Anda di halaman 1dari 24

ASUHAN KEPERAWATAN PADA Ny.

S DENGAN ABORTUS INCOMPLETUS DI BANGSAL KENANGA RSUD WATES

disusun oleh : TRI WAHYUNI NIM. 03046

AKADEMI KEPERAWATAN PEMERINTAH KABUPATEN PURWOREJO 2006

KONSEP DASAR

A. Pengertian Abortus incomplitus adalah hanya sebagian dari hasil konsepsi keluaran, sisa yang ketinggalan/ plasenta. Abortus incompletus adalah pengeluaran sebagian hasil konsepsi pada kehamilan sebelum 20 minggu dengan masih ada sisa tertinggal dalam uterus. (Prawirohardjo, 1994, hal : 307) Abortus incompletus adalah apabila janin dan plasenta tampak dikeluarkan sebagai suatu konsep utuh, sejumlah jaringan plasenta sering sering sering robek lepas dan tetap menempel pada dinding uterus. (Benzion Taher, M.D. HAL : 62) Abortus incompletus adalah proses abortus dimana sebagian konsepsi telah keluar melalui jalan lahir. (Dr. Chrisdiono M. Achadiat, SpOG : 26) B. Penyebab Abortus incompletus terjadi karena : Terjadi pada kehamilan yang lebih besar Umur kehamilan yang lebih muda daripada 8 minggu Ibu hamil yang menderita berbagai penyakit : Infeksi virus rubela, herpes simpleks, sitomegali, campak, hepatitis Penyakit kronis Penyakit endokrin Malnutrisi Pengaruh toksin Trauma psikis Akibat laparatomi Keracunan obat Penyakit diabetes melitus Terken polio

C. Manifestasi Klinik Biasanya terjadi pada kehamilan yang lebih besar yaitu lebih dari 8 minggu. Setelah terjadi pendarahan dan pembukaan pada serviks, kantong kehamilan menonjol keluar dan His yang terjadi melepaskan konseptual dari tempat implamantasinya dan keluar melalui ostium uteri. Keadaan yang sering terjadi adalah setelah ketuban menonjol lalu pecah dan diikuti keluarnya fetus plasenta sebagian atau seluruhnya tertahan. Inilah yang menyebabkan pendarahan berlangsung terus karena sisa konseptus yang tertahan mencegah uterus berkontraksi dengan baik sehingga masih terdapat pembuluh darah yang belum tertutup. Jika yang tersisa sangat sedikit akan terjadi pelepasan perlahan-lahan. Sisa yang lebih besar akan menimbulkan perdarahan yang dapat berlangsung berharihari malahan bisa berbulan-bulan. Abortus incompletus seperti ini lebih sering terjadi pada kehamilan yang lebih besar walaupun bisa juga terjadi pada umur kehamilan yang lebih muda daripada 8 minggu. (Dr. TMA Chalik, Sp.OG hal : 21) D. Tanda dan Gejala 1. Data Subyektif - Nyeri Abdomen adalah Nyeri suprapubik terjadi akibat kontraksi uterus dalam usaha mengeluarkan isi uterus. Mula-mula nyeri cenderung ringan dan intermiten, tetapi secara bertahap menjadi lebih hebat. - Perdarahan pervagina ini merupakan gejala yang paling khas dari abortus incomplitus. Jumlah perdarahan cenderung lebih banyak daripada darah haid biasa : perdarahan mungkin hebat dan bahkan cukup berlebihan untuk menyebabkan syok hipovolemik. - Selama jaringan plasenta tetap melekat sebagian pada dinding uterus, maka kontraksi miometrum terganggu, pembuluh darah di dalam segmen telanjang pada tempat plasenta berdarah hebat. Pasien dapat mengeluarkan banyak bekuan darah atau janin yang dapat dikenal atau jaringan plasenta. - Gejala haid : Biasanya pasien telah melewatkan dua siklus haid, karena abortus incomplitus cenderung terjadi kira-kira 10 minggu setelah mulainya siklus haid terakhir.

- Gejala kehamilan : Banyak pasien sadar akan hilangnya gejala kehamilan subjektif. Gejala ini mungkin menandakan kematian janin intrauteri yang mendahului abortus spontan. 2. Data Objektif - Pemeriksaan umum : suhu badan normal, kecuali ada infeksi penyerta nadi, tekanan darah dan pernapasan normal, kecuali abortus terinfeksi atau hipovolemia akibat perdarahan berlebihan. - Pemeriksaan abdomen : Abdomen biasanya lunak dan nyeri tekan - Pemeriksaan pelvis. Pada pemeriksaan spekulum, sering vagina mengandung banyak bekuan darah dan serviks tampak mendatar dan dilatasi jaringan plasma dapat terlihat di osteum uteri atau vagina. Pada pemeriksaan vagina, serviks lunak, dilatasi dan mendatar. Jaringan plasenta atau bekuan darah atau keduanya dapat teraba. Uterus membesar dan lunak. Daerah adneksa normal. E. Pemeriksaan 1. Pemeriksaan laboratorium darah : Hb, Leukosit, Trombosit, Hematokrit, dan Golongan darah untuk mengkaji perubahan dan mengevaluasi efek kehilangan darah pada pembedahan. 2. Kimia klinik : Ureum, kreatinin, GDS, kultur urine, darah vaginal dan lokhea. 3. Pemeriksaan fisik Auskultasi : Leopoid I Leopoid II Leopoid III Leopoid IV Konsep Keperawatan a. Pengkajian dasar data pasien Tinjauan ulang catatan prenatal sampai adanya terjadi abortus incomplitus b. Sirkulasi Kehilangan darah selama terjadi perdarahan karena abortus

c. Integritas Ego

Dapat menunjukkan labilitas emosional dari kegembiraan sampai ketakutan, marah atau menarik diri klien/ pasangan dapat memiliki pertanyaan atau salah terima peran dalam pengalaman kelahiran. Mungkin mengekpresikan ketidak mampuan untuk menghadapi suasana baru. d. Eliminasi Kateter urinarius mungkin terpasang : urin jernih pusat, bising usus tidak ada e. Makanan/ cairan Abdomen lunak dengan tidak ada distensi pada awal f. Neurosensorik Kerusakan gerakan pada sensori dibawah tindak anestesi spinal epidural g. Nyeri/ kenyamanan Mungkin mengeluh ketidaknyamanan dari berbagai sumber : misal nyeri penyerta, distensi kandung kemih/ abdomen, efek-efek anestesi : mulut mungkin kering. h. Pernapasan Bunyi paru jelas dan vesikuler i. Keamanan Jalur parenteral bila digunakan resiko terkena infeksi karena pemasangan infus dan nyeri tekan. j. Seksualitas Fundus kontraksi kuat dan terletak di umbilikus k. Pemeriksaan Diagnostik Jumlah darah lengkap, hemoglobin/ hematokrit (Hb/Ht). Mengkaji perubahan dari kadar efek kehilangan darah pada pembedahan urinalisis, kultur urine, darah vaginalm, dan lokhea : Pemeriksaan tambahan didasarkan pada kebutuhan individual. (Doengoes, MZ, & Mary P.M., 2001)

Pathway

Kehamilan yang lebih muda/ besar

Penyakit yang diderita ibu (thypoid, kelainan endokrin, trauma dsb)

Abortus incompletus Sisa konseptus yang tertahan Sisa sedikit Mencegah uterus berkontraksi Perdarahan yang terus menerus Dilakukan tindakan curratage Kontinuitas jaringan terputus akibat pembersihan sisa plasenta Nyeri Kurang pengetahuan pasien tentang perawatan luka curratage (Dr. TMA Cholik, DsOG) F. Fokus Intervensi 1. Nyeri (akut) berhubungan dengan inkontinuitas jaringan, efek-efek anestesis Kriteria Hasil : a. Mengidentifikasi dan menggunakan intervensi untuk membatasi nyeri/ ketidaknyamanan dengan tepat. b. Tampak rileks, mampu tidak/ istirahatdengan tepat, nyeri berkurang. Intervensi a. Tentukan karakteristik dan ketidaknyamanan Sisa lebih besar

Terjadi pelepasan perlahan-lahan

Perdarahan yang berhari-hari Bedrest Penurunan aktivitas Lemah

Adanya luka Resti Infeksi

Perawatan luka pasca curratage Intoleransi aktivitas

b. Berikan

informasi

dan

petunjuk

antisipasi

mengenai

penyebab

ketidaknyamanan dan intervensi yang tepat. c. Evaluasi tekanan darah dan nadi, perhatikan perubahan perilaku yaitu kegelisahan karena kehilangan darah berlebihan dan kriteria nyeri. d. Ubah posisi klien, kurangi rangsangan yang berbahaya dan berikan gosokan punggung. e. Anjurkan penggunaan teknik pernafasan, relaksasi dan distraksi f. Lakukan latihan nafas dalam g. Berikan analgetik sesuai program 2. Resiko tinggi terhadap infeksi berhubungan dengan adanya tempat masuknya organisme sekunder terhadap tindakan curratage Kriteria Hasil : Tanda-tanda infeksi tidak muncul Intervensi : a. Kaji dan awasi tanda-tanda infeksi b. Kurangi masuknya organisme pada individu c. Ganti balutan dengan cara septik dan aseptik d. Lindungi individu yang defisiensi imunitas dari infeksi e. Berikan antibiotik sesuai program terapi 3. Intoleransi aktivitas berhubungan dengan peningkatan kebutuhan sekunder akibat pasca abortus Kriteria Hasil : Dapat memperlihatkan kemajuan dalam beraktivitas Intervensi : a. Monitor TTV b. Kaji respon individu terhadap aktivitas c. Tingkatkan aktivitas secara bertahap d. Instruksikan klien untuk konsultasi kepada dokter dan ahli terapi fisik. 4. Kurang pengetahuan mengenai perubahan fisiologis periode pemulihan, perawatan diri, dan kebutuhan perawatan pasca abortus berhubungan dengan kurang informasi. Kriteria Hasil : Dapat memahami tentang perubahan fisiologis periode pemulihan, kebutuhan-kebutuhan individu melakukan aktivitas/ prosedur yang perlu.

Intervensi : a. Kaji kesiapan dan motivasi klien untuk belajar. b. Berikan rencana penyuluhan tertulis dengan menggunakan format standarisasi c. Berikan informasi tentang perubahan psikologis dan fisiologis yang normal d. Tinjau ulang kebutuhan-kebutuhan perawatan diri. (Doengoes, ME, 2000)

RESUME KEPERAWATAN 1. Tanggal pengkajian 2. Nama pengkaji 3. Ruang 4. Waktu pengkajian A. Identitas 1. Identifikasi Klien Nama Umur Alamat Pendidikan Agama : Ny. S : 38 tahun : Karang Wuluh, Temon, Kulon Progo : SLTP : Islam : 12 Januari 2006 : Tri Wahyuni : Kenanga : 08.55 WIB

Jenis kelamin : perempuan

Suku / bangsa : Jawa/ Indonesia Tanggal masuk : 11 Januari 2006 No. RM : 367648 Diagnosa medis : Abortus incompletus 2. Identitas Penanggung Jawab : Nama Umur Alamat Pekerjaan Agama : Tn. U : 42 tahun : Karang Wuluh, Temon, Kulon Progo : Petani : Islam

Jenis kelamin : Laki-laki

Hubungan dengan klien : Suami B. Riwayat Kesehatan a. Keluhan utama Pasien mengatakan takut dan cemas b. Riwayat penyakit sekarang Pasien mengatakan 1 hari sebelum dibawa ke RS pasien tiba-tiba mengalami perdarahan. Kemudian pasien ke Puskesmas dan dirujuk ke RSUD Wates di Poli Kandungan pada tanggal 11 Januari 2006 jam 10.36 G 2P1A0 hamil 3

bulan. Setelah USG ternyata pasien mengalami abortus incompletus. Kemudian dari polikandungan dibawa ke ruang bersalin/ kenanga dengan KU: sedang, tekanan darag 110/70 mmHg. Tinggi fundus uteri tidak teraba. Dan keluar darah sedikit, saat dikaji pasien mengatakan agak cemas dengan tekanan darah 110/70 mmHg, Nadi : 80 x/mnt, suhu : 36 60C. Pasien belum mendapat terapi, rencana akan dicurratage. c. Riwayat Obstetrik Pasien mengatakan siklus mentruasi 28 hari lamanya 3-7 hari. Hari pertama haid terakhir (HPHT) pada tanggal 28 Oktober 2005. TFU tidak teraba dan tidak terdengar Djj. d. Riwayat KB Pasien sebelumnya pernah KB yaitu KB suntik tapi kemudian berhenti karena badan menjadi gemuk. e. Rencana KB Pasien mengatakan setelah ini akan melakukan KB IUD/ spiral f. Riwayat Persalinan Pasien mengatakan sebelumnya dia pernah melahirkan 1 anak. Anak pertama laki-laki berat badan lahir 2800 gram dan lahir spontan g. Riwayat Penyakit Dahulu Pasien sebelumnya belum belum pernah mengalami abortus. Pasien sudah pernah mengalami persalinan di Bidan dan belum pernah dirawat di RS. h. Riwayat Penyakit keluarga Pasien mengatakan ibu pasien pernah mengalami abortus 1 kali. C. Pola Pengkajian Fungsional Gordon 3. Persepsi Kesehatan - Pola manajemen kesehatan Saat dikaji : Pasien mengatakan apabila ada anggota keluarga yang sakit yang dilakukan klien membawakannya ke Puskesmas/ bidan. 4. Pola Nutrisi dan Metabolik Sebelum sakit : pasien makan 3x sehari dengan nasi, lauk, sayur dan minum 7-8 gelas tidak ada pantangan. Saat dikaji : pasien makan nasi, lauk, sayur dan minum 6-7 gelas tidak masalah.

10

5. Pola Eliminasi Sebelum sakit : pasien BAK 4-5 kali seharu warna kuning, bau khas dan BAB 1-2 kali sehari warna kuning, konsistensi lembek, bau khas. Saat dikaji : pasien tidak mengalami gangguan dalam beraktivitas dan tidak dibantu keluarga. 6. Pola Latihan dan aktivitas Sebelum sakit : pasien dalam beraktivitas tanpa bantuan orang lain. Saat dikaji : pasien tidak mengalami gangguan dalam beraktivitas dan tidak dibantu. 7. Pola persepsi dan kognitif Sebelum sakit dan saat dikaji pasien mengatakan belum tahu bagaimana merawatnya.setelah dilakukan curratage dan bagaimana efeknya. 8. Pola Istirahat dan Tidur Sebelum sakit : pasien biasa tidur 7-8 jam perhari tidak pernah tidur siang dan tidak ada masalah. Saat dikaji : pasien mengatakan bisa tidur seperti hari biasa. 9. Konsep diri dan Persepsi diri a. Gambaran diri Pasien mengatakan suka pada bagian tubuh semuanya tidak ada yang tak disukainya. b. Ideal diri Pasien mengatakan ingin menjadi ibu yang baik bagi anak dan keluarga c. Peran Pasien seorang ibu berumur 24 tahun berperan sebagai ibu dari 1 putra. d. Harga diri Pasien senang menjadi ibu dari 1 putra dan istri bagi seorang suami, dan merasa dihargai. 10. Pola Peran dan Hubungan Sebelum sakit : pasien berhubungan dengan keluarga dan tetangga baik. Saat dikaji Tidak dikaji. : hubungan dengan keluarga, perawat, dan pasien lain baik. 11. Pola Reproduksi dan Seksual

11

12. Pola koping Sebelum sakit : pasien mengatakan jika ada masalah selalu cerita dengan suami dan orang tuanya. Saat dikaji : pasien juga sedang bercerita dengan suami dan orang tuanya. 13. Pola keyakinan dan nilai Sebelum sakit : pasien biasa sholat 5 waktu dan selalu berdoa kepada Alloh SWT. Saat dikaji : pasien hanya berdoa dan menyerahkan seluruhnya kepada Alloh. D. Pemeriksaan Fisik Keadaan Umum, Sedang, Cmpos mentis Tanda-tanda Vital ; TD= 110/70 mmHg N= 80 x/mnt S=36,6 0C Pemeriksaan Cepalo Caudal Kepala Mata : Rambut agak panjang berombak, warna hitam, bersih. : Simetris konjungtiva merah muda, penglihatan jelas tidak menggunakan alat bantu. Hidung : Tidak ada polip, tidak ada gangguan penciuman Telinga : Simteris, tidak ada ganggun-gangguan pendengaran. Mulut Leher Dada : Bersih, tidak ada stomatis, mukosa mulut lembab. : Tidak ada pembesaran kelenjar tiroid, JVP Normal : Simetris, payudara simetris tidak ada benjolan atau kelainan.

Abdomen: Bunyi peristaltik (+), striae tidak ada Punggung: Tidak terdapat luka decubitus Vagina Perianal : Perdarahan sedikit warna merah muda. Rektum : Tidak terjadi hemoroid Ektrimitas: Ekstrimitas atas tangan kiri terpasang infus KAEN BB, ektrimitas bawah dapat bergerak bebas. E. Pemeriksaan Penunjang Laboratorium tanggal Golongan darah Hemoglobin Leukosit :A : 12,49 % : 11,600

12

LED

: 55/70 mm/jam - Cosinofil 2% - Basofil 0% - N. Batang 2% N 1-3 N 0-1 N 2-6

N L < 14

P<20

Jenis Leukosit :

F. Terapi Tanggal 11 Januari 2006 - Terapi cairan KA EN MG 3 Terapi tanggal 12 Januari 2006 - Terapi oral : Ampicilin 3 x 500 mg Asam mefenamat 3 X - Diit : Nasi

13

ANALISA DATA Nama : Ny. S Ruang : Kenanga No RM : 367648 TANGGAL NO 11-01-06 I 09.00

DATA FOKUS PROBLEM ETIOLOGI DS : Pasien Cemas Kurang mengatakan pengetahuan perasaannya agak cemas DO : Pasien terlihat kawatir Raut wajah was-was DS : Pasien Kurang mengatakan pengetahuan tidak tau tentang penyakit dan pengobatannya DO : Pasien terlihat bingung pasien bertanya DS : Pasien Nyeri menyatakan nyeri pada daerah abdomen, skala 3 nyeri hilang timbul seperti ditusuk DO : Pasien tampak meringis pasien tampak memegangi perut DS : Resiko DO : terdapat luka tinggi pada daerah infeksi uterus Kurang informasi

PARAF

II

III

Inkontinitas jaringan akibat pembersihan sisa plasenta.

12-01-06 09.00

IV

Tempat masuknya Organisme sekunder terhadap tindakan curratage

14

DIAGNOSA KEPERAWATAN Nama : Ny. S Ruang : Kenanga No RM : 367648 NO. DIAGNOSA KEPERAWATAN DX I Cemas berhubungan dengan kurang pengetahuan. II III Kurang pengetahuan berhubungan dengan kurang informasi Nyeri (akut) berhubungan dengan 12-01-2006 inkontinuitas jaringan akibat pembersihan sisa plasenta IV Resiko tinggi infeksi berhubungan dengan tempat masuknya mikroorganisme sekunder akibat tindakan curratage. 12-01-2006 11-01-2006 TGL DITEMUKAN 11-01-2006 PARAF

15

RENCANA KEPERAWATAN Nama : Ny. S Ruang : Kenanga No RM : 367648


Tanggal
11-01-06 09.00

No Dx
I.

Tujuan dan Kriteria Hasil


Setelah dilakukan tindakan kepewatan selama 1x24 jam diharapkan cemas dapat teratasi dengan kriteria hasil : - Pasien terlihat tenang - Tidak terlihat kawatir

Intervensi
- Dorong klien untuk mengungkapkan perasaannya. - Bina hubungan saling percaya - Berikan lingkungan yang tenang - Berikan dan ajarkan teknik relaksasi - Kaji tingkat pengetahuan klien - Berikan pendidikan kesehatan . - Kaji kesiapan dan kemampuan pasien memahami informasi. - Berikan segala informasi tentang segala yang belum diketahui. - Kaji KU dan keluhan pasien - Monitor TTV - Kaji intensitas skala nyeri - Posisikan senyaman mungkin dan anjurkan istirahat - Ajarkan teknik relaksasi - Berikan terapi sesuai program : Analgetik - Monitor TTV - Observasi tanda-tanda infeksi - Ganti balutan dengan cara septik dan aseptik - Berikan antibiotik sesuai program.

Paraf

II.

Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 1x30 menit, diharapkan kurang pengetahuan dapat teratasi kriteria hasil TD - Pasien mengerti tentang penyakit dan pencegahan

12-01-06 09.00

III.

Setelah dilakukan tinakan keperawatan 1x24 jam diharapkan nyeri berkurang atau teratasi dengan kriteria hasil : - Skala nyeri : 0 - Pasien tidak memegangi daerah nyeri - Pasien tidak meringis

IV.

Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 2x24 jam diharapkan infeksi tidak terjadi dengan kriteria hasil : - Tidak muncul tanda-tanda infeksi

16

IMPLEMENTASI Nama : Ny. S Ruang : Kenanga No RM : 367648 TGL/ NO JAM DX


11-01-06 08.50 I. II I

IMPLEMENTASI
Mengkaji KU dan Keluhan pasien Mendorong/ menganjurkan pasien untuk mengungkapkan perasaannya. Mengkaji tingkat pengetahuan klien Mengajukan kontrak untuk penkes Memberikan lingkungan yang tenang Mengkaji KU dan keluhan pasien Membina hubungan saling percaya.

RESPON
- KU pasien, sedang mengeluh, agak cemas - Pasien merasa agak cemas dan rindu pada anak-anak - Klien mengungkapkan belum mengerti tentang penyakitnya. - Pasien menerima kotrak - Pasien merasa tenang

PARAF

09.10

II

09.20

12-01-06 08.55

- KU pasien sedang pasien mengatakan sudah tidak cemas. - Pasien percaya - TD : 110/70 mmHg - S : 36 0C - N : 80 x/mnt - Pasien merasa siap

10.00

I. II

Mengkaji TTV

II

Mengkaji kesiapan dan kemampuan pasien memahami informasi. Memberikan pendidikan kesehatan Memberikan informasi tentang segala yang belum diketahui Mengajarkan teknik relaksasi memberikan lingkungan yang tenang Mengkaji KU dan keluhan pasien Mengkaji intensitas skala nyeri

11.00

I II II

- Pasien mendengarkan penjelasan - Pasien kooperatif

- Pasien kooperatif - Pasien merasa tenang - Pasien KU, sedang, mengeluh nyeri perut skala 3. - Pasien mengatakan nyeri.

12-01-06 12.00

III IV III

17

TGL/ JAM
12.10 12.15 14-01-06 05.30

NO DX
III

IMPLEMENTASI
Memposisikan pasien senyaman mungkin dan anjurkan istirahat/ bedrest. Mengajarkan teknik relaksasi Memonitor TTV

RESPON
- Pasien mengikuti anjuran - Pasien kooperatif - TD : 120/80 mmHg - S : 36,2 0C - N : 84 x/mnt - KU pasien sedang Pasien mengatakan sudah tidak nyeri. - Skala nyeri pasien O - Tidak timbul tandatanda infeksi - Terapi oral masuk

PARAF

III IV

Mengkaji KU dan keluhan pasien 05.45 06.00 06.15 III IV III, IV Mengkaji intensitas skala nyeri Mengobservasi tanda-tanda infeksi Memberikan terapi oral sesuai program : Ampicilin 500 mg Memberikan diit sesuai program nasi Menganjurkan pasien untuk istirahat

III

- Pasien mengikuti anjuran

18

EVALUASI Nama : Ny. S Ruang : Kenanga No RM : 367648 Tgl / jam 1201-06 07.00 No. Dx I. EVALUASI (SOAP) S : Pasien mengatakan sudah tidak cemas O : - Pasien terlihat tenang - Pasien tidak was-was dan gelisah - TTV TD : 110/70 mmHg N : 80 x/mnt S : 36 0C A : Masalah teratasi P : Pertahankan kondisi S : Pasien mengatakan sudah paham dan mengerti tentang penyakit O : - Pasien sudah tidak bingung - Pasien dapat menjawab pertanyaan A : Masalah teratasi P : Pertahankan kondisi S : Pasien mengatakan sudah tidak nyeri, skala nyeri 0 O : - Pasien terlihat rileks - Wajah pasien tidak terlihat meringis - TD : 120/80 mmHg N : 84 x/mnt S : 36,20C A : Masalah teratasi P : Pertahankan kondisi S:O : - tidak timbul tanda-tanda infeksi - TD : 120/80 mmHg N : 84 x/mnt S : 36,20C A : Masalah teratasi P : Pertahankan kondisi. Paraf

II

1401-06 07.00

III

IV

19

PLANING OF ACTION Topik Penyuluhan Waktu Sasaran Tempat : Perawatan Pasca Abortus (Keguguran) : Tri Wahyuni : 25 Menit : Ibu pasca abortus : Ruang Kenanga

Hari/ tanggal : Kamis, 12 Januari 2006

A. Tujuan Intruksional Umum Setelah dilakukan pelatihan 25 menit diharapkan dapat membantu ibu pasca abortus untuk melaksanakan perawatan dan cara-cara pencegahan agar tidak terulang kejadian tersebut. i. Tujuan Intruksional Khusus b. Pasien dapat menjelaskan pengertian abortus c. Pasien dapat menyebutkan jenis-jenis abortus dengan benar d. Pasien dapat melakukan perawatan sendiri dengan baik dan benar e. Pasien dapat menyebutkan tanda dan gejala f. Pasien dapat menyebabkan penyebab dari abortus b. Metode a. Ceramah b. Tanya jawab B. Media Media yang digunakan leaflet C. Materi Terlampir D. Evaluasi Terlampir

20

Lampiran STRATEGI PELAKSANAAN NO 1. WAKTU 5 mnt KEGIATAN PETUGAS Pra interaksi - Memberi salam - Mengingatkan kontrak - Menjelaskan tujuan KEGIATAN PASIEN - Menjawab salam - Ingat dengan kontrak yang telah disepakati - Mendengarkan dengan cermat penjelasan yang disampaikan petugas PARAF

2.

10 mnt

Interaksi - Menjelaskan abortus -

3. 10 mnt

pengertian - Pasien dan keluarganya mendengarkan penjelasan petugas Menjelaskan manfaat - Pandangan tertuju jenis-jenis abortus pada petugas yang mempraktekan dan menjelaskan tentang abortus tersebut. Menjelaskan penyebab - MenganggukMenjelaskan tanda dan anggukan kepala gejalanya tanda mengerti Menyebutkan pengobatan penjelasan petugas. dan pencegahannya

Terminasi a. Evaluasi - Menanyakan pengertian dari abortus - Menanyakan 5 dari 9 jenis-jenis abortus - Menanyakan penyebab terjadinya abortus - Menanyakan tentang tanda dan gejala abortus b. Reward - Memberikan pujian kepada pasien dan keluarga karena mampu menjawab c. Memberi salam Penutup

- Mampu menjelaskan pengertian - Mampu menyebutkan 5 dari 9 jenis abortus - Mampu menyebutkan 2 dari beberapa yang dijelaskan - Dapat menyebutkan tanda dan gejala abortus - Pasien merasa senang

- Menjawab salam

21

MATERI ABORTUS I. Pengertian Abortus adalah suatu istilah yang diberikan untuk semua kehamilan yang berakhir sebelum berat janin 500 gram, lama kehamilan kurang dari 28 minggu. II. Jenis-Jenis Abortus a. Abortus Completus Yaitu keluarnya seluruh hasil konsepsi sebelum umur kehamilan lengkap 20 minggu. b. Abortus habitualis Yaitu terjadinya tiga atau lebih abortus spontan berturut-turut c. Abortus Incompletus Yaitu keluarnya sebagian tetapi tidak seluruh hasil pembuahan sebelum umur kehamilan lengkap 28 minggu. d. Abortus Diinduksi Yaitu menghentikan kehamilan sengaja dengan cara apa saja sebelum umur kehamilan lengkap 20 minggu. e. Abortus Insipein Yaitu keadaan perdarahan dari intra uteri yang terjadi dengan dilatasi serviks. f. Abortus septik Yaitu abortus yang terinfeksi dengan penyebaran mikroorganisme g. Abortus spontan Yaitu pengeluaran hasil pembuahan tidak disengaja sebelum umur kehamilan kurang dari 20 minggu h. Abortus Iminens Yaitu abortus ini baru mengancam dan masih ada harapan untuk mempertahankannya. i. Missed Abortion Yaitu keadaan dimana janin telah mati sebelum minggu ke 22 tetapi tertahan di dalam rahim selama 2 bulan atau lebih setelah janin mati. III. Penyebab Berbagai penyakit ibu yang dapat menimbulkan abortus misal : 1. Infeksi akut yang berat : pneumonia, typus dll. 2. Kelainan endokrin, misal : kekurangan progesteron.

22

3. Trauma misalnya laparotomi atau kecelakaan 4. Kelainan alat reproduksi IV. Tanda dan Gejala Perdarahan terus menerus Nyeri Pada pemeriksaan : Belum ada pembukaan Akibat kontraksi rahim terjadi pembukaan V. Pencegahan Merubah kebiasaan ibu, seperti 1. merokok 2. kebiasaan minum alkohol, kopi, obat-obatan 3. Aktivitas yang berat 4. Kebiasaan makan yang buruk VI. Pengobatan Istirahat tirah baring Terapi obat

23

EVALUASI 1. Jelaskan pengertian tentang abortus? Jawab : Abortus adalah suatu istilah yang diberikan untuk semua kehamilan yang berakhir sebelum berat janin 500 gram, lama kehamilan kurang dari 28 minggu. 2. Sebutkan jenis-jenis abortus! Jawab : 1. Abortus Completus 2. Abortus habitualis 3. Abortus Incompletus 4. Abortus Diinduksi 5. Abortus Insipein 6. Abortus septik 7. Abortus spontan 8. Abortus Iminens 9. Missed Abortion 3. Sebutkan penyebab terjadinya abortus! Jawab : - Infeksi akut yang berat Jawab : 1. Merokok 2. Kebiasaan minum alkohol, obat-obatan 3. Aktivitas yang berat 4. Kebiasaan makan minum yang kurang bagus 5. Sebutkan tanda dan gejala abortus Jawab : - Perdarahan Nyeri Belum terlihat tanda-tanda partus Kelainan endokrin Trauma misalnya laparotomi atau kecelakaan Kelainan alat kendungan seperti tumor uterus

4. Sebutkan hal-hal yang perlu dihindari agar tidak terjadi abortus!

24