1. 2. 3. 4. 5.

Teori peran (role theory) mendefinisikan ―peran‖ atau ―role‖ sebagai ―the boundaries and sets of expectations applied to role incumbents of a particular position, which are determined by the role incumbent and the role senders within and beyond the organization’s boundaries‖ (Banton, 1965; Katz &Kahn, 1966, dalam Bauer, 2003: 54). Selain itu, Robbins (2001: 227) mendefinisikan peran sebagai ―a set of expected behavior patterns attributed to someone occupying a given position in a social unit ‖. Menurut Dougherty & Pritchard (1985) dalam Bauer (2003: 55), teori peran ini memberikan suatu kerangka konseptual dalam studi perilaku di dalam organisasi. Mereka menyatakan bahwa peran itu ―melibatkan pola penciptaan produk sebagai lawan dari perilaku atau tindakan‖ (h. 143). Lebih lanjut, Dougherty & Pritchard (1985) dalam Bauer (2003: 56) mengemukakan bahwa relevansi suatu peran itu akan bergantung pada penekanan peran tersebut oleh para penilai dan pengamat (biasanya supervisor dan kepala sekolah) terhadap produk atau outcome yang dihasilkan. Dalam hal ini, strategi dan struktur organisasi juga terbukti mempengaruhi peran dan persepsi peran atau role perception (Kahn, et al., 1964; Oswald, Mossholder, & Harris, 1997 dalam Bauer, 2003: 58). Ditinjau dari Perilaku Organisasi, peran ini merupakan salah satu komponen dari sistem sosial organisasi, selain norma dan budaya organisasi. Di sini secara umum ‗peran‘ dapat didefinisikan sebagai ―expectations about appropriate behavior in a job position (leader, subordinate)‖. Ada dua jenis perilaku yang diharapkan dalam suatu pekerjaan, yaitu (1) role perception: yaitu persepsi seseorang mengenai cara orang itu diharapkan berperilaku; atau dengan kata lain adalah pemahaman atau kesadaran mengenai pola perilaku atau fungsi yang diharapkan dari orang tersebut, dan (2) role expectation: yaitu cara orang lain menerima perilaku seseorang dalam situasi tertentu. Dengan peran yang dimainkan seseorang dalam organisasi, akan terbentuk suatu komponen penting dalam hal identitas dan kemampuan orang itu untuk bekerja. Dalam hal ini, suatu organisasi harus memastikan bahwa peran-peran tersebut telah didefinisikan dengan jelas. Scott et al. (1981) dalam Kanfer (1987: 197) menyebutkan lima aspek penting dari peran, yaitu: Peran itu bersifat impersonal: posisi peran itu sendiri akan menentukan harapannya, bukan individunya. Peran itu berkaitan dengan perilaku kerja (task behavior) – yaitu, perilaku yang diharapkan dalam suatu pekerjaan tertentu. Peran itu sulit dikendalikan – (role clarity dan role ambiguity) Peran itu dapat dipelajari dengan cepat dan dapat menghasilkan beberapa perubahan perilaku utama. Peran dan pekerjaan (jobs) itu tidaklah sama – seseorang yang melakukan satu pekerjaan bisa saja memainkan beberapa peran.

Alexander, Linda. (2003). Job Performance & Motivation in Marketing. Kansas: Kansas State University. Bambang Suwarno, (1987) Praktik Penelitian Dalam Suatu Model Penelitian Kuantitatif. Bandung: IKIP Bandung. Bassano, Joe. (2000). Organizational Behavior. McGraw-Hill. Bauer, Jeffrey C. (2003). Role Ambiguity and Role Clarity: A Comparison of Attitudes in Germany and the United States. Dissertation, University of Cincinnati – Clermont. Brown, S. P. (1996). A meta-analysis and review of organizational research on job involvement. Psychological Bulletin, 120, 235-256. Castetter, W.B (1996) The Human Resource Function in Educational Administration, 6th ed. New Jersey: Prentice Hall, Inc. Englewood Cliffs.

Penelitian Kerja dan Pengukuran Kerja: Seri Manajemen No. M. and goalperformance discrepancies in single and multiple goal environments. (1988). No..W. ————. 14. Kusnendi (2005). (1988). Martineau. 75.. (2001). Inc. Menjadi Guru Profesional. 15c. Nana Sudjana. (1985). M. J. Cummings (Eds. Keith and Newstrom. Personal Management.).Churchill. E. 49. S. S. Dasar-dasar Administrasi Pendidikan. Kamus Istilah Karya Ilmiah. processes.. ———— (2003). and Lord. F. J. Staw. Greenwich. International Labour Office & PPM. Guilford. ―Psychophysiology and motivation‖. Nebr. 125-147. 5. In Nebraska symposium on motivation. Ohio: SouthWestern Publishing Co. The definition and measure of job involvement. Academy of Management Review. C. Fraenkel. London: Hutchinson. and Tannenbaum. Human Behavior At Work. Organizational Behavior. mechanisms. Tuntunan Penyusunan Skripsi Karya Ilmiah. Pasca Sarjana IKIP Bandung. G. Ghalia. Klein. PT Toko Gunung Agung. M. D. New Jersey: Prentice Hall. An integrated control theory model of work motivation. (1993).10/VI/Oktober/2002. Task-specific motivation: An integrative approach to issues of measurement. T. Jakarta: Dirjen Dikti Depdikbud RI. R. (1987). Fletcher. Lincoln. (2002) Paradigma Manajemen Pendidikan Menyongsong Otonomi Daerah. Inc. Metode Penelitian Kualitatif (Naturalistik). J. (1976). Davis.. Bandung: Sinar Baru. Jakarta: Erlangga. (2002). H. Singapore: McGraw-Hill. Bandung: Alfabeta Mathieu. Pengaruh Iklim Organisasi Sekolah dan Kepuasan Kerja Terhadap Performans Kerja Guru SMEA Di Kotamadya Bandung. R. & Wallen. and Kejner. Bandung: Remaja Rosda Karya. Komaruddin dan Yooke Tjuparmah S Komaruddin (2000). CT: JAI Press. Lodahi.). and L. (1990). (1987). (1986). Landy.: University of Nebraska Press. (1993) How to Design and Evaluate Research in Education (2nded. Work in Organizations (pp. In B.C. M. Journal of Applied Psychology. Cincinati. W.P.). Fundamental Statistics in Psychology and Education. R. Moch Uzer Usman (1990). Malayu S. McGraw-Hill. ed. Engkoswara. Jakarta. M. E. (1989).. (1990). J. 1-38). Jakarta: Bumi Aksara. John W.. Jones. 194-203. and determinants. Moh. Kanfer. Manajemen Sumber Daya Manusia. Hasibuan. J. J. UPI. Metoda Penelitian. Nazir. Tesis. Performance Appraisal and Career Development. Lindsey.. (1997). (1957). L. Ponco Dewi. S. Journal of Applied Psychology.J & Sherman A. Sales Force Management (7th ed. Singapore: McGraw-Hill Inc. Personnel Psychology. Motivation theory reconsidered. expectancy. (1972). 237-264. 46. Jurnal Teknodik. R (1987). 24-33. and William. Idochi Anwar (1984). Nasution. Journal of Social and Clinical Psychology. and Becker. Bandung: Jurusan Pendidikan Ekonomi. Effects of valence.P. Jakarta. .. N. M. (1965). Kernan.P. Cruden H. ―Analisis Kebijakan Pendidikan dalam Jabatan (Inservice Training) untuk Pengembangan Kinerja Guru Wanita di Sekolah Dasar Jakarta‖. L. Individual and situational influences on the development of self-efficacy: Implications for training effectiveness. (1985). Bandung: Yayasan Amal Keluarga. 150-172. R. Jakarta: Gramedia. Administrasi Pendidikan Dan Manajemen Biaya Pendidikan. Analisis Jalur: Konsep dan Aplikasi Dengan Program SPSS & LISREL 8.W.

A. Stevan (2000). Perilaku Organisasi. 9th ed. Bandung: Universitas Padjadjaran. Analisis Jalur (Path Analysis). New Jersey07458: Prentice Hall. Wexley. New Jersey: Prentice-Hall International Inc. Simons. Pengantar Penelitian Ilmiah. Inc. Manajemen Pendidikan Nasional: Kajian Pendidikan Masa Depan. The Fifth Discipline Fieldbook. 2003] http://www. Robbins. (1994). NirwanaSK (1994).pdf. Illinois: Irwin. Proceeding of the 7th Asia Pacific Industrial Engineering and Management System Conference (APIEMS 2000). (1985). (2000).twq. Homewood. South-Western Company. Peter M. Wagner III. (2001). Stoner. Jakarta: PT Rineka Cipta. Strategic Management: Concept and Application. John A & Hollenbeck. Department of Industrial Engineering and Management: LappeenrantaUniversity of Technology. Organizational Behavior..htm [Retrieved May 3. [Retrieved May 3. NY: Doubleday Dell Publishing Group.). Understanding the Concept of Productivity. (2002). K. Personnel Management: A New Approach (2nd ed). et al. Rowe. 2003] http://www.tw/~warden/papers/NSC01_EFL_Motivation. Senge. Suryana Sumantri. G. A. Parents. (1991). Organizational Behavior and Personnel Psychology. New Jersey: Prentice Hall. – Random House.F. Management.com [Retrieved Feb 18. et al. (1977). H. Fundamental Concept of Educational Leadership and Management. J.Rantanen. New York.ifinger. Tangen. Rehn. 07458: Prentice-Hall Inc. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. & M.N & Yulk. Inc. Sugiyono (1994). Derek & Laura Hall. H & J.. Torrington. Organizational Behavior: Securing Competitive Advantage (4th ed. Suharsimi Arikunto (1998).. Peter M. Upper Saddle River.com/winter00/23Keitner. Stephen P. Schools That Learn: A Fifth Discipline Fieldbook for Educators. Bandung: Remaja Rosda Karya.unesco. Senge. Bandung: Alfabeta. Taipei Tilaar. 2003] http://www. San Francisco: Jossey-Bass Publishers. Ukko.cyut. (2001). Bandung: Jurusan Statistika FMIPA Universitas Padjadjaran. Winarno Surachmad.ibe. R. Razik & Swanson (1995). Upper Saddle River.A. and Everyone Who Cares About Education. Cambridge: Prentice Hall International (UK) Ltd.org/International/DocServices/Thesaurus/index_r. 2004] . Robert. Metode Penelitian Administrasi. New York 10036: Doubleday Dell Publishing Group. (2001).edu. —http://www. Performance Measurement and Control Systems for Implementing Strategy: Text & Cases. Sitepu.A. (1982). Dimensions of Performance Measurement in SMEs in Finland. Englewood Cliffs. John R.pdf [Retrieved May 3. (2001). (2000). New Jersey. Bandung: Tarsito. (1995).

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful