Anda di halaman 1dari 3

Definisi Diabetes Melitus Diebetes mellitus adalah suatu penyakit pada organ tubuh akibat berkurangnya insulin yang

diproduksi oleh sel-sel islet pancreas dapat bersifat absolut atau relative. Diabetes mellitus (DM) didefenisikan sebagai suatu penyakit atau gangguan metabolisme yang ditandai dengan tingginya kadar gula darah disertai dengan gangguan metabolisme karbohidrat, lipid dan protein sebagai akibat insufisiensi fungsi insulin. Insufisiensi insulin dapat disebabkan oleh gangguan atau defenisi produksi insulin oleh sel-sel beta Langerhans kelenjar pankreas atau disebabkan kurang responsifnya sel-sel tubuh terhadap insulin . ( Sitinjak,2009) Diabetes mellitus merupakan salah satu penyakit yang paling banyak dan paling sering dijumpai pada manusia, dimana sebagian dari penyakit tersebut hingga muncul gejala-gejala yang lebih spesifik. Secara umum, Diabetes mellitus merupakan suatu penyakit yang bersifat jangka panjang, dimana terjadi kerusakan fungsi pancreas yang mengakibatkan insulin tidak dapat diproduksi. Insulin adalah hormone yang dihasilkan oleh sel pancreas dengan pengaruh utamanya mempermudah transport berbagai zat, misalnya : glukosa dan monosakarida lainnya, asam amino, ionn kalium, ion kalsium dan lain-lain. Kekurangan insulin menyebabkan terhambatnya transport zat-zat tersebut, sehingga terjadi penumpikan zat tersebut dalam darah. ( Heriyanty, 2007)

Manifestasi Diabetes mellitus pada rongga mulut Manifestasi oral pada penderita Diabetes mellitus tidak terkontrol lebih sering dihubungkan dengan kehilangan cairan yang berlebihan melalui urin. Keadaan patogenese ini sering mengakibatkan terjadinya infeksi, perubahan pada system saraf dan memungkinkan meningkatnya kadar glukosa dalam saliva. Pada penderita Diabetes mellitus dapat dilihat adanya

manifestasi dalam rongga mulut penderita, misalnya : disfungsi kelenjar saliva dan xerostomia, gingivitis dan periodontitis, infeksi kandidiasis, sindroma mulut terbakar serta terjadinya infeksi oral akut. ( Heriyanty, 2007) Hiperglikemia mengakibatkan meningginya jumlah urin sehingga cairan dalam tubuh berkurang dan sekresi saliva juga berkurang. Pasien DM mengalami hiposalivasi yang dikarenakan neuropati DM mengenai saraf otonom yang menginervasi kelenjar saliva sehingga ludah menjadi kental dan mulut kering, yang biasanya disebut dengan xerostomia diabetic. Dalam rongga mulut yang sehat, saliva mengandung enzim-enzim antimikroba, misalnya : lactoferin, peroxidase, lysozyme dan histidine yang berinteraksi dengan mukosa oral dan dapat mencegah pertumbuhan kandida yang berlebihan. Pada keadaan dimana terjadinya perubahan pada rongga mulut yang disebabkan berkurangnya aliran saliva, sehingga enzim-enzim antimikroba dalam saliva tidak berfungsi dengan baik, maka rongga mulut menjadi rentan terhadap keadaan mukosa yang buruk dan menimbulkan lesi-lesi yang menimbulkan rasa sakit. Pasien Diabetes mellitus yang mengalami disfungsi kelenjar saliva juga dapat mengalami kesulitan dalam mengunyah dan menelan sehingga mengakibatkan nafsu makan berkurang dan terjadinya malnutrisi. ( Heriyanty, 2007) Kandidiasis oral merupakan infeksi bakteri opurtunistik yang terjadi dalam keadaan hiperglikemia dan merupakan salah satu komplikasi yang paling sering muncul pada penderita Pada dasarnya, kandidiasis ini disebabkan jamur Candida albicans yang virulens. Diabetes mellitus terkontrol maupun tidak terkontrol. Kandidiasis dapat ditemukan pada penderita Diabetes mellitus, seperti terjadinya defisiensi imun, berkurangnya aliran saliva, keadaan malnutrisi dan pemakaian gigi tiruan dengan oral hygiene yang buruk. ( Heriyanty, 2007)

Ginggivitis merupakan inflamasi pada gusi yang mudah untuk disembuhkan, dimana pada jaringan ginggiva terlihat kemerahaan disertai pembengkakan dan bila disikat dengan sikat gigi akan berdarah. Ginggivitis akan menimbulkan terbentuknya periodontal pocket disertai adanya resorpsi tulang, sehingga gigi goyang dan akhirnya tanggal. Pada pasien dengan Diabetes mellitus tidak terkontrol, factor yang menyebabkan terjadinya sindroma mulut terbakar yaitu berupa disfungsi kelenjar saliva, kandidiasis dan kelainan pada saraf. Adanya kelainan pada saraf akan mendukung terjadinnya gejala-gejala rasa sakit/ terbakar yang disebabkan adanya perubahan patologis pada saraf-saraf dalam rongga mulut.(Heriyanty,2007)

Sitinjak, Riris H. Studi Penatalaksanaan Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 di rumah sakit umum pusat h.adam malik sep tember sampai desember 2009. Skripsi. Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara. Medan. Indonesia. 2010. p 6-19

Heriyanty. Patogenese Kandidiasis Oral Pada Penderita Diabetes Mellitus. Skripsi. Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Sumatera Utara. Medan. Indonesia. 2007.p 14-22.