Anda di halaman 1dari 11

GIC (Glass Ionomer Cement)

Well, tugas PSAF yang saya tidak kerjakan ini, ternyata sangata berguna untuk praktek ekskavasi kemarin.. Ah, bodohnya diriku tidak mengerjakan essay ini,padahal ini sangat penting.. Jujur, kemarin gw capek bgt..T_T jadi gk sempet ngerjain deh.. Yaudah, gw ngerjainnya di blog gw aja lah: GIC: Glass Ionomer Cement (GIC) adalah bahan gigi restoratif digunakan dalam kedokteran gigi untuk mengisi gigi dan luting semen. Materi ini didasarkan pada reaksi silikat serbuk kaca dan polyalkenoic asam. Bahan Gigi berwarna diperkenalkan pada tahun 1972 untuk digunakan sebagai bahan restoratif untuk gigi anterior (terutama untuk mengikis daerah, Kelas III dan rongga V). Saat berikatan kimia pada jaringan keras gigi dan melepaskan fluoride dalam waktu yang relatif lama, aplikasi modern GICs telah diperluas. Diinginkan sifat semen Ionomer kaca membuat mbahan yang bermanfaat dalam pemulihan lesi membusukkan gigi atau tulang di daerah rendah stres seperti permukaan halus dan kecil dalam rongga anterior proksimal gigi primer. Hasil dari studi klinis, tidak mendukung penggunaan restorasi konvensional Ionomer kaca atau logam-diperkuat di gigi primer. GICs umumnya diklasifikasikan menjadi lima tipe dasar: - Semen Ionomer Konvensional - Modifikasi Resin GIC (Konvensional dengan penambahan HEMA) - Semen Ionomer Hibrida (Juga dikenal sebagai Dual-Cured Glass Ionomer Cement) - Tri-Cure GIC - Metal-Reinforced GIC Komposisi dan Persiapan: Aplikasi termasuk campuran bubuk dan cair. Jenis aplikasi menetapkan viskositas dari semen, yang disesuaikan dengan memvariasikan distribusi ukuran partikel dan rasio serbuk-ke-cair. GIC POWDER Serbuk kalsium asam-larut fluoroaluminosilicate mirip dengan silikat kaca namun dengan rasio alumina-silikat yang lebih tinggi meningkatkan reaktivitas dengan cairan. Bagian fluoride bertindak sebagai fluks dari "keramik". Lantanum, Strontium, Seng Oksida Barium atau aditif memberikan radioopacity. Fusion bahan baku untuk membentuk kaca yang seragam dengan memanaskan mereka untuk suhu 1100 C hingga 1500 C. kaca, adalah

tanah menjadi bubuk memiliki bubuk partikel berkisar antara 15-50 m. Persentase bahan baku adalah: * Silika 41.9% * Alumina 28.6% * Aluminium Fluoride 1.6% * Kalsium Fluoride 15.7% * Natrium Fluoride 9.3% * Aluminium Fosfat 3.8% GIC Liquid Awalnya, cairan untuk GIC adalah larutan asam poliakrilat dalam konsentrasi sekitar 40 sampai 50%. Cairan sangat kental dan cenderung gel dari waktu ke waktu. Dalam sebagian besar semen saat ini, asam adalah dalam bentuk co-polymer dengan itaconic, asam maleat atau tricarboxylic. Asam ini cenderung meningkatkan reaktivitas cairan, penurunan viskositas dan mengurangi kecenderungan untuk gelasi. asam tartarat juga hadir dalam cairan. Hal ini meningkatkan karakteristik penanganan dan meningkatkan waktu bekerja, tapi waktu pengaturan lebih pendek. Viskositas tartrat asam yang mengandung semen umumnya tidak berubah selama hidup rak semen. Namun, perubahan yang dapat terjadi ketika viskositas semen melampaui tanggal tersebut. Sebagai sarana untuk memperpanjang waktu kerja GIC, beku-kering dan bubuk kaca bubuk polyacid ditempatkan dalam botol yang sama bedak. cair ini terdiri dari air atau air dengan asam tartrat. Ketika bubuk dicampur dengan air, bubuk asam melarutkan dan menyusun kembali asam cair dan proses ini diikuti oleh reaksi asam-basa. Semen jenis ini kadang-kadang disebut sebagai gelas air Ionomer Ionomer settable atau keliru seperti kaca anhidrat. Manipulasi Untuk mencapai pemulihan jangka panjang dan prostesis itu tetap kuat, pertimbangan manipulatif sebagai berikut untuk GIC harus dipenuhi: 1. Permukaan gigi yang disiapkan harus bersih dan kering 2. Kelebihan semen harus dihapus pada waktu yang tepat 3. Permukaan harus diselesaikan tanpa pengeringan yang berlebihan 4. Restorasi perlindungan permukaan harus dipastikan untuk mencegah keretakan atau peluruhan. Keuntungan - Adhesi yang melekat pada struktur gigi - Biokompatibel - Menghambat peluruhan Fluoride dan Timbulnya Karies - Persiapan Kavitas Minimal diperlukan, sehingga mudah digunakan pada anak-anak

Kegunaan Tipe I untuk Luting Semen Tipe II Untuk restorasi Tipe III Liners dan Basis Tipe IV Fissure Sealants Tipe V Semen Ortodontik Tipe VI Core Build Up Referensi: * Phillips' Science of Dental Materials by Kenneth J. Anusavice * Dental Materials: Properties and Manipulation by Robert Craig, John M. Powers and John C. Wataha * Applied Dental Materials by J. F. McCabe, Angus Walls and John N. Anderson * Introduction to Dental Materials, R van Noort, 2002, p137 * Glass-Ionomer Cement, Alan D. Wilson and John W.McLean, 1988 * Acid-base Cements, A.D. Wilson and J.W. Nicholson, 1993, p116

2.2.2 Glass Ionomer Cement Tipe kaca dalam bahan semen lainnya yang lebih baru, yang yang baik ada juga dan di dan

didasarkaan pada asam poliakrilik adalah semenionomer (GIC). gigi, Karena ionomer sifat kaca biologisnya ke terutama perawatan memiliki potensi perlekatan untuk kalsium yang

digunakan daerah

sebagai

restorative

erosi

sebagai bahan penyemenan. Juga dapat digunakan sebagai

basis walaupun bahan tersebut sangat sensitive terhadap air dan dibutuhkan daerah yang kering (Baum, 1997). Komposisi dan kimiawi Semen ini adalah sitem bubuk cairan. Sesungguhnya, cairan semen ionomer kaca merupakan larutann dari asam poliakrilat dalam konsentrasi kira-kira 50 %. Cairannya cukup kental dan cenderung Pada membentuk besar gel setelah asam beberapa waktu. sebagian semen

poliakrilat dalam cairan adalah dalam bentuk kopolimer dengan asam itikonik, maleik atau itrikarbalik. Asamasam ini cenderung menambah reaktivitas dari cairan, mengurangi dari 1997). Asam tartaric juga terdapat dalam cairan. Bahkan kekentalan, dan mengurangi kecenderungan yang membentuk gel. Pembentukan gel dari cairan adalah hasil pengikatan hydrogen antarmolekular menghasilkan ikatan silang dari rantai polimer (Baum,

sesungguhnya, penambahan komponen ini menyebabkan semen bisa digunakan untuk kedokteran gigi. Penambahan ini memperbaiki waktu Terlihat karakteristik tetapi manipulasi dan waktu meningkatkan pengerasan. secara kerja, memperpendek yang

peningkatan

berkesinambungan

perlahan pada kekentalan semen yang tidak mengandung asam tartaric. Kekentalan semen yang mengandung asam tartaric tidak menunjukkan perubahan setelah beberapa waktu, baru kemudian tampak kenaikan kekentalan yang tajam (Baum, 1997).

Bubuknya adalah kaca alumino silikat. Karena banyak mengandung semen silikat, bubuk ini menunjukkan pola pelepasan fluoride yang khas seperti pada tipe bahan tersebut dan juga mempunyai ketahanan yang sama terhadap karies. Jadi dapat dilihat dari sistem dasar yaitu : memiliki potensi melekat ke struktur gigi, baik secara biologis, dan memiliki beberapa karakteristik antikaries karena kandungan fluoridanya (Baum, 1997). Prosedur Kritis Untuk Tambalan Semen Ionomer Kaca

PREPARASI PERMUKAAN : Permukaan pumice yang bersih adalah syarat penting yang untuk

menghasilkan adhesi. Dapat digunakan pencucian dengan untuk menghilangkan lapisan terbentuk selama preparasi kavitas, tujuan dari pengolesan dengan pumice adalah menghilangkan lapisan permukaan yang kaya florida yang dapat mengganggu proses kondisioning permukaan (Baum, 1997). Pemberian adalah tetapi dentin conditioner daya ini adhesif (surface dentin. pretreatment) Persiapan tubuli ini

menambah proses

membantu aksi pembersihan dan pembuangan smear layer, akan menyebabkan dentin

tertutup. Smear serpihan

layer

adalah

lapisan atau

yang

mengandung dan

kristal

mineral

halus

mikroskopik

matriks organik (Baum, 1997). Lapisan smear layer terdiri dari 2 (dua) bagian yaitu lapisan luar yang mengikuti bentuk dinding kavitas dan lapisan dalam berbentuk plugs yang terdapat pada ujung tubulus dentin. Sedangkan plugs atau lapisan dalam tetap dipertahankan untuk menutup tubulus dentin dekat jaringan pulpa yang mengandung air(Baum, 1997). Bahan smear dentin conditioner berperan untuk mengangkat bahan

layer bagian

luar untuk

membantu ikatan

restorasi adhesif seperti bahan bonding dentin. Hal ini berperan dalam mencegah penetrasi mikroorganisme atau bahan-bahan jaringan kedokteran gigi yang dapat mengiritasi daya pulpa sehingga dapat menghalangai

adhesi (Baum, 1997). Permukaan satu kali gigi dipersiapkan adalah dengan 20 mengoleskan tetapi dinding asam

poliakrilik 10%. Waktu standart yang diperlukan untuk aplikasi untuk dentin selama untuk detik, pada menurut baik kavitas hal pengalaman pengulasan dilakukan penting mendapatkan conditioner 30 detik perlekatan yang

dapat dilakukan selama 10-30 detik. Kemudian pembilasan pembilasan hasil merupakan mendapatkan yang diinginkan,

setelah itu kavitas dikeringkan (Baum, 1997). PERSIAPAN BAHAN :

Rasio

bubuk

cairan

yang

dianjurkan

oleh

pabrik

haruslah ditaati, penurunan rasio akan berakibat buruk pada sifat semen yang sudah mengeras (Baum, 1997).

Pada

proses

pengadukan

kedua

komponen

(bubuk

dan

cairan) ion hidrogen dari cairan mengadakan penetrasi ke permukaan bubuk glass. Proses pengerasan dan hidrasi berlanjut, berperan semen membentuk ikatan silang dengan ion Ca2+ dan Al3+ sehingga terjadi polimerisasi. Ion Ca2+ pada awal pengerasan dan ion Al3+ berperan pada pengerasan selanjutnya(Baum, 1997). PENEMPATAN BAHAN : Adukan atau semen segera ke ditempatkan dalam dengan alat gigi. plastik Setiap

disuntikkan bahwa

kavitas

penundaan akan menghasilkan permukaan yang kusam, yang berarti reaksi pengerasan telah berkembang sedemikian sehingga gugus karboksil bebas tidak cukup

untuk 1997).

membentuk

adhesi

dengan

struktur

gigi (Baum,

Segera setelah penempatan dipasang sebuah matriks yang sudah dibentuk terlebih dulu degan tujuan, pertama matriks memberikan kontur maksimal sehingga kebutuhan akan penyelesaian akhir menjadi berkurang, selain itu matriks melindugi atau 1997). Secara garis besar terdapat tiga tahap dalam reaksi menjamin semen keutuhan yang air sedang selama permukaan, mengeras kedua dari matriks hilangnya

bertambahnya

pengerasan

awal (Baum,

pengerasan semen ionomer kaca, yaitu sebagai berikut. (1) Terdekomposisinya 20-30% partikel glass dan

lepasnya ion-ion dari partikel glass (kalsium, stronsium, dan alumunium) akibat dari serangan polyacid (terbentuk cement sol)(Baum, 1997).

(2)Gelation/hardening Ion-ion kalsium, stronsium, dan alumunium terikat pada polianion pada grup polikarboksilat.

4-10

menit rantai

setelah kalsium

pencampuran (fragile &

terjadi highly

pembentukan

soluble inwater). * 24 jam setelah pencampuran, maka alumunium akan terikat pada matriks semen dan membetuk rantai alumnium (strong & insoluble) (Baum, 1997).

(3)Hydrationofsalt Terjadi proses hidrasi yang progresive dari garam matriks yang akan meningkatkan sifat fisik dari semen ionomer kaca (Baum, 1997). Retensi jaringan semen gigi terhadap berupa etsa email asam. dan dentin pada tanpa

ikatan

fisiko-kimia Ikatan

menggunakan gigi dengan

teknik gugus

kimianya dari

berupa ikatan ion kalsium yang berasal darijaringan COOH (karboksil) multipel semen ionomer kaca. (Baum, 1997). Adhesi yang adalah tidak daya sejenis tarik pada menarik dua antara molekul yang

permukaan

berkontak. Semen ionomer kaca adalah polimer yang

mempunyai gugus karboksil (COOH) multipel sehingga membentuk ikatan hidrogen yang kuat. Dalam hal ini memungkinkan pasta semen untuk membasahi, adaptasi, dan melekat pada permukaan dengan email. email Ikatan kali dan antara lebih lebih semen berisi ionomer unsur kaca dua

besar daripada ikatannya dengan dentin karena email anorganik lebih banyak homogen dari segi morfologis (Baum, 1997).

Secara fisik, ikatan bahan ini dengan jaringan gigi dari dapat ditambah dan dengan membersihkan keadaan kavitas kavitas pelikel debris. Dengan

yang bersih dan halus dapat menambah ikatan semen ionomer kaca (Baum, 1997). PENYELESAIAN PERMUKAAN DARI SEMEN YANG TELAH MENGERAS

Jika semen

diperlukan, dengan untuk

prosedur pengerasan

penyelesaian yang lebih

lanjutan cepat, menit.

harus ditunda paling sedikit 24 jm. Untuk beberapa dianjurkan semakin atau penyelesaian sesudah 10

Bagaimanapun juga semakin lama ditunggu semen akan matang sehingga resikorusaknya menjadi permukaan buram kecenderungan restorasi agak

dapat berkurang(Baum, 1997). PROSEDUR PASCA RESTORASI : Sebelum pasien dipulangkan, tambalan harus dilapisi dengan bahan pelindung, karena tepi semen yang terbuka akibat baru dirapikan masih peka terhadap lingkungan, sampai semen mencapai kematangan penuh Jika prosedur perlindungan untuk semen ini tidak diikuti, pada akhirnya akan terjadi permukaan yang mengapur atau kasar(Baum, 1997).