Anda di halaman 1dari 5

Nama NIM

: Selfa Septiani Aulia : 10610009

Mata Kuliah : Sistem Perumahan

1. Definisi Rumah dan Perumahan Rumah merupakan kebutuhan dasar manusia dalam meningkatkan harkat, martabat, mutu kehidupan dan penghidupan, serta sebagai cerminan diri pribadi dalam upaya peningkatan taraf hidup, serta pembentukan watak, karakter dan kepribadian bangsa (Kerangka Acuan Kerja Kementrian Perumahan Rakyat, 2007) Perumahan merupakan suatu kesatuan yang kompleks karena melibatkan berbagai unsur-unsur kebudayaan yang diwujudkan dalam berbagai kegiatan, seperti kegiatan biologis, sosial, ekonomi, politik, agama, dan sebagainya (Suparlan, 1984:32 dalam Hutapea, 2001). 2. Definisi Perumahan Formal Perumahan formal adalah rumah atau perumahan yang dibangun atau disiapkan oleh suatu institusi/lembaga yang berbadan hukum dan melalui suatu proses perijinan sesuai peraturan perundang-undangan (Permenpera No. 10 Tahun 2007 tentang Pedoman Bantuan Stimulan Prasarana, Sarana dan Utilitas Umum (PSU) Perumahan dan Permukiman). Perumahan formal memiliki asumsi pembangunan rumah melalui proses linear, yaitu perencanaan, persiapan lahan, pendaftaran hak tanah, pembangunan dan pemanfaatan perumahan. Pemerintah dan swasta merupakan unsur utama dalam proses penyediaan perumahan formal di Indonesia. Lembaga/institusi penyedia perumahan formal dari Pemerintah adalah Kementerian Perumahan Rakyat dan Perum Perumnas. Sedangkan lembaga penyedia perumahan formal swasta adalah developer/pengembang. 3. Contoh Perumahan Formal Salah satu contoh perumahan formal yang disediakan oleh Pemerintah adalah rumah susun. Rumah susun ini disediakan oleh Kementerian Perumahan Rakyat. Rumah susun adalah bangunan gedung bertingkat yang dibangun dalam suatu lingkungan yang terbagi dalam bagian-bagian yang distrukturkan secara fungsional, baik dalam arah horizontal maupun vertikal dan merupakan satuan-satuan yang masing-masing dapat dimiliki dan digunakan secara terpisah, terutama untuk tempat hunian yang dilengkapi dengan bagian bersama, benda bersama, dan tanah bersama (UU No. 20 Tahun 2011 tentang Rumah Susun). Penyelenggaraan rumah susun bertujuan untuk : a. menjamin terwujudnya rumah susun yang layak huni dan terjangkau dalam lingkungan yang sehat, aman harmonis, dan berkelanjutan serta menciptakan permukiman yang terpadu guna membangun ketahanan ekonomi, sosial, dan budaya;

b. meningkatkan efisiensi dan efektivitas pemanfaatan ruang dan tanah, serta menyediakan ruang terbuka hijau di kawasan perkotaan dalam menciptakan kawasan permukiman yang lengkap serta serasi dan seimbang dengan memperhatikan prinsip pembangunan berkelanjutan dan berwawasan lingkungan; c. mengurangi luasan dan mencegah timbulnya perumahan dan permukiman kumuh; d. mengarahkan pengembangan kawasan perkotaan yang serasi, seimbang, efisien, dan produktif; e. memenuhi kebutuhan sosial dan ekonomi yang menunjang kehidupan penghuni dan masyarakat dengan tetap mengutamakan tujuan pemenuhan kebutuhan dan permukiman yang layak, terutama bagi MBR (Masyarakat Berpenghasilan Rendah); f. memberdayakan para pemangku kepentingan di bidang pembangunan rumah susun; g. menjamin terpenuhinya kebutuhan rumah susun yang layak dan terjangkau, terutama bagi MBR (Masyarakat Berpenghasilan Rendah) dalam lingkungan yang sehat, aman, harmonis, dan berkelanjutan dalam suatu sistem tata kelola perumahan dan permukiman yang terpadu; dan h. memberikan kepastian hukum dalam penyediaan, kepenghunian, pengelolaan, dan kepemilikan rumah susun (UU No. 20 Tahun 2011 tentang Rumah Susun). Sasaran pembangunan rumah susun di kawasan perkotaan di Indonesia adalah pemenuhan kebutuhan rumah susun layak huni sebanyak 1.000 menara atau sekitar 350.000 unit rumah susun dengan harga sewa/jual yang terjangkau bagi masyarakat berpendapatan menengah ke bawah di kawasan perkotaan yang berpenduduk lebih dari 1,5 juta jiwa dengan tingkat urbanisasi dan kekumuhan yang tinggi. Kota-kota yang menjadi prioritas pembangunan, antara lain meliputi Medan, Batam, Palembang, Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi), Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Banjarmasin, dan Makassar. Sementara kelompok sasaran yang dituju yakni masyarakat berpendapatan menengah ke bawah, sehingga diperlukan upaya yang sinergis dan sistematis dari seluruh pemangku kepentingan agar harga jual/sewa rumah susun dapat dijangkau melalui berbagai penciptaan iklim yang kondusif. Rusunawa dan Rusunami merupakan bagian dari proyek 1000 Menara Rusun yang sedang dikerjakan oleh Kemenpera. Menurut Pusat Penelitian dan Pengembangan Permukiman (2007), rusunawa atau rumah susun sederhana sewa adalah rumah susun yang dibangun untuk masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah (<1,5 juta) dan dikelola oleh pengelola lokasi yang ditunjuk oleh pemilik rusunawa untuk dioperasikan berdasarkan sistem sewa. Sedangkan rusunami atau rumah susun sederhana milik merupakan rumah susun sederhana yang memberikan opsi hak milik kepada penghuninya sehingga diharapkan penghuni rumah susun sederhana tidak selamanya menyewa rumah. Rusunami adalah rumah bagi masyarakat
2

berpenghasilan menengah ke bawah (<4,5 juta) yang disusun ke atas (vertikal) agar dapat menghemat lahan. Rusunami terdiri dari 6-15 lantai (Daniel, 2010). Salah satu contoh rusunawa adalah Rusunawa Marunda yang terletak di Jakarta Utara. Rusunawa Marunda merupakan salah satu program pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan memberikan hunian yang layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah dan korban bagi kebijakan pemerintah serta kebakaran wilayah. Tujuan pembangunan rusunawa di Marunda, secara khusus adalah untuk peremajaan lingkungan pada permukiman yang kumuh berat, meyediakan perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah yang dilengkapi dengan sarana dan prasarana yang memadai. Sasaran penghuni Rusunawa Marunda adalah warga yang terkena program pembangunan sarana dan prasarana kota (korban gusur) dan warga umum yang ber-KTP DKI. Sumber dana yang digunakan untuk rusunawa menggunakan dana APBN dan ini adalah tugas pemerintah pusat untuk menyiapkan dana untuk pembangunan tersebut, sedangkan untuk pemerintah daerah yang bertugas untuk menyiapkan lahan dan harus sesuai dengan rencana tata ruang yang ada serta untuk pengelolaan rusun tersebut. Untuk rumah susun sewa, subsidi yang diberikan berbeda dengan rumah susun milik. Jika rumah susun milik diberikan subsidi dalam pembayaran cicilan, maka subsidi untuk rumah susun sewa berbentuk stimulus fiskal bangunan dan biaya operational maintenance. Adapun permasalahan yang dihadapi pada pelaksanaan program pengembangan rusunawa Marunda adalah : a. pengembangan rusunawa masih terkendala oleh terbatasnya ketersediaan tanah dan pembiayaan; b. terbatasnya lahan/tanah yang tersedia untuk pembangunan rusunawa; c. dukungan prasarana dan sarana, fasos (fasilitas sosial) dan fasum (fasilitas umum) seperti listrik; d. pengembangan rumah sususn sederhana sewa (rusunawa) perlu disesuaikan untuk beberapa lokasi, yang disebabkan antara lain sulitnya penyediaan lahan, rumitnya penyiapan masyarakat sasaran dan kurangnya kesiapan unit pengelola yang otonom; e. belum adanya aturan dan pedoman tentang sewa menyewa; f. monitoring dari pemerintah terhadap pengelolaan dan sistem sewa menyewa; dan g. desain yang belum memenuhi kebutuhan masyarakat berpenghasilan rendah akan hunian yang sesuai dengan karakteristik mereka. Berikut ini merupakan gambar rusunawa Marunda, Jakarta Utara.

Gambar 1

Gambar 2

Rusunawa Marunda Tampak Depan Rusunawa Marunda Tampak Samping http://news.liputan6.com/read/499062/bakal-ada-lapangan-futsal-di-rusun-marunda http://www.antaranews.com/berita/347084/500-unit-rusunawa-marunda-siap-dihuni

Sedangkan salah satu contoh rusunami atau rumah susun sederhana milik adalah Rusunami Cengkareng City Park, Jakarta Barat. Rusunami Cengkareng City Park dikembangkan oleh Perum Perumnas dan PT. Reka Rumanda Agung. Cengkareng City Park disebut juga dengan apartemen bersubsidi. Lokasi Cengkareng City Park sangat strategis. Perjalanan ke lokasi memiliki akses yang cukup banyak, bisa menggunakan akses tol dalam kota dari Puri Kembangan, Pantai Indah Kapuk, Pluit lalu tol Bandara Soekarno-Hatta. Kawasan Cengkareng City Park diapit oleh dua mall besar, Carrefour dan Mal Taman Palem, waterboom Pantai Indah Kapuk, fasilitas kesehatan dan pendidikan yang memadai hingga sentra otomotif besar seperti Auto 2000. Cengkareng City Park dilengkapi dengan fasilitas taman terbuka hijau. Dari fasilitas-fasilitas yang berada di Cengkareng City Park, tidak tepat dikatakan bahwa Cengkareng City Park merupakan rusunami sehingga sasarannya pun bukan untuk masyarakat menengah ke bawah. Berikut ini merupakan gambar rusunami Cengkareng City Park, Jakarta Barat.

Gambar 1 Rusunami Cengkareng City Park Tampak Samping

Gambar 2 Rusunami Cengkareng City Park Tampak Depan http://www.rumah.com/listing-properti/dijual-apartemen-city-park-1222265 http://www.solusiproperti.com/nasional/mozaik-properti/artikel/perumnas-bangun-25-towerrusunami-di-jakarta-tahun-ini

4. Kesimpulan Perumahan formal adalah rumah atau perumahan yang dibangun atau disiapkan oleh suatu institusi/lembaga yang berbadan hukum dan melalui suatu proses perijinan sesuai peraturan perundang-undangan. Salah satu contoh perumahan formal di Indonesia adalah rusun (rumah susun). Rusun disediakan oleh pemerintah pusat melalui Kementerian Perumahan Rakyat yang bekerjasama dengan Pemerintah Daerah. Tujuan dibuatnya rusun adalah agar masyarakat dengan kelas ekonomi menengah ke bawah dapat memiliki rumah. Rusun terbagi menjadi dua, yaitu rusunawa (rumah susun sewa) dan rusunami (rumah susun sederhana milik). Contoh

dari rusunawa adalah rusunawa Marunda yang berada di Jakara Utara, sedangkan contoh dari rusunami adalah Cengkareng City Park yang berada di Jakarta Barat.

Referensi http://www.scribd.com/doc/36919360/kajian-teoritis-pembangunan-rumahsusun-skala-besar-marunda http://elib.unikom.ac.id/files/disk1/300/jbptunikompp-gdl-audysaaved14975-3-babiik-n.pdf http://lontar.ui.ac.id/file?file=digital/136162T%2024612%20Peningkatan%20daya-Pendahuluan.pdf http://pustaka.pu.go.id/files/pdf/KT-konsep4-1182007104942.pdf http://digilib.its.ac.id/public/ITS-Master-11421-Chapter1.pdf http://lontar.ui.ac.id/file?file=digital/20298616-T30283Analisis%20kebijakan.pdf http://digilib.its.ac.id/public/ITS-Master-11421-Paper.pdf http://xa.yimg.com/kq/groups/22823451/459506545/name/RumahKita2Dum my09.pdf