Anda di halaman 1dari 17

Abu Fairuz Abdurrohman bin Sukaya Al Qudsiy Aluth Thuriy

Al Indonesiy

Diperiksa Oleh:
Fadhilatusy Syaikh Fadhilatusy Syaikh Fadhilatusy Syaikh Fadhilatusy Syaikh Abu Abdillah Muhammad bin Ali bin Abu Abdillah Muhammad bin Ali bin Abu Abdillah Muhammad bin Ali bin Abu Abdillah Muhammad bin Ali bin
Hizam Al Fadhli Al Badaniy Al Yamaniy Hizam Al Fadhli Al Badaniy Al Yamaniy Hizam Al Fadhli Al Badaniy Al Yamaniy Hizam Al Fadhli Al Badaniy Al Yamaniy
Dan Dan Dan Dan Fadhilatusy Syaikh Abu Amr Abdul Karim bin Ahmad Al Fadhilatusy Syaikh Abu Amr Abdul Karim bin Ahmad Al Fadhilatusy Syaikh Abu Amr Abdul Karim bin Ahmad Al Fadhilatusy Syaikh Abu Amr Abdul Karim bin Ahmad Al
Umariy Umariy Umariy Umariy Al Hajuriy Al Yamaniy Al Hajuriy Al Yamaniy Al Hajuriy Al Yamaniy Al Hajuriy Al Yamaniy

BAGIAN
PERTAMA





w
w
w
.
a
s
h
h
a
b
u
l
h
a
d
i
t
s
.
w
o
r
d
p
r
e
s
s
.
c
o
m

2








(Komentar terhadap isi Kitab
Aujuhusy Syibh Bainal Hadadiyyah wa Bainar Rowafidh
dan Kitab Manhajul Haddadiyyahdan Ucapan Asy Syaikh Robi Al Madkholiy
Pada Akhir Tahun 1432 H)

Diperiksa Oleh:
Fadhilatusy Syaikh Abu Abdillah Muhammad bin Ali bin Hizam Al Fadhli Al
Badaniy Al Yamaniy
Dan Fadhilatusy Syaikh Abu Amr Abdul Karim bin Ahmad Al Umariy
Al Hajuriy Al Yamaniy
= '-)-= '-'-

Penulis:
Abu Fairuz Abdurrohman Al Indonesiy
Al Qudsiy Aluth Thuriy
-- = '--



w
w
w
.
a
s
h
h
a
b
u
l
h
a
d
i
t
s
.
w
o
r
d
p
r
e
s
s
.
c
o
m

3
Judul Asli:
Shifatul Haddadiyyah Fi Munaqosyatin Ilmiyyah

Terjemah Bebas:
Karakter Haddadiyyah Dalam Diskusi Ilmiyyah

Penulis:
Abu Fairuz Abdurrohman bin Soekoyo Al Indonesiy

Penerjemah:
Abu Fairuz Abdurrohman bin Soekoyo Al Indonesiy

Diperiksa Oleh:
Fadhilatusy Syaikh Abu Abdillah Muhammad bin Ali bin Hizam Al Fadhli Al
Badaniy Al Yamaniy,
Dan Fadhilatusy Syaikh Abu Amr Abdul Karim bin Ahmad Al Umariy
Al Hajuriy Al Yamaniy
'-'- = '-)-=



Pengantar Penulis
- '- ,-= ' -=- _'= '- - +'' '- -= -=- - ` ' ` +- - -=':

Sesungguhnya beberapa ikhwah telah mengirimkan kepadaku suatu risalah yang di
dalamnya berisi karakter Haddadiyyah yang ditulis oleh Asy Syaikh Robi Al Madkholiy
semoga Alloh memberinya taufiq-, yang dengan tulisan itu sebagian orang
berargumentasi bahwasanya orang-orang Darul Hadits di Dammaj adalah Haddadiyyun
(penganut pemikiran Mahmud Al Haddad).


w
w
w
.
a
s
h
h
a
b
u
l
h
a
d
i
t
s
.
w
o
r
d
p
r
e
s
s
.
c
o
m

4
Maka keadaan orang-orang yang memakai tulisan tadi sebagai argumentasi adalah
sebagaimana yang pernah dikatakan oleh Al Imam Asy Syaukaniy semoga Alloh
merohmatinya- : Dan sungguh kaidah ahlul bida telah berjalan pada zaman dahulu dan
yang berikutnya bahwasanya mereka itu bergembira dengan munculnya satu kalimat
dari satu orang ulama, lalu mereka berlebihan dalam mempopulerkannya dan
mengumumkannya di antara mereka, menjadikannya sebagai argumentasi untuk
mendukung kebidahan mereka, dan dengannya mereka memukul wajah orang yang
mengingkari mereka, sebagaimana engkau dapati di dalam kitab-kitab Rofidhoh yang di
dalamnya ada riwayat-riwayat tentang kalimat-kalimat yang datang dari ulama Islam
yang terkait dengan perselisihan para Shohabat, juga tentang keutamaan dan cercaan.
Para Rofidhoh dengan adanya itu terbang gembira dan menjadikannya sebagai bagian
dari simpanan dan ghonimah (rampasan perang) yang paling besar. (Adabuth
Tholab/hal. 35/ Darul Kutubil Ilmiyyah).
Perlu diketahui bahwasanya ana telah menyelesaikan risalah ini pada tanggal 9 Jumadil
Ula 1432 H. kemudian sampai kepada kami perkataan Asy Syaikh Robi bin Hadi Al
Madkholiy semoga Alloh memberinya taufiq- yang di dalamnya ada cercaan terang-
terangan bahwasanya Asy Syaikh Yahya Al Hajuriy semoga Alloh menjaganya- adalah
haddadiy, tolol, dan beberapa kalimat jahat yang lain.
Seseorang yang bernama Abu Waqid Abdulloh bin Sholih Al Qohthoniy menukilkan
ucapan Asy Syaikh Robi Al Madkholiy hadahulloh- pada awal-awal bulan Rojab 1432
H di hadapan para pengunjung dari kabilah Wadiah:
) , - '- ` ,-= = ,-- ==' _,=, .(
Yahya Al Hajuriy tolol, haddadiy, busuk, semoga Alloh tidak memberkahinya.
Ucapan ini disebarkan oleh situs pendosa Wahyain.
Dan pada tanggal 1 Syaban 1432 H Abul Mundzir Dzul Akmal Al Indonesiy
hadahulloh- menceritakan perjalanan umrohnya bahwasanya dirinya telah
mengunjungi Asy Syaikh Robi Al Madkholiy di sela-sela perjalanan umrohnya pada
akhir Rojab 1432 H, lalu dia menanyakan apa yang dinamakan dengan fitnah Yahya,
maka Asy Syaikh Robi Al Madkholiy menjawab:
) ` '=-' ` -=- -, ` = -, ` ''' '=- _,-= ,-'-' =' - ==' _,=,
,= ` -'=' (
Sesungguhnya Yahya Al Hajuriy telah merobek-robek dakwah Salafiyyah di seluruh
penjuru alam. Dia tidak meninggalkan seorangpun, tidak meninggalkan Muhammad,
Bukhoriy, Jabiriy dan yang lainnya.
Ucapan ini disebarkan oleh Dzul Akmal di situsnya. Dia merupakan salah satu dai di
negri kami, dan merupakan salah satu orang yang paling dekat dengan Asy Syaikh Robi
Al Madkholiy dari bangsa Indonesia.


w
w
w
.
a
s
h
h
a
b
u
l
h
a
d
i
t
s
.
w
o
r
d
p
r
e
s
s
.
c
o
m

5
Dan sampai kini Asy Syaikh Robi Al Madkholiy tidak mengumumkan pernyataan lepas
diri dari berita-berita itu, dan tidak mendustakan para pembawa berita tadi. Jika dia
telah mengetahuinya dan tidak mengingkarinya maka dia itu seperti orang yang
mengakuinya.
Sungguh kaki sebagian orang yang mengikuti kebenaran dengan taqlid (membebek)
telah goncang dengan berita tadi. Maka argumentasi harus dilawan dengan argumentasi
pula agar mereka tahu kedustaan tuduhan tadi, dan mengetahui kekokohan Darul
Hadits di Dammaj di atas sunnah dan salafiyyah, dan bahwasanya partai Baromikah
yang mencerca kami dengan sebutan Haddadiyyah- mereka itulah yang berhak dengan
sebutan tadi. Dan akan menjadi jelas bagi orang-orang yang adil kelompok manakah
yang berada di atas petunjuk, dan siapakah yang berada di atas kesesatan yang nyata.
Tulisan yang akan datang merupakan bantahan terhadap hizb baru dan seluruh
kelompok yang mencerca Ahlussunnah terutama Darul Hadits di Dammaj- dengan
sebutan Haddadiyyah, siapapun dia.
Dan kami akan menjawab cercaan Asy Syaikh Robi Al Madkholiy sesuai dengan apa
yang tersebar tanpa pengingkaran sedikitpun darinya -waffaqohulloh-. Dan aku
susulkan jawaban tersebut ke dalam risalah ini dan aku masukkan di sela-sela
pembahasan dan diskusi. Dan dengan pertolongan Alloh sajalah kita mendapatkan
taufiq.
Saya bersyukur pada Syaikh kami yang utama, sang penasihat: Abu Abdillah
Muhammad bin Ali bin Hizam Al Fadhli Al Badaniy semoga Alloh memelihara dan
menjaganya- atas nasihat dan pertolongan beliau, serta kesabaran beliau dalam
meluruskan dan mendukung risalah ini.
Kemudian syukur yang banyak saya sampaikan kepada Syaikh kami yang utama dan
mulia Abu Amr Abdul Karim bin Ahmad Al Hajuriy semoga Alloh menjaga dan
memeliharanya atas curahan kesungguhannya dan nasihatnya untuk memperbagus
risalah ini dan meluruskannya.
Saya juga harus bersyukur kepada saudara kita Abu Jafar Al Harits Al Minangkabawiy
Al Indonesiy semoga Alloh menjaganya- atas pertolongan dan bantuannya.
Kami memohon pada Alloh untuk membalas mereka dengan pahala yang terbaik,
sesungguhnya Alloh itu Al Barr (Maha Lembut) Ar Rohim (Maha Penyayang).

Bab Satu: Firqoh Haddadiyah Secara Global
Sesungguhnya Haddadiyyah merupakan firqoh (sekte/pecahan) yang ghuluw
(berlebihan dalam bersikap) yang dinisbatkan kepada Abu Abdillah Mahmud bin
Muhammad Al Haddad. Orang ini lahir di Mesir tahun 1374 Hijriyyah. Kemudian dia


w
w
w
.
a
s
h
h
a
b
u
l
h
a
d
i
t
s
.
w
o
r
d
p
r
e
s
s
.
c
o
m

6
pergi ke Madinah Nabawiyyah, belajar ke Asy Syaikh Robi Al Madkholiy -
waffaqohulloh- dan para masyayikh Madinah yang lain.
Pada awal urusannya, orang ini menampakkan kecemburuan kepada agama dan benci
pada kebidahan. Kemudian muncul darinya sikap berlebihan yang ekstrim,
membidahkan sejumlah imam Islam yang kaki mereka tergelincir di dalam
permasalahan aqidah seperti ibnu Hajar, An Nawawiy, Asy Syaukaniy -semoga Alloh
merohmati mereka-. Dia melaknat mereka, dan membidahkan orang yang mendoakan
rohmat untuk mereka. Dia juga memfatwakan untuk membakar Fathul Bari karya
Ibnu Hajar dan yang seperti ini.
Dia juga mencerca Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah, Ibnul Qoyyim dan Ibnu Abil izz -
semoga Alloh merohmati mereka-.
Dia juga mencerca para ulama Sunnah zaman ini seperti Al Imam Ibnu Baz, Al Imam Al
Albaniy, Al Imam Ibnu Utsaimin, Al Allamah Sholih Al Fauzan, Asy Syaikh Al Luhaidan,
dan yang lainnya -semoga Alloh merohmati mereka-.
Dia memiliki para pengikut yang mengibarkan bendera untuk sehingga mereka terkenal
sebagai: Al Haddadiyyah.
Di antara karya tulisnya adalah:
1. Aqidah Ibni Abi Hatim Wa Abi Zurah. Di dalamnya dia mencela Syaikhul Islam Ibnu
Taimiyyah, Al Imam Albaniy dan yang lainnya.
2. Al Khomis, di dalamnya ada serangan jahat terhadap Al Imam Al Albaniy -semoga
Alloh merohmatinya-.
3. Takhrij Ihya Ulumuddin. Dan ini termasuk dari bertolak belakangnya sikap orang
ini. Dia memperingatkan manusia dari sebagian kitab-kitab As Sunnah karena sekedar
adanya beberapa kesalahan di dalamnya, sementara dia sendiri menulis kitab Takhrij
Ihya Ulumuddin tanpa memperingatkan manusia sedikitpun darinya padahal di
dalamnya ada banyak kerusakan besar.
4. Al Muntaqol Athir ringkasan dari Shoidul Khothir milik Ibnul Jauziy yang
Mahmud Al Haddad sendiri berkata tentangnya: Dia itu Jahmiy keras. Dia tahu
bahwasanya kitab tersebut dari awalnya hingga akhirnya tiada di dalamnya firman
Alloh, sabda Rosululloh '- ,'= - _'- ataupun ucapan Shohabat +-= - - .
5. Tahqiq Al Jami Fil Hatsts Ala Hifzhil Ilm
Bersamaan dengan serangan-serangannya kepada para imam Sunnah, tidak terlihat
darinya tulisan dalam membantah Al Ikhwanul Muslimin padahal bencana yang mereka
timbulkan di negrinya Mesir- banyak sekali. Begitu pula tiada tulisan terhadap Firqoh
Tabligh, begitu pula terhadap para pengagung kuburan, dan juga terhadap firqoh Takfir.


w
w
w
.
a
s
h
h
a
b
u
l
h
a
d
i
t
s
.
w
o
r
d
p
r
e
s
s
.
c
o
m

7


Daftar Pustaka:
Al Ajwibatul Mufidah milik Asy Syaikh Sholih Al Fauzan, yang ditulis oleh Jamal bin
Furoihan Al Haritsiylol..,/-\
Takhrij Ihya Ulumiddin milik Mahmud Al Haddad.

Bab Dua: Upaya Merusak Citra Para Pembawa Sunnah
dengan Kata-kata Yang Buruk

Alloh jalla dzikruhu berfirman:

= - '

-' -

' - _

' =

- -

Dan bersabarlah terhadap apa yang menimpamu. Sesungguhnya yang demikian itu
termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah).(QS. Luqman: 17).
Juga Alloh taala berfirman:
'

- - , =

'

'

= '

- -
Dan bersabarlah untuk memenuhi hukum dari Robbmu, karena sesungguhnya engkau
berada dalam pengawasan Kami. (QS. Ath Thur: 48).
Juga Alloh Yang Mahasuci berfirman:

- -'

- '
Dan untuk Robbmu maka bersabarlah engkau. (QS. Al Muddatstsir: 7)
Al Imam Ibnu Katsir -semoga Alloh merohmatinya- berkata dalam tafsir ayat yang
terakhir ini: Yaitu: Jadikanlah kesabaranmu terhadap gangguan mereka itu adalah
demi mendapatkan wajah Robbmu Azza Wajalla. Demikian ucapan Mujahid. (Tafsirul
Quranil Azhim/7/hal. 398/Darul Atsar).
Ayat ini turun pada awal pengangkatan Muhammad Al Qurosiy sebagai Rosul, dan di
dalamnya ada isyarat bahwasanya penyampaian risalah itu butuh kepada kesabaran,
karena para musuh kebenaran itu banyak. Alloh taala berfirman:
, -

- ' , ' -

- _

, -

= -

' -

' '

' = '




w
w
w
.
a
s
h
h
a
b
u
l
h
a
d
i
t
s
.
w
o
r
d
p
r
e
s
s
.
c
o
m

8
Dan demikianlah Kami jadikan bagi setiap nabi itu musuh dari kalangan orang-orang
jahat, dan cukuplah Robbmu sebagai Pemberi petunjuk dan Penolong. (QS. Al Furqon:
31).
Alloh Yang Mahasuci berfirman`/:

' - `

- - _

` -

= '

- -'


Maka bersabarlah untuk memenuhi hukum dari Robbmu, dan janganlah engkau taati
orang pendosa dan orang yang sangat kafir dari mereka. (QS. Al Insan: 24).
Al Imam Ath Thobariy -semoga Alloh merohmatinya- berkata: Firman-Nya:
,

' = '

'- =

- '

`,

' ] '--` / 23 [
Sesungguhnya Kami benar-benar menurunkan Al Quran kepadamu.
Alloh Yang Mahatinggi penyebutannya berfirman kepada nabi-Nya Muhammad saw _'-
'- ,'= -: Sesungguhnya Kami benar-benar menurunkan Al Quran ini kepadamu
wahai Muhammad sebagai ujian dan cobaan dari Kami.
-

= '

- -'


Dia berfirman: bersabarlah terhadap apa yang diujikan oleh Robbmu yang berupa
kewajiban-kewajiban-Nya, penyampaian risalah-Nya, melaksanakan perkara yang harus
dilaksanakan di dalam kitab yang diwahyukan kepadamu

' - ` +

- - _

- `
Dia berfirman: Jangan engkau taati dalam kedurhakaan kepada Alloh dari kalangan
musyrikin dari kaummu orang pendosa yang ingin melakukan kedurhakaan, atau orang
yang sangat kafir, yaitu orang yang sangat mengingkari kenikmatan-kenikmatan Alloh
yang ada padanya, sehingga dia mengingkari-Nya dan menyembah selain-Nya.
(Jamiul Bayan/24/hal. 110/Darut Tarbiyyah Wat Turots).
Dan di antara bentuk permusuhan dari seteru para Nabi '= `-' , adalah berita bohong,
kedustaan, tuduhan dusta, gelar-gelar yang buruk, dan yang selain itu, dalam rangka
melarikan manusia mereka. Alloh taala berfirman:

- = -

=' -

''

- -

+ ' -

- ,

' _

' - '

='

- -


Dan demikianlah, tidaklah datang kepada orang-orang sebelum mereka satu Rosulpun
kecuali mereka berkata: Dia adalah tukang sihir atau orang gila. Apakah mereka saling
berwasiat dengannya? Bahkan mereka itu adalah kaum yang melampaui batas. (QS.
Adz Dzariyat: 52-53).
Dan sebagaimana para ulama mewarisi para Nabi dalam keilmuan dan tugas dakwah,
maka demikian pula mereka mendapati dari pewaris para musuh Nabi kedustaan, dan
gelar-gelar yang buruk.


w
w
w
.
a
s
h
h
a
b
u
l
h
a
d
i
t
s
.
w
o
r
d
p
r
e
s
s
.
c
o
m

9
Syaikhul Islam Abu utsman Ismail bin Abdurrohman Ash Shobuniy -semoga Alloh
merohmatinya- berkata:
Dan alamat-alamat kebidahan terhadap pelakunya itu tampak jelas. Dan tanda dan
alamat mereka yang paling tampak adalah kerasnya permusuhan mereka terhadap
para pembawa hadits Nabi -shollallohu alaihi wasallam-, dan pelecehan mereka
terhadap mereka, dan penghinaan mereka terhadap mereka, dan menamai mereka
sebagai hasyawiyyah (orang-orang pinggiran), orang-orang bodoh, zhohiriyyah (hanya
mengambil lahiriyah dari dalil saja), musyabbihah (yang menyerupakan Alloh dengan
makhluk). sampai pada ucapan beliau:-
Dan itu semua merupakan ashobiyyah (fanatisme). Dan tidaklah cocok untuk
Ahlussunnah kecuali satu nama saja, yaitu Ashhabul hadits. Aku katakan: Aku melihat
bahwasanya ahlul bida di dalam masalah nama-nama yang mereka sematkan pada
Ahlussunnah ini, dalam menyikapi Ahlul hadits, mereka telah menempuh jalan
musyrikin saat menyikapi Rosululloh '- ,'= - _'- , karena musyrikin membagi-bagi
perkataan tentang beliau. Sebagian dari mereka menamai beliau sebagai penyihir,
sebagian yang lain menamai beliau sebagai dukun, sebagian yang lain menamainya
sebagai penyair, sebagian yang lain menamainya sebagai orang gila, sebagian yang lain
menamai beliau sebagai orang yang mengada-ada, berganti-ganti, pendusta. Sementara
itu Nabi '- ,'= - _'- jauh dan berlepas diri dari aib-aib tadi. Tidaklah beliau kecuali
seorang rosul yang terpilih lagi seorang nabi. Alloh Azza Wajalla berfirman:

' - - ,

`,

- - ,

- - ,

' -

'

` -

`
Perhatikanlah bagaimana mereka membuat permisalan untukmu, lalu mereka tersesat
sehingga tak bisa mendapatkan jalan. (QS. Al Isro: 48).
Demikian pula mubtadiah, Alloh tidak menolong mereka, mereka membagi-bagikan
ucapan kepada para pembawa kabar Nabi, penukil atsar beliau, dan periwayat hadits-
hadits beliau, pengikut jejak beliau, dan pengikut petunjuk dari sunnah beliau, maka
sebagian dari mereka menamai mereka sebagai hasyawiyyah, sebagiannya menamai
mereka sebagai musyabbihah, sebagiannya menamai mereka sebagai nabitah (yang
baru tumbuh), sebagiannya menamai mereka sebagai nashibah (yang menancapkan
permusuhan terhadap keluarga Nabi), sebagiannya menamai mereka sebagai jabriyyah
(kelompok yang berkeyakinan bahwa manusia itu dipaksa dalam berbuat), padahal
Ashhabul hadits itu terlindungi dari kejelekan-kejelekan ini, terbebas, bersih dan suci
darinya. Tidaklah mereka selain Ahlussunnah yang cemerlang, dan pemilik sejarah yang
diridhoi, dan jalan yang lurus, serta hujjah yang tajam dan kuat. Alloh '`= = telah
memberi mereka taufiq untuk mengikuti kitab-Nya, wahyu-Nya dan pembicaraan-Nya,
dan untuk meneladani Rosul-Nya'- ,'= - _'- dalam berita-beritanya yang beliau di
dalamnya memerintahkan umat-Nya kepada ucapan dan perbuatan yang baik, dan di
dalamnya beliau melarang mereka dari ucapan dan perbuatan yang yang jelek. Alloh
juga menolong mereka untuk memegang jalan hidup beliau, mengikuti petunjuk dengan
menekuni sunnah beliau, dan melapangkan dada-dada mereka untuk mencintai beliau


w
w
w
.
a
s
h
h
a
b
u
l
h
a
d
i
t
s
.
w
o
r
d
p
r
e
s
s
.
c
o
m

10
dan mencintai para pemimpin syariat beliau dan ulama dari umat beliau. Dan
barangsiapa mencintai suatu kaum maka dia akan bersama mereka pada hari kiamat
berdasarkan hukum dari Rosululloh '- ,'= - _'-:
- -' = - _
Seseorang itu bersama dengan orang yang dicintainya.1
(Aqidatus Salaf Ashabul Hadits Ash Shobuny hal. 109-111/Darul Minhaj).
Demikian pula pada zaman sekarang: para hizbiyyun harokiyyun (kelompok
pergerakan dan pemberontakan) menamakan Ahlussunnah sebagai murjiah (kelompok
yang mengakhirkan amalan dari keimanan) dikarenakan Ahlussunnah tidak
mengkafirkan pemerintah Muslimin, atau dikarenakan ketergelinciran sebagian dari
Ahlussunnah di dalam masalah keterkaitan antara amalan dan keimanan. Adapun
hizbiyyun mumayyiun (kelompok yang melembekkan permasalahan) dari kalangan
Hasaniyyun, Mariyyun dan yang lainnya menamai Ahlussunnah sebagai Haddadiyyah
bahkan Ghulatul Haddadiyyah- dikarenakan kerasnya Ahlussunnah pada kebidahan
dan pelakunya. Padahal mereka itu tidak tahu bahwasanya Ahlussunnah itu merupakan
pertengahan di antara yang demikian itu, benar-benar mereka itu di atas petunjuk yang
lurus.
Para hizbiyyun tadi di dalam menuduh Salafiyyun, mereka berdalilkan dengan apa yang
ditulis oleh Asy Syaikh Robi bin Hadi Al Madkholiy - - tentang sifat-sifat
Haddadiyyah, kemudian yang terakhir adalah dengan ucapannya yang berdosa yang
telah lewat penyebutannya.
Dan sampai sekarang kami belum melihat pengingkaran apapun dari Asy Syaikh Robi
Al Madkholiy - terhadap orang yang menyebarkan perkataannya itu.
Maka dengan bukti apa Asy Syaikh Robi Al Madkholiy berkata seperti itu? Sifat
Haddadiyyah yang manakah yang dimiliki oleh Syaikhuna Yahya bin Ali Al Hajuriy dan
para ulama serta para penuntut ilmu yang mulia yang bersama beliau?
Maka sekarang aku akan menyebutkan apa yang ditulis oleh Asy Syaikh Robi Al
Madkholiy - - tentang Haddadiyyah bersama dengan komentar kami terhadapnya
yang menerangkan tentang berlepas dirinya Ahlussunnah di Dammaj dari yang
demikian itu, dan menerangkan lebih berhaknya hizb baru Mariyyun Barmakiyyun-
dengan kebanyakan dari sifat-sifat tersebut.





w
w
w
.
a
s
h
h
a
b
u
l
h
a
d
i
t
s
.
w
o
r
d
p
r
e
s
s
.
c
o
m

11
Bab Tiga: Bersama Risalah Asy Syaikh Robi Al Madkholiy
Aujuhusy Syibh Bainal haddadiyyah Wa Bainar Rowafidh

Di antara karakter Haddadiyyun adalah apa yang disebutkan oleh Asy Syaikh Robi Al
Madkholiy - - dalam risalahnya: Aujuhusy Syibh Bainal haddadiyyah Wa Bainar
Rowafidh:
[Pasal Pertama: At Tuqiyyah (bertopeng)]
Asy Syaikh Robi Al Madkholiy - - berkata: Berikut ini apa yang mudah untuk
disebutkan dari sisi-sisi keserupaan antara mereka dan rowafidh:
Sisi yang pertama: Tuqiyyah yang keras. Maka seorang Rofidhiy itu mengaku padamu
bahwasanya dia itu Jafariy dan mengakui sebagian prinsip-prinsipnya dan aqidah-
aqidahnya yang rusak. Sedangkan mereka yaitu pengikut Falih Al Harbiy- tidak mau
mengakui bahwasanya mereka itu Haddadiyyah, dan tak mau mengakui sedikitpun dari
prinsip-prinsip mereka dan apa yang mereka niatkan.
Komentar:
Sifat pertama dari Haddadiyyah adalah pemakaian topeng yang amat sangat. Dan tidak
ada pada Syaikhuna An Nashihul amin Yahya Al Hajuriy dan orang-orang yang bersama
beliau - '= topeng apapun. Ini kitab-kitab mereka, risalah-risalah mereka, kaset-
kaset mereka, dan selebaran-selebaran mereka, di situ mereka menuliskan nama-nama
mereka, kuniyah mereka, dan nisbat mereka dengan sangat terang-terangan. Jika
mereka mengunjungi para masyayikh mereka juga berbicara dengan sangat terang-
terangan sambil menjaga adab, karena kebenaran itu lebih tinggi dan lebih agung
daripada sesuatu apapun. Syaikhuna Yahya Al Hajuriy - '= berkata:
) ' -' _'= --- =- .(
Kami berjalan di atas sikap jelas dalam keadaan mengangkat kepala.
Dan ini merupakan sikap mengikut beliau pada jalan para Nabi`-' +,'= . Alloh taala
berfirman:

- = ,

-,

'

= - '

_ = - '

-'
Berkata Musa: Waktu untuk pertemuan (kami dengan) kalian itu ialah di hari raya dan
hendaklah dikumpulkan manusia pada waktu matahari sepenggalahan naik. (QS.
Thoha: 59).
Al Imam Ibnu Katsir -= - berkata dalam tafsirnya: Dan demikianlah keadaan para
Nabi, seluruh urusan mereka adalah terang, jelas, tiada kerahasiaan di dalamnya, dan


w
w
w
.
a
s
h
h
a
b
u
l
h
a
d
i
t
s
.
w
o
r
d
p
r
e
s
s
.
c
o
m

12
tiada pula butuh iklan untuk melariskan. (Tafsirul Quranil Azhim/4/hal. 612/Darul
Atsar).
Adapun hizb baru Mariyyun- maka alangkah banyaknya topeng mereka! Dan telah
banyak kami lihat hal itu dari mereka. Dan tidaklah berita itu seperti melihat langsung.
Keadaan mereka adalah seperti firman Alloh taala tentang munafiqun:

'

'

'

- -

''

- - ,

'

'

- - - =

- ' -

- '

''

+ -, ' ,

- _

Dan bila mereka berjumpa dengan orang-orang yang beriman, mereka mengatakan:
Kami telah beriman. Dan bila mereka kembali kepada syaitan-syaitan mereka, mereka
mengatakan: Sesungguhnya Kami sependirian dengan kalian, kami hanyalah berolok-
olok. (QS. Al Baqoroh: 14).
Dan delegasi dari kota Adn telah mengunjungi kami kemudian mereka menyampaikan
pertanyaan-pertanyaan kepada Syaikhunan Nashihul amin. Dan di antara yang mereka
sebutkan adalah: Bahwasanya Abdurrohman Al Adniy berfatwa tentang bolehnya
tuqiyyah (memakai topeng) dalam kaitannya dengan fitnah ini. Maka Asy Syaikh Yahya
Al Hajuriy - -= menjawab bahwasanya yang demikian itu adalah termasuk dari jalan
Rofidhoh. Kaset soal-soal tersebut dan jawabannya terekam pada perekaman Darul
Atsar di Dammaj.

[Pasal Kedua: Sirriyyah (kerahasiaan)]
Kemudian Asy Syaikh Robi Al Madkholiy - - berkata: sisi kedua adalah: kerahasiaan
ketat di dalam kenyataan mereka dan situs mereka di internet yang terkenal dengan:
Al Atsariy yang kerahasiaannya sampai pada derajat yang tak bisa disusul oleh firqoh
manapun, yang mana mereka menulis dengan nama-nama curian yang tak dikenal. Jika
salah seorang dari mereka mati tidak diketahui jasadnya ataupun jejaknya. Dengan
perbuatan ini mereka mengungguli Rofidhoh karena Rofidhoh itu tetap dikenal, kitab-
kitab tarikh dan al jarh wat tadil penuh dengan nama-nama mereka dan keadaan
mereka sekalipun mereka memakai topeng dan kerahasiaan yang mana kebanyakan
dari keadaan mereka tidak nampak.
Komentar:
Sifat kedua dari Haddadiyyah adalah: sirriyyah (kerahasiaan). Dan tidak ada pada
Syaikhunan Nashihul Amin dan orang-orang yang bersama beliau sirriyyah ini. Seluruh
media massa yang mereka sebarkan menjadi saksi terhadap yang demikian itu.
Sementara itu, para penulis hizb baru Mariyyah- kebanyakan dari mereka adalah
pelaku sirriyyah ini.


w
w
w
.
a
s
h
h
a
b
u
l
h
a
d
i
t
s
.
w
o
r
d
p
r
e
s
s
.
c
o
m

13
Termasuk dari para penulis gelap mereka yang mana tulisan-tulisan mereka tersebar di
situs Asy Syihr dan Al Wahyain milik kedua anak Mari adalah:
Abdurrohman bin Ahmad Al Barmakiy, Abdulloh bin Robi As Salafiy, Abdulloh bin
Qosim Ad Dakhiliy, Abu Abdillah Abdul Aziz bin Ahmad Al Qohthoniy, Abdulloh bin
Ahmad Al Khoulaniy, Abu Abdil Wahhab, Ibnush Shobban Al Manshuriy, Abu Hajir As
Salafiy, Abu Abdillah As Salafiy, Ammar as Salafiy, Said bin Ali Al Hamid, dan Ath
Thoyyib Abul Madiniy. (Rujuk Mukhtashorul Bayan/karya Asy Syaikh Abdul Hamid Al
Hajuriy, Asy Syaikh Abu Amr Al Hajuriy, Asy Syaikh Muhammad Al Amudiy dkk, Asy
Syaikh Said Daas Al Yafiiy, dan lainnya/hal. 68-69).
Asy Syaikh Yahya Al Hajuriy telah mengumumkan nasihat-nasihat kepada para penulis
gelap tadi, dan menjelaskan kebatilan jalannya mereka, dan menerangkan bahwasanya
menerima berita dari para penulis gelap yang sengaja merahasiakan diri tadi
merupakan bentuk penyelisihan terhadap prinsip-prinsip As Salafush sholih. Beliau '=
- juga telah menyebarkan risalah ringkas berjudul Ma Yashnaul Ada Fi Jahil Ma
Yashnaul Jahil Fi Nafsih.
Beberapa para penasihat juga telah bangkit mencurahkan nasihat-nasihat untuk
mereka. Termasuk yang melaksanakan tugas nasihat ini adalah: Asy Syaikh Abdul
Hamid Al Hajuriy - '= dalam risalahnya As Saifush Shoqil Wan Nushhul Jamil Fi
Bayani Halil Majahil, Abu Ishaq Ayyub bin Mahfuzh Ad Daqil Asy Syibamiy - '=dalam
risalahnya Fathul Alimil Jamil Fi Tarifil Majahil, dan Qobla An Tasal Ajib, dan
Kholid bin Muhammad Al Ghorbaniy - '= dalam risalahnya Al Barmakiy Bainas Sail
Wal Mujib, dan Abu Abdirrohman Umar bin Ahmad Ash Shubaihiy - '= dengan
qoshidahnya Hadiyyatun Qoyyimatun Lil Majahil, dan yang lainnya.
Ternyata mereka tak mau tobat dan tidak mau sadar.
Adapun orang yang menampakkan pertolongan kepada Ahlussunnah Dammaj dalam
menghadapi Mariyyun tapi tidak mau terang-terangan menampakkan namanya telah
dikenal dengannya, maka kami berlepas diri dari apa yang dilakukannya itu, karena
perbuatannya itu adalah batil, menyelisihi kejujuran, dan menyerupai gaya hizbiyyin
dan mubtadiah.
Adapun perkataan Asy Syaikh Robi Al Madkholiy - - tentang Haddadiyyin: Dan
dengan amalan ini mereka telah mengungguli Rowafidh,
Kami katakan semoga Alloh memberi kami taufiq-: Demikian pula Mariyyun.
Syaikhunan Nashihul Amin - '= telah berkata pada mereka: Jadilah kalian itu
menulis dengan nama-nama pinjaman seperti orang-orang sebelum kalian belum lama
ini. Para pengelola surat kabar Rofidhoh Al Balagh lebih berani daripada kalian dan
seterusnya. (Ma Yashnaul Ada Fi Jahil Ma Yashnaul Jahil Fi Nafsih./Karya Asy Syaikh
Yahya Al Hajuriy - '=).


w
w
w
.
a
s
h
h
a
b
u
l
h
a
d
i
t
s
.
w
o
r
d
p
r
e
s
s
.
c
o
m

14
Adapun kejadian masa lalu yang mana sebagian Salafiyyun mengambil faidah dari kitab
Al Quthbiyyah Hiyal Fitnah Farifuha karya Abu Ibrohim Bin Sulthon Al Adnaniy -=
- yang dikatakan tidak dikenal, maka sungguh yang demikian itu adalah karena adanya
pembelaan para imam dakwah Salafiyyah padanya.
Fadhilatu Mufti wilayah Selatan Kerajaan Saudi: Asy Syaikh Ahmad An Najmiy -=
- ditanya: Apa pendapat Anda terhadap sebagian ikhwah yang menggambarkan kitab
Al Quthbiyyah Hiyal Fitnah Farifuha karya Fadhilatusy Syaikh Abu Abdillah Bin
Ibrohim Bin Sulthon Al Adnaniy dan Madarikun Nazhor Fis Siyasah Bainat
Tathbiqotisy Syariyyah Wal Infialatil Hamasiyyah karya Fadhilatusy Syaikh Abdul
malik Bin Ahmad ibnul Mubarok Ar Romadhoniy, dan kitab Al Irhab Wa Atsaruhu Alal
Afrod Wal Umam karya Fadhilatusy syaikh Zaid Bin Muhammad Bin Hadi Al Madkholiy
bahwasanya kitab-kitab tadi merupakan kitab fitnah dan kitab yang menggigit
kehormatan para ulama dan dai?
Maka beliau - -= menjawab: Orang-orang yang berkata demikian, perkataannya itu
batil. Bahkan kitab-kitab ini memberikan peringatan pada umat tentang kesalahan-
kesalahan, dan wajib bagi kita semua untuk memberikan peringatan terhadap
kesalahan-kesalahan itu, dan menjauhkan umat darinya. Kita tidak bisa
memperingatkan umat dari kesalahan-kesalahan tadi kecuali jika kita membaca kitab-
kitab yang membantahnya, sama saja kitab-kitab ini ataupun kitab yang lain. Oleh
karena itu, maka orang-orang yang berkata dengan perkataan tadi maka ucapan mereka
adalah batil, dan mereka adalah pelaku kebatilan dengan persangkaan mereka tadi.
Kemudian beliau - -= ditanya: Apa nasihat Anda, wahai Syaikh, bagi orang
membakar kitab-kitab ini, yaitu kitab Al Quthbiyyah, Madarikun Nazhor, dan Al
Irhab berdasarkan persangkaan mereka tadi?
Maka beliau menjawab: membakar kitab-kitab yang menjelaskan kebenaran dan
memerintahkan untuk mengikuti kebenaran, melenyapkan kebatilan dan
memerintahkan untuk menjauhinya, barangsiapa melakukan itu tadi, maka dia
termasuk ke dalam orang yang menghalangi manusia dari jalan Alloh = =. sampai
dengan- Sesungguhnya perbuatan ini adalah perbuatan ahli batil, perbuatan orang-
orang yang sesat. Apakah mereka menjadikan kitab-kitab ini seperti Syamsul Maarif
dan yang lainnya dari kitab-kitab sihir dan perdukunan?!! Tidak. Sesungguhnya
perkataan tadi adalah perkataan yang batil, persangkaan yang batil, pengakuan batil.
Wajib bagi orang yang mengucapkan perkataan tadi untuk bertaqwa pada Alloh, dan
hendaknya dia tahu bahwasanya dia dengan perbuatannya tadi menghalangi orang dari
jalan Alloh _''- -'=-- dan teranggap sebagai orang-orang yang merusak di bumi dan
seterusnya. (Al Fatawal Jaliyyah/1/hal. 21-22/Darul Minhaj).
Beliau - -= juga ditanya: Apa pendapat Anda tentang orang yang berkata:
Sesungguhnya kitab Al Quthbiyyah adalah kitab fitnah, dan tidak boleh dibagi-
bagikan di kalangan pemuda?.


w
w
w
.
a
s
h
h
a
b
u
l
h
a
d
i
t
s
.
w
o
r
d
p
r
e
s
s
.
c
o
m

15
Maka beliau - -= menjawab: Kitab Al Quthbiyyah di dalamnya ada peringatan
terhadap kesalahan-kesalahan yang terjadi. Sementara peringatan terhadap kesalahan-
kesalahan yang terjadi adalah wajib. Dan Alloh _''- -'=-- memerintahkan para hamba-
Nya untuk mengingatkan orang-orang. Orang yang tahu sesuatu hendaknya
memperingatkan orang yang tidak tahu. Alloh telah menyebutkan jenis ini firman-Nya
tentang Musa:
,=-'-' - ' - =' '--,' - --', `-' _-- ', ' _-, -,-' _- - = '=
Dan datanglah seorang laki-laki dari ujung kota bergegas-gegas seraya berkata: Hai
Musa, Sesungguhnya pembesar negeri sedang berunding tentang kamu untuk
membunuhmu, sebab itu keluarlah (dari kota ini) Sesungguhnya aku termasuk orang-
orang yang memberi nasehat kepadamu. (QS. Al Qoshshosh: 20).
Orang ini datang dengan bergegas lalu menasihati Musa agar keluar dari negri tersebut
dan dari orang-orang yang bersekongkol untuk membunuh beliau. Ketika dia berbuat
itu apakah dia telah berbuat baik ataukah berbuat kemungkaran?!! Sungguh dia telah
berbuat baik. Yang demikian itu adalah karena Musa semoga sholawat dan salam Alloh
tercurah pada beliau- diinginkan Alloh = = untuk menjadi seorang Nabi yang mulia
dari kalangan ulul azm (para pemilik tekad yang kuat), dan Alloh ingin melalui beliau
memberikan petunjuk pada umat-umat setelah itu. Maka orang yang datang dan
menasihatinya itu telah berbuat baik dan bagus. Apakah dikatakan bahwasanya dirinya
telah membuat fitnah? Demikian pula orang yang memberikan peringatan pada
manusia sekarang ini, dan memperingatkan para penuntut ilmu dari orang-orang yang
menginginkan mereka tertimpa kejelekan, ingin membawa mereka untuk memberontak
pada pemerintah Muslimin, padahal Alloh _''- -'=-- telah mengharomkan mereka dari
yang demikian itu, maka orang-orang yang memperingatkan dari yang demikian itu
adalah para pemberi nasihat untuk saudara-saudara mereka. Dan dengan ini kita tahu
bahwasanya kitab Al Quthbiyyah bukanlah kitab fitnah, dan sesungguhnya orang yang
berkata bahwasanya kitab ini adalah kitab fitnah, maka orang ini atau orang-orang yang
berkata demikian, maka ucapan mereka adalah batil dan salah. Mereka adalah para
pelaku fitnah yang ingin diam terhadap kebatilan, sampai perkaranya jadi membesar,
hingga memungkinkan bagi pelaku kebatilan untuk memberontak, dan ketika itu
tertumpahlah darah, tercabutlah nyawa, dilanggarlah kehormatan, terputuslah jalan,
dan dihasilkanlah perkara-perkara yang biasa terjadi dikarenakan pemberontakan
terhadap pemerintah, disebabkan karena dilakukannya perkara yang diharomkan oleh
Alloh _''- -'=-- . dan tidak diragukan bahwasanya orang yang memperingatkan
manusia dari kejelekan sebelum terjadinya, maka orang ini adalah penasihat, bukan
penyeru kepada fitnah. Dan bahwasanya orang yang mengatakan perkataan tadi maka
sungguh dia telah membalik fakta. Hakikat fitnah itu hanyalah sikap diam terhadap
perbuatan seperti tadi hingga perkaranya jadi besar, hingga memungkinkan bagi orang-
orang yang punya niat-niat jelek untuk melakukan apa yang mereka inginkan. Maka
ketika hal itu telah terjadi apakah nasihat itu bermanfaat ?!! Apa pendapatmu jika
engkau tahu bahwasanya ada seseorang yang ingin berbuat jahat, atau ingin membakar


w
w
w
.
a
s
h
h
a
b
u
l
h
a
d
i
t
s
.
w
o
r
d
p
r
e
s
s
.
c
o
m

16
suatu tempat tertentu, dalam keadaan engkau tahu bahwasanya ini adalah kezholiman,
atau tahu bahwasanya orang-orang yang ingin melakukan perbuatan tadi bahwasanya
mereka adalah pelaku kebatilan? Maka wajib bagimu untuk menyampaikan nasihat
dan seterusnya. (Al Fatawal Jaliyyah/1/hal. 31-32/Darul Minhaj).
Asy Syaikh Robi bin Hadi Umair Al Madkholiy - - ditanya: Apa pendapat Anda
tentang kitab Al Quthbiyyah?
Maka beliau - - menjawab: Orang ini bertanya kepadaku tentang kitab hanya Alloh
yang paling tahu- apa maksudnya. Apakah dia ingin mengambil faidah ataukah
maksudnya adalah fitnah? Alloh yang paling tahu, karena sebagian pertanyaan memang
demikian adanya. Aku katakan padamu, sama saja apakah engkau menginginkan ini
atau itu: Kitab Al Quthbiyyah adalah kitab yang bermanfaat. Dia adalah kitab yang
menukilkan perkataan orang-orang itu dengan amanah, dan menjelaskan cacat yang
ada di dalamnya. Maka wajib bagi orang-orang yang dikritik tadi untuk bertobat kepada
Alloh dan tunduk kepada kebenaran dan meninggalkan kesombongan dan kecongkakan.
Dan wajib bagi orang yang menyemangati mereka untuk terus berjalan di dalam
kebatilan untuk bertaqwa kepada Alloh. Penulisnya mengkritik dengan benar. Jika dia
punya kesalahan maka hendaknya mereka menjelaskannya dengan dalil-dalil, nggak
ada larangan. Adapun sekedar membikin pencampuradukan terhadap kitab tersebut
seperti itu, yakni: para Shohabat Rosululloh '- ,'= - _'- dihinakan di dalam kitab-
kitab Sayyid Quthb, dan engkau tidak mendapati dari Ikhwanul muslimin dan
Quthbiyyin orang yang membela mereka, tapi justru membela Sayyid Quthb dan
pengikutnya!? Apakah mereka lebih mulia daripada para Shohabat?! Mestinya
kemarahan ini diarahkan untuk membela para Shohabat Muhammad. Kalian marah
demi membela orang-orang yang dikritik dengan benar, tapi kalian tidak marah demi
membela orang-orang yang diberitakan dengan kedustaan padahal mereka adalah umat
yang paling utama setelah para Nabi. Ini adalah dalil yang jelas dan cukup untuk
memvonis bahwa mereka adalah kelompok yang telantar. Wajib bagi mereka untuk
bertobat pada Alloh, dan menolong kebenaran, dan benar-benar mencondongkan
teman-teman mereka kepada kebenaran dengan berkata: Kami telah membaca kitab
ini lalu kami dapati sang penulis jujur dalam tulisannya itu. Maka wajib bagi kalian
untuk kembali karena kalian sekarang ini memimpin pemuda umat, kalian memimpin
mereka kepada keterpurukan, kepada kebatilan. Ini yang wajib dilakukan. -sampai
dengan ucapan beliau:- Andaikata tidak didapatkan pada umat ini orang-orang seperti
penulis Al Qythbiyyah dan penulis Madarikun Nazhor dan berkata pada ahlul batil
Ini batil, tinggalkanlah maka artinya adalah bahwasanya umat ini telah habis. Tapi
umat ini tak akan habis insya Alloh, demikian pula kelompok ini. Ini merupakan
kemuliaan bagi mereka demi Alloh- untuk mengumandangkan kebenaran dan
memvonis ahlul batil itu batil. Dst. (Majmu Kutub Wa Rosail Wa Fatawasy Syaikh
Robi/15/hal. 188-189/Darul Imam Ahmad).



w
w
w
.
a
s
h
h
a
b
u
l
h
a
d
i
t
s
.
w
o
r
d
p
r
e
s
s
.
c
o
m

17
Kesimpulan: Sesungguhnya Salafiyyun Dammaj jauh dari sifat Haddadiyyah walaupun
demikian itulah tuduhan Asy Syaikh Robi Al Madkholiy, berbeda dengan para
Mariyyun yang dia bela.

(Ini adalah akhir dari seri satu, dan insya Alloh akan kami sambung ke seri dua pada
pertemuan yang akan datang).

1( ) HR. Al Bukhoriy (6167) dan Muslim (2640) dari Abdulloh bin Masud -= - -.