Anda di halaman 1dari 29

BAB I PENDAHULUAN A.

Latar Belakang Penyakit jantung kongenital atau penyakit jantung bawaan adalah sekumpulan malformasi struktur jantung

atau pembuluh darah besar yang telah ada sejak lahir. Penyakit jantung bawaan yang kompleks terutama ditemukan pada bayi dan anak. Apabila tidak dioperasi, kebanyakan akan meninggal waktu bayi. Apabila penyakit jantung

bawaan ditemukan pada orang dewasa, hal ini menunjukkan bahwa pasien tersebut mampu melalui seleksi alam, atau telah mengalami tindakan operasi dini pada usia muda (IPD FKUI,1996 ;1134)

B. Tujuan Penulisan 1. Tujuan Umum Penulis dapat mengaplikasikan teori yang didapatkan melalui proses belajar mengajar secara nyata kepada pasien dengan Patent Duktus Arteriosus dan secara

langsung memberikan asuhan keperawatan kepada klien. 2. Tujuan Khusus a. Penulis mampu megidentifikasi tanda dan gejala

Patent Duktus Arteriosus secara langsung.

b. Penulis mampu melaksanakan proses keperawatan secara langsung, data mulai dari mengkaji data , menganalisa diagnosa

tersebut

kemudian

merumuskan

keperawatannya. Selanjutnya membuat rencana tindakan dan melaksanakannya serta melakukan evaluasi

terhadap tindakan keperawatan yang diberikan kepada pasien C. Metode Penulisan Adapun metode penulisan yang digunakan adalah : 1. 2. Metode deskriptif Metode studi kepustakaan

3. Metode studi kasus D. Sistematika Penulisan BAB I Pendahuluan A. Latar Belakang B. Tujuan Penulisan C. Metode Penulisan D. Sistematika Penulisan BAB II Tinjauan Teori A. 1. 2. 3. Konsep Dasar (Masalah Utama) Pengertian Etiologi Manifestasi Klinis

4. 5. B. 1. 2. 3. 4. 5.

Patofisiologi Penatalaksanaan Medis Konsep Dasar Asuhan Keperawatan Pengkajian Diagosa Keperawatan Perencanaan Pelaksanaan Evaluasi

BAB III Tinjauan Kasus A. B. C. D. E. Pengkajian Diagnosa Keperawatan Perencanaan Pelaksanaan Evaluasi

BAB IV PEMBAHASAN A. B. C. D. E. Pengkajian Diagnosa Keperawatan Perencanaan Pelaksanaan Evaluasi

BAB V PENUTUP A. B. LAMPIRAN 1. Laporan Pendahuluan tulis tangan 2. SAP Kesimpulan Saran

DAFTAR PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

A.

Konsep Dasar Teori

1.

Pengertian Duktus Arteriosus adalah saluran yang berasal

dari arkus aorta ke VI pada janin yang menghubungkan arteri pulmonalis dengan aorta desendens. Pada bayi normal duktus tersebut menutup secara fungsional 10 15 jam setelah lahir dan secara anatomis menjadi

ligamentum arteriosum pada usia 2 3 minggu. Bila tidak menutup disebut Duktus Arteriosus : PDA). Persisten (Buku ajar

(Persistent

Ductus

Arteriosus

kardiologi FKUI, 2001 ; 227) Patent menutupnya Duktus ductus Arteriosus arteriosus adalah kegagalan yang

(arteri

menghubungkan aorta dan arteri pulmonal) pada minggu pertama kehidupan, yang menyebabkan mengalirnya darah dari aorta tang bertekanan tinggi ke arteri pulmonal yang bertekanan rendah. (Suriadi, Rita Yuliani, 2001; 235) Patent terbukanya Duktus duktus Arteriosus arteriosus (PDA) setelah adalah lahir, tetap yang

menyebabkan

dialirkannya

darah

secara

langsung

dari

aorta (tekanan lebih tinggi) ke dalam arteri pulmoner (tekanan lebih rendah). (Betz & Sowden, 2002 ; 375)

2.

Etiologi Penyebab terjadinya penyakit jantung bawaan belum dapat diketahui secara pasti, tetapi ada beberapa

faktor yang diduga mempunyai pengaruh pada peningkatan angka kejadian penyakit jantung bawaan : a. 1) 2) 3) 4) Faktor Prenatal : Ibu menderita penyakit infeksi : Rubella. Ibu alkoholisme. Umur ibu lebih dari 40 tahun. Ibu menderita penyakit Diabetes Mellitus (DM)

yang memerlukan insulin. 5) b. 1) Ibu meminum obat-obatan penenang atau jamu. Faktor Genetik : Anak yang lahir sebelumnya menderita

penyakit jantung bawaan. 2) Ayah bawaan. 3) 4) Kelainan kromosom seperti Sindrom Down. Lahir dengan kelainan bawaan yang lain. / Ibu menderita penyakit jantung

3.

Manifestasi Klinis Manifestasi klinis PDA pada bayi prematur sering

disamarkan oleh masalah-masalah lain yang berhubungan dengan prematur (misalnya sindrom gawat nafas). Tandatanda kelebihan beban ventrikel tidak terlihat selama 4 6 jam sesudah lahir. Bayi dengan PDA kecil mungkin asimptomatik, bayi dengan PDA lebih besar dapat

menunjukkan tanda-tanda gagal jantung kongestif (CHF) a. jantung b. kemudian Machinery menetap, mur-mur paling persisten (sistolik, di tepi Kadang-kadang terdapat tanda-tanda gagal

nyata

terdengar

sternum kiri atas) c. Tekanan nadi besar (water hammer pulses) / Nadi menonjol dan meloncat-loncat, Tekanan nadi yang lebar (lebih dari 25 mm Hg) d. Takhikardia (denyut apeks lebih dari 170), ujung jari hiperemik e. Resiko endokarditis dan obstruksi pembuluh darah pulmonal. f. g. h. i. Infeksi saluran nafas berulang, mudah lelah Apnea Tachypnea Nasal flaring

j. k. l.

Retraksi dada Hipoksemia Peningkatan kebutuhan ventilator

(sehubungan dengan masalah paru) m. (Suriadi, Rita Yuliani, 2001 ; 236, Betz & Sowden, 2002 ; 376)

4.

Komplikasi a. Endokarditis b. Obstruksi pembuluh darah pulmonal c. CHF d. Hepatomegali (jarang terjadi pada bayi prematur) e. Enterokolitis nekrosis f. Gangguan paru yang terjadi bersamaan (misalnya

sindrom gawat nafas atau displasia bronkkopulmoner) g. Perdarahan gastrointestinal (GI), penurunan jumlah trombosit h. Hiperkalemia (penurunan keluaran urin. i. Aritmia j. Gagal tumbuh k. (Betz & Sowden, 2002 ; 376-377, Suriadi, Rita

Yuliani, 2001 ; 236)

5.

Clinical patway

Setelah lahir Adanya cacat duktus


Arteriosus terbuka

Tekanan jantung kiri


kebocoran jantung dari kiri ke kanan

Aliran darah langsung dr aourta Ke arteri pulmonal

makin besar

Tekanan Ventrikel kiri berespon memenuhi kebuthan Pelebaran darah Hipertensi pada atrium kiri Tknn vena dan Kapiler pulmonal kelelahan menyusu aliran ke paru darah berkurang ke tubuh edema paru oksigen menurun difusi O2 dan hipoksia Sesak nutrisi tdk terpenuhi asupan nutrisi kurang Ketidakseimbangan nutrisi bila tdk dpt terapi gagal jantung kanan/ gg. pemenuhan O2

6. a.

Pemeriksaan Diagnostik Foto Thorak : Atrium dan ventrikel kiri membesar secara signifikan (kardiomegali),

gambaran vaskuler paru meningkat b. Ekhokardiografi : Rasio atrium

kiri tehadap pangkal aorta lebih dari 1,3:1 pada bayi cukup bulan atau lebih dari 1,0 pada bayi

praterm (disebabkan oleh peningkatan volume atrium kiri sebagai akibat dari pirau kiri ke kanan) c. berwarna : Pemeriksaan digunakan untuk dengan mengevaluasi Doppler aliran

darah dan arahnya. d. Elektrokardiografi (EKG) :

bervariasi sesuai tingkat keparahan, pada PDA kecil tidak ada abnormalitas, hipertrofi ventrikel kiri pada PDA yang lebih besar. e. Kateterisasi jantung : hanya

dilakukan untuk mengevaluasi lebih jauh hasil ECHO atau Doppler yang meragukan atau bila ada

kecurigaan defek tambahan lainnya. f. 1) Biasanya Analisa Gas darah dan Arteri menunjukkan kejenuhan yang normal

karena paru overcirculation

2) Duktus

arteriosus

besar

dapat

menyebabkan

CHF

(Betz & Sowden, 2002 ;377)

7.

Penatalaksanaan Medis a. Medikamentosal b. Penatalaksanaan Konservatif : Restriksi cairan dan bemberian obat-obatan : Furosemid (lasix) diberikan bersama diuresis restriksi dan cairan untuk efek meningkatkan beban

mengurangi

kelebihan

kardiovaskular,

Pemberian indomethacin (inhibitor

prostaglandin) untuk mempermudah penutupan duktus, pemberian antibiotik profilaktik untuk mencegah

endokarditis bakterial. c. Pembedahan : Pemotongan atau pengikatan duktus. d. Non pembedahan : Penutupan dengan alat penutup

dilakukan pada waktu kateterisasi jantung. e. (Betz & Sowden, 2002 ; 377-378, Suriadi, Rita

Yuliani, 2001 ; 236)

B. 1.

Konsep Dasar Teori Pengkajian a. Biodata klien b. Riwayat keperawatan terhadap : Keluhan Utama (respon aktivitas

fisiologis

defek

(sianosis,

terbatas), riwayat penyakit sekarang. c. Riwayat kehamilan d. Riwayat kesehatan keluarga e. Riwayat social dan lingkungan meliputi : usia anak, tugas perkembangan anak, anak, koping yang digunakan, penyakit keluarga

kebiasaan anak,

respon

keluarga dan

terhadap

koping

keluarga

penyesuaian

terhadap stress. f. Pemeriksaan fisik : keadaan umum, kesadaran,

pemeriksaan head to toe, dimana kaji adanya tandatanda gagal jantung, nafas cepat, sesak nafas, mur-

retraksi, mur),

bunyi

jantung

tambahan

(machinery kaji kaji

edera

tungkai, :

hepatomegali, finger,

adanya adanya

hipoksia

kronis

Clubbing

hiperemia pada ujung jari, kaji pola makan, pola pertambahan berat badan

2.

Diagnosa Keperawatan a. Penurunan Curah jantung b.d malformasi jantung. b. Gangguan pertukaran gas b.d kongesti pulmonal. c. Intoleransi aktivitas b.d ketidakseimbangan antara pemakaian oksigen oleh tubuh dan suplai oksigen ke sel. d. Perubahan adekuatnya jaringan. e. Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh b.d kelelahan pada saat makan dan meningkatnya kebutuhan kalori. f. Resiko infeksi b.d menurunnya status kesehatan. g. Perubahan peran orang tua b.d hospitalisasi anak, kekhawatiran terhadap penyakit anak. pertumbuhan suplai dan perkembangan dan zat b.d tidak ke

oksigen

nutrisi

3.

Intervensi a. Penurunan curah jantung b/d malforasi jantung Tujuan : Mempertahankan curah jantung yang adekuat KH :Anak akan menunjukkan tanda-tanda

membaiknya curah jantung Intervensi Mandiri 1) Observasi kwalitas dan kekuatan denyut jantung, nadi dan Permulaan jantung perubahan gangguan aka TTV pada nada cepat Rasional

kehangatan kulit 2) Tegakkan derajat sianosis 3) Monitor tanda-tanda CHF Kolaborasi 1) Pemberian digosin sesuai orden dengan menggunakan tehnik pencegahan bahaya toksisitas 2) Berikan pengbatan untuk menurunkan afterload 3) Berikan diuretic sesuai indikasi

deteksi untuk penanganan selanjutnya. Untuk mengetahui adanya

gagal jantung kongestif Mencegah makin memburuknya klien

Mencegah terjadinya vasokonstriksi Diuretic bertujuan untuk menurunkan volume plasma dan menurunnya retensi cairan dijaringan sehingga menurun resiko terjadinya edema paru.

b. Perubahan

pertumbuhan

dan

perkembangann

b/d

tidak

adekuatnya suplay O2 dan zat nutrisi yang disaring. Tujuan : memberikan support tumbuh kembang KH :anak akan berat tumbuh dan sesuai badan dengan dalam kurva batas

pertumbuhan normal

tinggi

Intervensi 1) Kaji tingkat tumbuh kembang anak 2) Memantau masa tumbuh kembang anak 3) Berikan stimulus tumbang, aktifitas bermain game dll. 4) Libatkan keluarga agar tetap memberikan stimulasi selama dirawat 5) Agar anak bisa tumbuh dan berkembang sebagaiman mestinya

Rasional Untuk mengetahui tumbuh kembanga anak.

Anggota keluarga sangat besar pengaruhnya terhadap proses pertumbuhan dan juga perkembangan anak.

c. Kecemasan

orang

tuan

berhubungan

dengan

kurang

pengetahuan orang tua. Tujuan : kecemasan berkurang KH :orang tua tanpak tenang, orang tua tidak

bertanya lagi Intervensi Kaji tingkat pengetahuan orang tua 1) Beri penjelasan tentang keadaan bayinya. 2) Libatkan keluarga Rasional Pengetahuan orang tua akan mempengaruhi tingkah laku anak 1) Untuk mengurangi kecemasan 2) Akan membuat orang

dalam perawatan bayinya 3) Berikan support dan reinforcement atas apa yang dicapai orang tua 4) Latih orang tua cara perawatan bayi di rumah.

tua nyaman dan tenang 3) Kasih saying orang tua mempecepat penyembuhan 4) Mempermudah proses perawatan dan penyembuhan anak.

BAB III

TINJAUAN KASUS Nama Mahasiswi NIM Tanggal Pengkajian Ruangan RM Jam : Sri Maryani : 06-01-0446 : 25 Juli 2011 : Ruang IRNA IV 7A : 1118257 : 09.30 wita

A. Pengkajian 1. Nama Umur Jenis Kelamin Suku/Bangsa Agama Anak Alamat Identitas klien : AnN : 3 tahun : P : Jawa/Indonesia : Islam : ke-II : Jln.Sumbu No. 29 kelurahan kasin, Klojen Identitas penanggung jawab Nama Ayah Umur Jenis Kelamin Suku/Bangsa Agama : TnS : 35 tahun : L : Jawa/Indonesia : Islam

Hubungan Tanggal MRS Dx medis Sumber

: Orang Tua : 01 juli 2011 : PDA : Status dan orang tua.

2.

Riwayat Keperawatan (Nursing History) a. Keluhan utama saat ini Keluhan Utama adalah batuk dan sesak b. Riwayat penyakit sekarang Ny S mengatakan anaknya sakit sejak usia 8 bulan yaitu sejak umur 8 bulan, sampai sekarang sudah keluar masuk rumah sakit sebanyak 12 kali. NyS juga mengatakan anaknya mempunyai riwayat penyakit PJB yang rencananya akan dioprasi di Surabaya. c. Riwayat kehamilan dan persalinan 1) Prenatal Nymengatakan memeriksakan mengatakan pada saat dan kehamilan 3x USG. sering Ny S saat

kehamilannya tidak

mempunyai

keluhan

pada

kehamilannya. 2) Natal Anak dilahirkan di rumah sakit bersalin

Mandiwaluah dengan umur kehamilan 37 minggu, bayi lahir spontan dengan jenis kelamin perempuan

berat

badan

2,99

kg

dan

panjang

51

cm,

saat

dilahirkan bayi langsung menangis spontan. 3) Post natal AnN sejak lahir hingga umur 9 bulan mendapatkan imunisasi kecuali Campak karena pada usia 8 bulan AnS sudah sakit-sakitan. d. Riwayat penyakit dahulu Ibu klien mengatakan anaknya lahir kurang bulan dan Ny S mengatakan waktu hamil dia menderita

penyakit Rubella/ cacar sehingga pada saat hamil anaknya terkena. e. Riwayat Kesehatan Keluarga Genogram

f. Riwayat Imunsasi Ny S mengatakan anaknya tidak mendapatkan

imunisasi campak, karena anaknya sudah sakit sejak umur 8 bulan, untuk imunisasi lainnya seperti BCG, DPT, Polio, dan Hepatitis B An N sudah

mendapatkannya sesuai bulannya. g. Riwayat Social dan Lingkungan

1) Yang mengasuh : NyS mengatakan dia sendiri yang mengasuh anaknya 2) Hubungan dengan anggota keluarga adalah orang tua dari klien 3) Hubungan dengan teman sebaya : NyS mengatakan tidak ada masalah pada saat bermain dengan temantemannya. 4) pembawaan secara umum 5) lingkungan rumah

3. a. b. c. Nadi Suhu Respirasi d. kg/90 cm. e.

Pemeriksaan Fisik Keadaan umum : klien umum cukup Kesadaran : CM dengan GCS = 4-5-6 Tanda-tanda Vital : 140 x/menit : 37,60C : 50 x/menit Berat Badan / Tinggi badan = 11,2

Kepala 1) Mata : konjungtifa pucat, sclera putih, reflek pupil ada katarak tidak ada, masih dalam batas normal. 2) Mulut : tampak kering

3) Telinga : tidak ada benjolan dan secret 4) Hidung: tidak ada secret dan bbenjolan f. Leher : tidak ada pembesaran

kelenjar tiroid dan kelenjar getah bening. g. Dada dan toraks 1) Inspeksi : payudara simetris dan tidak ada lesi kulit. Tidak ada retraksi dada h. Paru-paru Pada paru tidak ada suara tambahan mengi, ronchi/ wheezing, suara nafas terdengar sonor. i. Jantung Bunyi jantung S1, S2 tunggal, regular mur-mur(-) S3, S4 (bunyi jantung tambahan tidak ada). j. Bentuk Bising usus Peristaltic usus Nyeri tekan Abdomen : simetris : ada 12 x/menit : ada : tidak ada

k.

Genetalia Bersih tidak ada benjolan dan kelainan.

l.

Ekstermitas Kanan Atas : normal tidak ada kelainan

Kanan bawah : normal tidak ada kelaianan Kiri bawah Kiri atas Gerakan : normal tidak ada masalah : normal tidak ada masalah : anak bisa bergerak seperti biasa, tonos otot normal Reflek patologis : Babinsky negative. m. 1) Tingkat perkembangan anak Motorik kasar Anak mampu melaksanakan motorik kasar yaitu

berdiri 1 kaki dan lombat jauh 2) Motorik halus Anak tidak ada masalah pada motorik halus, anak dapat menggoyangkan ibu jari dan meniru garis

ventrikel yang di contohkan oleh perawat 3) Bicara/ bahasa Bahasa anak masih sangat sederhana dari 7

pertanyaan hanya 3 yang benar : adapun pertanyaan yaitu ; Menyebutkan bicara 4 kata (F), mengerti 4 kata (F), (L), (L),

yang

dimengerti(F), (L),

menghitung 1 warna

menggunakan

polpen

menyebut

mengerti 2 kata (F).

4)

Social/ personal sosial Anak bisa melakukan menyiapkan sereal dan bermain balon hanya menggosok gigi saja yang tidak bisa.

4. a. b. Makan/ minum 1)

Keadaan kesehatan saat ini Dx Medis : PDA

Status nutrisi

Di rumah : ibu AnN mengatakan sebelum di rumah sakit makan 3 x hari, dengan menu yang berbeda- beda disiapkan oleh ibu sendiri.

2)

Di rumah sakit : AnN tidak pernah menghabiskan makannya, habis hanya dari yang di sediakan.

3)

Berat badan lahir 2,9 gram Panjang badan lahir : 51 cm/ TB = 90 cm LD = 52, LK = 46 cm, LLA = 15 cm. Status Cairan a) Input/ Masukan C1-2 sebanyak 7 tts/menit Minum air=900/hari b) Output Urine : 500 cc/hari IWL : 200 cc/hari

c) d)

Balsnce cairan : 300 cc/hari Aktifitas Klilen bisa beraktifitas seperti anak lainnya.

e)

Istirahat dan tidur Biasanya kalau tidak kambuh sesaknya, tidurnya 8-9 jam malam hari.

f) telah dilakukan Pemeriksaan lab Injeksi

Tindakan keperawatan yang

Mengatur posisi anak senyaman mungkin Pemasangan infus Pemasangan O2 5. Pemeriksaan penunjang (diagnostic test) Hasil pemeriksaan darah a. 1) 2) 3) 4) b. 2) Trombosit 3) Creatinine c. Natrium Leokosit Hb Hemotokrit Trombosit 26,8 Darah lengkap 7,810 9,8 233000 Kimia darah 1) Gula darah puasa sesaat 89 mg/dl(< 200 mg dl) 28,1 mg/dl 0,39 mg/l Analisa elektrolit 13,6 mmol/1 (136-145) (3500-10.000/l) (11,0-16,5gr/dl) (36,0-50,0%) (150.000-390000l)

Kalium Chlorida d. Suhu Ph Pco2 PO2 HCO3

4,2 mmol/l 100 mmol/l = 37,50C

(3,5-5,0) (98-106)

Blood gas analisa/BGA = 7,262 mmHg(7,35-7,45)


=

33,3 mmHg (35-45)

= 136 mmHg (80-100) 24,7 mmol/L (21-28 mmol/l)

O2 saturasi arterial 98,9 mmol(>95) Base excess -0,5 (-3/+3) e. Hb Leoko Led Trom = 8300 mm3 = 9 mm/jam = 235000/mm3 Hasil pemeriksaan Darah = 12,6 gr/dl

PCV/hematokrit 39,0% Hitung jenis EOS 1 f. 151). TIBL 1136 g/dl (N L=300-400 dan P= 250-350) Saturasi ivon 4% (N 20-55) g. Ferosemid 2x10 mg Captopril 2x3,5 mg C1-2 dimana 7 tts/menit Neb P2 + Ventolin resp+chesp tisioterapi/4 jam Terapi obat Cefotaxin 2x300 mg BAS ST SEG 26 LY 67 MO 6

Hasil pemeriksaan lab S1- (serum iron) = 45 ug/d (N= L 53-167 dan P 49-

ANALISA DATA Data Ds: pasien gelisah rewel dan menangis Do: Denyut nadi naik 140x/menit Takypneu Suara jantung tambahan (mur-mur persistem) Etiologi Terbukanya arteriosus Masalah duktus Gangguan penurunan curah jantung

Dialirkannya darah dari tekanan tinggi ke tekanan yang lebih rendah Resirkulasi beroksigen aourta ke pulmonalis darah dari arteri

Beban ventrikel kiri meningkat Curah jantung turun

DS: DO:

Pasien kesulitan bernafas Sesak nafas Suhu 37,50C PH 7,263 Pco2 =33,3 mmHg (35-45) PO2 =136 mmHg (80-100) HCO3 24,7 mmol/L (21-28 mmol/l) O2 saturasi arterial 98,9 mmol(>95) Base excess -0,5 (-3/+3)

Dialirkannya darah Gangguan pertukaran dari tekanan gas tinggi ke tekanan yang lebih rendah Resirkulasi beroksigen aourta ke pulmonalis darah dari arteri HT

Pelebaran dan ventrikel kiri Tekanan kapiler naik

vena dan pulmonal

Edema paru Penurunan oksigen Gangguan difusi

pertukaran gas Curah menurun Suplai kejaringan berkurang pemecahan oleh O2 terganggu Pembentukan berkurang Lemah lesu Anoreksia DS: Pasien mengatakan BB menurun DO: BB menurun sekarang 11,2 kg LILA 15 cm Albimin Morik kasar dan halus tercapai Tingkat perkembangan bicara hanya 3 yang lulus dari tujuh pertanyaan Perubahan nutrisi Gangguan kurang dari kebthan pertumbuhan perkembangan. Gngg pertumbuhan dan perkembangan dan jantung o2 glukosa menjadi energi

B. Diagnosa Keperawatan 1. jantung Penurunan curah jantung b/d malforasi

2. pulmonal 3.

Gangguan pertukaran gas b/d kongesti Gangguan pertumbuhan dan perkembangan b/d tidak adekuatnya suplay oksigen dan zat nutrisi ke jaringan

C. Intervensi keperawatan No.Dx Tujuan dan KH I Setelah diberikan tindakan keperawatan selama 2x24 jam diharapkan klien dapat mempertahankan curah jantung adekuat dengan KH Tidak terjadi penurunan curah jantung. Intervensi Keperawatan Observasi kwalitas dan kekuatan denyut jantung, nadi perifer dan kehangatan kulit. Tegakkan derajat sianosis(Sirkulasi, membrane mukosa Clubbing) Monitor tanda-tanda CHF(gelisah takikardi, sesak, mudah lelah, oliguria dan hepatomegali). Kolaborasi pemberian obat untuk menurunkan afterload. Observasi kwalitas dan kekuatan denyut jantung, nadi, warna dan kehangatan kulit Atur posisi anak dengan posisi semi powler Hindari anak dari orang yang terinfeksi Berikan istirahat yang cukup Kolaborasi bila yang cukup dalam pemberian O2 gangguan pernapasan. Rasional Permulaan gangguan pada jantung aka nada perubahan TTV, sex harus cepat di deteksi untuk penanganan lebih lanjut Pucat menunjukkan adanya penurunan perfusi sekunder terhadap ketidak adekuat curah jantung vasokonstriksi dan anemia Defeksi dini untuk mengetahui adanya gagal jantnun kongestif Obat anti alferload mencegah terjadinya vasokonstriksi Untuk mengetahui keadaan klien Untuk memudahkan pasien dalam bernapas Agar anak tidak tertular infeksi yang akan memperburuk keadaannya. Menurunkan keturunan O2 dalam tubuh Membantu klien untuk memenuhi O2 nya.

II

Setelah diberikan tindakan keperawatan selama 2x24 jam diharapkan klien dapat mengurangi adanya peningkatan resistensi pembuluh darah dengan KH BGA dalam batas normal.

III

Setelah diberikan tindakan keperawatan selama 2x24 jam diharapkan klien dapat bersemangat dan keluarga memperhatikan BB anaknya dengan KH : BB Normal LILA normal Albumin dalam batas normal Anak bisa melaksanakan apa yang diberitahu oleh perawat.

Kaji tingkat tumbuh kembang anak Berikan stimulasi tumkem anak seperti permainan Observasi BB anak Libatkan kelularga agar tetap memberikan selama dirawat Memantau masa tumbuh kembang anak

Untuk mengetahui tumbuh kembang anak Merangsang kreativitas anak Anggota keluarga besar pengaruhnya dalam proses pertumbuhan dan perkembangan anak Agar anak dapat tumbuh dan berkembangan sebagaimana mestinya.