Anda di halaman 1dari 16

ASUHAN KEPERAWATAN PADA KELUARGA NY. S.M. DENGAN HIPERTENSI DI RT.

2 RW III KELURAHAN GUNUNG ANYAR KECAMATAN GUNUNG ANYAR KOTAMADYA SURABAYA

OLEH: Imanuddin NIM: 010030189-B

PROGRAM STUDI S1 ILMU KEPERAWATAN FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS AIRLANGGA SURABAYA

ASUHAN KEPERAWATAN PADA KELUARGA NY. S.M DENGAN HIPERTENSI DI RT. 2 RW III KELURAHAN GUNUNG ANYAR KECAMATAN GUNUNG ANYAR KOTAMADYA SURABAYA
A.Pengkajian
I. Data Umum: Nama kepala keluarga Alamat Pekerjaan Pendidikan Daftar anggota keluarga:
No. Nama J.K Hubungan dgn Keluarga Umur Pendidikan Ket.

: Ny. S.M. : RT. 2 RW. III Kelurahan Gunung Anyar : Buruh Tani : Tidak sekolah

1 Tn. S. 2 Tn. Y. 3 Tn. I.

L L L

Anak Anak Cucu

23 21 15

SMA SMP SMP

Sehat Sehat Sehat

Genogram :

Keterangan:

Tipe keluarga ini adalah Three generation family karena dalam satu rumah terdapat nenek, anak dan cucu. Keluarga ini berbudaya suku jawa yang sangat memperhatikan kebersamaan, sehingga akan dapat mempercepat penularan penyakit jika salah satu anggota keluarga menderita penyakit yang dapat menular. Agama yang dianut anggota adalah agama Islam. Ny. S.M. sebagai kepala keluarga bekerja sebagai buruh tani dengan penghasilan tidak menentu tergantung ada tidaknya yang mengupah, tetapi untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dipenuhi oleh anaknya yang ke delapan. Keluarga ini memiliki pendapatan yang pas-pasan tetapi tetap berusaha menyekolahkan anaknya, tetapi anaknya yang ke sembilan tidak mau sekolah hanya sampai kelas dua SMP lalu berhenti. Keluarga sering bersama-sama melihat telivisi sebagai kegiatan rekreasi bersama, rekreasi keluar rumah jarang dilakukan bersama-sama. II. Riwayat dan tahap perkembangan keluarga: Keluarga ini merupakan keluarga dewasa dengan hanya tinggal ibu, dan semua anaknya sudah memiliki keluarga sendiri. Pada tahap ini seharusnya keluarga hanya tinggal ibu saja didalam rumah, tetapi sekarang masih tinggal dengan anaknya dan cucunya. Riwayat kesehatan anggota keluarga: a. Ny. S.M.

Ny. S.M. mengatakan bahwa ia menderita tekanan darah tinggi sejak 3 tahun yang lalu. Pada awal puasa ini ( Desember 2001) merasakan kepalanya berat dan badan terasa lemas setelah dibawa ke balai pengobatan dari hasil pemeriksaan tekanan darahnya 200/160 mm Hg, obat diberikan sudah diminum sampai habis, hasil yang dirasakan sakit kepala hilang dan badan terasa enak. Tetapi setelah hari raya keluhan sakit kepala muncul lagi dan kembali dibawa ke balai pengobatan dan diberi obat sebanyak 4 jenis , sekarang tinggal 1 jenis berwarna merah ( adalat ? ). Ny. S.M. tidak mengetahui kenapa penyakitnya kambuh-kambuh lagi padahal selama ini sudah tidak pernah ada keluhan. Ny. S.M. tidak mengetahui dengan pasti apakah keluarga bapak atau ibunya ada yang menderita penyakit menular dan keturunan karena ia ditinggal oleh ibunya sejak kecil. Saat Ny.S.M. mengeluh badanya rasa pegal-pegal

mungkin karena habis bekerja di sawah , tapi sakit kepalanya tidak ada, tekanan darah 160/100 mmHg, dari hasil pemeriksaan fisik: palpasi ; tidak ditemukan massa, (auskultasi) ; tidak terdengar ronkhi diseluruh lapang paru. b. Tn. S. Sampai saat ini tidak pernah menderita penyakit berat hanya batuk dan pilek sekalikali, dan aklan segera sembuh setelah dibelikan obat diwarung. Tekanan darah 120/80 mm Hg. Dari hasil pemeriksaan fisik tidak ditemukan kelainan dan tidak ada keluhan tentang kesehatannya. , ia mengatakan bahwa didalam keluarganya mungkin ada keturunan Hipertensi soalnya selain ibunya yang menderita darah tinggi kakaknya no. 8 juga menderita hipertensi. c. Tn. Y saat dilakukan pengkajian tidak mengeluhkan apa-apa tentang kesehatannya. Tn. Y. mengatakan dia dia sehat karena sering olah raga . Selama ini juga tidak pernah menderita sakit berat yang mengharuskan dia di rawat di rumah sakit. Kadang-kadang ia menderita batuk dan pilek dan biasanya akan sembuh kalau diminumkan obat yang dibeli di warung. d. Tn. I Pada saat dilakukan pengkajian Tn. I. tidak mengeluhkan apa-apa tentang kesehatanya, dan apabila ia sakit maka ia akan membeli obat yang dijual bebas di warung. Penyakit yang sering di deritanya adalah flu. III. Lingkungan: Rumah yang dimiliki keluarga ini merupakan rumah permanen, luas rumah keseluruhan + 8x6 m dengan jumlah kamar yang dimiliki adalah 3 kamar tidur, 1 ruang tamu, 1 dapur, serta 1 ruang keluarga yang berfungsi untuk tempat melakukan aktifitas bersama. Diantara kamar belakang ada gudang yang berisi barang-barang yang tidak terpakai dan tidak tersusun dengan rapi begitu juga dengan depan dapur. Dikamar tampak tergantung pakaian. Pencahayaan didalam rumah ini kurang karena rumah masih tampak gelap pada kamar-kamarnya hanya didapur terpasang genteng kaca sebanyak 4 buah sehingga

dapat menerangi dapur dan ruang keluarga dan ventilasi kurang karena jendela hanya ada pada ruang tamu dan kamar depan tetapi tidak pernah dibuka sedangkan ruangan yang lain tidak ada jendela, lantai rumah tampak bersih. Air yang diminum keluarga ini adalah air mineral isi ulang , sedangkan masak berasal dari air PDAM dan air mandi berasal dari air sumur yang berada disebelah kiri depan rumah, Kamar mandi adalah milik bersama anak-anaknya yang sudah berkeluarga yang juga tinggal bersebelan, kondisi MCk kurang bersih dan lembab.. Keluarga ini memiliki tempat tinggal yang tetap dan tidak berpindah-pindah.

Denah rumah Ny. S Keterangan: 1. Kamar tidur. 2. Ruang tamu. 3. Ruang keluarga 4. Dapur. 5. Kamar mandi. 6. Gudang Dilingkungan RT setempat memiliki budaya untuk selalu mengunjungi warga yang sakit dengan memberikan sedikit bantuan sehingga dapat meringankan beban keluarga yang sakit. Ny. SM. Selalu aktif dalam kegiatan sosia dan keagamaan yang ada di Rt dan arisan RT. IV. Struktur keluarga: Keluarga ini menerapkan komunikasi terbuka dan semua anggota keluarga menjalankan fungsinya sebagaimana mestinya. Menurut Ny. S.M. di dalam keluarganya menganut norma yang berlaku di dalam masyarakat dan adat jawa. V. Fungsi keluarga:

a. Fungsi afektif Menurut Ny. S.M. senang memiliki keluarga yang lengkap (anak dan cucu) serta sangat senang karena dapat berkumpul dengan mereka. Secara umum keluarga tampak harmonis, saling memperhatikan satu dengan yang lain serta saling menghargai satu dengan yang lain, hanya kadang-kadang dapat terjadi perselisihan kecil biasanya masalah anak tetapi dapat diselesaikan.Apabila ada anggota keluarga lain yang membutuhkan maka anggota keluarga akan membantu sesuai dengan kemampuan. b. Fungsi sosialisasi Hubungan antar anggota keluarga baik, didalam keluarga ini tampak kepedulian anggota keluarga dengan saling tolong menolong dalam melaksanakan tugas didalam keluarga ini, begitu juga dengan anaknya yang sudah berkeluarga dan tinggal dirumah sendiri-sendiri. Hubungan dengan tetangga juga terjalin dengan baik. c. Fungsi perawatan kesehatan Tentang kesehatannya Ny. S.M. tidak begitu memperhatikannya yang penting badannya enak ia tidak akan memperhatikan darah tinggi karena dia merasa sehat. Ny. S.M. juga tidak mengetahui bahwa penyakit takanan darah tingginya berbahaya jika dibiarkan tanpa adanya kontrol, ia juga tidak mengetahui tanda-tanda terjadinya peningkatan tekanan darah yang diketahuinya hanya kepala pusing. Ny S.M. mengatakan yang ia ketahui tentang pantangan terhadap penyakit hipertensinya adalah tidak boleh makan tempe, jeroan dan sayur bayem serta sawi berdasarkan informasi orang-orang. Dia tidak pernah membedakan makanannya dengan anaknya , masakannya juga tidak asin-asin sekali tetapi tidak dikurangi juga. Menurut keluarga Tekanan darah tinggi yang dideritab Ny. S.M. tidak terlalu dirasakan tetapi bila ada keluhan baru diperiksakan ke balai pengobatan . Menurut Ny. S.M. dia tidak cocok bila berobat ke puskesmas sehingga ia berobat ke Balai pengobatan tetapi biayanya tinggi sehingga keluarga binggung kalau penyakit ibunya kambuh. Anggota keluarga mengatakan bahwa ia tidak mengetahui akibat yang bisa timbul akibat dari tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol dan binggung bila ibunya sakit. Membersihan rumah dilakukan oleg Ny. S.M. yang dibantu oleh anak dan cucunya. Keluarga mengatakan bahwa mereka melakukannya karena kebiasaan.

VI. Stress dan koping keluarga:

Ny. S.M. mengatakan bahwa di dalam keluarganya jika ada masalah diselesaikan dengan berunding bersama-sama untuk mencari jalan yang terbaik.

VII. Pemeriksaan fisik: a. Ny. S.M. Saat dilakukan pengkajian tekanan darah 160/100 mmHg. HR 88 kali permenit teratur. Bunyi jantung S1S2 tunggal . Pernapasan 20 x/menit teratur ronchi -/-, rales -/- ,wheezing-/-. Addomen datar, nyeri tekan nyeri lepas (-) . Ekstermitas atas dan bawah bebas edema (- ), keluhan nyeri (-). b. Tn. S. Dari hasil pemeriksaan fisik tidak didapatkan kelainan pada sistem organ. Tekanan darah 120/70 mmHg, nadi 80 x/menit, RR 18 x/menit. c. Ny. Y. Tekanan darah 120/80 mmHg, nadi 84 x/menit teratur , RR 16 x/menit.. d. Tn. I Tekanan darah dalam batas normal 110/80 mmHg, nadi 80 x/menit, RR 16 x/menit.

VIII. Harapan keluarga: Keluarga berharapkan keluarganya tetap sehat dan petugas dapat membantu mengatasi masalah yang dihadapi oleh keluarganya dan keluarga mengetahui apa yang harus dilakukan dalam menangani penyakit ibunya. Kesimpulan Keluarga Ny. S.M merupakan keluarga dengan keadaan ekonomi pas-pasan. Dimana penghasilan keluarga berasal dari Ny. S.M. dan Tn. S.M. keadaan rumah permanen, penerangan alami siang hari kurang, ventilasi kurang dengan lantai agak kotor, dan tampak pakai banyak tergantung dikamar, digudang yang terbuka dan didepan dapur banyak barangbarang yang tidak tersusun dengan rapi. Keluarga kurang mengetahui bagaimana perawatan pada anggota keluarga yang menderita tekanan darah tinggi. MCK bergabung dengan

keluarga anaknya dan berada diluar rumah. Keluarga mempergunakan air mineral isi ulang untuk minum sedangkan untuk masak dari PDAM sedangkan untuk MCK menggunakan air sumur. Ny. S.M. berusia 65 tahun menderita hipertensi ( tekanan darah ) sejak 3 tahun yang lalu pada saat dilakukan pengkajian sehingga keluarga bingung kalau 160/100 mmHg. Ny. S.M. mengatakan tidak cocok penyakitnya kambuh. Ny.S.M. tidak mengetahui berobat ke Puskesmas jadi selama ini ia berobat ke balai Pengobatan tetapi biayanya besar pencegahan hipertensi dan perawatan hipertensi . Selama ini ia berobat kalau ada keluhan saja, ia akan merasa sehat kalau keluhannya tidak ada dan akan menghentikan pengobatannya. B. Analisa data
No. 1 Data Data Subyektif :
Ny. S.M. mengatakan bahwa ia tidak mengetahui bahaya penyakit tekanan darah tinggi yang dideritanya serta dan penanganan mengatakan memeriksakan maka ia bahwa ia pencegahan baru kalau akan ada tekanan darah, ia juga penyakitnya akan

Etiologi Ketidakmampuan
keluarga bahaya terjadi hipertensi. mengenal yang dapat pada

Masalah Resiko tinggi terjadi


komplikasi hipertensi. dari

keluhan saja , kalau keluhannya berkurang menghentikan pengobatannya. Ny.S.M. mengatakan tidak mengurangi garam dan mengatakan harus pantang tempe. Data Obyektif : 2. Tekanan darah Ny. S.M. 160/100 mmHg. Data Subyektif: Ny. SM mengatakan tidak ada jendela di ruang keluarga dibelakang Data Obyektif : Jendela ruang tamu dan kamar depan tidak dibuka , ventilasi dikamar dan ruang tamu dan kamar - kamar Ketidak keluarga memelihara lingkungan yang mempengaruhi kesehatan. rumah dapat mampuan dalam Resiko terjadi penyakit yang berhubungan dengan lingkungan

kurang, hanya dapur yang ada genteng kaca sebnyK 4 yang lainnya buah sedangkan ruang menggunakan penerangan

listrik. Tampak tumpukan barang-barang yang tidak teratur diruang sebelah kamar belakang dan didepan dapur.

C. Skoring 1. Resiko terjadi Komplikasi dari hipertensi sehubungan dengan ketidakmampuan keluarga dalam merawat anggota keluarga yang menderita tekanan darah tinggi
Kriteria 1. Sifat masalah Tidak sehat. Skor 3/3 x 1 = 1 Pembenaran Adalah kurang/ tidak sehat dan memerlukan penanganan yang secepatnya untuk mencegah peningkatan 2. Kemungkinan dapat diubah. Sebagian. 3. Potensi dicegah. Cukup 4. Menonjolnya masalah. Ada masalah tetapi tidak perlu ditangani Total skor 3 x1= masalah masalah x 2 = 1 tekanan darah atau terjadinya komplikasi akibat peningkatan tekanan darah. Masalah dapat diatasi sebagian karena keluarga kurang memiliki pengetahuan tentang cara merawat anggota keluarga yang menderita tekanan darah tinggi. untuk 2/3 x 1 = 2/3 Masalah dapat diubah karena penyakit hipertensi meruapakan tekanan darah. Keluarga tidak menyadari betapa pentingnya menjaga kestabilan tekanan darah pada penderita hipertensi suatu penyakit yang dapat dipertahanakan dengan menjaga keseim bangan

2. Resiko terjadi penyakit yang berhubungan dengan lingkungan kesehatan. Kriteria 1. Sifat masalah Ancaman kesehatan.

sehubungan dengan

ketidakmampuan keluarga dalam memelihara lingkungan rumah yang dapat menunjang Skor Pembenaran 2/3 x 1 = 2/3 Merupakan ancaman kesehatan karena dapat menimbulkan berbagia masalah kesehatan oleh

karena lingkungan yang kotor. 2. Kemungkinan masalah x 2 = 1 dapat diubah. Sebagian. dicegah. Cukup 4. Menonjolnya masalah. Ada masalah tetapi tidak perlu ditangani Total skor D. Diagnosa keperawatan 1. Resiko terjadi komplikasi hipertensi berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga dalam merawat anggota keluarga yang sakit tekanan darah tinggi 3 x1= Masalah dapat diatasi sebagian karena keluarga memiliki fasilitas dan kemauan untuk menjaga kebersihan lingkungannya. memiliki waktu yang cukup guna membersihkan rumah. Keluarga tidak menyadari bahwa lingkungan yang kotor dapat menimbulkan penyakit.

3. Potensi masalah untuk 2/3 x 1 = 2/3 Masalah dapat diubah karena anggota keluarga

2. Resiko terjadi penyakit yang berhubungan dengan lingkungan sehubungan dengan ketidakmampuan keluarga dalam memelihara lingkungan yang dapat meunjang kesehatan. E. Intervensi
Tujuan Umum 1. Resiko terjadi komplikasi Setelah dari berhubungan dalam keluarga merawat yang hipertensi lakukan dengan watan/ anggota diharapkan sakit keluarga mam pu merawat anggota keluarga menderita tekanan tinggi. darah yang - Menyebutkan tanda dan gejala peningkatan darah. - Menyebutkan akibat yang bisa terjadi bila tekanan darah tidak terkontrol terjadinya tekanan - Menyebutkan 2 akibat yang mungkin terjadi dari 3. Jelaskan tentang akibat dari peningkatan tekanan darah. peningkatan tekanan darah. - Menyebutkan 2 dari 3 tanda 2. Jelaskan peningkatan tekanan darah. darah. - Menyebutkan akibat yang bisa terjadi pada peningkatan tekanan darah: stroke dan sakit jantung. tentang tanda/ terjadinya peningkat an tekanan Khusus di Keluarga mampu: pera- - Menyebutkan kun- tentang 3x penyebab kemung kembali kinan terjadinya Verbal: - Menyebutkan kemungkinan terjadinya tekanan darah. pe2 pedari 3 1. Jelaskan kepada keluarga tentang Keluarga: kemungkinan penyebab tejadinya - Menyebutkan tekanan darah tinggi. kemung kinan penyebab terja- dinya peningkatan tekanan darah ; karena banyak makan asinasindan berlemak. gejala - Menyebutkan tanda peningkatan tekanan darah. makan yang

nyebab

ningkatan

ketidakmampuan keluarga jungan

tekanan darah tinggi.

tekanan darah tinggi

- Menunjukkan makan- an yang boleh dan tidak boleh di

2. Resiko terjadi penyakit Setelah


yang berhubungan dengan lingkungan

Keluarga dapat: - Menyebutkan syarat kemdari rumah rumah sehat. - Menyebutkan bali dampak lingkungan

Verbal:

Keluarga mampu: - Menyebutkan 3 syarat rumah yang sehat. manfaat rumah yang bersih.

1. Jelaskan sehat.

kepada

keluarga Keluarga mampu: syarat dari rumah yang

dilakukan

tentang syarat rumah yang - Menyebutkan kembali kepada keluarga sehat. akibat rumah

ecemasan

kunjungan 2x beberapa

keluarga sehubungan Keluarga dengan diharapkan ketidakmampuan mampu keluarga memelihara lingkungan yang mempengaruhi kesehatan. rumah dalam memelihara lingkungan rumah dapat sehat.

- Menyebutkan 2 dari 3 2. Jelaskan

tentang hal-hal dapat terjadi - Menyebutkan sehat (lembab, kurang sinar lingkungan matahari, bak mandi jarang yang tidak sehat. dikuras). tentang pembagian menjaga kepada

akibat rumah yang kurang yang bisa timbul akibat

yang tidak sehat. kebersihan Non verbal: - Rumah tampak rapi dan rumah bergantungan. - Membersihkan setiap hari. - Membersihkan rumah lingkungan

yang - Menjaga

- Keluarga mau melipat tugas an. membersih secara kan keluarga teratur. rumah

tidak ada baju yang 3. Diskusikan dengan keluarga baju yang bergantungdalam rumah. kamar 4. Anjurkan kebersihan - Keluarga

terutama kamar. - Merapikan baju yang bergantungan. - Membersihkan

lingkungan secara teratur. Tujuan Umum Khusus

rumah

mandi secara teratur.

untuk tungan.

membuka

jendela,

melipat baju yang bergan-

5. Anjurkan untuk

kepada tetap

keluarga menjaga

kebersihan lingkungan rumah. 6. Beri pujian untuk tindakan yang tepat.

F. Implementasi. Tanggal No. DP


15/2/02 I

Pelaksanaan
akibat ada faktor keturunan,

1. Menjelaskan kepada anggota keluarga factor-faktor yang menyebabkan terjadinya tekanan darah tinggi yaitu; peningkatan usia, dan tidak mejaga keseimbangan makanan. 2. Menjelaskan kepada keluarga tentang tanda dan gejala dari peningkatan tekanan darah antara lain: - Kepala pusing. - Tengkuk/ leher terasa kaku. - Mata berkunang-kunang. 3. Menjelaskan kepada keluarga dampak yang bisa terjadi akibat dari tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol yaitu gangguan pada system organ seperti otak, mata, jantung, dan ginjal yang pada akhirnya dapat menyebabkan kematian . 4. Menjelaskan kepada keluarga dan pasien tentang penanganan hipertensi: pengobatan Hipertensi memerlukan waktu yang panjang / seumur hidup tujuan pengobatan hipertensi adalah untuk mencegah terjadinya komplikasi dengan cara mempertahankan tekanan darah dibawah 140/90 mm Hg.

5. Menjelaskam kepada

keluarga

cara mencegah tekanan darah

tinggi yaitu dengan cara memodifikasi gaya hidup seperti : Mengurangi konsumsi garam Menghindari kegemukan Membatasi konsumsi lemak Olahraga teratur Makan banyak sayur segar Tidak merokok dan tidak minum alkohol Latihan relaksasi atau meditasi Berusaha membina hidup yang positif. 6. Menganjurkan keluarga untuk melakukan kontrol secara teratur dan

minum obat sesuai dengan anjuran dokter.

18/2/02

II

1. Menjelaskan kepada keluarga pentingnya menjaga kebersihan rumah dan dampak yang bisa muncul akibat rumah yang kurang bersih dan sirkulasi udara tidak lancar serta ruangan yang kurang sinar matahari, antara lain: - Banyaknya nyamuk. - Mempercepat penularan penyakit. - Menyebabkan kuman-kuman yang menyebabkan penyakit pernafasan (seperti batuk, flu, pilek, alergi) mudah berkembang biak. 2. Menjelaskan kepada keluarga beberapa syarat rumah sehat antara lain: - Penerangan dengan sinar matahari yang cukup. - Sirkulasi udara yang lancar. - Lingkungan dan kondisi rumah bersih. 3. Mendiskusikan dengan Ny. S.M. dan keluarga untuk keterlibatan seluruh anggota keluarga. 4. Menganjurkan anggota keluarga untuk membuka jendela diruang tamu dan dikamar tidur selebar-lebarnya setiap hari agar sirkulasi udara lancar. 5. Menyarankan kepada keluarga untuk menjaga kebersihan rumah secara bergantian.

G. Evaluasi Tgl Evaluasi


yang bergantungan, serta menyapu lantai. - Ny. S.M. mengatakan bahwa ia sudah menyuruh anaknya untuk menguras bak kamar mandi dan sudah di lakukannya. O: - Rumah tampak bersih dan rapi. - Jendela rumah ruang tamu dan kamar dibuka lebar-lebar. - Barang-barang diatur dengan rapid an yang tidak berguna sudah disingkirkan. A: Masalah teratasi. P: Rencana perawatan dihentikan. 21/2/02 S: - Ny. S.M. mengungkapkan sakit kepalanya sudah tidak muncul lagi 21/2/02 S: - Ny. S.M. mengatakan bahwa ia sudah membersihkan kamarnya dan melipat baju

- Ny. S.M. mengatakan akan kontrol secara teratur sesuai anjuran dokter dan akan selalu minum obat yang diberikan dokter. O: - Tekanan darah 140/90 mmHg. - Masakan yang dikonsumsi oleh Ny. S.M. sudah tidak asin lagi dan dibedakan dengan anggota keluarga yang lain. A: Masalah teratasi. P: Rencana perawatan dihentikan.