Anda di halaman 1dari 20

1

BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Akuntansi dibentuk oleh lingkungan tempat akuntansi tersebut dijalankan. Sebagaimana setiap negara memilki sejarah, nilai dan sistem politik yang berbeda, demikian juga setiap bangsa memiliki pola perkembangan akuntansi keuangan yang berbeda. Sebagai contoh, akuntansi yang dipelajari siswa di Amerika Serikat berbeda dengan akuntansi yang dipelajari oleh siswa di negara lain. Memang, terdapat diversitas dalam akuntansi. Diversitas ini tumbuh sebagai akibat dari variasi lingkungan bisnis yang ada di seluruh dunia, dan merupakan bukti bahwa bahwa akuntansi sensitif terhadap lingkungan sekitarnya. Satu hal yang menarik untuk diamati, jika lingkungan bisnis dua negara serupa, maka sistem akuntansi keuangan kedua negara tersebut cenderung serupa. Selain itu, saat ini ketergantungan ekonomi antarnegara semakin tinggi, bahkan mengarah pada perekonomian global. Hal ini memicu konvergensi akuntansi di seluruh dunia. Di banyak negara (seperti Amerika Serikat), informasi akuntansi keuangan diperuntukkan bagi kepentingan para pemegang saham, serta manfaatnya dalam pengambilan keputusan merupakan kriteria utama untuk menentukan kualitas sebuah informasi. Namun di negara lain, akuntansi keuangan memiliki fokus dan menjalankan peran yang berbeda. Sebagai contoh, dalam beberapa negara, akuntansi keuangan didesain untuk memastikan bahwa pemerintah dapat menarik pajak dalam jumlah yang tepat. Kasus seperti ini banyak terjadi pada sejumlah negara di Amerika Selatan. Di negara lain, akuntansi keunangan di desain untuk membantu mencapai kebijakan makro ekonomi, seperti mencapai tingkat pertumbuhan perekonomian negara yang telah ditetapkan. Apakah informasi pajak penghasilan atau kebijakan perekonomian juga berguna bagi pemegang saham individual dan kreditor, bukan merupakan hal yang utama.

1.2.Pokok Bahasan 1.2.1. Mengurangi Diversitas dalam negara 1.2.2. Mengapa praktik akuntansi keuangan berbeda antarnegara 1.2.3. Beberapa perbedaan praktik akuntansi yang ada saat ini 1.2.4. Konsekuensi diversitas akuntansi di seluruh dunia

BAB II PEMBAHASAN 2.1.MENGURANGI DIVERSITAS DALAM NEGARA Sampai masa Great Depression pada tahun 1929 hingga 1930, perusahaan mana pun bebas bebas memilih metode dan aturan akuntansi yang sesuai dengan situasi masing-masing. Pada tahun 1972, terbit sebuah buku berjudul Main Street and Wall Street yang ditulis oleh William Z. Ripley, professor ekonomi politik Harvard, yang menjelaskan ulasan mengenai laporan tahunan perusahaan Amerika Serikat sebagai berikut: Menghadapi setumpuk pamflet perusahaan yang ada diatas meja saya, kesan pertama saya adalah betapa bergamnya pamflet-pamflet tersebut, baik dalam hal penampilan, ukuran, isi, tujuan. Pamflet pertama, Royal Baking Powder Company, tidak mampu melaporkan informasi fiskal sama sekali, demikian juga, dia tidak pernah menerbitkan neraca atau laporan keuangan adapun selama lebih dari seperempat abad. . . Demikian juga dengan Singer Manufacturing Company, yang menguasai 80% dari total produksi mesin jahit di dunia. tidak selembar pun data keuangan perusahaan tersebut yang dapat ditemukan dalam sumber informasi yang lazim. Peusahaan-perusahaan di Amerika Serikat yang tergabung di bawah statuta hukum negara bagian, biasanya hanya memuat persyaratan laporan keuangan dan akuntansi secara garis besar saja. Kode hukum negara memiliki ketetapan hukum perusahaan yang lebih terperinci, tetapi tidak menyangkut masalah akuntansi dan keuangan. Perbaikan terjadi segera setelah masa Great Depression. Negara yang masuk dalam kategori model fair presentation/full disclosure membentuk komite atau dewan dengan anggota akuntan praktik profesional, (certified public accountant di Amerika Serikat; chartered accountant di Canada dan di Inggris Raya), untuk memberikan rekomendasi pada generally accepted accounting principles (GAAP) atau prinsip akuntansi yang berterima umum untuk digunakan
5 3

di setiap negara. Di Amerika Serikat, tugas menegakkan penerapan prinsip tersebut dilakukan oleh Securities and Exchange Commission (SEC). SEC merupakan badan pemerintah federal yang dibentuk untuk mengatur semua pasar surat berharga domestik. Penegakan penerapan prinsip akuntansi di Inggris Raya bersifat tidak langsung. Proses penegakan tersebut lebih banyak digunakan lewat litigasi dan proses peradilan yang lain. Negara yang tunduk pada code law merevevisi hukum perusahaan masing-masing untuk mewajibkan ketaatan pada berbagai kaidah akuntansi dan publikasi laporan keuangan yang teratur. Aturan dan metode penyusunan laporan akuntansi dan keuangan disebut penetapan standar akuntansi keuangan. Di sejumlah negara, sektor swasta memegang tanggung jawab utama menentukan standar akuntansi. Sementara di sejumlah negara lain, sektor publiklah yang bertanggung jawab menetapkan standar akuntansi. Sektor swasta tersebut meliputi profesi akuntansi dan hal lain yang terkait dengan laporan keuangan, seperti pengguna laporan dan penyusun informasi akuntansi. Sektor publik terdiri dari badan-badan pemerintah, seperti penguasa pajak dan departemen kementerian yang bertanggung jawab atas hukum dagang. Penentu standar akuntansi nasional telah berhasil mengurangi diversitas akuntansi dan laporan keuangan dalam suatu negara, dan mereka telah menyusun GAAP yang diakui dan dikenal dalam skala nasional. Perhatian terbesar saat ini adalah, tidak ada GAAP dari dua negara yang sama. Ini berarti, perputaran informasi keuangan secara internasional tidak berlangsung dengan baik. Dibawah ini akan disajikan ringkasan perbandingan penyusunan standar di lima negara, yaitu: Jerman amat terpancang pada undang-undang khususnya hukum perusahaan, dan perpajakan; standar akuntansi cenderung konservatif dan memuat kaidah yang sangat detail terkait dengan penyajian dan penilaian. Sekalipun demikian, Jerman baru-baru ini membentuk badan sektor swasta untuk menentukan standar laporan keuangan konsolidasi.

Perancis juga bergantung pada peraturan hukum dan pajak, meskipun masih dalam tingkat yang lebih rendah dibanding Jerman. Pada tahun 1998, sebuah badan pemerintah baru dibentuk, dan diberi tugas menyusun standar akuntansi.

Jepang juga bergantung pada aturan hukum dan pajak. Jepang sedemikian rupa tergantung pada hukum dan pajak, sampai sektor swasta hampir tidak memiliki keterlibatan dalam penetapan standar akuntansi; dalam banyak hal, sistem hukum dan perpajakan Jepang mengikuti hukum dan perpajakan yang beraku di Kontinental Eropa.

Di Inggris Raya, pengaruh sektor swasta sangat kuat; standar cenderung mengulas prinsip-prinsip secara umum dan memberikan ruang kebebasan untuk hal-hal yang lebih detail.

Di Amerika Serikat, sektor swasta menjadi sumber utama standar akuntansi, dengan mempertimbangkan masukan dan pengaruh dari SEC, penetapan standar merupakan satu proses panjang dan, sebagai tambahan terhadap penyataan dasar, di Amerika terdapat banyak peraturan detail.

2.2.MENGAPA

PRAKTIK

AKUNTANSI

KEUANGAN

BERBEDA

ANTARNEGARA Akuntansi dan laporan keuangan berbeda-beda di seluruh dunia. tiga alasan yang telah yang menyebabkan hal tersebut adalah: a. Variabel-variabel lingkungan utama yang membentuk perkembangan akuntansi sebuah negara. b. Kesesuaian dengan model akuntansi keuangan tertentu (karena pilihan, minat, atau sejarah). c. Proses menetapkan standar akuntansi keuangan nasional. Selain faktor diatas, ada satu faktor lagi yang harus diulas terkait dengan karakteristik utama akuntansi. Faktor tersebut adalah konservatisme.

Konservatisme berhubungan dengan ketidakpastian yang harus dihadapi oleh bisnis modren.

Konservatisme, salah satu batu penjuru dalam akuntansi keuangan di seluruh dunia, merupakan salah satu cara menghadapi ketidakpastian dalam dunia bisnis. Hanya saja, sejauh mana konservatisme memengaruhi praktik akuntansi sangat konservatif. Di sisi lai, akuntansi Inggris Raya tidak terlalui konservatif. Oleh karena itu, wajar jika terdapat perbedaan GAAP antarnegara. Diversitas ini mungkin disebabkan oleh kombinasi satu atau empat alasan yang telah disebutkan di atas. Apa pun penyebabnya, diversitas ini menciptakan hambatan pada aliran informasi keuangan internasional.

2.3.BEBERAPA PERBEDAAN PRAKTIK AKUNTANSI YANG ADA SAAT INI Saat mempelajari akuntansi internasional pada tingka dasar, tidak sepantanya memberikan ilustrasi mengenai perbedaan praktik yang ada saat ini dengan menggunakan contoh yang kompleks. Persoalan pokok akuntansi keuangan dapat dibagi menjadi dua dimensipengukuran dan pengungkapan. Pengukuran membahas kejadian dan transaksi ekonomi yang pengaruhnya akan terlihat secara langsung dalam tiga laporan keuangan dasar (yaitu, neraca, laporan rugi/laba, dan laporan arus kas). Jika sebuah entitas akuntansi meminjam uang dari bank, jumlah utang tersebut akan diukur, kemudian kas yang diterima serta besarnya utang yang harus dibayar akan disajikan dalam neraca dan laporan arus kas. Demikian juga jika hari penggajian tiba, semua gaji karyawan akan diukur , serta kontribusi terhadap pensiun, asuransi, dan biaya ketenagakerjaan yang lain akan di hitung untuk menentukan biaya tenaga kerja yang pas untuk dimasukkan dalam laporan laba rugi. Aktivitas pengukuran semacan ini menentukan seluruh sistem akuntansi formal. Disamping pengukursn itu sendiri, pembaca laporan keuangan juga ingain mengetahui metode pengukuran yang digunakan dan apakah terdapat item pen ting yang tidak dapat diukur secara langsung. Contoh item yang sulit diukur adalah dampak pemogokan buruh, penggabungan (merger), dan pengembangan

produk. Ccontoh lain adalah manfaat investasi teknologi dsn sumber daya manusia, dampak proteksi lingkungan, atau perbandingan GAAP dengan negara lain. Hal-hal semacam ini seringkali dilaporkan dalam pengungkapan tambahan, diuar laporan keuangan dasar. Aktiva dan utang merupakan subyek perbedaan pengukuran yang signfikan diseluruh dunia. Contohnya adalah kas. Banyak neraca perusahaan menampilakan item kas dan ekuivalen kas. Apa yang tercakup dalam item tersebut? Di Amerika Serikat, deposito dan investasi yang amat likuid masuk dalam kategori ini. Sementara di negara lain, bank overdraft dan pinjaman jangka pendek dikurangkan dari ekuivalen kas, dan diaporkan secara terisah sebagai utang. Masalah lainnya adalah persoalan kurs mata uang. Perusahaan

multinasional yang menjalankan bisnis di banyak negara tentu saja memiliki banyak rekening bank diberbagai negara. Perusahaan seperti Kodak, Nestle, atau Procter dan Gamble, menjual produk mereka di hampir lebih dari 100 negara di dunia, dan mereka memiliki rekening bank diberbagai negara dengan berbbagai satuan mata uang. Agar mereka dapat menyajikan seluruh kas dan ekuivalen kas mereka dalam satu nilai mata uang, yaitu dalam nilai dolar AS. Masalah kas hanya salah satu contoh yang sudah demikian sulit. Oleh karena itu, tidak heran jika masih ada banyak masalah substantif berkaiatan dengan persediaan, aktiva yang didepresiasi, properti intelektual, perangkat lunak komputer, penelitian dan pengembangan, biaya pinjaman yang dikapitalisasi, properti sewa, investasi antar perusahaan, dan aktiva yang lain. Sisi utang dalam persamaan akuntansi sama rumitnya. Selama beberapa dekade, akuntan telah memperdebatkan bagaimana mengukur pengaruh akuntansi pajak penghasilan jika akuntansi keuangan berbeda dengan akauntansi perpajakan. Jika sebuah perusahaan memilih metode deresiasi yang mengurangi pajak penghasilan.

Pengukuran utang internasional juga berbeda berkaitan dengan kontrak leasing dan kemungkinan yang tak terduga seperti masalah hukum yang tertunda. Belum ada kesepakatan mengenai bagaimana mencatat kontrak dimasa yang akan datang berkaitan dengan pasar komoditas, pertukaran (swap) tingkat bunga, dan kesepakatan lain dalam pasar valuta asing. Obligasi join ventura juga merupakan satu masalah pengukuran yang riil. Saat perusahaan harus mengukur laba atau rugi, perbedaan tersebut akan makin kompleks. Sumber urama perbedaan antar negara dalam pengukuran laba rugi adalah sebagai berikut: 1. Penghindaran laporan rugi-laba: sebagai contoh, keuntungan dan kerugian yang luar biasa, pembayaran premium penggabungan (merger), atau transaksi keungan tertentu terhadap ekuitas pemilik dalam neraca. 2. Penciptaan cadangan rahasia dengan alasan kebijaksanaan dan konservatisme dengan tujuan mengelola laba bisnis setiap periode yang akan dilaporkan kepada pihak external. 3. Pengaruh persyaratan hukum yang mengharuskan penetapan cadangan hukum untuk memproteksi kepentikan pajak, memperlakuakan bonus eksekutif dan opsi saham di dalam atau di luar laporan keungan, atau mendikte akrual dengan formula hukum dan bukan atas dasar pengaruh ekonomi. 2.3.1. Goodwill Saat sebuah perusahaan membeli perusahaan lain, suatu divisi bisnis, atau perusahaan bisnis yang lain, biasanya pembeli hanya memerhatikan nilai keuntunagn yang lebih besar daripada nilai wajar pasar pada saat perusahaan tersebut diakuisisi. Mungkin saja, tim eksekutif tambahan akan memberikan sinergi, atau mungkin paten tertentu akan memberikan potensi pasar yang lebih besar atau akses pasar yang lebih luas. Apapun keuntungan yang menjadi perhatian, selama harga beli lebih besar dari total nilai pasar, maka selisih lebih tersebut goodwill (goodwill negatif bisa saja terjadi dalam kasus pembelian yang kompetitif).

Diversitas pertimbangan terdapat dianatara sejumlah negara mengenai apakah goodwill pembelian perusahaan tersebut harus disajikan didalam neraca? Jiak ya, apakah goodwill tersebut harus diamortisasi? Bagaimana mengamortisasi goodwill tersebut? Terdapat tiga metode, yaitu: 1. Kapitalisasi goodwill tanpa amortisasi. Dengan metode ini, goodwill diakui sebagai aktiva dengan masa manfaat yang tidak terbatas. Oleh karena itu, goodwill akan tetap disajikan dineraca. 2. Kapitalisasi goodwill dengan amortisasi. Dalam kasus ini, goodwill akan diakui sebagai aktova dengan masa manfaat terbatas. Goodwill akan dibebankan ke laba (berarti mengurangi laba tahunan) atau ke ekuitas ( berarti tidak akan mengurangi laba tahunan). Semakin pendek umur goodwill, semakin besar nilai goodwill yang harus diamortisasi dalam setiap periode. 3. Goodwill tidak dikapitalisasi. Goodwill langsung dihapus saat akuisisi terjadi. Biasanya, goodwill dibebankan ke ekuitas sehingga tidak memengaruhi laba tahunan. Diversitas akuntani goodwill diprovokasi oleh pengaruh pajak. Sebagai contoh, amortisasi goodwill tidak mengurangi pajak di Inggris Raya atau Belanda. Namun, di Kanada, Jepang, Jerman (setelah tahun 1986), dan Amerika Serikat (setelah tahun 1993) , amortisasi goodwill mampu mengurangi pajak. Jelas sekali diversitas memengaruhi praktek bisnis dan daya saing global. Jika sebuah perushaan secara permanen mampu melindungi laba ruginya dan amortisasi goodwill, maka perusahaan tersebut akan dapat melapporkan laba bersih yang lebih tinggi dan selanjutnya akan mendapatkan manfaat kompetitif. 2.3.2. Perataan Laba (Income Smoothing) Hampir semua menejer di sejumlah perusahaan lebih suka menyajiakn pola laba yang stabil dengan tingkat peningkatan laba yang dapat diprediksi. Pola laba volatil biasanya memberi kesan perusahaan tersebut memiliki risiko operasi yang tinggi, sehingga membuat investor kurang yakin dan mempersulit perusahaan tersebut mendapatkan dana. Pola laba yang rata biasanya sebaliliknya: risiko rendah, keyakinan investor tinggi, serta biaya pendanaan yang lebih rendah.

10

Peluang meratakan laba yang diberikan GAAP amat bervariasi diantara negara diseluruh dunia. GAAP sejumlah negara, Amerika Serikat misalnya, memberikan sedikit ruang fleksibilitas yang dapat dimanfaatkan oleh manajer secara rutin. GAAP dinegara lain mendukung perataan laba yang dilakukan perusahaan sebagai salah satu cara untuk menstimulasi operasi perusahaan dalam jangka panjang dan untuk meningkatkan perekonomian nasional. Swedia merupakan contoh negara dengan GAAP seacam ini. Tentu saja, praktik perataan laba dapat terjadi tanpa ada kaitannya dengan praktik GAAP yang berlaku. Hal ini bisa terjadi karena manajer memiliki kebebasan untuk menentukan waktu penentuan pendapatan. Sebagai contoh, biaya periklanan dapat dengan mudah digeser dari satu tahun fiskal ke tahun fiskal berikutnya, semata-mata dengan mempercepat atau menunda pengeluaran satu minggu. Tambahan biaya dapat dilakukan sesaat sebelum tahun buku berakhir untuk mengurangi laba; alternatif lain, mereka dapat menunda pengeluaran tertentu ke minggu pertama tahun berikutnya, dengan tujuan meningkatkan laba tahun ini. Fokus dari bagian ini adalah, penggunaan prinsip akuntansi yang legal untuk menggeser laba dari satu tahun ke tahun yang akan datang. Secara khusus, bagian ini akan mendiskusikan penggunaan provisi dan cadangan sebagai alat perataan laba. Kedua istilah ini mungkin mempunyai makna lain dari konteks akuntansi yang lain, namun dalam bahasan ini yang dimaksud dengan provisi adalah beban atas laba. Provisi merupakan tipe biaya yang penentuan jumlahnya melibatkan pertimbangan. Ada banyak item yang dapat dikategorikan sebagai provisi, sehingga banyak provisi yang harus ditangani oleh perusahaan. Sebagai contoh, risiko dan ketidakpastian terkait dengan produk yang kadaluarsa dan kerugian akibat pertukaran valuta asing. Karena melibatkan pertimbangan, besarnya provisi menjadi tidak pasti sehingga provisi mengandung fleksibilitas. Dengan kata lain, provisi melibatkan rentang jumlah tertentu. Selalu ada argumentasi yang rasional untuk setiap angka dalam rentang tersebut. Ini berarti,

11

manajer memiliki kelonggaran dalam memilih jumlah provisi yang akan benarbenar dikurangkan dari laba dalam satu tahun tertentu. Istilah cadangan dalam hal ini mengacu kepada rekening ekuitas khusus di neraca yang digunakan untuk mengakumulasi provisi dari tahun ke tahun. Pada saat provisi dibebankan, maka jumlah yang sama akan ditambahkan ke dalam rekening cadangan. Dengan kata lain, pengurangan laba dalam laporan laba rugi berarti penambahan rekening cadangan dalam neraca dengan jumlh yang sama. Salah atu cara yang dapat digunakan adalah memilih besarnya jumlah provisi untuk mendapatkan laba bersih sejumlah tertentu pada suatu tahun. Atau bisa jadi, sebuah perusahaan memilih untuk meniadakan provisi pada satu tahun tertentu, jika memang diperlukan. Cadangan bisa juga dikurangi, khususnya pada tahun-tahun perusahaan mengalami kerugiaan untuk meningkatkan laba. Dengan kata lain, cadangan dikurangi dan provisi negatif dicatat dengan tujuan untuk meningkatkan laba. Sebuah perusahaan mungkin saja mengungkapkan atau tidak

mengungkapkan aktivitas terkait dengan provisi dan cadangan. Jika jumlah provisi dikombinasikan dengan biaya lain, dan jika jumlah cadangan dikombinasikan dengan rekening ekuitas pemegang saham yang lain, maka pembaca laporan keuangan tidak dapat mengungkapkan seberapa jauh perusahaan tersebut menggunakan provisi dan cadangan dan seberapa jauh dampaknya terhadap laba. Ada kalanya orang menyebut praktik semacam ini dengan istilah cadanagan rahasia. Alternatif lain, dampak dari perataan laba diunakapkan secara penuh sehingga memberi kesempatan kepada pembaca laporan keuangan untuk memahami bagaimana penggunaan provisi dan cadangan memengaruhi laba. 2.3.3. Penilaian Aktiva Akuntansi keuangan dalam banyak negara berdasarkan pada prinsip biaya historis. Prinsip ini berdasar asumsi bahwa unit mata uang yang digunakan untuk melaporkan hasil keuangan cenderung stabil- dalam arti hanya ada sedikit inflasi atau malah tidak ada inflasi. Akibatnya, akuntansi keuangan yang mengacu

12

kepada biaya historis tidak mengenal efek inflasi atau perubahan harga lain. Mempertahankan nilai aktiva pada harga transaksi semula dilakukan untuk menghindari determinasi subjektif mengenai apakah nilai aktiva saat ini lebih rendah atau lebih tinggi dibanding nilai aktiva dimasa lalu. Akuntan percaya bahwa informasi akuntansi yang obyektif lebih dapat diandalkan daripada informasi akuntansi yang subyektif, dan tentu saja, lebih berguna. Namun seperti yang telah dibahas dalam bab 1, inflasi yang tinggi berpotensi mengganggu prinsip biaya historis. Perubahan harga yang dramatis membuat informasi akuntansi biaya historis kurang dapat dipercaya, dan tentu saja kurang berguna. Rasional atau tidaknya prinsip biaya historis sangat bervariasi, tergantung pada tingginya tingkat perubahan harga. Terdapat dua pendekatan dalam akuntansi perubahan harga. Akuntasni daya beli umum (GPP) secara keseluruhan mengubah nilai aktiva da utang untuk mencerminkan perubahan umum daya beli unit mata uang. Pertama, transaksi dicatat sebesar biaya historis. Berikutnya, nilai transaksi akan dinaikkan atau diturunkan, tergantung pada perubahan daya beli unit mata uang secara umum. Akibatnya, item dalam neraca dan laporan laba rugi dilaporkan dalam unit yang sama dengan daya beli. Disisi lain, akuntansi biaya berlaku (CCA) mengubah nilai historis aktiva menjadi nilai yang berlaku dan mengakui biaya yang sesuai dengan nilai yang berlakuuntuk mendapatkan jasa yang direpresentasikan oleh biaya tersebut. Hanya sedikit negara yang mensyaratkan agar pengaruh perubahan harga disertakan secara langsung dalam catatan akuntansi dan laporan keuangan. Hal ini mengindikasi bahwa sekalipun inflasi dapat menganggu model akuntansi biaya historis, tetapi biaya historis tetap mendominasi praktik akuntansi. Biaya historis masih menjadi dasar utama dalam menyusun laporan keuangan. GAAP di beberapa negara mengizinkan perusahaan merefleksikan pengaruh perubahan harga,jika perusahaan memilih untuk melakukannya. Sementara GAAP beberapa

13

negara menganjurkan agar dampak fluktuasi harga diungkapkan sebagai tambahan-terpisah dari laporan keuangan utama. International merekomendasikan Accounting dalam Standards 29, Committee Financial ( IASC) in

Standard

Reporting

Hyperinflationary Economics, bahwa jika sebuah perusahaan melaporkan informasi keuangan dalam sebuah negara yang mengalami tingkat inflasi yang sangat tinggi, maka laporan keuangan tersebut harus disajikan ulang dalam daya beli unit mata uang pada akhir tahun laporan. Dengan kata lain Standard 29 mensyaratkan penggunaan akuntansi GPP yang komprehensif bagi perusahaan yang melaporkan informasi akuntansi dalam satuan mata uang suatu negara dengan tingkat inflasi yang sangat tinggi. Akuntansi Daya Beli Umum (GPP). Model akuntansi inflation-adjusted telah dibahas di Bab 1. Model ini sering dihubungkan dengan Amerika Latin. Negara-negara di Amerika Latin mengalami tingkat inflasi tinggi selama kurun waktu panjang. Akibatnya, akuntansi perubahan harga merupakan satu isu yang serius dan tidak mungkin diabaikan oleh para akuntannegara tersebut. Bolivia, Chili, dan Meksiki mewajibkan perusahaan agar secara komprehensif menyajikan ulang laporan keuanganberdasarkan [erubahan daya beli umum. Sejumlah negara lain mensyaratkan agar secara berkala aktiva tetap direvaluasi sesuai dengan perubahan tingkat harga. (Mengingat aktiva tetap tidak diganti sesering aktiva lancar, nilai historis aktiva tetap akan cenderung out of date dengan tingkat perubahan harga yang tinggi yang terjadi secara terus-menerus.) Biaya depresiasi dihitung atas dasar nilai revaluasi aktiva tetap. Beberapa negara Amerika lainnya juga menerima praktik penyajian ulang aktiva tetap semacam ini. Akuntansi Biaya Berlaku (CCA). Jika orang menyebutkan CCA, hampir semua akuntan secara otomatis akan berfikir tentang Belanda. Hal ini terjadi, karena akuntan Belanda member perhatian pada konsep CCA lebih lama daripada akuntan dinegara lain. Profesor Belanda, Theodore Limperg (1987-1961) sering disebut sebagai bapak teori nilai pengganti berlaku (CCA). Akuntansi di Belanda

14

sangat dipengaruhi oleh ekonomi bisnis (atau mikroekonomi). Gagasan dasar dari ekonomi bisnis adalah nilai input barang dan jasasebuah perusahaan harus lebih rendah dari harga jual agar mempertahankan profitabilitas jangka panjang, dan selanjutnya, menjamin kelangsungan hidup perusahaan.Dipertimbangkan bahwa paling tepat menggunakan nilai yang berlaku untuk mencapai tujuan tersebut, sementara dalam waktu yang bersamaan melindungi nilai yang secara permanen diinvestasikan dalam perusahaan bisnis tersebut. Pendekatan Sepotong. Banyak negara yang mengizinkan penggunaan CCA secara selektif. Ini berarti , hanya beberapa aktiva (contoh, aktiva tetap yang didepresiasi atau property yang dimiliki untu tujuan investasi) yang direvaluasi ke dalam nilai pasar yang berlaku, dan bahwa revaluasi tersebut bukan hasil kebijakan manajemen. Oleh karena itu, pembaca laporan keuangan harus hati-hati dalam memahami kebijakan akuntansi perusahaan dan harus hati-hati dalam membaca penjelasannya dalam catatan kaki. Dibawah ini akan disajikan ringkasan penilaian aktiva dibeberapa negara yaitu: 1. IAS ( termasuk Cina, Swiss, kira-kira 20 negara lain) : Diizinkan namun harus dijaga menggunakan evaluasi professional 2. Amerika Serikat : Tidak diizinkan 3. Inggris Raya : Diizinkan dengan kelonggran; proposal memiliki pilihan terbatas namun dimungkinkan revaluasi setiap tahun. Properti investasi harus dinilai secara adil. 4. Perancis : Diizinkan namun jarang, terkadang diwajibkan oleh hukum. 5. Jerman : Tidak diizinkan 6. Belanda : Diizinkan dan biasanya tiap setahun diperbaharui 7. Italia : Dizinkan namun jarang, terkadang diwajibkan oleh hukum 8. Jepang : Tidak diizinkan 9. Brasil : secara tradisional merupakan bagian dari akuntansi inflasi, yang bervariasi terhadap hukum yang dipakai 10. Meksiko : Diwajibkan sebagai bagian dari sistem akuntansi inflasi

15

2.4.KONSEKUENSI DIVERSITAS AKUNTANSI DI SELURUH DUNIA Telah tersedia bukti yang cukup untuk menyimpulkan bahwa GAAP berbeda dari suatu negara dengan negara lain. Baik buruknya hal tersebut tergantung pada sudut pandang berbagai pihak yang berkepentingan. 2.4.1. Manajemen Korporat Manajer perusahaan yang hanya berfokus pada operasi domestic tidak akan terlalu peduli dengan diversitass akuntansi di dunia. Selama GAAP nasional relative jelas, berguna, dan di aplikasikan secara luas, perusahaan menengah dan perusahaan kecil akan merasa bahwa peraturan akuntansi yang ada telah mampu memenuhi kebutuhan mereka. Tidak ada masalah bagi mereka dalam hal ini. Perusahaaan multinasional melihat masalah ini dengan sudut pandang yang berbeda. Mereka menghadapi persaingan global setiap hari dan merasa bahwa diversitas akuntansi berdampak pada persaingan. Jika sebuah perusahaan Eropa mampu menawar untuk mengakuisisi perusahaan Amerika Serikat sebagai perusahaan target dan segera menghapus semua premium payout ke dalam rekening ekuitas pemilik ( mengabaikan laporan laba rugi ), maka perusahaan Eropa tersebut dapat mengalahkan perusahaan Amerika Serikat yang juga memiliki kepentingan sama, tetapi mereka harus mengamortisasi premium payout sebagai goodwill ke dalam laporan laba rugi. Perusahaan multinasional menyukai tingkat arena bermain untuk operasi global mereka. Faktor pendistorsi menyebabkan adanya hambatan dan retaliasi. Perusahaan juga semakin suka mendaftarkan diri kepasar saham asing. Mereka melakukan hal ini dengan tujuan mengurangi biaya modal mereka; dengan cara menarik dana dari seluruh dunia, mereka memperluas ketersediaan dana investasi dan memperluas basis pemegang saham mereka. Sejumlah perusahaan lebih senang mendaftarkan saham mereka dinegara tempat mereka beroperasi ( khususnya tempat mereka menyediakan fasilitas produksi). Hal ini membantu membangun hubungan dan meningkatkan pengakuan nama di negara tersebut. Sayangnya, manfaat dari pendaftaran saham di berbagai bursa efek tidak

16

terlepas dari biaya. Bekerja dengan berbagai tuntutan GAAP yang berbeda-beda merupakan sesuatu yang mahal. Terlebih, perusahaan harus hati-hati dalam mengkomunikasikan informasi akuntansi secara efektif dengan pemegang saham asing. 2.4.2. Investor Investor portofolio dan badan mereka, analisis keuangan, tampaknya sangat tidak menyukai diversitas akuntansi internasional. Komunikasi global instan dan akses terhadap pasar finansial global yang cepat dan murah telah menjadikan aktivitas investasi antarnegara menjadi satu hal yang sangat menarik. Mengingat siklus bisnis nasional diseluruh dunia tidak tersinkronisasi dengan baik, keuntungan bisa didapatkan dari diversifikasi investasi rasional yang melibatkan berbagai pasar sekuritas nasional. Kerancuan informasi finansial dapat mengacaukan proses tersebut. Investor akan merasa sangat frustasi saat mereka tidak bisa membedakan antara dua laporan keuangan yang benar-benar sama atau hanya tampak sama. Penanggung emisi (underwriter) secara konsisten melaporkan bahwa diversitas akuntansi diseluruh dunia menyebabkan kesulitan proses penentuan harga saham perdana. Jiak investor, analisis, dan penanggung emisi benar-benar mengalami kesulitan dengan diversitas GAAP, pasar finansial tidak akan seefisien sebagaimana seharusnya sehingga pengembalian yang diterima investor tidak sebanyak yang semestinya. Hal ini menunjukkan sisi lemah dari diversitas GAAP yang ada di dunia. 2.4.3. Pasar Saham dan Regulator Pasar saham dan regulator memiliki dua tujuan kembar atas proteksi terhadap investor dan kualitas pasar. Untuk memproteksi investor, banyak pasar saham (termasuk badan regulatori pemerintah dan professional) mensyaratkan perusahaan yang terdaftar di bursa untuk mengungkapkan cukup informasi agar investor dapat menilai kinerja perusahaan dimasa lalu dan prospek perusahaan dimasa yang akan datang. Investor juga diproteksi melalui ketatnya syarat

17

pengungkapan. Dengan kata lain, proteksi investor dicapai dengan pengungkapan informasi akuntansi dan informasi lain yang memadai dan dapat dipercaya. Kualitas pasar dicapai dengan perdagangan yang efisien dan wajar, serta tersedianya peluang invetasi bagi partisipan pasar. Pasar modal dan regulator diseluruh dunia menginterpretasikan tujuan ini dengan sudut pandang yang berbeda-beda. Sebagai contoh, tuntutan atas pengungkapan informasi dan akuntansi suatu perusahaan yang akan mendaftar dalam bursa amat bervariasi. Penelitian membuktikan bahwa perusahaan multinasional mempertimbangkan persyaratan tersebut sebagai salah satu unsure biaya saat mereka memilih mendaftarkan saham mereka di bursa efek. Perusahaan multinasional menghindari bursa efek yang mensyaratkan mereka membuat pengungkapan informasi yang lebih kompleks dibanding informasi yang harus mereka sajikan dinegara asal mereka. Amerika Serikat merupaka negara dengan tuntutan pengungkapan da akuntansi yang paling ekstensif didunia. Securities dan Exchange Commission (SEC) di Amerika Serikat merupakan badan regukator yang bertanggung jawab mengelola persyaratan tersebut. Secara umum, SEC yakin bahwa investor akan mendapatkan proteksi yang lebih baik jika tersedia tingkat arena bermain, dalam arti tersedianya informasi yang setara (dapat dibandingkan) baik dari perusahaan Amerika Serikat maupun non-Amerika Serikat. Perusahaan nonAmerika Serikat mengatakan bahwa mereka menghindari mendaftarkan saham mereka di Amerika Serikat karena mereka melihat persyaratan bursa di Amerika Serikat sangat berat. Jika hal ini benar, maka warga negara Amerika Serikat dirugikan karena tidak memiliki kemudahan akses untuk membeli saham dari perusahaan non-Amerika. Secara global, pasar modal Amerika Serikat menjadi kurang kompetitif. Situasi ini menunjukkan bahwa tujuan kembar atas proteksi investor dan kualitas pasar bertentangan. Hal ini merupakan satu masalah bagi SEC yang samapi saat ini belum ada jalan keluarnya.

18

2.4.4. Profesi Akuntansi dan Penentu Standar Beberapa pihak berpendapat bahwa pakar akuntansi, khususnya mereka yang bekerja di dalam kantor akuntan public the Big Five, menyukai diversitas prinsip akuntansi yang diterima umum (GAAP). Alasannya, hal tersebut memberikan pendapatan bagi mereka berkaitan dengan pekerjaan mereka membantu klien mereka dalam membangun unit bisnis baru di wilayah yang berbedauntuk menyajikan ulang laporan keuangan dari satu set GAAP ke sset GAAP yang lain. Diversitas GAAP juga membuat audit antarnegar menjadi lebih mahal dan selanjutnya, menaikkan biaya audit. Sekalipun fakta ini belum dibuktikan dengan penelitian, tetapi tampaknya cukup beralasan bahwa beberapa ahli akuntansi mendapatkan manfaat dari diversitas GAAP. Penentu standar akuntansi, sebagai penjaga kepentingan public, berharap memiliki otoritas penuh atas GAAP dan pelaporan keuangan perusahaan yang sahamnya dimilki oleh publik atau perusahaan yang berskala besar sehingga memengaruhi kepentingan publik. Namun, penegak regulasi yang utama adalah sistem hukum nasional dan hukum nasional. Oleh karena itu, fokus regulasi akuntansi adalah fokus nasional-paling tidak untuk saat ini. Terlebih, regulator nasional menginginkan keleluasaan atas GAAP nasional. GAAP internasional atau GAAP negara lain berada diluar jangkauan pengaruh mereka, sehingga tidak dapat diterima. Dalam hal ini, nasionalisme yang menjadi persoalan. Apakah Anda mau orang lain (dari negara lain) memengaruhi GAAP yang akan digunakan dinegara Anda? Banyak perdebatan mengenai hal ini.

19

BAB III PENUTUP 3.1.KESIMPULAN Terdapat diversitas pelaporan dan akuntansi keuangan di seluruh dunia. ada empat alasan yang dapat menjelaskan mengapa hal tersebut terjadi. Dalam beberapa kasus, diversitas antar dua negara bisa amat signifikan sementara dalam kasus lain, diversitas antarnegara tidak terlalu signifikan. Ada yang mendapat keutungan dan ada yang mengalami kerugian sebagai akibat dari diversitas tersebut. Saat diversitas mencapai titik kerancuan, maka diversitas menjadi disfungsional. Faktor lingkungan nasional, hukum nasional, serta sistem penentuan standar akuntansi nasional, meyebabkan diversitas GAAP tidak dapat dihindari. Dalam lingkup domestik, GAAP nasional telah mengurangi praktik diversitas. Pengurangan diversitas tersebut diharapkan juga terjadi pada level internasional. Praktik penyelarasam akuntansi bertujuan mengurangi diversitas tersebut.

19

20

DAFTAR PUSTAKA Gernon Helen dan Gary K.Meek. Akuntansi Perpekstif Internasional, edisi lima. 2007. Yogyakarta: Andi.

20

Anda mungkin juga menyukai