Anda di halaman 1dari 6

PENEGAKAN DIAGNOSIS OTOMIKOSIS

Diagnosis kerja otomikosis secara klinis umumnya terdiri atas : anamnesis, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang. 1. Anamnesis Gejala yang biasa ditemukan pada infeksi jamur pada liang telinga adalah: Rasa Gatal.1,2

Merupakan gejala yang paling sering ditemukan pada penderita otomikosis. Rasa gatal ini sangat mengganggu, tidak tertahankan dan ingin selalu digaruk. Rasa gatal yang menetap menyebabkan pasien berusaha membersikan liang telinga dengan mengunakan cotton bud atau korek telinga yang dapat menimbulkan trauma atau infeksi sekunder. Rasa Penuh 1,2

Rasa penuh di dalam telinga tersebut timbul karena jamur-jamur kontaminan tumbuh sangat cepat, sehingga dapat menutup liang telinga Otalgia1,2 Tinitus 1,2

Otomikosis yang disertai gejala infeksi sekunder

Banyak didapati sebagai keluhan penderita. Keluhan tinitus akan hilang bila setelah liang telinga dibersihkan dari sumbatan. Sekret 1,2

Merupakan gejala dari otomikosis, merupakan hasil metabolisme jamur biasanya jumlah sekret sedikit dan tidak berbau.

Manifestasi klinis lain yang biasa ditemukan pada otomikosis adalah liang telinga yang eritem disertai udem yang bersifat difus. Kaur dalam penelitiannya mendapatkan keluhan yang terbanyak adalah telinga terasa penuh sebanyak 93,7 %, keluhan rasa gatal 71,5%, otalgia 65,2 %, sekret 50,5%, dan gangguan pendengaran 26,3%.3 Otomikosis umumnya terjadi unilateral, walaupun kadang-kadang didapati pada kedua telinga.4 Pada pemeriksaan tampak adanya tanda-tanda radang pada liang telinga, terdapat debris bewarna putih, abu abu, kuning kotor, bahkan bisa bewarna hitam, ataupun terlihat seperti kertas koran.

2. Pemeriksaan Fisik Pada pemeriksaan dengan inspeksi dan palpasi akan ditemukan tanda-tanda inflamasi pada kanal disertai nyeri tekan pada tragus dan aurikula. Discharge dapat terlihat pada kanal. Pada pemeriksaan dengan otoskop dapat terlihat kanal yang hiperemis, sedikit edem dan tampak hifa berfilamen putih dengan titik-titik hitam yang tumbuh dari permukaan kulit, tampak debris bewarna putih, abu-abu, kuning kotor, bahkan bisa bewarna hitam dan terlihat seperti kertas koran.5

3. Pemeriksaan Penunjang Pemeriksaan yang dilakukan untuk membantu penegakan diagnosis adalah swab telinga dan pemeriksaan mikroskopis dengan KOH. Akan tampak hifa dan spora pada pemeriksaan mikroskopis. Sedangkan untuk menentukan spesies yang menginveksi dapat dilakukan kultur. Cara melakukan pemeriksaan sediaan langsung yaitu kerokan kulit diambil dari daerah yang aktif kemudian dibuat sediaan KOH 10 % dengan menambahkan satu tetes larutan tersebut pada beberapa kerokan kulit di atas obyek glass. Setelah dipanaskan di atas api sebentar untuk melisiskan kulit, maka sediaan siap diperiksa. Pada pemeriksaan tampak hifa-hifa lebar, berseptum, dan kadang-kadang dapat ditemukan spora kecil dengan diameter 2-3.3,4,6 Untuk identifikasi jamur penyebab, bahan klinik perlu dibiakan pada agar Dextrose Sabaround dengan mengunakan kloramfenikol 0,5% yang diinkubasi pada suhu 300C, dalam 1-2 minggu kemudian diperiksa morfologi koloni yang menyerupai ragi, bewarna hijau dengan tepinya berupa filamentosa bewarna coklat dan dengan mikroskop akan tampak hifa halus bercabang, mengkilap dan spora- spora yang lonjong.4,7

PENEGAKAN DIAGNOSIS OTITIS EKSTERNA

Untuk menegakkan diagnosis dari otitis eksterna dapat diperoleh dari anamnesis dan pemeriksaan fisik yang meliputi:

1. ANAMNESIS Pasien mungkin melaporkan gejala berikut: Otalgia Rasa nyeri di dalam telinga (otalgia) bisa bervariasi dari yang hanya berupa rasa tidak enak sedikit, perasaan penuh didalam telinga, perasaan seperti terbakar hingga rasa sakit yang hebat serta berdenyut. Meskipun rasa nyeri sering merupakan gejala yang dominan, keluhan ini juga sering merupakan gejala mengelirukan. Rasa nyeri bisa tidak sebanding dengan derajat peradangan yang ada. Ini diterangkan dengan kenyataan bahwa kulit dari liang telinga luar langsung berhubungan dengan periosteum dan perikondrium, sehingga edema dermis menekan serabut saraf yang mengakibatkan rasa sakit yang hebat. Lagi pula, kulit dan tulang rawan 1/3 luar liang telinga bersambung dengan kulit dan tulang rawan daun telinga sehingga gerakan yang sedikit saja dari daun telinga akan dihantarkan ke kulit dan tulang rawan dari liang telinga luar dan mengkibatkan rasa nyeri yang hebat dirasakan oleh penderita otitis eksterna. Rasa nyeri dapat juga timbul spontan pada waktu membuka mulut ((sendi temporomandibula). Pada otitis media sirkumskripta, rasa nteri yang hebat tidak sesuai dengan besar bisul. Hal ini disebabkan karena kulit liang telinga tidak mengandug jaringan longgar di bawahnya, sehingga rasa nyeri timbul pada penekanan perikondrium.8 Rasa penuh ditelinga Rasa penuh pada telinga merupakan keluhan yang umum pada tahap awal dari otitis eksterna difusa dan sering mendahului terjadinya rasa sakit dan nyeri tekan daun telinga.8 Gatal Gatal merupakan gejala klinik yang sangat sering dan merupakan pendahulu rasa sakit yang berkaitan dengan otitis eksterna akut. Pada kebanyakan penderita rasa gatal disertai rasa penuh dan rasa tidak enak merupakan tanda permulaan peradangan suatu otitis eksterna akut.8
3

Discharge (Awalnya, debit mungkin tidak jelas dan tidak berbau, tetapi dengan cepat menjadi bernanah dan berbau busuk) penurunan pendengaran Kurang pendengaran mungkin terjadi pada akut dan kronik dari otitis eksterna.

Edema kulit liang telinga, sekret yang serous atau purulen, penebalan kulit yang progresif pada otitis eksterna yang lama sering menyumbat lumen kanalis dan menyebabkan timbulnya tuli konduktif. Keratin yang deskuamasi, rambut, serumen, debris, dan obat obatan yang digunakan kedalam telinga bisa menutup lumen yang mengakibatkan peredaman hantaran suara. Pada otitis media sirkumskripta, terdapat gangguan pendengaran bila furunkel besar dan mnyumbat liang telinga.8 tinnitus Demam (jarang) Gejala bilateral (jarang)

2.7.2 PEMERIKSAAN FISIK Temuan pemeriksaan fisik dapat mencakup sebagai berikut: Nyeri tekan tragus Pada otitis media difus, gejalanya adalah nyeri tekan tragus, liang telinga sangat sempit, kadang kelenjar getah bening regonal membesar dan nyeri tekan. Eritematosa dan edema saluran auditori eksternal Discharge purulen Eczema dari daun telinga Adenopati Periauricular dan servikal Demam (jarang) Pada kasus yang berat, infeksi dapat menyebar ke jaringan lunak sekitarnya, termasuk kelenjar parotis. Ekstensi tulang juga dapat terjadi ke dalam tulang mastoid, sendi

temporomandibular, dan dasar tengkorak, dalam hal saraf kranial VII (wajah), IX (glossopharingeus), X (vagus), XI (aksesori), atau XII (hypoglossal) dapat terpengaruh.

DAFTAR PUSTAKA
1. Bluestone C. 1996.Otomycosis Ped. Otolaryngol. Saunders 3rded.381 2. Probost R, Grevers G, Iro Heinrich. 2004 Inflammatory Diseas of the External Ear(Otomycosis). Basic Otorhinolaryngology. 222-223 3. Kaur R, Mittal N. Kakkar M. 2000. Otomycosis: A Clinicomycology Study. J. Ear Nose & Throat.79. 4. Sisilo J. Sulaeman RJ. 1993. Mikologi Superfisialis. Parasitologi Kedokteran. FKUI. Ed 2. 231237. 5. Shambaugh. 2002. Otomycosis. Surgery of the Ear 5rded. 356 6. Ahmad A, Djaafar A.Z., Helmi. 1991. Ketepatan Diagnosis Otomikosis di Bagian THT RSCM, Jakarta. ORLI. XXII-3: 127-141. 7. Siregar R.S. Otomikosis, Penyakit Jamur Kulit. 2004. FKUNSRI. Ed 2: 13-15. 8. Tim Editor Departemen THT FK UI. 2007. Buku Ajar Ilmu Kesehatan THT KL. Ed VI. Balai Penerbit FK UI. Jakarta.