Anda di halaman 1dari 12

TUGAS SISTEM AKUNTANSI

1. 2. 3. 4.

MARTHA DJARA ANGKI ADU DESRIANDI DJAMI BALE FERDINANDUS JAMAN

JURUSAN PENDIDIKAN EKONOMI FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS NUSA CENDANA KUPANG 2013

SISTEM AKUNTANSI PEMBELIAN Sistem akuntansi pembelian digunakan dalam perusahaan untuk pengadaan barang yang diperlukan oleh perusahaan. Transaksi pembelian digolongkan menjadi 2, yaitu pembelian lokal dan import. Pembelian lokal adalah pembelian dari pemasok dalam negeri sedangkan impor adalah pembelian dari pemasok luar negeri. Beberapa fungsi yang terkait dalam sistem akuntansi pembelian, antara lain fungsi gudang, fungsi pembelian, fungsi penerimaan dan fungsi akuntansi. Masing-masing fungsi mempunyai tanggung jawab yang berbeda. Fungsi gudang bertanggungjawab mengajukan permintaan pembelian sesuai dengan posisi persediaan yang ada di gudang dan untuk menyimpan barang yang diterima oleh fungsi penerimaan, fungsi pembelian bertanggung jawab untuk memeroleh informasi mengenai harga barang, menentukan pemasok dan mengeluarkan order, Fungsi penerimaan bertanggungjawab melakukan pemeriksaan terhadap jenis, mutu, dan kuantitas barang yang diterima dari pemasok, sedangkan dalam fungsi akuntansi ,terdapat 2 fungsi yaitu fungsi pencatat uang dan fungsi pencatat persediaan yang masing-masing memiliki tanggung ajwab yang berbeda, fungsi pencatat uang bertanggung jawab mencatat transaksi pembelian ke register bukti kas keluar dan untuk fungsi pencatat persediaan bertanggung jawab untuk mencatat harga pokok persediaan ke dalam kartu persediaan. Secara garis besar transaksi pembelian mencakup beberapa prosedur, yakni : a. Fungsi gudang mengajukan permintaan pembelian ke fungsi pembelian. Dasar dari permintaannya adalah saldo persediaan suatu barang, bila saldo mendekati jumlah minimum, maka bagian gudang segera membuat permintaan pembelian. b. Fungsi pembelian meminta penawaran harga dari berbagai pemasok dan melakukan pemilihan pemasok, kemudian membuat order pembelian kepada pemasok yang dipilih. Order pembelian dibuat rangkap empat (4), lembar pertama untuk pemasok, lembar kedua untuk gudang, lembar ketiga untuk voucher, lembar keempat untuk arsip. c. Fungsi penerimaan memeriksa dan menerima barang yang dikirim oleh pemasok, menyerahkan barang yang diteima kepada fungsi gudang untuk disimpan, dan melaporakan penerimaan barang kepada fungsi akuntansi d. Fungsi akuntansi menerima faktur tagihan dari pemasok dan atas dasar faktur dari pemasok tersebut, fungi akuntansi mencatat kewajiban yang timbul dari transaksi pembelian.

- JARINGAN PROSEDUR YANG MEMBENTUK SISTEM AKUNTANSI PEMBELIAN Jaringan Prosedur yang membentuk sistem akuntansi pembelian adalah :

Prosedur permintaan pembelian: Fungsi gudang mengajukan permintaan pembelian dalam formulir surat permintaan pembelian kepada fungsi pembelian

Prosedur permintaan penawaran harga dan pemilihan pemasok: Fungsi pembelian mengirimkan surat permintaan penaaran harga kepaa para pemasok untuk memeroleh informasi menganai harga barang dan berbagai syarat pembelian yang lain.

Prosedur order pembelian: Fungsi pembelian mengirim surat order pembelian kepada pemasok yang dipilih dan memberitahukan kepada unit-unit organisasi lain dalam perusahaan mengenai order pembelian yang sudah dikeluarkan perusahaan.

Prosedur penerimaan barang: Fungsi penerimaan melakukan pemeriksaan mengenai jenis, kuantitas, dan mutu barang yang diterima lalu membuat laporan penerimaan barang.

Prosedur pencatatan utang: Fungsi akuntansi memeriksa dokumen-dokumen yang berhubungan dengan pembelian dan faktur dari pemasok dan mengarsip dokumen dan mencatatnya sebagai utang.

Prosedur distribusi pembelian: Meliputi distibusi rekening yang didebit dari transaksi pembelian untuk kepentingan pembuatan laporan manajemen.

- INFORMASI YANG DIPERLUKAN OLEH MANAJEMEN Informasi yang diperlukan oleh manajemen adalah :

Jenis pesediaan yang telah mencapai titik pemesanan kembali Order pembelian yang dikirim kepada pemasok Order pembelian yang telah dipenuhi oleh pemasok Total saldo utang dagang pada tanggal tertentu Saldo utang dagang kepada pemasok tertentu Tambahan kuantitas dan harga pokok persediaan dari pembelian Daftar harga barang dagangan, atau daftar bahan baku yang relatif penting Kontrak pembelian dan realisasinya

- DOKUMEN YANG DIGUNAKAN Dokumen yang digunakan adalah :


Surat permintaan pembelian Surat permintaan penawaran harga Surat order pembelian Laporan penerimaan barang Surat perubahan order Bukti kas keluar

- CATATAN AKUNTANSI YANG DIGUNAKAN Catatan akuntansi yang digunakan adalah :


Register buku kas keluar Jurnal pembelian (Register Pembelian) Kartu utang Kartu persediaan

- UNSUR PENGENDALIAN INTERN Unsur pengendalain intern dirancang untuk mencapai tujuan pokok pengendalain intern akuntansi, yaitu menjaga kekayaan (persediaan) dan kewajiban perusahaan (utang dagang atau bukti kas keluar yang akan dibayar), menjamin ketelitian dan keandalan data akuntansi (utang dan persediaan). Unsur pokok sistem pengendalian intern terdiri dari organisasi, sistem otorisasi dan prosedur pencatatan, dan praktik yang sehat. 1. Organisasi

Fungsi pembelian harus terpisah dari fungsi penerimaan. Fungsi pembelian harus terpisah dari fungsi akuntansi. Fungsi penerimaan harus terpisah dari fungsi penyimpanan barang. Transaksi pembelian harus dilaksanakan oleh fungsi gudang, fungsi pembelian, fungsi penerimaan dan fungsi akuntansi. Tidak ada transaksi pembelian yang dilaksanakan secara lengkap oleh hanya satu bagian dari fungsi tersebut.

2. Sistem otorisasi dan prosedur pencatatan

Surat permintaan pembelian diotorisasi oleh fungsi gudang, untuk barang yang disiman dalam gudang, oleh atau fungsi pemakai barangm untuk barang yang langsung pakai.

Surat order pembelian diotorisasi oleh fungsi pembelian atau pejabat yang lebih tinggi Laporan penerimaan barang diotorisasi oleh fungsi penerimaan barang Bukti kas keluar diotorisasi oleh fungsi akuntansi atau pejabat yang lebih tinggi Penctatan terjadinya utang didasarkan pada bukti kas keluar yang didukung dengan surat order pembelian, laporan penerimaan barang, dan faktur dari pemasok

Pencatatan ke dalam kartu utang dengan register bukti kas keluar diotorisasi oleh fungsi akuntansi

3.

Praktik yang sehat

Surat

permintaan

pembelian

bernomor

urut

tercetak

dan

pemakaiannya

dipertanggungjawabka oleh fungsi gudang

Surat order pembelian bernomor urut tercetak dan pemakaiannya dipertanggungjawabkan oleh fungsi pembelian

Laporan

penerimaan

barang

bernomor

urut

tercetak

dan

pemakaiannya

dipertanggungjawabkan oleh fungsi penerimaan


Pemasok dipilih berdasarkan jawaban penawaran harga bersaing dari berbagai pemasok Barang hanya diperiksa dan diterima oleh fungsi penerimaan jika fungsi ini telah menerima tembusan surat order pembelian dari fungsi pembelian

Fungsi penerimaan melakukan pemeriksaan barang yang diterima dari pemasok dengan cara menghitung dan mengisnpeksi barang tersebut dan membandingkannya dengan tembusan surat order pembelian

Terdapat pengecekan terhadap harga, syarat pembelian dan ketelitian perkalian dlam faktur dari pemasok sebelum faktur tersebut diproses untuk dibayar

Catatan yang berfungsi sebagai buku pembantu utang secara periodik direkonsiliasi dengan rekening control utang dalam buku besar

Pembayaran faktur dari pemasok dilakukan sesuai dengan syarat pembayaran guna mencegah hilangnya kesempatan untuk memperoleh potongan tunai

Bukti kas keluar beserta dokumen pendukungnya dicap lunas oelh fungsi pengeluaran kas setelah cek dikirimkan kepada pemasok.

- BUKTI TRANSAKSI YANG DIGUNAKAN Bukti Transaksi yang digunakan meliputi :

Permintaan Pembelian. Bukti ini datang dari bagian yang membutuhkan barang, atau dari gudang, tergantung sitem yang berlaku

Permintaan Daftar Harga. Bagian pembelian biasanya secara periodik meminta daftar harga barang kepada pemasok atau daftar pemasok

Pesanan/Oder pembelian.Bila pemasok tersebut sudah dapat dipilih, maka bagian pembelian akan menertbitkan pesanan/ oder pembelian.

Laporan penerimaan barang. Bila barang sudah datang, bagian penerimaan barang akan menerima barang, mengecek kuanitas dan kualitas barang, kemudian menerbitkan laporan penerimaan barang.

Faktur dari pemasok. Bila barang yang dipesan sudah datang, biasanya pemasok segera mengirimkan faktur.

Voucher Utang. Bila seluruh dokumen diatas sudah lengkap dan benar, kemudian diterbitkan voucher utang. Dokumen ini merupakan surat perintah untuk membayar sejumlah tertentu, kepada pihak tertentu dan waktu tertentu.

- RETUR PEMBELIAN Barang yang sudah diterima dari pemasok adakalanya tidak sesuai dengan barang yang dipesan menurut surat order pembelian. Ketidaksesuaian tersebut terjadi kemungkinan karena barang yang diterima tidak cocok dengan spesifikasi yang tercantum dalam surat order pembelian, barang mengalami kerusakan dalam pengiriman, atau barang diterima melewati tanggal pengiriman yang dijanjikan oleh pemasok. Ada beberapa fungi yang terkait dalam sistem retur pembelian, masing-masing fungsi mempunyai tanggungjawab masing-masing, antara lain :

Fungsi Gudang: Bertanggungjawab menyerahkan barang kepaa fungsi pengiriman seperti yang tercantum dalam tembusan memo debit yang diterima dari fungsi pembelian

Fungsi Pembelian: Bertanggung jawab untuk mengeluarkan memo debit untuk retur pembelian

Fungsi Pengiriman: Bertanggung jawab mengirimkan kembali barang kepada pemasok sesuai dengan perintah retur pembelian dalam memo debit yang diterima dari fungsi pembelian

Fungsi Akuntansi: Bertanggung jawab mencatat transaksi retur pembelian dalam jurnal retur pembelian atau jurnal umum, berkurangnya harga pokok persediaan karena retur pembelian dalam kartu persediaan, berkurangnya utang yang timbul dari transaksi retur pembelian dalam arsipbukti kas keluar yang belum dibayar atau dalam kartu utang. Dokumen yang digunakan dalam sistem retur pembelian adalah memo debet dan laporan

pengiriman barang. Memo debit merupakan formulir yang diisi oleh fungsi pembeliam yang memberikan otorisasi bagi fungsi pengiriman untuk mengirimkan kembali barang yang telah dibeli oleh perusahaan dan bagi fungsi akuntansi untuk mendebit rekening utang karena transaksi retur pembelin. Laporan penerimaan barang dibuat oleh fungsi oengiriman untuk melaporkan jenis dan kuantitas barang yang dikirimkan kembali kepada pemasok sesuai dengan perinth retur pembelian dalam memo debit adalam fungsi pembelian. - CATATAN AKUNTANSI YANG DIGUNAKAN DALAM SISTEM RETUR PEMBELIAN a. Jurnal retur pembelian atau jurnal umum Digunakan untuk mencatat transaksi retur penjualan yang mengurangi jumlah persediaan dan utang dagang b. Kartu persediaan Digunakan untuk mencatat berkurangnya harga pokok persediaan karena

dikembalikannya barang yang telah dibeli kepada pemasoknya c. Kartu utang Digunakan untuk mencatat berkurangnya utang kepada debitur akibat pengembalian barang kepadanya

- JARINGAN PROSEDUR YANG MEMBENTUK SISTEM RETUR PEMBELIAN a. Prosedur perintah retur pembelian Retur pembelian terjadi atas perintah fungsi pembelian kepada fungsi pengiriman untuk mengirimkan kembali barang yang telah diterima oleh fungsi penerimaan kepada pemasok yang bersangkutan. b. Prosedur pengiriman barang ke pemasok Fungsi penermaan mengirimkan barang kepada pemasok sesuai dengan perintah retur pembelian yang tercantum dalam memo debit dan membuat laporan pengiriman barang untuk transaksi retur pembelian tersebut. c. Prosedur pencatatan utang Fungsi akuntansi memeriksa dokumen-dokumen yang berhubungan dengan retur pembelain dan menyelengarakan pencatatan berkurangnya utang dalam kartu utang atau mengarsipkan dokumen memo debit sebagai pengurang utang - CATATAN AKUNTANSI YANG DIGUNAKAN UNTUK MENCATAT TRANSAKSI PEMBELIAN : 1. Register bukti kas keluar (voucher register). Jika dalam pencatatan utang perusahaan menggunakan voucher payable procedure,jurnal yang di gunakan untuk mencatat transaksi pembelian adalah register bukti kas keluar. 2. Jurnal pembelian Jika dalam pencatatan utang perusahaan menggunakan account payable procedure,jurnal yang digunakan untuk mencatat tranasaksi pembelian adalah jurnal pembelian. 3. Kartu utang Jika pencatatan utang,perusahaan menggunakan account payable procedure,buku pembantu yang di gunakan untuk mencatat utang kepada pemasok adalah kartu utang. 4. Kartu persedian Dalam system akuntansi pembelian,kartu persediaan ini di gunakan untuk mencatat harga pokok persediaan yang di beli. - DISTRIBUSI PEMBELIAN Ditribusi pembelian ini menyangkut peringkasan pendebitan yang timbul dari transaksi pembelian dan pembayarannya untuk menyusun laporan dan pencatatan dalam jurnal. Hampir

semua debit dari transaksi pembelian bersumber dari register bukti kas keluar atau jurnal pembelian, atau dari distribusi faktur yang diterima dari pemasok. - AKUNTANSI HUTANG Hutang sering disebut juga sebagai kewajiban, dalam pengertian sederhana dapat diartikan sebagai kewajiban keuangan yang harus dibayar oleh perusahaan kepada pihak lain. Untuk menentukan suatu transaksi sebagai hutang atau bukan sangat tergantung pada kemampuan untuk menafsirkan transaksi atau kejadian yang menimbulkannya, seperti yang dikemukakan oleh FASB berikut ini dalam Statement of Financial Accounting Concept No.6 yang terdapat pada buku Chariri dan Ghozali (2005 : 157), yaitu hutang adalah pengorbanan manfaat ekonomi yang mungkin terjadi di masa yang mendatang yang mungkin timbul dari kewajiban sekarang dari suatu entitas untuk menyerahkan aktiva atau memberikan ke entitas lain dimasa mendatang sebagai akibat transaksi di masa lalu. Munawir (2004 : 18) berpendapat bahwa hutang adalah semua kewajiban keuangan perusahaan kepada pihak lain yang belum terpenuhi, dimana hutang ini merupakan sumber dana atau modal perusahaan yang berasal dari kreditor, sedangkan dalam hal ini Hongren, et al. (2006 : 505) menyatakan bahwa hutang merupakan suatu kewajiban untuk memindahkan harta atau memberikan jasa di masa yang akan datang. Berdasarkan definisi-definisi di atas dapat disimpulkan bahwa hutang adalah kewajiban keuangan perusahaan kepada pihak lain yang harus dibayar dengan uang, barang, atau jasa pada saat jatuh tempo. - Hutang Jangka Pendek Kadang kala perusahaan meminjam uang dalam jangka pendek untuk kegiatan operasi perusahaan yang biasa disebut dengan hutang (kewajiban) jangka pendek atau lancar. Yusuf (2005 : 230) mendefinisikannya sebagai berikut kewajiban lancar adalah hutang yang diharapkan akan dibayar (1) dalam jangka waktu satu tahun atau siklus akuntansi operasi normal perusahaan, (2) dengan menggunakan aktiva lancar atau hasil pembentukan kewajiban lancar yang lain. Lebih jelas lagi Niswonger, et al. (2000 : 441) berpendapat bahwa kewajiban lancar adalah kewajiban yang harus dibayar dengan aktiva lancar serta jatuh tempo dalam jangka pendek, biasanya satu tahun. Berdasarkan pengertian-pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa hutang jangka pendek adalah kewajiban yang akan jatuh tempo dalam waktu satu tahun atau siklus operasi

normal perusahaan dan harus dilunasi dengan menggunakan aktiva lancar, serta kewajiban tersebut berdasarkan transaksi yang telah terjadi. - Hutang Jangka Panjang Hutang jangka panjang menurut Kieso (2002 : 242) terdiri dari pengorbanan manfaat ekonomi yang sangat mungkin di masa depan akibat kewajiban sekarang yang tidak dibayarkan dalam satu tahun atau siklus operasi perusahaaan, mana yang lebih lama. Pengertian hutang jangka panjang oleh Dyckman, et al. (2000 : 218) adalah kewajiban dengan jangka waktu yang melebihi satu tahun dari tanggal neraca atau siklus operasi, mana yang lebih lama. Baridwan (2000 : 365) mengatakan bahwa hutang jangka panjang digunakan untuk menunjukkan hutang-hutang yang pelunasannya akan dilakukan dalam waktu lebih dari satu tahun atau akan dilunasi dari sumber-sumber yang bukan dari kelompok aktiva lancar. Senada dengan pendapat yang dikemukakan oleh Gunadi (2005 : 83) bahwa kewajiban jangka panjang merupakan hutang yang tidak akan jatuh tempo dalam waktu satu tahun atau yang pengeluarannya tidak menggunakan sumber aktiva lancar. Berdasarkan definisi dan penjelasan para ahli di atas, maka dapat disimpulkan bahwa hutang jangka panjang merupakan pinjaman yang diperoleh perusahaan dari pihak ketiga atau kreditor, yang jatuh temponya lebih dari satu tahun, dan dilunasi dengan sumber-sumber yang bukan dari aktiva lancar, serta jumlah hutang jangka panjang tersebut tidak boleh melebihi jumlah modal sendiri.

- PROSEDUR PENCATATAN UTANG Ada dua metode pencatatan utang yaitu account payable procedure dan voucher payable procedure, yang masing-masing dijelaskan sebagai berikut : 1. Account Payable Procedure Catatan utang adalah berupa kartu utang yang diselenggarakan untuk setiap kreditur, yang memperlihatkan catatn mengenai nomor faktur dari pemasok, jumlah yang terutang, jumlah pembayaran dan saldo utang. Dokumen yang digunakan adalah : Faktur dari pemasok

Kuitansi tanda terima uang yang ditandatangani oleh pemasok atau tembusan surat pemberitahuan yang dikirim ke pemasok, yang berisi ketersngan untuk apa pembayaran tersebut dilakukan Catatan yang digunakan adalah :

a. Kartu utang, yang digunakan untuk mencatat mutasi dan slado utang kepaada tiap-tiap kreditur b. Jurnal pembelian, digunakan untuk mencatat transaksi pembelian c. Jurnal pengeluaran kas, digunakan untuk mencatat transaksi pembayaran utang dan pengeluaran kas yang lain. Prosedur pencatatan utang sebagai berikut : Pada saat faktur dari pemasok telah disetujui untuk dibayar : a. Faktur dari pemasok dicatat dalam jurnal pembelian b. Informasi dalam jurnal pembelian kemudian di-posting ke dalam kartu utang yang diselenggarakan untuk setiap kreditur Pada saat jumah dalam faktur dibayar : a. Cek dicatat dalam jumlah pengeluaran kas b. Informasi dalam jurnal pengeluaran kas yang bersangkutan dengan pembayaran utang di posting ke dalam kartu utang

2. Voucher Payable Procedure Dalam prosedur ini tidak diselenggarakan kartu utang namun digunakan arsip voucher yang disimpan dalam arsip menurut abjad atau menurut tanggal jatuh temponya. Dokumen yang digunakan : Bukti kas keluar atau kombinasi bukti kas keluar dan cek, bukti kas keluar ini merupakan formulir pokok dalam voucher payable procedure. Formulir ini mempunyai 3 fungsi yaitu sebagaisurat perintas kepada bagian kas untuk melakukan pengeluaran kas sejumlah yang tercantum di dalamnya,sebagai pemberitahuan kepada kreditor mengenai tujuan

pembayarannya dan sebagai media untuk dasar pencatatan utang dan persediaan distribusi lain. Catatan akuntansi yang digunakan adalah register bukti kas keluar dan register cek. Prosedur pencatatan utang dapat dibagi sebagai berikut :

A. One-Time Voucher Procedure Dalam prosedur ini, untuk setiap faktur dari pemasok dibuatkan satu set voucher B. Buil Up Voucher Procedure Dalam procedure ini, satu set voucher dapat digunakan untuk menampung lebih dari satu faktur dari pemasok.