AgronobiS, Vol. 1, No.

2, September 2009

ISSN: 1979 – 8245X

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Produksi Kelapa Sawit (Elaeis quinensis Jack) dan Kontribusinya Terhadap Pendapatan Keluarga di Desa Makartitama Kec. Peninjauan Kab. OKU
Oleh: Septianita Abstract
The research aim to to know the factors influencing coconut production of sawit and to know contribution storey;level earnings of coconut farming of sawit. to earnings of family. The result of research indicate that from result analyse there is two variable having an effect on reality that is wide of seeds amount and farm while labour factor, fertilize herbicide and urea have an effect on do not reality. ursuant to research is also got that accepted earnings is farmer follow the example of coconut farming of sawit [in] countryside of Makartitama per hectare equal to Rp.7.718.341,66. Level of contribution earnings of farmer to earnings of farmer family follow the example of equal to Rp. 7.718.341,66 per year or 76,89%, while contribution earnings of farmer of other effort is equal to Rp. 1.245.183,33 per year or 12,41% and external earnings contribution of farming equal to Rp. 1.073.333,30 or 30,69%, with value of R/C equal to Rp 4,55 with the meaning that each;every Rp 1,00 production cost will give acceptance equal to Rp 4,55. Key words : Production, contribution, coconut farming of sawit, earnings of farmer, wide farm.

PENDAHULUAN Memasuki era orde baru, pembangunan perkebunan diarahkan dalam rangka menciptakan kesempatan kerja, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan sebagai sektor penghasil devisa negara. Sampai dengan tahun 1980 luas lahan mencapai 294.560 ha dengan produksi CPO sebesar 721.172 ton. Sejak saat itu lahan perkebunan kelapa sawit Indonesia berkembang pesat terutama perkebunan rakyat. Hal ini didukung oleh kebijakan pemerintah yang melaksanakan program perkebunan inti rakyat perkebunan (PIR-bun). Perkembangan perkebunan semakin pesat lagi setelah pemerintah mengembangkan program lanjutan yaitu PIR-Transmigrasi sejak tahun 1986. Program tersebut berhasil menambah luas lahan dan produksi kelapa sawit. Pada tahun 1990-an, luas perkebunan kelapa sawit mencapai lebih dari 1,6 juta hektar yang tersebar di berbagai sentra produksi, seperti Sumatera dan Kalimantan Potensial areal perkebunan Indonesia masih terbuka luas untuk tanaman kelapa sawit. Data dilapangan menunjukkan kecenderungan peningkatan luas areal perkebunan kelapa sawit khususnya perkebunan rakyat. Pertumbuhan perkebunan rakyat pada periode tiga puluh tahun terakhir mencapai 45,1% per tahun, sementara real perkebunan negara tumbuh 6,8% per tahun, dan areal perkebunan swasta tumbuh 12,8% per tahun (Fauzi, 2002). Usahatani kelapa sawit di desa Makartitama Kecamatan Peninjauan Kabupaten Ogan Komering Ulu baru mulai berkembang dan diminati oleh masyarakat, hal ini ditunjukan dari luas lahan dan produksi masih kecil. Hasil produksi yang diperoleh dari tahun 2002-2003 dari

) Dosen Tetap Prodi Agribisnis FP Universitas Baturaja

Septianita, Hal; 78 - 85

78

sehingga dapat dijadikan sebagai bahan informasi bagi yang berkepentingan dan sebagai tambahan pustaka dan bahan acuan untuk peneliti selanjutnya. b) untuk mengetahui tingkat kontribusi pendapatan usahatani kelapa sawit.85 79 . Dikatakan efektif bila petani dapat mengalokasikan sumber daya yang mereka miliki dengan sebaik-baiknya. September 2009 ISSN: 1979 – 8245X bertambahnya lahan meningkat sebesar 155. dan. Faktor produksi memang sangat menetukan besar kecilnya produksi yang diperoleh. dan efisien bila pemanfaatan sumber daya tersebut menghasilkan pengeluaran (output) yang melebihi pemasukan (input) (Soekartawi. No. b) diduga usahatani kelapa sawit menguntungkan dan dapat memberikan kontribusi yang besar terhadap pendapatan keluarga. 78 . Tolak ukur penilaian keuntungan suatu usahatani. pupuk dan pestisida adalah faktor produksi yang penting). antara lain dapat dilihat dari R/C (Return Cost Ratio) yaitu pembagian antara nilai R/C>1. Sedangkan kegunaan dari penelitian ini memberikan gambaran mengenai keadaan usahatani kelapa sawit di Desa Makartitama. b) berapa besar tingkat kontribusi usahatani kelapa sawit terhadap pendapatan keluarga? Adapun tujuaan penelitian ini adalah. makin tinggi nilai R/C ini menunjukkan suatu tingkat penerimaan untuk setiap rupiah yang dikeluarkan dalam proses produksi (Hernanto. berpengaruh nyata terhadap produksi kelapa sawit. Berdasarkan uraian di atas. terhadap pendapatan keluarga.600 ton/tahun dan peningkatan hasil produksi perkebunan masyarakat Desa Makartitama yang mengalami peningkatan pesat pada tahun 2006-2007 sebesar 1. masalah dalam penelitian ini adalah. a) faktor-faktor apa yang mempengaruhi produksi kelapa sawit? Dan. 1. Faktor produksi adalah semua korbanan yang diberikan atau dikeluarkan dalam suatu proses produksi untuk memperoleh hasil produksi (Soekartawi. 2. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah. Vol. 1994). 1990). TINJAUAN PUSTAKA Usahatani diartikan sebagai kegiatan mengalokasikan sumberdaya yang ada secara efektif dan efisien dengan tujuan untuk memperoleh keuntungan yang tinggi pada waktu tertentu. Meningkatnya hasil produksi kebun sawit masyarakat Desa Makartitama disebabkan meningkatnya minat masyarakat untuk berkebun sawit. Keuntungan merupakan selisih antara yang dikeluarkan dengan penerimaan yang diperoleh dalam suatu kegiatan produksi pertanian. Jumlah keuntungan dan cara menggunakan inilah yang menentukan tarif hidup petani (Soeharjo dan Patong. Desa Makartitama salah satu desa yang ada di kecamatan Peninjauan yang mengusahakan tanaman tahunan khususnya kelapa sawit karena topografi dan kelembaban yang dikehendaki tanaman tersebut terpenuhi serta memiliki lahan cukup subur. berbagai pengalaman menunjukkan faktor produksi lahan. Karena itu tingkat produksi tentulah dipengaruhi oleh berbagai faktor terutama tingkat penggunaan sarana produksi. tenaga kerja dan modal.003. 1973). sedangkan faktor produksi tenaga kerja. tenaga kerja. Dengan berusahatani tanaman kelapa sawit dalam jumlah yang lebih banyak serta melakukan perawatan yang benar.200 ton/tahun. Septianita. penghasilan yang kecil itu pasti akan meningkat. Peningkatan produksi pada jumlah tertentu akan mempengaruhi motivasi petani dalam mengusahakan tanaman kelapa sawit secara kontinyu.AgronobiS. modal (benih. pupuk urea dan herbisida berpengaruh tidak nyata terhadap produksi kelapa sawit. Hal. a) untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi produksi kelapa sawit. Faktor produksi yang penting mempengaruhi produksi antara lain : lahan. bibit. a) diduga penggunaan faktor-faktor produksi luas lahan. 1995).

Metode penarikan contoh dalam penelitian ini digunakan metode SimpleRandom Sampling. 2. 78 . Sampel yang diambil sebanyak 30 orang petani kelapa sawit dari 130 orang petani yang melakukan usahatani kelapa sawit.. No. dimana seluruh petani kelapa sawit yang menjadi satuan kasusnya. maka pendapatan petani merupakan pedoman untuk menilai apakah usahataninya berhasil atau belum bagi keluarganya (Hadisapoetra..UTK x 100 % P. . September 2009 ISSN: 1979 – 8245X Pendapatan petani adalah terdiri dari berbagai usaha yang dilakukannya sebagian penerimaan dari usahatani yang tenaga kerjanya berasal dari keluarganya sendiri. secara matematis rumus sebagai berikut : Untuk menyederhanakan perhitungan. Hal. 1983). X2. Untuk mengetahui besarnya sumbangan pendapatan petani dari usahatani kelapa sawit terhadap pendapatan keluarga dapat dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut: % UTK= P. maka model tersebut ditransformasikasi dalam bentuk linear sehingga bentuknya menjadi: Y = Lnα + β1LnX1 + β2LnX2 + β3LnX3 + β4LnX4 + β5LnX5 Dimana : Y = Produksi (kg/tahun) X1 = Luas lahan (lg) X2 = Tenaga Kerja (HOK) X3 = Bibit (batang) X4 = Pupuk Urea (kg/tahun) X5 = Herbisida (ltr/tahun) βi = Koefisien regresi masing-masing faktor produksi α = Intersep (konstanta) Untuk mengetahui pengaruh variabel bebas (X1.Total METODE PENELITIAN Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus (case study).85 80 .. X5) secara bersama-sama terhadap variabel variabel terikat (Y) dilakukan dengan uji F. KTP Fhitung  KTT Di mana : KTP = Kuadrat tengah parameter KTT = Kuadrat tengah total Sedangkan untuk menguji hipotesis kedua yaitu pertama-pertama menggunakan perhitungan sebagai berikut : Pd = Pn – Bp Pn = P + H Bp = Bt + Bv Septianita. Data yang diperoleh dilapangan terlebih dahulu dikelompokkan. kemudian diolah secara tabulasi. untuk menguji hipotesis pertama menggunakan faktor produksi Coob Douglass. Selain itu petani Indonesia umumnya menggunakan sebagian usahataninya untuk memenuhi keperluan rumah tangga. 1.AgronobiS. Penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober sampai dengan Nopember 2007. Vol.

pemupukan. 78 . usahatani menguntungkan C R = 1. 1. usahatani mengalami kerugian C Untuk menghitung sumbangan pendapatan petani dari usahatani kelapa sawit terhadap pendapatan keluarga digunakan rumus sebagai berikut : P. Tenaga kerja tersebut digunakan untuk kegiatan pengolahan lahan. Faktor Produksi Berdasarkan dari hasil penelitian diketahui bahwa luas rata-rata lahan petani contoh pada usahatani kelapa sawit di Desa Makartitama berkisar antara 2 – 3 hektar dengan luas lahan rata-rata 2 hektar. Hal. 2.UTK : pendapatan usahatani kelapa sawit P. Menurut Soekartawi (1995). Bibit yang mereka gunakan sebagian besar varitas DxP yang dibeli dari perkebunan PT.AgronobiS. No.Total : total pendapatan HASIL DAN PEMBAHASAN A. Total Dimana : % UTK : persentase pendapatan usahatani kelapa sawit P. Tanaman kelapa sawit dapat di perbanyak dengan biji (generatif) atau dengan t kultur jaringan (vegetatif).UTK % UTK  x 100 % P. penyiangan. B. Identitas Petani Contoh Dari 30 petani contoh sebagian besar petani contoh di desa Makartitama diketahui umurnya berkisar antara 32 tahun sampai 55 tahun. untuk menghitung tingkat keuntungan dapat digunakan rumus sebagai berikut : R  Penerimaan C Biaya Produksi Dimana : R > 1. Perkebunan Minanga Ogan. Vol. penanaman. penyemprotan dan panen. Tenaga kerja yang digunakan petani contoh untuk kegiatan usahatani kelapa sawit menggunakan tenaga kerja dari dalam keluarga dan tenaga dari luar keluarga. September 2009 ISSN: 1979 – 8245X Di mana : Pd Pn Bp P : Pendapatan (Rp/ha) : Penerimaan (Rp/ha) : Biaya Produksi (Rp/ha) : Produksi (kg/ha) H Bt Bv : Harga Jual (Rp/kg) : Biaya tetap (Rp/ha) : Biaya Variabel (Rp/ha) Selanjutnya untuk menghitung tingkat keuntungan dari usahatani kelapa sawit dapat dilihat dari perbandingan antara penerimaan dengan total biaya produksi yang dikeluarkan. Status kepemilikan tanah adalah milik sendiri. usahatani tidak mengalami keuntungan dan kerugian (BEP) C R < 1.85 81 . Perbanyakan generatif banyak memiliki kendala yaitu bahan bibit yang Septianita.

Pengaruh Penggunaan Faktor Produksi Terhadap Produksi Kelapa Sawit Faktor-faktor produksi yang diidentifikasi dapat mempengaruhi produksi usahatani kelapa sawit adalah luas lahan (X1). No.100)tn (295. sedangkan F hitung sebesar 1289.013) (0. 1.0. 78 . Vol. Pupuk Urea (X4).267 ln X3 + 0.859) (0.001 ln X5 Se = (3. pupuk urea dan herbisida berpengaruh tidak nyata. Pemberian herbisida dilakukan petani sesuai dengan kebutuhan dan keadaan hama penyakit yang menyerang. C. tenaga kerja (X2).000 menunjukkan bahwa sekitar 100. Septianita. Sedangkan jika memakai bibit dari kultur jaringan akan mendapatkan hasil yang baik karena dengan kultur jaringan dapat mengatasi masalah kesulitan perkecambahan.00 persen variabel dependen dapat dijelaskan oleh variabel independent. Hasil analisis regresi linier berganda dari fungsi produksi diperoleh model persamaan estimasi dalam bentuk transformasi regresi linier sebagai berikut : Ln Y = -1. Mengenai dosis penggunaan pupuk petani contoh menghabiskan pupuk dalam satu hektar rata-rata 100 kg pada masa tanam dengan harga rata-rata perkilogramnya Rp 1.179)tn (-. Pupuk Urea merupakan pupuk anorganik yang digunakan oleh petani contoh pada usahatani kelapa sawit.. Hal. dan Herbisida (X5).008) (0.AgronobiS.500. Berdasarkan hasil penelitian bahwa herbisida yang digunakan oleh petani contoh adalah herbisida.Penggunaan herbisida bertujuan untuk mengendalikan gulma dan penyakit yang mungkin menyerang pada tanaman kelapa sawit.85 82 . karena elastisitasnya lebih dari satu dari segi efesiensi terlihat bahwa tingkat penggunaan lahan pada usahatani kelapa sawit yang berarti dengan penambahan faktor tersebut akan meningkatkan produksi. Klon yang digunakan oleh petani contoh adalah jenis varitas DxP.67)** (.249 ln X1 .470)** (-.01 R2 = 1.117 n = 30 Analisis fungsi produksi tersebut memperlihatkan bahwa nilai koefisien determinasi (R2) tinggi yaitu 1.003ln X2 + 2.093)tn Keterangan : ** Nyata pada taraf uji  0.0. 2. September 2009 ISSN: 1979 – 8245X akan diperoleh terbatas dan bervariasi.000 tn = tidak nyata Fhitung = 1289.249 berarti penambahan satu persen input luas lahan dan meningkatkan produksi sebesar 1724. terutama pada jenis atau varietas yang agak sulit dikecambahkan.000 + 17. Untuk menganalisa pengaruh penggunaan faktor produksi terhadap produksi kelapa sawit digunakan fungsi produksi Cobb Douglas yang digunakan untuk mengestimasi pengaruh faktor-faktor variabel independen terhadap variabel dependen. Berdasarkan hasil analisa ada dua variabel yang berpengaruh nyata yaitu luas lahan dan jumlah bibit sedangkan faktor tenaga kerja. bibit (X3). Untuk lebih jelasnya pengaruh dari masing-masing variabel independen terhadap produksi kelapa sawit dapat di interprestasikan sebagai berikut : Luas lahan ( X1 ) Faktor produksi ini berpengaruh nyata terhadap produksi dengan koefisien regresi produksi sebesar 17.117 artinya secara bersamaan faktor-faktor dari variabel independen yang diikutsertakan dalam model mempengaruhi variabel dependent.002ln X4 .027) (0.141) Thitung (4.5 persen.

jika ditinjau dari elastisitasnya lebih dari satu (0<EP<1) yang berarti penambahan bibit meningkatkan produksi sebesar 226.sedangkan biaya variabel terdiri dari biaya penggunaan benih. Ratarata penerimaan pada petani contoh adalah pada panen pertama Rp 2.2 persen jika ditinjau dari elastisitasnya kurang dari satu namun lebih dari nol yang berarti dengan penambahan faktor produksi pupuk akan berpengaruh dalam meningkatkan produksi.100. Pendapatan petani contoh usahatani kelapa sawit di desa Septianita.331.AgronobiS.003 berarti penambahan satu persen input tenaga kerja akan menurunkan produksi sebesar 0.740.85 83 . Faktor produksi ini berpengaruh tidak nyata terhadap produksi.335..56 dengan harga jual Rp 550/ Kg. Faktor produksi ini berpengaruh tidak nyata terhadap produksi. dalam tiap satu hektar. pestisida. Total biaya biaya produksi Rp. 2.83 Kg per hektar.173.985. September 2009 ISSN: 1979 – 8245X Tenaga Kerja ( X2 ) Koefisien regresi dari faktor produksi ini sebesar -0. pada masa panen pertama kali atau 17. dan ini berarti penerimaan rata-rata setiap petani contoh dalam produksi tahun pertama mendapat penerimaan sebesar Rp 9.83 kg.1.266. Tingkat Keuntungan dan kontribusi Usahatani Kelapa Sawit Terhadap Pendapatan Keluarga Dari hasil penelitian yang dilaksanakan di Desa Makartitama diketahui rata-rata produksi usahatani kelapa sawit petani contoh adalah 1498.3 persen.67 atau setiap bulannya Rp 824. 78 . 2. Biaya tetap terdiri dari biaya penyusutan alat besarnya Rp. Jika ditinjau dari elastisitasnya kurang dari satu namun lebih dari nol (0<EP<1) yang berarti penggunaan faktor produksi tenaga kerja sudah maksimal.925.1 persen. dan upah untuk membayar tenaga kerja sebesar Rp.94 Kg dalam setahun /ha dan ini berarti setiap petani contoh rata-rata mendapatkan hasil produksi dalam setiap bulannya mendapat lebih kurang 1. 1.7 persen. Penggunaan herbisida sangat tidak terlalu penting dalam peningkatan produksi kelapa sawit D.002 berarti penambahan satu persen pupuk urea akan menaikkan produksi sebesar 0.000. Herbisida ( X5 ) Koefisien regresi dari faktor produksi herbisida sebesar -0.7 persen maka asumsi pengunaan faktor produksi bibit perlu ditambah dalam upaya peningkatan hasil produksi.498. Biaya produksi yang dikeluarkan oleh petani contoh pada usahatani kelapa sawit terdiri dari biaya tetap dan biaya variabel. Hal.892. No.842. sehingga dengan penambahan tenaga kerja malah menurunkan produksi.001 berarti penambahan satu persen input herbisida akan menurunkan produksi sebesar 0. Pupuk Urea ( X4 ) Faktor produksi ini berpengaruh tidak nyata terhadap produksi kelapa sawit dengan koefisien regresi produksi sebesar -0.267 berarti penambahan satu persen bibit akan meningkatkan produksi sebesar 226. Pendapatan usahatani kelapa sawit adalah selisih antara penerimaan dan biaya total produksi yang digunakan. pupuk. Vol.825. Bibit ( X3 ) Faktor produksi bibit berpengaruh sangat nyata terhadap produksi dengan koefisien regresi produksi sebesar 2.

3.341.00. Tabel 1.30 atau sebesar 30.341.183.1.Rp 2.858. Septianita.89 12. 2007 No 1 2 3 4 5 6 7 Uraian Produksi (kg) Harga (Rp) Penerimaan (Rp) Biaya Produksi (Rp) Pendapatan Biaya Hidup sehari-hari(Rp/th) Pendapatan bersih Jumlah (Rp/th) 17.717.94 kg Rp 550.66.718.718.89 persen.33 per tahun atau sebesar 12.717.66.001. 2.3 10.Rp 3.69%.66.66 per tahun atau sebesar 76. Hal. 2007 No 1 2 3 Uraian Usahatani kelapa sawit Usahatani lain Luar usaha tani Pendapatan 7.000.000 selama masa proses produksi sebesar Rp. No.073.41 30.173. Kontribusi Pendapatan Usahatani Kelapa Sawit Terhadap Pendapatan Keluarga Petani Contoh di Desa Makartitama.925.Rp 4.036.85 84 . September 2009 ISSN: 1979 – 8245X Makartitama perhektar sebesar Rp.892.341.55.00.001.266.245. sedangkan sumbangan pendapatan petani dari usaha lain adalah sebesar Rp. Tabel 2.073.985.- Besarnya kontribusi pendapatan petani pada usahatani kelapa sawit terhadap pendapatan keluarga petani contoh adalah sebesar Rp.69 100 % Berdasarkan perhitungan dari hasil penelitian dapat diketahui bawa nilai R/C sebesar Rp 4.33 1. dapat dilihat pada tabel 2.66 1.7.341. Vol.41 persen dan sumbangan pendapatan luar usahatani sebesar Rp. Pendapatan Petani Contoh Usahatani Kelapa Sawit di Desa Makartitama Perhektar Pertahun.341. 78 . 1.333.67. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pendapatan petani dari usahatani kelapa sawit di desa Makartitama memberikan kontribusi yang besar terhadap pendapatan keluarga petani. 7.333.245.Rp 9. Sedangkan pendapatan total bersih yang diterima petani adalah pendapatan bersih dikurangi dengan biaya hidup sehari-hari Rp. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel 1.29 Prosentase (%) 76.718.4. Dari hasil analisis tersebut dapat diketahui bahwa usahatani kelapa sawit yang dilakukan oleh petani di Desa Makartitama menguntungkan.55 yang artinya bahwa setiap Rp 1.718.00 biaya produksi akan memberikan penerimaan sebesar Rp 4.1.183.00. Semakin besar keuntungan yang diperoleh dalam berusahatani hal ini akan mendorong/memotivasi petani untuk melakukan kegiatan usahatani tersebut.Rp 7.66.AgronobiS.341.

7.2002. Faktor produksi luas lahan. Pers Soekartawi. Ilmu Usahatani. 2. September 2009 ISSN: 1979 – 8245X SIMPULAN DAN SARAN A. dan. No. 2.216 ini didapat dari pendapatan lain seperti berdagang. Hal. dkk. dan menanam tanaman yang lain misalnya sayuran. Usahatani kelapa sawit memberikan hasil yang nyata terhadap pendapatan keluarga dilihat dari hasil perhitungan dengan R/C. Biaya dan Pendapatan Dalam Usahatani. B. Faktor produksi tenaga kerja. Sendi-sendi Pokok Ilmu Usahatani. Rajawali. Simpulan Berdasarkan pada hasil penelitian yang dilakukan maka dapat ditarik suatu kesimpulan sebagai berikut : 1. 2. Pendapatan keluarga rata-rata sebesar Rp. Bogor: Departemen Ilmu Sosial Ekonomi Pertanian. pupuk urea dan herbisida berpengaruh tidak nyata terhadap produksi kelapa sawit. dan. Budidaya Pemanfaatan Hasil dan Limbah Analisis Usaha dan Pemasaran Kelapa Sawit. Untuk lebih meningkatkan hasil produksi kelapa sawit maka perlu meningkatkan penggunaan faktor-faktor produksi seperti luas lahan. Jakarta: Penebar Swadaya Hadisapoetra. 1983. Jakarta: Penebar Swadaya Soeharjo dan Patong.66 ha/th atau 76.718. Edisi Revisi.89 persen. Jakarta: Rajawali Pers Septianita.904.757. berpengaruh sangat nyata terhadap produksi kelapa sawit. bibit.AgronobiS. Yogyakarta: Departemen Tenaga Kerja. 1. Teori Ekonomi Produksi. Pembangunan Pertanian. Kontribusi pendapatan petani pada usahatani kelapa sawit terhadap pendapatan keluarga petani contoh adalah sebesar Rp. DAFTAR PUSTAKA Fauzi. Vol.85 85 . 1990.341. Fakultas Pertanian IPB Soekartawi. Fakultas Pertanian Universitas Gajah Mada Hernanto. Saran 1. 9. Diharapkan adanya pembinaan dari pemerintah melalui penyuluh pertanian mengenai budidaya dan peningkatan hasil produksi usahatani kelapa sawit dalam rangka peningkatan kesejahteraan masyarakat petani khususnya petani kelapa sawit . bibit. Jakarta: CV. 78 . 1973. 1983. pupuk dan ditambah peningkatan pengetahuan dan keterampilan tenaga kerja petani kelapa sawit dalam mengusahakan usahatani agar lebih maksimal. Yan. 1995.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful