sesuatu yang bermanfaat dan menghasilkan uang. Adapun saran yang dapat kami berikan dalam pelaksanaan program ini adalah sebaiknya dana dapat dicairkan segera setelah usulan PKM dinyatakan didanai agar pelaksanaan program tidak tertunda.

144

Prestasi, Volume 1, Nomor 2, Juni 2012 Lampiran. Foto Kegiatan Persiapan

ISSN 2089-9122

Pemeliharaan

Pemasaran

145