Anda di halaman 1dari 7

LAPORAN PRAKTIKUM TEKNIK PEMBENTUKAN

PENARIKAN DALAM (DEEP DRAWING)

Disusun oleh : M IQBAL Z RESTU AGUSTINA RIKI NOPIANDI SEPTIAN KUSMAYADI WAWAN JAENUDDI RIZKI MUHIBUDDIN KELAS 3MP 1012110 1012110 1012110 1012110 1012110

JURUSAN TEKNIK MESIN POLITEKNIK NEGERI BANDUNG 2012

1. TUJUAN PRAKTIKUM Mengetahui proses penarikan dalam (Deep Drawing), Menjelaskan pengertian proses penarikan dalam, Tegangan sisa pada proses penarikan.

2. DASAR TEORI Proses penarikan dalam (deep drawing), sering digunakan untuk membentuk pelat datar. Menjadi produk tabung atau cup seperti cangkir, panci, dll. Sedangkan proses ironing atau redrawing dilakukan untuk membuat tinggi tabung lebih besar dari diameter dalamnya. Keberhasilan proses penarikan dalam sangat dipengaruhi oleh jenis material, tebal material, serta parameter prosesnya (geometri proses dan faktor proses lainnya). Material yang digunakan hendaknya memiliki harga LDR (Limit Drawing Ratio) yang tinggi, sedangkan parameter proses deep drawing dipengaruhi adanya radius die, radius punch, clearence antara dies dan punch, gaya holder, serta pelumasan. Agar produk yang dihasilkan tidak mengalami kegagalan, maka pemilihan bahan bakalan dan geometri proses perlu mendapat perhatian. Secara umum bahan yang dipersyaratkan untuk proses deep drawing adalah bahan yang memiliki kekuatan tarik rendah dan regangan besar serta tahan terhadap penipisan. Persyaratan geometri proses seperti radius punch, radius die, gesekan, clearence antara punch dan die, serta gaya pemegang bakalan (blank holder) juga menjadi persyaratan penting. Selama proses berlangsung terjadi interaksi satu dengan yang lainnya sehingga kegagalan produk dapat terjadi karena pemilihan bahan yang salah atau penetapan parameter prosesnya tidak tepat. Kesalahan dari dua hal tersebut akan mengakibatkan kegagalan pada produk seperti sobek (tearing) dibagian bawah punch, kriput (wringkling) serta earing pada ujung cup.

Proses penarikan dalam melibatkan teori yang akan menjelaskan bagaimana proses pembentukan cup itu berlangsung dan faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi kegagalan dalam proses tersebut.

Proses penarikan dalam ada empat, yaitu:

Shell low drawing Shell low drawing ialah Proses pembentukan pelat datar menjadi bentuk cup dengan kedalam yang < dari diameter cup yang terbentuk ( h << dp)

Deep drawing

Redrawing

Ironing

3. DATA DAN GAMBAR

Hasil penarikan dilakukan pengukuran seperti pada gambar.

Bagian bawah punch (mikron) 208,47 208,72 208,90 209,57 210,63 209,70 209,12

Bagian radius tabung (mikron) 215,23 211,59 211,50 210,23 200,87 194,54 186,18

Bagian dinding tabung (mikron) 210,45 210,31 210,09 176,23 169,84 153,59 152.03

4. URAIAN PROSES ASSEMBLING

No. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7.

Nama Komponen Housing Cover plate bottom Cover plate upper Anti drain valve dirty side Fillter element Bypass valve Spring

Perkiraan Proses Deep drawing Redrawing Punch, ulir, bor Dicetak Shell low drawing, deep drawing Machining

5. PEMBAHASAN DAN ANALISIS Dari hasil analisis praktikum yang telah dilakukan, didapatkan hal-hal sebagai berikut :

Hasil pengukuran ketebalan pada housing filter oli Penipisan terjadi pada bagian dinding filter (shell), dilihat dari ketebalan yang didapat lebih kecil dari data lainnya. Sementara ketebalan radius dan bagian bawah filter hhampir berdekatan.

Metalografi di 3 bagian Proses pembentukan dengan metoda deep drawing juga akan berpengaruh pada stuktur mikro. Hasilnya dapat dilihat pada gambar dibawan ini.

Gambar1. Metalurgy bagian dinding

Gambar2. Metalurgy bagian bawah punch

Gambar3. Bagian radius punch

6. KESIMPULAN Kesimpulan yang didapat dari hasil praktikum ini, kami menyimpulkan bahwa thickness dan struktur mikro pada beberapa bagian yang dianalisa mempunyai perbedaan masing-masing. Ketebalan yang tedapat pada bagian shell filter (dinding) lebih tipis dari yang lainnya, dikarenakan terjadi proses penipisan ketebalan ketika melalui proses deep drawing. Dan ketebalan blank sebenarnya dapat kami simpulkan berada pada lapisan bawah filter.