KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA BADAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN KEUANGAN SEKOLAH TINGGI AKUNTANSI NEGARA TANGERANG SELATAN

LAPORAN STUDI LAPANGAN

TINJAUAN TERHADAP AKUNTANSI PIUTANG TUNTUTAN PERBENDAHARAAN DI PEMERINTAH KABUPATEN ASAHAN

Diajukan oleh: DEDY IRWANSYAH RAMBE NPM: 093060015986 Mahasiswa Program Diploma III Keuangan Spesialisasi Akuntansi

Untuk memenuhi sebagian syarat-syarat Dinyatakan Lulus Program Diploma III Keuangan

Tahun 2012

ii

iii

iv

KATA PENGANTAR

Alhamdulillah, puji dan syukur penulis ucapkan kepada Allah SWT atas berkah, rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan Laporan Studi Lapangan ini tepat pada waktunya. Shalawat beserta salam terindah terhatur kepada junjungan Rasulullah Muhammad SAW semoga kita termasuk orang yang mendapat pertolongan beliau di yaumulakhir nanti. Laporan Studi Lapangan ini disusun disusun guna memenuhi sebagian dari persyaratan dinyatakan lulus dari Program Diploma III Akuntansi Pemerintah Sekolah Tinggi Akuntansi Negara Tahun 2012. Begitu banyak pihak-pihak yang membantu dan mendukung penulis sehingga dapat menyelesaikan Laporan Studi Lapangan ini dengan Baik. Oleh karena itu penulis ingin menyamapaikan rasa terima kasih penulis kepada: 1. Ayahku tercinta Hasanuddin yang atas segala limpahan kasih sayang, ilmu, pengorbanan dan doa yang diberikan kepada penulis selama ini. Ayah juga telah banyak memberi inspirasi dalam hidupku. 2. Ibuku tersayang Rosdeliana Ritonga atas perjuangan, perhatian, kasih sayang yang dalam, dan pengorbanan yang tiada henti kepada penulis. 3. Adik-adikku Iqbal, Akbar, dan Naila dengan berbagai tingkah lakunya sehingga dapat memberikan tambahan semangat bagi penulis dalam menyelesaikan Laporan Studi Lapangan ini. Semoga kita selalu melangkah, meniti jejak mimpi kita masing-masing dan menggapainya bersama. 4. Ibu Nurhamidah Ritonga yang telah memberikan penulis beberapa ide yang berguna dalam penyelesaian Laporan Studi Lapangan ini. v

Acc.. selaku Kepala Bidang Akun Pendidikan Ajun Akuntan. Bapak Karnen selaku Kasubbag Umum serta seluruh pegawai DPPKA Pemerintah Kabupaten Asahan yang telah banyak membantu pelaksanaan PKL serta membantu penulis dalam mencari data-data yang penulis butuhkan. dan pemikiran yang diberikan untuk membimbing dan mengarahkan penulis dalam menyusun Laporan Studi Lapangan ini. serta seluruh dosen yang telah mencurahkan berbagai ilmu dan wawasan kepada penulis selama tiga tahun menjalani perkuliahan di STAN. Ak.. yang secara langsung maupun tidak langsung telah membantu dan memudahkan penulis. dan Silvi yang menjadi teman satu perjuangan dalam menyelesaikan Laporan Studi Lapangan ini. Terima kasih atas segala dukungan dan pembelajaran yang diberikan. 11. Teman-teman satu kelompok bimbingan dan studi lapangan Aditya. Bapak Kusmanadji Ak. Bapak Drs.. Yusuf. Budiman. Teman teman seperjuangan di angkatan 2009. Semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu. Bapak Beta Andri Uliansyah SST. Terimakasih atas semua kesabaran.5. 10. M. spesial untuk teman-teman 1X. vi . M. dan 3E yang telah mewarnai perjalanan tiga tahun penulis di STAN. 8. 6. Ak. MBA Selaku Direktur Sekolah Tinggi Akuntansi Negara. selaku dosen pembimbing. Bapak Fadlil Usman. 9. Totong Sutama. waktu. 2D. Saharuddin selaku Sekretaris DPPKA Kabupaten Asahan.. atas penilaian yang diberikan atas Laporan Studi Lapangan ini serta ilmu yang telah diberikan pada saat penulis berada di kelas 2D Sekolah Tinggi Akuntansi Negara. Bapak Drs. Acc. 7.

Penulis berharap semoga Laporan Studi Lapangan ini dapat bermanfaat bagi mahasiswa STAN pada khususnya dan masyarakat akademik pada umumnya. Juli 2012 Penulis vii . Tangerang Selatan.Dalam penulisan Laporan Studi Lapangan ini penulis menyadari masih banyak kekurangan dan ketidaksempurnaan. Oleh sebab itu penulis menerima secara terbuka kritik dan saran yang bersifat membangun dari pembaca.

.................... DAFTAR LAMPIRAN .........................DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL ..................................... DAFTAR ISI ................. PERNYATAAN KEASLIAN LAPORAN STUDI LAPANGAN ..................................................................................... Ruang Lingkup Pembahasan ... HALAMAN PERNYATAAN LULUS ..... BAB I PENDAHULUAN A.. B.................................................................. Kebijakan Akuntansi Pemerintah Kabupaten Asahan ....................................................................................... DAFTAR GAMBAR . Gambaran Umum Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset (DPPKA) Pemerintah Kabupaten Asahan ............. DAFTAR TABEL ............................. HALAMAN PERSETUJUAN LAPORAN STUDI LAPANGAN ............................................... KATA PENGANTAR ... ......................................... C......................................... D.................................................................................. E............ Metode Pengumpulan Data ............................................... B......................... Struktur Organisasi DPPKA Pemerintah Kabupaten Asahan ..................................................................................... Latar Belakang......................................... viii i ii iii iv v viii xi xii xiii 1 3 3 3 4 6 7 9 10 .......... Sistematika Penulisan ... D.................................................... BAB II DATA DAN FAKTA A........................................................................ Tujuan Penulisan LaporanStudi Lapangan ...................... C................ Tugas Pokok dan Fungsi DPPKA Kabupaten Asahan ........

..... Kebijakan Akuntansi Pemerintah Kabupaten Asahan atas Piutang ... Landasan Teori………………………………………………………….. 2. Pembahasan……………………………………………………………… ix 22 24 21 ....... Pengukuran Piutang Tuntutan Perbendaharaan di Pemerintah Kabupaten Asahan .1. a. Pengakuan Piutang Tuntutan Perbendaharaan…………………. Jenis Piutang…………………………………………………………....... Penyajian dan Pengungkapan Piutang Tuntutan Perbendaharaan……………………………… B............ Neraca Pemrintah Kabupaten Asahan per 31 Desember 2011....... Pengertian Piutang…………………………………………………… b.... Dasar Hukum Piutang Tuntutan Perbendaharaan………………...... 10 12 12 E. G.. Entitas Pelaporan Keuangan Daerah ..... Pengukuran Piutang Tuntutan perbendaharaan………………… e............. 13 14 15 17 17 17 18 2............ F. BAB III PEMBAHASAN A.. 21 d... Piutang Tuntutan Perbendaharaan……………………………… a........ 1......... 20 20 20 c. Penyajian dan Pengungkapan Piutang Tuntutan Perbendaharaan di Pemerintah Kabupaten Asahan . Pengertian Piutang Tuntutan Perbendaharaan………………….. Pengakuan Piutang Tuntutan Perbendaharaan di Pemerintah Kabupaten Asahan ..... H. Piutang……………………………………………………………….. b..

Simpulan…………………………………………………………… B.. Tinjauan Terhadap Pos Piutang……………………………….. LAMPIRAN-LAMPIRAN 36 37 40 31 29 27 26 x ... DAFTAR PUSTAKA…………………………………………………. Tinjauan Terhadap Pengukuran Piutang Tuntutan Perbendaharaan……………………………… 5. Saran……………………………………………………………….... 24 2. Tinjauan Terhadap Pengakuan Piutang Tuntutan Perbendaharaan……………………………… 4. Tinjauan Terhadap Penyajian dan Pengungkapan Piutang Tuntutan Perbendaharaan……………………………… BAB IV PENUTUP A.1... Tinjauan Terhadap Pengidentifikasian Piutang Tuntutan Perbendaharaan……………………………… 3......

1 Tabel III.3 Komposisi Piutang Lancar……………………………….4 Tinjauan Pengungkapan Piutang Tuntutan Perbendaharaan………………………… 34 xi ..DAFTAR TABEL Tabel II. Komposisi Piutang Lain Lain……………………………… Rincian Realisasi Kegiatan Sekretariat Daerah Tahun 2007…………………………… 30 Tabel III.2 Tabel III.... 14 24 25 Tabel III..1 Sisa Uang Persediaan (UP) Kegiatan Tahun Anggatan 2005-2007…………………….

.3 Pengakuan Piutang Tuntutan Perbendaharaan dan Aset Lainnya……………….DAFTAR GAMBAR Gambar III.. Gambar III..2 Penyajian Piutang Tuntutan Perbendaharaan di Neraca……. 32 28 22 23 xii .4 Penyajian Piutang Tuntutan Perbendaharaan di Neraca per 31 Desember ……. Gambar III.1 Pengakuan Piutang Tuntutan Perbendaharaan……………… Gambar III.

DAFTAR LAMPIRAN Lampiran I Lampiran II Neraca Pemerintah Kabupaten Asahan Tanggal 31 Desember 2011 Rincian Saldo Kas yang Belum Disetor ke Kas Daerah Tahun 2011 Lampiran III Struktur Organisasi DPPKA Kabupaten Asahan xiii .

BAB I PENDAHULUAN A. Neraca. Laporan Arus Kas. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 menegaskan bahwa laporan pertanggungjawaban keuangan dimaksud dinyatakan dalam bentuk Laporan Keuangan yang setidak-tidaknya meliputi Laporan Realisasi Anggaran. Latar Belakang Tata kelola pemerintahan yang baik (Good Governance) merupakan salah satu kondisi yang ingin dicapai Republik Indonesia saat ini. Salah satu indikator terwujudnya tata kelola pemerintahan yang baik adalah pengelolaan keuangan negara yang akuntabel serta transparan. Melalui reformasi di bidang pengelolaan keuangan negara tersebut diharapkan akan terwujud akuntabilitas dan transparansi di lingkungan pemerintah yang mengharuskan setiap pengelola keuangan negara untuk menyampaikan laporan pertanggungjawaban pengelolaan keuangan dengan cakupan yang lebih luas dan tepat waktu. dan disusun berdasarkan 1 . yang terdiri dari Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara. dan Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara. dan Catatan atas Laporan Keuangan. Dalam hal ini Indonesia telah melakukan reformasi di bidang pengelolaan keuangan negara yang ditandai dengan berlakunya paket Undang-Undang di Bidang Keuangan Negara.

dengan adanya pengeloaan dan penatausahaan yang baik atas tuntutan perbendaharaan diharapkan nantinya akan dapat mengamankan aset pemerintah Republik Indonesia dengan menjamin seluruh kerugian negara yang terjadi dapat diterima kembali. 1 Tahun 2004 Tentang Perbendaharaan Negara ditetapkan bahwa bendahara. Salah satu pos yang dimuat dalam Neraca Laporan Keuangan Pemerintah adalah adalah Piutang Tuntutan Perbendaharaan. Oleh karena itu perlu dilakukan peninjauan terhadap kendala-kendala yang terjadi dalam pengelolaan dan penatausahaan piutang tuntutan perbendaharaan tersebut sehingga akuntabilitas dan transparansi di bidang pengeloalaan keuangan negara dapat ditingkatkan. atau pejabat lain yang karena perbuatannya melanggar hukum atau melalaikan kewajiban yang dibebankan kepadanya secara langsung merugikan negara. tidak ada penyajian. Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan di atas penulis merasa tertarik untuk membuat Laporan Studi Lapangan dengan judul “Tinjauan Terhadap Akuntansi Piutang Tuntutan Perbendaharaan di Pemerintah Kabupaten Asahan. wajib mengganti kerugian tersebut. serta masih banyak piutang tuntutan perbendaharaan yang tidak dapat ditagih yang menyebabkan penggantian kerugian yang harusnya diterima pemerintah tidak dapat diterima. Sebagaimana diatur dalam Undang-Undang No. pegawai negeri bukan bendahara.” . Walaupun telah ada aturan yang jelas mengenai tuntutan perbendahaan. dan pengungkapan yang memadai atas piutang tuntutan perbendaharaan yang terjadi. dalam pelaksanaannya pengelolaan dan penatausahaan piutang perbendaharaan sering terjadi banyak kendala antara lain tidak dilakukannya pembebanan perbendaharaan.2 Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP). Selain itu.

1. Penelitian kepustakaan (library research) dilakukan dengan mengumpulkan dan . Tujuan Penulisan Laporan Studi Lapangan Adapun tujuan yang ingin dicapai penulis dalam penulisan Laporan Studi Lapangan ini antara lain sebagai berikut. D. 2. C. Untuk memenuhi salah satu persyaratan menyelesaikan pendidikan Program Diploma III Keuangan Spesialisasi Akuntansi Pemerintah Sekolah Tinggi Akuntansi Negara. penyajian dan pelaporan piutang tuntutan perbendaharaan di DPPKA Kabupaten Asahan dengan SAP. Penelitian Kepustakaan. Ruang Lingkup Pembahasan Dalam penulisan laporan studi lapangan ini penulis membatasi lingkup pembahasan pada pengakuan. Metode Pengumpulan Data Dalam rangka memperoleh data yang relevan sebagai dasar penyusunan laporan studi lapangan. penulis merencanakan pengumpulan data-data dengan metode sebagai berikut. 3. serta penyajian dan pengungkapan piutang tuntutan ganti rugi pada Laporan Keuangan Pemerintah Kabupaten Asahan Tahun 2011 dan kesesuaiannya terhadap Standar Akuntansi Pemerintahan. wawasan dan pemahaman materi yang telah didapat dan dipelajari dalam proses perkuliahan khususnya yang berkaitan dengan sektor publik. Untuk mengetahui kesesuaian pengakuan. 1.3 B. Untuk menambah pengetahuan. pengukuran.

media cetak. yaitu sebagai berikut. ruang lingkup pembahasan masalah. landasan teori. E. kemudian dijadikan data yang digunakan sebagai acuan dalam pembahasan permasalahan. Metode penelitian lapangan terdiri dari 2 metode. literatur ilmiah. metode penelitian yang digunakan penulis dalam mengumpulkan data dan informasi. yaitu melihat dan membaca dokumen yang ada yang berkaitan dengan pembahasan permasalahan. 2. Metode observasi yaitu metode pengumpulan data dan fakta di lapangan dengan cara melihat atau mengamati secara langsung peristiwa. serta proses yang berkaitan dengan obyek yang diteliti. tujuan dari penulisan laporan studi lapangan. a. BAB II DATA DAN FAKTA Bab ini memberikan gambaran umum Dinas Pendapatan Pengelolaan . keadaan. b. Metode Penelitian Lapangan. Sistematika Penulisan BAB I PENDAHULUAN Bab ini akan menjelaskan tentang alasan pemilihan judul dari penulis. situssitus internet maupun peraturan perundang-undangan.4 mempelajari berbagai sumber kepustakaan yang relevan dengan pokok pembahasan. yang berupa buku-buku literatur. serta sistematika penulisan laporan studi lapangan. Penelitian ini berguna untuk memperoleh pengertian dasar. dan konsep yang digunakan untuk memberikan tinjauan atas permasalahan yang dibahas. Metode review dokumen.

penyajian serta pengungkapan piutang tuntutan perbendaharaan terhadap peraturan dan standar terkait dengan menerapan teori dan pengetahuan yang penulis miliki dan membahas permasalahan yang ada. BAB III LANDASAN TEORI DAN PEMBAHASAN Bab ini memberikan beberapa landasan teoritis terkait dengan permasalahan yang akan dibahas serta tinjauan atas data dan fakta yang telah diperoleh mengenai pengakuan.5 Keuangan dan Aset (DPPKA) Pemerintah Kabupaten Asahan keadaan dan fakta yang terkait dengan pengakuan. penyajian serta pengungkapan piutang tuntutan perbendaharaan di Kabupaten Asahan. BAB IV PENUTUP Bab ini berisi simpulan dari uraian-uraian pada bab sebelumnya dan sumbang saran atau usul sebagai masukan terhadap permasalahan yang dihadapi di lapangan. .

Hal ini juga diperkuat dengan komitmen Pemerintah Daerah untuk mempercepat pembangunan daerah dengan tetap bertumpu pada prinsip-prinsip administrasi yang mengarah pada tata pemerintahan yang baik (good governance). dan (3) Subbag Perlengkapan pada Bagian Umum dibawah naungan Sekretariat Daerah Pemerintah Kabupaten Asahan. (2) Bagian Keuangan. kedudukan DPPKA sangat penting untuk memberikan masukan pada pengambil keputusan pada tingkat pemerintah Kabupaten disamping memberikan pelayanan administrasi dan pembangunan Pembentukan DPPKA Kabupaten Asahan dilakukan sejalan dengan adanya UU Nomor 32 tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah mengakibatkan perubahan pola penyelenggaraan administrasi pemerintah. Gambaran Umum Dinas Pendapatan Pengeloaan Keuangan dan Aset (DPPKA) Pemerintah Kabupaten Asahan Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset (DPPKA) Kabupaten Asahan adalah lembaga teknis daerah yang merupakan perubahan dari BPKD sesuai dengan Keputusan Bupati Asahan Nomor 27 Tahun 2008. 6 . DPPKA kabupaten asahan berperan penting dalam menyukseskan keberhasilan pemerintahan untuk melaksanakan pembangunan. Instansi ini merupakan gabungan dari 3 (tiga) unit kerja yang mandiri.BAB II DATA DAN FAKTA A. yaitu (1) Dinas Pendapatan.

Kepala Bidang Penetapan Kepala Bidang Penetapan mempunyai tugas sebagai unsur pelaksana sebahagian tugas Kepala DPPKA Kabupaten Asahan di Bidang Penetapan yang berkaitan dengan Pendataan. 2. pengumpulan data statistik bahan perumusan rencana dan program.ketatalaksanaan dan hukum. Pengelolaan Keuangan dan Aset Kabupaten Asahan mempunyai Tugas Pokok merumuskan kebijakan dan bidang pendapatan. Untuk menyelenggarakan tugas dan fungsi yang dimilikinya. . 1. bidang keuangan dan aset serta melaksanakan pemungutan daerah Kabupaten Asahan. dan Kepala Sub Bagian Program. Penelitian dan Pengembangan serta Legalisasi Surat-surat Berharga. kerumahtanggaan. Sekretaris dibantu oleh 3 Kepala Sub Bagian yaitu: Kepala Sub Bagian Umum / Kepegawaian. kepegawaian. keuangan serta pemberian pelayanan teknis administrasi kepada Kepala DPPKA. Kepala Sub Bagian Keuangan.7 B. 3.hubungan masyarakat. Pendaftaran. Sekretaris Sekretaris mempunyai tugas sebagaimana unsur pembantu untuk melaksanakan sebahagian tugas dan fungsi Kepala DPPKA dalam mengkoordinasikan pelaksanaan pembinaan administrasi yang meliputi pembinaan ketatausahaan. Struktur Organisasi DPPKA Pemerintah Kabupaten Asahan Struktur Organisasi Dinas Pendapatan Pengeloalaan Keuangan dan Aset Pemerintah Kabupaten Asahan adalah sebagai berikut. perlengkapan. Kepala Dinas Kepala Dinas Pendapatan.

Untuk menyelenggarakan tugas dan fungsi yang dimilikinya. Adapun akuntansi atas piutang perbendaharaan juga dilakukan oleh seksi pembukuan dan pelaporan. 4. Kepala Bidang Pengihan dibantu oleh 3 Kepala Seksi yaitu: Kepala Seksi Pajak Daerah. Seksi Pembukuan dan Pelaporan merupakan seksi yang melakukan kegiatan akuntansi di Pemerintah Kabupaten Asahan. Kepala Seksi Pajak Daerah Kepala Seksi Dana Perimbangan / Bagi Hasil dan Penerimaan Lainnya Kepala Seksi Restitusi. 5. Kepala Seksi Dana Perimbangan/Bagi Hasil dan Penerimaan Lainnya. Kepala Bidang Belanja Daerah Kepala Bidang Belanja Daerah mempunyai tugas sebagai unsur pelaksana sebahagian tugas Kepala DPPKA di bidang Belanja daerah yang berkaitan dengan Anggaran. dan Kepala Seksi Pembukuan dan Pelaporan. Kepala Seksi Perbedaharaan/Gaji. . Kepala Bidang Penagihan Kepala Bidang Penagihan mempunyai tugas sebagai unsur pelaksana sebahagian tugas Kepala DPPKA di Bidang Penagihan yang berkaitan dengan Pajak Daerah.8 Untuk menyelenggarakan tugas dan fungsi yang dimilikinya. Kepala Bidang Penetapan dibantu oleh 3 Kepala Seksi yaitu: Kepala Seksi Pendataan / Penetapan. Dana Perimbangan/Bagi Hasil dan Penerimaan Lainnya serta Restitusi. Untuk menyelenggarakan tugas dan fungsi yang dimilikinya. dan Kepala Seksi Legalisasi Surat-surat Berharga. Kepala Seksi Penelitian dan Pengembangan. dan Kepala Seksi Restitusi. Kepala Bidang Belanja Daerah dibantu oleh 3 Kepala Seksi yaitu: Kepala Seksi Anggaran. Perbendaharaan/Gaji. Pembukuan dan Pelaporan.

Untuk lebih jelasnya bagan struktur organisasi DPPKA Kabupaten Asahan dapat dilihat pada lampiran III. Untuk menyelenggarakan tugas dan fungsi yang dimilikinya. Pemeliharaan dan Penghapusan. Menyusun dan melaksanakan pengelolaan APBD. Kepala Bidang Aset dan Investasi Kepala Bidang Aset dan Investasi mempunyai tugas sebagai unsur pelaksana sebahagian tugas Kepala DPPKA Kabupaten Asahan di Bidang Aset dan Investasi yang berkaitan dengan Pencatatan. Analisa Kebutuhan Barang Daerah. Fungsi Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud diatas. Tugas Pokok DPPKA Kabupaten Asahan mempunyai tugas membantu Kepala Daerah melalui Sekretaris Daerah dalam merumuskan kebijakan dalam bidang keuangan dan melaksanakan Pemungutan Pajak Daerah di Daerah Kabupaten Asahan. DPPKA Kabupaten Asahan mempunyai fungsi sebagai berikut : a. dan Kepala Seksi Pemeliharaan dan Penghapusan. Pelaporan. Kepala Bidang Aset dan Investasi dibantu oleh 3 Kepala Seksi yaitu: Kepala Seksi Pencatatan dan Pelaporan. C. . Tugas Pokok dan Fungsi DPPKA Pemerintah Kabupaten Asahan Berdasarkan Peraturan Bupati Asahan Nomor 6 Tahun 2008 menguraikan Tupoksi Jabatan Struktural Dinas Pendapatan.9 6. Pengelolaan Keuangan dan Aset Kabupaten Asahan sebagai berikut. 2. 1. Kepala Seksi Analisa Kebutuhan Barang Daerah.

b. e. Entitas Pelaporan Keuangan Daerah Dalam sistem akuntansi pemerintahan ada dua entitas penyelenggara. D. Melaksanakan fungsi bendaharawan umum. a. yang memiliki pengertian sebagai berikut. Menyusun keuangan APBD dan kebijakan pengelolaan APBD. Entitas Akuntansi adalah unit pemerintahan pengguna anggaran/pengguna barang dan oleh karenanya wajib menyelenggarakan akuntansi dan menyusun laporan keuangan untuk digabungkan pada entitas pelaporan. g. c. Melaksanakan pemungutan pendapatan daerah yang telah ditetapkan dengan Peraturan Daerah. yaitu entitas pelaporan dan entitas akuntansi. d. Entitas pelaporan adalah unit pemerintahan daerah yang terdiri dari atas satu atau lebih entitas akuntansi yang menurut perundang-undangan wajib menyampaikan laporan keuangan. Menyusun Laporan Keuangan yang merupakan pertanggung jawaban pelaksanaan APBD. Melaksanakan tugas lain yang diperintahkan oleh atasan. Kebijakan Akuntansi Pemerintah Kabupaten Asahan 1. Entitas pelaporan yang ada di Kabupaten Asahan adalah Pemerintah Kabupaten Asahan. f. Entitas pelaporan adalah pemerintah daerah atau satuan organisasi di lingkungan pemerintah daerah atau organisasi lainnya jika menurut perundang-undangan satuan organisasi dimaksud wajib menyajikan laporan keuangan. Melaksanakan pengadaan dan pengurusan Aset Pemerintah Kabupaten Asahan. Entitas akuntansi yang ada di Kabupaten Asahan adalah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang berada .10 b.

8 Badan. transfer. Sebagai entitas pelaporan maka Laporan Keuangan yang disusun oleh SKPKD Pemerintah Kabupaten Asahan. dan 1 Rumah Sakit Umum Daerah. 25 Cabang Dikjar. Unsur yang mencakup dalam LRA terdiri atas pendapatan. 3 Kantor. Neraca Pemerintah Kabupaten asahan disusun berdasarkan neraca SKPD. kewajiban. belanja dan pembiayaan. Unsur yang dicakup dalam neraca terdiri dari aset. dan ekuitas dana. dan Laporan Arus Kas. surplus/defisit dan pembiayaan dari suatu entitas pelaporan yang masing-masing diperbandingkan dengan anggarannya. dan 25 Kecamatan. b. 1 Inspektorat. belanja. pembiayaan dan transaksi non anggaran yang menggambarkan saldo awal. terdiri atas: a. Neraca Neraca adalah laporan keuangan yang menyajikan posisi keuangan entitas pada suatu saat (tanggal) tertentu. pengeluaran dan saldo akhir kas pemerintah daerah selama periode tertentu. Catatan Atas Lporan Keuangan (CaLK) Catatan atas Laporan Keuangan meliputi penjelasan naratif atau rincian dari angka yang tertera dalam Laporan Realisasi Anggaran. penerimaan. . investasi aset non keuangan.11 di lingkup Pemerintah Kabupaten Asahan berjumlah 83 unit yang terdiri dari: 17 Dinas. Laporan Arus Kas Laporan Arus Kas menyajikan informasi kas terkait dengan aktivitas operasional. c. Laporan Realisasi Anggaran (LRA) Laporan Realisasi Anggaran (LRA) menyajikan informasi mengenai realisasi pendapatan. d. 3 Sekretariat. Neraca.

2.12 Catatan atas Laporan Keuangan juga mencakup informasi tentan kebijakan akuntansi yang dipergunakan oleh entitas pelaporan serta ungkapan-ungkapan yang diperlukan oleh entitas pelaporan serta ungkapan-ungkapan yang diperlukan untuk menghasilkan penyajian laporan keuangan secara wajar. Bagian Lancar Tuntutan Ganti Rugi dan Piutang lainnya. Piutang Pajak/Retribusi Piutang Pajak/Retribusi dicatat sebesar nilai nominalnya berdasarkan surat ketetapan pajak/retribusi yang telah terbitnamun pembayarannya belum diterima sampai tanggal neraca. Piutang Bunga. Piutang PDAM Tirta . Piutang lainnya dicatat sebesar nilai nominalnya. Aset lancar. Belanja Dibayar Dimuka. Bagian Lancar Pinjaman Kepada PDAM Tirta Silaupiasa. b. meliputi Kas di Kas Daerah. Kas di Bendahara Pengeluaran. E. Kas di Bendahara Peneriman. Neraca Pemerintah Kabupaten Asahan per Tanggal 31 Desember 2011 Neraca Pemerintah Kabupaten Asahan terdiri dari: 1. Kas Lainnya di Bendahara Pengeluaran. Piutang lainnya meliputi Bagian Lancar Penjualan Angsuran. Piutang Lainnya Akun Piutang Lainnya digunakan untuk mencatat seluruh transaksi pengakuan piutang selain piutang pajak/reribusi. Piutang Transfer. Piutang Pajak. a. Kebijakan Akuntansi Pemerintah Kabupaten Asahan atas Piutang Pemerintah Kabupaten Asahan mengklasifikasikan piutang menjadi Piutang Pajak/Retribusi dan Piutang Lainnya. Bagian Lancar Tuntutan Perbendaharaan. Piutang Retribusi.

Jalan. Aset Lainnya. Aset Tetap Lainnya. Cadangan Persediaan. Piutang Lain-lain. meliputi Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA). 5. 545/Pid. Irigasi dan Jaringan. dan Sewa Dibayar di Muka. Diinvestasikan dalam Aset Tetap. 4. Aset Tetap.13 Silaupiasa. Gedung dan Bangunan. Investasi Jangka Panjang.790. dan Aset lainnya.B/2008/PN-Kis sebesar Rp170. Pendapatan yang Ditangguhkan. 2. Cadangan Piutang. Jumlah tersebut merupakan Sisa Uang Persediaan (UP) pada Bendahara Pengeluaran Sekretariat Daerah tahun 2007 sebesar Rp254. Kewajiban Jangka Pendek berupa Utang Perhitungan Fihak Ketiga (PFK). Ekuitas Dana Lancar. meliputi Tagihan Pemberian Pinjaman Kepada PDAM Tirta Silaupiasa.00.875. Ekuitas Dana Investasi.00 .00 yang ditetapkan oleh Pengadilan Negeri Kisaran sebagai kerugian Negara berdasarkan Surat Putusan No. 6. dan Kontruksi Dalam Pengerjaan. meliputi Tanah. 3. DPPKA melakukan pengakuan atas piutang TP sebesar Rp170.875.952. dan Diinvestasikan dalam Aset Lainnya.000. dan Persediaan. meliputi Investasi Nonermanen dan Investasi Permanen. F. 7. Adapun rincian atas pos akun-akun tersebut diatas pada Neraca Pemerintah Kabupaten Asahan per 31 Desember 2011 untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada lampiran I. meliputi Diinvestasikan dalam Investasi Jangka Panjang. Peralatan dan Mesin. Pengakuan Piutang Tuntutan Perbendaharaan di Pemerintah Kabupaten Asahan Pada tahun anggaran 2011.790.

790.00. MTQ b.771 2.500 102.875.380.875.A. Keg.366.067.977.1 berikut.745 Sisa UP (Rp) 148. Keg.732. 2009 T. Keg. 2007 a. Pengukuran Piutang Tuntutan Perbendaharaan di Pemerintah Kabupaten Asahan Piutang TP di DPPKA Pemerintah Kabupaten Asahan dicatat berdasarkan nilai nominal sebesar Rp170. Surat Keputusan Pembebanan atas kerugian negara yang telah diputuskan di Pengadilan Negeri Kisaran kepada bendahara pengeluaran Sekretariat Daerah Pemerintah Kabupaten Asahan periode 2007 hingga saat ini belum juga dikeluarkan oleh Bupati Asahan.817. 2005 T.952.00 yang ditetapkan oleh Pengadilan Negeri Kisaran sebagai kerugian Negara berdasarkan Surat Putusan No.1 Sisa UP dari Kegiatan Tahun Anggaran 2005-2007 No 1 2 T.790. G.A. Festival Nasyid & Bantuan untuk Kecamatan Sub total 3 4 T.500 254. 2011 Total Dinas PU 17 SKPD Sisa UP SKPD Inspektorat Sekda 120.000 146.14 Pengakuan tersebut baru dilakukan setelah dilakukan pemeriksaan oleh BPK atas Laporan Keuangan Pemerintah Kabupaten Asahan tahun 2011.441. Rincian nilai tersebut lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel II.A.041.A. Pembinaan IMTAQ c. Tabel II.242.500 31.476 .498 1. 545/Pid.B/2008/PN-Kis sebesar Rp170.

Penyajian dan Pengungkapan Piutang Tuntutan Perbendaharaan di DPPKA Kabupaten Asahan Pada bagian aset di Neraca Pemerintah Kabupaten Asahan per 31 Desember yang telah diaudit oleh BPK.00 dan festival nasyid sebesar Rp30. H.349.476. Aset Lainnya dalam Neraca Pemerintah Kabupaten Asahan disajikan sebesar Rp2. PPh dan PPN pada sekretariat DPRD yang belum disetor ke Kas Negara sebesar Rp553.840.1 diatas Kerugian sebesar Rp170.161.500.00.875.380. Dari data tersebut diketahui bahwa ada potensi kerugian sebesar Rp148.00 dan Festival Nasyid sebesar Rp71.00 dengan total Rp192.00 dan Rp146.00 atas Dinas .997.085.00.000.00 atas sisa UP di Inspektorat Daerah.500.890. Selain masalah tersebut Pemerintah juga mengungkapkan adanya sisa UP di 17 SKPD yang belum disetor kembali ke kas daerah untuk tahun anggaran 2011.348.816. Sisa dana dari kegiatan pembinaan iman dan taqwa sebesar Rp31.125.00 yang termasuk sebagai kerugian negara.000.00 masih dikelompokkan dalam piutang lainnya yang bersifat jangka panjang.500. piutang tuntutan perbendaharaan sebesar Rp170.372.732.067.15 Dari tabel II.00 namun berdasarkan keputusan pengadilan hanya sebesar Rp170.790.498.870.790.875. dan belum ada penyajian Bagian Lancar Piutang Tuntutan Perbendaharaan dalam Neraca Pemerintah Kabupaten Asahan Tanggal 31 Desember 2011.875. Dari jumlah Aset Lainnya tersebut termasuk sisa uang persediaan pada Sekretariat Daerah Pemerintah Kabupaten Asahan Tahun 2007 yang tidak termasuk kerugian negara sebesar Rp Rp84.00 berasal dari realisasi kegiatan MTQ sebesar Rp120.00 disita oleh Kejaksaan Negeri Kisaran sebagai barang bukti.790.

16 Pekerjaan Umum. Untuk lebih jelasnya rincian sisa UP tersebut dapat dilihat di lampiran II mengenai kas di bendahara pengeluaran. .

barang. atau jasa di masa yang akan datang sebagai akibat kejadian pada masa yang lalu. Dari beberapa defenisi diatas dapat disimpulkan bahwa piutang merupakan hak atau klaim perusahaan maupun organisasi lain baik berupa uang. barang. termasuk individu. Pengertian Piutang Warren Reeve dan Fess (2005:404) menyatakan bahwa yang dimaksud dengan piutang adalah sebagai berikut: ”Piutang meliputi semua klaim dalam bentuk uang terhadap pihak lainnya. atau jasa yang wajib dibayarkan oleh kreditur akibat kejadian di masa lalu. Landasan Teori 1. Piutang a. ialah jumlah uang yang wajib dibayar kepada Negara atau Badan-badan yang baik secara langsung atau tidak langsung dikuasai oleh Negara berdasarkan suatu Peraturan.” Dalam Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 49 Tahun 1960 dinyatakan bahwa yang dimaksud dengan Piutang Negara atau Hutang Kepada Negara oleh Peraturan ini. 17 .” Rusdi Akbar (2004:199) menyatakan bahwa pengertian piutang adalah: “piutang meliputi semua hak atau klaim perusahaan pada organisasi lain untuk menerima sejumlah kas. perusahaan atau organisasi lainnya.BAB III PEMBAHASAN A. perjanjian atau sebab apapun.

3) Transfer antar Pemerintahan Piutang transfer adalah hak suatu entitas pelaporan untuk menerima pembayaran dari entitas pelaporan lain sebagai akibat peraturan perundang-undangan. Pendapatan pemerintah daerah terdiri dari Pendapatan Asli Daerah. piutang dikelompokkan berdasarkan peristiwa yang menimbulkannya.18 b. Pendapatan Pemerintah Pusat dikelompokkan menjadi Pendapatan Pajak. Pendapatan Transfer. Berikut ini merupakan klasifikasi piutang berdasarkan peristiwa yang menimbulkannya: 1) Pungutan Pendapatan Negara/Daerah Timbulnya piutang di lingkungan pemerintahan pada umumnya terjadi karena adanya tunggakan pungutan pendapatan dan pemberian pinjaman serta transaksi lainnya yang menimbulkan hak tagih dalam rangka pelaksanaan kegiatan pemerintahan. piutang transfer dapat timbul sebagai akibat perbedaan waktu antara timbulnya hak tagih dan saat dilaksanakannya pembayaran melalui transfer. dan kemitraan. Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP). 06. pemberian jasa. dan Pendapatan Hibah. Jenis Piutang Bedasarkan Bultek Standar Akuntansi Pemerintahan No. dimana dalam komponen Pendapatan Asli Daerah terdapat Pendapatan Pajak. . dan Lain-lain Pendapatan yang sah. jual beli. seperti pemberian pinjaman. 2) Perikatan Piutang ini timbul akibat berbagai perikatan antara instansi pemerintah dengan pihak lain yang menimbulkan piutang. Dengan pengertian tersebut.

Piutang yang berasal dari akibat Tuntutan Ganti Rugi (TGR) Tagihan Ganti Rugi merupakan piutang yang timbul karena pengenaan ganti kerugian negara/daerah kepada pegawai negeri bukan bendahara.19 4) Kerugian Negara/Daerah Piutang atas kerugian Negara sering disebut sebagai piutang Tuntutan Ganti Rugi (TGR) dan Tuntutan Perbendaharaan (TP). sebagai akibat langsung ataupun tidak lagsung dari suatu perbuatan melanggar hukum yang dilakukan oleh pegawai tersebut atau kelalaian dalam pelaksanaan tugas yang menjadi kewajibannya. yaitu: 1. pegawai negeri bendahara ataupun pegawai negeri yang bukan bendaharawan yang karena lalai atau perbuatan melanggar hukum mengakibatkan kerugian Negara/daerah. Tuntutan Ganti Rugi dikenakan oleh atasan langsung kepada orang. Tuntutan Ganti Rugi dikenakan oleh pimpinan di lingkup kementerian negara/lembaga/pemerintah daerah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. . Tuntutan Perbendaharaan ditetapkan oleh BPK kepada bendahara yang karena lalai atau perbuatan melawan hukum mengakibatkan kerugian Negara/daerah. Tuntutan Perbendaharaan dikenakan oleh Badan Pemeriksa Keuangan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Secara umum piutang karena tuntutan ganti rugi dapat dikelompokkan menurut sumber timbulnya tuntutan ganti rugi menurut ketentuan perundang-undangan. Piutang yang timbul dari akibat Tuntutan Perbendaharaan (TP) Tuntutan Perbendaharaan dikenakan kepada bendahara yang karena lalai atau perbuatan melawan hukum mengakibatkan kerugian Negara/daerah. 2.

2. Sebaliknya. Piutang Tuntutan Perbendaharaan a. Tuntutan Perbendaharaan ditetapkan oleh BPK kepada bendahara yang karena lalai atau perbuatan melawan hukum mengakibatkan kerugian Negara/daerah. maka setelah proses pemeriksaan selesai dan telah ada Surat Keterangan Tanggung Jawab Mutlak (SKTM) dari pihak yang bersangkutan. cukup diungkapkan dalam Catatan atas Laporan Keuangan. Pengertian Piutang Tuntutan Perbendaharaan Piutang Tuntutan Perbendaharaan (TP) merupakan piutang atas kerugian Negara pegawai negeri bendaharawan yang karena lalai atau perbuatan melawan hukum mengakibatkan kerugian Negara/daerah.20 Penyelesaian atas Tuntutan Ganti Rugi/Tuntutan Perbendaharaan ini dapat dilakukan dengan cara damai (di luar pengadilan) atau melalui pengadilan. apabila pihak yang bersangkutan memilih menggunakan jalur pengadilan. Dasar Hukum Piutang Tuntutan Perbendaharaan Dasar Hukum penyelesaian maupun pengenaan ganti kerugian negara/daerah . Pengakuan piutang ini baru dilakukan setelah terdapat surat ketetapan dan telah diterbitkan Surat Penagihan. Dalam hal terdapat barang/uang yang disita oleh Negara/daerah sebagai jaminan maka hal ini wajib diungkapkan dalam Catatan atas Laporan Keuangan. diakui sebagai Piutang Tuntutan Ganti Rugi/Tuntutan Perbendaharaan dan disajikan di kelompok aset lainnya di neraca untuk jumlah yang akan diterima lebih dari 12 bulan mendatang dan disajikan sebagai piutang kelompok aset lancar untuk jumlah yang akan diterima dalam waktu 12 bulan mendatang. b. selama proses pengadilan masih berlangsung. Apabila penyelesaian tagihan ini dilakukan dengan cara damai.

d. c. dilakukan sebagai berikut. 1) Disajikan sebagai aset lancar sebesar nilai yang jatuh tempo dalam tahun berjalan dan yang akan ditagih dalam 12 (dua belas) bulan ke depan berdasarkan surat . Dalam Undang-Undang No. harus didukung dengan bukti Surat Keterangan Tanggung Jawab Mutlak (SKTM). SKTM merupakan surat keterangan tentang pengakuan bahwa kerugian tersebut menjadi tanggung jawab seseorang dan bersedia mengganti kerugian tersebut.21 diatur dalam Bab IX Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara. wajib mengganti kerugian tersebut. Apabila penyelesaian TP/TGR tersebut dilaksanakan melalui jalur pengadilan. serta dalam Bab V Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan danTanggung Jawab Keuangan Negara. atau pejabat lain yang karena perbuatannya melanggar hukum atau melalaikan kewajiban yang dibebankan kepadanya secara langsung merugikan negara. yang menunjukkan bahwa penyelesaian atas TP/TGR dilakukan dengan cara damai (di luar pengadilan). 1 Tahun 2004 Tentang Perbendaharaan Negara yang dinyatakan bahwa pegawai negeri bendahara. Pengukuran Piutang Tuntutan Perbendaharaan Pengukuran piutang ganti rugi berdasarkan pengakuan yang dikemukakan di atas. pengakuan piutang baru dilakukan setelah ada surat ketetapan yang telah diterbitkan oleh instansi yang berwenang. Bab XI Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara. pegawai negeri bukan bendahara. Pengakuan Piutang Tuntutan Perbendaharaan Peristiwa yang menimbulkan hak tagih berkaitan dengan TP/TGR.

pengakuan. e. 2) Disajikan sebagai aset lainnya terhadap nilai yang akan 1 dilunasi di atas 12 (dua belas) bulan berikutnya.22 ketentuan penyelesaian yang telah ditetapkan.2 sebagai berikut. Penyajian dan Pengungkapan Piutang Tuntutan Perbendaharaan 1) Penyajian Piutang Tuntutan Perbendaharaan di Neraca Setelah diketahui jenis. Setelah Dilakukan Penjurnalan maka selanjutnya akan dilakukan penyajian pada Neraca. baik berupa SKTJM apabila diselesaikan melalui jalur damai maupun surat putusan instansi yang berwenang apabila diselesaikan melalui jalur pengadilan. Gambar III. . dan pengukurannya. sebelum disajikan terlebih dahulu dilakukan pencatatan atas pengakuan piutang tuntutan seperti pada gambar III.1 Pengakuan Piutang Tuntutan Perbendaharaan No 1 Kode Akun XXXX XXXX Uraian Pengakuan Tagihan Piutang TP Diinvestasikan dalam aset lainnya Debit XXXX XXXX Kredit Penjurnalan piutang tuntutan perbendaharaan dilakukan dengan mendebit akun piutang tuntuan perbendaharaan dan mengkredit akun diinvestasikan dalam asset lainnya sebesar nilai nominal yang tercantum pada dokumen sumber yang digunakan. Adapun Penyajian Piutang Tuntutan Perbendaharaan dalam Neraca Laporan Keuangan Pemerintah Daerah dapat dilihat pada gambar III.1 berikut.

pengakuan dan pengukuran tagihan TGR. . d) Tuntutan ganti rugi/perbendaharaan yang masih dalam proses penyelesaian. c) Penjelasan atas penyelesaian piutang.23 Gambar III. Informasi dimaksud dapat berupa: a) Kebijakan akuntansi yang digunakan dalam penilaian.2 Penyajian Piutang Tuntutan Perbendaharaan di Neraca ASET Aset Lancar ………. b) Rincian jenis-jenis. Piutang Pajak Piutang PNBP Piutang Transfer Bagian Lancar TGR Penyisihan Piutang tak Tertagih Aset Lainnya Tuntutan Perbendaharaan KEWAJIBAN Kewajiban Jangka Pendek Kewajiban Jangka Panjang XXXX XXXX XXXX XXXX XXXX XXXX XXXX EKUITAS DANA Ekuitas Dana Lancar Cadangan Piutang XXXX Ekuitas Dana Investasi XXXX Diinvestasikan dalam Aset XXXX Lainnya 2) Pengungkapan Piutang Tuntutan Perbendaharaaan di Neraca Di samping disajikan di neraca. baik melalui cara damai maupun pengadilan. Dalam hal terdapat barang/uang yang disita oleh Negara/daerah sebagai jaminan maka hal ini wajib diungkapkan. informasi mengenai akun piutang tuntutan perbendaharaan diungkapkan dalam Catatan Atas Laporan Keuangan. saldo menurut umur untuk mengetahui tingkat kolektibilitasnya. masih di kementerian negara/lembaga atau telah diserahkan penagihannya ke KPKNL.

Pembahasan 1.000.006.94. Piutang transfer dengan persentase 77. piutang retribusi. bagian lancar pinjaman kepada PDAM Tirta Silaupiasa. Rincian piutang tersebut dapat dilihat pada tabel 3.27 2. Tinjauan Terhadap Pos Piutang Piutang Tuntutan Perbendaharaan pada Neraca Pemerintah Kabupaten Asahan per 31 Desember Tahun 2011 dimasukkan kedalam kelompok piutang lancar tepatnya pada bagian piutang lain-lain.00 21.614.00 330.26 1.19 0.88 100 Dari tabel III.00 27.006.90% menempati urutan pertama dengan jumlah Rp21.1 tersebut dapat dilihat bahwa piutang tertinggi yang dimiliki oleh Pemerintah Kabupaten Asahan ialah piutang transfer sebesar sedangkan yang terendah ialah piutang bunga.810.73 77. belanja dibayar dimuka.445.94 71.00 2.782. piutang PDAM Silaupiasa.1 berikut ini. Tabel III.607.643.000.000.69 8.467.1 Komposisi Piutang Lancar No 1 2 3 4 5 6 7 8 Jenis Piutang Lancar Piutang Pajak Piutang Retribusi Piutang Transfer Belanja Dibayar Dimuka Bagian Lancar Pinjaman kepada PDAM Silaupiasa Piutang Bunga Piutang PDAM Silaupiasa Piutang Lain-Lain Jumlah Jumlah (Rp) 353.000.08 7.841.893.230.499. piutang transfer. Piutang tersebut terdiri dari piutang pajak.140.137.00 2. dan piutang lain-lain.500.94 Persentase (%) 1.322.643. piutang bunga. Piutang lancar merupakan hak Pemerintah Kabupaten Asahan yang akan diterima di masa mendatang dalam jangka satu tahun.24 B.00 21.230.000.90 0.00 757. Piutang terbesar kedua ialah .265.

00.00 2. piutang retribusi 2.445.92 Dari tabel III. bagian lancar pinjaman kepada PDAM Silaupiasa 1. Dari data tersebut dapat kita ketahui bahwa piutang lain-lain yang merupakan tempat dimasukkannya piutang tuntutan perbendaharaan merupakan piutang dengan komposisi kedua terbesar dari seluruh piutang lancar yang dimiliki oleh Pemerintah Kabupaten Asahan.754.158.790.570.466.158.466.73%.26%.47% dari piutang lain-lain dengan jumlah Rp2.00 Persentase(%) 5.534.92% dari piutang lain-lain dengan jumlah .61 87.2 Komposisi Piutang Lain-Lain No 1 2 3 Jenis Piutang Lain-Lain Penjualan Kendaraan Tunjangan Komunikasi Insentif (TKI) Anggota DPR Tuntutan Perbendaharaan Jumlah Jumlah (Rp) 138.607.2 diatas dapat diketahui bahwa piutang tunjangan komunikasi insentif (TKI) anggota DPR merupakan piutang dengan komposisi tertinggi pada bagian piutang lain-lain di neraca yang mencakup 87. belanja dibayar dimuka 0.350. Selanjutnya piutang lancar urutan ketiga ialah Piutang PDAM Silaupiasa yang mencakup 7.19% dan piutang bunga sebesar 0.467.2 berikut. Adapun komposisi dari piutang lain-lain dapat dilihat pada tabel 3.69% piutang lancar.000. Selanjutnya di urutan kedua ada piutang tuntutan perbendaharaan yang mencakup 6.00.27%.47 6. sedangkan selebihnya merupakan piutang dengan persentase dibawah 3% yang terdiri dari piutang pajak 1.00.08% dengan jumlah total seluruhnya sebesar Rp1.570.25 piutang lain-lain yang mencakup 8.875.00 170. Tabel III.88% piutang lancar Pemerintah Kabupaten Asahan dengan jumlah Rp2.151.

Berdasarkan bultek SAP nomor 06.00.875.790.000.26 Rp170. sebagai akibat langsung ataupun tidak lagsung dari suatu perbuatan melanggar hukum yang dilakukan oleh pegawai tersebut atau kelalaian dalam pelaksanaan tugas yang menjadi . Piutang tuntutan perbendaharaan yang menempati posisi kedua dalam piutang lain-lain dengan jumlah Rp170.00 jika dibandingkan dengan keseluruhan total piutang lancar piutang tuntutan perbendaharaan akan mencakupi 0. Walaupun hanya mencakup 0.350.61% dari total piutang lancar.61% dari seluruh piutang lancar yang dimiliki oleh Pemerintah Kabupaten Asahan.790. Piutang Tuntutan Ganti Rugi Tuntutan Ganti Rugi merupakan piutang yang timbul karena pengenaan ganti kerugian negara/daerah kepada pegawai negeri bukan bendahara.00 sedangkan yang piutang penjualan kendaraan menempati urutan ketiga dengan komposisi 5. maka timbul piutang.61% piutang lain-lain sebesar Rp138. Tinjauan Terhadap Pengidentifikasian Piutang Tuntutan Perbendaharaan Kerugian yang terjadi di Pemerintah Kabupaten Asahan merupakan kerugian yang terjadi akibat perbuatan melanggar hukum yang dilakukan oleh bendahara pengeluaran seketariat daerah yang tidak dapat mempertanggungjawabkan kas yang dikelolanya. 2.875. Karena pengembalian kas tersebut belum dapat dilakukan oleh bendahara pengeluaran. piutang tuntutan perbendaharaan menempati urutan ketujuh dari total piutang lancar dan posisinya masih berada diatas piutang bunga dan belanja dibayar dimuka pada Neraca Pemerintah Kabupaten Asahan per 31 Desember 2011. piutang yang terjadi akibat adanya kerugian negara ada dua jenis yaitu: a.

3.B/2008/PN-Kis ditetapkan kerugian negara sebesar Rp170.00 yang tidak dapat dipertanggungjawabkan oleh bendahara pengeluaran Sekretariat Daerah Pemerintah Kabupaten Asahan atas kegiatan yang dilaksanakan pada tahun 2007. . Tuntutan Perbendaharaan dikenakan oleh Badan Pemeriksa Keuangan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Piutang Tuntutan Perbendaharaan Tuntutan Perbendaharaan dikenakan kepada bendahara yang karena lalai atau perbuatan melawan hukum mengakibatkan kerugian Negara/daerah. Pada tahun 2008 atas Surat Putusan Pengadilan Negeri Kisaran No. b. Oleh karena itu berdasarkan pengidentifikasian yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Asahan sudah sesuai dengan SAP dengan menyajikan piutang atas kerugian negara tersebut sebagai pitang tuntutan perbendaharaan karena kerugian tersebut timbul akibat perbuatan dari bendahara pengeluaran Pemerintah Kabupaten Asahan.875.27 kewajibannya. Tuntutan Ganti Rugi dikenakan oleh pimpinan di lingkup kementerian negara/lembaga/pemerintah daerah sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan. 545/Pid. Tinjauan Terhadap Pengakuan Piutang Tuntutan Perbendaharaan Piutang Tuntutan Perbendaharaan dalam neraca per 31 Desember 2011 yang telah diaudit oleh BPK timbul akibat adanya perbuatan melanggar hukum atau kelalaian pelaksaaan tugas yang dilakukan oleh bendahara yang menyebabkan terjadinya kerugian negara. Kerugian negara tersebut dapat diselesaikan melalui jalan damai maupun melalui jalur pengadilan.790.

1.000. Uraian Debit Kredit Pengakuan Piutang Tuntutan Perbendaharaan Piutang Tuntutan Perbendaharaan 170.3 Pengakuan Piutang TP dan Aset Lainnya No 1 Kode Akun 1.875 Cadangan Piutang 170.161.3.125. 2 1.161.875 Pengakuan Aset Lainnya Aset Lainnya 84. Pencatatan atas pengakuan piutang tuntutan perbendaharan dan aset lainnya tersebut dapat dilihat pada gambar III.12. maka bendahara harus membuat Surat Keterangan Tanggung Jawab Mutlak (SKTJM) yang akan digunakan sebagai dokumen sumber atas pengakuan piutang tuntutan perbendaharaan. 3.125 lainnya Menurut Bultek Standar Akuntansi Pemerintahan No. pengakuan piutang baru dilakukan setelah ada surat ketetapan yang telah diterbitkan oleh instansi yang .4.00 pada Neraca Pemerintah Kabupaten Asahan per 31 Desember 2011 sebelum diaudit oleh BPK.1. 06 Apabila penyelesaian TP/TGR tersebut dilaksanakan melalui cara damai.125 Diinvestaisikan dalam aset 84.3 berikut.2. Sisa dari kas di bendahara pengeluaran yang tidak diakui sebagai kerugian negara sebesar Rp84. Apabila penyelesaian TP/TGR dilaksanakan melalui jalur pengadilan.3.00 selanjutnya dimasukkan kedalam aset lainnya didalam neraca. Kerugian negara tersebut masih disajikan sebagai kas di bendahara pengeluaran sebesar Rp254.28 Pada Laporan Keuangan Pemerintah Kabupaten Asahan Tahun 2008 sampai dengan tahun 2011 Pemerintah Kabupaten Asahan tidak melakukan pengakuan atas piutang tuntutan perbendaharaan yang yang ditetapkan oleh Pengadilan Negeri Kisaran sebagai kerugian Negara tersebut.790.2. Gambar III.3.790. 3.952.161.

Oleh karena itu dokumen sumber yang digunakan dalam pengakuan piutang tuntutan perbendaharaan ialah Surat Putusan No.B/2008/PN-Kis. sedangkan piutang yang akan dilunasi melebihi 12 bulan akan . Pengakuan piutang tuntutan perbendaharaan seharusnya dilakukan pada tahun 2008 berdasarkan Surat Putusan No. 545/Pid. Namun pengakuan piutang tuntutan perbendaharaan belum dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Asahan sejak tahun 2008 hingga 2011. Setelah BPK mengaudit Laporan Keuangan Pemerintah Kabupaten Asahan Tahun 2011 diketahui terdapat piutang tuntutan perbendaharaan yang belum dilakukan pengakuan oleh Pemerintah Kabupaten Asahan. Apabila saat pengakuan diketahui periode pelunasan piutang. Penyelesaian piutang tuntutan perbendaharaan yang terjadi di Pemerintah Kabupaten Asahan dilakuksn melalui proses pengadilan. pengakuan piutang tututan perbendaharaan di Pemerintah Kabupaten Asahan masih belum sesuai dengan SAP yang menyatakan pengakuan piutang tuntutan perbendaharaan dilakukan setelah ada surat ketetapan yang telah diterbitkan oleh instansi yang berwenang.B/2008/PN-Kis dari Pengadilan Negeri Kisaran. Tinjauan Terhadap Pengukuran Piutang Tuntutan Perbendaharaan Pengukuran piutang tuntutan perbendaharaan harus dilakukan sesuai dengan pengakuannya.29 berwenang. Bupati asahan seharusnya segera membentuk TPKN dan memantau penyelesaian kerugian tersebut sehingga pengakuan tuntutan perbendaharaan dapat dilakukan sesuai dengan aturan yang berlaku. Piutang yang akan dilunasi dalam periode 12 bulan akan dikelompokkan ke dalam bagian lancar piutang tuntutan perbendaharaan. Dari uraian di atas. 4. maka akan dapat dilakukan pengukuran atas putang tersebut. 545/Pid.

3 Rincian Realisasi Kegiatan Sekretariat Daerah Tahun 2007 No 1 2 3 Kegiatan Keg.790.997. Piutang tuntutan .3 berikut.500.500.00 Jumlah sebesar Rp170.000 Dalam Laporan Keuangan Pemerintah Kabupaten Asahan.00 tersebut berasal dari realisasi kegiatan MTQ sebesar Rp120.875. MTQ Keg.500 254.349.790.875. Tabel III.790.00 yang termasuk sebagai kerugian negara sebagaimana terlihat di tabel 3.00 dan Festival Nasyid sebesar Rp71. Pada tahun 2012 berdasarkan hasil pemeriksaan BPK atas lapoan keuangan pemerintah kabupaten asahan pemerintah kabupaten asahan menyajikan piutang tuntutan perbendaharaan berdasarkan nilai nominalnya sebesar Rp 170.500 102. Festival Nasyid & Bantuan untuk Kecamatan Total Tahun 2007 2007 2007 Sisa UP (Rp) 120.977.500 31.30 dimasukkan kedalam piutang tuntutan perbendaharaan (jangka panjang).000. Pengakuan Piutang Tuntutan Perbendaharaan yang tidak dilakukan sejak tahun 2008 hingga tahun 2011 mengakibatkan pengukuran atas Piutang tersebut juga tidak mungkin dapat dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Asahan.242.875.00 tahun anggaran 2007 dengan total Rp192. Oleh karena itu pengukuran atas piutang tuntutan perbendaharaan sangat tergantung ketetapan mengenai jangka waktu pelunasan di dokumen sumber saat pengakuannya. Pembinaan IMTAQ Keg.372.732.952.00 namun berdasarkan keputusan pengadilan hanya sebesar Rp170. Dengan pengukuran atas piutang tuntutan perbendaharaan akan diketahui nilai yang termasuk piutang jangka panjang dan nilai yang termasuk bagian lancar piutang.

. sedangkan piutang tuntutan perbendaharaan (jangka panjang) akan berpasangan dengan di investasikan dalam aset lainnya di bagian ekuitas dana investasi. 06 yang menyatakan bahwa pengukuran piutang tuntutan perbendaaraan dilakukan sesuai dengan pengakuannya maka pengukuran atas piutang tuntutan perbendaharaan yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Asahan sudah tepat dikarenakan belum adanya pengakuan yg jelas yang dilakukan oleh pemerintah Kabupaten Asahan atas piutang tuntutan ganti rugi sehingga pengukuran juga tidak dapat dilakukan sehingga hanya disajikan sebagai piutang lancar. Jika ditinjau berdasarkan Bultek Standar Akuntansi Pemerintahan No. Bagian lancar piutang tuntutan perbendaharaan akan berpasangan dengan akun cadangan piutang yang merupakan bagian dari ekuitas dana lancar. Piutang tuntutan perbendaharaan dapat disajikan di bagian aset lancar sebagai bagian lancar piutang perbendaharaan maupun di bagian aset lainnya sebagai piutang tuntutan perbendaharaan di neraca.31 perbendaharaan hingga saat ini seluruh nilainya masih disajikan sebagai piutang lancar di Neraca per 31 Desember. Tinjauan Terhadap Penyajian dan Pengungkapan Piutang Tuntutan Perbendaharaan Piutang tuntutan perbendaharaan menurut SAP disajikan didalam dalam neraca di laporan keuangan. 5. Hal ini dikarenakan Pemerintah Kabupaten Asahan belum melakukan pengukuran atas piutang tuntutan perbendaharaan tersebut sehingga belum dapat menentukan bagian piutang jangka panjang maupun bagian lancar dari piutang perbendaharaan tersebut karena belum ada surat ketetapan mengenai jangka waktu pelunasan piutang tersebut.

00 .140.00 11.320.795.32 Pengakuan atas piutang tuntutan perbendaharaan yang belum dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Asahan tentu saja menyebabkan piutang tuntutan perbendaharaan tidak disajikan dalam Neraca Pemerintah Kabupaten Asahan per 31 Desember Tahun 2011 sebelum di audit BPK.790.00 1.841.805.00 170.54 0.000.4 Penyajian Piutang Tuntutan Perbendaharaan di Neraca per 31 Desember Uraian Aset Aset Lancar …….4 berikut ini. Namun setelah dilakukan pemeriksaan oleh BPK Pemerintah Kabupaten Asahan memperbaiki Neracanya sehingga piutang tuntutan perbendaharaan disajikan sebagai bagian lancar piutang tuntutan perbendaharaan seluruhnya di bagian aset lancar dan juga berpasangan dengan cadangan piutang di bagian ekuitas dana lancar. Gambar III.00 27.00 757.718.348. Piutang pajak Piutang Retribusi Piutang Lain-Lain TP Aset Lainnya Tagihan Pinjaman pada PDAM Tirta Silaupiasa Aset Lainnya KEWAJIBAN Kewajiban Jangka Pendek Kewajiban Jangka Panjang EKUITAS DANA Ekuitas Dana Lancar Cadangan Piutang Ekuitas Dana Investasi Diinvestasikan dalam Aset Lainnya Tahun 2011 (Rp) 353.322.000.021.962.115.265.890.875.00 2. Untuk lebih jelasnya penyajian piutang tuntutan perbendaharaan dapat dilihat pada gambar III.079.614.861.810.94 3.

718. .790.00 di bagian ekuitas dana investasi di neraca.115.332.00 serta dimasukkan ke dalam pos diinvestasikan dalam aset lainnya yang berjumlah Rp3. Selanjutnya dalam hal pengungkapan piutang tuntutan perbendaharaan dalam Catatan atas Laporan Keuangan Pemerintah Kabupaten Asahan Tahun 2011.790.161.4 diatas dapat diketahui bahwa seluruh piutang tuntutan perbendaharaan sebesar Rp170.00.875.125.348.890.021.861.265. Hal ini dapat diketahui dari jumlah dan klasifikasi atas piutang tuntutan perbendaharaan yang sudah disajikan dengan tepat pada Neraca Pemerintah Kabupaten Asahan Tahun 2011.4 berikut ini akan disajikan pengungkapan piutang tuntutan perbendaharaan yang sudah maupun belum dilakukan Pemerintah Kabupaten Asahan pada Catatan atas Laporan Keuangan Tahun 2011 .33 Dari gambar III. Oleh karena belum adanya jangka waktu pelunasan yang ditetapkan oleh pemerintah kabupaten asahan atas piutang tersebut maka penyajian piutang tuntutan perbendaharaan seluruhnya dijadikan piutang lancar dalam neraca. Berdasarkan penyajian piutang tuntutan perbendaharaan diatas dapat disimpulkan bahwa penyajian piutang tuntutan perbendaharaan di Pemerintah Kabupaten Asahan telah sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan. Pada tabel tabel III. Sisa UP Sekretariat Daerah yang tidak termasuk kerugian daerah sejumlah Rp84. Standar Akuntansi Pemerintahan menganjurkan beberapa hal yang sebaiknya diungkapkan dalam Catatan atas Laporan Keuangan Pemerintah Kabupaten Asahan.805.875.94 termasuk didalamnya cadangan piutang atas tuntutan perbendaharaan sebesar Rp170. Cadangan Piutang sebesar Rp27.00 masuk kedalam aset lainnya yang berjumlah Rp2.00 dimasukkan ke bagian piutang lain-lain dalam neraca dan disajikan sebagai piutang lancar.

00 dan festival nasyid sebesar Rp30.4 di atas dapat diketahui bahwa dalam CaLK pemerintah Kabupaten Asahan telah diungkapkan mengenai kebijakan akuntasi yang digunakan.476.498.085.34 Tabel III.380. Piutang tuntutan perbendaharaan dicatat sesuai dengan nilai nominal pada dokumen sumber saat pengakuan baik berupa SKTJM maupun surat keputusan instansi lain yang berwenang.00 Kas di bendahara pengeluaran Inspektorat Kabupaten Asahan yang belum disetor ke kas daerah sebesar Rp148.500.840. Uang barang bukti yang disita oleh kejaksaan berupa sisa dana dari kegiatan pembinaan iman dan taqwa sebesar Rp31.067.00 atas Dinas Pekerjaan Umum. Keterangan Sudah Belum Belum Sudah Sudah Dari tabel III. Dalam CaLK juga sudah diungkapkan mengenai piutang tuntutan perbendaharaan yang masih dalam proses penyelesaian. Ada dua kasus kerugian daerah yang saaat ini sedang dalam proses penyelesaian yaitu PPh dan PPN pada sekretariat DPRD yang belum disetor ke Kas Negara sebesar Rp553. Seluruh masalah tersebut saat ini sedang dalam proses TPKN. Adapun beberapa hal yang belum diungkapkan dalam CaLK Pemerintah Kabupaten juga sudah diungkapkan dalam CaLK Pemerintah .732.00 atas sisa UP di Inspektorat Daerah dan Rp146.000.870.00 Kabupaten Asahan.4 Tinjauan Pengungkapan Piutang Tuntutan Perbendaharaan No 1 2 3 4 5 Pengungkapan Kebijakan akuntansi Saldo menurut umur Penjelasan atas penyelesaian piutang TGR/TP yang masih dalam proses penyelesaian Barang/uang yang disita oleh Negara/daerah sebagai jaminan.

Saldo menurut umur piutang berguna untuk mengetahui tingkat kolektibilitas piutang tersebut sehingga dapat diketahui mana piutang yang kemungkinan besar dapat ditagih dan mana piutang yang kemungkinan besar tidak dapat ditagih. .35 Asahan adalah saldo menurut umur piutang serta penjelasan atas penyelesaian piutang. Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa pengungkapan piutang tuntutan perbendaharaan Pemerintah Daerah Kabupaten Asahan dalam CaLK sudah cukup memadai karena kebijakan akuntansi sudah diungkapkan. dan rincian saldo menurut umur untuk mengetahui tingkat kolektibilitas piutang belum disajikan secara memadai dalam CaLK Pemerintah Kabupaten Asahan tahun 2011. barang bukti yang disita sudah diungkapkan. Penjelasan mengenai penyelesaian piutang menjelaskan bagaimana proses penagihan piutang apakah masih pada Pemerintah Kabupaten Asahan atau sudah diserahkan penagihannya ke KPKNL. dan kerugian daerah yang terjadi yang sedang dalam proses juga sudah diungkapkan meskipun penjelasan mengenai penyelesaian piutang apakah masih di Pemerintah Kabupaten Asahan atau sudah diserahkan ke KPKNL. Tanpa adanya penjelasan tersebut dapat terjadi kemungkinan kesalahan pengambilan keputusan oleh pengguna laporan keuangan.

Pengukuran piutang tuntutan perbendaharaan yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Asahan telah sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan karena telah menyajikan piutang tuntutan perbendaharaan sesuai dengan dokumen sumber yang digunakan pada saat pengakuan piutang tuntutan perbendaharaan. 3. penulis dapat mengambil simpulan sebagai berikut. 2. 1. 36 . Identifikasi piutang tuntutan perbendaharaan yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Asahan telah sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan. Simpulan Dari uraian pembahasan pada bab sebelumnya. Pemerintah Kabupaten Asahan telah dapat menentukan piutang yang termasuk piutang tuntutan perbendaharaan merupakan piutang yang timbul karena perbuatan melanggar hukum maupun kelalaian yang dilakukan oleh pegawai negeri bendahara sehingga menimbulkan kerugian negara. Pengakuan piutang tuntutan perbendaharaan yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Asahan tidak sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan karena Pemerintah Kabupaten Asahan tidak melakukan pengakuan piutang tuntutan perbendaharaan pada tahun 2008 sesuai dengan Surat Putusan Pengadilan Negeri Kisaran.BAB IV PENUTUP A.

Pengungkapan mengenai piutang tuntutan perbendaraharan yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Asahan telah cukup memadai meskipun masih ada sedikit kekurangan dalam pengungkapan piutang tuntutan perbendaharaan yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Asahan. Dari uraian-uraian simpulan proses akuntansi diatas penulis maka penulis mengambil suatu gabungan simpulan keseluruhan yakni. Pemerintah kabupaten Asahan menyajikan piutang perbendahaan sebagai bgian dari piutang lain-lain dalam bagian asset lancar serta bepasangan dengan akun cadangan piutang pada ekuitas dana lancar.37 4. 5. Pemerintah Kabupaten Asahan hanya belum mengungkapkan rincian saldo piutang tuntutan perbendaharaan menurut umur piutang untuk mengetahui tingkat kolektibilitas piutang serta belum mengungkapakan mengenai penyelesaian piutang masih pada Pemerintah Kabupaten Asahan atau telah diserahkan kepada KPKNL. Pemerintah Asahan telah mengungkapkan kebijakan akuntansi yang digunakan. . barang bukti yang disita. pelaksanaan akuntansi piutang tintutan perbendaharaan di Pemerintah Kabupaten Asahan sudah cukup sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan. dan kerugian daerah yang terjadi yang sedang dalam proses TPKN. meskipun dalam hal pengakuan dan pengungkapan piutang tuntutan perbendaharaan masih belum dilakukan dengan baik. Penyajian piutang tuntutan perbendaharaan yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Asahan dalam Neraca Pemerintah Kabupaten Asahan per 31 Desember 2011 telah sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan.

2. Saran Dari uraian-uraian yang telah penulis paparkan pada bab-bab sebelumnya menunjukkan bahwa akuntansi piutang tuntutan perbendaharaan di Pemerintah Kabupaten Asahan telah dilaksanakan dengan cukup baik. 3. hanya saja di bagian pengakuan dan pengungkapan yang dilakukan masih ada beberapa hal yang perlu di perbaiki berdasarkan hasil tinjauan yang telah dilakukan oleh penulis. Pemerintah Kabupaten Asahan perlu menambah pengungkapan mengenai saldo menurut umur piutang serta proses penyelesaian piutang tuntutan perbendaharaan untuk memudahkan pengambilan keputusan yang akan dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Asahan. Pemerintah Kabupaten Asahan di masa mendatang harus segera membentuk TPKN yang dipantau oleh Bupati Asahan untuk menyelesaikan seluruh masalah maupun potensi masalah yang berkaitan dengan kerugian negara agar pengakuan piutang tuntutan perbendaharaan dapat dilakukan sesuai dengan sap dan peraturan yang berlaku. Oleh karena itu. . 1. penulis mencoba memberikan saran-saran mengenai langkah-langkah yang dapat diupayakan oleh pihak-pihak terkait dalam rangka meningkatkan pelaksanaan akuntansi piutang tuntutan perbendaharaan di Pemerintah Kabupaten Asahan di masa mendatang. Pemerintah Kabupaten Asahan hendaknya segera menetukan jangka waktu pelunasan piutang tuntutan perbendaharaan yang telah terjadi agar dapat segera dilakukan pengukuran piutang tuntutan perbendaharaan dengan baik. Saran yang diusulkan oleh penulis adalah sebagai berikut.38 B.

39 4. . selain itu dengan banyaknya kas pada SKPD Pemerintah Kabupaten Asahan yang belum disetorkan kembali ke Kas Daerah mengindikasikan adanya potensi kerugian negara pada seluruh SKPD tersebut. Pemerintah Kabupaten Asahan hendaknya melakukan peninjauan terhadap kas di bendahara pengeluaran yang ada pada 17 SKPD yang hingga akhir tahun 2011 belum disetor kembali ke kas daerah karena hal tersebut telah menyalahi aturan mengenai pengelolaan kas.

Pengantar Akuntansi. Rusdi. Yogyakarta: UMP AMP YPKN. Reeve dan Fees. 2005. Komite Standar Akuntansi Pemerintahan. Jakarta: Penerbit Salemba Empat. 2004.40 DAFTAR PUSTAKA Akbar. 2010. Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan. Republik Indonesia. Pengantar Akuntansi Edisi 21. Warren. 2008. Buletin Teknis Standar Akuntansi Pemerintahan Nomor 6 tentang Akuntansi Piutang. ________________. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara. 2004. .

.

.

00 0.40.635.015.583.001 0.000.00 148.807.00 26.858.739.00 0.000.00 4.067.125.754.00 0.586.000.386.486.00 0. Air Joman UPT Disdik Kec.851.220.791.00 0.780.100.00 26.753.080.00 254.326. Aek Songsongan Dinas Kesehatan RSUD H.00 0.555.00 .00 2.00 0.00 291.00 4.00 21.00 88.604.00 0.00 15.271.399.00 9.380.000.00 500.00 0.00 4.919. Sei Kepayang Timur UPT Disdik Kec.00 652.184.978.000.000.000.00 90.00 0.00 4.498.750.00 0.497. Tinggi Raja UPT Disdik Kec.193.863.476.00 0.00 14.00 84.050.000.331.000.000.00 100.00 146.00 450.716.00 0.952.000.781.00 2010 (Rp) 410.000.00 0.00 0.00 1.576.650.151.000.00 5.00 19.949.00 0.380.929.00 0.050.880.00 3.476.300.00 2.915.00 42.00 205.535.068.000.00 789.00 0.000.00 260.218.00 0.540.00 2.370.522.595.00 1.00 0.067.00 0.00 148.00 669.500.00 0.628. Tanjung Balai UPT Disdik Kec.Lampiran II RINCIAN SALDO KAS YANG BELUM DISETOR KE KAS DAERAH No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 Uraian Dinas Pendidikan UPT Disdik Kec.00 45.00 14.345.507.420.921.00 4.593.900.863.410.598.498.00 700.00 0. Rawang Panca Arga UPT Disdik Kec.00 146.000.00 5.300.00 25. Pulau Rakyat UPT Disdik Kec.00 4. Abdul Manan Simatupang Dinas PU Lingkungan Hidup Kantor Kependudukan Capil Dinas Sosial Dinas Perindustrian dan Perdagangan Dispora Sekretariat Daerah Sekretariat DPRD DPPKA Inspektorat Daerah Kecamatan Aek Songsongan Kecamatan Mandoge Kecamatan Air Batu Kecamatan Tanjung Balai Kecamatan Aek Kuasan Kecamatan Setia Janji Badan Kepegawaian Daerah Bapemas BPBD Dinas Pertanian Dinas Peternakan BP2KP Dinas Kehutanan dan Perkebunan Dinas Perikanan dan Kelautan TAhun Anggaran 2009 36 Dinas PU Tahun Anggaran 2007 37 Sekretariat Daerah Tahun 2005 38 Inspektorat Daerah 2011 (Rp) 83.00 1.00 20.00 86.120.00 282.00 6. Setia Janji UPT Disdik Kec.00 15.

Lampiran III STRUKTUR ORGANISASI DPPKA PEMERINTAH KABUPATEN ASAHAN .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful

Master Your Semester with Scribd & The New York Times

Special offer: Get 4 months of Scribd and The New York Times for just $1.87 per week!

Master Your Semester with a Special Offer from Scribd & The New York Times