Anda di halaman 1dari 9

PROPOSAL REHABILITASI DAN PENGEMBANGAN GEDUNG KLINIK SITTI KHADIJAH AISYIYAH BANTAENG

I. PENDAHULUAN A. Latar belakang


Sejalan dengan hakekat pembangunan di bidang kesehatan yaitu meningkatkan derajat kesehatan setiap individu yang mampu memelihara dan meningkatkan kesehatan jasmani , rohani dan sosial. Kesehatan adalah merupakan faktor yang paling dominan dalam kehidupan masyarakat kita, untuk itu diperlukan suatu lembaga atau klinik yang bisa menangani pelayanan di bidang kesehatan. Dengan melihat potensi yang ada di wilayah Kecamatan Bissappu khususnya di sekitar kelurahan Bontorita, Bontoatu baik potensi Sumber Daya Manusia (SDM), potensi lingkungan maupun potensi penduduknya yang mana masyarakatnya yang kurang mampu (miskin) kurang lebih mencapai 30.000 jiwa, dan agak jauh dari sarana kesehatan yang memadai untuk pelayanan yang menangani tentang pelayanan kesehatan terutama pada persalinan Dalam rangka untuk memenuhi tuntutan pelayanan kesehatan yang maksimal, sesuai dengan apa yang diharapkan masyarakat Kabupaten Bantaeng terkhusus di kecamatan Bissappu yang ada di kelurahan Bontoatu dan Bontorita, maka Pimpinan Daerah Aisyiyah Bantaeng yang pada musyawarah daerah Muhammadiyah ke 13 di Bantaeng diberi amanah untuk mengoperasikan kembali Balai pengobatan Muhammadiyah yang sudah lama fakum sekitar kurang lebih 10 tahun, memandang perlu untuk segera merealisasikan amanah tersebut disamping itu juga masyarakat sekitar sangat membutuhkan sarana pelayanan kesehatan yang terdekat untuk melayani pelayanan kesehatan masyarakat di wilayah kedua kelurahan dan sekitarnya. Sebagai kelurahan yang sedang berkembang, sampai saat ini masih menghadapi banyak permasalahan kesehatan masyarakat. Dalam rangka upaya menanggulangi permasalahan kesehatan tersebut pemerintah telah berupaya mengembangkan berbagai macam kegiatan pelayanan kesehatan masyarakat, pelayanan tersebut selain dilaksanakan di sarana kesehatan milik pemerintah juga sarana pelayanan milik swasta atau masyarakat sendiri. Sistem kesehatan disusun untuk mendapatkan hasil guna kesehatan masyarakat secara maksimal dengan cara mengefektifkan semua sumber daya manusia yang tersedia, juga diperlukan adanya hubungan secara berjenjang dari tingkat yang tertinggi hingga tingkat yang lebih rendah dalam kaitan kualitas pelayanan masyarakat. Disadari masih cukup banyak kendala kesehatan yang dialami masyarakat Bantaeng. Dalam kemajuan zaman di era globalisasi ini masyarakat indonesia semakin perduli dan sadar akan pentingnya kesehatan dan tingkat pemanfaatan unit pelayanan kesehatan semakin meningkat pula. Masyarakat Bantaeng juga sadar akan pentingnya kesehatan itu sehingga memerlukan tempat pelayanan kesehatan, namun sayangnya di beberapa kelurahan dan desa di Kecamatan Bissappu

Kabupaten Bantaeng agak jauh dari tempat pelayanan kesehatan yang mudah di jangkau. Apabila masyarakat ingin berobat atau sekedar berkonsultasi kepada petugas kesehatan, warga harus menempuh jarak yang agak jauh dari tempat tinggal mereka. Jarak ini terkadang membuat warga menjadi kembali acuh akan kesehatan, mereka tidak menghubungi petugas kesehatan atau mengunakan tempat pelayanan kesehatan sebelum mereka benar-benar sakit yang tidak bisa mereka tahan lagi atau setelah sakit yang mereka alami terjadi lama, sehingga setelah menggunakan tempat pelayanan kesehatan mereka sudah dalam keadaan sakit yang sudah dalam stadium lanjut. Sehingga terkadang penanganan penyakit itu menjadi terlambat atau tidak bisa di sembuhkan lagi. Dengan dasar semua itulah memotivasi Pimpinan Daerah Aisyiyah Bantaeng untuk segera membuka kembali Balai Pengobatan Muhammadiyah dengan memberi nama sesuai identitas Aisyiyah yaitu Klinik Sitti Khadijah Aisyiyah sebagai tempat pelayanan kesehatan yang lebih mudah dijangkau oleh warga sehingga warga dapat lebih mudah menjangkau tempat pelayanan kesehatan dan di harapkan warga dapat mencegah kemungkinan penyakitnya menjadi lebih parah atau untuk mengurangi kemungkinan komplikasi yang dapat ditimbulkan. Tingkat kesehatan warga akan meningkat dan seiring dengan itu kesejahteraannya juga akan meningkat pula. B. VISI, MISI. TUJUAN dan MOTTO KLINIK SITTI KHADIJAH AISYIYAH BANTAENG a. VISI : klinik Aisyiyah menetapkan visi untuk berkembang menjadi salah satu rumah sakit rujukan di Kabupaten Bantaeng di masa depan dengan visi sebagai berikut : Menjadi rumah sakit yang profesional, Islami, dan pilihan masyarakat kabupaten Bantaeng khususnya wilayah kecamatan Bissappu dan sekitarnya di tahun 2010 b. MISI : 1. Menyediakan fasilitas rumah sakit yang modern, lengkap, dan terjangkau. 2. Memberikan pelayanan kesehatan yang prima dan terjangkau 3. Mengembangkan syiar islam dan dawah jamaah 4. Mengembangkan Sumber Daya Insani Rumah Sakit dan meningkatkan kesejahteraan. c. TUJUAN 1. Mewujudkan masyarakat yang sehat jasmani dan rohani 2. Menegakkan dawah Amar Maruf Mungkar 3. Meningkatkan dan memberdayakan potensi Sumber Daya Manusia (SDM) bidang paramedic d. MOTTO Melayani Dengan Sepenuh Hati

C. DATA Klinik Sitti Khadijah Aisyiyah Bantaeng

1. Nama lembaga : Klinik Sitti Khadijah Aisyiyah Bantaeng 2. Bidang Usaha : Klinik Kesehatan 3. Jenis pelayanan: Memberikan pelayanan kesehatan dasar, pelayanan kesehatan ibu dan anak, pelayanan persalinan, konsultasi gizi konsultasi lansia dan konsultasi remaja kepada masyarakat 4. Alamat : Jl. Kr Kasia Tala-tala Kel. Bontorita Kec. Bissappu 5. Nomor Telepon : 081242838035 6. Nomor Fax : 0413 22035 7. Alamat E-mail : wahnibakri@yahoo.co.id 9. Bank klinik : Bank Rakyat Indonesia 10. Bentuk Badan Hukum : Aisyiyah 11. Nomor izin pendirian : 12. N P W P : II. KETENAGAAN Klinik Sitti Khadijah Aisyiyah memiliki ketenagaan yang terdiri dari 1. Dokter penanggung jawab (Direktur klinik) dan dokter polik umum 2 orang 2. Bidan 4 orang 3. Apoteker 2 orang 4. Perawat 4 orang 5. Cleaning service 1 orang A. STRUKTUR ORGANISASI STRUKTUR ORGANISASI PENGELOLA KLINIK SITTI KHADIJAH AISYIYAH Penanggung Jawab : Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bantaeng Pimpinan Daerah Aisyiyah Bantaeng

Badan Pengelola Harian Direktur klinik : dr. Andi Ihsan, S.Ked. Ketua pengelola : Dra. HJ. St. Wahni, Mpd Sekretaris : Suharni, A,Mg Bendahara : Netty Herawati, S.Pd. Bidang Medis : dr. Bambang E.w Bidang Humas : Nuraty Yasin, S.SIT Bidang Pembangunan : H. Thamrin Nawawi,Spd Bidang Pengembangan : HJ. Masriyah, S.Km Bidang Perlengkapan : Murniati, S.SIT III. ASPEK PASAR ANALISIS PASAR DAN PEMASARAN a) PRODUK / JASA YANG DIHASILKAN KEUNGGULAN YANG DIMILIKI Produk yang kami jual adalah pelayanan kesehatan yang diberikan pada masyarakat. Keunggulan dari balai pengobatan kami adalah pelayanan kesehatan

dilakukan oleh dokter yang profesional dan memiliki Surat Ijin Praktek yang bekerja pada jam praktek. Selain itu balai pengobatan ANJAR GIGIH DEWANTO juga melayani pembelian Khitanan dan konsultasi KB, yang akan dilayani oleh perawat yang jaga maupun dokter jaga setiap hari. b) GAMBARAN PASAR DATA PENGHASILAN PASIEN BERKUNJUNG (1 5 TAHUN YANG AKAN DATANG) Penurunan atau kenaikan pasien yang berkunjung biasanya disebabkan oleh cuaca, hari biasa/ hari keagamaan, dll. Dan biasanya kenaikan jumlah pasien yang berkunjung terjadi pada hari raya keagamaan, hal ini terjadi karena arus mudik. Selain itu perubahan cuaca yang terjadi juga menyebabkan kondisi kesehatan masyarakat bisa terganggu, dan mereka berkunjung ke balai pengobatan. KEGIATAN PEMASARAN DAN PROMOSI YANG AKAN DILAKUKAN PERSONAL SELLING Personal selling adalah interaksi antar individu, saling bertemu, muka yang ditujukan untuk menciptakan, memperbaiki, menguasai dan mempertahankan hubungan pertukaran yang saling menguntungkan dengan pihak lain. Di klinik sehat sejahtera, kami melakukan personal selling dengan cara pelayanan yang diberikan dokter kepada pasien dilakukan semaksimal mungkin dan menggunakan bahasa komunikasi yang santun dan ramah tamah. Selain itu pasien selalu diberi kontrak agar kembali berobat di klinik apabila sakit yang diderita belum sembuh atau obat yang dikonsumsi habis, dan juga apabila akan dirujuk ke rumah sakit. Dan hasilnya sebagian pasien banyak yang kembali berobat di klinik Sehat Sejahtera BROSUR Kami telah membuat brosur yang berisi ajakan pada masyarakat agar berobat di balai pengobatan sehat sejahtera, selain itu kita juga memasang papan nama balai pengobatan kita di depan klinik dan juga kami mencetak plastik pembungkus obat yang diberi nama balai pengobatan kami, dan hasilnya banyak yang berkunjung ke klinik balai pengobatan sehat sejahtera. FASILITAS Fasilitas yang akan kami dirikan guna mendukung kemajuan balai pengobatan ini hdala sistem pendaftaran yang diatur menggunakan sistem komputerisasi, sehingga pasien yang sudah terdaftar data kami simpan untuk riwayat kesehatan. Selain itu, kami merencanakan area bermain anak-anak sebagai media penghibur bagi pasien yang berobat ke Balai pengobatan Kampoeng sehat. KEMITRAAN Kemitraan disini hdala bekerja sama dengan para tukang ojek. Angkutan didaerah balai pengobatan ANJAR GIGIH DEWANTO Sangat minim, sehingga kami menggalang verja sama dengan para tukang ojek agar setia mengantarkan pasien berobat ke balai Pengobatan Kampoeng sehat. Bonus yang kami casi pada tukang ojek adalah Rp. 5000/ pasien yang diantar keBP. Kampung Sehat.

c) TARGET ATAU SEGMEN PASAR YANG DITUJU Target utama yang dituju adalah masyarakat yang berada disekitar lingkungan Sdr. Anjar Gigih Dewanto mencakup Kecamatan Kasihan dan Kecamatan Sewon. d) PROYEKSI KUNJUNGAN PASIEN Diperkirakan dari bulan pertama sampai bulan ke-12 akan selalu mengalami peningkatan pendapatan, pertama karena nama balai pengobatan yang mulai terkenal, selanjutnya karena kebutuhan masyarakat akan kesehatan yang semakin meningkat, dll. STRATEGI PEMASARAN Dengan memasang sepanduk di tempat tempat umum yang setrategis. Bekerja sama dengan kelompok PKK di setiap desa untuk mempromosikan ke masyarakat Melakukan kunjungan rumah guna melihat perkembangan pasien yang pernah berobat Berperan serta dalam kegiatan POSYANDU Memberikan sofenir buat anak-anak yang sunat Ruangan menggunakan pendingin Ac Area klinik menggunakan fasilitas Hot Spot, agar warga pedesaan pun mampu mengakses internet. Bekerja sama dengan tukang ojek yang mengantarkan pasien dengan memberikan komisi sebesar Rp. 5000 / pasien yang diantarkan. Pendataan pasien menggunakan sistem komputerisasi ANALISIS PESAING- PESAING IV. ASPEK FIANASIAL/MODAL 1. Rehabilitasi Gedung = Rp 300.000.000 2. Perijinan = Rp 13.000.000 3. Biaya pegawai = Rp 5.000.000 4. Sarana Prasarana (etalase, kursi&meja) = Rp 7.500.000 5. Oxigenasi = Rp 2.000.000 6. Alat bedah minor 3 set@175.000 = Rp 525.000 7. Standar infus 1 buah = Rp 150.000 8. Sterilisator 1 buah = Rp 1.000.000 9. Tensi Meter air raksa 2 @ 500.000 = Rp 1.000.000 10. Tensi meter biasa 1 @ Rp.125.000 = Rp 125.000 11. Termometer Air raksa 2 buah @ 8.000 =Rp 16.000 12. Kartu rawat jalan 1000 lbr = Rp 150.000 13. Tempat sampah 5 buah = Rp 125.000 14. Cauter = Rp 2.000.000 15. obat-obatan = Rp 5.000.000 16. Alat tulis kantor = Rp 200.000 17. Kasa gulung = Rp 50.000 18. Lampu philip 4 buah @ 30.000 = Rp 120.000 19. Keset 2 buah @ 15.000 = Rp 30.000

20. Lap tangan 3 buah @ 10.000 = Rp 30.000 21. Jam dinding 1 buah = Rp 50.000 22. Sepuit 3 dus @ 100.000 = Rp 300.000 23. Alcohol, betdin dll = Rp 500.000 24. Biaya promosi = Rp 2.000.000 25. Alat tes gol darah,AS urat & kolesterol = Rp 1.000.000 26. Ac 2 @ 2.000.000 = Rp. 4.000.000 27. Seperangkat Komputer = Rp. 4.000.000 28. Jaringan internet = Rp. 2.000.000 TOTAL = Rp.333.071.000 A. Denah ruangan Balai Pengobatan (gambarlah denah pemetaannya) keterangan: R1. Ruang periksa R2. Ruang tindakan R3. Tempat cuci tangan R4. Meja administrasi R5. Lemari Obat R6. Tempat Kartu rawat jalan pasien R7. Ruang Tunggu Pasien/antrian R8. Wc/kamar mandi R9. Arena bermain anak R10. Komputer B. Alur Pelayanan 1. Pendaftaran/administrasi 2. R. Tunggu 3. Ruang periksa/ tindakan 4. Penerimaan obat 5. Konseling 6. Pembayaran administrasi V. Aspek Aksesibiliti A. Balai pengobatan ANJAR GIGIH DEWANTO melayani: 1. KB 2. Pemeriksaan Umum 3. Sirkumsisi laser 4. Persalian 5. Konsultasi kesehatan/remaja 6. Laboratorium (guladarah, AS urat, kolesterol dan golongan darah) 7. Tindakan medis dasar 8. Pelayanan Gawat darurat sederhana (hecting, perwatan luka, insisi, eksisi jaringan lypoma) 9. Pemeriksaan kesehatan /surat keterangan dokter B. Tarif per pasien yang berobat 1. Administasi Rp 5.000 2. Sirkumsisi Rp 300.000 3. Kb

a. Suntik 1 bulan Rp 20.000 b. Suntik 3 bulan Rp 30.000 c. Pil Rp 15.000 4. Konsultasi Rp 15.000 5. Surat keterangan sehat Rp 5.000 6. Laborat Rp 35.000 a. Gula darah Rp 25.000 b. Asam urat Rp 25.000 c. Gol darah Rp 15.000 d. Kolesterol Rp 25.000 7. Perawatan luka Rp 40.000 8. Berobat Rp 30.000 9. Hecting up Rp 80.000 10. Hecting Rp 100.000 VI. Aspek social Balai pengobatan ANJAR GIGIH DEWANTO juga akan membantu masyarakat sekitar agar dapat meningkatkan derajad kesehatan mereka dan membantu warga kurang mampu agar tetap bisa merasakan pelayanan kesehatan dengan biaya yang mereka dapat menjangkaunya. Balai ini juga turut serta dalam upaya-upaya promotif untuk mencegah terjadinya penyakit tertentu pada masyarakat dengan menciptakan lingkungan yang sehat dan bersih. Masyarakat sumber sebagaian besar adalah petani lahan dan peternak. Perekonomian masyarakatnya pun berkecukupan namun masih ada juga warga yang tergolong miskin. Tempat tinggal mereka masih ada yang berlantai tanah dan dindingnya dari papan atau kayu.Pada umumnya warga sudah tidak terlalu memegang erat budaya dan adat istiadat jawa yang masih mengikat masyarakat, termasuk budaya yang berlawanan dengan pengobatan pada tim medis. Seperti orang hamil tidak boleh makan yang amis-amis. Namun karma sangat minimnya tempat pelayanan kesehatan sehingga banyak dari mereka yang hanya menggunakan sarana pengobatan tradisional seperi dukun, kiyai, jamu dll, dalam mencari pengobatan akan tetapi hal ini bukan berrarti adalah cara mereka menolak berobat ke pelayanan kesehatan. VII. Analis Fiancial 1. Biaya total Total modal awal usaha untuk mendirikan Balai Pengobatan ANJAR GIGIH DEWANTO kurang lebih adalah Rp 350.571.000 2. Pegeluaran/bulan a. Gaji dr. penanggung jawab Rp 300.000 dr. pelaksan Rp 1.000.000 Perawat provesonal Rp 900.000 Perawat vokasional Rp 700.000 Bidan Rp 900.000

Cleaning service b. Listrik c. Alat habis pakai d. Obat-obatan e. Plastik obat f. Alat tulis g. Telpon h. Akses internet Total

Rp

Rp 300.000 200.000 Rp 800.000 Rp 2.000.000 Rp 20.000 Rp 20.000 Rp 100.000 Rp. 350.000 Rp 7.490.000

3. Income/bulan Bila program yang di rencanakan dapat terlaksana dengan biak, dengan perkiraan pasien berobat sekitar 20 pasien per hari dengan beraneka ragam pelayanan dengan tarif minimal Rp 15.000/pasien berobat sakit, maka income per bulan dengan rincian sebagai berikut: a. Tes gula darah 6 org Rp 150.000 b. Tes Asam urat 8 org Rp 200.000 c. Cek gol darah 5 org Rp 75.000 d. Cek kolesterol 7 orang Rp 175.000 e. Pasien berobat sakit 407 org Rp 15.210.000 f. KB 48 orang Rp 1.020.000 g. Sirkumsisi 4 Rp 1.200.000 h. Pasien dengan tindakan medis 14 Rp 2.000.000 i. Pasien Partus 1 org Rp 900.000 Total Rp 20.930.000 4. Profit = TR TC = Profiet TR = total refenyu TC = total Cost Pemasukan per bulan = Rp 20.930.000 Pengeluaran per bulaan = Rp 7.490 .000 Jadi keuntungan bersih yang diperoleh per bulan dari Balai Pengobatan ANJAR GIGIH DEWANTO sekitar Rp. 13.440.000, bila penghasilan yang di peroleh seperti tersebut diatas maka dalam jangka waktu 36 bulan sudah mampu mengembalikan modal awal usaha yang sebesar Rp 350.571.000 Jogonalan Kidul, 09 Juli 2012 Yayasan ANJAR GIGIH DEWANTO Ketua Sekretaris

Anjar Gigih Dewanto, SE.

Ervita Sari Prasetyowati, Amd. Keb.