Anda di halaman 1dari 28

LANDASAN FILOSOFIS PENDIDIKAN

DALAM

FILSAFAT PENDIDIKAN DI INDONESIA

Yohan Murdiatmoko 26 Juni 2013

Rumusan Masalah
1. Apakah yang dimaksud landasan filosofis pendidikan? 2. Hubungan filsafat dan pendidikan 3. Bagaimanakah filsafat pendidikan di indonesia? 4. Bagaimanakah upaya mewujudkan filsafat pendidikan di indonesia

1. Apakah yang dimaksud landasan filosofis pendidikan


Berdasarkan sifat wujudnya terdapat dua jenis landasan, yaitu: (1) landasan yang bersifat material, dan (2) landasan yang bersifat konseptual. Landasan pendidikan tergolong ke dalam jenis landasan yang bersifat konseptual

landasan

filosofis

pengetahuan yang mencoba untuk memahami hakikat segala sesuatu untuk mencapai kebenaran atau kebijaksanaan

pendidikan

Hakikat pendidikan tiada lain adalah humanisasi Tujuan pendidikan adalah terwujudnya manusia ideal atau manusia yang dicita-citakan sesuai nilai-nilai dan normanorma yang dianut

Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa landasan filosofis pendidikan adalah asumsi filosofis yang dijadikan titik tolak dalam rangka studi dan praktek pendidikan

Hubungan Filsafat dan Ilmu Pengetahuan


Zaman dahulu
ALAM Pemikir/filsuf

ILMU

2. Hubungan Filsafat dan Ilmu Pengetahuan Sekarang


Alam, lingkungan sosial, peristiwa Filsafat Khusus/Filsafat Ilmu

Filsafat umum

ILMU

Dari runtutan sejarah tersebut dapat dimaknai bahwa ilmu, termasuk ilmu pendidikan lahir dari ilmu filsafat umum. Namun ada konsep lain yang menyatakan bahwa ilmu lahir dari filsafat umum melalui perantara yaitu filsafat ilmu ilmu itu sendiri, sebagai contoh kelahiran ilmu ekonomi akan dibantu filasafat ekonomi (Pidarta,2011)

Filsafat Pendidikan

Filsafat pendidikan adalah hasil dari pemikiran dan perenungan secara mendalam sampai keakar-akarnya mengenai pendidikan

Filsafat Pendidikan di dunia


Esensialis

Perenialis

Filsafat Pendidikan

Progresivis

Rekonstruksionis

Eksistensialis

FILSAFAT PENDIDIKAN ESESIALIS , bertolak pada kebenaran yang telah terbukti berabad-abad lamanya. Kebenaran seperti itulah yangdikatan esensial. Contoh Kebenaran yang esensial ini ialah kebudayaan klasik yang muncul pada zaman romawi yang berpedoman pada literatur-literatur klasik yunani great book . Di kawasan Asia terdapat contoh kebudayaan klasik yang dipandang esensial yaitu Epos Ramayana dan Mahabarata. Tekanan pendidikan nya adalah pembentukan intelektual dan logika

Filsafat Perenialis
Berbeda dengan filsafat esensial yang menganggap kebenaran eesensial ada pada kebudayaan klasik Yunani dengan Great Booknya, maka kebenaran pada filsafat perenialis terletak pada wahtu Tuhan. Muncul pada abad pertengahan pada zaman keemasan Katolik-Kristen. Pada zaman itu tokoh-tokoh agama menguasai hampir semua bidang kemasyarakatan termasuk sekolah, sehingga banyak sekolah yang berintikan ajaran agama dan menekanankan pelaksaan agama dalam kehidupan sehari-hari.

Filsafat Perenialis
Pengaruh Filsafat ini menyebar keseluruh dunia. Bukan hanya dikalangan katolik dan protestan tetapi juga dikalangan agama-agama lain. Sebagai contoh di indonesia banyak sekolah sekolah yang diwarnai oleh keagamaan seperti Lembaga Pendidikan Maarif di lingkungan Nahdatul Ulama dan Perguruan Muhammadiyah di samping sekolah Katolik dan Kristen.

FILASAFAT PROGRESIVIS

Filasafat progresivis lahir di Amerika, Dianggap sejalan dengan jiwa bangsa Amerika yang pada masa itu sebagai bangsa yang dinamis berjuan mencari hidup baru di benua baru. Bagi mereka tidak ada hidup yang tetap, apa lagi nilai nilai yang abadi. Yang ada adalah perubahan. Mereka sangat menekankan pada kehidupan sehari-hari, segala tindakan mereka dikukurdari kegunaan praktisnya. Menurut filsafat ini tidak ada tujuan pasti, begitu juga dengan kebenaran yang pasti. Tujuan dan kebenaran itu bersifat relatif. Jika sekarang dianggap benar dan dijadikan tujuan belum tentu tahun depan tetap benar.

Konsekwensi dari pandangan progresivis ini dalam pendidikan adalah:


mementingkan peserta didik untuk bisa berfikir yang baik. Hal ini dapat dicapai dengan metode belajar memecahkan masalah yang dilakukan oleh anak-anak itu sendiri. Karena itu pendidikan berpusat pada anak.

FILSAFAT PENDIDIKAN REKONSTRUKSIONIS adalah variasi dari progresivisme yang menginginkan kondisi manusia pada umumnya harus diperbaiki (Callahan, 1983). Menurut aliran ini semua bidang kehidupan harus diubah dan dibuat baru. Filsafta ekstrim ini berusaha merombak susunan masyarakat lama melalui lembaga dan proses pendidikan.

FILSAFAT PENDIDIKAN EKSTINSIALIS berpendapat bahwa kenyataan dan kebenaran adalah eksistensi atau adanya individu manusia itu sendiri. Manusia adalah bebas. Akan menjadi apa orang itu ditentukan oleh keputusan komitmennya sendiri (Callahan, 1983). Pendidikan menurut filsafat ini bertujuan mengembangkan kesadaran individu, memberi kesempatan untuk bebas memilih etika, mendorong pengembangan pengetahuan diri sendiri, bertanggung jawab sendiri dan mengembangkan komitmen sendiri.

Materi pelajaran harus memberi kesempatan aktif sendiri, merencana dan melaksanakan sendiri baik kerja individu maupun kelompok. Guru harus bersikap demokratis dengan tehnik mengajar tidak langsung

3.FILSAFAT PENDIDIKAN INDONESIA 1. Bangsa Indonesia baru memiliki filsafat umum atau filsafat Negara yaitu pancasila. 2. Sebagai filsafat Negara pancasila patut menjadi jiwa bangsa jiwa bangsa Indonesia, menjadi semangat dalam berkarya disegala bidang, dan mewarnai segala sendi kehidupan. Secara konsep memang seharusnya demikian tetapi dalam praktek sulit untuk dilaksanakan. Sebab tindakan manusia dalam praktek kehidupan sehari-hari perlu ditanamkan, dikembangkan dan dibiasakan sejak kecil. Ini berarti menyangkut pendidikan.

Filsafat Pendidikan Indonesia

Secara konsep memang seharusnya demikian tetapi dalam praktek sulit untuk dilaksanakan. Sebab tindakan manusia dalam praktek kehidupan seharihari perlu ditanamkan, dikembangkan dan dibiasakan sejak kecil. Ini berarti menyangkut pendidikan.

Filsafat Pendidikan Indonesia

Bisa saja pemasyarakatan dan pembudayaan pancasila dilakukan dengan cara memasukkannya ke dalam setiap tindakan atau kegiatan manusia sehari-hari termasuk ke dalam mengajarkan suatu bidang studi, tetapi cara ini tidak menjamin efektifitas dan efisiensi pekerjaan itu sebab si pelaku tidak tahu secara jelas bagaimana memasukkannya bagian-bagian mana yang dimasukkan dan kapan dimasukkan.

Filsafat Pendidikan Indonesia

Belum ada upaya mengoperasionalkan pancasila agar mudah diterapkan dalam kegian bermasyarakat termasuk penerapannya dalam dunia pendidikan. Kalaupun ada bidang studi menyangkut moral pancasila, sebagian besar diterapkan seperti melaksanakan bidang-bidang studi lainnya. Pendidik mengajarkan, peserta didik menyerap pengetahuan, jika tiba satnya peserta didik menjawab pertanyanpertanyaan dari pendidik dalam ujian.

Filsafat Pendidikan Indonesia Sementara ini dunia pendidikan Indonesia belum memiliki konsep atau teori sendiri yang sesuai dengan kondisi, kebiasaan atau budaya Indonesia. Sebagian besar konsep dan teori pendidikan diimpor dari luar negeri sehingga belum tentu valid diterapkan di Indonesia. Teori-teori ini didapat dari luar negeri dengan cara belajar ke luar negeri, studi banding, dan yang paling banyak adalah dengan mendatangkan buku atau membeli buku dari Negara lain.

Filsafat Pendidikan Indonesia Buchori menyatakan adanya penyerdehanaan dalam pendidikan sebagai akibat orientasi ke Amerika cenderung mendatangkan masalahmasalah operasional, khususnya tentang proses belajar mengajar di kelas (Sudomo, 1990). Pendidikan hanya dipandang sebagai upaya mengajarkan sesuatu kepada peserta didik. Badan ilmu pendidikan itu sendiri sebagai sesuatu yang utuh menjadi terabaik

Filsafat Pendidikan Indonesia Indonesia tidak sama dengan Amerika serikat. Indonesia mempunyai cita-cita pendidikan yang harus dikejar dan diwujudkan, yaitu manusia Indonesia seutuhnya yang dijiwai oleh sila-sila pancasila. Untuk mencapai hal ini perlu ada alat yang pasti pula. Alat ini akan menjadi efektif kalau dijabarkan dan berkaitan erat dengan bidang ilmu pendidikan yang utuh yang mencerminkan dunia Indonesia dengan budaya yang khas letak geografis dan iklim alam yang sesuai. Hal ini berarti ilmu pendidikan harus digali dari bumi Indonesia itu sendiri.

4. Upaya mewujudkan filsafat pendidikan di Indonesia.


Upaya mendorong pemerintah untuk mengambil sikap akan pentingnya merumuskan filsafat pendidikan dan teori pendidikan yang bercorak indonesia sudah pernah di sampaikan menjelang sidang umum MPR 1992 (Kompas, 27 Nopember 1992) sebagai salah satu bahan sidang Umum. Nmun GBHN 1993 sebagai produk sidang itu tidak mencantumkan perlunya merumuskan filsafat dan teori pendidikan. Hal ini menunjukkan kemauan politik pemerintah ke arah itu belum ada.

Upaya mewujudkan filsafat pendidikan di Indonesia. Masih ada faktor lain yang membuat sulitnya pengembangan filsafat dan teori pendidikan, yaitu kesulitan dalam menjabarkan sila-sila Pancasila agar mudah di terapkan dilapangan. Meskipun sila-sila Pacasila telah dijabarkan dalam 45 Butir,tetapi penjabaran ini belum tentu sesuai dengan kebiasaan kerja para ahli pendidikan yang membuat hasil kerja mereka lebih mudah diterapkan dilapangan.

Kata Kunci
Jika dilapangan muncul suatu isyarat untuk mewujudkan filsafat atau bahkan sudah adasuatu kelompok yang berupaya merumuskan filsafat itu , maka ada beberapa hal yang perlu dipikirkan. Antara lain; Apakah filsafat pendidikan yang akan di bentuk sesuai dengan kondisi pendidikan dan budaya Indonesia? Akan diberinama Filsafat Pendidikan pancasila atau yang lain? Apakah filasafat itu diambil dari filasafat pendidikan yang sudah ada ? Ataukah filsafatitu dimunculkan dari sumber filsafat umum yang beralaku secara internasional, seperti yang dilakukan australia. Ahli pendidikan australia menyatakan filsafat yang mendasari pendidikan mereka adalah liberal,demokrasi, dan Multiculture (Pidarta,1995)

TERIMAKASIH

Anda mungkin juga menyukai