Anda di halaman 1dari 6

PHYLUM PROTOZOA Binatang binatang yang paling sederhana,terjadi hanya dari sebuah sel saja.

.Disinilah berlangsung semua gejala hidup.Pembiakan karena pembelahan diri.Beberapa bagiannya merupakan rangka keras.Inilah yang menyebabkannya penting dalam geologi. Asal kata protozoa : 1. Protos (Bersel satu) 2. Zoon (Kehidupan) Jadi artinya,Kehidupan bersel satu/tunggal.Yang termasuk di dalamnya dan terpenting sebagai dan terpenting sebagai fosil ialah subordo foraminifera.Filum ini juga meliputi subordo Radiolaria. Ciri Umum :

Umur pendek,tapi pertumbuhan cepat :

Morfologi

Tubuhnya terdiri dari inti 1 dan 1 plasma

Dalam beberapa anggota keluarganya,pada tubuhnya terdapat bagian keras yang berfungsi sebagai pelindung,disebut Test atau Cangkang.Golongan ini dijumpai sebagai FOSIL. Ciri Ciri Khas Protozoa 1. Monoseluler 2. Belum memliki bagian system organic 3. Dapat hidup disegala habitat 4. Jumlah phylum jauh lebih banyak dari phylum lainnya 5. Ukuran tubuh dari 1- 2 mm atau lebih kecil,tetapi ada juga yang berukuran 75 mm 6. Memiliki pergantian generasi di dalam perkembangannya 7. Golongan tumbuhan & binatang 8. Hidup secara soliter dan beberapa secara koloni :

Tempat Hidup Protozoa 1. Parasit 2. Di alam

: Di dalam tubuh hewan lain : - Lingkungan air (asin,payau) - Lingkungan Darat (Air tawar)

Cara hidup Makanan

: secara hidup & ada pula soliter : unsur unsur organic

Perkembangan biakan : - Sexual - Asexual Fungsi dari phylum ini adalah untuk menentukan lingkungan sedimentasi Cara Hidup Protozoa : Bergerak dengan menggunakan,antara lain : 1. Pseudopodia (kaki semu) Pseudopodia atau kaki semu (dari bahasa

Yunani , "semu" + "kaki") adalah alat gerak eukariot.Sel yang memiliki pseudopodia

disebut amoeboid. Pseudopodia dijulurkan dari sitoplasma sel. Bentuk pseudopodia beragam, yaitu tebal membulat dan tipis meruncing. Pseudopodia berfungsi sebagai alat gerak dan memangsa makanan. Pseudopodia dapat diklasifikasikan menjadi beberapa variasi :

Lobopodia Filopodia Reticulopodia

Axopodia

2. Flagella (Bulu Cambu)

Flagelum (jamak flagela)

adalah

alat

gerak

(motile organ) berbentuk cambuk pada sejumlah organisme bersel satu. Suatu individu dapat memiliki satu atau lebih flagella. Contohnya adalah algabersel viridis dan bakteri Escherichia coli. Flagelum pada eukariota adalah perluasan membran sel pada sel-sel tertentu dengan aksonema internal, badan basal, dan sebagainya, identik dengan yang ada pada silia (cilium), tetapi secara keseluruhan, panjangnya lebih bervariasi, dan biasanya lebih panjang. Flagela bergetar seperti ombak sehingga berbeda dengan silia, gaya renang ke bawah diikuti oleh pukulan ke atas sehingga daya tahannya kurang. Pada beberapa alga dan fungi, flagela mempunyai peranan dalam pergerakan, mendorong organisme tersebut dan ke dalam air. Pada tumbuhan berbiji satu Euglena

seperti lumut, lumut

hati, paku-pakuan,

beberapa tumbuhan

terbuka (umpamanya Ginkgo), flagela hanya terdapat pada gamet; struktur tersebut tidak ada pada tumbuhan bunga. Permukaan luar ada yang halus. (Whiplas flagellum), atau dapat dihiasi satu atau lebih sisik renik (tinsel flagellum). Sel sperma mamalia juga memiliki flagela. Flagela pada prokariota merupakan suatu berkas kosong tanpa membran, panjangnya 312 mikrometer dan diameternya 1020 mikrometer, terdiri dari subunit yang susunannya berpilin dariprotein flagelin. Penempelan flagela dengan 'kait', 'pelor roda' dan 'rotor'. Flagela itu dalam bentuk pilinan yang tetap, namun ada yang sering berputar selaras. Flagela memperoleh energi dari kekuatan protonmotiv. Flagela terlibat dalam respon kemotaksis oleh sel.

3. Ciliata (rambut)

Ciliata (latin, cilia = rambut kecil) atau Ciliophora/Infosoria bergerak dengan cilia (rambut getar). Cilia terdapat pada seluruh permukaan sel atau hanya pada bagian tertentu. Cilia membantu pergerakan makanan ke sitostoma. Makanan yang terkumpul di sitostoma akan dilanjutkan ke sitofaring. Apabila telah penuh, makanan akan masuk ke sitoplasma dengan membentuk vakuola makanan. Sel Ciliata memiliki dua inti: makronucle dan mikronuclei. Makronukleus

memiliki fungsi vegetatif. Mikronukleus memiliki fungsi reproduktif, yaitu pada konjugasi. Ciliata hidup bebas dilingkungan berair, baik air tawar maupun laut. Ciliata dapat hidup secara baik parasit maupun simbiosis. Contoh dari Ciliata adalah Balantidium coli, Vorticella, dan Paramecium. Klasifikasi Protozoa : 1. Kelas sarcodina,terdiri dari 7 ordo,yaitu : Ordo Protomixa Ordo Mycetozoa Ordo Amoebina Ordo Testacea Ordo Foraminifera Ordo Heliozoa Ordo Radiolaria

Golongan sarcodina ini mempunyai ini dicirikan dengan menggunakan kaki semu (Pseudopodia)sebagai alat geraknya dan memilki sifat berdinding keras (ada yang tidak) Dari 7 ordo ini,hanya foraminifera,heliozoa dan radiolaria yang mempunyai bagian yang keras (Test),sehingga dapat menjadi fosil. 2. Kelas Mastigopora (jarang dijumpai sebagai fosil),terdiri dari 10 ordo,yaitu : Ordo Chrysomonadia Ordom Cryptomonadina

Ordo Phyronadina Ordo Englenoidina Ordo Chloromonadina Ordo Dinoflagellata Ordo Rhizomastigina Ordo Protomonadina Ordo Hypermastigina : hidup parasit & tidak mempunyai bagian yang keras : Hidup parasit seperti sporozoa & tidak juga mempunyai bagian yang

3. Kelas Sporozoa 4. Kelas Ciliata

keras,bergerak dengan bulu getar (cilliata) 5. Kelas Suctoria : Hidup parasit tidak & tidak mempunyai bagian yang keras

Deskripsi Ordo Foramifera & Ordo Radiolaria A. Ordo Foraminifera Dari phylum protozoa,khususnya foraminifera sangat penting dalam geologi karena memiliki bagian yang keras dengan ciri masing masing fram,antara lain : Planktonik (mengambang),ciri ciri : Susunan kamar trochospiral Bentuk test bulat Komposisi test hyaline Foraminifera planktonik jumlah genusnya sedikit,tetapi jumlah spesiesnya banyak.Plankton pada umumnya hidup mengambang di permukaan laut dan fosil plankton iini dapat digunakan untuk memecah masalah masalah geologi. Benthonik ( di dasar laut),ciri ciri : Susunan kamar planispiral Bentuk test pipih Komposisi test adalah aglutine dan aranaceous

Fosil foraminifera benthonic sering dipakai untuk penentuan lingkungan pengendapan,sedangkan fosil foram benthonic besar dipakai untuk penentuan umur.Fosil benthonic ini sangat berharga untuk penentuan lingkungan purba. Morfologi foraminifera :

Dinding ,lapisan terluar dari cangkang foraminifera yang berfungsi melindungi bagian dalam tubuhnya.Dapat terbuat dari zat zat organic yang dihasilkan sendiri atau dari material asing yang diambil dari sekelilingnya. Kamar,bagian dalam foraminifera dimana protoplasma berada Protoculum,kamar utama pada cangkang foraminifera Septa,sekat sekat yang memisahkan antar kamar Suture,suatu bidang yang memisahkan antara 2 kamar yang berdekatan Aperture,lubang utama pada cangkang foraminifera yang berfungsi sebagai mulut atau juga jalan keluarnya protoplasma B. Ordo Radiolaria Radiolaria merupakan salah satu kelompok yang sangat menarik untuk dipelajari di phylum protozoa.Kehidupan radiolaria berada pada daerah pelagic atau laut dalam dan hidup dalam skeleton yang komplek.Tubuh radiolaria terbentuk dari silica dengan bentuk yang sering dijumpai berupa bentuk simetri membulat dan sangat indah. Radiolaria juga merupakan salah satu dari jenis planktonik dan pertama kali muncul sejak zaman pra-kambrian serta merupakan salah satu jenis organisme yang pertama kali muncul.Secara formal,radiolaria termasuk dari phylum protozoa,subphylum sarcodina,klas actinopoda ,subklas radiolaria terdiri dari 2 oordo besar,yaitu phaedaria dan polycystina.Phaedaria merupakan jenis radiolarian yang memilki cangkang dari silica yang bercampur dengan material organic,yang artinya tidak murni berkomposisi silica,sedangkan polycystina merupakan jenis radiolaria yang memilki cangkang dengan komposisi cangkang dari silica murni.Polycystina terbagi 2 sub order,yaitu ;Spumellaria dan nasselaria