Anda di halaman 1dari 3

Rut

Ehimelekh memiliki istri Naomi dan anak Mahlon dan Kilyon. Saat terjadi bencana kelaparan, Ehimelekh, istri, dan anaknya dari Betlehem pergi ke negeri Moab. Anak Ehimelekh menikah dengan perempuan Moab bernama Orpa dan Rut. Ehimelekh dan kedua anaknya meninggal, sehingga tinggallah Naomi dan kedua menantunya tanpa cucu. Lalu mereka kembali ke Betlehem, tetapi di tengah jalan Naomi meminta Orpa dan Rut pulang ke rumah ibunya di negeri Moab. Orpa melakukan perkataan Naomi, sedangkan Rut bersikeras ikut bersama mertuanya. Sesampainya Naomi dan Rut di Betlehem, Naomi ingin dipanggil Mara karena Allah telah membiarkannya hidup penuh dengan kepahitan. Mereka menjadi orang miskin sehingga Rut sampai harus memungut gandum yang terjatuh dari penuai di ladang gandum Boas, orang kaya dan terpandang yang merupakan keluarga suami Naomi. Rut diperlakukan ramah dan baik oleh Boas. Bahkan Boas sengaja menyuruh penuainya untuk menjatuhkan sedikit ikatan gandum agar dipungut Rut. Naomi ingin Rut berumah tangga lagi dan berbahagia, sehingga ia menyuruhnya tidur di kaki Boas agar Boas menjadikan Rut sebagai istrinya. Rut melakukan semua yang dikatakan oleh Naomi. Saat terbangun, Boas kaget lalu mengatakan bahwa semua orang di kota sudah tahu kalau Rut adalah wanita yang baik budi, tetapi ternyata ada keluarga yang lebih dekat untuk bertanggung jawab atas kehidupan Rut daripadanya. Boas memanggil laki-laki yang merupakan keluarga Elimelekh yang terdekat. Di hadapan sepuluh pemuka masyarakat kota, Boas menceritakan bahwa Naomi mau menjual tanah Elimelekh dan menawarkan tanah itu kepadanya sebagai keluarga yang terdekat. Tetapi yang membeli tanah itu harus juga menjadikan Rut istrinya. Laki-laki tersebut menolaknya sehingga akhirnya yang membeli tanah tersebut adalah Boas sebagai keluarga yang kedua terdekat. Pada masa itu kalau orang menjual atau menukar sesuatu miliknya, maka untuk mensahkan hal itu biasanya si penjual melepaskan sandalnya, lalu menyerahkan kepada si pembeli. Demikianlah caranya orang-orang di Israel mensahkan sesuatu perkara jual beli tanah. Sehingga laki-laki itu melepaskan sandalnya dan menyerahkannya kepada Boas. Pemuka-pemuka masyarakat dan orang lain yang menyaksikan penjualan tanah tersebut mengucapkan berkat kepada Boas agar Tuhan menjadikan Rut seperti Rakhel dan Lea yang melahirkan banyak anak untuk Yakub. Setelah itu Boas mengambil Rut menjadi istrinya dan Tuhan memberkatinya sehingga ia hamil lalu melahirkan seorang anak laki-laki dan diberi nama Obed. Naomi memelihara anak itu dengan penuh kasih sayang. Obed merupakan kakek dari Raja Daud.

Ezra
Kitab Ezra dimulai dengan Kores, raja Persia yang menguasai daerah Yehuda pada saat Israel mengalami pembuangan ke Babel, memerintahkan agar bangsa Israel kembali ke Yerusalem dan membangun Bait Allah. Bahkan bangsa Israel pulang dengan perak, emas, bekal di jalan, dan persembahan untuk Bait Allah yang diberikan oleh tetangganya. Barang-barang yang sebelumnya ada di Bait Allah dan diangkut oleh Raja Nebukadnezar juga dikirim kembali ke Yerusalem. Para imam, orang-orang lewi, dan rakyat memuji Tuhan pada saat pekerja bangunan mulai meletakkan pondasi Bait Allah. Mereka semua menyorakkan kegirangan. Ternyata pembangunan Bait Allah tidak berjalan mulus saat kabar pembangunan itu terdengar oleh musuh bangsa Israel. Penduduk yang sudah lama tinggal di negeri itu mulai melemahkan semangat orang Yahudi serta menakut-nakuti mereka supaya pembangunan itu dihentikan. Bahkan mereka menyogok pejabat-pejabat pemerintah Persia supaya menggagalkan rencana orang Yahudi itu. Mereka berhasil menghasut Raja Artahsasta, raja setelah Kores, dan pembangunan Bait Allah dihentikan. Pada waktu pemerintahan Raja Darius, nabi Hagai dan Zakharia menyampaikan pesan Tuhan untuk segera melanjutkan pembangunan. Kemudian Tatnai, gubernur provinsi Efrat Barat (Yerusalem termasuk di dalamnya), mempertanyakan perihal pembangunan tersebut ke Raja Darius. Raja Darius menjawab agar Tatnai jangan mengganggu dan menghalangi pembangunan Bait Allah oleh orang-orang Yahudi. Darius memerintahkan kepadanya untuk membiayai pembangunan itu dan mencukupi kebutuhan para imam di Yerusalem. Bahkan Darius mengancam untuk menjatuhkan hukuman mati kepada setiap orang yang melanggar perintah tersebut. Hal yang menarik adalah sekalipun Raja Kores dan Raja Darius bukan berasal dari bangsa Israel, tetapi kedua raja menyadari bahwa Allah bangsa Israel adalah Tuhan Yang Mahakuasa. Setelah pembangunan selesai, bangsa Israel meresmikan Bait Allah dan mempersembahkan ratusan hewan kepada Tuhan. Ezra merupakan seorang yang terpelajar dan tahu banyak tentang Hukum yang diberikan Tuhan kepada Musa. Pada masa pemerintahan Raja Artahsasta, Ezra berangkat dari Babel menuju Yerusalem dengan sejumlah imam, orang Lewi, penyanyi serta penjaga gerbang Bait Allah, dan para pekerja. Ezra telah mencurahkan segala perhatiannya kepada penyelidikan Hukum Tuhan, untuk melakukannya serta mengajarkan segala ketentuan dan peraturannya kepada bangsa Israel. Ada sesuatu yang menarik disini. Ternyata Raja Artahsasta dan ketujuh penasihatnya mengutus Ezra ke Yerusalem dan Yehuda untuk menyelidiki keadaannya dan melihat apakah Hukum Allah yang telah dipercayakan padanya, benar-benar ditaati. Selain itu, Artahsasta meminta Ezra untuk membawa persembahan berupa emas dan perak kepada Allah Israel. Artahsasta juga melarang pemerintah untuk memungut pajak dari para imam, orang Lewi, penyanyi, penjaga pintu gerbang, pekerja, atau siapa saja yang ada hubungannya dengan Bait Allah. Bahkan Artahsasta mengancam hukuman yang berat kepada setiap orang yang tidak mentaati hukum-hukum Allah atau hukum-hukum kerajaan. Ezra memuji Allah dan bersyukur karena Allah telah menggerakkan hati raja sehingga ia mau memberi perhatian khusus kepada Bait Allah di Yerusalem.

Setelah itu, terdengar kabar kepada Ezra bahwa rakyat Israel, termasuk para imam dan orang Lewi, mengawini bangsa yang tinggal di sekitar situ, yaitu bangsa Amon, Moab, Mesir, Kanaan, Het, Feris, Yebus, dan Amori. Mereka semua melakukan perbuatan-perbuatan keji yang dilakukan bangsa-bangsa itu. Sehingga Ezra merasa sangat kesal dan bersedih hati karena setelah semua kebaikan yang diperbuat Tuhan, bangsa Israel mengabaikan perintah Allah lagi dan kawin campur dengan bangsa lain. Ezra mengumpulkan semua laki-laki bangsa Israel di Yerusalem untuk melakukan sidang terhadap perkara itu sehingga mereka menjauhi orang asing yang tinggal di negeri mereka dan mengusir istri-istri dari bangsa asing bersama dengan anak-anak mereka. Tetapi saat itu hujan lebat sehingga semua orang menggigil karena dinginnya udara dan juga karena pentingnya pertemuan itu. Akhirnya, hanya para pemimpin yang tinggal di Yerusalem untuk mengurus soal itu, sedangkan yang lainnnya pulang. Pemeriksaan terhadap semua pria yang telah mengawini wanita dari bangsa asing diselesaikan dalam tiga bulan.