Anda di halaman 1dari 14

TURBIN UAP

A. Pengertian Turbin Uap

Istilah turbin berasal dari bahasa latin yaitu turbo yang berarti putar. Karena energi yang digunakan untuk memutar poros turbin adalah energi potensial fluida maka turbin sendiri termasuk ke dalam golongan mesin-mesin fluida. Mesinmesin fluida adalah mesin yang berfungsi mengubah energi mekanis pada poros menjadi energi potensial fluida atau sebaliknya, yaitu mengubah energi potensial fluida menjadi energi mekanis pada poros. Secara umum mesin fluida dapat digolongkan menjadi dua golongan besar, yaitu: 1. Mesin kerja, adalah mesin fluida yang berfungsi mengubah energi mekanis pada poros menjadi energi potensial fluida, misalnya : pompa, kompresor, blower, dan lain-lain. 2. Mesin tenaga, adalah mesin fluida yang berfungsi mengubah energi potensial fluida menjadi energi mekanis pada poros, misalnya : kincir angin, turbin air, turbin gas, dan turbin uap. Turbin uap adalah suatu penggerak mula yang mengubah energi potensial kukus menjadi energi kinetik ini selanjutnya diubah menjadi energi mekanik dalam bentuk putaran poros turbin. Poros turbin langsung atau dengan bantuan roda gigi reduksi, dihubungkan dengan mekanisme yang digerakkan. Tergantung pada jenis mekanisme yang digerakkan, turbin uap dapat dipergunakan pada berbagai bidang industri, untuk pembangkit tenaga listrik, dan untuk transportasi.

Turbin uap secara umum diklasifikasikan kedalam tiga jenis impuls, dan gabungan (impuls-reaksi) yang tergantung pada cara perolehan perubahan energi potensial menjadi energi kinetik semburan kukus.

B. Komponen-komponen Turbin Uap

Keterangan :1. Kopling, 2. Bantalan luncur, 3. Poros turbin, 4. Tutup (casing) atas, 5. Piringan dan sudu jalan, 6. Piringan dan sudu arah, 7. Rumah (casing) turbin bawah, 8. Labirint, 9. Bantalan radial dan aksial, 10. Penumpu (pedestal) bantalan depan, 11. Penumpu (pedestal) bantalan belakang, 12. Sistem kontrol hidrolik, 13. Katup pengontrol Komponen-komponen utama pada turbin uap yaitu a. Cassing Adalah sebagai penutup (rumah) bagian-bagian utama turbin. b. Rotor Adalah bagian turbin yang berputar terdiri dari: 1) Poros Berfungsi sebagai komponen utama tempat dipasangnya cakram-cakram sepanjang sumbu.

2) Sudu turbin atau deretan sudu Berfungsi sebagai alat yang menerima gaya dari energi kinetik uap melalui nosel. 3) Cakram Berfungsi sebagai tempat sudu-sudu dipasang secara radial pada poros. c. Nosel Berfungsi sebagai media ekspansi uap yang merubah energi potensial menjadi energi kinetik. d. Bantalan (bearing) Merupakan bagian yang berfungsi uuntuk menyokong kedua ujung poros dan banyak menerima beban. e. Perapat (seal) Berfungsi untuk mencegah kebocoran uap, perapatan ini terpasang mengelilingi poros. Perapat yang digunakan adalah : 1. Labyrinth packing 2. Gland packing f. Kopling Berfungsi sebagai penghubung antara mekanisme turbin uap dengan mekanisme yang digerakkan.

C. Prinsip Kerja Turbin Uap

Turbin uap terdiri dari sebuah cakram yang dikelilingi oleh daun-daun cakram yang disebut sudu-sudu. Sudu-sudu ini berputar karena tiupan dari uap bertekanan yang berasal dari ketel uap, yang telah dipanasi terdahulu dengan menggunakan bahan bakar padat, cair dan gas. Uap tersebut kemudian dibagi dengan menggunakan control valve yang akan dipakai untuk memutar turbin yang dikopelkan langsung dengan pompa dan juga sama halnya dikopel dengan sebuah generator singkron untuk menghasilkan energi listrik. Setelah melewati turbin uap, uap yang bertekanan dan bertemperatur tinggi tadi muncul menjadi uap bertekanan rendah. Panas yang sudah diserap oleh kondensor menyebabkan uap berubah menjadi air yang kemudian dipompakan kembali menuju boiler. Sisa panas dibuang oleh kondensor mencapai setengah jumlah panas semula yang masuk. Hal ini mengakibatkan efisisensi thermodhinamika suatu turbin uap bernilai lebih kecil dari 50%. Turbin uap yang modern mempunyai temperatur boiler sekitar 5000C sampai 6000C dan temperatur kondensor 200C sampai 300C (Shlyakhin,P: Turbin uap. Hal 12). C.1 Asas Impuls dan Reaksi Turbin adalah mesin rotari yang bekerja karena terjadi perubahan energi kinetik uap menjadi putaran poros turbin. Proses perubahan itu terjadi pada sudu-sudu turbin. Sebagai perbandingan dengan mesin torak yang bekerja karena ekpansi energi panas gas atau uap di dalam silinder yang mendorong torak untuk bergerak bolak-balik. Pada dasarnya, prinsip kerja mesin torak dengan turbin uap adalah sama. Fluida gas dengan energi potensial yang besar berekspansi sehingga mempunyai energi kinetik tinggi yang akan medorong torak atau sudu, karena dorongan atau tumbukan tersebut, torak atau sudu kemudian bergerak. Proses tumbukan inilah yang dinamakan dengan Impuls. Azas impuls dapat dijelaskan dengan metode sebagai berikut. Adalah sebuah pelat yang ditumbuk dengan fluida gas berkecepatan Vs, dan laju massa m, karena pelat itu beroda sehingga bergerak dengan kecepatan Vb. Dari dua model di atas, dapat dilihat bahwa model sudu mempunyai daya yang lebih besar pada kecepatan dan laju massa fluida gas yang sama. Maka dengan alasan tersebut, bentuk sudu dianggap yang paling efisien untuk diterapkan pada turbin uap atau jenis turbin lainnya seperi turbin gas dan air. Penerapan model sudu tersebut di atas pada turbin uap, yaitu menata sudu sudut tersebut sebaris mengelilingi roda jalan atau poros turbin uap, sehingga terjadi keseimbangan gaya. Perbedaan turbin impuls dan reaksi dari segi aliran Model turbin impuls dalam sejarahnya sudah pernah dibuat oleh Branca. Prinsip kerjanya adalah dengan menyemburkan uap berkecapatan tinggi melalui nosel ke sudu-sudu

impuls pada roda jalan. Akibat adanya tumbukan antara semburan gas dengan sudusudu jalan turbin impuls, poros turbin menjadi berputar. Berbeda dengan azas impuls, azas reaksi untuk sebagaian orang lebih sulit dipahami. Untuk menggambarkan azas reaksi bekerja pada gambar adalah model jet uap dari Newton. Semburan uap dari tabung mempunyai energi kinetik yang besar sehingga sepeda akan bergerak ke kiri. Dari hal tersebut dapat dipahami bahwa mesin tersebut bekerja dengan azas reaksi, yaitu semburan uap melakukan aksi sehingga timbul reaksi pada sepeda untuk begerak melawan aksi.

D. Klasifikasi Turbin Uap Untuk memudahkan identifikasi terhadap turbin uap, maka turbin uap diklasifikasikan sebagai berikut : 1. Menurut jumlah tingkat tekanan a) Turbin satu tingkat yang memiliki kapasitas tenaga kecil, biasanya digunakan untuk menggerakkan kompresor, pompa, dan mesin-mesin lainnya yang kapasitas tenaganya kecil. b) Turbin bertingkat banyak (neka tingkat), yaitu turbin yang dibuat untuk kapasitas tenaga dari kecil kepada yang besar dan biasanya terdiri dari susunan beberapa nosel dan beberapa cakram yang ditempatkan berurutan dan berputar pada satu poros yang sama. 2. Menurut arah aliran uap a) Turbin aksial, yang uapnya mengalir dengan arah yang sejajar terhadap poros turbin. b) Turbin radial, yang arah aliran uapnya tegak lurus terhadap poros turbin. 3. Menurut jumlah silinder a) turbin silinder tunggal b) turbin silinder ganda c) turbin tiga silinder d) turbin empat silinder 4. Menurut kondisi uap yang digunakan a) Turbin tekanan lawan, yaitu bila tekanan uap bekas sama dengan tekanan uap yang dibutuhkan untuk keperluan proses kegiatan pabrik. Turbin ini tidak mengalami kondensasi uap bekas. b) Turbin kondensasi langsung, yaitu turbin yang mengondensasikan uap bekasnya langsung ke dalam kondensor, guna mendapatkan air kondensat untuk pengisi air umpan ketel. c) Turbin ekstraksi dengan tekanan lawan, dimana uap bekas digunakan untuk keperluan proses.

d) Turbin ekstraksi dengan kondensasi, dimana sebagian uapnya dipakai untuk proses dan sebagian lagi untuk penyediaan kondensat air pengisi ketel uap. e) Turbin kondensasi dengan ekstraksi ganda, uap bekas dari turbin dipakai untuk kebutuhan beberapa tingkat ekstraksi da sisanya dijadikan kondensasi dalam kondensor untuk kebutuhan air pengisi ketel uap. f) Turbin non kondensasi dengan aliran langsung dan tanpa ada ekstraksi serta kondensasi, uap bekas dibuang ke udara luar dengan tekanan lawan sama atau melebihi dari 1 atm. g) Turbin non kondensasi dengan ekstraksi, uap bekas tidak dikondensasikan, hanya digunakan untuk proses. 5. Menurut kondisi uap yang masuk ke dalam turbin a) Turbin tekanan rendah dimana tekanan uapnya 2 kg/cm2 b) Turbin tekanan menengah, tekanan uap sampai dengan 40 kg/cm2 c) Turbin tekanan tinggi, tekanan uap sampai dengan 170 kg/cm2 d) Tubin tekanan sangat tinggi, tekanan uap di atas 170 kg/cm2 e) Turbin adikritis, turbin uap yang beroperasi dengan tekanan uap di atas 225 kg/cm2. 6. Menurut prinsip aksi uap a) Turbin impuls, yang energi potensial uapnya diubah menjadi energi kinetik di dalam nosel atau laluan yang dilewati oleh sudu-sudu gerak,lalu energi kinetik ini diubah menjadi energi mekanik pada poros turbin. b) Turbin reaksi aksial, yang ekspansi uap diantara laluan sudu, baik sudu pengarah maupun sudu gerak tiap-tiap tingkat langsung pada derajat yang sama. 7. Menurut sistem pemanas ulang uap a) Turbin uap dengan pemanas ulang tunggal b) Turbin uap dengan pemanas ulang ganda 8. Menurut lingkungan pengoperasiannya a) Turbin darat, biasa terdapat pada industri atau PLTU untuk b) Turbin yang dioperasikan di kapal. 9. Menurut arah aliran uap a) Turbin aksial, Fluida kerja mengalir dalam arah yang sejajar terhadap sumbu turbin b) Turbin radial, Fluida kerja mengalir dalam arah yang tegak lurus terhadap sumbu turbin. menggerakkan generator

10. Menurut prinsip aksi uap

a) Turbin impuls, Energi potensial uap diubah menjadi energi kinetik di dalam nosel. Adapun turbin impuls mengubah energi potensial uapnya menjadi energi kinetik didalam nosel (yang dibentuk oleh sudu-sudu diam yang berdekatan). Nosel diarahkan kepada sudu gerak. Didalam sudu-sudu gerak, energi kinetik diubah menjadi energi mekanis. Energi potensial uap berupa ekspansi uap, yang diperoleh dari perubahan tekanan awal hingga tekanan akhirnya di dalam sebuah nosel atau dalam satu grup nosel yang ditempatkan didepan sudu-sudu cakram yang berputar. Penurunan tekanan uap didalam nosel diikuti dengan penurunan kandungan kalornya yang terjadi didalam nosel. Hal ini menyebabkan naiknya kecepatan uap yang keluar dari nosel (energi kinetik). Kemudian energi kecepatan semburan uap yang keluar dari nosel yang diarahkan kepada sudu gerak (sudu-sudu cakram yang berputar) memberikan gaya impuls pada-pada sudu gerak sehingga menyebabkan sudusudu gerak berputar (melakukan kerja mekanis). Atau bisa dafahami secara sederhana pronsip kerja dari turbin impuls yaitu turbin yang proses ekspansi lengkap uapnya hanya terjadi pada kanal diam (nosel) saja, dan energi kecepatan diubah menjadi kerja mekanis pada sudu-sudu turbin. Kecepatan uap yang keluar dari turbin jenis ini bisa mencapai 1200 m/detik. Turbin jenis ini pertama kali dibuat oleh de Laval, yang mana turbin ini mampu beroperasi pada putaran 30.000rpm. Pada aplikasinya

turbin impuls ini dilengkapi dengan roda gigi reduksi untuk memindahkan momen putar ke mekanisme yang akan digerakkan seperti generator listrik. b) Turbin reaksi, Ekspansi uap terjadi pada sudu pengarah dan sudu gerak. Turbin reaksi yaitu turbin yang ekspansi uapnya tidak hanya terjadi pada laluan-laluan sudu pengarah (nosel) yang tetap saja tetapi juga terjadi pada laluan sudu gerak (sudu-sudu cakram yang berputar), sehingga terjadi penurunan keseluruhan kandungan kalor pada semua tingkat sehingga terdistribusi secara seragam. Turbin yang jenis ini umumnyan digunakan untuk kepentingan industri. Kecepatan uap yang mengalir pada turbin (yang biasanyan nekatingkat) lebih rendah yaitu sekitar 100 200 m/detik.

E. APLIKASI TURBIN UAP Pembangkit Listrik Tenaga Uap ( PLTU )

Pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) adalah pembangkit yang mengandalkan energi kinetik dari uap untuk menghasilkan energi listrik. Bentuk utama dari pembangkit listrik jenis ini adalah Generator yang dihubungkan ke turbin yang digerakkan oleh tenaga kinetik dari uap panas/kering. Pembangkit listrik tenaga uap menggunakan berbagai macam bahan bakar terutama batu bara dan minyak bakar serta MFO untuk start up awal.

PLTU batu bara di Indonesia yang pertama kali dibangun adalah di Suryalaya pada tahun1984 dengan kapasitas terpasang 4 x 400 MW. Kemudian PLTU Bukit Asam dengan kapasitas 2 x 65 MW pada tahun 1987. Dan pada tahun 1993-an beroperasi pula PLTU Paiton 1 dan 2 masing-masing dengan kapasitas 400 MW. Kemudian PLTU Suryalaya akan dikembangkan dari unit 5 - 7 dengan kapasitas 600 MW/unit. PLTU batu bara pada tahun

1994 kapasitasnya sudah mencapai 2.130 MW (16% dari total daya terpasang). Pada tahun 2003 kapasitasnya diperkirakan sekitar 12.100 MW (37%), tahun 2008/09 mencapai 24.570 MW (48%) dan pada tahun 2020 sekitar 46.000 MW. Sementara itu pemakaian batu bara pada tahun 1995 tercatat bahwa untuk menghasilkan energi listrik sebesar 17,3 Twh dibutuhkan batu bara sebanyak 7,5 juta ton. Dan pada tahun 2005 pemakaian batu bara diperkirakan mencapai 45,2 juta ton dengan energi listrik yang dihasilkan mencapai 104Twh. Pengaplikasian turbin pada PLTU itu sendiri adalah sebagai mesin penggerak, dimana energi fluida kerja dipergunakan langsung untuk memutar roda/poros turbin. Pada turbin tidak terdapat bagian mesin yang bergerak translasi, melainkan gerakan rotasi. Bagian turbin yang berputar biasa disebut dengan istilah rotor/roda/poros turbin, sedangkan bagian turbin yang tidak berputar dinamai dengan istilah stator. Roda turbin terletak didalam rumah turbin dan roda turbin memutar poros daya yang digerakkannya atau memutar bebannya (generator listrik,pompa, kompresor,baling-baling,dll).

Didalam turbin fluida kerja mengalami ekspansi, yaitu proses penurunan tekanan dan mengalir secara kontinyu. Penamaan turbin didasarkan pada jenis fluida yang mengalir didalamnya, apabila fluida kerjanya berupa uap maka turbin biasa disebut dengan turbin uap. Contoh beberapa PLTU yang ada di Indonesia : No Pembangkit 1 PLTU NAD 2 PLTU 2 Sumatera Utara 3 PLTU Sumatra Barat 4 PLTU 3 Bangka Belitung 5 PLTU 4 Bangka Belitung 6 PLTU 1 Riau 7 PLTU 2 Riau 8 PLTU Kepulauan Riau 9 PLTU Lampung PLTU 1 Kalimantan 10 Barat PLTU 2 Kalimantan 11 Barat PLTU 1 Kalimantan 12 Tengah PLTU Kalimantan 13 Selatan 14 PLTU 2 Sulawesi Utara 15 PLTU Sulawesi Tempat Meulaboh Pangkalan Susu Teluk Sirih Belitung Belitung Bengkalis Selat Panjang Tanjung Balai Karimun Tarahan Baru Kalimantan Barat Bengkayang Pulang Pisau Asam-Asam Amurang Kendari Kapasitas 2x100MW 2x200MW 2x100MW 2 x 25MW 2 x 15MW 2 x 10MW 2 x 7 MW 2 x 7 MW 2x100MW 2 x 50MW 2 x 25MW 2 x 60MW PLTU Pulang Pisau 2 x 65MW 2 x 25MW 2 x 10MW PLTU Asam-asam unit III dan IV Keterangan

16 17 18 19 20 21 22 23 24 25

Tenggara PLTU Sulawesi Selatan PLTU Gorontalo PLTU Maluku PLTU Maluku Utara PLTU 1 NTB PLTU 2 NTB PLTU 1 NTT PLTU 2 NTT PLTU 1 Papua PLTU 2 Papua

Barru Gorontalo Maluku Tidore Bima Lombok Ende Kupang Papua Jayapura

2 x 50MW 2 x 25MW 2 x 15MW 2 x 7 MW 2 x 15MW 2 x 25MW 2 x 7 MW 2 x 15MW 2 x 7 MW 2 x 10MW

F. DIAGRAM TURBIN UAP 1. DIAGRAM T-s

Pada proses 1-2 terjadi kompresi isentropik yang terjadi di dalam pompa, hal ini mengakibatkan tekanan fluida kerja menjadi naik. Pada proses 2-3 terjadi penambahan panas dengan tekanan konstan di dalam boiler. Pada proses 3-4 terjadi ekspansi isentropik di dalam turbin yang menyebabkan tekanan menjadi turun. Pada proses 4-1 terjadi pembuangan panas ke lingkungan oleh kondensor pada tekanan konstan. 2. DIAGRAM h-s

dimana pada diagram tersebut terdapat nomor yang merupakan definisi dari proses,yaitu: Process 1-2 Process 2-3 Process 3-4 Process 4-1 : Reversible adiabatic expansion in turbine (or steam engine) : Constant-pressure transfer of heat in the condenser : Reversible adiabatic pumping process in the feed pump : Constant-pressure transfer of heat in the boiler

G. PERHITUNGAN PADA TURBIN UAP 1. Perubahan Entalpi Spesifik ( Ek dan Ep diabaikan )/ efisiensi isentropis a. Kompresi

Gas sempurna:

b. Ekspansi

Gas sempurna:

2. Efisiensi Carnot

3. Persamaan Energi Aliran Tetap

4. Persamaan Entalpi dan Entropi

a. Entalpi

b. Entropi

5. Contoh Soal Uap pada sebuah turbin uap adiabatis, berekspansi dari tekanan 60 bar dan temperatur 500oC ketekanan 0,04 bar. Efisiensi isentropis turbin tersebut adalah 0,82 dan perubahan energi kinetic dan potensial diabaikan. Tentukan keadaan uap keluar turbin dan perpindahan kerja spesifik? Jawab:
h ideal Saturated line 2 2 s 1

Menunjukkan proses ekspansi pada grafik Mollier Dari tabel uap, pada 60 bar dan 500oC, h1 = 3422,2 ( kj/ kg ) s1 = 6,8803 ( kj/ kg K ) Dalam grafik, garis vertical dari 1 ke 2 menunjukkan proses reversible ideal. Dari tabel uap 0,04 bar. S2 = S1 dan x2 didapat dengan menggunakan Sf = 0,4231 ( kj/ kg K ) Dan Sfg = Sg Sf dimana, Sfg = 8,4739 kj/ kg K 0,4231 kj/ kg K = 8,0508 kj/ kg K Sehingga, S1 = Sf + X Sfg 6,8803 kj/ kg K = 0,4231 kj/ kg K + X2 8,0508 kj/ kg K X2 = X2 = 0,802 h2 = hf + X2 hfg = 121,61 kj/ kg + 0,802 x 2432,8 kj/ kg = 2072,72 kj/ kg

-h2 = 1106,57 kj/kg - 3422,2 kj/kg h2 = 2315,63 kj/kg Mencari X2 ; h2 = hf + X2 hfg 2315,63 kj/kg = 121,61 kj/kg + X2 x 2432,8 kj/kg X2 = 0,902 Dengan menggunakan persamaan energi aliran tetap

q = 0, -Wx =

, dan

, Maka;

-Wx = h2 h1 -Wx = 2315,63 kj/kg 3422,2 kj/kg Wx = 1106,57 kj/kg