Anda di halaman 1dari 5

LAPORAN KASUS

I. Identitas Pasien Nama Jenis Kelamin Umur Suku Pendidikan Pekerjaan Status Pernikahan Alamat MRS : Ny. Suny Hayati : Perempuan : 38 tahun : Sasak : Sarjana : PNS : Menikah : Gerung : 27 Juni 2011.

II. Anamnesis Keluhan utama: Pasien mengeluhkan terasa benjolan di perut kanan bagian bawah yang semakin lama makin membesar sejak 1 tahun yang lalu. Selain itu pasien juga mengeluhkan nyeri ketika haid Riwayat penyakit sekarang: Pasien kiriman Rumah Sakit Umum Sumbawa dengan diagnosis tumor padat Ovarium (susp. Ca Ovarium). Pasien mengeluhkan ada benjolan di perut kanan bawah sejak 1 tahun yang lalu, rasa nyeri tidak ada, perdarahan tidak ada, buang air besar dan kecil tidak ada keluhan.

Riwayat kontrasepsi : (-) Riwayat menstruasi : pasien sudah menopause sejak 15 tahun yang lalu

Riwayat abortus: tidak ada.

Riwayat penyakit terdahulu: penderita menyangkal pernah menderita penyakit kencing manis, jantung, asma, tekanan darah tinggi dan sesak nafas. Riwayat penyakit keganasan pada keluarga: tidak ada Dilakukan USG dengan hasil: abdomen bawah tampak kista ovarii dengan bagian padat curiga ganas, kesan: kista ovarium. Setelah diberi penjelasan, pasien setuju untuk dilakukan operasi. Kemudian dilakukan pemeriksaan darah di laboratorium, sampai tanggal 08 Juli 2008 pasien kembali ke poli Kandungan untuk menunjukkan hasil laboratorium. Pasien kemudian dikirim ke bangsal Melati untuk menentukan jadwal operasi. Akhirnya ditentukan jadwal operasi pasien tanggal 04 Agustus 2008. Tanggal 02 Agustus 2008 pasien masuk rumah sakit untuk persiapan operasi tanggal 04 Agustus 2008.

III. Pemeriksaan Fisik Status Present Keadaan umum Kesadaran Tensi Nadi Respirasi T rectal Status general Mata Thorak : Anemia -/-, ikterus -/: Co S1S2 tunggal reguler murmur Po vesikuler +/+, ronkhi -/-, wheezing -/: Baik : Composmentis : 130/90 mmHg. : 84x/menit : 18x/menit : 36,5 oC

Status obstetri Abdomen: Inspeksi Palpasi : Perut tampak membesar. : Tinggi fundus uteri tidak teraba. Teraba massa dengan konsistensi kistik pada perut bagian bawah dengan diameter 15 cm, permukaan irregular, berbatas tegas, dapat digerakkan dan tidak nyeri. Siapkan darah 2 kolf untuk persiapan operasi.

IV. Pemeriksaan Penunjang Pemeriksaan penunjang yang dilakukan untuk menegakkan diagnosis kasus ini adalah dengan USG didapatkan hasil: abdomen bawah tampak kista ovarii dengan bagian padat curiga ganas

V. Diagnosis Kista ovarium.

VI. Penatalaksanaan Rencana Tindakan : Laparotomi (salpingo-ooforektomi). :

Cek laboratorium sebelum operasi: DL, HbSAg, SGOT, SGPT, Ureum Creatinin, gula darah dan UL. Konsultasi ke bagian Penyakit Dalam dan Anastesia sebelum operasi. Laparotomi (salpingo-ooforektomi).

VII.

Hasil

Tanggal 04-08-08 dilakukan laparotomi (salpingo-ooforektomi bilateral) : Diberikan antibiotik profilaksis saat operasi yaitu ampicillin 2 gr/IV. Temuan intraoperasi; massa kistik berbenjol-benjol tempat perlekatan di ovarium dextra dan sinistra dengan ukuran 20x25x20 cm dan 18x22x20 cm, uterus normal.

Observasi di ruang nifas (04/08/2008) Keluhan : nyeri luka operasi, Tensi: 110/70 mmHg, nadi: 84x/menit, R: 20x/menit, perdarahan (). Terapi: Infus D5% : RL = 3 : 1 Ampicillin 1 gr / 6 jam Asam mefenamat 3x1 tablat Becom C 1x1 tablet 07-08-08 Post operasi hari ke 4, tampak luka operasi basah. Kemudian lapor supervisor, rencana dilakukan her heating keesokan harinya. 08-08-08 Dilakukan her hecting di ruang operasi, selanjutnya di terapi dengan injeksi ceftriakson 1 gr/ 12 jam/IV 12-08-08 Luka operasi sudak kering dan membaik pasien diperbolehkan pulang.