Anda di halaman 1dari 3

Meningitis: tatalaksana, perawatan penunjang, pemantauan, komplikasi

Tatalaksana Antibiotik

Berikan pengobatan antibiotik lini pertama sesegera mungkin. o seftriakson: 100 mg/kgBB IV-drip/kali, selama 30-60 menit setiap 12 jam; atau
o

sefotaksim: 50 mg/kgBB/kali IV, setiap 6 jam.

Pada pengobatan antibiotik lini kedua berikan:


o o

Kloramfenikol: 25 mg/kgBB/kali IM (atau IV) setiap 6 jam ditambah ampisilin: 50 mg/kgBB/kali IM (atau IV) setiap 6 jam

Jika diagnosis sudah pasti, berikan pengobatan secara parenteral selama sedikitnya 5 hari, dilanjutkan dengan pengobatan per oral 5 hari bila tidak ada gangguan absorpsi. Apabila ada gangguan absorpsi maka seluruh pengobatan harus diberikan secara parenteral. Lama pengobatan seluruhnya 10 hari. Jika tidak ada perbaikan:
o

Pertimbangkan komplikasi yang sering terjadi seperti efusi subdural atau abses serebral. Jika hal ini dicurigai, rujuk. Cari tanda infeksi fokal lain yang mungkin menyebabkan demam, seperti selulitis pada daerah suntikan, mastoiditis, artritis, atau osteomielitis. Jika demam masih ada dan kondisi umum anak tidak membaik setelah 35 hari, ulangi pungsi lumbal dan evaluasi hasil pemeriksaan CSS

Jika diagnosis belum jelas, pengobatan empiris untuk meningitis TB dapat ditambahkan. Untuk Meningitis TB diberikan OAT minimal 4 rejimen:
o o o o

INH: 10 mg/kgBB /hari (maksimum 300 mg) - selama 69 bulan Rifampisin: 15-20 mg/kgBB/hari (maksimum 600 mg) selama 6-9 bulan Pirazinamid: 35 mg/kgBB/hari (maksimum 2000 mg) - selama 2 bulan pertama Etambutol: 15-25 mg/kgBB/hari (maksimum 2500 mg) atau Streptomisin: 30-50 mg/kgBB/hari (maksimum 1 g) selama 2 bulan

Steroid

Prednison 12 mg/kgBB/hari dibagi 3-4 dosis, diberikan selama 24 minggu, dilanjutkan tapering off. Bila pemberian oral tidak memungkinkan dapat diberikan deksametason dengan dosis 0.6 mg/kgBB/hari IV selama 23 minggu.

Tidak ada bukti yang cukup untuk merekomendasikan penggunaan rutin deksametason pada semua pasien dengan meningitis bakteri. Perawatan Penunjang Pada anak yang tidak sadar:

Jaga jalan napas Posisi miring untuk menghindari aspirasi Ubah posisi pasien setiap 2 jam Pasien harus berbaring di alas yang kering Perhatikan titik-titik yang tertekan.

Tatalaksana pemberian cairan dan Nutrisi Berikan dukungan nutrisi dan cairan sesuai dengan kebutuhan. Lihat tata laksana pemberian cairan dan nutrisi. Pemantauan Pasien dengan kondisi ini harus berada dalam observasi yang sangat ketat.

Pantau dan laporkan segera bila ada perubahan derajat kesadaran, kejang, atau perubahan perilaku anak. Pantau suhu badan, denyut nadi, frekuensi napas, tekanan darah setiap 6 jam, selama setidaknya dalam 48 jam pertama. Periksa tetesan infus secara rutin.

Pada saat pulang, nilai masalah yang berhubungan dengan syaraf, terutama gangguan pendengaran. Ukur dan catat ukuran kepala bayi. Jika terdapat kerusakan syaraf, rujuk anak untuk fisioterapi, jika mungkin; dan berikan nasihat sederhana pada ibu untuk melakukan latihan pasif. Tuli sensorineural sering terjadi setelah menderita meningitis. Lakukan pemeriksaan telinga satu bulan setelah pasien pulang dari rumah sakit. Komplikasi Kejang

Jika timbul kejang, berikan pengobatan sesuai dengan tatalaksana kejang

Hipoglikemia

Jika timbul hipoglikemia, berikan glukosa sesuai dengan tatalaksana hipoglikemi

Tindakan kesehatan masyarakat Bila terjadi epidemi meningitis meningokokal, nasihati keluarga untuk kemungkinan adanya kasus susulan pada anggota keluarga lainnya sehingga mereka dapat melaporkan dengan segera bila hal tersebut ditemukan.