Anda di halaman 1dari 3

KEUANGAN PUBLIK ISLAM A.

Pendahuluan Untuk mencapai falah yang maksimum, tidak seluruh aktifitas ekonomi bisa diserahkan pada mekanisme pasar. Ada kalanya mekanismepasar gagal menyediakan barang dan jasa yang dibutuhkan oleh masyarakatataupun mekanisme pasar tidak bekerja secara fair dan adil, fair dalam artiberprinsipkan saling ridho dan adil dalam arti tidak berbuat zalim kepada pihak lain. Dalam hal ini pemerintah atau masyarakat perlu mengambil alih peran mekanisme pasar dalam menyediakan barang atau jasa tersebut. Permasalahan selanjutnya yang muncul adalah barang atau jasa apakahyang perlu disediakan masyarakat atau pemerintah, dari mana sumber danayang digunakan untuk penyediaan barang atau jasa tersebut, bagaimanaalokasi dan distribusi barang atau jasa yang disediakan oleh masyarakat ataupemerintah tersebut, apakah kriteria untuk memutuskan bahwa barang atau jasa tertentu layak disediakan oleh pemerintah atau masyarakat, dansebagainya. Oleh karena itu, dalam tahap awal perlu dikaji bagaimana keuanganpublic ini dipraktikkan oleh Rasulullah Saw, dan para sahabatnya, prinsip-prinsip apakah yang bisa disarikan dari sunnah Rasulullah Saw. dansahabatnya, dan bagaimana implementasi keuangan publik Islam dalam masakekinian. Diantara instrument keuangan publik Islam yang terbentuk sejak awal yaitu: zakat, infaq waqf dan sebagainya. B.Sejarah Keuangan Publik Islam 1.Keuangan Publik pada Masa Rasulullah Negara Islam pertama yang dibangun di dunia adalah negara yangdibangun Rasulullah di Madinah yang dikenal dengan nama negara IslamMadinah. Negara ini dibangun berlandaskan semangat keislaman yangtercermin dari al-Quran dan kepemimpinan Rasulullah. Modal utamayang dipergunakan untuk membangun negara ini bukanlah uangmelainkan semangat ketauhidan yang ditanamkan Rusulullah kepadamasyarakat Madinah. Pada waktu itu kaum muhajirin yang mengungsi dariMekkah dan datang ke Madinah tanpa membawa bekal yang cukup.Sementara di Madinah belum ada pemerintahan yang terorganisir denganbaik. Beberapa kebijakan diambil oleh Rasulullah untuk mengukuhkanpemerintahan yang ada. Sebagaimana diriwayatkan oleh Muslim,Rasulullah bersabda, kemiskinan membawa orang pada kekafiran.Makaupaya untuk mengentaskan kemiskinan merupakan bagian dari kebijakansosial yang dikeluarkan Rasulullah. Di antara kebijakan ekonomiRasulullah, guna memacu pertumbuhan kegiatan perekonomian yang adadi Madinah ketika itu adalah membangun masjid sebagai Islamic Center yang digunakan selain untuk beribadah juga untuk kegiatan kegiatan lainseperti tempat pertemuan parlemen, kesekretariatan, mahkamah agung,markas besar tentara, kantor urusan luar negeri, pusat pendidikan, tempat pelatihan bagi para penyebar luas agama, asrama, baitul maal, tempat paradewan dan utusan. Mempersaudarakan antara kaum mujahirin dengan kaum anshar.Kelompok anshar memberikan sebagian dari harta mereka kepada kaummuhajirin untuk dipergunakan dalam kegiatan produksi sampai kaummuhajirin dapat melangsungkan kehidupannya. Kebijakan lainnya yang diambil Rasulullah di antaranyamerehabilitasi muhajirin dari Makkah di Madinah, menciptakankedamaian dalam negara, mengeluarkan hak dan kewajiban kepada warganegaranya, membuat konstitusi negara, menyusun sistem pertahananMadinah, dan meletakkan dasar-dasar sistem keuangan negara. Dua perubahan besar yang dilakukan oleh Rasulullah pada masa ituadalah: Pertama , Islam telah membuang sebagian besar tradisi, ritual,norma, nilai simbul-simbul dari masa

lampau dan mengganti dengan yangbaru sesuai al-Qur an dan sunnah Rasul. Kedua , negara baru dibentuk tanpa menggunakan sumber keuangan ataupun moneter karena tidak diwarisi harta ataupun persediaan dari masa lampau. a.Sumber Utama Keuangan Negara Pada masa Rasulullah hampir seluruh pekerjaan yangdikerjakan tidak mendapatkan upah. Tidak ada tentara formal, semuamuslim yang mampu boleh menjadi tentara. Mereka tidak mendapatkan gaji tetap, tetapi diperbolehkan mendapat bagian rampasan perang. Pada masa perang Badar mulai diaturlah pembagian. harta rampasan perang dengan turunnya surat al-Anfaal: 41 Ketahuilah, sesungguhnya apa saja yang dapat kamu perolehsebagai rampasan perang, maka sesungguhnya seperlima untuk Allah, Rasul, kerabat Rasul, anak-anak yatim, orang-orangmiskin dan ibnu sabil, jika kamu beriman kepada Allah dankepada apa yang kami turunkan kepada hamba kami(Muhammad) di hari Furqaan, yaitu di hari bertemunya duapasukan. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. Pada tahun kedua Hijrah mulai diwajibkan zakat fitrah setiapbulan Ramadhan. Sedangkan zakat mal mulai diwajibkan pada tahunkesembilan Hijrah. Adapun harta kekayaan yang dikenai pajak adalahsebagai berikut; 18F. KesimpulanPada masa awal pemerintahan negara Islam, keuangan publik Islamidan kebijakan fiskal belum banyak berperan dalam kegiatan perekonomian.Rasulullah dan stafnya tidak mendapat gaji sebagaimana lazimnya suatupemerintahan. Penerimaan pemerintah hanya berasal dari sumbanganmasyarakat. Zakat belum diwajibkan pada awal pemerintah Islam tersebut.kalau Rasulullah membutuhkan dana untuk membantu fakir miskin, makaBilal biasa meminjam dari orang Yahudi.Sumber penerimaan lainnya pada awal tahun pemerintahan tersebutadalah harta yang diperoleh dari rampasan perang (Ghonimah) , Sumberkeuangan lainnya berasal dari Jizyah yaitu pajak yang dibayarkan olehkelompok nonmuslim. Sumber-sumber lainnya adalah Kharaj (pajak tanahyang dipungut dari nonmuslim), Ushr (bea impor).Dengan berjalannya waktu dan mulai terkumpulnya sumber-sumberkeuangan, pemerintahan mulai dapat membiayai berbagai pengeluaranterutama digunakan untuk mempertahankan eksistensi negara. Baru setelahitu, turun QS at-Taubah ayat 60 yang menyangkut ketentuan pengeluaran danazakat kepada delapan golongan . Dengan semakin berkembangnya Islam yang tercermin dengansemakin luasnya daerah kekuasaan pemerintahan Islam, maka peran darikegiatan keuangan publik semakin penting. Pengumpulan zakat melaluilembaga amil merupakan model pengumpulan dana zakat yang ada pada 19waktu itu. Lembaga Baitul Maal merupakan departemen keuangan

ataulembaga penyimpanan kas pemerintahan Islam yang berfungsi sebagaipenerima pendapatan dan membelanjakannya. 20 Daftar Pustaka AlQura n Al-Kaim.Hidayat, Mohammad. The Sharia Economic Pengantar Ekonomi Syariah , Jakarta:Zikrul Hakim, 2010.P3EI, Ekonomi Islam , Jakarta: Rajawali Press, 2011.Sudarsono, Hari. Konsep Ekonomi Islam Suatu Pengantar , Yogyakarta: Ekonisia,2002. Syafii Antonio , Muhammad. Bank Syariah dari Teori ke Praktik , Jakarta: GemaInsani, 2001.Syalabi, Sejarah dan Kebudayaan Islam , Jilid I, Jakarta: Jaya Murni, Tth.