Anda di halaman 1dari 2

Rizal Dwi Handoko. 0511020061.

Uji kinerja aerator kincir air (paddle wheel) berpenggerak kincir angin savonius Tipe-L untuk aerasi air tambak. Pembimbing :1. Ir.Mustofa Lutfi, MP. 2.Wahyunanto A Nugroho,STP.M.Eng. RINGKASAN
Dalam kehidupan air kelarutan oksigen merupakan faktor kritis budidaya ikan secara intensif. Oksigen terlarut (dissolved oxygen) adalah jumlah (mg/l atau ppm) gas oksigen yang terlarut dalam air. Stickney (1979) diacu dalam Adnan (2003) menyatakan bahwa kekurangan oksigen dapat membahayakan ikan karena dapat menyebabkan stress, mudah terkena penyakit, bahkan dapat menyebabkan kematian. Karena itu di tambak dengan kepadatan yang tinggi, harus dipasang alat aerasi untuk menambah daya kelarutan udara di dalam air. Secara umum penelitian ini bertujuan untuk menguji kinerja aerator kincir air berpenggerak kincir angin savonius tipe L untuk aerasi air tambak. Secara khusus penelitian ini dilakukan untuk mengetahui besarnya kecepatan, torsi, daya pada kincir air dan kincir angin yang dihasilkan, mengetahui Efisiensi, mengetahui kedalaman paddle wheel untuk aerasi yang optimal dalam menyuplai DO dalam air Tambak. Penelitian dilakukan selama 15 hari dengan data yang diamati yaitu pengambilan data sampel air (Dissolved Oxygen), kecepatan angin, putaran rotor kincir angin, putaran paddle wheel yang selanjutnya untuk mengetahui besarnya daya, torsi pada kincir angin maupun paddle wheel serta efisiensi dari sistem aerator itu sendiri.Pada penelitian ini digunakan paddle wheel dengan diameter 70 cm, kemiringan sudu 45 serta dilakukan beberapa perlakuan kedalaman sudu paddle wheel yang berbeda yaitu 1 cm, 3 cm, 6 cm, 9 cm dan 12 cm. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa kincir dapat berputar dan menggerakkan paddle wheel pada kecepatan angin minimum yang berbeda-beda yaitu kecepatan minimum 1,1 m/s pada kedalaman sudu 1 cm, 1,4 m/s pada kedalaman 3 cm, 2 m/s pada kedalaman sudu 6 cm, 2,7 m/s pada kedalaman sudu 9 cm serta 3,2 pada kedalaman sudu 12 cm. Selama 15 hari pengamatan besarnya potensi kecepatan angin rata-rata sebesar 2,577 m/s dengan daya dan torsi yang dihasilkan pada kincir angin sebesar 1,18 Watt dan 0,898 Nm. Sedangkan daya dan torsi rata-rata pada paddle wheelnya sebesar 0,888 Watt dan 0,433 Nm.Dari hasil tersebut didapatkan daya hilang sebesar 0,291 Watt dengan efisiensi konversi energi sebesar 15,76% dan Efisiensi sistem aerator sebesar 75,3%. Selanjutnya dari hasil pengujian sampel air tambak pada kolam penelitian baik sebelum diaerasi maupun setelah diaerasi pada kolam penelitian serta tanpa aerasi pada air tambak dititik yang lain didapatkan hasil yaitu nilai DO tanpa aerasi rata-rata kandungan DOnya sebesar 4,758 mg/l, sebelum diaerasi sebesar 4,61 mg/l serta kandungan DO setelah diaerasi sebesar 8,1 mg/l. Jika mengacu pada hasil perlakuan sebelum aerasi terhadap air tambak yang telah diaerasi selama 15 hari dengan beberapa perlakuan kedalaman sudu paddle wheel didapatkan hasil peningkatan oksigen terlarut rata-rata sebesar 3,48 mg/l. Peningkatan oksigen terlarut tertinggi yaitu 7,68 mg/l terjadi pada kedalaman 3 cm dengan jumlah putaran paddle wheel sebesar 43,5 rpm, sedangkan jumlah peningkatan oksigen terlarut yang paling kecil yaitu 1,47 mg/l terjadi pada perlakuan kedalaman sudu paddle wheel 12 cm dengan putaran rata-rata paddle wheel sebesar 9,5 rpm. Kata kunci: Aerator, Kincir Savonius, Kincir Air, DO air tambak.

vi

Rizal Dwi Handoko. 0511020061. The test against paddle wheel aerator performance driven by savonius Type-L windmill for embankment water aeration. Supervisor I: Ir.Musthofa Lutfi, MP. Supervisor II: Wahyunanto Agung Nugroho, STP.,M.Eng. SUMMARY In the aquaculture, the dissolved oxygen rate becomes a critical factor for the intensive fish production. Dissolved oxygen (DO) means the oxygen rate (mg/l or ppm) dissolved in the water. Stickney (1979), as quoted in Andan (2003), admits that the oxygen inadequacy put the fish in danger because it causes stress, disease, and even death among fishes. Therefore, in the highly dense embankment, aeration tool may be important to improve air dissolution rate in the water. The main objective of research is to examine the performance of paddle wheel aerator driven by savonius type-L windmill for embankment water aeration. The secondary goal of this research may be to understand the speed, torque, paddle wheel power and windmill power; to acknowledge the efficiency, to acknowledge the paddle wheel depth for optimum aeration to supply dissolved oxygen in the embankment water. Research has been conducted for 15 days. It observes various data such as water sample (dissolved oxygen), wind speed, windmill rotor rotation and paddle wheel rotation to examine the power and the torque of windmill and paddle wheel, and the efficiency of this aerator system. In this research, paddle wheel has 70 cm diameter and 45 0 slope. Several treatments of paddle wheel angle deep are used, such as 1 cm, 3 cm, 6 cm, 9 cm, and 12 cm. Results of research indicate that the mill rotates and moves the paddle wheel in the different minimum wind speeds, such as 1.1 m/s at 1 cm angle deep, 2 m/s at 6 cm angle deep, 2.7 m/s at 9 cm angle deep, and 3.2 m/s at 12 cm angle deep. During 15 days of observation, the average wind speed rate is 2.577 m/s with the power and torque produced by windmill reaching for 1.18 watt and 0.898 Nm. The average power and torque of the paddle wheel are 0.888 watt and 0.433 Nm. Considering these results, the lost power is 0.291 watt. Energy conversion efficiency equals to 15.76 %, while aerator system efficiency remains as 75.3 %. The results of examination against embankment water sample, collected from the observation pool, before and after aeration, indicate that DO content before aeration attains to 4.7 mg/l, while after aeration it achieves 8.05 mg/l. The other point in the embankment without aeration shows DO content for 4.758 mg/l. Considering the results of the before-aeration treatment in the embankment after 15 days aeration with various paddle wheel angle deep treatments, research finds average dissolved oxygen improvement to 3.292 mg/l. The highest dissolved oxygen increase about 4.65 mg/l is occurred at 3 cm deep with 32.5 rpm rotations of paddle wheel. The lowest dissolved oxygent increase about 2.37 mg/l is developed at 12 cm paddle wheel angle deep treatment with 13.66 rpm average rotations of paddle wheel Keywords: aerator, savonius mill, paddle wheel, DO of embankment water

vii