Anda di halaman 1dari 8

PERCOBAAN 3 EJECTOR RIG

A. TUJUAN PERCOBAAN Mengukur laju aliran uap ( ) dan laju aliran air ) yang mengalir

Menyelidiki performace injektor sebagai heater dan feed water pump Mencari efisiensi injektor sebagai heater dan feed water pump

B. TEORI DASAR Untuk injektor dapat memberikan dua fungsi. Ini dapat berfungsi sebagai feed water heater dan sebagai pump. Ketika difungsikan sebagai feed heater, energi yang diberikan oleh uap tergantung kondensasinya yang diserap oleh air. Efisiensi perpindahan ini diberikan: Efisiensi= Catatan : = massa aliran air/ detik = massa aliran uap/detik Cp = kapasitas panas spesifik air = entalphi evaporasi pada tekanan uap q = fraksi kekeringan uap = temperatur saturasi dari uap = temperatur yang disuplai injektor = temperatur yang diserap oleh injektor

Efisiensi =
* +

Pada waktu bekerja sebagai pompa feed water aliran uap mengalir ke nozzle konvergen yang menyebabkan perubahan dari energi tekanan menjadi energi kecepatan. Kecepatan bertambah (uap) disertai dengan perubahan tekanan. Hal ini cukup menyebabkan air dalam lower tank keluar mengalir ke pipa masukan air. Kondensasi uap mengalir ke nozzel dengan aliran air yang selanjutnya mengurangi tekanan pada pipa masukkan teratas dan aliran air betambah. Energi yang dilepaskan uap bebas mengalir ke injektor yang digunakan untuk mengangkat air dari siction tank ke delivery tank. Energi yang dilepaskan uap = entalpi evaporasi + entalpi liquid = Dimana : = massa aliran uap selama pengetesan Cp = kapasitas panas spesifik air q = fraksi kekeringan uap ts = temperatur saturasi dari uap = temperature delivery air Kerja angkat air = gaya x jarak = Mw x g x H Dimana H = tinggi angkat = tekanan angkat + suction head 2
[ ]

Dimana 1bar = 10,22 mhead Efisiensi =

=
* +

C. LANGKAH PERCOBAAN 1. Boiler dijalankan untuk menghasilkan uap ke injektor 2. Fraksi uap didapatkan dari pengukuran dengan alat ukur separating dan throttling kalorimeter. 3. Tutup katup V3 pada tangki S1 dan buka katup pengering V4 diats tangki S2 4. Buka katup V5 dan isi tangki S1 dengan air dari air utama 5. Buka katup V2 pada tangki delivery dimana pipa dari injektor ke tangki S2, dan atur bukaan katup V1 ke injector dan tutup katup Vs. 6. Katup Vs dibuka dan mengatur suplaiuap ke injektor sampai air nampak mengalir pada injektor (dari tangki suction) dan dilepaskan ke delivery tank S2. 7. Mengukur dan mencatat Suction air : penunjukan level pada S1, tekanan, dan temperatur Delivery air: penunjukan level pada S2,tekanan dan temperatur Dan kemudian stopwatch ditekan. 8. Pengujian dilakukan sampai tangki S1 berpindah sebanyak 10 cm, kemudian diukur dan dicatat semua tekanan dan temperatur yang terbaca pada alat ukur dan level terakhir pada tangki S2. Stopwatch dihentikan. 9. Dengan membuka dan mengatur katup V1 dan V2 dapat dicapai berbagai vakum dan tekanan balik yang diinginkan. Selanjutnya menyetel perbedaan kondisi operasinya, hasil pengujian yang berbeda dapat ditentukan dan efisiensi daerah kerja kondisi tersebut dapat pula didapatkan. 3

10. Membuka katup V3 dan menutup katup V4 dan V5 air dapat bersikulasi antara Tangki S1 dan S2 yang akan menyebabkan temperatur mengalami kenaikan Dan dapat diukur perbedaan temperaturnya.

D. GAMBAR INSTALASI PENGUJIAN

Steam main inlet Vs (Katup suplai uap) T1 ejector E Ejector Suction Pressure P2 T2 V1 P3 Ejector Delivery Pressure T3 V2

Inlet pressure

P1

Flow meter

Water supply

V5

Suction Tank (S1)

Delivery Tank (S2)

Blowdown V3 V4

Gambar 1. skema alat percobaan Injector Rig 4

E.

TABEL HASIL PENGAMATAN Tabel 1. Hasil Data Pengamatan Duration Of Injector Test Steam Inlet Suction Water P2 (bar) -0,1 -0,2 -0,2 -0,2 Delivery Water T3 (C) 44 42 43 42

H suction

H delivery

No t (s) 1 2 3 4 301 69 78 120 P1 (bar) 1.5 3.5 2.5 3.6 T1 (C) 136 126 121 120 T2 P3 (oC) (bar) 29 29 29 29 0 0 0 0 Hs1 (cm) 41 43.3 41 39 Hs2 (cm) 10.7 22.5 28 14 Hd1 (cm) 5 6 5.2 8 Hhd2 (cm) 37.5 27 19.6 34

Sumber : Hasil Pengukuran F. ANALISA DATA Menghitung Laju massa aliran uap ( Dari data percobaan ke-2 diketahui : Hd1 = 6 cm HS1 = 43.3 cm maka, Vs = 958 {( Hd2 = 27 cm HS2 = 22.5 cm )( )} )

= 958 {(27 6 ) (43.3 22.5)} =191.6 ml = 0.000192 m3 Dengan T3= 42oC maka diperoleh :

= 991.46 kg/m3, dan Cp = 4.412 kJ/kgoC maka : s = Vs x

Laju aliran air (mw) Diketahui : HS1 = 43.3 cm HS2 = 22.5 cm Vw = 958 (Hs1 - Hs2)

= 19926.4 ml = 0.019926 m3 Dengan T2 = 29oC maka diperoleh : = 996,02 kg/m3, dan Cp = 4,412 kJ/kgoC maka :

Main head (H) H = preassure head +suction lift Dimana : Pabsolut = Pgauge + Patm = 3,5 + 1,01325 = 4,51325 bar Karena 1 bar 10,2 mHead maka pressure head = absolute pressure 10,2 = 4,51325 10,2 = 46,035 jadi : H = pressure head + suction lift = 46,035 + 0.75 = 46,785 m Efisiensi injector sebagai feed water injector (fw)

fw =

asumsi untuk nilai fraksi kekeringan x = q = 0,68 dari tabel saturasi dengan Pabs = 4,51325 bar melalui interpolasi diperoleh ts = 251,84oC, hfg = 1003,58 kJ/kg. Jadi :

fw =

= 4,674 %

Efisiensi injector sebagai pompa (p)


))

= 0,019 %

G.

TABEL HASIL ANALISA DATA Tabel 2. Hasil Analisa Data No. 1 2 3 4 P1 1.5 3.5 2.5 3.6 ms 0.01 0.003 0.017 0.008 mw 0.10 0.288 0.16 0.20 H 26.385 46.785 36.585 47.805 fw 46.774 304.399 29.312 73.178 p 0.188 2.436 0.173 0.598

G. KESIMPULAN Setelah praktikan melakukan praktikum, maka dapat disimpulkan bahawa : 1. Pada tabel 1 seperti pada data no.2 diperoleh ms= 0,003 kg/s, dan nilai mw= 288kg/s 2. Besar efisiensi ejector sebagai feed water heater

Anda mungkin juga menyukai