Anda di halaman 1dari 8

Presentasi Kasus

Penyaji : Saifuldin Bin Suhaimee, S. Ked

Pembimbing : Dr. Nopriyati, SpKK

BAGIAN ILMU KESEHATAN KULIT DAN KELAMIN RSMH / FK UNSRI PALEMBANG 2013

HALAMAN PENGESAHAN

Presentasi Kasus :

Ulkus Piogenik

Telah diterima sebagai salah satu syarat menyelesaikan Kepaniteraan Klinik Senior (KKS) di Departemen Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya/Rumah Sakit Dr. Mohammad Hoesin Palembang periode 10 Juni 2013 s/d 15 Juli 2013

Palembang, Juni 2013

Mengetahui Pembimbing,

dr. Nopriyati. SpKK

Identifikasi Pasien Nama Jenis Kelamin Pendidikan Pekerjaan Alamat Tanggal Umur Status : Tn. M : Laki laki : SMA : Pensiunan PNS : Palembang : 11 Juni 2013 : 76 tahun : Duda

Anamnesis (autoanamnesis tanggal 11 Juni 2013, pkl. 11.30 WIB) Keluhan Utama: Pasien datang dengan keluhan koreng di punggung kaki kanan kisaran 1 minggu yang lalu. Riwayat Perjalanan Penyakit: Kisaran 2 bulan yang lalu pasien merasa gatal gatal di bekas tempat luka lama. Gatal dirasakan oleh pasien selama 2 pekan dan sering digaruk. Kemudian pasien merasa nyeri(minimal), kulit berubah menjadi merah dan bentol tidak ada di punggung kaki kanan dan terjadi luka lecet yang diperberat akibat pemakaian sepatu boot yang agak sempit oleh pasien. Luka tersebut semakin lama semakin membesar. Kisaran 1 bulan yang lalu pasien berobat ke Puskesmas dengan keluhan koreng di punggung kaki kanan sebesar uang logam. Koreng terasa nyeri dan tidak berbau. Kemudian pasien diberi suntikan dan obat (3 macam : putih panjang , bulat hijau , kuning besar di makan 3 x sehari), dan obat kompres yang di beri dari dokter umum. Luka tersebut di kompres dengan cairan kuning oleh dokter umum setempat. Luka dirasakan oleh pasien ada perubahan seperti hilangnya nyeri. Pasien kemudian berobat ke Poliklinik penyakit Kulit dan Kelamin Rumah Sakit Moh Husein. Riwayat Penyakit dahulu: Kisaran 10 tahun yang lalu pasien berobat ke rumah sakit Siti Khodijah dengan keluhan terdapat koreng, gatal dan bintil bening di punggung kaki kanan. Bintil bening tersebut lalu membesar dan pecah hingga menjadi luka yang besar. Kemudian pasien diberi obat di rumah sakit Siti Khodijah. Setelah itu luka sembuh dan menutup kembali seperti semula. Riwayat penyakit kencing manis ada sejak 15 tahun yang lalu tetapi pasien tidak berobat dan kontrol teratur.

Riwayat Penyakit Keluarga: Tidak didapatkan keluhan dengan koreng di punggung kaki kanan pada anggota keluarga lain. Riwayat Sosial Ekonomi: Pasien seorang pensiunan PNS. Pasien tinggal sendirian. Kesan ekonomi menengah.

Pemeriksaan Fisik A. Status Generalikus Keadaan Umum Kesadaran Tekanan Darah Nadi Pernafasan Suhu Tinggi Badan Berat Badan IMT :Tampak Sakit Ringan : Compos Mentis : 130/80 mmHg : 82x/menit : 20x/menit : 36,7 : 164 cm : 58 Kg : 21,4

B. Keadaan Spesifik

Kepala Mata : Konjingtiva anemis -/- , sclera ikterik -/Hidung : Tidak ada kelainan Telinga : Sekret -/Mulut : Erosi () Tenggorokan : Tonsil T1-T1 tenang Leher : Tidak ada kelainan Thorax Jantung : Murmur (-), Gallop (-) Paru-paru : Vesikuler (+), Ronkhi (-), Wheezing (-) Abdomen : Datar, lemas, bising usus normal Ekstremitas Superior : Edema -/-, deformitas -/Ekstremitas Inferior : Edema -/-, deformitas-/- , ulkus pedis dextra

C. Status Dermatologikus Regio dorsum pedis dextra : Ulkus, soliter, ukuran ulkus 3 x 4 x 0,3 cm, tepi irregular, bentuk lonjong, bagian dasar terdapat jaringan granulasi, bau (-), nyeri (-), indurasi (-), warna daerah sekitar lesi tampak hipopigmentasi. Pemeriksaan Dermatologi Pemeriksaan Laboratorium :: Swab Ulkus Uji kultur + resistance Preparat Gram

Ulkus, soliter, ukuran ulkus 3 x 4 x 0,3 cm, tepi irregular, bentuk lonjong, bagian dasar terdapat jaringan granulasi, bau (-), nyeri (-), indurasi (-), warna daerah sekitar lesi tamak hipopigmentasi. Pemeriksaan Gram

Hasil pemeriksaan gram dengan pembesaran 100x : Warna ungu, terdapat susunan streptococcus Kesan : Gram positif streptococcus

Resume Pasien Laki-laki usia 76 tahun seorang pensiunan PNS datang ke poliklinik Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin dengan keluhan utama koreng di punggung kaki kanan yang tidak sembuh sejak 2 bulan yang lalu. Saat 2 bulan yang lalu pasien merasa gatal gatal di bekas tempat luka lama. Gatal dirasakan oleh pasien selama 2 minggu dan sering digaruk. Kemudian pasien merasa nyeri, kulit berubah menjadi merah dan bentol tidak ada di punggung kaki kanan dan terjadi luka lecet yang diperberat akibat pemakaian sepatu boot yang agak sempit oleh pasien. Luka tersebut semakin lama semakin besar dan menggaung. 1 bulan yang lalu pasien berobat ke Puskesmas. Kemudian diberi suntikan, pil (3 macam pasien tidak tahu nama obatnya tapi di diskripsikan : putih panjang, bulat hijau, kuning besar di minum 3 x sehari), dan obat kompres yang di dapat dari dokter umum. Luka tersebut di kompres dengan cairan kuning oleh dokter umum setempat. Luka dirasakan oleh pasien ada perubahan seperti hilangnya nyeri. Pasien kemudian berobat ke Rumah Sakit Moh Husein. Pada 10 tahun yang lalu pasien berobat ke rumah sakit Siti Khodijah dengan keluhan terdapat koreng, gatal dan bintil bening di punggung kaki kanan. Bintil bening tersebut lalu membesar dan pecah hingga menjadi luka yang besar. Kemudian pasien diberi obat (pasien lupa obatnya) di rumah sakit Siti Khodijah. Setelah itu luka sembuh dan menutup kembali seperti semula. Status Generalikus: dalam batas normal. Status Dermatologikus regio dorsum pedis dextra : ulkus, soliter, ukuran ulkus 3 x 4 x 0,3 cm, tepi irregular, bentuk lonjong, bagian dasar terdapat jaringan granulasi, tidak menggaung, bau (-), nyeri (-), indurasi (-), warna daerah sekitar lesi tamak hipopigmentasi. Pemeriksaan Laboratorium: swab ulkus, Uji kultur + resistance dan Preparat Gram.

Diagnosis Banding

: Ulkus Piogenik Ulkus Tropikum

Diagnosis Penatalaksanaan Umum

: Ulkus Piogenik : Mengurangi tekanan pada dorsum pedis Mengatasi infeksi dan memperbaiki sensibilitas Menjaga gula darah

Khusus Topikal : Mupirocin ointment 2% 3 kali 1 hari selama 3-5 hari Sistemik : -Penisilin 25000- 100000 unit/kg/hari per oral 4 kali 1 hari selama 10 hari -Eritromisin 250-500 mg/kg/hari per oral 4 kali 1 selama 10 hari

Prognosis Quo ad vitam Quo ad functionam Quo ad sanationam : dubia : dubia : dubia