Anda di halaman 1dari 3

Gonore ( Gonorrhoea ) adalah infeksi bakteri yang disebabkan oleh kuman Neisseria gonorrhoeae , suatu diplokokus gram negatif

. Penyakit ini sering terjadi . Infeksi umumnya terjadi karena aktivitas seksual secara genito-genital , namun dapat juga melalui kontak seksual secara oro-genital dan anogenital . Pada laki-laki umumnya menyebabkan uretritis akut , sementara pada perempuan menyebabkan servisitis yang mungkin saja simptomatis . Etiologi Neisseria gonorrhoeae adalah kokus gram negatif , diameter 0,6-1,0 m , biasanya terlibat berpasangan dengan sisi datar yang berdekatan . Organisme ini sering kali ditemukan intraseluler dalam leukosit polimorfonuklear (neutrofil) dari bahan eksudat pustular . Fimbriae , yang memainkan peranan yang penting pada proses perlekatan , memanjang beberapa mikrometer dari permukaan sel . Neisseria gonorrhoeae merupakan organisme yang relatif fragil , rentan terhadap perubahan suhu , kering , sinar ultraviolet dan kondisi lingkungan lainnya . Media yang berisi hemoglobin , NAD , ekstrak jamur dan suplemen lainnya diperlukan untuk isolasi dan pertumbuhan organisme ini > Kultur tumbuh pada suhu 35-36 C , fdan tambahan 3-10% CO2 . Patogenesis Terjadinya Infeksi Cervicitis Gonorrhoea Gonore pada dewasa sebagian besar ditularkan melalui kontak seksual > Bakteri melekat pada sel epitel kolumnar , melakukan penetrasi dan bermultiplikasi di basement membrane . Perlekatan ini diperantarai melalui fimbriae dan protein opa (P.II) . Bakteri melekat hanya pada mikrovili dari sel epitel kolumnar yang tidak bersilia . Perlekatan pada sel epitel yang tidak bersilia tidak terjadi . setelah itu bakteri dikelilingi oleh mikrovili yang akan menariknya ke permukaan sel mukosa . Bakteri masuk ke sel epitel melalui proses yang dinamakan parasite-directed endocytosis . Selama endositosis , membran sel mukosa menarik dan memetik sebuah vakuola yang berisikan bakteri . Vakuola ini ditransportasikan ke dasar sel di mana bakteri akan dilepaskan melalui eksositosis ke dalam jaringan subepitelial . Neisseria tidak dirusak dalam vakuola endositik ini , tetapi tidak jelas apakah bakteri-bakteri ini bereplikasi dalam vakuola sebagai parasit intraseluler . Protein-protein yang utama , P>I (Por) yang terdapat pada membran luar merupakan protein yang memerantarai penetrasi pada sel hospes . Masing-masing strain dari N.gonorrhoea hanya mengekspresikan satu tipe Por . Dengan alasan yang tidak diketahui ,beberapa gonokokus mampu bertahan hidup dalam fagositosis , setidaknya sampai neutrofil mati dan melepaskan bakteri yang di cerna . Diagnosis Gejala Klinis Masa tunas pada wanita sulit ditentukan karena pada umumnya asimtomatis > Gejala utama meliputi duh tubuh vagina yang berasal dari endoservisitis dimana bersifat purulen , tipis dan agak berbau . Beberapa pasien dengan servisitis gonore terkadang mempunyai gejala yang minimal . Disuria atau keluar sedikit duh tubuh dari uretra yang mungkin disebabkan oleh uretritis yang menyerupai servisitis Dispareunia dan nyeri perut bagian bawah . Jika servisitis gonore tidak diketahui atau asimtomatis , maka dapat berkembang menjadi PID . Nyeri ini bisa merupakan akibat dari

menjalarnya infeksi ke endometrium , tuba falopi , ovarium , dan peritoneum . Nyeri bisa bilateral , unilateral dan tepat garis tengah . Dapat disertai panas badan , mual dan muntah . Nyeri perut bagian kanan atas dari perihepatitis (Fitz-Hugh Curtis syndrome) bisa melalui penyebaran bakteri ke atas lewat peritoneum .

Pada pemeriksaaan fisik ditemukan : 1. Saluran urogenital bawah : Sekret mukopurulen atau purulen dari serviks Sekret atau perdarahan vagina 2. Saluran urogenital bagian atas : PID Nyeri abdomen bagian bawah dengan atau tanpa penyebaran nyeri Nyeri pada waktu serviks digerakkan Nyeri tekan adneksa Panas badan Nyeri tekan abdomen bagian kanan atas Pengambilan spesimen Pada pasien wanita dengan status sudah menikah dilakukan pemeriksaan in spekulum . Pada pasien dengan status belum menikah tidak dilakukan pemeriksaan dengan spekulum , karna akan merusak selaput daranya sehingga bahan hanya diambil dengan sengkelit (ose) steril dari vagina dan uretra . Pemeriksaan Laboratorium 1. Pengecatan Gram Pengecatan gram adalah tes yang cepat dan tidak mahal . Pada wanita dengan hasil kultur serviks yang positif , hasil pengecatan gram dari endoserviks mempunyai sensitifitas 50-60% dan spesifisitas 82-97% . Adanya lebih dari 30 sel PMN per high-power field dari hapusan endoserviks mencerminkan adanya servisitis . Sensivisitas dan spesifisitas pengecatan gram lebih rendah pada spesimen endoservikal dan rektal . 2. Kultur Kultur spesifikhapusan dari tempat infeksi merupakan kriteria standar diagnosis dan juga dapat digunakan sebagai pedoman pengobatan dengan memperoleh informasi mengenai kerentanan antibiotik terhadap organisme tersebut . Kultur dari endoserviks melalui media selektif mempunyai sensitivitas 80-90% . Pada wanita dengan riwayat histerektomi dapat menggunakan kultur dari uretra untuk membuat diagnosis . Kultur sangat berguna pada saat diagnosis tidak jelas atau ketika terjadi kegagalan pengobatan . 3. Tes nicleic acid amplification Tes ini lebih sensitif dan spesifik daripada tehnik non-amplifikasi . Didesain untuk memperkuat rangkaian DNA .

Untuk mendeteksi N.gonorrhoea pada spesimen hapusan uretra yang diperoleh dari pria dan spesimen urine yang diperoleh dari pria dan wanita . Tes ini lebih cepat dari kultur , lebih spesifik daripada immunoassay dan tidak memerlukan viabilitas organisme . 4. Tes Lainnya Florecin conjugated mononucleal antibodies Enzyme-linked immunoassays Polymerase chain reaction test Diagnosis Banding Infeksi Chlamydia Vaginosis Bakterial Mukopurulen servisitis

Penatalaksanaan Cervicitis Gonorrhoea Ciprofloxacin 500 mg oral dosis tunggal Ofloxacine 400 mg oral dosis tunggal Cefixime 400 mg oral dosis tunggal Ceftriaxone 125 mg i.m dosis tunggal .

Komplikasi Pelvic Inflamatory Disease Bartholinitis Prognosis Sebagian besar memberikan respon yang cepat terhadap pengobatan dengan antibiotik . Prognosis baik jika diobati dengan cepat dan lengkap

Pencegahan dan Edukasi Semua pasien dengan infeksi gonore seharusnya melibatkan pasangan seksualnya dalam evaluasi dan pengobatan . Penggunaan kondom untuk proteksi . Pasien hendaknya diberikan edukasi mengenai resiko dan komplikasiinfeksi gonore Pasien harusnya menghindari kontak seksual sampai pengobatan selesai dan juga sampai pasangan seksualnya selesai dievaluasi dan diobati .