BAB I PENDAHULUAN

Kondisi yang terus - menerus berubah menyebabkan banyak sekali sumber tekanan, frustasi dan konflik yang menimbulkan stres fisik dan mental. Kesembuhan klien dipengaruhi perilaku kepatuhan terhadap program pengobatan. Perilaku kepatuhan klien gangguan jiwa dipengaruhi oleh faktor support system keluarga, pengetahuan, ketersediaan fasilitas atau keterjangkauan fasilitas kesehatan dan sikap petugas. Tugas Home Visit Psikiatri ini merupakan salah satu kegiatan yang digunakan untuk lebih mendekatkan para Dokter Muda dengan lingkungan yang menjadi tempat tinggal pasien, serta berinteraksi langsung dengan masyarakat agar dapat mengetahui berbagai faktor yang berhubungan dengan pasien yang bertujuan untuk mempelajari lebih lanjut faktor yang mempengaruhi kesembuhan pasien. Identifikasi faktor tersebut diperoleh melalui data keluarga pasien dan lingkungan sekitar pasien yang berpengaruh besar terhadap keberhasilan pengobatan terhadap pasien, sehingga dari hasil yang diperoleh bisa direncanakan berbagai intervensi yang cukup kiranya untuk dilakukan sehingga dapat membantu mempercepat proses kesembuhan dari pasien. Kasus yang dipilih oleh penulis yaitu kasus dari Ny.Anna Anggraeni dengan diagnosa Schizofrenia Hebefrenik episode Berkelanjutan (F20.10). Dengan melakukan Home Visit psikiatri terhadap pasien Ny.Anna Anggraeni, diharapkan bisa didapatkan faktor - faktor apa saja dari keluarga dan lingkungan yang berperan besar terhadap proses kesembuhan pasien.

1

BAB II ISI

I. STATUS PASIEN Sdr. M. Hariyadi, umur 29 tahun berdomisili di Desa Polowijen No. 350 Malang Jawa Timur. Saat ini pasien sedang menjalani program pengobatan rawat jalan di Poli Kedokteran Jiwa di RSJ Dr.Radjiman Wediodiningrat Lawang dengan diagnosa Schizofrenia Hebefrenik Episode Berkelanjutan. Pada hari Sabtu tanggal 21 Agustus 2010 pukul 10.00 WIB dilakukan kunjungan oleh Dokter Muda ke tempat tinggal pasien yaitu sebuah rumah di dalam sebuah gang yang cukup tenang dan terletak di lingkungan pinggiran kota. Kemudian kami lakukan anamnesis dan pemeriksaan terhadap pasien sehingga didapatkan data mengenai status pasien sebagai berikut :

1.1 IDENTITAS PASIEN  Nama  Umur  Jenis Kelamin  Tempat/ Tgl Lahir  Agama  Suku/ Bangsa  Status marital  Pendidikan terakhir  Pekerjaan terakhir   Waktu Pemeriksaan  : Islam : Jawa/ WNI : Belum Menikah : Perguruan Tinggi (tidak lulus) : Swasta (Pelukis) Alamat Pasien saat ini : Desa : Sdr. M. Hariyadi : 29 tahun : Laki - laki : Malang, 03 Juli 1981

Polowijen No. 350 Malang Jatim : 21 Agustus 2010 (pukul 10.00 WIB) Tempat Pemeriksaan : Desa Polowijen No. 350 Malang Jatim

2

 Pasien marah dengan membanting barang – barang (piring. Auto-Anamnesis (21 Agustus 2010) : (Saat kami datang Sdr. 3 .I.  Pasien mengaku sering mendengar suara – suara seperti membisiki sesuatu ± sejak 2 tahun yang lalu dan suara tersebut laki – laki namun tidak begitu jelas terdengar.  Pasien mengaku sering marah – marah sejak ± 2 tahun yang lalu karena kesal sering tidak dihiraukan dan dicuekin oleh keluarganya dan menurutnya keluarganya sering menceritakan urusan pribadi pasien kepada tetangga sekitar. dll).2 ANAMNESIS A. membakar baju – bajunya dan juga pernah akan membakar rumahnya sendiri. Keluhan utama : Marah . gelas. tapi lupa tanggal dan jam berapa.    Pasien dapat menyebutkan nama nama. Dan pasien mengatakan suara – suara yang sering terdengar biasanya saat Pasien berada sendiri di dalam kamar. Pasien dapat menyebutkan bulan dan tahun sekarang dengan benar dan lancar. Pasien mengetahui bahwa dia dibawa ke RS dan tahu diantar oleh keluarganya (Ayah dan Ibunya).  Pasien tidak pernah melihat bayangan – bayangan hitam atau putih disekitarnya.marah (saat di bawa ke Poli RSJ Lawang) B. Setelah dipanggil oleh ibu dan ayahnya dan memberitahukan keberadaan kami sebagai Dokter Muda yang sedang mendapat tugas dari RSJ Lawang. Hariyadi keluar dari kamar dan dengan ramah menyalami kami satu persatu). (Anamnesis saat di Poli RSJ Lawang). Hariyadi sedang duduk santai di dalam kamar. kemudian Sdr. namun pasien tidak mengerti kenapa dibawa ke RS. umur dan alamat dengan benar dan lancar ketika ditanya.

 Pasien bila ditanya menjawab dengan jelas namun dengan nada menyeringai. pasien merasa sangat kecewa. kalau buat dibaca ya jangan di foto. Menurut Pasien membakar lukisannya karena ada yang menyuruhnya lewat suara – suara yang sering didengarnya. Pasien ketawa sambil bilang “konyol”.  Pasien mengaku sudah 2 tahunan ini kegiatan sehari – hari menulis konsep untuk kepentingan kemanusiaan dan negara. Kami (Dokter Muda) waktu berkunjung disana juga ditunjukkan hasi konsep yang sdr. Suara-suara itu juga menyuruh pasien untuk membakar konsep-konsep yang telah di buatnya.  Pasien bila sering diberi pertanyaan. Pasien sempat menanyakan kepada kami (Dokter Muda yang memakai jilbab) 4 . bila jawaban kurang berkenan dihadapannya. Kemudian berbalik bertanya pada Dokter Muda. konyol” (dengan senyum menyeringai)  Selain sering menulis konsep.  Pasien mengaku lukisan yang dibuat jumlahnya sudah banyak dan ada yang dibakar. namun tidak dibayar dan lukisan tersebut malah dibawa lari oleh temannya.  Pasien mengaku ± 2 tahun yang lalu pernah menjual beberapa lukisannya sebesar 10 juta. awalnya mau menjawab namun lama – kelamaan Pasien risih dan ingin segera meninggalkan tempat. Pasien: “ konsep dibikin buat apa? ”(dengan membusungkan dadanya) DM : “ buat di baca ” Pasien: ” ya sudah. namun tidak menemukannya. Pasien mengaku punya hobby melukis sejak sekolah SD. Hariyadi buat. namun kami tidak bisa mengambil fotonya karena pasien marah. (Sambil sekali – sekali Pasien menyengirkan sudut bibirnya). Pasien juga melukis. tapi ada juga lukisan alat kelamin laki – laki dan perempuan. pasien melukis macam-macam. Pasien sudah mencari temannya yang membawa lukisannya sampai ke Surabaya.

Pasien mandi 4 kali sehari. Yang orang tua pasien tahu sejak 2 tahun yang lalu mulai ada perubahan pada diri sang anak. Selain itu Pasien juga suka membakar kertas – kertas konsepnya dan baju miliknya. kemudian oleh mantri diberi obat suntik dan obat minum. Sejak 2 minggu ini Pasien tidak mau makan. karena komi beragama islam” Pasien: “kalau cuma buat agama ya pakai karung aja. selalu nampak gelisah. di Al-Qur’an juga tidak ada perintah” (sambil senyum menyeringai)  Pasien mengaku pernah bekerja di mebel sebagai karyawan selain melukis. Orang tua tidak tahu apa permasalahan yang membuat Pasien marah dan membuat Pasien mengamuk sedemikian tidak terkontrol emosinya. Pasien sudah pernah dibawa berobat ke mantri setelah mengamuk 4 kali. Oleh keluarga tiap kambuh Pasien dibawa berobat ke mantri dan sudah diberikan 5 .   Pasien mengaku sejak ± 1 tahun ini. saat mau bangun tidur merasa tiba – tiba kaki bergetar sendiri. Pasien dirasakan sering marah – marah dan mengomel sendiri serta cenderung lebih sering mengurung diri di dalam kamar dan sibuk menulis sesuatu dikertas. dan baju milik keluarganya. kan sama aja. Pasien bilang tidak mau di foto dan tampak berlari ketakutan ketika kami akan mengambil gambar bersamanya. Hetero-Anamnesis (Ayah dan Ibu kandung) 1. tapi pasien sempat dikecewakan temannya karena ada keraan yang harusnya jadi miliknya tapi diambil temannya.Pasien: “Untuk apa pakai jilbab?” DM: “perintah agama mas. tertawa – tawa dan berbicara sendiri. bisa sembuh dan beraktivitas kembali. sehari hanya makan sekali itupun kalau dipaksa oleh keluarga. C. Rincian Keluhan Utama : Ayah kandung pasien bercerita bahwa pasien sejak 2 minggu yang lalu sering marah – marah (mengamuk) dan suka memecahkan barang – barang serta mengancam akan menyembelih ibunya dan memotong ibunya menjadi 4 bagian.

Pasien sempat mau meminum baygon dan tiner namun keluarga berhasil memergoki dan mencegah Pasien. kambuh pertama ± 2 tahun yang lalu. Gejala lain yang menyertai Keluhan Utama : (Saat dibawa ke RSJ Lawang dan belum mendapat terapi) Tertawa sendiri Berbicara sendiri 3. mudah marah dan nafsu makan menurun. Kira – kira 1 tahun lalu Pasien pernah dibisikin oleh suara – suara yang menyuruh untuk minum baygon dan tiner. 2. Di waktu yang sama pacar Pasien meninggal. gampang tersinggung. Riwayat kejang disangkal Riwayat kecelakaan dan trauma kepala disangkal 6 .obat suntik dan obat minum selama 6 bulan sampai sebelum dibawa ke RSJ Lawang. dibawa berobat ke mantri diberi obat suntik dan obat minum selama 6 bulan sembuh dan bisa beraktivitas normal. Dua tahun yang lalu Pasien menjual lukisannya kepada seseorang seharga 10 juta tetapi sampai sekarang belum dilunasi. begitu pula dengan kekambuhan yang berikutnya. Nampak kebingungan. Peristiwa terkait dengan Keluhan Utama : 2 tahun lalu hasil lukisan dijual tetapi tidak dibayar 2 tahun yang lalu pacarnya meninggal Masalah ekonomi keluarga 5. Gejala Prodormal : Cenderung lebih mudah marah. Riwayat Penyakit Dahulu : Pasien sempat 4 kali kambuh. selain itu Pasien juga terbelit masalah ekonomi keluarga karena pekerjaan tidak menentu. 4.

Berasal dari keluarga dengan tingkat ekonomi menengah ke bawah. Hariyadi lahir di rumah ditolong oleh dukun bayi. Persalinan dan Perkembangan Anak : Ibu pasien hamil Sdr. Pasien pernah bekerja sebagai pelukis dan pengecat mebel. teman dan tetangga kurang baik. Px 7 . dari kecil selalu dimanja dan dituruti permintaannya. Sejak kecil Pasien tinggal dengan orang tua kandungnya. Riwayat Sosial dan Riwayat Pekerjaan : Pasien adalah anak ketujuh dari sembilan bersaudara. Riwayat tumbuh dan kembang Sdr. Pasien belum pernah menikah. Selama hamil tidak pernah sakit apapun dan melahirkannya secara normal.Riwayat sakit kronis disangkal 6. Selama sekolah naik kelas terus dan selalu masuk 10 besar. Hariyadi sesuai dengan usia. Hubungan Pasien dengan keluarga. berat badan dan panjang badan tidak diukur. 7. Riwayat Kehamilan.

Faktor Kepribadian Premorbid : Sebelum sakit Pasien adalah anak yang baik.+ + Px Gambar 1. Silsilah keluarga Sdr. Hariyadi 8. Pasien termasuk anak yang terbuka. ramah kepada semua orang. Faktor Keturunan : 8 . 9. supel dan mudah bergaul. sopan. taat beribadah.

Faktor Organik : Tidak didapatkan 11. retraksi (-) : S1S2 tunggal : Rh -/. akral hangat (+) Keadaan Umum Kepala Leher Thoraks Cor Pulmo   Abdomen Ekstremitas I.Menurut ibu dan ayah pasien.3 STATUS INTERNISTIK (21 AGUSTUS 2010)  Vital Sign : Tensi RR Nadi Suhu     : 120/80 mmHg : 20 x/ menit : 96 x/ menit : 36.Whz -/: Supel. Bu (+) N.5 0C : Compos Mentis : A/I/C/D -/-/-/: Pembesaran KGB (-) : Simetris. dalam silsilah keluarganya tidak ada yang pernah sakit seperti ini. 10.4 STATUS NEUROLOGIK (21 AGUSTUS 2010)    GCS Meningeal sign Reflek Fisiologis :456 : kaku kuduk (-) : BPR +2/+2 KPR +2/+2 TPR +2/+2 9 . H/L ttb : Odema (-). Faktor Pencetus : Psikososial Ekonomi I.

00 (Schizophrenia paranoid. visual (-) : Bentuk : Non realistik Arus : Ass long (+) Isi : Waham kebesaran (+). berkelanjutan)   Axis II Axis III : Supel. bicara lancar. makan/ minum dipaksa. Hiperamnesia (-) : Halusinasi auditorik (+). Giggling (+). sering tersenyum sendiri dan tertawa cekikikan (giggling)       Kontak Kesadaran Orientasi Daya ingat Persepsi Proses berfikir : Verbal (+) relevan. terbuka dan suka bergaul : Tidak ditemukan 10 . waham curiga (+)   Afek/ Emosi Kemauan : Inadekuat : Mandi 4x sehari. rambut gondrong panjang terurai. sibuk dengan “konsep” yang sedang dibuat. selalu menggoyang – goyangkan kakinya. nampak gelisah. kontak mata (+) : Berubah kualitatif : Waktu/ Tempat/ Orang: +/ +/ + : Amnesia (-). suka menggaruk – garuk kepala. berkelanjutan) Ddx: F 20. Stereotipi (+) I. sehingga tidak pernah membantu pekerjaan di rumah  Psikomotor : Meningkat.APR +2/+2  Reflek Patologis : Babinski -/Chaddock -/Hoffman Trommer -/- I. tidak bisa duduk tenang.6 DIAGNOSIS MULTIAKSIAL  Axis I : F 20. Paramnesia (-).10 (Schizophrenia hebefrenik.5 STATUS PSIKIATRIK (21 AGUSTUS 2010)  Kesan Umum : Pasien tidak rapi.

Sartini Kakak kandung Tn.01 RW. mudah bergaul.05 Kec.Malang. OBSERVASI KELUARGA 2. Ahmadi Kakak kandung Tn.1 IDENTITAS ANGGOTA KELUARGA NAMA STATUS USIA PENDIDIKAN Tn. OBSERVASI LINGKUNGAN 3. Suprayitno Ayah kandung 55 thn Tidak tamat SD Kelas 5 Ny. Lilik Ibu kandung 48 thn Tidak tamat SD Kelas 2 Ny. cenderung pemarah - Berada di Kediri (wiraswa sta perce takan) Rp 1500000 - KEPRIBA DIAN Sabar. Perjalanan dari RSJ Lawang untuk menuju rumah 11 .7 RT.  Axis IV Axis V : Masalah ekonomi.Ngamarto No. Hariyadi Pasien 29 thn Perguru an Tinggi (tidak lulus) - PEKERJAAN Buruh ternak ayam Ibu rumah tangga Berada di Arab Saudi 8 thn - Berada di Singosari (wiraswa sta) Rp 1500000/ tidak tentu - PENDAPATAN Rp 600. Masalah psikososial : GAFS 20-11 II.1 GAMBARAN LINGKUNGAN TEMPAT TINGGAL Kami berkunjung ke rumah Pasien pada hari Kamis tanggal 26 Mei 2011 jam 10. Lokasi rumah atau tempat tinggal Pasien terletak di Jln.000/ bulan Terbuka. terbuka dan mudah bergaul Tiap 3 bln sekali kirim uang 5001000 real - - III. Jawa Timur. Rahmad Kakak kandung Tn.Lawang Kab.00 WIB dengan mengendarai mobil.

stasiun. Rumah terdiri dari satu ruang tamu.5 meter yang merupakan pintu masuk halaman sempit berlantai plester dan terdapat satu bangunan kecil seperti kios toko. 12 .dapat ditempuh dalam waktu 10 menit dengan mengendarai mobil. tampak rumahnya dikelilingi dua pagar. satu ruang tengah.5 meter. di tengah halaman ada jalan plesteran sepanjang 5 meter yang merupakan jalan menuju pintu masuk rumahnya. satu kamar mandi. tiga kamar tidur. Status rumah adalah rumah milik sendiri. Kemudian ada pagar kedua terbuat dari besi berujung tajam. ATM. satu dapur. berlantai ubin untuk semua ruangan dan beratap genteng. Memasak menggunakan kompor sumbu. pasar. satu ruang makan. dinding rumah berupa tembok bata cat warna putih. tinggi ± 2. dan kebetulan dekat dengan RSJ Lawang. Rumah Pasien merupakan bangunan lama. Sumber air menggunakan sumur pompa.2 GAMBARAN TEMPAT TINGGAL Sesampai di depan rumah Pasien. dan kebetulan rumah Pasien berada tepat dibelakang stasiun Lawang. tinggi ± 1. Jarak antar rumah cukup padat dengan luas setiap rumah rata – rata 10 x 10 m². Dari rumah Pasien. masuk gang perkampungan yang agak sempit hanya cukup dilewati satu mobil dan menyebrangi rel kereta api. pagar kedua ini merupakan pintu masuk halaman kedua yang cukup luas dipenuhi tumbuh-tumbuhan palawija dan pohon-pohan besar. kantor polisi. Kondisi jalan menuju rumah Pasien sudah beraspal. fasilitas publik dapat dijangkau dengan mudah seperti masjid. Pagar pertama terbuat dari besi. 3.

Hariyadi Kunjungan 1 Suasana ruang tamu sekaligus sebagai tempat tidur 13 . M.Kunjungan 1 Halaman depan rumah Sdr.

meskipun anak pertamanya juga menderita sakit yang sama. 3.3 CARA PENERIMAAN KELUARGA TERHADAP PASIEN Suami Pasien dan anak pertama Pasien sangat mendukung proses penyembuhan pasien. Baik suami Pasien maupun anak pertamanya selalu mengingatkan dan mengantar Pasien untuk kontrol ke RSJ Lawang. OBSERVASI FAKTOR PENDUKUNG DAN PENGHAMBAT  Faktor keluarga dan lingkungan yang membantu kesembuhan Pasien antara lain : 14 .4 GAMBARAN STATUS SOSIAL Pasien merupakan ibu rumah tangga sejati yang setiap harinya mengurus semua kegiatan rumah tangga terutama mengurus kedua anaknya. IV.Kunjungan 1 Ruang tengah dan juga sebagai tempat kandang ayam 3. Selain itu Pasien juga aktif mengikuti kegiatan-kegiatan di masyarakat. serta selalu mengingatkan Pasien untuk meminum obat serta memotivasi agar penderita selalu bersemangat untuk sembuh.

2. Anggota keluarga dapat mengawasi Pasien. Lokasi rumah yang dekat dengan fasilitas publik seperti terminal kendaraan umum. Memberikan kesibukan kepada Pasien agar Pasien merasa dibutuhkan sehingga tidak menghiraukan halusinasi yang didengarnya.2 PSIKO TERAPI Psikoterapi dimaksudkan untuk memberikan terapi supportif yang bisa dilakukan kepada Pasien antara lain : 1. 15 . Radjiman Lawang yaitu sekitar 10 menit. V. Pasien tidak pernah keluar rumah untuk bergaul dengan masyarakat sekitar.1 FARMAKOTERAPI R/ Chlorpromazine 100 mg tablet (1-0-1) R/ Haloperidol 5 mg (1-0-1) 5. pasar dan pos polisi. memberikan dukungan dan kasih sayang serta mengingatkan dalam hal keteraturan Pasien minum obat. Lingkungan rumah kurang kondusif karena terlalu tertutup dan tidak terawat. memberikan perhatian pada Pasien. Hubungan Pasien dengan tetangga tidak baik karena tetangga merasa ketakutan atas perilaku aneh Pasien.  Faktor keluarga yang menghambat kesembuhan Pasien antara lain : Motivasi Pasien untuk kembali bersosialisasi dengan masyarakat masih rendah. Puskesmas. TERAPI 5. Hal ini penting karena memudahkan Pasien saat kontrol dan mengambil obat bila habis. hal ini tampak dari kegiatan Pasien yang hanya berkutat di dalam rumah saja. Memberikan informasi tentang penyakit Pasien sejelas – jelasnya kepada keluarga Pasien dan memberi motivasi kepada Pasien untuk minum obat secara teratur.Lokasi rumah Pasien dekat dengan RSJ Dr.

4.3. Menyiapkan dana untuk pengobatan secara rutin terutama dana transportasi. Keluarga bersedia meluangkan waktu untuk sering mengajak ngobrol dan bertukar pikiran dengan Pasien supaya Pasien merasa kehidupannya kembali normal sama seperti saat sebelum sakit. 5. Saat Pasien rawat jalan. 2. 6. Bersosialisasi dengan keluarga dan lingkungan sekitar dengan mengajak serta Pasien supaya Pasien tidak merasa rendah diri dan dikucilkan dari masyarakat.3 FAMILY TERAPI Yaitu peran serta keluarga terhadap Pasien yang bertujuan untuk memperlancar atau mempercepat perbaikan kondisi kejiwaan Pasien. Meyakinkan keluarga bahwa Pasien bisa sembuh dan hidup normal kembali asalkan keluarga bersedia membantu kesembuhan Pasien. Keluarga ikut serta membantu atau mengantarkan Pasien untuk kontrol ke RS secara teratur atau segera mengantarkan Pasien ke RS bila gejala gangguan jiwa Pasien kambuh meskipun obat belum habis diminum. 3. Menumbuhkan rasa percaya diri dan motivasi bahwa dirinya masih berguna dan bisa bekerja serta masih bisa hidup berkeluarga. antara lain : 1. 4. Keluarga ikut memonitor tingkah laku Pasien serta memperhatikan hal – hal yang dapat menjadi faktor pencetus dari gangguan jiwa Pasien. 16 . 5. Keluarga ikut berperan aktif sebagai pengawas langsung minum obat dan selalu memberitahukan kegunaan obat dan efek kalau tidak minum obat sehingga Pasien sadar dengan sendirinya bahwa minum obat untuk kepentingan dirinya sendiri dan bukan keterpaksaan.

rambut mulai tertata meskipun masih gondrong. sekarang anak saya sudah mulai membaik. kami juga ditunjukkan 1 buah contoh batu bata putih yang akan dijadikan sebagai usahanya. Kemudian Dokter Muda mulai mengajak bicara menanyakan kabar Pasien dan sebagainya. kami disambut baik oleh Ayah dan Ibu Sdr. Sdr Hariyadi sudah mulai makan dan mandi sendiri tanpa ada paksaan atau perintah dari orang tua dan keluarganya. nada bicara yang mulai bisa terkontrol. Hariyadi menemui Dokter Muda dengan terlihat penampilan ada perubahan dari waktu awal kunjungan yaitu pasien tampak lebih ramah dan lebih bersahabat menyambut serta menerima kedatangan kami. disana kami ditunjukkan beberapa lembaran print out anggaran dana pembuatan batu bata putih.KUNJUNGAN HOME VISITE KE 2 Saat kami melakukan kunjungan yang kedua. Kemudian kami dipersilahkan untuk masuk ke ruang tamu. berbeda dengan waktu pertama kali kunjungan. Kami dokter muda juga di izinkan untuk mengambil gambar konsepkonsep yang telah dibuat oleh pasien. Pasien nampak bergembira menceritakan rencana-rencana usahanya. Hariyadi. Selain itu pasien juga bercerita bahwa setelah lebaran akan mencoba usaha pembuatan pupuk kompos yang terbuat dari kotoran ayam yang dipelihara oleh keluarganya dengan dibantu oleh bapak pasien. Pasien tidak dalam keadaan merokok. Aktivitas sekarang masih tetap menulis ”konsep – konsep” kemudian diketik sendiri oleh Sdr Hariyadi. Kemudian sudah mulai mencoba mengembangkan usaha lain seperti pembuatan batu bata putih. Ibu pasien 17 . Kemudian Sdr. Sudah mulai mengerjakan sesuatu bila sedang sendiri. Pasien tampak lebih berbeda. M. Ayah pasien bercerita dengan bangganya bahwa Sdr Hariyadi sudah mulai tampak banyak kegiatan. Ibu pasien bercerita. sudah ada penyesalan dari Sdr Hariyadi.

 Memanfaatkan Karang Taruna yang ada. 18 . INTERVENSI  Memberikan informasi pada Ketua RT setempat tentang keadaan Pasien dan kesulitan – kesulitan yang sedang dihadapi keluarga Sdr. acara perayaan hari besar keagamaan. Obat harus diminum dengan teratur dan sesuai aturannya.dengan sabar untuk terus mengingatkan obat yang harus diminum oleh Sdr Hariyadi. Dan mengingatkan keluarga Pasien kapan waktu kontrol ke RS setiap bulannya. Saat ini rumah yang dulunya kotor karena dirusak oleh Sdr Hariyadi. Ibunya masih takut dengan keadaan Sdr Hariyadi yang masih dalam tahap pengobatan. M. dll di lingkungan untuk membantu dalam proses penyembuhan Pasien. kata Pasien). baik dana maupun transportasi. Ayahnya bilang. ingin mencari pacar lagi dan tidak memikirkan peristiwa yang lalu. malah Sdr Hariyadi yang ingin nantinya mengecat tembok yang dulu pernah hampir dibakarnya. sudah mulai diperbaiki. dimulai dengan membantu mengawasi Pasien minum obat setiap hari dan tidak menyudutkan Pasien serta mau melibatkan Pasien di kegiatan Karang Taruna setempat. rambut gondrongnya akan dipotong (”buang sial”.  Melibatkan Pasien dalam hal kegiatan di masyarakat bisa berupa pengajian. Ibu pasien bercerita kalau lukisan Sdr Hariyadi yang saat ini masih tersisa sudah dibakar oleh kakak kandungnya. Namun Ibu pasien masih melarang Sdr Hariyadi untuk keluar rumah sendiri. kerja bakti. Kakak pasien juga sering menjenguk Sdr Hariyadi. segera kontrol ke RS agar bisa dievaluasi kemajuan – kemajuan Sdr Hariyadi yang terjadi nantinya. Sdr Hariyadi saat ini berkeinginan mulai usaha lagi dari awal. Meminta bantuan dan kerjasama dari pihak RT untuk menggalang warga membantu Pasien dalam berobat setiap bulan ke RSJ. Pasien bilang kalau sehabis lebaran. Dokter Muda mengingatkan kalau obat sudah hampir habis. Pasien lebih memperlihatkan hasil usaha atau aktivitas yang dilakukan sehari – harinya. Saat kami kunjungan yang kedua. ingin tampil lebih fresh. Hariyadi dalam hal mengurus Askeskin untuk pengobatan. dia tidak mau kalau lukisan itu membuat adiknya (Sdr Hariyadi) teringat lagi peristiwa yang dulu – dulu.

LAMPIRAN HOME VISITE Kunjungan 1 Foto bersama Pasien. tidak membahayakan asal berobat teratur dengan memanfaatkan program Askeskin sehingga bisa mendapatkan pengobatan secara gratis. keluarga dan Dokter Muda FK UMM 19 . Memberikan penjelasan dan meyakinkan kepada keluarga Pasien bahwa gangguan jiwa yang dialami anaknya masih bisa diobati serta Pasien bisa sembuh.

M. Hariyadi Kunjungan 2 Kedua orang tua Sdr. M.Kunjungan 1 Suasana saat anamnesis dengan Sdr. Hariyadi 20 .

M. Hariyadi tampak berpenampilan agak rapi. Pasien menerangkan hasil tulisannya berupa “konsep” dan sebuah buku sebagai narasumber usaha yang akan dibangunnya.Kunjungan 2 Sdr. yaitu membuat pupuk Kunjungan 2 Beberapa “konsep” yang ditulis Sdr Hariyadi untuk usaha pembuatan batu bata putih 21 .

Kunjungan 2 Beberapa “konsep” setelah ditulis kemudian Pasien mengketiknya sebagai usaha pembuatan batu bata putih Kunjungan 2 Dokter Muda memperlihatkan hasil batu bata putih yang dibuat oleh Sd. Hariyadi 22 . M.

Kunjungan 2 Dokter Muda sedang menganamnesis Sdr. Hariyadi Kunjungan 2 Dokter Muda sedang bertanya pada Pasien tentang “konsep” yang dibuatnya selama ± 2 tahun 23 . M.

Hariyadi 24 . M.Kunjungan 2 Pasien sedang menunjukkan dan menerangkan “konsep” yang ditulisnya di beberapa kertas Kunjungan 2 Beberapa “konsep” yang dibuat oleh Sdr.

Kunjungan 2 Beberapa “konsep” yang dibuat. seperti “Roda Pemerintahan Kabinet Gotong Royong” 25 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful