Anda di halaman 1dari 12

Efektivitas Penambahan Vitamin E Pada Pakan Dalam Meningkatkan Kinerja Reproduksi Induk Lobster Air Tawar (Cherax quadricarinatus)

Riza Rahman Hakim


Jurusan Perikanan, Fakultas Pertanian-Peternakan Universitas Muhammadiyah Malang Email: riza.umm@gmail.com

ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan vitamin E pada pakan terhadap kinerja reproduksi induk lobster air tawar (Cherax quadricarinatus). Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Indoor Perikanan, Fakultas Pertanian-Peternakan Universitas Muhammadiyah Malang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian vitamin E dalam pakan efektif untuk meningkatkan kinerja reproduksi induk lobster air tawar. Hal ini dibuktikan setelah hari ke-7 dan ke-8 proses pemijahan, pada perlakuan B yang diberi pakan pelet dengan tambahan vitamin E 100 mg/kg pakan dijumpai dua induk betina lobster air tawar yang bertelur. Sedangkan perlakuan A yang diberi pakan pelet tanpa penambahan vitamin E hanya dijumpai satu indukan saja yang bertelur.

Kata kunci : Lobster air tawar, Vitamin E, Kinerja Reproduksi

The Effectivity of Vitamin E Supplementation on Feed to Increase The Reproduction Performance of Broodstock Freshwater Crayfish (Cherax quadricarinatus) Riza Rahman Hakim
Fisheries Department, Faculty of Agriculture and Animal Husbandry, University of Muhammadiyah Malang Email: riza.umm@gmail.com

The purpose of this research is to test the influence of vitamin E supplementation on feed to reproduction performance of broodstock freshwater crayfish (Cherax quadricarinatus). This research was conducted at the Indoor Laboratory of Fisheries, Faculty of Agriculture and Animal Husbandry, University of Muhammadiyah Malang. The results showed that vitamin E supplementation on feed is effective to increase the reproduction performance of broodstock freshwater crayfish. This was proven after 7 days and 8 days the spawning process, the treatment of B is given feed pellets with supplementation of vitamin E 100 mg/ kg feed were found two female broodstock of freshwater crayfish egg-laying. While treatment of A fed pellets without the supplementation of vitamin E was found only one female broodstock egg-laying.

Key words : Freshwater crayfish, Vitamin E, Reproduction Performance

PENDAHULUAN Salah satu program penting untuk sinkronisasi tingkat kematangan gonad, ovulasi dan pemijahan adalah dengan mengembangkan dan menerapkan manajemen pemberian pakan yaitu penambahan vitamin E pada pakan buatan. Unsur vitamin E ini dibutuhkan sebagai bahan stuktur somatik, gonadik dan penentu kualitas telur. Apabila oosit atau telur dalam perkembangannya tidak memperoleh vitamin tersebut, maka telur akan memiliki diameter telur relatif kecil. Hal ini selanjutnya akan memungkinkan terjadinya daya tetas telur dan derajat kelulusan larva yang rendah. Informasi kandungan nutrien dan kebutuhan gizi induk yang dikaitkan dengan proses akumulasi material telur (perkembangan gonad) masih terbatas, padahal informasi kebutuhan nutrisi spesifik utamanya kebutuhan optimum vitamin E sangat berguna untuk meningkatkan kemampuan aktifitas reproduksi. Kualitas dan kuantitas kadar vitamin E diharapkan dapat berperan memperbaiki parameter kinerja reproduksi seperti indeks gonado somatik, diameter telur, fekunditas mutlak, dan perkembangan gonad/gamet. Kebutuhan vitamin E yang ditambahkan pada pakan sangat diperlukan. Hal ini telah

dibuktikan bahwa penambahan vitamin E mampu memperbaiki performa reproduksi pada beberapa jenis ikan terutama kualitas telur dan viabilitas larva (Dabrowski dan Blom, 1994). Kekurangan vitamin E akan mempengaruhi perkembangan gonad dan mengurangi daya tetas telur (Takeuchi et al, 1981). Informasi tentang kebutuhan vitamin E pada lobster air tawar (Cherax quadricarinatus) hingga saat ini masih belum tersedia. Padahal lobster air tawar merupakan salah satu ikan ekonomis penting di Indonesia dan memiliki prospek cerah untuk dibudidayakan karena harganya cukup baik, mudah dibudidayakan, dan responsif terhadap pemberian makanan tambahan. Pemahaman antara interaksi nutrisi dengan reproduksi dan penentuan nutrisi sangat diperlukan untuk keberhasilan maturasi dan pemijahan dalam usaha budidaya. Selanjutnya, penentuan peranan dari nutrisi spesifik dalam lingkup reproduksi dan perubahan dalam dinamika deposit, mobilisasi serta pemanfaatan nutrisi akan mempermudah pemahaman fisiologi reproduksi dan strategi siklus

reproduksi. Sehubungan dengan hal tersebut maka perlu diteliti dan ditetapkan dosis vitamin E yang optimum pada induk lobster air tawar.

MATERI DAN METODE PENELITIAN Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini dilaksanakan selama 30 hari di Laboratorium Indoor Perikanan, Fakultas Pertanian-Peternakan, Universitas Muhammadiyah Malang.

Materi dan Alat Penelitian Materi yang digunakan dalam penelitian ini meliputi : Induk Lobster Air Tawar yang berumur 8 bulan (12 13,5 cm), Vitamin E, dan pakan pellet. Sedangkan alat yang digunakan adalah akuarium ukuran 60x30x30 cm, timbangan analitik, alat pengukur kualitas air (oxymeter dan pH pen), aerator, dan shelter paralon.

Metode dan Rancangan Percobaan Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan teknik pengambilan data secara observasi langsung. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan satu variabel yaitu penambahan vitamin E pada pakan dengan dosis masing-masing 100 mg/Kg pakan, 200 mg/Kg pakan, dan sebagai kontrol adalah pakan yang tidak ditambahkan vitamin E. Masingmasing perlakuan akan dilakukan 3 kali ulangan, sehingga terdapat 9 unit percobaan. Prosedur Penelitian Penelitian ini dilakukan di laboratorium indoor Perikanan Universitas Muhammadiyah Malang. Lobster air tawar yang digunakan adalah induk lobster umur 7 bulan (10 12 cm). Induk lobster tersebut kemudian diadaptasikan di akuarium yang telah dipersiapkan. Jumlah induk yang dipelihara dengan perbandingan jantan dan betina 1 : 1 per akuarium.

Pakan yang diberikan adalah pakan lobster komersial berbentuk pellet. Pakan uji sebelum diberikan dianalisis proksimat terlebih dahulu kandungan nutrisinya berikut kandungan vitamin E yang ada pada pakan tersebut. Pada pakan uji tersebut kemudian dicampurkan vitamin E, dimana vitamin E dilarutkan terlebih dahulu dalam alkohol 70% dan kemudian disemprotkan pada pakan dengan sprayer. Selanjutnya Pakan yang telah dicampurkan vitamin dikering udarakan untuk menguapkan alkohol. Dosis vitamin E yang ditambahkan antara lain 100 dan 200 mg/Kg pakan. Sebagai kontrol percobaan adalah pakan komersial yang tidak ditambahkan vitamin E. Selama masa pemeliharaan 1 bulan, lobster akan diberi pakan pellet sebanyak 3 % dari berat biomassa. Pemberian pakan dilakukan 2 kali sehari, yaitu pada pagi hari sebanyak 25 % dan pada sore hari sebanyak 75 %. Setiap 3 hari sekali akan dilakukan penyiponan. Selama masa perlakuan akan diamati, kecepatan proses pemijahan, diameter telur, perkembangan telur sampai dengan menjadi benih, serta diukur parameter kualitas airnya (suhu, DO, pH). Analisa Data Data yang diperoleh dari penelitian dianalisa secara deskriptif. Metode deskriptif bertujuan untuk memaparkan secara sistematis, faktual dan akurat

mengenai fakta-fakta dan sifat-sifat dari populasi tertentu, dan data dikumpulkan sesuai dengan tujuan dan secara rasional serta kesimpulan diambil dari data-data yang terkumpul (Surakhmad, 1994). Parameter Uji Parameter uji yang akan diamati dalam penelitian ini adalah: a) Kecepatan proses pemijahan, yaitu ditandai dengan induk betina mengeluarkan telur. Induk betina yang sudah bertelur ditandai dengan berdiam diri di dalam shelter paralon dan ekornya terlipat ke dalam.

b) Parameter kualitas air Pengukuran parameter kualitas air akan dilakukan pada pagi, siang dan sore hari yang meliputi pengukuran pH (derajat keasaman) yang diukur dengan Ph pen, suhu dan DO (oksigen terlarut) yang diukur dengan Oxymeter.

HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian ini menggunakan perlakuan pakan yang diberikan vitamin E dengan tujuan untuk mengetahui kecepatan kinerja reproduksi. Reproduksi sendiri dimulai sejak terjadinya perkembangan gonad untuk siap memproduksi sel telur/sperma hingga hadirnya individu baru. Adapun prosesnya meliputi pematangan gonad, pematangan gamet, perkawinan dan pemijahan, pembuahan dan awal perkembangan, serta penetasan (Fujaya, 2002). Sedangkan parameter uji dalam penelitian ini dikhususkan untuk melihat kecepatan proses pemijahan lobster air tawar. Salah satu faktor penting dalam pemeliharaan induk, terutama untuk pematangan gonad adalah pakan. Pakan yang berkualitas akan sangat menentukan keberhasilan proses reproduksi ikan. Nutrien yang sangat penting untuk pakan induk ini adalah protein, lemak, karbohidrat, vitamin, dan mineral. Dari beberapa jenis vitamin, vitamin E ternyata mempengaruhi proses reproduksi. Pada penelitian ini terdapat dua perlakuan pakan yang diberi vitamin E. Pakan yang sudah diberi tambahan vitamin E kemudian diberikan kepada induk lobster air tawar yang sudah dipasangkan pada tiap akuariumnya. Adapun kriteria kuantitatif induk lobster air tawar yang digunakan dalam penelitian ini dapat dilihat pada tabel 1. dan tabel 2. berikut ini.

Tabel 1. Panjang Induk Lobster Air Tawar Jantan () dan Betina () Perlakuan A (0 mg/kg pakan) B (100 mg/kg pakan) C (200 mg/kg pakan) I 12,5 12 12,5 13,5 13,5 12 Ulangan II 12 12 12 12,5 12 13 III 11,5 12,5 12,5 12 12 12 Total 36,00 36,50 37,00 38,00 37,50 37,00 Rata2 12,00 12,17 12,33 12,67 12,50 12,33

Tabel 2. Berat Induk Lobster Air Tawar Jantan () dan Betina () Perlakuan A (0 mg/kg pakan) B (100 mg/kg pakan) C (200 mg/kg pakan) I 45 40 50 58 58 39 Ulangan II 45 40 49 48 45 48 III 40 45 45 39 45 40 Total 130,00 125,00 144,00 145,00 148,00 127,00 Rata2 43,33 41,67 48,00 48,33 49,33 42,33

Data pada tabel 1 dan tabel 2 menunjukkan bahwa panjang rata-rata untuk indukan lobster jantan adalah 12,28 cm dan panjang rata-rata indukan betina 12,39 cm. Sedangkan berat rata-rata induk lobster jantan 46,89 gram dan betina 44,11 gram. Dari data tersebut dapat disimpulkan, bahwa panjang dan berat indukan lobster air tawar yang digunakan dalam penelitian ini merupakan indukan yang memenuhi kriteria kuantitatif induk lobster yang siap untuk dipijahkan. Hasil penelitian menunjukkan pada hari ke-7 terdapat induk yang sudah bertelur. Induk yang bertelur ini merupakan induk yang diberi pakan dengan penambahan vitamin E 100 mg/kg pakan (perlakuan B1). Induk lobster ini lebih cepat bertelur daripada induk yang lainnya. Hal ini menunjukkan bahwa penambahan vitamin E 100 mg/kg pakan efektif untuk mempercepat kematangan gonad dan menstimulasi lobster untuk cepat memijah, sehingga cepat bertelur. Seperti yang diungkapkan oleh Watanabe (1985), vitamin E banyak

mempengaruhi fungsi fisiologis dalam pemijahan, fertilitas maupun penetasan telur yang dihasilkan. Vitamin E memang sangat berperan dalam proses reproduksi ikan. Effendie (1997) dalam Yulfiperius (2003a) menyatakan pada proses reproduksi, sebelum terjadi pemijahan sebagian besar hasil metabolisme tertuju untuk perkembangan gonad. Pada masa reproduksi, -tokoferol akan didistribusikan ke jaringan adiposa. -tokoferol diangkut ke hati mungkin dalam kilomikron, dan dikirim ke jaringan dalam bentuk lipoprotein. Selanjutnya oleh enterosit dalam bentuk gabungan kilomikron (-tokoferol dengan mono, di dan trigliserida), vitamin tersebut dibawa ke saluran limpatik. Vitamin E (a-tokoferol) merupakan salah unsur nutrien yang harus ada di dalam pakan, karena dibutuhkan sebagai salah satu bahan yang mempengaruhi penyusunan struktur somatik, gonadik, dan penentu kualitas telur. Seperti hasil penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Tridjoko, dkk (2001) tentang penambahan vitamin E dengan dosis 0,5 gram pada pakan ikan kerapu bebek (Cromileptes altivelis) memperlihatkan hasil yang lebih baik dari segi frekuensi pemijahan, daya tetas telur dan jumlah telur yang dihasilkan, dibandingkan perlakuan pada pakan yang tidak ditambahkan vitamin E. Sedangkan Harlioglu and Barim (28) melaporkan bahwa adanya vitamin E 100 mg/kg di dalam pakan berpengaruh signifikan dalam memperbesar dan memperbanyak telur lobster air tawar (Astacus leptodactylus). Begitu pula hasil penelitian pada ikan patin (Pangasius hypophthalmus) yang dilakukan oleh Yulfiperius (2003b)

menunjukkan bahwa pakan yang mengandung 189.65 mg VE/kg pakan menghasilkan tingkat penetasan yang tinggi (78.77%), jumlah total larva 332,339 ekor/kg induk, dan larva abnormal terendah (0.19%). Selain itu juga dapat meningkatkan kualitas telur ikan patin. Oleh sebab itu dapat dikatakan bahwa penggunaan vitamin E pada beberapa spesies ikan nampaknya dapat menjamin adanya proses reproduksi yang lebih sempurna (Tridjoko, dkk, 2001). Pada hasil pengamatan penelitian menunjukkan bahwa induk lobster air tawar yang terdapat pada perlakuan B lebih cepat memijah dibanding induk pada perlakuan lainnya. Hal ini menunjukkan bahwa

pemberian vitamin E 100 mg/kg pakan efektif untuk mempercepat kematangan gonad. Seperti diketahui bahwa dari kelima nutrien pakan yang harus dipenuhi (protein, karbohidrat, lemak, vitamin dan mineral), vitamin mempunyai peranan sangat penting dalam peningkatan kinerja reproduksi, khususnya pada vitamin E (Halver, 1989). Hal ini disebabkan vitamin E mempunyai peranan sebagai co-enzim dan antioksidan yang berguna untuk mempertahankan keberadaan vitamin-vitamin dan asam lemak tak jenuh yang mudah teroksidasi (Djojosoebagio, 1990). Pada hari ke-8 juga dijumpai induk yang bertelur, yaitu pada perlakuan B2 yang merupakan perlakuan pakan yang diberi tambahan vitamin E 100 mg/kg pakan. Dilihat dari keseluruhan perlakuan, pada minggu pertama setelah lobster dikawinkan terdapat dua induk yang bertelur, yaitu perlakuan B1 dan B2, dimana masing-masing diberi perlakuan pakan dengan penambahan vitamin E 100 mg/kg pakan. Sedangkan pada perlakuan yang diberi pakan pellet tanpa penambahan vitamin E hanya dijumpai satu induk saja yang bertelur (perlakuan A2). Hal tersebut menunjukkan bahwa penambahan vitamin E pada pakan dapat mempercepat perkembangan gonad. Dari berbagai penelitian yang telah dilakukan pada beberapa ikan laut dan tawar dapat diketahui bahwa pemberian pakan induk yang baik dapat meningkat performa induk dalam perkembangan gonad, kualitas pemijahan dan kualitas larva. Di dalam proses reproduksi ikan, peranan pakan merupakan faktor yang sangat penting. Dengan komposisi pakan yang lebih baik dapat mempercepat perkembangan gonad dan fekunditas ikan (Halver, 1976). Melihat data hasil penelitian maka dapat diketahui beberapa faktor yang menunjang proses reproduksi ikan diantaranya adalah kualitas induk yang baik secara kualitatif maupun kuantitatif, komposisi pakan yang baik khususnya kandungan vitamin E dalam pakan, serta lingkungan perairan yang mendukung. Seperti diketahui bahwa parameter kualitas air selama penelitian berlangsung berkisar antara 24 24,5 0 C, pH 7,2 7,38 dan oksigen terlarut 8 8,2 mg/l. Red Claw akan tumbuh dengan ideal pada suhu air 24 310C dan derajat keasaman (pH) 6 8, sedangkan oksigen terlarut yang ideal lebih dari 5 mg/l, serta kandungan amoniak kurang dari 0,05 mg/l (Setiawan, 2006). Sehingga

kualitas air selama penelitian dapat dikatakan berada dalam kisaran yang optimal untuk proses pemijahan lobster air tawar.

KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penambahan vitamin E pada pakan efektif untuk meningkatkan kinerja reproduksi induk lobster air tawar. Perlakuan B yang diberi pakan pelet dengan tambahan vitamin E 100 mg/kg pakan mampu memacu kinerja reproduksi lobster air tawar, sehingga pada hari ke-7 dan ke-8 dijumpai dua induk lobster yang bertelur. Sedangkan pada perlakuan A yang diberi pakan pelet tanpa penambahan vitamin E hanya dijumpai satu induk lobster yang bertelur. Oleh sebab itu disarankan agar usaha untuk memacu kinerja reproduksi induk lobster air tawar sebaiknya menambahkan vitamin E 100 mg/kg pakan.

DAFTAR PUSTAKA Dabrowski, K. and J.H. Blom. 1994. Ascorbic Acid Deposition In Raibowtrout (Oncorhynchus mykiss) Eggs and Survival of Embryos. Comparative Biochemistry and Physiology. 108A : 129-135. Djojosoebagio, S. 1990. Fisiologi Kelenjar Volume I dan II. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. PAUIlmu Hayat Institut Pertanian Bogor. 247 hal. Fujaya, Y. 2002. Fisiologi Ikan : Dasar Pengembangan Teknologi Perikanan . DIKTI. Jakarta. 181 hal. Halver, J.E. 1989. Fish Nutrition. Academic. Inc.San Diego.713 pp. Harlioglu, M.M., Barim, The effect of dietary vitamin E on the pleopodal egg and stage-1 juvenile numbers of freshwater crayfish Astacus leptodactylus (Eschscholtz, 1823). Aquaculture, 2004; 236: 267-276. Setiawan, 2006. Teknik Pembenihan dan Cara Cepat Pembesaran Lobster Air Tawar. PT. AgroMedia Pustaka. Jakarta.

Surakhmad, W., 1994. Pengantar Penelitian Ilmiah Dasar. Tarsito. Bandung. Takeuchi, T., S.Ishii., T. Ogino. 1981. Effect of Dietary Vitamin E On Growth, Vitamin E Distribution and Mortalities of The Fertilized Eggs and Fry in Ayu Plecoglossus altivelis. Bulletin of Tokai Regional Fisheries Research Laboratory. 104 : 111-122.

Tridjoko, Ismi, S., Wardoyo, Suwirya, K., 2001. Perbaikan Mutu Telur dengan Suplemen Vitamin E Pada Pakan Induk Ikan Kerapu Bebek (Cromileptes altivelis). Prosiding Seminar Riptek Kelautan Nasional. Balai Besar Riset Perikanan Budidaya Laut. Gondol. Bali Watanabe, T. 1985. Importance of The Study of Broodstock Nutrition for Further Development of Aquaculture. Nutrition and Feeding in Fish . Edited by C.B. Cowey. A. M. Mackie and I.B Bell. Academic Press London. Yulfiperius, 2003b. Pengaruh Kadar Vitamin E Dalam Pakan terhadap Kualitas Telur Ikan Patin (Pangasius hypophthalmus). Jurnal Iktiologi Indonesia. Vol. 3 (1) 2003 : 11-19. Yulfiperius, 2003a. Penambahan Vitamin E Dalam Formulasi Pakan Induk Ikan Dapat Memperbaiki Kualitas Reproduksinya. Makalah Falsafah Sains Program Pasca Sarjana. IPB

Lampiran 1. Dokumentasi Penelitian

Gambar 1. Induk Lobster Air Tawar (Cherax quadricarinatus)

Gambar 2. Akuarium Tempat Pemijahan

Gambar 3. Induk Lobster yang Bertelur