Anda di halaman 1dari 18

Ruam Popok

Ruam popok dapat mengenai sebagian besar bayi, tetapi biasanya tidak berat. Brosur ini menjelaskan penyebab-penyabab ruam popok, langkah-langkah pencegahan dan cara mengatasi bila hal itu terjadi. Apakah Ruam popok itu? Ruam popok dapat berupa ruam yang terjadi di dalam area popok. Pada kasus ringan kulit menjadi merah. Pada kasus-kasus yang lebih berat mungkin terdapat rasa sakit. Biasanya ruam terlihat pada sekitar perut, kemaluan, dan di dalam lipatan kulit paha dan pantat. Kasus ringan menghilang dalam 3 sampai 4 hari tanpa pengobatan. Bila ruam menetap atau muncul lagi setelah pengobatan, berkonsultasilah dengan dokter. Apakah penyebab ruam popok? Bertahun-tahun ruam popok dihubungkan dengan berbagai kasus seperti tumbuh gigi, diet, dan ammonia dalam urine. Namun, para ahli sekarang percaya hal itu disebabkan oleh hal-hal sebagai berikut:

Terlalu lembab Luka atau gesekan Kulit terlalu lama terkena urine, feses, atau keduanya Infeksi jamur Infeksi bakteri Reaksi alergi terhadap bahan popok

Bila kulit basah terlalu lama, lapisan kulit yang melindungi kulit mulai rusak. Bila kulit basah digosok, juga lebih mudah rusak. Lembab akibat popok yang sudah penuh dapat berbahaya bagi kulit bayi dan membuat lebih mudah menjadi luka. Bila hal ini terjadi, maka dapat timbul ruam popok. Selanjutnya gesekan antara lipatan kulit yang lembab membuat ruam menjadi lebih berat. Hal inilah yang menyebabkan ruam popok sering terbentuk di lipatan kulit leher dan paha atas. Lebih dari separoh bayi berusia antara 4 bulan sampai 15 bulan terjadi ruam popok sedikitnya satu kali dalam waktu 2 bulan. Ruam popok lebih sering terjadi pada keadaankeadaan berikut:

Begitu bayi bertambah usia, kebanyakan antara usia 8-10 bulan Bila bayi tidak terjaga kebersihannya dan kering Jika bayi sering buang air besar, khususnya bila tinja tetap berada dalam popok sepanjang malam. Bila bayi mulai makan makanan padat Bila bayi mengkonsumsi antibiotik atau bayi yang masih menyusui yang ibunya mendapat antibiotik.

Bayi yang mengkonsumsi antibiotik lebih mudah menderita ruam popok yang disebabkan oleh infeksi jamur. Jamur menginfeksi kulit yang lemah dan menyebabkan ruam merah terang dengan bintik-bintik merah di pinggirannya. Anda dapat mengobatinya keluhankeluhan ini, anda dapat menghubungi dokter. Apa yang dapat kita lakukan untuk mencegah ruam popok? Untuk membantu mencegah timbulnya ruam popok sebaiknya:

Gantilah popok segera setelah anak kencing atau berak. Hal ini mencegah lembab pada kulit. Janganlah memakai popok dengan ketat khususnya sepanjang malam hari. Gunakan popok dengan longgar sehingga bagian yang basah dan terkena tinja tidak menggesek kulit lebih luas. Bersihkan dengan lembut daerah popok dengan air. Anda tidak perlu menggunakan sabun setiap kali mengganti popok atau setiap kali buang air besar. (Bayi yang mendapat ASI dapat BAB sebanyak 8 kali per hari). Gunakan sabun hanya bila tinja tidak mudah keluar. Jangan menggunakan bedak bayi atau talk karena dapat menyebabkan masalah dengan pernapasan pada bayi anda. Hindari selalu membersihkan dengan usapan yang dapat mengeringkan kulit. Alkohol atau parfum pada produk tersebut dapat mengiritasi kulit bayi.

Apa yang dapat dilakukan bila bayi menderita ruam popok? Bila ruam popok muncul walaupun anda telah berusaha untuk mencegahnya, cobalah langkah-langkah sebagai berikut:

Gantilah popok yang telah penuh sesering mungkin Gunakan air bersih untuk membersihkan area popok setiap kali mengganti popok. Gunakan air mengalir sehingga anda dapat membersihkandan membilas tanpa tidak perlu menggosok. Tepuk sehingga kering; jangan menggosok. Biarkan area di udara terbuka sehingga benar-benar kering Gunakan tipis-tipis ointment atau krim pelindung (seperti yang mengandung zinx ixide atau petrolatum) untuk membentuk lapisan pelindung pada kulit. Salep ini biasanya tebal dan lengket dan tidak hilang, seluruhnya pada penggantian popok berikutnya. Perlu diingat garukan keras atau gosokan kuat hanya akan lebih memperberat kerusakan kulit. Konsultasikan dengan dokter anda bila ruam:

1. Melepuh atau terdapat nanah 2. Tidak hilang dalam waktu 48 sampai 72 jam 3. Menjadi lebih berat

Gunakan krim yang mengandung steroid hanya bila dokter anda merekomendasikan. Krim tersebut jarang diperlukan dan mungkin berbahaya

Jenis popok mana yang sebaiknya digunakan? Terdapat banyak merek popok. Popok dibuat dari kain atau bahan disposibel. Setelah

digunakan popok kain dapat dicuci dan digunakan kembali, sedangkan popok disposibel dapat dibuang setelah digunakan. Penelitian menyarankan bahwa ruam popok lebih jarang terjadi pada penggunaan popok disposibel. Pada anak yang menggunakan popok disposibel daya serap tinggi cenderung rendah angka terjadinya ruam popok. Terlepas dari tipe popok yang anda gunakan, ruam popok jarang terjadi bersifat ringan bila anda sering mengganti popok. Bila anda menggunakan popok kain, anda dapat menggunakan lapisan pelindung (stay dry liner) di bagian dalamnya untuk menjaga bayi lebih kering. Apakah anda menggunakan popok kain, popok disposibel atau keduanya, gantilah selalu jika diperlukan untuk menjaga bayi anda bersih, kering, dan sehat. Ingatlah - jangan pernah meninggalkan bayi sendirian di meja penggantian popok atau pada permukaan apapun di atas lantai. Bahkan seorang bayi baru lahir dapat tiba-tiba berguling dan jatuh ke lantai. Ruam popok biasanya tidaklah serius, tetapi hal itu dapat menyebabkan bayi menjadi tidak nyaman. Ikuti langkah-langkah yang tertera diatas untuk membantu mencegah dan mengobati ruam popok. diskusikan dengan dokter bila terdapat pertanyaan mengenai langkah-langkah tersebut.

Penulis : Rini Sekartini

DERMATITIS POPOK
Definisi Dermatitis popok adalah peradangan pada kulit yang ditutupi oleh popok yang disebabkan oleh overhidrasi kulit, maserasi, dan kontak yang terlalu lama dengan urin, feses serta sabun yang masih tertinggal pada popok. Sesuai dengan namanya, kelainan ini memang sangat berkaitan erat dengan penggunaan popok, baik popok kain ataupun popok disposable (sekali pakai). Epidemiologi Dermatitis popok sangat sering ditemukan pada bayi dan anak di bawah usia 3 tahun, dengan puncak insiden pada umur 9-12 bulan. Namun sebenarnya kelainan yang sama juga dapat dijumpai pada orang dewasa, terutama pada orang tua yang mengalami kelumpuhan ataupun mereka yang tidak dapat menahan atau mengontrol keinginan buang air besar maupun buang air kecilnya. Setiap anak yang menggunakan popok, maka berpotensi untuk menderita dermatitis popok. Berdasarkan penelitian Philipp dkk, seperti yang dipublikasikan dalam The ALSPAC Survey team British Journal of General Practice pada bulan Agustus 1997, dikatakan semua anak akan menderita dermatitis popok minimal satu kali selama masa kanak-kanaknya. Sementara di Indonesia memang belum tersedia data mengenai kelainan ini. Etiologi dan Faktor Resiko Tidak semua anak yang memakai popok akan menderita dermatitis popok ini, namun memang memiliki kerentanan akan mengalaminya. Banyak hal yang mempengaruhi timbulnya dermatitis popok ini, namun sebenarnya hal utama yang mendasarinya adalah faktor iritasi. Iritasi ini terjadi terutama karena adanya kontak dengan urin/ air seni dalam jangka waktu lama akibat pemakaian sebuah popok yang berkepanjangan. Selain itu, iritasi juga disebabkan oleh: a. Gesekan kulit dengan bahan popok. Hal ini akan semakin berat pada bayi/ anak yang gemuk apalagi bila ukuran popok yang digunakan tidak sesuai dengan yang seharusnya (terlalu kecil) b. Enzim yang terdapat di feses ( tinja/ kotoran ) bayi/ anak c. Pemakaian deterjen dan pelembut pakaian ( jika kurang bersih saat melakukan pembilasan waktu mencuci popok kain ) d. Diare. Perlu diketahui juga, ternyata angka kejadian dermatitis popok akan meningkat jika bayi atau anak menderita diare. Penggunaan susu kaleng (pengganti air susu ibu) juga mempertinggi resiko terjadinya dermatitis popok. Selain faktor iritasi, ternyata kelainan kulit yang terjadi dapat pula diperberat dengan adanya infeksi sekunder oleh kuman dan jamur. Kuman/ bakteri yang sering menginfeksi adalah jenis Staphylococcus aureus, sedangkan jamurnya berasal dari golongan Candida albicans. Sebenarnya kedua jenis mikroorganisme ini secara normal dapat ditemukan di daerah selangkangan dan sekitar alat kelamin, bahkan ragi Candida albicans juga normal terdapat di saluran pencernaan. Infeksi sekunder biasanya sudah terjadi dalam waktu 4872 jam setelah timbulnya kelainan di daerah popok secara primer akibat iritasi penggunaan popok saja. Pada kulit yang normal dan utuh, maka kedua mikroorganisme

ini tidak akan menimbulkan penyakit. Namun adanya faktor iritasi yang telah dijelaskan di atas terlebih dahulu, dimana kulit akan mengalami peradangan awal maka infeksi inipun dapat dengan lebih mudah terjadi. Patofisiologi Peningkatan kelembapan pada daerah yang ditutupi popok membuat kulit rentan menjadi rusak oleh proses fisik, kimia dan enzimatik. Kulit yang lembab meningkatkan penetrasi oleh bahan iritan. Superhydration urease enzyme ditemukan pada stratum korneum yang membebaskan ammonia dari cutaneous bacteria. Urease ini merupakan iritan yang ringan pada kulit yang tidak intak. Lipase dan protease pada feses yang bercampur urin pada kulit nonintak membuat pH menjadi basa sehingga menambah iritasi (Feses pada bayi yang menyusui mempunyai pH yang rendah sehingga kurang rentan terhadap dermatitis popok). Garam empedu pada feses meningkatkan aktivitas fecal enzymes sehingga memperberat iritasi. Candida albicans telah diidentifikasi sebagai faktor lain yang berperan pada dermatitis popok. Infeksi sering terjadi setelah 48-72 jam erupsi aktif. Candida albicans telah diisolasi dari area perineal pada 92% anak-anak dengan dermatitis popok. Agen mikrobial lainnya juga ditemukan dengan frekuensi yang sedikit dan ini berperan sebagai infeksi sekunder. Diagnosis Anamnesis 1. Anak-anak dengan riwayat eczema atau dermatitis atopi lebih rentan menderita dermatitis popok. 2. Riwayat makanan. Makanan yang rendah biotin dapat mengakibatkan eritema perioral, keterlambatan pertumbuhan, rambut rontok dan hipotoni ( rentan terhadap dermatitis popok). 3. Kekurangan zinc-binding ligands di usus seperti autosomal recessive disorder acrodermatitis enteropathica, mengakibatkan trias rambut rontok, dermatitis dan diare. Secara umum, kekurangan zinc berhubungan dengan alopesia dan dermatitis popok. 4. Status imun. Pasien dengan immunocompromise rentan terinfeksi Candida albicans dan bacterial superinfection lainnya. Pemeriksaan Fisik 1. Kulit di daerah popok eritem, sering dengan papulovesicular, bullous lesions, fissure dan erosi. Erusi dapat soliter ataupun konfluen dari bawah umbilicus sampai paha meliputi genitalia, perineum dan bokong. 2. Jika disertai dengan infeksi sekunder oleh jamur candida, maka biasanya dapat ditemukan lesi/ kelainan yang berukuran lebih kecil di sekitar lesi utama, dinamakan sebagai lesi satelit. 3. Infeksi sekunder oleh kuman seringkali ditandai dengan timbulnya cairan nanah. Penatalaksanaan Prinsip yang harus diingat adalah jaga agar kulit tetap kering. Untuk itu sebaiknya: a. Gantilah segera popok yang basah dengan popok yang bersih dan kering. Hal yang harus disiapkan untuk mengganti popok sekali pakai: kapas/ tisu basah/ lap kain, baskom kecil berisi air matang untuk mencuci pantat bayi, handuk kecil berbahan lembut (untuk mengeringkan pantat bayi setelah dibersihkan), popok bersih, bila diperlukan, Ibu juga

bisa menyiapkan krim untuk mencegah iritasi popok. Cara mengganti popok sekali pakai, buka pakaian atau celananya agar tidak kotor, lepaskan popok dengan melipat ke arah belakang (agar bagian yang kotor tidak menempel ke bayi Ibu), gunakan bagian depannya untuk membersihkan kotoran bayi, lindungi alat vital bayi Ibu dari kotorannya dengan kain bersih, biarkan popok berada di bawah pantat, mungkin saja kotorannya keluar lagi, baru singkirkan, angkat kedua kaki bayi sampai pantatnya terangkat lalu bersihkan area pantat hingga ke bagian depan dengan tisu atau lap basah yang lembut. Jika bayi Ibu perempuan, seka dari depan ke belakang menjauhi vagina untuk menghindari infeksi. Setelah pantat bayi dibersihkan dan dikeringkan, letakkan bagian popok yang bertali di bawah pantat bayi. Lipat ke atas bagian depan popok hingga menutup kemaluan bayi. Simpulkan talinya di tengah. Atau gunakan peniti bayi. Ganti pakaian bayi Ibu, dan jangan lupa mencuci tangan setelahnya. b. Saat mengganti popok, sebaiknya bersihkan daerah popok, cukup dengan air hangat dan keringkan dengan lembut dan jangan digosok. Usahakan agar daerah popok terkena angin selama kurang lebih 5 menit sebelum bayi dipakaikan popok yang baru. c. Hindari pemakaian tissue basah terlalu sering karena mengandung alkohol yang juga dapat menyebabkan iritasi pada kulit. d. Gunakan salep yang diberikan dokter untuk mencegah dan mengobati jika dermatitis popok itu telah terjadi. Terapi pilihan untuk dermatitis popok adalah zinc oksida atau produk lain yang mengandung zinc oksida. Zinc oksida adalah pengobatan yang murah dengan keuntungan: a. Antiseptik and astringen b. Berperan penting dalam penyembuhan luka c. Berisiko rendah terhadap alergi dan dermatitis kontak Jika candidiasis menjadi tersangka atau dibuktikan dengan sediaan KOH atau kultur, merupakan indikasi pemberian antifungal agent. Ruchir Agrawal, MD, Chief Allergy and Immunology, Aurora Sheboygan Clinicis mempunyai pengalaman bagus menggunakan hydrocortisone cream (1%) 2 kali sehari dan antifungal (nystatin cream, powder atau ointment; clotrimazole 1% cream; econazole nitrate cream; miconazole 2% ointment; atau amphotericin cream or ointment) cream setelah setiap mengganti popok atau sekurang-kurangnya 4 kali perhari. Jika inflamasi yang berat terjadi hydrocortisone 1% dapat digunakan pada 1-2 hari pertama. Hindari penggunaan steroid topical potensi kuat yang dikombinasikan seperti clotrimazole/betamethasone dan nystatin/triamcinolone. Komplikasi Jika tidak diobati atau diabaikan maka dapat terjadi: 1. Disuria, yaitu rasa sakit yang timbul saat buang air kecil 2. Retensio urine, yaitu tidak bisa buang air kecil. Hal ini biasanya terjadi karena adanya rasa sakit, maka anak akan menahan keinginannya untuk buang air kecil.

MAKALAH ASKEB NEONETUS

DIAPER RUSH
LATAR BELAKANG
Tidak hanya manusia dewasa saja yang seringkali mengalami gangguan kulit, hal tersebut juga sering terjadi pada anak kita. Apalagi struktur kulit anak kita tersebut masih belum sempurna tentunya hal tersebut semakin membuat anak kita mengalami banyak sekali gangguan kesehatan yang terdapat pada kulitnya. Untuk itu para orang tua harus mengetahui berbagai jenis penyakit yang seringkali menyerang anak kita. Sebagai orang dewasa, ketika ada nyamuk saja yang menggigit kulit kita, rasanya sudah tidak nyaman, dengan rasa gatal dan bentol yang menyiksa. Bayangkan apa rasanya jika si bayi, yang struktur kulitnya belum sempurna, harus mengalami masalah kulit. Wah, pasti amat tidak nyaman. Padahal, tanpa kita sadari, masalah pada kulit pada bayi adalah kesalahan para orang yang mengurus si bayi. Bagi yang memiliki bayi tentu anda tidak asing lagi dengan adanya bercak-bercak merah di kulit daerah yang terpasang popok. Bercak ini timbul terutama bila popok tidak diganti dalam waktu yang lama. Bercak ini dikenal sebagai diaper rash atau dermatitis popok, dinamakan demikian karena penyakit ini biasanya terjadi akibat penggunaan popok. Dalam perawatan kebersihan bayi dan balita, hingga saat ini memakaikan popok pad bayi dab balita merupakan cara yang paling praktis, efektif, dan higienis, untuk menampung urin dan feces agar tidak menyebar pada saat buang air kecil maupun buang air besar. Namun sesungguhnya kulit bayi dan balita tidak siap intuk mengatasi keadaan yang dapat timbul akibat kontak lama dengan urin dan feces yang disebabkan ole pemakain popok.Walaupun berbagai usaha telah dilakukan untuk mendapatkan popok yang ideal, eksim popok masih merupakan salah satu maslah kulit yang terdapat pada bayi dan balita. Kurang lebih 50% bayi dan balita yang menggunakan popok pernah

menderita eksim popok. Untuk mencegah hal tersebut, perlu diketahui bagaimana memilih popok yang baik, cara pemakaian popok yang benar, dan cara perawatan kulit daerah popok.

PEMBAHASAN
PENGERTIAN RUAM POPOK (DIAPER RUSH)
Ruam popok sering disebut juga dengan diaper rush atau diaper dermatitis. Ada beberapa pengertian tentang ruam popok, yaitu: 1. Inflamasi akut pada kulit yang disebabkan secara langsung atau tidak langsung oleh pemakaian popok 2. Merupakan dermatitis kontak iritan karena bahan kimia yang terkandung dalam urine dan feces 3. Akibat akhir karena kontak yang terus-menerus dengan keadaan lingkungan yang tidak baik, sehingga meyebabkan iritasi/ dermatitis pada daerah perinal Diaper rush (ruam popok) adanya keluhan bintik merah pada kelaimn dan bokong pada bayi yang mengenakan pampers di sebut diakibatkan oleh gesekan-gesekan kulit dengan pampers. Salah satu penyakit kulit yang kerap menimpa bayi dan balita adalah eksim popok (diaper rush). Penyakit ini menurutnya, terutama disebabkan oleh belum sempurnanya fungsi kulit bayi. Ada beberapa penyebeb ruam popok. Salah satunya yaitu kontak yang lama dan berulang dengan bahan iritan, terutama urine dan faeces. Bahan kimia pencuci popok seperti sabun, deterjen, pemutih, pelembut pakaian dan bahan kimia yang dipakai oleh pabrik pembuat popok disposable juga dapat menyebabkan ruam popok Meskipun urine dan faeces merupakan penyebab utama, kombinasi faktor lainnya juga memberikan kontribusi terhadap terjadinya ruam popok. Diaper rash atau ruam popok timbul di kulit yang ditutupi popok. Ruam popok biasanya mengenai bayi atau anak di bawah usia 2 tahun.Hampir semua bayi pernah mengalami ruam popok, sekurang-kurangnya sekali dalam 3 tahun pertama kehidupannya, dengan angka kejadian yang lebih tinggi pada usia 9 12 bulan. Usia ini

adalah dimana bayi mulai belajar duduk dan mulai makan makanan padat sehingga tinjanya menjadi lebih asam. Walaupun dinamakan diaper rash, tetapi penyakit ini tidak hanya terjadi pada bayi yang menggunakan popok tetapi juga pada semua kelompok usia yang menggunakan popok, seperti pasien dengan inkontinensia. Biasanya, terjadi karena salah pemakaian popok. Popok memiliki batas kapasitas tampung urin dan tinja. Jika kotoran sudah melebihi daya tampung, bisa jadi akan kembali berkontak dengan kulit. Tak bisa diukur secara kasat mata, memang, namun, sekarang sudah ada beberapa popok yang memiliki pengukur.Solusinya memang butuh kejelian dari orang yang mengasuh anak. Setiap kali sudah mulai terasa berat, atau sudah terasa agak berat, segera bersihkan dan keringkan daerah kelamin si bayi, beri krim, dan ganti popoknya. Ruam popok paling sering terjadi saat bayi tertidur di malam hari karena kadang orangtua jarang memerhatikan popok si bayi di malam hari. Apa yang perlu di ketahui?

Penyebabnya adalah popok yang telah terkotori oleh air kemih atau tinja bayi. Sebuah perawatan sederhana adalah membiarkan bokong bayi terbuka agar kulitnya bisa berkontak dengan udara.

Jamur adalah penyebab umum dari ruam popok yang tiadak sembuh-sembuh dan memerlukan obat khusus untuk perawatannya. Jika bayi anda mendapat anti biotik, resiko terinfeksi jamur akan meningkat.

Celana plastik atau ikatan yang kencang dari popok sekali pakai dapat memperparah ruam. Sebagian besar bayi pernah mengalami ruam popok.

JENIS DIAPER RUSH:


1. Jenis rash popok terlazim berkaitan dengan efek amonia pada kulit bayi yang halus. Amonia dihasilkan sewaktu urina (air seni). Masih ada hubungannya dengan tinja, walaupun dalam waktu yang singkat. Enzim yang terkandung dalam produksi sisa usus mempengaruhi urina, sehingga terjadilah urina- suatu senyawa yang keras dan menyebabkan rash pada kulit yang halus.

Rash khas berwarna merah, bersisik malah mungkin disertai gelembung serta borok. Mungkin anda dapat mencium bau amonia yang kuat sewaktu mengganti popok bayi anda. Dasar pengobatannya adalah mencegah kontak antara urina dan tinja. Maka tukarlah popok bayi anda secepat mungkin setelah ia kotor. Membiarkan bayi menyepak-nyepak handuk dalam ruang yang hangat juga membantu penyembuhan kulit yang basah di pantatnya. Pada rash popok yang parah dari jenis ini, jika bayi dapat dirawat untuk waktu yang lama di dalam ruangan hangat tanpa popok, maka rash akan hilang semuanya dengan cepat. Bilas popok kain handuk dengn cermat untuk membuang sabunnya. (Popok Terry lebih disukai untuk penggunaan di waktu malam. Yang sekali pakai akan basah kuyup sama sekali selama malam hari). Setiap pengganti popok, oleskan jeli petroleum halus atau cream seng dan minyak kastor pada pantat bayi anda. Walaupun tidak langsung mengobati masalah ini, krim ini akan melindungi kulitnya sampai tingkat tertentu dari efek amonia. 2 Dermatitis seboreika menjadi sebab rash popok terlazim berikutnya. Ia disebabkan oleh penyebab yang sama seperti topi ayunan. Sehingga jika bayi anda menderita topi ayunan serta bercak merah dan bersisik pada lipatan ketiak, leher dan sebagianya- perhatikan gejala serupa dalam area popok. Kembali, krim seng dan minyak kastor bermanfaat dalam kasus ringan. Jika masalahnya lebih parah, sedikit krim hidrokortison dari dokter akan cepat mengobati masalah ini. 3 Infeksi jamur yang menyebabkan thrush menjadi penyebab rash popok lainnya. Biasanya ini timbul pertama kali di sekeliling lubang dubur dan menyebar ke bokong. Ini timbul karena bayi sering menderita infeksi thursh di dalam mulutnya di samping rash popoknya. Kemudian infeksi melintasi saluran perncernaan dan mengenai kulit di sekeliling lubang dubur. Infeksi ini merupakan rash merah padam dengan tepi berbatas tegas. Perlu pengobatan dengan krim Nystatin untuk menyembuhkan keadaan ini. Infeksi thursh di dalam mulut juga diobati dengan Nystatin tetapi dalam bentuk tetes. 4 Akhirnya bokong yang lecet akut dapat disebabkan oleh diare. Kulit disekeliling lubang dubur menjadi merah dan sakit, karena efek tinja yang basah. Pengobatan harus ditunjukkan untuk diare. Untuk mengobati rash yang menyertai, bokong perlu dianginkan

dan dipoles krim yang menyejukkan. Tak perlu menyalahkan diri sendiri jika bayi anda menderita rash popok. Usahakan agar ia sebersih dan sekering mungkin sesuai kemampuan anda- anginkan bokong sesering mungkin- berikan pengobatan yang tepat untuk masing-masing jenis rash. Dengan cara itu anda telah melakukan yang terbaik untuk bayi anda. Sering rash popok lebih menyakitkan sang ibu daripada bayi. Dan setelah pemakaian popok dihentikan, rash akan menghilang.

PENYEBAB
Kulit bayi tipis dari orang dewasa, sehingga zat-zat dari luar sangat mudah meresap ke dalam kulit. Berfungsi sebagai pelindung. Kulit berperan sangat penting dan memerlukan peralatan khusus. Perawatannya tergantung pada jenis kulitnya. Kulit orang dewasa misalnya berbeda dari kulit anak-anak apalagi bayi. Banyak yang mengatakan bahwa kulit bayi sangat lembut dan halus. Memang benar demikian friksi pada kulit bayi kerap terjadi. Di samping friksi antara kulit juga terjadi antara kulit dengan produk-produk yang menempel pada tubuh bayi seperti pakaian atau popok. Bila dalam keadaan lembab maka gesekan ini mengiritasi kulit sehingga fungsi kulit sebagai pelindung tubuh menurun. Contoh turunnya fungsi kulit bayi adalah bintilbintil kemerah-merahan pada pipi atau dahi karena keringat. Penggunaan popok kerap menimbulkan masalah kulit bayi, yaitu ruam popok (diaper ruish) pada bayi atau anak yang mempunyai kulit sensitif. Iritasi bisa terjadi karena urin. Penyebabnya Diaper rush antara lain: a. c. e. f. Kebersihan kulit yang tidak terjaga Udara/suhu lingkungan yang terlalu panas/lembab. Reaksi kontak terhadap karet, plastik, deterjen. Kulit tidak kering benar (masih lembab atau basah) b. Jarang ganti popok setelah bayi/anak kencing, d. Akibat menceret/ Diare sehingga menyebabkan iritasi kulit

g. Air kencing berubah menjadi amonia. h. Banyak keringat pada lipatan kulit. i. j. Terlalu lama dibiarkan dengn popok yang basah Kulit bayi masih peka sehingga mudah iritasi

k. Popok yang basah karena urin dan feses yang tidak segera diganti (enzim protease dan lipase) l. Lebih parah pada bayi yang mengkonsumsi susu formula (pada susu formula kandungan protein lebih tinggi sehingga kadar amonia/urea lebih pekat) m. Infeksi jamur Candida albicans dan infeksi bakteri Staphylococcus menyebabkan perubahan sistem imun

Tanda dan Gejala


a. Iritasi pada kulit yang terkena muncul sebagai crytaema paha atas. c. e. f. Keadaan lebih parah terdapat : crythamatosa. Awal ruam biasanya timbul di daerah kelamin, bukan di dubur. Beruntutan di daerah kelamin, pantat, dan pangkal paha. d. .Kulit kemerahan dan lecet. Kulit pada lipatan kaki lecet dan berbau tajam. b. Crupsi pada daerah kontak yang menonjol, seperti pantat, alat kemaluan, perut bawah

g. Timbul lepuh-lepuh di seluruh daerah popok. h. Bila penyakit telah berlangsung lebih dari 3 hari, daerah tersebut sering terkolonisasi ( ditumbuhi) oleh jamur, terutama jenis Candida Albicans, sehingga kelainan kulit bertambah merah dan basah i. j. Mudah terjadinya infeksi kuman, biasanya staphylococcus aureus atau Sreptococcus beta hemolyticus sehingga kulit menjadi lebih bengkak, serta di dapatkan nanah dan keropeng Bayi menjadi rewel karena rasa nyeri. Dampak bagi tingkah laku Anak: rewel karena gatal. susah tidur, gelisah. garuk-garuk, bisa sampai baret dan berdarah-darah kalo langsung digaruk ditempat yang ruam. Bagi Orang tua: Gelisah, tidak tenang, apalagi kalau sudah di treatment, tapi tidak sembuh-sembuh sampai lama.

Ikut sedih kalo anak lagi rewel karena gatel. Semakin khawatir kalau ruam sampai tergaruk, baret, dan berdarah

ASUHAN ANAK DENGAN RUAM POPOK


A. PENGKAJIAN: Diagnosis biasanya ditegakkan berdasarkan riwayat perjalanan penyakit dan pemeriksaan terhadap ruam. Biasanya tidak diperlukan pemeriksaan laboratorium kecuali dicurigai penyebabnya adalah infeksi jamur dan reaksi alergi.Pada kecurigaan reaksi alergi diperlukan pemeriksaan kulit untuk menentukan agen penyebab alergi. 1. Umur. Ruam popok umumnya terjadi pada anak yang berusia kurang dari 2 tahun. Setelah berumur 2 tahun ke atas, anak jarang mengalamihal ini. Insiden terbanyakterjadi pada anak yang berusia 9-12 bulan. 2. Pola kebersihan cenderung kurang, terutama pada daerah perianal, bokong dan perut bagian bawah. Apabila selesai BAB (Buang Air Besar- Berak)/ BAK (Buang Air KecilKencing), daerah pantat tidak dibersihkan dengan air sebelum diganti dengan popok yang bersih. Selain itu, popok basah karena terkena urine/feses yang tidak segera diganti, bahkan sampai kering kembali akan mempermudah terjadinyan ruam popok. 3. Bayi sering menggunakan popok plastik yang kedap air dan diposable, yang terbuat dari bahan sintetis, dalam waktu lama. 4. Perlu dikaji bagaimana cara ibu mencuci pakaian dan popok. Apabila menggunakan popok (misalnya: pampers), harus diganti setiap beberapa jam. Pencucian yang tidak bersih dapat menyebabkan terjadinya ruam popok karena detergen tertinggal pada pakaian. 5. Pada pemeriksaan daerah bokong terdapat bintik-bintik kemerahan yang kadang-kadang berisi nanah. Demikian juga pada daerah bawah perut. 6. Anamnesa faktor alergi. Kemungkinan anak sensitif terhadap detergen/ sabun cuci yang digunakan atau anak alergi terhadap popok disposable.

B. DIAGNOSIS MASALAH:

1. Ruam pada pantat 2. Pola kebersihan kurang 3. Kemungkinan alergi pada detergen

C. PERENCANAAN/ INTERVENSI:
1. Hindari penggunaan sabun yang berlebihan untuk membersihkan daerah pantat/bokong. Sabun yang berlebihan dan keras sifatnya dapat menyebabkan iritasi. 2. Sebaiknya gunakan kapas dengan air hangat atau kapas dengan minyak untuk Membersihkan bokong bayidengn lembut dan menggunakan waslap dan mengeringkan bagian yang ada di antara lipatan-lipatan secara seksama setiap kali mengganti popok 3. Mengusap dari arah depan ke belakang saat membersihkan bokong bayi, sehingga menjauhkan kotoran dari daerah kemaluan serta menghindari infeksi. 4. membersihkan daerah perianal segera setelah BAB/BAK. 5. Bila terdapat bintik kemerahan, berikan krem atau salep, dan biarkan terbuka untuk beberapa saat. Oleskan salep zinc oxide atau salep penahan antara kulit dan popok 6. Sebisa mungikn, biarkan bayi tanpa popok. Jika sudah parah 7. Jika penyebabnya adalah infeksi jamur, anda harus berkonsultasi dengan dokter tentang obat apa yang harus digunakan. Bila radang masih berlanjut atau bertambah parah Segera bawa berobat ke dokter. Dokter akan memberikan krim atau salep yang mengandung kortikosteroid untuk mengatasi radang. Obat tersebut biasanya dioleskan 23x sehari sampai kemerahan pada kulit hilang. Jangan mengguanakan krim tersebut secara terus menerus bila radang sudah teratasi karena dapat menimbulkan efek samping, antara lain kulit menjadi tipis (atrofi). Kemungkinan juga telah terjadi infeksi sekunder oleh jamur atau kuman, sehingga diberikan krim atau salep yang mengandung anti jamur atau anti bakteri. Gunakan obat tersebut sesuai dengan petunjuk dokter. 8. Jaga agar kulit tetap kering dengan cara: 1. Apabila menggunakan popok kain, perhatikan agar sirkulasi udara tetap terjaga.

2. Apabila menggunakan popok disposable, pilihlah yang menggunakan bahan super absorbent yaitu popok yang terbuat dari bahan yang mengandung gel penyerap. Gel ini menyerap air secara kuat sehingga kulit tetap kering dan dapat mengontrol pH urine/ feses 3. Hindari penggunaan popok/ celana yang terbuat dari karet atau plastik. 4. Penggunaan bedak talk dapat menjaga agar kulit tetap kering, tetapi sangat berbahaya jika masuk ke dalam saluran napas dan dapat menyebabkan iritasi kulit perianal bial tercampur dengan urine/ feses. Apabila ingin menggunakan bedak, gunakan bedak yang terbuat dari serbuk jagung (corn starch), karena relatif lebih aman. Tuangkan pada kasa/ tangan/ saput lalu taburkan pada bagian luar saja 5. Berikan posisi yang selang-seling, terutama pada daerah pantat agar pantat tidak tertekan dan memberikan kesempatan pada bagian tersebut untuk kontak dengan udara. 6. Pakaian, celana, atau popok yang kotor sebelum dicuci sebaiknya direndam dulu dalam air yang dicampur acidum boricum, kemudian dibilas, lalu keringkan. Hindari penggunaan detergen atau pengharum pakaian. 7. Jaga kebersihan tubuh dan lingkungan secara umum.

Beberapa cara untuk mengobati ruam popok adalah :


1. Popok sebaiknya diganti lebih sering dari biasanya. 2. Kulit sebaiknya dibersihkan dengan sabun khusus bayi kemudian dikeringkan. 3. Kulit harus dijaga kebersihannya, tetapi hindari menggosok-gosoknya, karena dapat menimbulkan iritasi yang lebih parah. Setelah dibersihkan, biarkan kulit terbuka, dan tunda memasang popok selama beberapa jam. . 4. Beberapa makanan tertentu tampaknya memperparah ruam. Hindari makanan tersebut sama ruam sembuh. 5. Jika ruam disebabkan oleh dermatitis kontak atau alergi (eksim), hentikan penggunaan sabun atau deterjen yang baru yang mungkin menjadi penyebab ruam. 6. Jika ruam disebabkan infeksi kandida, perlu diberikan salep anti jamur yang dapat dibeli bebas. 7. Salep steroid dapat digunakan pada ruam yang disebabkan oleh alergi, atopi, atau seboroik, tapi jangan digunakan pada ruam yang disebabkan oleh jamur.

8. Seng oksidan biasanya juga efektif. 9. Dengan cara menganginkan pantat bayi lebih lama sebagai salah satu tindakan pencegahan. 10. Popok harus sering diganti, mencegah pemaparan kulit krim sena dan minyak kastol 0,51%. 11. Gunakan sabun bila bayi buang air besar. Setelah itu, keringkan kulit dengan handuk lembut, beri bedak dan popok bisa pasang lagi.

DAFTAR PUSTAKA
Ahmad,syaifuddin ali.2008.15 Langkah Jitu Menjaga Kesehatan anak Sejak Bayi.Yogyakarta:Pelangi Multi Akasara hal: 173 Eisenberg, arlene dkk.1994.Bayi Pada Tahun pertama: apa yang Anda hadapi per bulan.Jakarta: Arcan)hal:216 Fakulatas kedokteran universitas indonesia.2002.Perawatan akulit Pada bayi Dan Balita.Jakarta:FKUI hal 20 Fenwick,Elizabeth.1999.Merawat Bayi.jakarta:Dian Rakyat)hal:16 Gilbert,Patricia.1995.Penyakit Yang Lazim Pada Anak-anak.Arcan:Jakarta)hal:42 http://lenteraimpian.wordpress.com/2010/03/05/masalah-masalah-yang-lazim-terjadipada-bayi-dan-anak/ http://www.wartamedika.com/2008/02/pengobatan-diaper-rash-ruam-popok.html) http://www.facebook.com/note.php?note_id=10150191997720487 http://mybabynmom.wordpress.com/2009/08/18/masalah-kulit-pada-bayi-dan-anak/iaper rash http://kirana21.multiply.com/journal/item/98/Diaper_Rash_home_treatment) http://ibuprita.suatuhari.com/kenali-berbagai-masalah-kulit-yang-sering-terjadi-padaanak/ http://bayibalita.com/2010/10/penyebab-cara-mengatasi-ruam-popok/

Kelly, Paula .2001.Bayi Anda Tahun Pertama.Jakarta:arcan. Halaman 171 Nursalam dkk.2005.Asuhan Keperawatan Bayi dan Anak.Jakarta:Salemba medika.hal:104