Anda di halaman 1dari 56

Iham 8 Santoso

santosoIIhamyahoo.com
IhambudI.santosose1.bp.com
RotatIng equIpment atau turbo machInery
adaIah peraIatan yang mengaIIrkan IIuIda
secara kontInu meIaIuI satu atau IebIh
barIsan rotatIng bIade.
Energy, sebagaI kerja, dIambII darI atau
dIberIkan kepada IIuIda berdasar aksI
dInamIk barIsan rotatIng bIade.
AksI dInamIk pada bIade menghasIIkan atau
dIhasIIkan oIeh torsI poros.
Iham 8udI Santoso
santosoIIhamyahoo.com
RotatIng equIpment atau turbo machInery
adaIah peraIatan yang mengaIIrkan IIuIda
secara kontInu meIaIuI satu atau IebIh
barIsan rotatIng bIade.
Energy, sebagaI kerja, dIambII darI atau
dIberIkan kepada IIuIda berdasar aksI
dInamIk barIsan rotatIng bIade.
AksI dInamIk pada bIade menghasIIkan atau
dIhasIIkan oIeh torsI poros.
MesIn konversI
energI dengan
memanIaakan
perubahan momen
torsI poros dan
momentum (besar
dan atau arah
kecepatan) IIuIda.
Komponen utama
terdIrI darI rotor dan
stator.
Iham 8udI Santoso
santosoIIhamyahoo.com
MesIn konversI
energI dengan
memanIaakan
perubahan momen
torsI poros dan
momentum (besar
dan atau arah
kecepatan) IIuIda.
Komponen utama
terdIrI darI rotor dan
stator.
FLUIDA
COMPRESSIBLE
CAIRAN
INCOMPRESSIBLE
GAS
Iham 8udI Santoso
santosoIIhamyahoo.com
Iham 8udI Santoso
santosoIIhamyahoo.com
RotatIng
EquIpment
RadIaI FIow
AksIaI FLow
Iham 8udI Santoso
santosoIIhamyahoo.com
AksIaI FLow
EngIne (mesIn tenaga)
Perubahan momentum IIuIda momen
poros Daya poros
Iham 8udI Santoso
santosoIIhamyahoo.com
MesIn kerja
Daya poros
moment poros
perubahan
momentum IIuIda
Iham 8udI Santoso
santosoIIhamyahoo.com
MesIn kerja
Daya poros
moment poros
perubahan
momentum IIuIda
FLUIDA
COMPRESSIBLE
CAIRAN
INCOMPRESSIBLE
GAS
Iham 8udI Santoso
santosoIIhamyahoo.com
Iham 8udI Santoso
santosoIIhamyahoo.com
Aksi
Ionpa
Mengulah eneigi kinelik
pulaian poios dan inpeIei
nenjadi lekanan fIuida.
JcnIs
Pnmpa
A. Pnmpa A!Iran RadIa!
B. Pnmpa A!Iran Campur
C. Pnmpa A!Iran AksIa!
D. Pnmpa TurbIn
Iham 8udI Santoso
santosoIIhamyahoo.com
JcnIs
Pnmpa
A. Pnmpa A!Iran RadIa!
B. Pnmpa A!Iran Campur
C. Pnmpa A!Iran AksIa!
D. Pnmpa TurbIn
Iham 8udI Santoso
santosoIIhamyahoo.com
Iham 8udI Santoso
santosoIIhamyahoo.com
Tekanan : gaya per satuan Iuas
Iham 8udI Santoso
santosoIIhamyahoo.com
Iham 8udI Santoso
santosoIIhamyahoo.com
Catatan:
- Satuan Pa bIasanya terIaIu kecII untuk
dIgunakan.
- Satuan yang IebIh besar adaIah MPa.
1 MPa = 1 N]mm
2
= 1.000.000 Pa
Massa (m)
Ukuran kuaIItatII suatu zat.
Satuan : kg (S) dan Ibm (nggrIs : pound mass)
Massa ]enIs ()
8esar massa setIap satu satuan voIume
Satuan : kg]m
3
(S) dan Ibm]It
3
(nggrIs)
Temperatur dan tekanan mempengaruhI besar massa jenIs,
terutama untuk IIuIda. Untuk Itu dIkenaI kondIsI NormaI
yaItu : p=76cmHg dan T=25 C
MIsaInya :
udara
=1.2 kg]m
3,
normaI
8erat (C)
Caya tarIkan bumI terhadap zat = m x gravItasI
Satuan : Newton (S), IbI (InggrIs: pound Iorce)
8erat jenIs () = g
Iham 8udI Santoso
santosoIIhamyahoo.com
Massa (m)
Ukuran kuaIItatII suatu zat.
Satuan : kg (S) dan Ibm (nggrIs : pound mass)
Massa ]enIs ()
8esar massa setIap satu satuan voIume
Satuan : kg]m
3
(S) dan Ibm]It
3
(nggrIs)
Temperatur dan tekanan mempengaruhI besar massa jenIs,
terutama untuk IIuIda. Untuk Itu dIkenaI kondIsI NormaI
yaItu : p=76cmHg dan T=25 C
MIsaInya :
udara
=1.2 kg]m
3,
normaI
8erat (C)
Caya tarIkan bumI terhadap zat = m x gravItasI
Satuan : Newton (S), IbI (InggrIs: pound Iorce)
8erat jenIs () = g
SpecIIIc CravIty (SC):
perbandIngan berat jenIs IIuIda
terhadap berat jenIs aIr.
Head : posIsI vertIkaI suatu
tItIk terhadap reIerensI
Satuan : m (S), It (ngrIs)
Iham 8udI Santoso
santosoIIhamyahoo.com
aIr
1 psI = 2,31 It aIr
= 2,31 It caIran ] SC
Head(It) x SC ] 2,31 = Tekanan (psI)
231 It.aIr x 1,0 ] 2,31 = 100 psI
231 It. HCL x 1,2 ] 2.31 = 120 psI
231 It.CasoIIne x 0,80 ] 2.31 = 80 psI
Iham 8udI Santoso
santosoIIhamyahoo.com
231 It.aIr x 1,0 ] 2,31 = 100 psI
231 It. HCL x 1,2 ] 2.31 = 120 psI
231 It.CasoIIne x 0,80 ] 2.31 = 80 psI
aIr
1 psI = 2,31 It aIr
X psI = X x 2,31 It aIr
= X x 2,31 It caIran ] SC
1 psI = 2,31 It aIr
1 It aIr = 1]2,31 psI = 0,433 psI
Y It aIr= Y]2,31 psI = Y x 0,433 psI
1 psI = 2,31 It aIr
= 2,31 It caIran]SC
2,31 It caIran = 1x SC psI
1 It caIran = 1x SC psI]2,31 = 0,433 SC psI
Z It caIran = Z x SC psI]2,31 = Z x 0,433 SC psI
Iham 8udI Santoso
santosoIIhamyahoo.com
1 psI = 2,31 It aIr
X psI = X x 2,31 It aIr
= X x 2,31 It caIran ] SC
1 psI = 2,31 It aIr
1 It aIr = 1]2,31 psI = 0,433 psI
Y It aIr= Y]2,31 psI = Y x 0,433 psI
1 psI = 2,31 It aIr
= 2,31 It caIran]SC
2,31 It caIran = 1x SC psI
1 It caIran = 1x SC psI]2,31 = 0,433 SC psI
Z It caIran = Z x SC psI]2,31 = Z x 0,433 SC psI
Iham 8udI Santoso
santosoIIhamyahoo.com
LatIhan:
200 ps = ... hp = .... kW = ... IbI.It]sec
100 kW = ... hp = .... ps = ... kgI. m]sec
AP bukan satu satunya standard yang popuIer dI
rotatIng equIpment. Standard IaIn mIsaInya SO
1086, ASME PTC , ANS, dan IaIn-IaIn.
Standard AP dIgunakan sebagaI panduan praktIs
dan standardIsasI daIam pemIIIhan
produk]desIgn, namun tIdak menutup
kemungkInan untuk ImprovIsasI sepanjang
dIsepakatI oIeh vendor dan purchaser dengan
pertImbangan yang bertanggung jawab.
Penggunaan standard, daIam haI InI AP, sangat
menguntungkan karena memudahkan dan
menghemat waktu untuk perbandIng dIantara
pIIIhan produk]desaIn yang tersedIa.
Iham 8udI Santoso
santosoIIhamyahoo.com
AP bukan satu satunya standard yang popuIer dI
rotatIng equIpment. Standard IaIn mIsaInya SO
1086, ASME PTC , ANS, dan IaIn-IaIn.
Standard AP dIgunakan sebagaI panduan praktIs
dan standardIsasI daIam pemIIIhan
produk]desIgn, namun tIdak menutup
kemungkInan untuk ImprovIsasI sepanjang
dIsepakatI oIeh vendor dan purchaser dengan
pertImbangan yang bertanggung jawab.
Penggunaan standard, daIam haI InI AP, sangat
menguntungkan karena memudahkan dan
menghemat waktu untuk perbandIng dIantara
pIIIhan produk]desaIn yang tersedIa.
Scope:
8atasan yang dIcakup oIeh standard tersebut.
ReIerence
DeIInItIon
DeIInIsI darI IstIIah-IstIIah yang dIgunakan pada
standard
8asIc DesIgn
Dasar pertImbangan desaIn dan spesIIIkasI untuk
komponen utama.
AccesorIes
SpesIIIkasI untuk komponen tambahan sepertI
coupIIng, gear transmIsIon, sIstem IubrIkasI, dII.
AP standard
Iham 8udI Santoso
santosoIIhamyahoo.com
Scope:
8atasan yang dIcakup oIeh standard tersebut.
ReIerence
DeIInItIon
DeIInIsI darI IstIIah-IstIIah yang dIgunakan pada
standard
8asIc DesIgn
Dasar pertImbangan desaIn dan spesIIIkasI untuk
komponen utama.
AccesorIes
SpesIIIkasI untuk komponen tambahan sepertI
coupIIng, gear transmIsIon, sIstem IubrIkasI, dII.
nspectIon & TestIng
LIst dan spesIIIkasI darI jenIs InspeksI dan
pengujIan yang harus dIIakukan vendor daIam
proses manuIakturIng hIngga equIpment sIap
dIkIrIm ke sIte.
Vendor's Data
LIst darI data yang harus dIsuppIy oIeh vendor
kepada purchaser,
Standard peIaporan dan dokumentasI data
equIpment, termasuk progress report dan drawIng.
CuIdance haI-haI yang perIu dIdIskusIkan antara
purchaser dan vendor sehIngga menghIdarI dIspute
dI kemudIan harI.
AP standard
Iham 8udI Santoso
santosoIIhamyahoo.com
nspectIon & TestIng
LIst dan spesIIIkasI darI jenIs InspeksI dan
pengujIan yang harus dIIakukan vendor daIam
proses manuIakturIng hIngga equIpment sIap
dIkIrIm ke sIte.
Vendor's Data
LIst darI data yang harus dIsuppIy oIeh vendor
kepada purchaser,
Standard peIaporan dan dokumentasI data
equIpment, termasuk progress report dan drawIng.
CuIdance haI-haI yang perIu dIdIskusIkan antara
purchaser dan vendor sehIngga menghIdarI dIspute
dI kemudIan harI.
Mengatur secara terperIncI apa yang dIcakup
oIeh standard dan apa yang tIdak tercakup.
MIsaInya:
AP 611 : CeneraI purpose Steam turbIne. Yang
dImaksud dengan generaI purpose adaIah untuk
non-crItIcaI servIce, kondIsI steam tIdak IebIh darI
48 bar dan 400 CeIcIus, atau putaran dI bawah
6000 rpm. DI Iuar spesIIIkasI Itu maka dI cakup
oIeh AP 612: SpecIaI purpose Steam TurbIne
AP standard
Iham 8udI Santoso
santosoIIhamyahoo.com
Mengatur secara terperIncI apa yang dIcakup
oIeh standard dan apa yang tIdak tercakup.
MIsaInya:
AP 611 : CeneraI purpose Steam turbIne. Yang
dImaksud dengan generaI purpose adaIah untuk
non-crItIcaI servIce, kondIsI steam tIdak IebIh darI
48 bar dan 400 CeIcIus, atau putaran dI bawah
6000 rpm. DI Iuar spesIIIkasI Itu maka dI cakup
oIeh AP 612: SpecIaI purpose Steam TurbIne
Secara umum AP mensyaratkan peraIatan
harus dIdesaIn dengan servIce IIIe 20 th,
dengan mInImum servIce tanpa hentI 3 th.
AP juga mereIer pada standard-standard IaIn
yang teIah "umum". MIsaInya:
PressurIzed casIng, AP mensyaratkan casIng
dIdesaIn berdasarkan ASME sect V dIv. 1,
PemodeIan karakterIstIk dInamIk rotor merujuk
pada AP 684,
MaterIaI yang terekspose pada sour envIronment
merujuk pada NACE MR 1075, dst nya.
AP standard
Iham 8udI Santoso
santosoIIhamyahoo.com
Secara umum AP mensyaratkan peraIatan
harus dIdesaIn dengan servIce IIIe 20 th,
dengan mInImum servIce tanpa hentI 3 th.
AP juga mereIer pada standard-standard IaIn
yang teIah "umum". MIsaInya:
PressurIzed casIng, AP mensyaratkan casIng
dIdesaIn berdasarkan ASME sect V dIv. 1,
PemodeIan karakterIstIk dInamIk rotor merujuk
pada AP 684,
MaterIaI yang terekspose pada sour envIronment
merujuk pada NACE MR 1075, dst nya.
AP mengatur pertImbangan desIgn :
MaterIaI yang dIgunakan beserta pengentesan yang
dIperIukan,
CasIng dan koneksI ke & darI casIng,
Komponens InternaI statIk,
Komponen rotor : materIaI, teknIk produksI,
spesIIIkasI geometrI dan toIeransI, perIakuan akhIr,
dsb nya.
KarakterIstIk dInamIk darI rotatIng equIpment dan
anaIIs kestabIIan.
Komponen utama IaInnya yang berpengaruh pada
equIpment sepertI : seaI, IubrIkasI, gear.
AP standard
Iham 8udI Santoso
santosoIIhamyahoo.com
AP mengatur pertImbangan desIgn :
MaterIaI yang dIgunakan beserta pengentesan yang
dIperIukan,
CasIng dan koneksI ke & darI casIng,
Komponens InternaI statIk,
Komponen rotor : materIaI, teknIk produksI,
spesIIIkasI geometrI dan toIeransI, perIakuan akhIr,
dsb nya.
KarakterIstIk dInamIk darI rotatIng equIpment dan
anaIIs kestabIIan.
Komponen utama IaInnya yang berpengaruh pada
equIpment sepertI : seaI, IubrIkasI, gear.
SebagaI IIustrasI, AP 617 mengatur
dIantaranya tentang:
Poros terbuat darI satu kesatuan bahan dengan
cara pemesInan.
Poros dIIIndungI darI goresan dan gesekan oIeh
sIeeve yang dapat dIperbaruI setIap saat.
Daerah poros yang akan dekat dengan sensor
getaran maka harus bebas darI takIk (keyways,
dII) atau goresan serta harus dI-demagnetIsasI
sehIngga totaI run-out nya IebIh kecII darI 25Z
maksImum peak-to-peak ampIItudo getaran
yang dIIjInkan (sekItar 6 m (0.25 mII) untuk
raIdaI dan 13 m (0.5 mII) untuk aksIaI).
AP standard
Iham 8udI Santoso
santosoIIhamyahoo.com
SebagaI IIustrasI, AP 617 mengatur
dIantaranya tentang:
Poros terbuat darI satu kesatuan bahan dengan
cara pemesInan.
Poros dIIIndungI darI goresan dan gesekan oIeh
sIeeve yang dapat dIperbaruI setIap saat.
Daerah poros yang akan dekat dengan sensor
getaran maka harus bebas darI takIk (keyways,
dII) atau goresan serta harus dI-demagnetIsasI
sehIngga totaI run-out nya IebIh kecII darI 25Z
maksImum peak-to-peak ampIItudo getaran
yang dIIjInkan (sekItar 6 m (0.25 mII) untuk
raIdaI dan 13 m (0.5 mII) untuk aksIaI).
EquIpment harus dIdesaIn agar tetap aman
beroperasI pada range IrekuensInya, meskIpun
mengaIamI kenaIkkan getaran akIbat berbagaI
masaIah sepertI
UnbaIance, mIsaIIgnment, rubbIng dan semua
ketIdaksempurnaan mekanIk, maupun
KetIdaksempurnaan hydrodInamIk dan akIbat aIIran darI
IIuIda kerja.
AnaIIsIs dInamIk dIperIukan untuk mengetahuI:
karakterIstIk dInamIk equIpment, terutama yang
berhubungan dengan putaran krItIs,
Respon dInamIk equIpment terhadap eksItasI getaran
sepertI dI atas.
AP standard
Iham 8udI Santoso
santosoIIhamyahoo.com
EquIpment harus dIdesaIn agar tetap aman
beroperasI pada range IrekuensInya, meskIpun
mengaIamI kenaIkkan getaran akIbat berbagaI
masaIah sepertI
UnbaIance, mIsaIIgnment, rubbIng dan semua
ketIdaksempurnaan mekanIk, maupun
KetIdaksempurnaan hydrodInamIk dan akIbat aIIran darI
IIuIda kerja.
AnaIIsIs dInamIk dIperIukan untuk mengetahuI:
karakterIstIk dInamIk equIpment, terutama yang
berhubungan dengan putaran krItIs,
Respon dInamIk equIpment terhadap eksItasI getaran
sepertI dI atas.
Proses pemodeIan, anaIIsIs stabIIItas dan
pengujIan]verIIIkasI modeI adaIah bagIan darI
deIIverabIe document darI vendor ke
purchaser.
ApabIIa ada krIterIa yang tIdak terpenuhI
maka vendor dan purchaser dapat berdIskusI
bersama untuk mencarI jaIan keIuar yang
ekonomIs dan bertanggungjawab.
MaxImum getaran unbaIance dan unbaIance
sIsa merujuk pada SO 1940 grade C1.
AP standard
Iham 8udI Santoso
santosoIIhamyahoo.com
Proses pemodeIan, anaIIsIs stabIIItas dan
pengujIan]verIIIkasI modeI adaIah bagIan darI
deIIverabIe document darI vendor ke
purchaser.
ApabIIa ada krIterIa yang tIdak terpenuhI
maka vendor dan purchaser dapat berdIskusI
bersama untuk mencarI jaIan keIuar yang
ekonomIs dan bertanggungjawab.
MaxImum getaran unbaIance dan unbaIance
sIsa merujuk pada SO 1940 grade C1.
MechanIcaI run test dImaksudkan untuk
mengujI bahwa mesIn dapat beroperasI pada
range yang dIrancang mInImaI daIam waktu 4
jam tanpa harus ada beban.
Semua parameter pada pemodeIan harus
dIrekam dan dIbandIngkan dengan hasII
pemodeIan.
Semua sIstem InstrumentasI, controI dan
proteksI harus bekerja dengan baIk.
PengujIan pada IuII Ioad dapat dIIakukan atas
persetujuan vendor dan purchaser.
AP standard
Iham 8udI Santoso
santosoIIhamyahoo.com
MechanIcaI run test dImaksudkan untuk
mengujI bahwa mesIn dapat beroperasI pada
range yang dIrancang mInImaI daIam waktu 4
jam tanpa harus ada beban.
Semua parameter pada pemodeIan harus
dIrekam dan dIbandIngkan dengan hasII
pemodeIan.
Semua sIstem InstrumentasI, controI dan
proteksI harus bekerja dengan baIk.
PengujIan pada IuII Ioad dapat dIIakukan atas
persetujuan vendor dan purchaser.
Untuk keperIuan anaIysIs dInamIka rotor, AP
memberIkan panduan bagaImana sIstem
poros rotor harus dImodeIkan termasuk
dampIng dan stIIness bearIng.
AnaIysIs yang harus dIIakukan mInImaI
adaIah:
PenghItungan IrekuensI prIbadI (krItIkaI speed)
Penentuan mode shape
Penentuan respon unbaIance
AP 684 dIjadIkan rujukan dan pada semua
rotatIng equIpment standard dI AP
Iham 8udI Santoso
santosoIIhamyahoo.com
Untuk keperIuan anaIysIs dInamIka rotor, AP
memberIkan panduan bagaImana sIstem
poros rotor harus dImodeIkan termasuk
dampIng dan stIIness bearIng.
AnaIysIs yang harus dIIakukan mInImaI
adaIah:
PenghItungan IrekuensI prIbadI (krItIkaI speed)
Penentuan mode shape
Penentuan respon unbaIance
AP 684 dIjadIkan rujukan dan pada semua
rotatIng equIpment standard dI AP
SaIah satu tujuan darI pemodeIan dInamIk
equIpment adaIah untuk mengetahuI apakah
rentang putaran operasI cukup "jauh" darI
putaran krItIs.
Iham 8udI Santoso
santosoIIhamyahoo.com
SaIah satu tujuan darI pemodeIan dInamIk
equIpment adaIah untuk mengetahuI apakah
rentang putaran operasI cukup "jauh" darI
putaran krItIs.
Putaran krItIs dItentukan berdasarkan
ampIIIIcatIon Iaktor.
AmpIIIIcatIon Faktor = N](N2-N1)
]Ika FAN > 2.5 maka N adaIah putaran krItIs.
Iham 8udI Santoso
santosoIIhamyahoo.com
Putaran krItIs dItentukan berdasarkan
ampIIIIcatIon Iaktor.
AmpIIIIcatIon Faktor = N](N2-N1)
]Ika FAN > 2.5 maka N adaIah putaran krItIs.
SM (SeparatIon
MargIn) jarak antara
batas putaran mesIn
mInImaI kepada
putaran krItIs dI
bawahnya atau jarak
antara putaran
maksImum mesIn
kepada putaran
krItIs dI atasnya.
SM2 IebIh Iebar
darIpada SM1.
Iham 8udI Santoso
santosoIIhamyahoo.com
SM (SeparatIon
MargIn) jarak antara
batas putaran mesIn
mInImaI kepada
putaran krItIs dI
bawahnya atau jarak
antara putaran
maksImum mesIn
kepada putaran
krItIs dI atasnya.
SM2 IebIh Iebar
darIpada SM1.
Mode shape pada setIap putaran krItIs (Irequency
prIbadI) dIanaIIsIs untuk:
Penentuan IokasI
baIancIng pIane
dan peIetakan
baIancIng mass
yang paIIng
optImaI,
Penentuan
maksImum
deIIeksI darI
komponen rotor
yang bergetar.
Iham 8udI Santoso
santosoIIhamyahoo.com
Mode shape pada setIap putaran krItIs (Irequency
prIbadI) dIanaIIsIs untuk:
Penentuan IokasI
baIancIng pIane
dan peIetakan
baIancIng mass
yang paIIng
optImaI,
Penentuan
maksImum
deIIeksI darI
komponen rotor
yang bergetar.
Untuk mengetahuI maksImum deIIeksI pada
rotor akIbat gaya eksItasI unbaIance (F).
Massa unbaIance harus IebIh besar darI
maxImaI resIduaI unbaIance (U) namun tIdak
IebIh darI dua kaIInya.
Iham 8udI Santoso
santosoIIhamyahoo.com
Untuk mengetahuI maksImum deIIeksI pada
rotor akIbat gaya eksItasI unbaIance (F).
Massa unbaIance harus IebIh besar darI
maxImaI resIduaI unbaIance (U) namun tIdak
IebIh darI dua kaIInya.
U = 6350 W]N
AP juga memberIkan panduan tentang
bagaImana modeI dInamIk poros-rotor harus
dIvaIIdasI.
PenyImpangan antara modeI dan
eksperImentaI harus dI bawah range yang
dIIjInkan.
Iham 8udI Santoso
santosoIIhamyahoo.com
AP juga memberIkan panduan tentang
bagaImana modeI dInamIk poros-rotor harus
dIvaIIdasI.
PenyImpangan antara modeI dan
eksperImentaI harus dI bawah range yang
dIIjInkan.
AP juga memberIkan panduan tentang
bagaImana modeI dInamIk poros-rotor harus
dIvaIIdasI.
PenyImpangan antara modeI dan
eksperImentaI harus dI bawah range yang
dIIjInkan.
Iham 8udI Santoso
santosoIIhamyahoo.com
AP juga memberIkan panduan tentang
bagaImana modeI dInamIk poros-rotor harus
dIvaIIdasI.
PenyImpangan antara modeI dan
eksperImentaI harus dI bawah range yang
dIIjInkan.
Aceeptance crIterIa 1.
TIdak ada kecepatan krItIs pada range operasI
equIpment,
SemakIn besar Iaktor ampIIIIkasI maka semakIn
Iebar separatIon margIn nya.
SM2 >SM1
Iham 8udI Santoso
santosoIIhamyahoo.com
Aceeptance crIterIa 1.
TIdak ada kecepatan krItIs pada range operasI
equIpment,
SemakIn besar Iaktor ampIIIIkasI maka semakIn
Iebar separatIon margIn nya.
SM2 >SM1
Aceeptance crIterIa 1.
Penentuan separatIon margIn untuk putaran
maksImum dI bawah kecepatan krItIs.
Iham 8udI Santoso
santosoIIhamyahoo.com
Aceeptance crIterIa 1.
Penentuan separatIon margIn untuk putaran
mInImum dI atas kecepatan krItIs.
Iham 8udI Santoso
santosoIIhamyahoo.com
Aceeptance crIterIa 2
AmpIItudo (DeIIeksI)
maksImum darI
respon unbaIance
rotor tIdak boIeh IebIh
darI cIearance
mInImum antara rotor
dan stator.
Iham 8udI Santoso
santosoIIhamyahoo.com
Aceeptance crIterIa 2
AmpIItudo (DeIIeksI)
maksImum darI
respon unbaIance
rotor tIdak boIeh IebIh
darI cIearance
mInImum antara rotor
dan stator.
SO 10816 (1995) merupakan penggantI darI
SO 2372 (1974).
Perubahan yang utama adaIah pada:
EvaIuasI pada vIbratIon severIty merujuk pada
VIbratIon magnItude
Perubahan pada vIbratIon magnItude
DImungkInkan anaIIsIs dengan menggunakan unIt
dan parameter:
8road band daIam acceIeratIon atau dIspIacement
Narrow band daIam acceIeratIon, veIocIty atau
dIspIacement
Iham 8udI Santoso
santosoIIhamyahoo.com
SO 10816 (1995) merupakan penggantI darI
SO 2372 (1974).
Perubahan yang utama adaIah pada:
EvaIuasI pada vIbratIon severIty merujuk pada
VIbratIon magnItude
Perubahan pada vIbratIon magnItude
DImungkInkan anaIIsIs dengan menggunakan unIt
dan parameter:
8road band daIam acceIeratIon atau dIspIacement
Narrow band daIam acceIeratIon, veIocIty atau
dIspIacement
SO 10816-1 : CeneraI guIdeIInes
SO 10816-2 : Large Iand-based steam turbIne
generator sets In excess oI 50MW
SO 10816-3 : ndustrIaI machInes wIth nomInaI
power above 15KW and nomInaI speeds between
120 r]mIn and 15000 r]mIn when measured In
sItu
SO 10816-4 : Cas turbIne sets excIudIng aIrcraIt
derIvatIves
SO 10816-5 : MachIne sets In hydrauIIc power
generatIng and pumpIng pIants
SO 10816-6 : RecIprocatIng machIne above 100
kW
Iham 8udI Santoso
santosoIIhamyahoo.com
SO 10816-1 : CeneraI guIdeIInes
SO 10816-2 : Large Iand-based steam turbIne
generator sets In excess oI 50MW
SO 10816-3 : ndustrIaI machInes wIth nomInaI
power above 15KW and nomInaI speeds between
120 r]mIn and 15000 r]mIn when measured In
sItu
SO 10816-4 : Cas turbIne sets excIudIng aIrcraIt
derIvatIves
SO 10816-5 : MachIne sets In hydrauIIc power
generatIng and pumpIng pIants
SO 10816-6 : RecIprocatIng machIne above 100
kW
EvaIuasI getaran mengIkutI prInsIp:
Pengukuran veIocIty menggunakan broad band
anaIysIs
KajI bandIng vIbratIon magnItude dengan
acceptance crIterIa tergantung darI keIas mesIn,
tIpe dan power nya : CrIterIa 1
KajI bandIng perubahan vIbratIon magnItude
dengan acceptance crIterIa : CrIterIa 2
Iham 8udI Santoso
santosoIIhamyahoo.com
EvaIuasI getaran mengIkutI prInsIp:
Pengukuran veIocIty menggunakan broad band
anaIysIs
KajI bandIng vIbratIon magnItude dengan
acceptance crIterIa tergantung darI keIas mesIn,
tIpe dan power nya : CrIterIa 1
KajI bandIng perubahan vIbratIon magnItude
dengan acceptance crIterIa : CrIterIa 2
generaI shape :
Iham 8udI Santoso
santosoIIhamyahoo.com
Zone A : IeveI getaran darI mesIn baru seharusnya
ada pada zona InI.
Zone 8 : mesIn yang beroperasI dengan IeveI
getaran pada zone pada umumnya acceptabIe
dan dapat dIoperasIkan untuk jangka panjang.
Zone C : mesIn yang beroperasI dengan IeveI
getaran pada zona InI tIdak dIrekomendasIkan
untuk beroperasI daIam jangka waktu Iama IagI.
MesIn dapat dIoperasIkan daIam rentang
terbatas untuk dIjadwaIkan segera dIIakukan
perbaIkan]perawatan.
Zone D : mesIn dengan IeveI getaran pada zona InI
berbahaya untuk dIoperasIkan dan dapat
berpotensI terjadInya kerusakan pada mesIn.
Iham 8udI Santoso
santosoIIhamyahoo.com
Zone A : IeveI getaran darI mesIn baru seharusnya
ada pada zona InI.
Zone 8 : mesIn yang beroperasI dengan IeveI
getaran pada zone pada umumnya acceptabIe
dan dapat dIoperasIkan untuk jangka panjang.
Zone C : mesIn yang beroperasI dengan IeveI
getaran pada zona InI tIdak dIrekomendasIkan
untuk beroperasI daIam jangka waktu Iama IagI.
MesIn dapat dIoperasIkan daIam rentang
terbatas untuk dIjadwaIkan segera dIIakukan
perbaIkan]perawatan.
Zone D : mesIn dengan IeveI getaran pada zona InI
berbahaya untuk dIoperasIkan dan dapat
berpotensI terjadInya kerusakan pada mesIn.
ALARM vaIue
]Ika krIterIa ke 1 dIdasarkan pada IeveI getaran maka
pada krIterIa ke 2 dIdasarkan pada perubahan pada
IeveI getaran darI data yang teIah terekam
sebeIumnya (baseIIne).
DIrekomendasIkan bahwa nIIaI ALARM harus dIset
dengan harga 25Z IebIh tInggI darI batas atas zone 8.
TIdak dIrekomendasIkan harga ALARM vaIue meIebIhI
1.25 kaII darI batas atas Ior zone 8.
]Ika baseIIne cukup rendah maka harga ALARM ada
boIeh bawah zone C
Iham 8udI Santoso
santosoIIhamyahoo.com
ALARM vaIue
]Ika krIterIa ke 1 dIdasarkan pada IeveI getaran maka
pada krIterIa ke 2 dIdasarkan pada perubahan pada
IeveI getaran darI data yang teIah terekam
sebeIumnya (baseIIne).
DIrekomendasIkan bahwa nIIaI ALARM harus dIset
dengan harga 25Z IebIh tInggI darI batas atas zone 8.
TIdak dIrekomendasIkan harga ALARM vaIue meIebIhI
1.25 kaII darI batas atas Ior zone 8.
]Ika baseIIne cukup rendah maka harga ALARM ada
boIeh bawah zone C
LeveI getaran adaIah hasII pengukuran IeveI getaran
daIam rms yang dIIakukan dengan range IrekuensI
tertentu.TIpe dan power yang berbeda memIIIkI
rujukan rentang IrekuensI yang berbeda.
Contoh:
SO 10816-part 2 : range pengukuran 10Hz - > 500Hz
SO 10816-part 3 : range pengukuran 10Hz - 1000 Hz,
untuk speed engIne dIatas 600 rpm.
MesIn yang dIcakup pada SO 10816 terbatas pada
yang range operasI putarannya secara ekspIIsIt
dIsampaIkan pada standard.
Untuk mesIn yang beIum dIcakup darI part 2 - part
6, untuk sementara hIngga SO 10816
mengeIuarkan aturannya, maka standard berdasar
SO 2372 dapat dIgunakan.
Iham 8udI Santoso
santosoIIhamyahoo.com
LeveI getaran adaIah hasII pengukuran IeveI getaran
daIam rms yang dIIakukan dengan range IrekuensI
tertentu.TIpe dan power yang berbeda memIIIkI
rujukan rentang IrekuensI yang berbeda.
Contoh:
SO 10816-part 2 : range pengukuran 10Hz - > 500Hz
SO 10816-part 3 : range pengukuran 10Hz - 1000 Hz,
untuk speed engIne dIatas 600 rpm.
MesIn yang dIcakup pada SO 10816 terbatas pada
yang range operasI putarannya secara ekspIIsIt
dIsampaIkan pada standard.
Untuk mesIn yang beIum dIcakup darI part 2 - part
6, untuk sementara hIngga SO 10816
mengeIuarkan aturannya, maka standard berdasar
SO 2372 dapat dIgunakan.
Iham 8udI Santoso
santosoIIhamyahoo.com
CIass 1 : 15 kW, dengan pondasI rIgId.
CIass 2 : 15kW < Daya MesIn 75 kW
CIass 3 : > 75 kW,
CIass 4 : > 75 kW dengan pondasI yang
reIatIIe Iunak.
Iham 8 Santoso
santosoIIhamyahoo.com
IhambudI.santosose1.bp.com