Anda di halaman 1dari 27

NEOPLASMA

Pembimbing: dr. Yohana Sp.B (Onkologi)

Disusun oleh: Erni Effendy 406102006

Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Kepaniteraan Bedah Rumah Sakit Umum Daerah Ciawi

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas rahmat dan karunia-Nya referat yang berjudul Neoplasma ini dapat diselesaikan. Referat ini di susun dalam rangka memenuhi tugas Kepaniteraan Bedah Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara di RSUD Ciawi Penulis menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada dr.Yohana,Sp.B(onk) selaku pembimbing, kepada dr.Sjaiful,Sp.B dan dr.Johan,Sp.B atas bantuan dan bimbingannya, serta kepada semua pihak yang turut membantu baik secara langsung maupun tidak langsung dalam penyusunan referat ini. Dalam penyusunan referat ini, penulis berusaha mendapatkan informasi dan referensi dari buku ajar yang berhubungan dengan tema referat ini. Jika ada kesalahan dari segi penulisan maupun segi isi, penulis memohon maaf yang sebesar besarnya. Akhir kata penulis berharap referat ini dapat memberikan manfaat bagi para pembaca. Terima Kasih.

Jakarta, Januari 2012

BAB I PENDAHULUAN Onkologi adalah ilmu yang mempelajari penyakit yang disebabkan oleh tumor. Tumor adalah benjolan atau pembengkakan abnormal dalam tubuh, tetapi dalam artian khusus, tumor adalah benjolan yang disebabkan oleh neoplasma. Secara klinis tumor dibedakan atas golongan neoplasma dan nonneoplasma misalnya kista, akibat reaksi radang atau hipertrofi. Neoplasma dapat bersifat jinak atau ganas. Neoplasma ganas atau kanker terjadi karena timbul dan berkembang biaknya sel secara tidak terkendali sehingga sel ini tumbuh terus menerus dan merusak bentuk dan fungsi organ tempat tumbuhnya. Kanker , karsinoma, sarkoma tumbuh menyusup (infiltratif) ke jaringan sekitarnya sambil merusaknya (destruktif), dapat menyebar ke bagian lain tubuh dan umumnya fatal jika dibiarkan. Neoplasma jinak tumbuh dengan batas tegas dan tidak menyusup, tidak merusak, tetapi dapat membesar dan menekan jaringan sekitarnya (ekspansif) dan umumnya tidak bermetastasis misalnya, lipoma.

BAB II NEOPLASMA

II.2.1 PENGERTIAN NEOPLASMA Neoplasma ialah masa jaringan yang abnormal, tumbuh berlebihan , tidak terkoordinasi dengan jaringan normal dan tumbuh terus- menerus meskipun rangsang yang menimbulkan telah hilang. Sel neoplasma mengalami transformasi , oleh karena mereka terus- menerus membelah. Pada neoplasma, proliferasi berlangsung terus meskipun rangsang yang memulainya telah hilang. Proliferasi demikian disebut proliferasi neoplastik, yang mempunyai sifat progresif,tidak bertujuan, tidak memperdulikan jaringan sekitarnya,tidak ada hubungan dengan kebutuhan tubuh dan bersifat parasitic. Sel neoplasma bersifat parasitic dan pesaing sel atau jaringan normal atas kebutuhan metabolismenya pada penderita yang berada dalam keadaan lemah . Neoplasma bersifat otonom karena ukurannya meningkat terus. Proliferasi neoplastik menimbulkan massa neoplasma, menimbulkan pembengkakan / benjolan pada jaringan tubuh membentuk tumor.

II.2.2 KLASIFIKASI DAN TATA NAMA Semua tumor baik tumor jinak maupun ganas mempunyai dua komponen dasar ialah parenkim dan stroma. Parenkim ialah sel tumor yang proliferatif,yang menunjukkan sifat pertumbuhan dan fungsi bervariasi menyerupai fungsi sel asalnya. Sebagai contoh produksi kolagen ,musin,atau keratin. Stroma merupakan pendukung parenkim tumor ,terdiri atas jaringan ikat dan pembuluh darah. Penyajian makanan pada sel tumor melalui pembuluh darah dengan cara difusi.

Klasifikasi neoplasma yang digunakan biasanya berdasarkan : 1. Klasifikasi Atas Dasar Sifat Biologik Tumor Atas dasar sifat biologiknya tumor dapat dibedakan atas tumor yang bersifat jinak Intermediate ( tumor jinak ) dan tumor yang bersifat ganas (tumor ganas) dan tumor yang terletak antara jinak dan ganas disebut

a. Tumor Jinak ( Benigna ) Tumor jinak tumbuhnya lambat dan biasanya mempunyai kapsul. Tidak tumbuh infiltratif, tidak merusak jaringan sekitarnya dan tidak menimbulkan anak sebar pada tempat yang jauh. Tumor jinak pada umumnya disembuhkan dengan sempurna kecuali yang mensekresi hormone atau yang terletak pada tempat yang sangat penting, misalnya disumsum tulang belakang yang dapat menimbulkan paraplesia atau pada saraf otak yang menekan jaringan otak.

b. Tumor ganas ( maligna ) Tumor ganas pada umumnya tumbuh cepat, infiltrative dan merusak jaringan sekitarnya. Disamping itu dapat menyebar keseluruh tubuh melalui aliran limpe atau aliran darah dan sering menimbulkan kematian.

c. Intermediate Diantara 2 kelompok tumor jinak dan tumor ganas terdapat segolongan kecil tumor yang mempunyai sifat invasive local tetapi kemampuan metastasisnya kecil. Tumor demikian disebut tumor agresif local tumor ganas berderajat rendah. Sebagai contoh ialah karsinoma sel basal kulit.

2. Klasifikasi atas dasar asal sel / jaringan ( histogenesis )

a. Neoplasma berasal sel totipoten Sel totipoten ialah sel yang dapat berdeferensiasi kedalam tiap jenis sel tubuh.Sebagai contoh ialah zigot yang berkembang menjadi janin. Paling sering sel totipoten dijumpai pada gonad yaitu sel germinal. Tumor sel germinal dapat berbentuk sebagai sel tidak berdiferensiasi, contohnya : Seminoma atau diseger minoma.Yang berdiferensiasi minimal contohnya : karsinoma embrional, yang berdiferensiasi kejenis jaringan termasuk trofoblas misalnya chorio carcinoma. Dan yolk sac carcinoma. Yang berdiferensiasi somatic adalah teratoma.

b. Tumor sel embrional pluripoten Sel embrional pluripoten dapat berdiferensiasi kedalam berbagai jenis sel-sel dan sebagai tumor akan membentuk berbagai jenis struktur alat tubuh. Tumor sel embrional pluripoten biasanya disebut embrioma atau blastoma, misalnya retinobiastoma, hepatoblastoma, embryonal rhabdomyosarcoma.

c. Tumor sel yang berdiferensiasi Jenis sel dewasa yang berdiferensiasi, terdapat dalam bentuk sel alat-alat tubuh pada kehidupan post natal. Kebanyakan tumor pada manusia terbentuk dari sel berdiferensiasi. Tata nama tumor ini merupakan gabungan berbagai faktor yaitu perbedaan antara jinak dan ganas, asal sel epitel dan mesenkim lokasi dan gambaran deskriptif lain. a. Tumor epitel Tumor jinak epitel disebut adenoma jika terbentuk dari epitel kelenjar misalnya adenoma tiroid, adenoma kolon. Jika berasal dari epitel

permukaan dan mempunyai arsitektur papiler disebut papiloma. Papiloma dapat timbul dari eitel skuamosa (papiloma skuamosa), epitel permukaan duktus kelenjar ( papiloma interaduktual pada payudara ) atau sel transisional ( papiloma sel transisional ). Tumor ganas epitel disebut karsinoma. Kata ini berasal dari kota yunani yang berarti kepiting. Jika berasal dari sel skuamosa disebut karsinoma sel skuamosa. Bila berasal dari sel transisional disebut karsinoma sel transisional. Tumor ganas epitel yang berasal dari epitel kelenjar disebut adenokarsinoma.

b. Tumor jaringan mesenkin Tumor jinak mesenkim sering ditemukan meskipun biasanya kecil dan tidak begitu penting. Dan diberi nama asal jaringan (nama latin) dengan akhiran oma. Misalnya tumor jinak jaringan ikat (latin fiber) disebut Fibroma. Tumor jinak jaringan lemak (latin adipose) disebut lipoma. Tumor ganas jaringan mesenkim yang ditemukan kurang dari 1 persen diberi nama asal jaringan (dalam bahasa latin atau yunani ) dengan akhiran sarcoma sebagai contoh tumor ganas jaringan ikat tersebut Fibrosarkoma dan berasal dari jaringan lemak diberi nama Liposarkoma.

c.Tumor campur (mixed Tumor) Neoplasma yang terdiri dari lebih dari 1 jenis sel disebut tumor campur (mixed tumor). Sebagai contoh tumor campur kelenjar liur (adenoma pleomorfik kelenjar liur) yang terdiri atas epitel kelenjar, jaringan tulang rawan dan matriks berdegenerasi musin. Contoh lain ialah fibroadenoma mammae terdiri atas epitel yang membatasi lumen, atau celah dan jaringan ikat reneging matriks.

d. Hamartoma dan koristoma Hamartoma ialah lesi yang menyerupai tumor. Pertumbuhannya ada koordinasi dengan jaringan individu yang bersangkutan. Tidak tumbuh otonom seperti neoplasma.Hamartoma selalu jinak dan biasanya terdiri atas 2 atau lebih tipe.

e.Kista Kista ialah ruangan berisi cairan dibatasi oleh epitel. Kista belum tentu tumor / neoplasma tetapi sering menimbulkan efek local seperti yang ditimbulkan oleh tumor / neoplasma. Beberapa yang sering kita jumpai ialah kista : Congenital ( ialah kista bronchial dan kista ductus tiroglosusus) Neoplastik ( chystadenoma , cystadenocarcinoma ovarium ) Parasitic ( kista hidatid oleh echinococcus granulosus ) Implantasi ( kista epidermoid pada kulit setelah operasi ).

II.2.3 SIFAT NEOPLASIA JINAK DAN GANAS a. Diferensiasi dan Anaplasia Diferensiasi yaitu derajat kemiripan sel tumor ( parenkim tumor ). Jaringan asalnya yang terlihat pada gambaran morfologik dan fungsi sel tumor. Proliferasi neoplastik menyebabkan penyimpangan bentuk. Susunan dan sel tumor. Hal ini menyebabkan set tumor tidak mirip sel dewasa normal jaringan asalnya. Tumor yang berdiferensiasi baik terdiri atas sel-sel yang menyerupai sel dewasa normal jaringan asalnya,sedangkan tumor berdiferensi buruk atau tidak berdiferensiasi menunjukan gambaran sel primitive dan tidak memiliki sifat sel dewasa normal jaringan asalnya. Semua tumor jinak umumnya berdiferensiasi baik. Sebagai contoh tumor jinak otot polos yaitu leiomioma uteri. Sel tumornya menyerupai sel otot

polos. Demikian pula lipoma yaitu tumor jinak berasal dari jaringan lemak ,sel tumornya terdiri atas sel lemak matur,menyerupai sel jaringan lemak normal. Tumor ganas berkisar dari yang berdiferensiasi baik sampai kepada yang tidak berdiferensiasi . Tumor ganas yang terdiri dari sel-sel yang tidak berdiferensiasi disebut anaplastik. Anaplastik berasal tanpa bentuk atau kemunduran ,yaitu kemunduran dari tingkat diferensiasi tinggi ke tingkat diferensiasi rendah. Anaplasia ditentukan oleh sejumlah perubahan gambaran morfologik dan perubahan sifat, pada anaplasia terkandung 2 jenis kelainan organisasi yaitu kelainan organisasi sitologik dan kelainan organisasi posisi. Anaplasia sitologik menunjukkan pleomorfi yaitu beraneka ragam bentuk dan ukuran inti sel tumor. Sel tumor berukuran besar dan kecil dengan bentuk yang bermacam-macam . mengandung banyak DNA sehingga tampak lebih gelap (hiperkromatik ) Anaplasia posisional menunjukkan adanya gangguan hubungan antara sel tumor yang satu dengan yang lain . terlihat dari perubahan struktur dan hubungan antara sel tumor yang abnormal.

b. Derajat Pertumbuhan Tumor jinak biasanya tumbuh lambat sedangkan tumor ganas cepat . tetapi derajat kecepatan tumbuh tumor jinak tidak tetap,kadang kadang tumor jinak tumbuh lebih cepat daripada tumor ganas.karena tergantung pada hormon yang mempengaruhi dan adanya penyediaan darah yang memadai. Pada dasarnya derajat pertumbuhan tumor berkaitan dengan tingkat diferensiasi sehingga kebanyakan tumor ganas tumbuh lebih cepat daripada tumor jinak.

Derajat pertumbuhan tumor ganas tergantung pada 3 hal,yaitu : 1. Derajat pembelahan sel tumor 2. Derajat kehancuran sel tumor 3. Sifat elemen non-neoplastik pada tumor Pada pemeriksaan mikroskopis jumlah mitosis dan gambaran aktivitas metabolisme inti yaitu inti yang besar,kromatin kasar dan anak inti besar berkaitan dengan kecepatan tumbuh tumor. Tumor ganas yang tumbuh cepat sering memperlihatkan pusatpusat daerah nekrosis / iskemik. Ini disebabkan oleh kegagalan penyajian daerah dari host kepada sel sel tumor ekspansif yang memerlukan oksigen.

c.Invasi Lokal Hampir semua tumor jinak tumbuh sebagai massa sel yang kohesif dan ekspansif pada tempat asalnya dan tidak mempunyai kemampuan mengilfiltrasi ,invasi atau penyebaran ketempat yang jauh seperti pada tumor ganas. Oleh karena tumbuh dan menekan perlahan lahan maka biasanya dibatasi jaringan ikat yang tertekan disebut kapsul atau simpai,yang memisahkan jaringan tumor dari jaringan sehat sekitarnya. Simpai sebagian besar timbul dari stroma jaringan sehat diluar tumor, karena sel parenkim atropi akibat tekanan ekspansi tumor. Oleh karena ada simpai makatumor jinak terbatas tegas, mudah digerakkan pada operasi. Tetapi tidak semua tumor jinak berkapsul,ada tumor jinak yang tidak berkapsul misalnya hemangioma. Tumor ganas tumbuh progresif,invasive,dan merusak jaringan sekitarnya. Pada umumnya terbatas tidak tegas dari jaringan sekitarnya. Namun demikian ekspansi lambat dari tumor ganas dan terdorong ke daerah jaringan sehat sekitarnya. Pada pemeriksaan histologik,masa yang

tidak berkapsul menunjukkan cabang cabang invasi seperti kaki kepiting mencengkeram jaringan sehat sekitarnya. Kebanyakan tumor ganas invasive dan dapat menembus dinding dan alat tubuh berlumen seperti usus,dinding pembuluh darah,limfe atau ruang perineural. Pertumbuhan invasive demikian menyebabkan reseksi pengeluaran tumor sangat sulit. Pada karsinoma in situ misalnya di serviks uteri ,sel tumor menunjukkan tanda ganas tetapi tidak menembus membrane basal. Dengan berjalannya waktu sel tumor tersebut akan menembus membrane basal.

d. Metastasis / Penyebaran Metastasis adalah penanaman tumor yang tidak berhubungan dengan tumor primer. Tumor ganas menimbulkan metastasis sedangkan tumor jinak tidak. Infasi sel kanker memungkinkan sel kanker menembus pembuluh darah, pembuluh limfe dan rongga tubuh,kemudian terjadi penyebaran. Dengan beberapa pengecualian semua tumor ganas dapat bermetastasis. Pengecualian tersebut adalah Glioma ( tumor ganas sel glia) dan karsinoma sel basal , keduanya sangat infasif, tetapi jarang bermetastasis. Umumnya tumor yang lebih anaplastik,lebih cepat timbul dan padanya kemungkinan terjadinya metastasis lebih besar. Namun banyak pengecualian. Tumor kecil berdiferensiasi baik, tumbuh lambat, kadangkadang metastasisnya luas. Sebaliknya tumor tumbuh cepat ,tetap terlokalisir untuk waktu bertahun- tahun.

BAB III PERTUMBUHAN TUMOR

III.3.1 SEL TUMOR Sel tumor adalah sel tubuh yang mengalami transformasi dan tumbuh secara autonom lepas dari kendali pertumbuhan sel normal sehingga sel ini berbeda dari sel normal bentuk dan strukturnya. Sel tumornya bentuknya bermacam-macam (polimorfik) dengan warna yang beraneka (polikromasi) karena tinggi kadarnya asam nukleat dalam inti dan tidak meratanya distribusi kromatin inti. Inti sel relatif besar dengan ratio inti /sitoplasma yang lebih rendah. Sel tumor bersifat tumbuh terus menerus tanpa batas sehingga tumor semakin lama makin besar dan mendesak jaringan sekitarnya . Pada neoplasma ganas, selnya tumbuh sambil menyusup dan merembes ke jaringan sekitarnya. Sel kanker dapat melepaskan diri meninggalkan tumor induknya dan masuk ke dalam pembuluh limfe atau pembuluh darah . Dengan cara ini penyebaran limfogen dan hematogen. Akhirnya sel-sel ganas ini dapat merusak bentuk dan fungsi organ yang bersangkutan. Tumor dapat menyumbat saluran tubuh dan menimbulkan obstruksi

III.3.2 PERTUMBUHAN ALAMI Pada umumnya tumor mulai tumbuh dr satu sel di satu tempat (unisentrik) tetapi kadang tumor berasal dari beberapa sel dalam satu organ (multisentrik)atau dr beberapa organ (multilokuler)pada waktu bersamaan (sinkron) atau berbeda (metakron). Selama pertumbuhan tumor masih terbatas pada organ tempat asalnya maka tumor tersebut masi dalam fase lokal.Akan tetapi bila terjadi infiltrasi ke organ

sekitarnya, tumor telah mencapai masa fase lokal invasif atau lokal infiltrative. Penyebaran lokal ini disebut penyebaran perkontinuitatum karena masi berhubungan dengan tumor induknya. Untuk mengukur kecepatan pertumbuhan tumor dipakai parameter waktu ganda adalah waktu yang diperlukan oleh tumor untuk mencapai volume menjadi dua kali semula. Makin pendek waktu ganda berarti makin cepat pertumbuhannya dan pada umumnya makin ganas tumor tersebut.

Tahap induksi Patogenesis tumor ganas merupakan proses yang biasanya makan waktu lama sekali. Pada tahap awal terjadi inisisasi karena ada inisiator yang memulai pertumbuhan sel abnormal, Inisiator ini dibawa oleh zat karsinogenik. Inisiasi dapat berlangsung selama puluhan tahun sebelum timbul gejala atau tanda penyakit Bersamaan dengan atau setelah inisiasi terjadi promosi yang dipicu oleh promotor sehingga terbentuk sel yg polimorfik dan anaplastik. Pembawa promotor mungkin merupakan karsinogen yang sama pembawa dengan inisator. Tetapi seringkali berbeda. Selanjutnya terjadi progesi yang ditandai dengan invasi sel2 ganas ke membran basalis atau kapsul. Semua proses ini terjadi pada tahap induksi tumor. Berbagai karsinogen yang menjadi inisiator

Infiltrasi dan diseminasi Setelah sel mengalami transformasi sampai menunjukkan morfologi dan sifat biologi yang ganas dan khas. Akhirnya tercapai tahap klinis dengan manifestasi dini, berupa karsinoma insitu yang tidak invasif. Selanjutnya tumor berkembang menjadi karsinoma infiltratif yang dapat menyebabkan penyebaran kemana-mana. Penderita baru

menyadari adanya karsinoma,pada tahap terakhir setelah terjadi gejala atau tanda penyakit ganas ini.

Penyebaran tumor ganas Kanker dapat menyebar per kontinuitatum limfogen hematogen melalui transplantasi transluminal atau di dalam rongga tubuh dan secara iatrogenik . Penyebaran per kontinuitatum terjadi karena sel atau jaringan kanker menyusup keluar dr organ tempat tumor induknya kemudian mengilfiltrasi organ atau jaringan di sekitarnya artinya penyusupan langsung dari organ asalnya masuk ke dalam organ atau struktur disampingnya. Penyebaran limfogen terjadi karena sel kanker menyusup ke saluran limfe kemudian ikut aliran limfe menyebar dan menimbulkan metastasis di kelenjar limfe regional. Pada umumnya kanker mula-mula menyebar dengan cara limfogen dan menimbulkan metastasis di kelenjar limfe regional baru kemudian menyebar secara hematogen. Pada mulanya penyebaran hanya terjadi pada kelenjar limfe regional lainnya. Setelah menginfiltrasi kelenjar limfe sel kanker dapat menembus dinding struktur sekitar menimbulkan perlekatan kelenjar limfe satu dengan lainnya sehingga membentuk paket kelenjar limfe. Penyebaran hematogen terjadi akibat sel kanker menyusup ke kapiler darah kemudian masuk ke pembuluh darah dan menyebar mengikuti aliran darah vena sampai ke organ lain. Bila organ itu ideal untuk hidupnya sel kanker lalu tumbuh di sana menjadi tumor baru yang merupakan anak sebar yang letaknya jauh dari tumor primer. Letak metastasis jauh ini dapat dimana saja dalam tubuh. Pada umumnya sarkoma menyebar dengan cara ini. Penyebaran hematogen dapat terjadi melalui sistem vena porta, sistem vena kava atau sistem vena pulmonalis dan sering menghinggapi

hati, paru, pleura, peritoneum, omentum, ovarium, tulang, kulit, otak, sumsum tulang dan kelenjar limfe. Penyebaran transluminal terjadi dalam dinding saluran suatu sistem seperti saluran napas saluran cerna dan saluran kemih. Sel lepas ke dalam lumen kemudian tertanam di satu atau beberapa. Implantasi sel kanker juga dapat terjadi di dalam rongga tubuh . Kanker telah menyusup ke lapisan serosa dapat melepaskan selnya ke dalam rongga tubuh misalnya pleura atau peritoneum lalu tersebar dan menimbulkan metastasis di tempat lain. Penyebaran iatrogen adalah penyebaran yang terjadi akibat tindakan medis. Misalnya karena masase, palpasi kasar atau tindakan dalam operasi sel kanker lepas sari tempatnya kemudian menyebar dan menimbulkan metastasis. Penyebaran iatrogen juga mungkin terjadi akibat kontaminasi lapangan operasi yang menimbulkan residif setempat.

BAB IV ETIOLOGI

Faktor penyebab kanker berbeda beda di berbagai negara. Yang berperan antara lain makanan dan peracunan diri. Selain itu karsinogen melalui makanan industri dan tindak kedokteran tetap mengancam. Infeksi masih memegang perananan penting di berbagai negara

IV.4.1 KARSINOGENESIS KIMIA Ada bahan kimia yang dikenal sebagai bahan yang bersifat karsinogenik . Diantara bahan itu ada yang merupakan bahan alami tapi ada juga yang sintentik atau semisintetik yang merupakan bahan dalam industry. Alfatoksin b1 suatu karsinogen alami adalah suatu mikotoksin yang berasal dari aspergillus flavus yang mudah tumbuh pada beberapa butir tanaman serealia atau tanaman kacang kacangan misalnya kacang tanah yang disimpan dalam susana lembab. Bahan ini merpakan promotor kuat bagi karsinoma hepatoseluler khususnya pada pengidap sirosis hati. Vinilklorida yang merupakan bahan dalam industri plastik dapat menginduksi angiosarkoma hepatitis terutama pada karyawan industri plastik sedangkan bahan antara pada industri bahan celup yaitu naftilamin adalah suatu karsinogen yang menimbulkan karsinoma kandung kemih. Benzoapiren suatu pencemar lingkungan yang terdapat dimana mana, berasal dari pembakaran.

IV.4.2 KARSINOGENESIS FISIK Sinar ionisasi ternyata dapat bersifat karsinogen. Pada akhir abad yang lalu sudah diketahui bahwa banyak pekerja industri radium menderita sarkoma tulang dan karsinoma paru.

IV.4.3 PERANAN HORMON Hormon dapat merupakan promotor terjadinya keganasan ini terbukti secara eksperimental maupun secara klinis. Pada hewan coba tikus, terbukti bahwa karsinoma uteri lebih mudah ditimbulkan jika pada tikus trsebut diberikan juga sediaan estrogen. Sementara itupemberiaan sediaan estrogen pada wanita pasca menopause mempengaruhi perkembangan karsinoma korpus uteri. Pemberian dietilstilbestrol yang lazim dilakukan untuk mencegah abortus pada beberapa dasawarsa yang lalu, mengakibatkan wabah karsinoma sel bening pada vulva dan vagina anak perempuan pada usia 15 tahun lebih. Selain itu terdapat cacat bawaan pada alat kelamin luar dan dalam pada anak-anak baik laki-laki maupun perempuan.

IV.4.4 KARSINOGENESIS VIRAL Saat ini dikenal empat keluarga virus yang berhubungan dengan terjadinya kanker pada manusia. Keganasan tersebut timbul pada orang dewasa maupun anak2 dan mengakibatkan mortalitas kira kira 25% dari jumlah kasus kanker baru di dunia. Virus tersebut antara lain dari keluarga retrovirus HTLV-1 yang menginfeksi limfosit T dan merasangnya untuk berpoliferasi dan menyebabkan leukemia sel T. Walaupun demikian dari mereka yang terinfeksi diperkirakan hanya 1% yang akan mengalami leukemia tersebut. Tahap induknya membutuhkan waktu 20-30 tahun. Virus lain adalah dari keluarga hepadna virus yaitu HBV yang sukar diperiksa karena hanya berkembang biak dalam hepatosit yang sukar dibiakkan Infeksi umumnya terjadi dari ibu ke anaknya. Jika janin terinfeksi HBV , kurang lebih 90% di antaranya akan mengidap seumur hidup.

Infeksi ini mengakibatkan terjadinya hepatitis yang cenderung menjadi sirosis hepatis dan karsinoma hepatoseluler. Human papilomaa virus HPV tipe 16,18 dan 31 yang berasal dari keluarga papilomavirus berhubungan erat dengan karsinoma genital. Infeksi HPV ini berhubungan dengan limfoma burkitt pada anak-anak dan adenokarsinoma nasofaring pada orang dewasa. Virus ini mudah berjangkit dari mulut ke mulut. Infeksi primer umumnya tidak bergejala pada anak-anak, tetapi menyabakan limfoma burkitt berlangsung 1-4 tahun, sedangkan karsinoma nasofaring kebanyakan menyerang penderita usia 40-50 tahun. Limfoma burkit terdapat endemik di daerah yang tinggi kejadian malaria kroniknya, misalnya di afrika dan irian, karena supresi imunitas akibat kerusakan sel T pada malaria pada karsinogenesis.

IV.4.5 FAKTOR GENETIK Faktor genetik tampaknya berperan dalam keganasan tertentu sehingga kanker ini ditemukan pada keluarga tertentu. Misalnya ada keluarga yang anggotanya banyak mengandung poliposis koli. Suatu penyakit familial yang cenderung menjadi maligna, Penyakit kanker yang familial atau yang diturunkan oleh faktor genetik kadang ditemukan misalnya pada kanker payudara dan kanker ovarium. Akan tetapi umumnya keganasan dalam suatu keluarga dipengaruhi oleh gaya hidup dan lingkungan ( faktor kimiawi dan faktor fisika).

BAB V GAMBARAN KLINIS

Kanker dapat tumbuh dimana mana dalam tubuh. Tetapi sebagian besar kanker tumbuh di tempat tertentu dalam tubuh. Pada laki-laki kanker banyak ditemukan di hati, paru, kulit, darah, kelenjar limfe dan nasofaring sedangkan pada perempuan di serviks, uterus, payudara, ovarium, kulit, hati dan paru

5.1 MANIFESTASI KLINIS Karsinoma primer mungkin tampak sebagai plakat, pembengkakan atau luka erosi atau ulkus. Kelainan primer ini tampak pada permukaan atau sering tidak bila terletak di alat dalam. Anak sebar atau metastasis tampil sebagai pembesaran kelenjar limfe atau benjolan di tempat lain. Bendungan pembuluh darah atau pembuluh limfe menjadi jelas sebagai limfedema atau hipertensi portal, sedangkan gangguan faal alatalat yang terserang kanker primer atau sekunder sering umpamanya diatesis hemoragik, paralisis otot dan gangguan faal hepar.

5.2 KELUHAN DAN TANDA KANKER Tidak ada keluhan spesifik yang menunjukkan adanya kanker dini. Pada kanker dini sering tidak ada keluhan atau tanda selama berapa tahun. Umumnya penderita merasa sehat tidak nyeri dan tidak terganggu dalam melakukan pekerjaan sehari-hari. Gangguan pada saluran cerna berupa sakit perut, rasa tidak enak pada perut, kadang mencret, kadang sembelit dan perut terasa kembung dapat disebabkan oleh kanker lambung, usus atau kolon dan rektum. Obstipasi atau perubahan kebiasaan defekasi merupakan gejala kanker

kolon dan rektum sedangkan perubahan kebiasaan berkemih merupakan gejala prostat atau kandung kemih. Suara yang berubah menjadi serak dan makin lama hilang dapat disebabkan oleh kanker laring atau gangguan nervus rekurens akibat kanker tiroid atau kanker paru. Pendarahan yang mencurigakan juga dapat keluar melalui vagina bisa juga melalui hidung atau nasofaring. Yang sering menjadi masalah ialah berak darah tanpa melakukan colok dubur, penderita diobati hemorrhoid sampai akhirnya kolorektum itu menjadi lanjut.

5.3 GEJALA DAN TANDA TUMOR PRIMER Gejala dan tanda tumor beraneka bergantung pada letak dan jenisnya. Tanda pertama sering merupakan benjolan atau pembengkakan misalnya di kulit, payudara, kelenjar gondok, mulut, otot atau alat dalam. Adanya tumor ini menunjukkan pertumbuhan progesif walaupun bertambah besarnya tidak jelas. Konsistensi umumnya padat atau keras karena karsinoma sebagai tumor biasanya mengandung jaringan ikat. Batas tumor ganas sering tidak tegas karena tumor umumnya tidak bersimpai selain juga menyusup ke struktur sekitarnya, permukaan tidak rata. Kadang tampak hipervaskularisasi di sekitar tumor. Umumnya kanker menyusup ke jaringan tempat tumbuh dan jaringan ke alat yang berdampingan. Jika infiltrasi ini mengandung banyak jaringan ikat akan terjadi pengerutan seperti yang terjadi pada jaringan parut. Udem sekitar tumor disebabkan oleh infiltrasi ke pembuluh limfe shingga terjadinya bendungan limfe setempat. Peau de orange merupakan limfudem setempat disertai pengerutan pembuluh limfe kulit karena infiltrasi karsinoma,

5.4 METASTASIS HEPAR Anak sebar di hati tampak sebagai hepatomegali, nodus tunggal atau nodus multiple yang dapat diraba pada palpasi. Ikterus umumnya timbul karena penekanan duktus koledokus atau duktus hepatikus oleh penyebaran kelenjar limfe. umumnya berasal dari karsinoma lambung atau karsinoma pankreas. Hipertensi portal yang terjadi karena bendungan sirkulasi hati dapat mengakibatkan ascites. Karsinoma yang beranak sebar di hepar ialah karsinoma kolon, rektum, payudara, ginjal, paru, ovarium dan melanoma maglinum.

PARU Penyebaran kanker ke paru dapat tunggal maupun muliple dan unilateral maupun bilateral.Anak sebar ini biasanya tidak menimbulkan keluhan atau gejala selama pleura dan bronkus belum terserang atau infiltrasi . Bila terkena gejalanya merupakan pneumonia. Kasinoma yang sering bermetastasis ke paru adalah melanoma maglinum, karsinoma payudara, ginjal, paru, kolon, dan rektum

TULANG Tulang juga sering mengalami metastasis . Metastasis ke tulang dapat menyebabkan osteolisis yang mungkin menyebabkan fraktur patologik, yaitu patah tulang spontan tanpa didahului kekerasan. Metastais osteoblastik mungkin berasal dari karsinoma prostat dan payudara.

SUMSUM TULANG Ke sumsum tulang dapat menyebabkan gangguan hemopoeisis sehingga terjadi eritropenia, leukopenia, trombositopenia atau pansitopenia dengan ancaman komplikasi anemia.

OTAK Metastasis ke otak menyebabkan segala tanda dan gejala seperti ditemukan tumor otak primer .

SARAF Gangguan sensibilitas, paresis, paralisi dan nyeri di berbagai tempat dapat disebabkan oleh anak sebar di saraf.

BAB VI TERAPI

Terapi bedah pada kanker dimaksudkan untuk menyembuhkan atau meringankan penderitaan si sakit. Keberhasilan terapi sangat tergantung pada jenis kanker dan penyebarannya.

6.1 PEMBEDAHAN Sekitar 75-80 % dari seluruh penderita kanker yang mungkin sembuh harus ditangani secara bedah untuk mengeluarkan seluruh kanker. Bedah kuratif merupakan terapi lokoregional. Penderita dapat sembuh jika kanker masih terbatas pada organ tempat tumbuhnya tumor primer (lokal) atau pada kelenjar limfe yang menyalir daerah atau organ itu (regional) . Operasi dapat dilakukan secara en bloc artinya daerah atau alat yang terserang tumor diangkat seluruhnya sekaligus bersama pembuluh kelenjar limfe regional. Contoh masektomi atau gastrektomi dengan lemfadenektomi. Pembedahan paliatif dilakukan untuk meringankan atau menghilangkan keluhan sehingga diharapkan peningkatan mutu hidup penderita. Contoh pembedahan paliatif adalah pengangkatan tumor yang mengakibatkan ileus atau pendarahan dalam saluran cerna. Operasi paliatif juga berguna untuk mengeluarkan tumor yang mengganggu pada penderita yang tidak dapat diradioterapi atau kemoterapi.

6.2 RADIOTERAPI Terapi sinar merupakan terapi setempat. Kepekaan sel terhadap sinar rontgen bergantung pada kecepatan pertumbuhan sel. Makin aktif dan cepat pertumbuhan

suatu jenis sel makin peka sel tersebut terhadap pengaruh radiasi. Tumor yang cukup sensitif karsinoma kulit basoseluler, seminoma, neuroblastoma. Radioterapi dapat diberikan sebagai terapi utama pada kasus kanker yang radiosensitif, kanker yang operasinya sukar, atau risiko operasinya sangat besar.

6.3 TERAPI SISTEMIK Terapi sitemik terdiri atas 3 golongan yaitu kemoterapi dengan sediaan sitostatik, terapi hormon dengan sediaan hormon atau antihormon dan terapi imun. Umumnya diberikan melalui saluran cerna atau melalui peredaran darah.

Kemoterapi Konsep kemoterapi pada neoplasma sama dengan kemoterapi pada infeksi yaitu membunuh sel kanker seperti halnya membunuh bakteri pada infeksi . Kanker yang cukup peka terhadap kemoterapi antara lain beberapa keganasan hemopoetik karsinoma testis, korio karsinoma dan beberapa sarkoma . Kemoterapi ini ada 3 kriteria yaitu sediaan yang menghalangi sintesis DNA, antimetabolit yang mengganggu sistem asam nukleat dan antibiotik antitumor yang juga menganggu sintesis DNA dan merusak inti sewaktu mitosis. Kemoterapi dipakai terutama secara kuratif dan adjuvan. Jarang dapat digunakan secara paliatif. Kemoterapi biasa diberikan selama masa terapi tiga sampai enam bulan.

Terapi hormonal Penggunaan sediaan hormon dapat mempengaruhi beberapa jenis keganasan. Karsinoma payudara, prostat, uterus, tiroid , ovarium dapat memperoleh manfaat dari terapi hormonal. Selain terapi hormonal dikenal juga terapi ablatif dengan mengeluarkan organ pembuat hormon sehingga faalnya ditiadakan misalnya pengangkatan ovarium anak ginjal dan hipofisis. Efek ablasi dapat juga dicapai dengan penyinaran sinar tembus ( ablasi radioterapik) misalnya untuk menghilangkan faal ovarium, testis, anak ginjal, dan hipofisis. Keuntungan pengobatan dengan sediaan antihormon ialah obat ini tidak disertai efek samping yang menganggu.

Terapi alternatif Sebab utama digunakan terapi alternatif karena rasa takut. Kadang pengobatan alternatif atau obat dukun dapat merugika n misalnya karena ada pantangan yang kurang bijaksana sehingga timbul kekurangan vitamin atau mungkin pula obat alternatif menimbulkan efek samping misalnya karena penggunaan obat tanpa memperhatikan dosisnya dan penyulitnya

Daftar Pustaka

1. Dejong, W., Sjamsuhidajat, R. (2005). Buku Ajar Ilmu Bedah. Jakarta:. 2. Goherty, G.M., Way, L.W. (2005). Current Surgical Diagnosis and Treatment 12th Edition. Callifornia: Mc Graw Hills Access Medicine.