Anda di halaman 1dari 15

REFERAT GLAUKOMA ABSOLUT

Disusun Oleh :

Sukma Anggun Putri 1102001266 FK YARSI

Pembimbing Makalah:

Dr. Juniati V.P, SpM

DEPARTEMEN MATA RUMAH SAKIT ANGKATAN DARAT GATOT SOEBROTO JAKARTA 2008

BAB I PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG Glaukoma adalah penyakit mata yang dikenal yang menyebabkan kebutaan yang irreversible jika tidak diketahui dan tidak terapi.1 Pada tahun 2000 diperkirakan dari 6,7 juta orang diseluruh dunia mengalami kebutaan pada kedua mata oleh karena glaukoma sekunder.1 Di Indonesia glaukoma kurang dikenal oleh masyarakat, padahal banyak orang mengalami kebutaan oleh karena glaukoma.2 Mekanisme peningkatan tekananan intra okular pada glaukoma adalah gangguan aliran keluar aqueous humor akibat sistem drainase sudut kamera okuli anterior atau gangguan akses aqueous humor ke sistem drainase.2 Pengobatan ditujukan untuk menurunkan tekanan intra okular dan apabila mungkin, memperbaiki pathogenesis yang mendasarinya. Penurunan pembentukan aqueous humor adalah suatu metode untuk menurunkan tekanan intra okular pada glaukoma. Beberapa obat dapat menurunkan pembentukan aqueous humor. Selain itu juga terdapat tindakan bedah yang dapat menurunkan pembentukan aqueous humor, tetapi biasanya digunakan jika gagal terapi medika mentosa.3

BAB II TINJAUAN PUSTAKA


2.1 DEFINISI Glaukoma berasal dari bahasa Yunani glaukos yang berarti hijau kebiruan, yang memberikan kesan warna hijau kebiruan pada pupil penderita glaukoma.4 Kelainan glaukoma ditandai dengan meningkatnya tekanan intra okular, atrofi papil syaraf optik dan menciutnya lapang pandang.4,5 Pada glaukoma dapat diakhiri dengan kebutaan jika terlambat dideteksi atau pengobatan yang diberikan tidak adekuat.2,4 2.2 EPIDEMIOLOGI Glaukoma dapat menyebabkan kebutaan yang irreversible jika tidak terdeteksi dan tidak diterapi dengan adekuat. Pada tahun 2000, diperkirakan 6.7 juta orang di seluruh dunia mengalami kebutaan bilateral oleh karena glaukoma sekunder.5 2.3 FISIOLOGI (Aqueous Humor dan Tekanan Bola Mata) TIO ditentukan oleh kecepatan terbentuknya aqueous humor bola mata oleh badan siliar dan hambatan yang terjadi pada trabekular meshwork.3,4 Aqueous humor berada di camera okuli anterior dan camera okuli posterior pada rongga mata bagian depan. Aqueous homor berperan penting sebagai nutrisi dan transport sisa metabolisme. Melalui proses filtrasi dan sekresi didalam badan siliaris. Aqueous humor disekresi oleh badan siliaris dan mengalami sirkulasi dari kamera okuli posterior ke kamera okuli anterior sebelum sampai ke trabekular meshwork selanjutnya menuju ke kanal Schlemm.2,3,4

Gambar 1. Fisiologi Aqueous humor.6

2.4

PATOFISIOLOGI Penyebab pasti terjadinya glaukomatous neuropati syaraf optik belum diketahui, walaupun telah diketahui ada beberapa faktor resiko terjadinya glaukoma antara lain: Tekanan intra okular yang meningkat, riwayat penyakit keluarga dengan glaukoma, pasien berusia lebih dari 40 tahun, dan myopia.5 Ada beberapa teori yang menjelaskan tekanan intra okular sebagai salah satu faktor pencetus terjadinya kerusakan pada glaukoma. Terdapat 2 teori yang mendukung terjadinya kerusakan pada glaukoma antara lain:5 a. onset kerusakan pembuluh darah sehingga terjadinya iskemia pada nervus optikum b. kerusakan akson oleh karena proses kompresi mekanik pada lamina kribriformis. Glaukoma adalah hilangnya sel ganglion retina dan atrofi nervus optikus. Patofisiologi ini berdasarkan hilangnya kemampuan melihat dan lapang pandang:1 a. Efek dari tekanan intraokular yang meningkat Glaukoma adalah hasil dari suatu ketidakseimbangan antara sekresi aqueous humor dan drainase. Jika proses drainase ke kanal Schlemm melemah, masih diproduksinya aqueous humor dan TIO terus meningkat. Peningkatan TIO dari batas normal 21 mmHg merupakan faktor resiko utama terjadinya glaukoma.

Meningkatnya TIO merubah jaringan normal pada mata. Terutama berefek terhadap n. optikus, visus memburuk dan dapat berakibat kebutaan. TIO sangat bervariasi, beberapa pasien tidak menunjukkan kerusakan pada n.optikus dengan TIO tinggi. Sedangkan pada pasien lainnya mengalami gangguan lapang padang dengan TIO yang normal. Bagaimanapun meningkatnya gangguan lapang pandang berhubungan dengan meningkatnya TIO dan penurunan TIO untuk melambat atau mencegah optik disk dan gangguan lapang pandang. b. Faktor penyokong Iskemi pada retina dan aliran darah menurun dapat meningkatkan kerusakan nervus optikus dan mungkin melibatkan progress dari penyakit. 2.5 KLASIFIKASI GLAUKOMA Klasifikasi glaukoma adalah sebagai berikut:2,3,4 1) Glaukoma primer Glaukoma dengan etiologi yang belum diketahui penyebabnya. Glaukoma primer dapat dibagi menjadi : a. Glaukoma primer sudut terbuka Glaukoma kronik sudut terbuka, hambatannya terletak pada jaringan trabekulum b. Glaukoma primer sudut tertutup Glaukoma akut hambatan terjadi karena iris perifer menutup camera okuli anterior, sehingga jaringan trabekulum tidak dapat dicapai oleh aqueous humor.

Gambar 2. Glaukoma akut.7

2) Glaukoma sekunder Glaukoma yang disebabkan sebagai manifestasi dari penyakit mata lain. a. Kelainan lensa Luksasi, pembengkakan (intumesen), fakoltik b. Kelainan uvea Uveitis, tumor c. Trauma Perdarahan pada camera okuli anterior (hifema), perforasi kornea dan prolaps iris yang menyebabkan leukoma adheren. d. Pembedahan Camera okuli anterior yang tidak cepat terbentuk setelah pembedahan catarak. e. Penyebab lainnya Rubeosis iridis (akibat trombosis vena retina sentral), penggunaan kortikosteroid topical berlebihan) 3) Glaukoma kongenital Glaukoma kongenital dapat dibagi menjadi: a. Glaukoma kongenital primer b. Anomali perkembangan segmen anterior c. Anomali perkembangan sudut dan ekstraokular

Gambar 3. Glaukoma kongenital.7

4) Glaukoma Absolut 2.6 TANDA DAN GEJALA GLAUKOMA Kelainan mata glaukoma ditandai dengan meningkatnya tekanan bola mata, atrofi papil syaraf optik, dan menciutnya lapang pandang.2,3,4 Penyakit yang ditandai dengan peninggian TIO ini disebabkan oleh:5 1) Bertambahnya produksi cairan mata 2) Berkurangnya pengeluaran cairan mata di daerah sudut bilik mata atau di celah pupil. Pada glaukoma akan terdapat melemahnya fungsi mata dengan terjadinya cacat lapang pandang dan kerusakan anatomi berupa ekskavasi serta degenerasi papil syaraf optik yang dapat berakhir dengan kebutaan.5 Tanda dan gejala yang ditemukan pada pasien glaukoma antara lain:1 a. Peningkatan TIO Keseimbangan antara produksi aqueous humor didalam mata dan keluarnya aqueous humor dari mata merupakan faktor penting pada TIO. Normal TIO yaitu 8 21 mmHg. Kehilangan penglihatan yang cepat dapat diakibatkan oleh peningkatan TIO 40-50 mmHg, sedangkan pada tekanan yang lebih rendah 20-30 mmHg pada umumnya menimbulkan kerusakan dalam beberapa tahun.

b. Halo Peningkatan TIO dan kelebihan cairan dari normal mengubah bentuk kornea menjadi buram. Halo dan penurunan tajam penglihatan dikarenakan perubahan pada kornea. c. Sakit Sakit yang dirasakan pada umumnya merupakan gejala dari glaukoma ketika TIO sangat tinggi. d. Lapang pandang menurun Iskemi kronik dan tekanan terutama pada n. optikum merusak serabut syaraf pada retina dan terjadi hilangnya lapang pandang. Pusat penglihatan pada awalnya bertahan, setelah timbul manifestasi maka terjadi penurunan penglihatan perifer.

Gambar 4. Lapang pandang yang menurun pada glaukoma.6

e. Perubahan Optik disk Serabut syaraf retina yang keluar dari bola mata adalah tempat diskus optikum yang mengalami atrofi ketika TIO meningkat dan akan terjadi perubahan diskus optikum.4,5 f. Dilatasi pupil Tanda ini khas pada anak dibawah 3 tahun yang didiagnosa glaukoma. Pada anak ini mungkin akan mengalami fotofobia, penglihatan bergelombang dan kornea berkabut. Pelebaran mata tidak didapatkan pada orang dewasa karena pertumbuhan yang sudah lengkap.

BAB III GLAUKOMA ABSOLUT


3.1 DEFINISI Glaukoma absolut merupakan stadium akhir glaukoma (sempit/terbuka) dimana sudah terjadi kebutaan total akibat TIO memberikan gangguan fungsi lanjut. 2,4 Glaukoma absolut merupakan stadium terakhir pada glaukoma primer yang tidak diobati ataupun gagal dalam pemberian terapi.8 3.2 GEJALA DAN TANDA GLAUKOMA ABSOLUT Meskipun bentuk awalnya berbeda berupa glaukoma terkompensasi ataupun glaukoma tak terkompensasi, namun gambaran akhirnya sama.8 Pada glaukoma absolut fungsi badan siliaris dalam memproduksi aqueous humor normal, tetapi aliran keluar terhambat. Sehingga TIO meningkat yang menyebabkan nyeri dan nyeri pada kebutaan.9 Mata terasa nyeri dan terdapat nyeri tekan, namun gambaran nyeri yang menyiksa pada jenis akut tak terkompensasi tidak ada lagi. Terdapat hiperemia difus dari pembuluh darah pada konjungtiva dan sklera. 8 Kornea jarang keruh namun menjadi baal dan mengalami variasi perubahan degeneratif, yang paling sering keratitis bulosa.4,8 Bilik anterior menjadi sangat sempit dan terdapat adhesi anterior berbentuk cincin yang merupakan adhesi antara permukaan posterior kornea dengan permukaan anterior iris, umumnya melibatkan seluruh sekeliling sepertiga bagian tepi iris.4,8 Iris sangat atrofik dan mengandung banyak pembuluh darah baru, baik radial maupun sirkular, pada stroma bagian superfisial dan profunda, keadaan ini memberikan rasa sakit sekali akibat terjadinya glaukoma hemoragik. 2,4,8 Berkaitan dengan atrofi stroma, terdapat kecenderungan derajat berat ektropion dari tepi pupil yang berpigmen. Adhesi antara iris dan lensa kadang terjadi dan sering terbentuk pembuluh darah baru pada adhesi fibrin ke permukaan anterior lensa.8

Pupil sangat dilatasi, ireguler, dan imobil. Kekeruhan total lensa dapat terjadi, umumnya diikuti perubahan degeneratif calcareous (calcareous degenerative changes).8 3.3 PEMERIKSAAN FISIK 1. Visus Pemeriksaan visus bukan merupakan pemeriksaan khusus glaukoma. 2 Pada glaukoma absolut visus sangat menurun, dimana hanya dapat melihat lambaian tangan atau persepsi cahaya.10 Bisa didapatkan visus seluruhnya menghilang dan TIO sangat tinggi.8 2. Tonometri Tonometri diperlukan untuk mengukur tekanan bola mata.1,2,11 Bila hanya TIO bukanlah alat yang cukup untuk mendiagnosa glaukoma. Sepertiga dari setengah pasien yang mengalami glaukoma dengan gangguan lapang pandang pada deteksi awal memiliki TIO kurang dari 21 mmHg. Sebagai tambahan pada orang dewasa dengan TIO lebih dari 21 mmHg tanpa kerusakan syaraf.1 Dikenal lima cara pemeriksaan tonometri untuk mengetahui TIO yaitu:2 a) Tonometri digital Merupakan pengukuran tekanan bola mata dengan jari pemeriksa. 11 Cara ini merupakan cara yang paling mudah, tetapi juga paling tidak tepat karena terdapat faktor subyektif.2,11 Caranya penderita diminta melihat kebawah, kedua jari telunjuk diletakkan diatas bola mata. Kemudian dilakukan palpasi dimana satu jari menahan sedangkan jari yang lainnya menekan secara bergantian. Penilaian tonometri digital sebagai berikut: N; normal, N+1; agak tinggi, N+2; tekanan lebih tinggi, N-1; lebih rendah dari normal, N-2; lebih rendah lagi.11 b) Tonometri Schiotz Tonometri Schiotz merupakan tonometri indentasi atau menekan permukaan kornea dengan beban yang dapat bergerak bebas pada sumbunya. 11

10

Kelemahannya adalah pada pasien dengan myopia tinggi, pembacaannya menjadi terlalu rendah. Untuk ketelitiannya masih kurang diandalkan.2 Caranya adalah dengan pasien diminta berbaring terlentang, kemudian mata ditetesi dengan pantokain 0,5%. Penderita diminta melihat kearah jarinya yang diacungkan didepan hidungnya. Pemeriksa berdiri disebelah kanan penderita. Kemudian plat Tonometri Schiotz diletakkan pada permukaan kornea. Kemudian baca skala yang kemudian disesuaikan dengan table Tonometri Schiotz.2,11 c) Aplanasi dengan tonometer aplanasi Goldmann Cara pengukuran standar adalah dengan tonometer aplanasi Goldmann, yang biasanya digunakan dengan slitlamp. Alat ini memiliki angka keakuratan yang tinggi.12,13 Dalam pembacaan pemeriksaan ini dipengaruhi faktor kelengkungan dan ketebalan kornea.14 d) Nonkontak pneumotonometri e) Tonometri Paskal DCT Tonometri Paskal kontur dinamik maerupakan tekhnik pengukuran TIO terbaru.12

Gambar 5. Tonometers: (L-R) Schiotz, Goldmann, NCT, pneumotonometer, Pascal DCT.14

3. Gonioskopi Gonioskopi adalah suatu cara untuk memeriksa bilik mata depan dengan menggunakan lensa kontak khusus. Pada pasien glaukoma gonioskopi diperlukan untuk menilai sudut bilik mata depan. Gonioskopi dapat membedakan sudut terbuka dan tertutup, apakah ada perlekatan iris dibagian perifer serta kelainan lainnya.3

11

Gambar 6. Pemeriksaan Gonioskopi.14

4. Optalmoskopi Pemeriksaan fundus mata, khususnya untuk memperhatikan papil syaraf optik. Pada papil syaraf optik dinilai warna papil syaraf optik dan lebarnya ekskavasio.2

Gambar 7. Pemeriksaan Optalmoskopi.14

Gambar 8. Cup disk rasio pada glaukoma.6

Fundus tidak dapat terlihat, namun pada pengangkatan lensa atau mata, perubahan calcareous dapat ditemukan pada khoroid, disertai variasi derajat atrofi retina dan ekskavasio komplit pada bagian awal nervus optikus. Pada glaukoma absolut terjadi mikro-aneurisma yang berlebihan pada pembuluh darah retina. Perdarahan pada retina dan korpus vitreus sering terjadi.8

12

5. Pemeriksaan Lapang pandang Perlunya konfirmasi glaukoma pada hilangnya lapang pandang. Perubahan akan tampak pada glaukoma stadium lanjut. Diperkirakan sekitar 20 % kehilangan sel ganglion sebelum hilangnya lapang pandang yang terdeteksi dengan alat modern.1

Gambar 9. Pemeriksaan Perimetri.14

3.4

PENATALAKSANAAN GLAUKOMA ABSOLUT Pada glaukoma absolut fungsi badan siliaris dalam memproduksi aqueous humor normal, tetapi aliran keluar terhambat. Sehingga TIO meningkat yang menyebabkan nyeri dan nyeri pada kebutaan.9 Pengobatan medis sama sekali tidak bermanfaat pada glaukoma absolut dan jika mata terasa sangat sakit, maka diperlukan operasi. 8 Enukleasi merupakan prosedur pilihan, karena operasi dekompresi cederung tidak berhasil. Enukleasi (pengangkatan bola mata) dilakukan apabila mata telah tidak berfungsi dan tidak disertai rasa sakit.2,4,8 Jika pasien menolak enukleasi, maka dapat dicoba trepanasi Elliot, pada persentase kecil kasus, TIO dapat dikontrol untuk mengurangi rasa sakit. Operasi drainase konjungtival cara Gardle berhasil pada sejumlah besar kasus.8 Pengobatan glaukoma absolut juga dapat dilakukan dengan memberikan sinar beta pada badan siliar untuk menekan fungsi badan siliar atau alkohol retrobulbar. Apabila nyeri yang tidak tertahan, dapat dilakukan Cyclocryo therapy untuk mengurangi nyeri.2,4 Cyclocryotherapy dapat menghancurkan badan siliaris yang memproduksi aqueous humor untuk menghilangkan produksi aqueous humor, menurunkan TIO, dan menghilangkan nyeri. Cyclocryotherapy memiliki keunggulan dibandingkan cyclodiathermy karena menggunakan sub-freezing sehingga merusak sedikit jaringan sekitarnya, aman dan dapat diulang, dan dapat digunakan pada pasien rawat jalan. Dari

13

sebagian besar kasus glaukoma absolut yang menggunakan cyclocryotherapy TIO menurun mendekati normal sekitar 72,5% pada mata dengan dosis tunggal ataupun dosis berulang. Cyclocryotherapy dapat menggunakan obat steroid juga tidak menggunakan obat steroid.9

14

DAFTAR PUSTAKA
1. Long K. Glaucoma, An Insight into Disease and Therapy. Canadian Pharmacist Association 2006:1-10. 2. Ilyas S, Mailangkay HHB, Taim H, Saman RR, Simarmata M, Widodo PS. Ilmu Penyakit Mata.Edisi II.CV Sagung Seto Jakarta 2002:239-59. 3. Vaughan DG, Asbury T,Eva PR.Oftalmologi Umum.Edisi XIV.Widya Medika. Jakarta 2000:220-38. 4. Ilyas S.Ilmu Penyakit Mata.Edisi V. Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia 2001:21924. 5. Bell JA, Noecker RJ, Patterson E. Glaucoma, Primary Open Angle, 2005 available from: URL: http://www.emedicine.com 6. Deupree DM. Glaucoma: What You Should Know, 2007 available from: URL: http://www.maculacenter.com/EyeConditions/glaucoma.htm 7. Khan S.Glaukoma: Glaucoma power point, 2005 available fram URL : http://www.4medstudents.com/students/glaucoma.ppt 8. Berens C. The Eye and its Diseases. WB Saunders Company 1936:690-711. 9. Ajit S, A Rahman. Cyclocryotherapy in Glaucoma Absolut.India Journal Opthalmology.1984;32:77-80. 10. Gombos GM. Handbook of Opthalmologic Emergencies. Toppan Company. Singapore 1977:88-97. 11. Ilyas S. Dasar Teknik Pemeriksaan dalam Ilmu Penyakit Mata. Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia 2006:181-8. 12. Quigley HA. Open Angle Glaucoma. NEJM 2003;328:1097-106. 13. Yudcovitch LB. A Review of Glaucoma Examination Procedures and New Instrumentation. Pacific University College of Optometry 2006. available from: URL: http://opt.pacificu.edu/ce/catalog/12761-GL/GlauYud.html 14. Angeles Vision Clinic. What is Glaucoma? available from: URL: http:// www.avclinic.com/Glaucoma.htm

15