Anda di halaman 1dari 12

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA FISIKA

TEGANGAN MUKA
Dosen pengampu : Bidhari Pidhatika, ST.MSc, PhD

Disusun oleh : ISMANTO 10.TBKKP.4065 TBKKP REGULER

KEMENTERIAN PERINDUSTRIAN R.I AKADEMI TEKNOLOGI KULIT YOGYAKARTA 2011


1

I.

JUDUL PRAKTIKUM Tegangan muka

II.

TUJUAN PRAKTIKUM Menentukan tegangan muka suatu cairan secara relatif dengan air sebagai zat pembanding Menentukan pengaruh konsentrasi solut terhadap tegangan muka dan adsorbsi zat terlarut pada permukaan larutan

III.

DASAR TEORI Besar gaya yang bekerja tegak lurus pada satu satuan panjang permukaan disebut tegangan muka, yang dapat dinyatakan dengan satuan dyne /cm dalam satuan cgs. Gaya tarik pada molekul dalam cairan terdiri dari dua jenis yaitu pada permukaan dan dalam badan cairannya. Pada permukaan hanya sebagian yang dikelilingi molekul lain dan gaya tarik hanya dalam badan cairan. Sedangkan dalam badan cairan gaya tarik antar molekul terdistribusi secara simetris. Tegangan permukaan bertanggung jawab terhadap efek :Hambatan pada penetrasi, bentuk bola tetesan air jatuh, bentuk bola partikel mercury pada permukaan datar, kenaikan cairan pada pipa kapiler, pengapungan foil logam pada permukaan cairan Ada beberapa metoda penentuan tegangan muka, diantaranya adalah metida kanaikan pipa kapiler, metoda tekanan maksimum gelembung, metoda tetes atau metoda cincin Metode kanaikan pipa kapiler. Bila suatu pipa kapiler dimasukkan kedalam cairan yang membasahi dinding maka cairan akan naik kedalam kapiler karena adanya tegangan muka. Kenaikan cairan sampai pada suhu tinggi tertentu sehingga terjadi keseimbangan antara gaya keatas dan kebawah Persamaan 1 : Gaya kebawah, F = Ket : h : tinggi permukaan. g : percepatan gravitasi. : berat jenis. r : jari-jari kapiler.
2

Persamaan 2 : Gaya keatas, F = ket: adalah tegangan muka dan adalah sudut kontak.

Pada kesetimbangan, gaya kebawah sama dengan gaya keatas maka didapatkan persamaan sebagai berikut: 2..r..cos = .r2.h..g Untuk air dan kebanyakan cairan organik umumnya dianggap batas lapisan pararel dengan kapiler, sehingga harga cos persamaan 3 : = .r. h. .g Sehingga diperoleh persamaan baru, yakni :
air

0 atau dapat =1 maka

= .r. hair.

air .

Metode tetes Bila cairan tepat akan menetes maka gaya tegangan muka = gaya yang disebabkan oleh masa cairan sebagai berat itu sendiri. Gaya tegangan muka = 2 r Gaya berat cairan : m. G dimana m = massa tetesan cairan secara ideal

Di ambil volume tertentu yang sama dan dihitung jumlah tetesan yang terjadi misal volume tertentu = v, maka :

Dimana : m n sehingga : = massa jenis = massa jenis I tetes zat cair = jumlah tetes untuk volume v ml tersebut

Adsorpsi yaitu proses yang terjadi ketika solute gas atau cair terakumulasi pada permukaan padat atau cair (adsorbent), membentuk lapisan molekuler atau atom (adsorbate). Adsorpsi berbeda dengan absorpsi, dimana senyawa berdifusi kedalam cairan atau padatan membentuk larutan. Namun istilah sorption berlaku untuk kedua proses, sedangkan desorption adalah proses kebalikannya. Pada tegangan permukaan, adsorpsi akibat dari energi permukaan. Atom pada permukaan bersih mengalami kekurangan ikatan karena tidak semuanya dikelilingi atom lain. Tipe-tipe Adsorpsi a. Physisorption atau adsorpsi fisik adalah tipe adsorpsi dimana adsorbate melekat pada permukaan hanya melalui interaksi Van Der Waals (antar molekul lemah), yang juga bertanggung jawab untuk perilaku non-ideal gas nyata b. Chemisorption atau adsorpsi kimia adalah tipe adsorpsi dimana molekul melekat pada permukaan melalui pembentukan ikatan kimia, berlawanan dengan gaya Van Der Waals yang menyebabkan adsorpsi fisik
(http://www.its.ac.id/personal/files/material/2542-heru-che-KF8.pdf)

Molekul-molekul cairan yang berada dibagian fase cairan seluruhnya akan dikelilingi oleh molekul-molekul dengan gaya tarik-menarik yang sama ke segala arah sehingga resultan gaya sama dengan nol lain halnya dengan molekul-molekul cairan pada permukaan. Molekul-molekul itu disebelah bawah dikelilingi oleh molekulmolekul cairan sedangkan dibagian atas oleh molekul-molekul dan fasa uap sehingga gaya tarik kebawah lebih besar dari gaya tarik keatas. Hal ini menimbulkan sifat kecenderungan untuk memperkecil luas permukaan.

(www.datachem.blogspot.com/teganganmuka) Tegangan muka terdapat pada batas cairan dengan uap jenuh diudara dan juga antara permukaan cairan dengan cairan lain yang tidak bercampur. Dalam menentukan tegangan muka ada beberapa metode yang dapat digunakan, diantaranya adalah : metode kanaikan pipa kapiler, metode tekanan maksimum gelembung, metode tetes atau metode cincin. Pengaruh konsentrasi zat terlarut dalam tegangan muka.
4

Konsentrasi zat terlarut (solute) suatu larutan biner mempunyai pengaruh terhadap sifat-sifat larutan termasuk tegangan muka dan adsorbsi pada permukaan larutan. Telah diamati bahwa solute yang ditambahkan kedalam larutan akan menurunkan tegangan muka, karena mempunyai konsentrasi dipermukaan yang lebih besar daripada didalam larutan. Sebaliknya solute yang penambahannya kedalam larutan menaikkan tegangan muka mempunyai konsentrasi dipermukaan yang lebih kecil daripada didalam larutan. (www.google.com/pengaruh-konsentrasi-pada-tegangan-muka)

IV.

PROSEDUR KERJA a. Alat dan Bahan yang dipergunakan Alat-alat yang digunakan adalah : 1. Piknometer 2. Termometer 3. Labu ukur 50 ml 4. Propipet 5. Gelas ukur 100 ml 6. Gelas beker 250 ml 7. Pipa kapiler 8. Penggaris 9. Corong gelas 10. Tabung reaksi kecil 11. Tabung reaksi besar 12. Pipet volume Bahan-bahan yang digunakan : 1. Aquades 2. Alkohol 96% 3. Minyak komersil 1 buah 1 buah 1 buah 1 buah 1 buah 1 buah 1 buah 1 buah 1 buah 1 buah 1 buah 1 buah

b. Skema Langkah Kerja 1. Penentuan Tegangan Muka Pada Aquades 1. Menimbang piknometer kosong dan mencatat hasilnya. 2. Menimbang piknometer + aquades menggunakan neraca analitik dan juga mengukur suhu kamar serta mencatat hasilnya. 3. Menuangkan aquades kedalam tabung reaksi kecil secukupnya 4. Memasukkan pipa kapiler, Dengan memberi tekanan pada propipet aquades akan naik kedalam pipa kapiler, lalu mendiamkan agar aquades tersebut turun sampai batas tertentu 5. Mengukur jarak (h) selisih tinggi permukaan cairan di dalam pipa

kapiler dan di luar cairan. 6. Mencatat data yang diperoleh 7. Mengulangi langkah (4-5) sampai dua kali. 8. Mengulangi langkah (2-7) dengan jenis jairan alkohol 96%, minyak komersial, alkohol 0,8 M, alkohol 0,6 M, alkohol 0,4 M, alkohol 0,2 M, alkohol 0,1M.

V.

PENGAMATAN DAN PERHITUNGAN 1. Tabel data hasil penimbangan


No. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Benda piknometer kosong piknometer + aquades piknometer + minyak piknometer + alkohol 96% piknometer + alkohol 0,8M piknometer + alkohol 0,6M piknometer + alkohol 0,4M piknometer + alkohol 0,2M piknometer + alkohol 0,1M Massa ( gram ) 44,5150 95,7795 90,9941 85,9550 95,3363 95,5660 95,5585 95,6242 95,7370

2. Tabel data penentuan Tegangan muka zat cair Selisih tinggi/ h ( mm) 22 22

No. 1

Sampel Aquades I II

Rerata ( mm ) 21,5

Minyak

Alkohol 96%

III I II III I II III

21 20 19 19 3 4 6

19,3

4,3

3. Tabel data pengaruh konsentrasi terhadap tegangan muka zat cair Percobaan ( h( mm ) ) I II III 8 10 10 12 11 12 14 13 14 15 16 15 17 17 18 Rerata ( h(mm) 9,3 11,6 12,3 15,3 17,3

No. 1 2 3 4 5

Alkohol 0,8 M 0,6 M 0,4 M 0,2 M 0,1 M

4. Perhitungan Data a. Massa jenis zat cair Aquades

Minyak komersil

Alkohol 96%

Alkohol 0,8 M

Alkohol 0,6 M

Alkohol 0,4 M

Alkohol 0,2 M

Alkohol 0,1 M

Tabel data massa jenis zat cair


No. 1 2 3 4 5 6 7 8 Massa jenis Aquades Minyak alkohol 96% alkohol 0.8 M alkohol 0.6 M alkohol 0.4 M alkohol 0.2 M alkohol 0.1 M ( gram/ml ) 1,02529 0,9295 0,8288 1,0164 1,0210 1,0214 1,0220 1,0240 ( kg/m3 ) 1025,29 929,5 828,8 1016,4 1021 1021,4 1022 1024

b. Tegangan Muka zat cair Aquades

Minyak komersil

Alkohol 96%

Alkohol 0,8 M

Alkohol 0,6 M

Alkohol 0,4 M

Alkohol 0,2 M

Alkohol 0,1 M

c. Perhitungan Pengenceran Alkohol 96%

Alkohol 96% artinya 96 ml alkohol 100 ml atau 960 ml/L. Diket: alkohol 96% = 0,79 gram/ml BM alcohol 96% = 46 gram/mol Maka

4,85 ml Sehingga untuk membuat larutan alkohol 0,8 M 100 ml dibutuhkan 5 ml alkohol 96%. Sedangkan untuk larutan alkohol dengan konsentrasai yang lain diperoleh dengan mengencerkan larutan alkohol 0,8 M.

5. PEMBAHASAN Pada praktikum ini, untuk menentukan tegangan permukaan cairan dengan menggunakan metode kapiler digunakan tiga jenis cairan yaitu: aquades, minyak komersil, alkohol 96% dan alkohol 0,8M; 0,6M; 0,4M; 0,2M; 0,1M. Dari hasil penimbangan massa yang paling berat aquades, minyak komersil, alkohol 96% dan berturut-turut alkohol 0,8M; 0,6M; 0,4M; 0,2M; 0,1M. dengan selisih massa piknometer + cairan dengan piknometer
10

kosong didapatkan massa cairan, Sehinggan besatnya berbanding lurus dengan massa masing-masing cairan.

massa jenis cairan

Dari hasil pengukuran selisih tinggi permukaan cairan didalam kapiler dengan diluar cairan (h) diketahui bahwa h untuk aquades lebih tinggi dari pada minyak komersil dan alkohol 96% dan h minyak komersil lebih tinggi dari pada alkohol 96% sedangkan pada alkohol 0,8M; 0,6M; 0,4M; 0,2M; 0,1M di ketahui h alkohol 0,8M lebih pendek dari alkohol 0,6M; 0,4M; 0,2M; 0,1M karena alkohol 0,8 M mempunyai kandungan air yang lebih sedikit namun kandungan alkoholnya lebih banyak. Dari data diatas (massa jenis dan h) digunakan untuk mencari tegangan muka. Harga tegangan muka dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain: suhu,tekanan,massa jenis dan konsentrasi zat terlarut. Tegangan muka terdapat pada batas cairan dengan uap jenuh diudara dan juga antara permukaan cairan dengan cairan lain yang tidak saling bercampur. Ada beberapa metoda penentuan tegangan muka, dalam praktikum ini digunakan metoda pipa kapiler. Beberapa kemungkinan kesalahan dalam perktikum disebabkan beberapa hal, diantaranya adalah : 1) Kurang telitinya dalam penimbangan. 2) Kekurang telitian praktikan dalam membaca skala pada pipa kapiler. 3) Kurang tepatnya konsentrasi larutan yang dibuat.

VI.

KESIMPULAN 1. Aquades mempunyai tegangan muka lebih besar dari pada minyak komersil dan alkohol 96% dan minyak komersil mempunyai tegangan muka lebih besar daripada alkohol 96 %. 2. Tegangan muka aquades sebesar 3. Tegangan muka minyak komersil sebesar 4. Tegangan muka Alkohol 96% sebesar

5. Nilai gaya tegangan muka zat cair berbanding lurus dengan massa jenis zat cair dan larutan
11

yang dihasikan, dan berbanding terbalik dengan konsentrasi

VII.

DAFTAR PUSTAKA http/www.google.com/personal/files/material/2542-heru-che-KF8.pdf diakses pada 12 mei 2011 pukul 10.00 WIB http/www.google.com/datachem.blogspot.com/teganganmuka.html pada 12 mei 2011 pukul 10.00 WIB http/www.google.com/pengaruh-konsentrasi-pada-tegangan-muka.html diakses pada 12 mei 2011 pukul 10.00 WIB diakses

Yogyakarta, Praktikan

Mei 2011

Ismanto Mengetahui,

Dosen pengampu

Asisten dosen

Bidhari Pidhatika, ST.MSc, PhD \

12