Anda di halaman 1dari 12

Laporan Praktikum Fisika dasar Hari : Rabu

Jam

: 14.00 WIB

Asisten :1. Ikram 2. Muhammad Ilham

HUKUM NEWTON

Oleh : SAID MIRZA PRATAMA 1105104010020

LABORATORIUM FISIKA DASAR FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA DARUSSALAM, BANDA ACEH 2011

I. PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Hukum Newton I Setiap benda akan cenderung mempertahankan keadaan awal benda. Bila awalnya bergerak maka akan cenderung bergerak dan bila awalnya diam maka akan cenderung diam sampai ada gaya yang mempengaruhinya. Hukum Newton I sering disebut dengan hukum Inersia, Hukum Newton I ini berlaku jika keadaan benda memenuhi syarat jumlah gaya yang bekerja pada benda adalah sama dengan nol.

Hukum Newton II Setiap benda yang dikenai gaya maka akan mengalami percepatanyang besarnya berbanding lurus dengan besarnya gaya dan berbanding tebalik dengan besarnya massa benda.

Keterangan : a = percepatan benda (ms-2) m = massa benda (kg) F = Gaya (N) Hukum Newton III Apabila kita memberikan gaya (gaya aksi) kepada suatu benda maka benda itu akan memberikan gaya balik yang besarnya sama dan arahnya berlawanan (gaya reaksi) Secara matematis dirumuskan : F aksi = F reaksi

B. Tujuan Praktikum Mempelajari keadaan statis dan dinamis suatu benda Mempelajari penggunaan Hukum Newton Menghitung koefisien gesekan statis

II. TINJAUAN PUSTAKA

Gaya gesek adalah gaya yang berarah melawan gerak benda atau arah kecenderungan benda akan bergerak. Gaya gesek muncul apabila dua buah benda bersentuhan. Benda-benda yang dimaksud di sini tidak harus berbentuk padat, melainkan dapat pula berbentuk cair, ataupun gas. Gaya gesek antara dua buah benda padat misalnya adalah gaya gesek statis dan kinetis, sedangkan gaya antara benda padat dan cairan serta gas adalah gaya Stokes. Gaya gesek dapat merugikan atau bermanfaat. Panas pada poros yang berputar, engsel pintu yang berderit, dan sepatu yang aus adalah contoh kerugian yang disebabkan oleh gaya gesek. Akan tetapi tanpa gaya gesek manusia tidak dapat berpindah tempat karena gerakan kakinya hanya akan menggelincir di atas lantai. Tanpa adanya gaya gesek antara ban mobil dengan jalan, mobil hanya akan slip dan tidak membuat mobil dapat bergerak. Tanpa adanya gaya gesek juga tidak dapat tercipta parasut (Agus, 2000). Gaya gesek statis merupakan gesekan antara dua benda padat yang tidak bergerak relative satu sama lainnya.Contoh gesekan statis membuat pria tidak dapat mendorong dan merubah posisi semula lemari karena Fpria< fs.Koefisien gesek statis pada umumnya lebih besar daripada koefisien gesek kinetis. Gaya gesek statis dihasilkan dari sebuah gaya yang diaplikasikan tepat sebelum benda tersebut bergerak (Bob, 2000). Gaya dorong yang lebih besar dari gaya gesek maksimum (Fpria> fk ) akan menyebabkan gerakan terjadi sehingga dapat merubah posisi awal lemari, setelah gerakan terjadi, gaya gesek statis tidak dapat digunakan sehingga digunakanlah gaya gesek kinetis.Gaya gesek kinetis terjadi ketika dua benda bergerk relatif satu sama lainnya dan saling bergesekkan. Gaya gesek kinetis lebih kecil daripada gaya gesek statis (Budi, 1999).

III. METODE PERCOBAAN A. Waktu dan Tempat Praktikum Hukum Newton dilakukan pada hari rabu, tanggal 7 Desember 2011, berlangsung dari pukul 14.00 sampai 16.00 WIB di Laboratorium Fisika Dasar Fakultas Pertanian Jurusan Teknik Pertanian Unsyiah. B. Alat dan Bahan a. Papan percobaan b. Balok dudukan c. Timbangan d. Tali pengikat e. Stopwatch f. Mistar C. Cara Kerja a. Gaya gesek statis Disusun peralatan seperti gambar. Letakkan benda di atas meja kemudian hubungkan benda dengan tempat beban dengan menggunakan tali. Diberikan beban pada tempatnya, mulai dari beban yang kecil kemudian tambahkan sedikit-sedikit hingga benda bergerak. Dicatat massa benda yang diberikan di tempat beban dan massa benda. Letakkan kembali benda di atas meja kemudian ulangi sampai 3 kali. b. Gaya gesek dinamis Disusun peralatan seperti gambar. Letakkan benda di atas meja sehingga beban berada pada ketinggian h dari lantai Diberi beban pada tempat beban sehingga sistem bergerak dengan percepatan Dicatatlah waktu yang dibutuhkan beban tiba di lantai Diulangi sebanyak 4 kali

Diluangi untuk massa beban dab h yang berbeda Ditimbanglah massa benda dan massa tempat bebannya

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN A. Data Hasil Pengamatan 1. Gaya Gesek Statis a. Pengamatan gaya statis dengan variasi beban Massa benda (m) = 283,4 gram

Jarak beban dari lantai (s) = 50 cm Tabel 1. Pengamatan gaya gesek statis dengan variasi beban No Variasi Beban (gr) 1 2 3 50 100 150 Tidak Bergerak Tidak Bergerak Bergerak Kondisi Benda Keterangan

b. Pengamatan gaya gesek statis dengan variasi ulangan Massa benda (m) = 283,4 gram

Jarak beban dari lantai (s) = 50 cm Tabel 2. Pengamatan gaya gesek statis dengan variasi ulangan (beban = 150 gr) No 1 2 3 Ulangan X1 X2 X3 Rata-rata Waktu (detik) 01 : 31 02 : 04 03 : 00 2,11 Keterangan

2. Gaya Gesek Dinamis Massa benda (m) = 283,4 gram

Jarak beban dari lantai (s) = 50 cm Tabel 3. Pengamatan gaya gesek dinamis dengan variasi beban No Variasi Beban (gr) 1 2 3 4 150 200 230 240 01 : 14 00 : 91 00 : 65 00 : 55 Waktu (detik) Keterangan

B. Analisis Data 1. Koefisien gesek statis ( fs = = fs / N fs = f f = m.a a=v/t v=s/t dimana : s = jarak t = waktu a = percepatan .N

v = kecepatan fs = gaya gerak statis = koefisien gaya statis Penyelesaian : V = s /t = 0,5 / 2,11 = 0,236 m/s a = v/t = 0,236 / 2,11 = 0,111 m/s2 f = m.a = 0,2834 x 0,111 = 0,0314 N (fs) N = m.g = 0,2834 x 10 = 2,834 N = fs / N = 0,0314 / 2,834 = 0,01107

2. Koefisien Gesek Dinamis a. Pada m = 150 gram fk = .N

=fk / N Penyelesaian : V = s /t = 0,5 / 1,14 = 0,438 m/s a = v/t = 0,438 / 1,14 = 0,38 m/s2 f = m.a = 0,15 x 0,38 = 0,057 N (fs) N = m.g = 0,15 x 10 = 1,5 N = fk / N = 0,057 / 1,5 = 0,038

b. Pada m = 200 gram V = s /t = 0,5 / 0,91 = 0,54 m/s a = v/t = 0,54 / 0,91 = 0,59 m/s2 f = m.a = 0,2 x 0,59 = 0,118 N (fk)

N = m.g = 0,2 x 10 = 2 N = fk / N = 0,118 / 2 = 0,059

c. Pada m = 230 gram V = s /t = 0,5 / 0,65 = 0,76 m/s a = v/t = 0,76 / 0,65 = 1,16 m/s2 f = m.a = 0,23 x 1,16 = 0,2268 N (fk) N = m.g = 0,23 x 10 = 2,3 N = fk / N = 0,2268 / 2,3 = 0,0986

d. Pada m = 240 gram V = s /t = 0,5 / 0,55 = 0,9090 m/s a = v/t = 0,9090 / 0,55 = 1,652 m/s2 f = m.a = 0,24 x 1,652 = 0,396 N (fk) N = m.g = 0,24 x 10 = 2,4 N = fk / N = 0,396 / 2,4 = 0,165

C. Pembahasan Gaya gesek statis, benda tidak akan bergerak apabila beban yang diberikan lebih kecil. Akan tetapi, jika bebannya besar maka benda akan bergerak. Seperti data pada table 1, jika beban 50 dan 100 benda akan tetap dalam posisi diam. Sedangkan beban 150 benda akan bergerak. Jadi, ini semua sesuai dengan Hukum Newton ISetiap benda akan cenderung mempertahankan keadaan awal benda. Bila awalnya bergerak maka akan cenderung bergerak dan bila awalnya diam maka akan cenderung diam sampai ada gaya yang mempengaruhinya. Gaya gesek dinamis, benda akan bergerak karena bebannya besar. Waktu yang diperoleh akan berbeda, karena bebannya berbeda antara satu dengan yang lainnya, Seperti data pada table 3, beban berbeda sehingga waktupun berbeda. Semakin kecil beban yang diberikan maka semakin banyak waktu yang diperoleh, sedangkan semakin besar beban yang diberikan maka waktu akan semakin kecil. Jadi, gaya gesek dinamis sesuai dengan hukum Newton II dan III.

V. PENUTUP A. Kesimpulan Adapun kesimpulan yang dapat diambil dari praktikum ini adalah : 1. Pada percobaan gaya gesek statis, benda tidak akan bergerak apabila beban yang diberikan lebih kecil. 2. Pada percobaan gaya gesek dinamis, benda akan bergerak karena bebannya besar. Waktu yang diperoleh akan berbeda, karena bebannya berbeda antara satu dengan yang lainnya. 3. Gaya gesek akan terjadi apabila ada benda yang bersentuhan. 4. Gaya gesek statis merupakan gesekan antara dua benda padat yang tidak bergerak relative satu sama lainnya. 5. Sebab terjadinya kecepatan luncuran pada balok terjadi karena permukaan balok tidak rata dan tidak sama. B. Saran Untuk kedapannya proses belajar lebih serius dan dietekankan pada aspek pemahaman agar lebih ditingkatkan mutu para mahasiswa dapat lebih mengerti dan memahami ilmu fisika.

DAFTAR PUSTAKA Agus Taranggono, dkk, Sains Fisika 1A; Bumi Aksara, Jakarta: 2000. Bob Foster, Terpadu Fisika 1A; Erlangga, Jakarta: 2000. Budi Prasodjo, Ir, Fisika SMU; Erlangga, Jakarta: 1999.