Anda di halaman 1dari 55

Pengendal ian Proyek

Pengendalian proyek adalah suatu usaha sistemat is untuk menentukan

standar yang sesuai deng an sasaran perencanaan, merancang sys tem informasi,

membandin kan

g

p elaksanaan den an

g

standar, menganalisis kemungkinan adanya penyimpangan antara pelaksanaan dengan standar, dan mengamb il tindakan pembetulan yang diperlukan a gar sumber daya yang digunakan seca ra efektif dan efisien

dalam rangka m encapai sasaran

Apa yang di kendalikan?

Sumber daya proye k khususnya proyek konstruksi terdiri dar i material, Tenaga kerja , pendanaan, metode pelaksanaa n dan peralatan

Ing at

Sumber daya direnc anakan untuk mencapai sasaran p royek dengan batasan waktu , biaya dan mutu

PENGENDALIAN B IAYA DAN WAKTU

Waktu dan biaya me rupakan dua hal penting dalam pelak sanaan pekerjaan konstruksi selain mutu , karena biaya yang akan dikeluarkan pada saat pelaksanaan sangat erat kaitannya dengan waktu pelaksanaan pekerjaa n

Bia ya

Biaya proyek pada p royek konstruksi dibedakan menjadi du a jenis yaitu biaya langsung (Direct Co st) dan

biaya tidak langsung

(Indirect Cost).

Direc t Cost

Biaya langsung adal ah semua biaya yang langsung berhub ungan dengan pelaksanaan pekerjaa n konstruksi dilapangan. Biaya-biaya yang dikel ompokkan dalam biaya langsung adalah biaya bahan /material, biaya pekerj a /upah dan biaya peralatan (equipment)

Indirec t Cost

Biaya tak langsung ada lah semua biaya proyek yang tidak secara langs ung berhubungan dengan konstruksi di la pangan tetapi biaya ini harus ada dan tidak da pat dilepaskan dari proyek tersebut (Nugra ha et al., 1986) yang termasuk dalam b iaya tak langsung adalah biaya overhead, bi aya tak terduga (contigencies), keuntunga n /profit, pajak dan lainnya.

Bagaimana hub d irect cost/indirect cost thd waktu?

Hubungan biaya lan gsung dan biaya tak langsung terhadap wa ktu memiliki kecendrungan bertola k belakang. Jika waktu pelaksanaan proyek di percepat akan mengakibatkan pening katan biaya langsung tetapi pada biaya tidak langsung terjadi penurunan.

Met ode pengendalian biaya dan waktu terpadu

a. Metode Analisis Varians Metode Analisis Var ians adalah metode untuk mengendalikan biaya dan jadwal suatu kegiatan proyek konstruksi. Dalam metode ini id entifikasi dilakukan dengan membandin gkan jumlah biaya yang sesungguhnya dikeluarkan terhadap anggaran.

Analisis Varians dilakuk an dengan mengumpulkan informa si tentang status terakhir kemajuan proyek pada saat

pelaporan dengan mengh itung jumlah unit pekerjaan yang telah dise lesaikan kemudian dibandingkan dengan per encanaan atau d

me

Metode ini akan memp erlihatkan perbedaan antara biaya pelaksanaan terhadap anggaran

dan waktu pelaksanaan te rhadap jadual

lih

t

t

t

b

a ca a an pengguna an sum er

aya.

b. Varians den gan Grafik S

Cara lain untuk memperag akan adanya varians adalah dengan menggunakan graf ik. Grafik S akan menggamb arkan kemajuan volume pekerjaan yang diselesaika n sepanjang siklus proyek. Bila grafik tersebut dibandi ngkan dengan grafik serupa yang disusun berdasarkan perencanaan dasar maka akan segera terlihat jika ter rjadi penyimpangan. Grafik S sangat bermanfaat unt uk dipakai sebagai laporan bulanan dan laporan kepad a pimpinan proyek, karena grafik ini dapat dengan jela s menunjukkan kemajuan proyek dalam bentuk yang mudah dipahami.

c. Kombinasi Baga n Balok dan Grafik S

Salah satu teknik pe ngendalian kemajuan proyek adalah memak ai kombinasi grafik S dan tonggak kemajuan (milestone) Milestone adalah titi k yang menandai

suatu peristiwa yang

dalam rangkaian pel aksanaan pekerjaan proyek

dianggap penting

Titik milestone diten tukan pada waktu pembuatan perenca naan dasar yang disiapkan sebagai to lak ukur kegiatan pengendalian kemaj uan proyek. Penggunaan milesto ne yang dikombinasikan den gan grafik S amat efektif untuk menge ndalikan pembayaran berkala.

d. Konsep Nila i Hasil (Earned Val ue)

Konsep Nilai Hasil m erupakan perkembangan dari Konsep Analisis Varians. Dimana dalam Anali sis Varians hanya menunjukkan perbeda an hasil kerja pada waktu pelaporan diban dingkan dengan anggaran atau jadwaln ya (PMBOK,2004)

Adapun kelemahan dari metode ini Analisis Varians ada lah hanya menganalisa varians s biaya dan jadwal

masing-masing seca ra terpisah sehingga tidak dapat mengun gkapkan masalah

kinerja ke iatan

sedan

dilakukan

an g

y Sedangkan dengan metode Konsep Nilai Hasil dapat diketahu i kinerja kegiatan yang sedang dilakuk an serta dapat meningkatkan efekti fitas dalam memantau kegiatan proyek.

g

g

.

Metode prakiraa n atau proyeksi keadaan masa dep an proyek, seperti:

i. Dapatkah proyek dis elesaikan dengan sisa dana yang ada. ii. Berapa besar perkir aan biaya untuk menyelesaikan proyek . iii. Berapa besar keterl ambatan/kemajuan pada akhir proyek.

Apa konsep nil ai hasil (Earned Valu e)?

Konsep Nilai Hasil adal ah konsep

menghitung besarnya biay a yang menurut

anggaran sesuai dengan

telah dilaksanakan. Bila ditinjau dari jumlah pekerjaan yang diselesaikan berarti kon sep ini mengukur besarnya unit pekerjaa n yang telah diselesaikan pada suatu waktu bila d inilai berdasarkan jumlah anggaran yang disedia kan untuk pekerjaan tersebut.

pekerjaan yang

Nilai Hasil = (% Penyelesaian) x (angg aran)

Keterangan:

- % penyelesaian yang

saat pelaporan. - Anggaran yang dima ksud adalah real

cost biaya proyek

dicapai pada

Indikator-in dikator yang diperg unakan

Konsep dasar nilai h asil dapat digunakan untuk menganalisis kin erja dan membuat perkiraan pencapaian sasaran. Indikator yang digun akan dalam analisis adalah biaya aktual (a ctual cost), nilai hasil (earned valu e) dan jadual anggaran (Plan ned Value)

Biaya Aktual (A ctual Cost =AC)

Biaya Aktual (Actual Cost =AC) atau Actual Cost of Work Perfomed (ACWP) adalah jumlah biaya a ktual pekerjaan yang telah dilaksanakan pa da kurun pelaporan tertentu. Biaya ini diperoleh d ari data-data akuntansi atau keua ngan proyek pada tanggal pelaporan.

AC WP

Jadi AC merupakan jumlah aktual dari pengeluaran atau da na yang digunakan

untuk melaksanakan kurun waktu tertentu .

pekerjaan pada

Nilai Hasil (Earne d Value=EV) atau BC WP

Nilai Hasil (Earned Valu e=EV) atau Budgeted Cost of Work Performe d (BCWP) adalah nilai pekerjaan yan g telah selesai terhadap anggaran yang d isediakan untuk melaksanakan pekerjaan tersebut. Bila angka AC dibandin gkan dengan EV, akan terlihat perbandingan a ntara biaya yang telah dikeluarkan untuk peke rjaan yang telah terlaksana terhadap bia ya yang seharusnya dikeluarkan untuk maks ud tersebut.

Jadual Anggara n (Planned Value =PV) ata u BCWS

Jadual Anggaran (Plan ned Value =PV) atau Budgeted Cost of Work Schedule (BCWS) menunjukkan anggaran untuk suatu paket pekerjaan, yang disusu n dan dikaitkan dengan jadual pelaksanaan.

Disini terjadi perpaduan

antara biaya, jadwal dan

lingkup kerja, dimana p ada setiap elemen pekerjaan telah diberi a lokasi biaya dan jadwal

yang dapat menjadi tola ak ukur dalam pelaksanaan pekerjaan .

Contoh Analisis varian terpadu

Contoh pelaporan status proye k pada pelaporan bulan Mei digambarka n pada Gambar 1 dengan nilai PV= Rp.6 60 EV=Rp.530. dan AC=Rp. 840

,

Varians Biaya da n Jadual Terpadu

Telah disebutkan sebel umnya bahwa menganalisis kemajuan proyek dengan analisis varians sederhana dian ggap kurang mencukupi, karena metode ini tidak mengintegrasikan aspek biaya dan jadual. Untuk mengatasi hal te rsebut indikator PV, EV dan AC digunakan dala m menentukan Varians Biaya dan Varians Jadu al secara terpadu.

Varians Biaya/Cos t Varians (CV) dan Varian Jadwal/Sch edule Varians (SV)

Varian Biaya (CV) = EV AC atau CV=BCWP ACWP Varian Jadwal (SV) = EV PV atau SV=BCWP-BCWS

Makna nilai SV dan CV

SV=BCWP-BCWS

CV=BCWP -ACWP

Keterangan

Positif

Positif

Pekerjaan terlaksana lebih cepat daripada jadwal dengan biaya lebih kecil daripada anggaran

Nol

Positif

Pekerjaan terlaksana tepat sesuai jadwal dengan biaya lebih rendah dari pada anggaran

Positif

Nol

Pekerjaan terlaksana lebih cepat daripada jadwal dengan biaya sesuai angaran

Nol

Nol

Pekerjaan terlaksana sesuai jadwal dan anggaran

Negatif

Negatif

Pekerjaan selesai terlambat dan menelan biaya lebih tinggi daripada anggaran

Nol

Negatif

Pekerjaan terlaksana sesuai jadwal dengan biaya lebih diatas anggaran

Negatif

Nol

Pekerjaan terlambat dengan biaya sesuai anggaran

Positif

Negatif

Pekerjaan terlaksana lebih cepat daripada jadwal dengan biaya lebih besarl daripada anggaran

Indeks Produkti vitas dan Kinerja

Pengelola proyek se ring kali ingin mengetahui efisiens i penggunaan sumber daya, yang dapat di nyatakan sebagai indeks produktivitas atau indeks kinerja. Indeks kinerja ini ter diri dari Indeks Kinerja Biaya (Cost Perform ance Index = CPI) dan Indeks Kinerja Jadu al (Schedule Performance Index = SPI)

Rumus C PI dan SPI

Indeks Kinerja Biaya

CPI = BCWP / ACW P Indeks Kinerja Jadw al (SPI) = EV/ PV atau

SPI =BCWP / BCW S

(CPI) = EV/AC atau

Makna Nlai CPI dan SPI

Angka indeks kinerja ku rang dari satu berarti pengeluaran lebih besa r dari anggaran atau waktu pelaksanaan lebi h lama dari jadwal yang direncanakan. Bila ang garan dan jadwal sudah dibuat secara realistis, yang tidak benar dalam pelaksanaan pekerjaan. Sejalan dengan pemikir an diatas, bila angka indeks kinerja lebih dari satu maka kinerja penyelenggaraan proye k lebih baik dari perencanaan, dalam ar ti pengeluaran lebih kecil dari anggaran atau jad wal lebih cepat dari rencana.

maka berarti ada sesuatu

lanj utan

Makin besar perbed aannya dari angka satu maka makin be sar penyimpangannya dari perencanaan da sar atau anggaran.

Bahkan bila didapat angka terlalu tinggi yang berarti prestas i pelaksanaan pekerjaan sangat ba ik, perlu diadakan

pengkajian apakah

perencanaannya ata u anggarannya justru

mungkin

yang tidak realistis.

Manfaat sistem p engendalian biaya dan j adwal

Bagi kontraktor dan pemasok, dipakai sebagai alat pemant auan, pengendalian biaya, dan jadwal in ternal

Bagi pemilik untuk

meyakini bahwa

,

sistem pemantauan dan pengendalian internal yang diguna kan kontraktor dapat diandalkan, sehingg a diperoleh data dan informasi yang terpe rcaya dan obyekrif untuk bahan membu at keputusan.

Proyeksi Pengel uaran Biaya dan Jangka waktu pen yelesaian Proyek

Membuat prakiraan bia ya atau jadual

penyelesaian proyek be rdasarkan atas

indikator yang diperoleh

akan memberikan petu njuk besarnya biaya pada akhir proyek (esti mate at completion = EAC) dan prakiraan w aktu peneyelesaian

proyek (estimate all sch edule = EAS)

saat pelaporan,

lanj utan

Prakiraan prakiraan bia ya atau jadual amat bermanfaat karen a memberikan peringatan dini mengen ai hal-hal yang akan terjadi pada masa yang akan datang, bila kecenderungan yang a da pada saat pelaporan tidak mengal ami perubahan.Bila pada pekerjaan tersisa dianggap kinerjanya tetap seperti pada saat pelaporan, maka prakiraan biaya untuk p ekerjaan tersisa (ETC) adalah:

lanj utan

ETC = (BAC BCWP) / CPI EAC = ACWP ETC

Sedangkan prakiraan w aktu penyelesaian

seluruh pekerjaan:

(6)

(7)

ETS = (Sisa waktu ) / S PI EAS = Waktu selesai + ETS dimana:

ETS = (Sisa waktu ) / S PI EAS = Waktu selesai + ETS dimana:

(8)

(9)

- BAC (Budget At Comp letion) = Anggaran Proyek Kese luruhan.

lanj utan

- SPI (Schedule Performance Ind ex) =

Indek Kinerja Jadwal.

- CPI (Cost Performance Index) = = Indek

Kinerja Biaya.

- ETC (Estimate Temporary Cost ) =

Prakiraan Biaya untuk Pekerjaan

Tersisa.

- EAC (Estimate All Cost) = Praki raan

Total Biaya Proyek.

- ETS (Estimate Temporary Sche dule) =

Prakiraan Waktu Untuk Pekerjaa n

Tersisa.

- EAS (Estimate All Schedule) =

Prakiraan Total Waktu Proyek.

STUDI KASUS

Perhitungan Anggaran Menurut Jadual/ PV/ (BCWS) didapat de ngan merencanakan seluruh aktifitas proyek berdasarkan metode konstruksi yang terpilih. Planed value ini dapat digambarkan sep erti penjadualan dengan metode kurva-S . Berikut adalah proporsi biaya pada periode bulanan yang d iambil dari penjadualan kurva-S ya ng disajikan pada Tabel 1.

Biaya Aktual (Actual Cost)

Pengeluaran Biaya

(Actual Cost) sampa i saat pelaporan didapat dari laporan keuang an proyek dan disajikan pada Tabel 2.

Aktual Pekerjaan

Nilai Hasil (E arned Value)

Nilai hasil (Earned Valu e) adalah hasil yang didapat berdasara kan pekerjaan yang telah terselesaikan. dia nggarkan dari

pekerjaan yang telah di selesaikan. Nilai hasil dihitung berdasark an prosentase bobot

yang didapat dikalikan

anggaran (nilai kontrak ). Nilai hasil yang

didapat sampai saat pe laporan disajikan pada Tabel 3.

dengan total

lanjutan

lanjutan

Kinerja Proyek Saat Pelaporan.

Satatus proyek saat pel aporan pada

akhir bulan ke-3 atau h ari ke-91 menunjukkan

kinerja proyek untung,

ditunjukan dari indikato r Cost Varian CV bernilai positif sebesar Rp. 0,1 milyar

antara selisih nilai hasil (EV) dengan biaya

actual yang dikeluarkan proyek dari aspek biaya

dari indikator indek kine rja biaya CPI= 1.01

>1.

hal ini

(AC). Kinerja ini bisa juga dilihat

lanj utan

Sedangkan dari aspek jadu al menunjukkan

kinerja proyek mengalami

hal ini ditunjukkan dari Sch edule Varian (SV) yang bernilai n egative sebesar Rp. 0.06 milyar antara se lisih nilai hasil

(EV) dengan anggaran yan g dijadualkan (PV). Kinerja proyek dari a spek waktu ini juga bisa dilihat dari Indek Kinerja Jadual (SPI) yang nilainya sebesa r 0.96 <1. Nilai

CV, SV, CPI dan SPI ini da pat dilihat pada

Tabel 4.Sedangkan grafik

saat pelaporan dapat diliha t pada Gambar 2.

keterlambatan,

penjadual terpadu

Proyeksi Pengel uaran Biaya dan Jangka waktu pen yelesaian Proyek

Berdasarkan nilai PV, E V dan AC saat pelaporan hari ke-91 da n indikator CPI dan SPI yang diadapat sebe lumnya dapat diprediksikan biaya yan g akan dikeluarkan dan waktu yang diperlu kan untuk penyelesaian seluruh pekerjaan, yan g disajikan pada Tabel 5

lanj utan

Jika kinerja saat pelapo ran tetap sama sampai sisa pekerjaan terselesaikan, maka prediksi biaya yang dik eluarkan untuk menyelesaikan seluruh pekerjaan (ETC) adalah sebesar Rp. 2,8 683 milyar yang berarti ada keuntungan atau masih dibawah rencana anggaran (PV) yaitu sebesar Rp. 2,8998 milyar

lanj utan

Sedangkan perkiraan p enyelesaian dari aspek jadual didapat pe rkiraan waktu

penyelesaian pekerjaan

hari, lebih lama dari jad ual rencana selama 127 hari. Ini berarti proy ek akan mengalami

keterlambatan selama

perkiraan biaya dan wa ktu terpadu untuk

menyelesaikan proyek dapat dilihat pada Gambar 3.

(EAS) adalah 129

2 hari. Gambaran

SIMPULAN

DAN SARAN

Hasil analisa denga n meggunakan metode Pengendalia n Biaya dan Jadual terpadu (Earned Val ue Concept) pada

pelaksanaan Proyek

Gedung Instalasi Rehabilitas i Medik RS. Sanglah

Denpasar adalah :

Pembangunan

1. Kinerja pelaksanaan pro yek pada hari ke-91 dari aspek biaya me nunjukan pelaksanaan proyek ini me mproleh keuntungan, hal ini ditunju kkan dari indikator Cost Varian berni lai positif (Rp. 0,01 miliar) atau nilai I ndek

Kinerja Biaya (CPI) = 1,01

Sedangkan dari aspek jadu al pelaksanaan proyek mengalami keterlam batan yang ditunjukkan oleh indik ator Cost Varian bernilai negati ve (Rp. -0,06 milyar) atau Indeks Kinerja Jadual

(SPI) = 0,96 <1.

>1.

2. Jika kinerja pelaksan an proyek pada pelaporan hari ke-91 be rjalan tetap sama sampai proyek se lesai, perkiraan biaya yang dibutuhkan sebesar Rp.2,8683 milyar yang berarti akan mendapatkan keuntung an karena masih dibawah rencana angg aran sebesar Rp. 2,8998 milyar. Sedangk an dari aspek jadual, perkiraan untuk menyelesaikan proyek adalah 129 hari, akan mengalami keterlambatan (terlamb at 2 hari) dari jadual ditetapkan d alam kontrak selama 127 hari.