Anda di halaman 1dari 46

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Kemajuan teknologi yang begitu pesat mengakibatkan semakin meningkatnya kebutuhan manusia, salah satunya adalah kebutuhan manusia akan informasi. Perkembangan teknologi disegala bidang khususnya elektronika digital

memungkinkan suatu

rancangan bentuk fisik yang lebih sederhana, efisien,

ekonomis dan kinerja yang semakin baik pula. Oleh sebab itu hal ini berpengaruh dengan situasi, kondisi dan cara hidup manusia sehari-hari dimana manusia lebih membutuhkan sesuatu yang lebih cepat, tepat dan akurat dalam memperoleh informasi. Mikrokontroler sebagai teknologi baru yaitu teknologi semikonduktor kehadiranya sangat membantu perkembangan dunia elektronika. Dengan arsitektur yang praktis tetapi memuat banyak kandungan transistor yang terintegrasi, sehingga mendukung dibuatnya rangkaian elektronika yang lebih portable. Untuk produk ini sendiri merupakan rangkaian aplikasi penggabungan antara elektronika yaitu sensor-sensor optic, motor stepper dan mikrokontroler, dimana kesemuaannya dapat dioperasikan secara otomatis melalui input data data program yang telah dimasukkan kedalam mikrokontroler. Microkontroler adalah sebuah IC yang didalamnya terdapat sebuah prosesor dan sebuah memori. Prosesor ini berfungsi untuk mengolah data, dan memori berfungsi untuk menyimpan data. Maka atas hal tersebutlah kami membuat sebuah kerja praktek yang berhubungan dengan mikrokontroler yaitu running teks, dimana cara kerjanya diatur oleh mikrokontroler tersebut. Running teks kami nantinya akan kami gunakan di Departemen Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Sumatera Utara dengan tujuan untuk meningkatkan akreditasi dan mempermudah pihak departeman dalam memberikan suatu informasi yang sifatnya umum.

1.2 Tujuan Adapun tujuan mahasiswa melakukan kerja praktek teknologi mekanik antara lain sebagai berikut: 1. Tugas kerja praktek teknologi mekanik ini bertujuan untuk membahas perancangan penampil teks yang dibuat menggunakan mikrokontroler

PIC16F877A sebagai pengendali utama dan LED yang disusun secara matriks dengan ukuran 16 baris x 192 kolom. 2. Sebagai salah satu syarat pengambilan kerja praktek manajemen.

1.3 Batasan Masalah Penampil teks sangat beragam, Oleh karena itu untuk menghindari kompleksitas pembuatan alat, penampil teks ini hanya dibuat sederhana. Pembahasan dalam tugas akhir ini dibatasi pada: 1. Papan penampil menggunakan LED yang disusun secara matriks dengan ukuran 7 baris x 72 kolom. 2. Metode penelusuran yang dilakukan adalah penelusuran kolom. 3. Bahasa pemograman yang digunakan dalam pembuatan program mikrokontroler PIC16F877A adalah bahasa assembly. 4. Teks yang ditampilkan tidak dapat diubah kecuali mikrokontroler PIC16F877A diprogram ulang. 1.4 Metode Penulisan Metode pangumpulan data yang penulis lakukan dalam membuat laporan ini ialah dengan melakukan studi literatur dalam mencari data yang diperlukan dalam menyusun laporan ini.Dan juga penulis mencari tambahan data dari internet sebagai sumber tambahan. 1.5 Sistematika penulisan Bab I PENDAHULUAN Didalam pendahuluan diceritakan tentang latar belakang dibuatnya running teks dengan ukuran 16 x 192 cm mahasiswa didalam pengambilan
2

kerja praktek teknologi mekanik. Serta penjelasan tentang tujuan, batasan masalah dan metodologi penulisan yang dilakukan mahasiswa didalam pembuatan running teks serta penyusunan kerja praktek teknologi mekanik tersebut.

Bab II TINJAUAN PUSTAKA Didalam tinjauan pustaka dijelaskan tentang teori-teori yang berkaitan dengan running teks outdoor. Semua referensi tentang pembuatan running teks outdoor dengan ukuran 16 x 192 cm dijelaskan didalam tinjauan pustaka. Dimulai dari cara pemilihan bahan-bahan apa yang harus digunakan sampai grafik teoritis tentang bahan-bahan yang bagus untuk digunakan dijelaskan disini.

Bab III ALAT DAN BAHAN Didalam bab III ini dijelaskan tentang alat dan bahan yang digunakan untuk pembuatan running teks outdoor dengan ukuran 16 x 192 cm.

Bab IV PROSEDUR DAN BIAYA Didalam bab IV dijelaskan tentang prosedur yang dilakukn dalam pembuatan running teks outdoor. Serta penjelasan biaya-biaya yang dikeluarkan dalam pembuatan running teks outdoor dengan ukuran 16 x 192 cm.

Bab V KESIMPULAN DAN SARAN Didalam bab ini dijelaskan kesimpulan hasil yang didapatkan dalam running teks outdoor dengan ukuran 16 x 192 cm seperti dimensi, hasil uji coba dari teks tersebut.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1 LED (Light Emiting Dioda) LED pada umumnya digunakan sebagai indikator visual karena tanggapannya yang cepat dan efisiensi-nya tinggi dibanding lampu pijar. Konversi energi LED adalah 10 sampai 50 kali lebih tinggi. Dan tanggapannya 100 sampai 1000 kali lebih cepat.

Gambar 2.1. LED (Light Emiting Diode)

LED dapat mengemisikan cahaya hijau, kuning, merah, jingga, biru ataupun infra merah bila diberi tegangan forward bias. Kebanyakan LED memiliki batas tegangan maksimum antara 3 sampai 5 volt. Sebuah tahanan harus dipasang seri untuk membatasi arus agar tidak melebihi harga maksimum yang diperbolehkan pada LED. Resistor pembatas arus ini nilainya dapat dihitung. Untuk arus maju If dan tegangan catu Vcc, yaitu:

Dimana R = Tahanan sebagai pembatas arus Vcc = Tegangan Catuan If = Arus Forward Vf = Tegangan Forward

Resistor pembatas arus dapat dihubungkan ke katoda ataupun ke anoda LED. Kecerahan cahaya LED tergantung pada arus maju yang melewatinya. LED bekerja pada arus 20 mA dan maksimum 30-40 mA. Penentuan polaritas LED yang paling mudah dan paling akurat adalah dengan mengujinya secara langsung. Jika LED menyala, maka katoda adalah pena yang terhubung ke kaki negatif atau ground. 2.2 Power Supplay Arus listrik yang di perlukan untuk rangkaian running teks merupakan arus jenis DC. Secara unum kita mengenal beberapa sumber yang mampu menghasilkan arus listrik yaitu seperti : generator listrik, batere kering dan accumulator. Untuk batere dan accu hanya bisa menyediakan arus listrik searah (dc). Untuk yang pembangkit lgenerator itu contohnya listrik PLN. Generator dikopel dengan turbin pada sistem pembangki. Sistem pembangkit bisa dengan air (PLTA), uap (PLTU), gas (PLTG), surya (PLTS), nuklir (PLTN) dan lain sebagainya. Perangkat running teks mestinya dicatu oleh suplai arus searah DC (direct current) yang stabil agar dapat bekerja dengan baik. Baterai atau accu adalah sumber catu daya yang paling baik. Namun untuk aplikasi yang membutuhkan catu daya lebih besar, sumber dari baterai tidak cukup, sumber catu daya yang besar adalah sumber bolak-balik AC (alternating current) dari pembangkit tenaga listrik. Untuk itu diperlukan suatu perangkat catu daya yang dapat mengubah arus AC menjadi DC. Prinsip penyearah dapat ditunjukkan pada gambar 2 berikut. Transformator (T1) diperlukan untuk menurunkan tegangan AC dari jala-jala lisrik pada kumparan primernya menjadi tegangan AC yang lebih kecil pada kumparan skundernya.

Gambar 2.2 Rangkaian penyearah sederhana

Pada rangkaian ini, dioda (D!) berperan hanya untuk merubah dari arus AC menjadi DC dan meneruskan tegngan positif ke beban R1. Ini yang disebut dengan
5

penyearah setengah gelombang (half wave). Untuk mendapatkan penyearah gelombang penuh (fullwave) diperlukan transformator denagn center tab (CT) seperti pada gambar berikut:

Gambar 2.3 Rangkaian penyearah gelombang penuh

Tegangan positif phasa yang pertama diteruskan oleh D1 sedangkan phasa yang berikutnya dilewatkan melalui D2 ke beban R1 dengan CT transformator sebagai common ground. Dengan demikian R1 mendapat suplai tegangan gelombangpenuh seperti gambar diatas. Untuk beberapa aplikasi seperti misalnya mencatu motor dc yang kecil atau lampu pijar dc, bentuk tegangan seperti ini sudah cukup memadai. Walaupun terlihat di sini tegangan ripple dari kedua rangkaian diatas masih sangat besar.

Gambar 2.4 rangkaian penyearah setengah gelombang dengan filter c

Gambar 2.4 adalah rangkaian penyearah setengah gelombang dengan filter kapasitor C yang paralel terhadap beban R. Ternyata dengan filter inin bentuk gelombang tegangan keluarnya bisa menjadi rata. Gambar 2.5 menujukkan bentuk keluaran tegangan DC dari rangkaian penyearah setengah gelombang dengan filter kapasitor. Garis b-c adalah garis lurus dengan kemiringan tertentu dimana pada keadaan ini arus untuk beban R1 dicatu oleh tegangan kapasitor.

Gambar 2.5 bentuk gelombang dengan filter kapasitor

Kemiringan kurva b-c tergantung dari besar arus (I) yang mengalir ke beban R. Jika arus I=0 (tidak ada beban) maka kurva b-c akan semakin tajam. Tegangan yang keluar akan berbentuk gigi gergaji dengan tegangan ripple yang besarnya adalah : Vr = VM V .................................................(2.2)

Dan tegangan DC ke beban adalah Vdc = VM + Vr/2 .................................................(2.3) Rangkaian penyearah yang baik adalah rangkaian yang memiliki tegangan ripple (Vr) paling kecil. VL adalah tegangan discharge atau pengosongan kapasitor C, sehingga dapat ditulis : VL = VM e-T/RC .................................................(2.4) Jika persamaan (2.4) di sumsitusikan ke persamaan (2.2) maka diperoleh persamaan yang lebih sederhana: Vr = VM (1- e T/RC) .........................................(2.5) Jika T < RC , dapat ditulis:

e -T/RC 1- T/RC

..................................................(2.6)

sehingga jika di subsitusikan kerumus (2.5) dapat diperoleh persamaan yang lebih sederhana: Vr = VM (T/RC) ...............................................(2.7)

Vm/R tidak lain adalah beban (I), sehingga dengan ini terlihat hubungan antara beban arus I dan kapasitor (C) terhadap tegangan ripple (Vr) perhitungan ini efektif untuk mendapatkan tegangan ripple yang diinginkan.

2.2 Mikrokontroller Mikrokontroller AT 89S51 adalah sebuah mikrokontroller buatan ATMEL. Mikrokontroller ini masih termasuk dalam keluarga mikrokonteroller MCS-51 yaitu merupakan versi yang dilengkapi dengan ROM (internal) yaitu berupa EEPROM. Mikrokontroller AT89S51 adalah low power high performance CMOS 8 bit, 4 Kbit flash programmable and eresable read only memory (PEROM). IC mikrokontroller ini kompatible dengan standar MCS-51 baik dari instruksi maupun pena-penanya yang dapat diaplikasikan sebagai embedded controller. Berikut ini adalah kemampuan yang dimiliki oleh mikrokontroller AT89S51: Kompatibel dengan keluarga MCS-51. 4 Kbyte programmable flash memory (PEROM) di dalam chip yang dapat ditulis dan dihapus sampai seribu kali. Dapat beroperasi pada frekuensi 0 3 level program kunci memori. 1288 bit RAM internal. 32 jalur I/O. Duah buah timer/counter 16 bit. 6 buah jalur interupsi. Serial channel yang dapat diprogram. Hemat catu daya dan power down modes. sampai 24 .

2.3 Blok Diagram Mikrokontroller Dari diagram blok pada gambar 2.1 terlihat bahwa terdapat beberapa blok internal dari IC AT89S51 seperti:
8

P0.0 - P0.7

P2.0 - P2.7

Vcc GND RAM ADDR REGISTER

PORT 0 DRIVERS

PORT 2 DRIVERS

RAM

PORT 0 LATCH

PORT 2 LATCH

FLASH PROGRAM ADDRESS REGISTER

B REGISTER

ACC

STACK POINTER

BUFFER

TMP 1

TMP 1

PC INCREMENTER

ALU INTERRUPT, SERIAL PORT, AND TIMER BLOCKS PSW


PSEN CE/PROG EA / Vpp RST

PROGRAM COUNTER

TIMING AND CONTROLL

INSTRUCTION REGISTER

DPTR PORT 1 LATCH PORT 3 LATCH

OSC

PORT 1 DRIVERS

PORT 3 DRIVERS

P1.0 - P1.7

P3.0 - P3.7

Gambar 2.1 Diagram Blok Mikrokontroller

Berikut ini merupakan keterangan dari gambar diagram blok mikrokontroller diatas : ALU (Aritmatic Logic Unit) ALU adalah suatu unit yang melaksanakan proses aritmatik dan logika seperti penjumlahan, pengurangan, pembagian, AND, OR, X OR, rotasi, clear dan komplemen operasi percabangan Akumulator Akumulator adalah merupakan register aritmatika yang berfungsi sebagai penampung data sebelum dan sesudah proses. Sebagian besar instruksi pemrosesan pada AT89S51 menggunakan akumulator sebagai operand sumber atau tujuan pengiriman data dan ke port.

Register B Register B digunakan selama operasi perkalian/pembagian 8 bit dan dapat juga digunakan sebagai register operand sumber atau operand tujuan.
9

Stack Pointer Stack pointer digunakan sebagai tempat penyimpanan variabel data yang ditindih dalam memori atau sebagai register petunjuk. RAM (Random Access Memory) RAM adalah memori yang dapat dibaca atau ditulis. Data dalam RAM akan terhapus (bersifat volatile) bila catu daya dihilangkan. Karena sifat RAM yang volatile ini, maka program mikrokontroller tidak disimpan dalam RAM. RAM digunakan untuk menyimpan data sementara, yaitu data yang tidak begitu vital bila hilang akibat aliran daya terputus. RAM pada IC ini mempunyai kapasitas sebesar 128 byte 8 bit. TMP1/TMP2 TMP1/TMP2 berfungsi sebagai timer/counter 16 bit yang terangkai secara internal. Program Address Register Program address register merupakan alamat register dari program yang berfungsi untuk proses pengelamatan data. Buffer Dilihat dari fungsinya, buffer pada IC ini merupakan penyangga agar data yang dipindahkan dari suatu register ke register lain tetap atau tidak berantakan. RAM Address Register RAM address register merupakan sebagai jalan menuju RAM. Semua pengolahan data memakai RAM harus terlebih dahulu melewati RAM address register. 2.4 SFR (Register Fungsi Khusus ) Pada Keluarga 51 Sekumpulan SFR atau Special Function Register yang terdapat pada Mikrokontroler Atmel Keluarga 51 ditunjukan pada tabel 2.1, pada bagian sisi kiri

10

dan kanan dituliskan alamat-alamatnya dalam format heksadesimal. Tidak semua alamat pada SFR digunakan, alamat-alamat yang tidak digunakan diimplementasikan pada chip. Jika dilakukan usaha pembacaan pada alamat-alamat yang tidak terpakai tersebut akan menghasilkan data acak dan penulisannya tidak menimbulkan efek sama sekali. Pengguna perangkat lunak sebaiknya jangan menuliskan 1 pada lokasi-lokasi tak berurutan tersebut, karena dapat digunakan untuk mikrokontroler generasi selanjutnya. Dengan demikian, nilai-nilai reset atau non-aktif dari bit-bit baru ini akan selalu O dan nilai aktifnya adalah 1. Berikut kan dijelaskan secara singkat SFR-SFR beserta fungsinya: Tabel 2.1. Peta Register Fungsi Khusus SFR (Special Function Register)
F8 F0 E8 E0 D8 D0 C8 C0 B8 B0 A8 A0 98 90 88 80 IP P3 IE P2 SCON PI TCON PO TMAD SP TLO DPL TL1 DPH THO TH1 PCON SBUF PSW T2CON (T2MOD) (RCAP2L) (RCAP2H) TL2 TH2 ACC B FF F7 EF E7 DF D7 CF C7 BF B7 AF A7 9F 97 8F 87

Berikut keterangan dari tabel diatas : Akumulator ACC atau akumulator yang menempati lokasi E 0h digunakan sebagai register untuk penyimpanan data sementara, dalam program, instruksi mengacunya sebagai register A (bukan ACC).

Register B Register B (lokasi F 0) digunakan selama operasi perkalian dan pembagian,


11

untuk instruksi lain dapat diperlakukan sebagai register scratch pad (papan coretcoret).

Program Status Word (PSW) Register PSW (lokasi D 0h) mengandung informasi status program.

Stack Pointer Register SP atau Stack Pointer (lokasi 8 0h) merupakan register dengan

panjang 8-bit, digunakan dalam proses simpan menggunakan instruksi PUSH dan CALL. Walau Stack bisa menempati lokasi dimana saja dalam RAM, register SP akan selalu diinisialisasi ke 07h setelah adanya reset, hal ini menyebabkan stack berawal di lokasi 08h.

Data Pointer Register Data Pointer atau DPTR mengandung DPTR untuk byte tinggi

(DPH) dan byte rendah (DPL) yang masing-masing berada dilokasi 83h dan 82h, bersama-sama membentuk register yang mampu menyimpan alamat 16-bit. Dapat dimanipulasi sebagai register 16-bit atau ditulis dari/ke port, untuk masing-masing Port 0,Port 1, Port2 dan Port 3.

Serial Data Buffer SBUF atau Serial Data Buffer (lokasi 99h) sebenarnya terdiri dari dua

register yang terpisah, yaitu register penyangga pengirim (transmit buffer) dan penyangga penerima (receive buffer). Pada saat data disalin ke SBUF, maka data sesungguhnya dikirim ke penyangga pengirim dan sekaligus mengawali transmisi data serial. Sedangkan pada saat data disalin dari SBUF, maka sebenarnya data tersebut berasal dari penyangga penerima.

Time Register Pasangan register (TH0, TL0) dilokasi 8Ch dan 8Ah,(TH1, TL1) dilokasi

8Dh dan 8Bh serta (TH2, TL2) dilokasi CDh dan CCH merupakan register-register pencacah 16-bit untuk masing-masing Timer 0, Timern 1 dan Timer 2.

12

Capture Register Pasangan register (RCAP2H, RCAP21) yang menempati lokasi CBh dan Cah

merupakan register capture untuk mode Timer 2 capture. Pada mode ini, sebagai tanggapan terjadinya suatu transisi sinyal di kaki (pin) T2EX (pada AT89C52/55), TH2 dan TL2 disalin masing-masing ke RCAP2H dan RCAP2L. Timer 2 juga memiliki mode isi-ulang-otomatis 16-bit dan RCAP2H serta RCAP2L digunakan untuk menyimpan nilai isi-ulang tersebut.

Control Register Register-register IP, IE, TMOD, TCON, T2CON, T2MOD, SCON dan

PCON berisi bit-bit control dan status untuk system interupsi, pencacah/pewaktu dan port serial. Berikut ini merupakan spesifikasi dari IC AT89C51 : Kompatible dengan produk MCS-51 Empat K byte In-Sistem Reprogammable Flash Memory Daya tahan 1000 kali baca/tulis Fully Static Operation : 0 Hz sampai 24 MH Tiga level kunci memori progam 128x8 bit RAM internal 32 jalur I/O Tiga 16 bit Timer/Counter Enam sumber interput Jalur serial dengan UART

2.4 Timer/Counter Satu chip mikrokontroller ini memiliki dua timer yang dapat dikonfigurasikan beroperasi sebagai timer atau counter. Saat berfungsi sebagai timer, isi register timer ditambah satu untuk tiap siklus mesin, sedangkan untuk fungsi counter isi register
13

akan bertambah 1 setiap ada transisi sinyal pada pin input eksternal. Pada pemanfaatan sebagai counter, sinyal input yang dimaksudkan dapat berupa low level atau falling edge trigger. Counter akan mencacah setiap masukan yang ada sesuai inisialisasi harga awal dari counter pada nilai hitungan untuk tiap sampling. Inisialisasi harga awal ini berupa nilai preset negatif counter yang diatur sebelum counter dijalankan. Demikian halnya dengan pemanfaatan timer yang memerlukan inisialisasi awal berupa konstanta waktu yang menentukan sampai berapa lama akan terjadi roll over. Penentuan harga preset ini berhubungan dengan penggunaan frekuensi clock dari sistem penentu waktu sampling dari counter untuk mencacah suatu pulsa masukan dari luar dengan memanfaatkan kontrol interupsi yang ada serta pengaturan program. Sebagai tambahan pada pemilihan timer/counter, timer 0 dan timer 1 mempunyai 4 buah modul yang dapat dipilih dengan menentukan pasangan bit M0 dan M1 pada register TMOD. Untuk pemilihan timer/counter dikontrol dengan bit C/T di TMOD.

Berikut ini merupakan keterangan dari gambar 2.2 Pin-pin Mikrokontroller AT89S51 diatas : Mode 0 Pada mode ini timer register dikonfigurasikan sebagai register 13 bit. Ke 13 bit register tersebut terdiri dari 8 bit TH1 dan 5 bit TL1. Selama perhitungan roll over dari semua 1 ke semua 0, TF1 (Timer Interrupt Flag) di set. Pada dasarnya operasi mode 0 sama untuk timer 0 dan timer 1.

Mode 1 Mode 1 adalah timer register 16 bit dan dapat generator boudrate. Operasi mode 1 sama dengan mode 0.

Mode 2

14

Mode 2 adalah timer register dengan konfigurasi 8 bit counter (TL1) auto reload. Overflow dari TL1 tidak hanya menset TF1 tapi juga mereload TL1 dengan isi TH1. Setelah reload isi TH1 tidak akan berubah. Operasi mode ini juga sama dengan timer/counter 0

Mode 3 Pada mode ini timer 1 tidak akan bekerja. Sedangkan timer 0 menjadi 2 counter yang terpisah. TL0 digunakan sebagai bit kontrol untuk timer 0; C/T, GATE, TR0, INT0 dan TF0 seolah-olah mengontrol timer 1.

2.5 Serial Interface Port I/O serial yang dimiliki oleh mikrokontroller, memiliki karakteristik full duplex (dapat menerima sekaligus mengirimkan data secara simultan). Port serial dapat bekerja dalam 4 mode:

1. Mode 0: Pada mode 0 ini data serial diterima dan dikirim lewat pin RxD, sedangkan pin TxD berfungsi untuk mengirimkan shift clock. Data yang dikirim dan diterima 8 bit. Kecepatan pengiriman (baud rate) adalah tetap sebesar 1/12 frekuensi osilator.

2. Mode 1: Pada mode ini data 8 bit dikirim/diterima dengan 2 bit tambahan, dengan urutan: Start bit (logika 0), 8 bit data (dengan bit terendah didepan), 1 stop bit (logika 1).
15

Pada saat penerimaan, stop bit masuk pada bit RB8 pada register SCON. Baud rate pada mode ini adalah variabel.

3. Mode 2: Pada mode ini data 8 bit dikirim/diterima dengan 3 bit tambahan dengan urutan sebagai berikut: Start bit (logika 0), 8 bit data (dengan bit terendah didepan), 1 bit tambahan yang dapat diprogram, 1 stop bit (logika 1). Pada saat pegiriman, bit yang dapat diprogram adalah bit yang terdapat pada bit TB8 pada SCON. Pada saat penerimaan, bit yang dapat diprogram masuk pada bit RB8 pada register SCON. Baud rate pada mode ini adalah 1/32 atau 1/64 frekuensi osilator.

4. Mode 3: Pada mode ini data 8 bit dikirim/diterima dengan 3 bit tambahan dengan urutan: Start bit (logika 0), 8 bit data (dengan bit terendah didepan), 1 bit tambahan yang dapat diprogram, 1 stop bit (logika 1). Mode ini persis sama dengan mode 2 kecuali baud ratenya yang variabel.

2.6 Pengaturan Baud Rate

16

Baud rate adalah kecepatan transmisi data serial, berupa banyaknya transmisi logika pada saluran data serial tiap detik. Semakin besar nilai baud rate semakin cepat proses pengiriman/penerimaan data serial. Pada mode 1 dan 3 baud ratenya ditentukan oleh persamaan:

2.7 Perangkat Instruksi Perangkat lunak adalah seperangkat instruksi yang disusun menjadi sebuah program untuk memerintahkan mikrokomputer melakukan suatu pekerjaan. Sebuah instruksi selalu berisi kode operasi (op-code), kode pengoperasian inilah yang disebut dengan bahasa mesin yang dapat dimengerti oleh mikrokontroller. Instruksi-instruksi yang digunakan dalam memogram suatu program yang diisikan pada AT89S51 adalah instruksi bahasa pemograman assembler atau sama dengan instruksi pemograman pada IC mikrokontroller 8031 dan MCS51. 2.8 Komunikasi Data serial Dikenal dua cara komunikasi data secara serial, yaitu komunikasi data serial secara sinkron dan komunikasi data serial secara asinkron. Pada komunikasi data serial sinkron, clock dikirimkan bersama-sama dengan data serial, sedangkan komunikasi data serial asinkron, clock tidak dikirimkan bersama data serial, tetapi dibangkitkan secara sendiri-sendiri baik pada sisi pengirim (transmitter) maupun pada sisi penerima (receiver). Pada IBM PC kompatibel port serialnya termasuk jenis asinkron. Komunikasi data serial ini dikerjakan oleh UART (Universal Asynchronous

Receiver/Transmitter). IC UART dibuat khusus untuk mengubah data paralel menjadi data serial dan menerima data serial yang kemudian diubah kembali menjadi data paralel. IC UART 8250 dari Intel merupakan salah satunya. Selain berbentuk IC mandiri, berbagai macam mikrokontroller ada yang dilengkapi UART, misalnya keluarga mikrokontroller MCS-51.
17

Pada UART, kecepatan pengiriman data (baud rate) dan fase clock pada sisi transmitter dan pada sisi receiver harus sinkron. Untuk itu diperlukan sinkronisasi antara transmitter dan receiver. Hal ini dilakukan oleh bit start dan bit stop. Ketika saluran transmisi dalam keadaan idle, output UART adalah dalam keadaan logika 1. Ketika transmitter ingin mengirimkan data, output UART akan diset lebih dulu ke logika 0 untuk waktu satu bit. Sinyal pada receiver akan dikenal sebagai sinyal start yang digunakan untuk mensinkronkan fase clock-nya sehingga sinkron dengan fase clock transmitter. Selanjutnya data akan dikirimkan secara serial dari bit yang paling rendah sampai bit tertinggi. Selanjutnya, akan dikirim sinyal stop sebagai akhir dari pengiriman data serial. Cara pemberian kode data yang disalurkan tidak ditetapkan secara pasti. Kecepatan transmisi (baud rate) dapat dipilih bebas dalam rentang tertentu. Baud rate yang umum dipakai adalah 110, 135, 150, 300, 600, 1200, 2400, dan 9600 (bit/detik). Dalam komunikasi data serial, baud rate dari kedua alat yang berhubungan harus diatur pada kecepatan yang sama. Selanjutnya, harus ditentukan panjang data (6, 7 atau 8 bit ), paritas (genap, ganjil atau tanpa paritas), dan jumlah bit stop (1, 1,5, atau 2 bit).

2.8.1 Karakteristik Sinyal Port Serial Standart sinyal komunikasi serial yang banyak digunakan adalah standart RS232 yang dikembangkan oleh Industry Electronic Industry Association (EIA/TIA) yang and The kali

Telecommunications

Association

pertama

dipublikasikan pada tahun 1962. Ini terjadi jauh sebelum IC TTL populer sehingga sinyal ini tidak ada hubungan sama sekali dengan level tegangan IC TTL. Standart ini hanya menyangkut komunikasi data antara komputer ( Data Terminal Equipment DTE) dengan alat-alat pelengkap komputer (Data Circuit Terminating Equipment DCE). Standart RS-232 inilah yang biasa digunakan pada port serial IBM PC kompatibel. Standart sinyal serial RS-232 memiliki ketentuan level tegangan sebagai berikut :

18

Logika 1 disebut mark terletak antara -3 volt hingga -25 volt. Logika 0 disebut space terletak antara +3 volt hingga +25 volt. Daerah tegangan antara -3 volt hingga +3 volt adalah invalid level, yaitu daerah tegangan yang tidak memiliki level logika pasti sehigga harus dihindari. Demikian juga level tegangan lebih negatif dari -25 volt atau lebih positif dari +25 volt juga harus dihindari karena tegangan tersebut dapat merusak line driver pada saluran RS-232. Dalam proyek tugas akhir ini, Penulis memakai kata Open door sebagai kode kunci. Dengan kata lain, karakter yang akan dikirimkan tersebut berbentuk bahasa manusia. Karena komputer hanya memahami bahasa digital, maka karakter yang akan dikirimkan tersebut terlebih dahulu diubah ke dalam bentuk digital. Tabel berikut merupakan contoh pengubahan kode kunci Open door menjadi data digital tanpa paritas dalam format ASCII.

Tabel 2.1 Pengubahan Karakter Open door Menjadi Data Digital Tanpa Bit Paritas Kode O P E N Spasi D O O R b6 b5 b4 b3 b2 1 1 1 1 0 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 0 0 0 0 0 0 1 1 0 0 1 0 0 1 1 0 1 0 1 1 0 1 1 1 0 b1 b0 1 0 0 0 0 0 1 1 1 1 0 1 1 0 0 1 1 0

19

2.8.2 Konfigurasi Port Serial Gambar berikut adalah gambar IC buffer serial dan konektor port serial DB9 pada bagian belakang CPU. Pada komputer IBM PC kompatibel biasanya dapat kita temukan dua konektor port serial DB9 yang biasa dinamakan COM 1 dan COM 2.
+5V
22F + 1 3 + 4 5 11 12 (RXD) (TXD) 9 10 +C1 -C1 +C1 -C1 T11 R10 R20 T21

22F

R S 2 3 2

Vcc +v -v GND T10 R10 T20 R2I

16 2 6 15 14 13 7 8 Rx0
4

22F + 22F +
1

DB 9
TO COMPUTER
6 2 3 5 9 8 7

Tx0

Gbr 2.3. Konektor serial DB -9 pada bagian belakang CPU

2.9 REGISTER GESER IC CMOS 4094 terdiri dari 8 tingkat register geser dengan sebuah data latch (pengunci) untuk masing-masing tingkat dan sebuah keluaran dengan 3 keadaan dari setiap pengunci. Data akan bergeser saat pulsa clock berada pada transisi positif. Data keluaran Qs digunakan dalam sistem kaskade berkecepatan tinggi.
20

Data keluaran Qs bergeser pada saat berada pada saat transisi negatif yang digunakan dalam sistem kecepatan rendah. Data dari masing-masing register di latch pada saat transisi negatif dari masukan strobe. Data akan lewat latch saat strobe aktif tinggi. Keluaran dari ke 8 data latch dan dikontrol oleh penyangga tiga keadaan dengan memberi masukan impedansi tinggi pada masukan keluaran enabel.

STROBE DATA CLOCK Q1 Q2 Q3 Q4 VSS

VDD OUTPUT ENABLE

4 0 9 4

Q5 Q6 Q7 Q8 QS QS

Gbr 2.4. konfigurasi pin CMOS 4094

2.10 PERANGKAT KERAS (Hardware) Perancangan hardware dilakukan dengan beberapa tahap, dimana tahap pertama adalah penggambaran diagram blok dari sistem yang akan dibuat. Diagram blok Diagram blok merupakan pernyataan hubungan yang berurutan dari satu

lomponen ke komponen yang lainnya yang memiliki satu kesatuan kerja. Diagram blok dari sistem Running Text ditunjukkan pada gambar.

21

DOT MATRIX

Komputer PC

Mikrokontroler AT89S51
Data

Port 3

Clock E0

Driver

COM1 RS-232

MAX 232

Tx Rx

Gambar 2.5 Diagram Blok Sistem

Berikut ini adalah penjelasan dari diagram blok diatas: Komputer berfungsi sebagai media untuk memasukkan pesan yang akan ditampilkan berupa kode ASCII pada memori IC Mikrokontroller. IC RS232 yang berfungsi sebagai komunikasi serial antara Komputer-PC dengan mikrokontroller secara serial dua arah. Mikrokontroller yang berfungsi sebagai pusat pengelolah yaitu: mengubah kode biner ASCII ke bentuk tampilan Dot Matrix mengendalikan tampilan Dot Matrix memori mikrokontroler sebagai tempat program dan data untuk

IC 4094 yang berfungsi sebagai buffer dan register geser.

22

Dot matrik sebagai tempat penampilan karakter yang akan ditampilkan dengan susunan 7 baris x 5 kolom.

2.11 Rangkaian Sistem Minimum Mikrokontroller Dalam modifikasi karakter berjalan ini, diperlukan rangkaian mikrokontroller yang berfungsi sebagai pusat pengelola data dan penyimpanan data atau program dari Komputer PC dengan menggunakan Port Serial dan juga sebagai interface data. Frekuensi yang dipakai pada rangkaian ini adalah oscillator 11,0582 MHz yang berfungsi untuk membangkitkan pulsa pada rangkaian mikrokontroller. Berikut ini gambar rangkaian sistem minimum mikrokontroller yang digunakan.

Gambar 2.6 Modifikasi Rangkaian Mikrokontroller Pada pembuatan tugas akhir ini adalah karena port serial membutuhkan lebih sedikit kabel dan dapat digunakan untuk komunikasi data yang relatif jauh meskipun data yang dikirimkan bit demi bit. Port serial mikrokontroller AT 89S51 mempunyai sifat full duplex yaitu dapat mengirimkan dan menerima data secara bersamaan, register penerima dan pengirim
23

pada port serial diakses pada SBUF (Serial Buffer) register pengontrol kerja port serial ini adalah SCON (Serial Control). SCON yang diset pada pembuatan karakter berjalan ini adalah mode 1, dimana bit dikirim melalui Txd atau diterima melalui Rxd. Format ke 10 bit tersebut adalah sebagai berikut:

START

* * * * * * * *
LSB
DATA 8 BIT

STOP

(0)

MSB

(1)

Gambar 2.7 Serial Mode 1 2.12 Rangkaian Dot Matrix Untuk mendrive LED-LED Dot Matrix digunakan register geser CMOS 4094, dimana setiap chip mempunyai delapan D-flip-flop yang disusun sebagai register geser. Setiap LED dihubungkan pada keluaran dari D-flip-flop. Rangkaian driver ini juga berfungsi sebagai penggeser bit-bit data secara seri dan mengeluarkannya secara paralel seperti ditunjukkan pada gambar. Dari gambar 3.4 dapat dilihat bahwa setiap kolom LED Dot matrix memerlukan satu chip 4094 sehingga untuk menampilkan satu karakter dengan 7x5 dot memerlukan 5 buah chip 4094, dimana masukan untuk chip kolom berikutnya diambil dari keluaran dari fip-flop yang ke delapan dari chip kolom sebelumnya. Masukan Data, Clock, EO dari chip kolom 1 dihubungkan ke keluaran port P3 dari mikrokontroller AT89S51.

24

P3.7 P3.5 P3.6

Eo
16 1 VDD
ENABLE Output

16 1 VDD
ENABLE Output

Data
2 15 2 3 Q5 13
Q1

15

Clock
Q1

3 5
Q2

6
Q3

7
Q4

4 0 9 4

5 Q6 12
Q2

6 11
Q3

Q7 QS

7 10
Q4

4 0 9 4

Q5

13 12

Ke pin 2 4094 Kolom 3

Q6

Q7 QS

11

10

14 8 VSS

14 8 VSS

Baris1 Baris2

Baris3

Baris7 Kolom 1 Kolom 2

Gambar 2.8 Rancangan Driver LED Dot Matrix Susunan Dot Matrix Susunan Dot Matrix terdiri dari LED yang disusun atas 7 baris dan 64 kolom, dimana untuk menampilkan satu karakter memerlukan 7 baris dan 5 kolom seperti ditunjukkan pada.

Gambar 2.9 Susunan Dot Matrix

25

Gambar 2.10 Tampilan Awal dari Running Text

Untuk menampilkan huruf A kode heksanya adalah 7CH, 12H, 11H, 12H, 7CH kodekode inilah yang dikeluarkan dari Port 3.5. Lingkaran yang berwarna hitam merupakan LED yang aktif dan dinyatakan sebagai logika 1 dan yang tidak berwarna adalah LED yang tidak aktif dan dinyatakan sebagai logika 0 (nol).

2.13 PERANGKAT LUNAK (Software) Agar komputer dapat mengirim data yang akan ditampilkan pada Dot Matrix maka pada komputer dan mikrokontroler harus dimasukkan program. Program pada komputer adalah untuk membaca karakter ASCII dari Keyboard dan

mengirimkannya secara serial melalui COM1. Pada mikrokontroller dimasukkan program untuk membaca ASCII karakter dari komputer, mengubahnya ke kode Dot Matrix dan menampilkannya dan program ini dinamai program Running Text.

2.14 Program Runnig Text


Adapun tahapan-tahapan yang dilakukan mikrokontroller untuk pengendalian running text adalah sebagai berikut:

26

Inisialisasi unit Timer dan Serial Membaca tampilan awal berupa kode-kode memory EPROM dan mengubahnya menyimpanya pada Buffer dan Matrix. Memeriksa ada tidaknya data ASCII yang dikirimkan komputer pada buffer serial. Jika ada, Baca data ASCII menyimpannya pada buffer. Jika tidak ada, maka tampilkan karakter sebelumnya yang ada pada buffer.
Mulai Inisialisasi Timer dan Serial Set Tampilan Awal

ASCII yang disimpan pada

ke bentuk Dot Matrix serta menampilkannya pada DOT

kemudian

dan diubah ke bentuk Dot Matrix serta

Isikan Tampilan Awal ke Buffer

Baca Buffer dan ubah ke nilai DOT Tampilkan ke nilai DOT ke Matrix LED

Data baru ?
Ya

Tidak

Baca Tampilan Baru

Isikan Tampilan ke Buffer

Gambar 2.11 Diagram Alir Utama BAB III ALAT DAN BAHAN

27

3.1 Alat Adapun alat alat yang digunakan adalah sebagai berikut: 1. Solder Solder merupakan alat bantu dalam merakit atau membongkar rangkaian elektronika pada rangkaian yang terdapat pada papan pcb. solder merupakan alat elektronika yang mengubah energi listrik menjadi energi panas.

Gambar 3.1 Solder

2. Bor DC Mesin bor digunakan untuk melubangi papan pcb untuk tempat melekatnya lampu LED sesuai dengan ukuran yang telah ditentukan.

Gambar 3.2 Bor DC

3. Tang cucut (Long Noise Plier) Bentuknya mirip ikan cucut: moncong pipih, panjang, dan berbentuk gergaji. Sebab itu, tang ini dikenal sebagai tang cucut. Berfungsi sebagai penjepit kawat atau kabel. Namun Anda dapat memanfaatkan bagian dalam rahang yang tajam sebagai pemotong kabel.

28

Gambar 3.3 Tang cucut

4. Tang potong (cutting pliers) Memiliki rahang tajam. Fungsinya untuk memotong kawat, kabel plastik, dan fiber tipis. Bahannya dari besi chrome vanadium. Gagangnya dilapis plastik. Kelemahan, tidak mampu memotong ukuran bidang yang besar atau tebal.

Gambar 3.4 Tang Potong

5. Obeng (-,+) obeng yang digunakan pada proses pembuatan running teks ini ada dua jenis yaitu: a. Obeng Standar (Obeng Pipih) Obeng standar adalah obeng yang mempunyai bilah pipih dan digunakan untuk melepas atau mengganti pengikat (fastener) seperti sekrup pengetap sendiri dan baut baut kotak, Seperti juga halnya mencungkil cetakan.

b. Obeng Kembang (Obeng Plipih) Obeng Kembang adalah obeng yang mempunyai mata berbentuk bintang, digunakan untuk melepas sekrup kepala kembang.
29

Gambar 3.5 Obeng

6. Pengupas kabel Sesuai dengan namanya alat ini berfungsi untuk mengupas kabel yang masih tertutup dengan isolasinya tanpa merusak kabelnya.

Gambar 3.6 Pengupas kabel

7. Cutter Cutter digunakan untuk memotong bagian bagian yang tidak lagi diperlukan pada rangkaian running teks.

Gambar 3.7 cutter

30

8. Batu baterai 6-12 volt atau adaptor Baterai digunakan untuk menguji LED untuk memastikan bahwasannya LED tersebut tidak rusak.

Gambar 3.8 baterai

9. Multimeter/multitester/AVOmeter Multimeter adalah alat ukur yang dipakai untuk mengukur tegangan listrik, arus listrik, dan tahanan (resistansi). Itu adalah pengertian multimeter secara umum, sedangkan pada perkembangannya multimeter masih bisa digunakan untuk beberapa fungsi seperti mengukur temperatur, induktansi, frekuensi, dan sebagainya. Ada juga orang yang menyebut multimeter dengan sebutan AVO meter, mungkin maksudnya A (ampere), V(volt), dan O(ohm).

Gambar 3.9 multimeter

31

10. Pinset Alat yang terbuat dari besi. Pinset (yang ujungnya lancip), digunakan untuk mengambil atau menarik beberapa sampel. fungsi pinset itu untuk menjepit benda kecil atau pun yang sangat lembek(lembut) dan ada beberapa sampel atau zat2 yang terdapat di lab bisa menyebabkan alergi atau iritasi pada manusia. untuk menghindari itu maka alternatifnya adalah pinset Apabila alat ini berkarat dan kotor ,bersihkan, atau ganti alat ini dengan yang baru.

Gambar 3.10 pinset

3.2 Bahan Bahan bahan yang digunakan antara lain adalah sebagai berikut: 1. Papan pcb Printed Circuit Board atau biasa disingkat PCB adalah sebuah papan yang digunakan untuk mendukung semua komponen-komponen elektronika yang berada diatasnya, papan PCB juga memiliki jalur-jalur konduktor yang terbuat dari tembaga dan berfungsi untuk menghubungkan antara satu komponen dengan komponen lainnya.

32

Gambar 3.11 papan pcb

2. LED Light Emitting Diode (LED) merupakan jenis dioda semikonduktor yang dapat mengeluarkan energi cahaya ketika diberikan tegangan. Semikonduktor merupakan material yang dapat menghantarkan arus listrik, meskipun tidak sebaik konduktor listrik. Semikonduktor umumnya dibuat dari konduktor lemah yang diberi pengotor berupa material lain. Dalam LED digunakan konduktor dengan gabungan unsur logam aluminium-gallium-arsenit (AlGaAs). Konduktor AlGaAs murni tidak memiliki pasangan elektron bebas sehingga tidak dapat mengalirkan arus listrik. Oleh karena itu dilakukan proses doping dengan menambahkan elektron bebas untuk mengganggu keseimbangan konduktor tersebut, sehingga material yang ada menjadi semakin konduktif. LED ini nantinya akan dipasang pada papan pcb sebagai penerima pancaran arus dari mikrokontroler

Gambar 3.12 LED

3. Mikrokontroler Mikrokontroler AT89S52 merupakan sebuah Mikrokontroler 8 bit bertenaga rendah dengan teknologi CMOS berkinerja tinggi yang dilengkapi dengan memori flash yang dapat diprogram sebesar 8 Kbyte. Komponen ini dibuat dengan teknologi memori Atmel yang nonvolatile dan berkapasitas tinggi serta kompatibel dengan set intruksi dan kaki out standar industri 80CSI. Flash onchip memungkinkan memori program dapat diprogram ulang dalam system atau dengan pemprograman memori nonvolatile yang konvensinal. Dengan menggunakan CPU 8 bit dengan flash yang diprogram dari sistem dalam sebuah monolitik chip, Atmel AT89S52 adalah sebuah Mikrokontroler yang sangat baik untuk menyelesaikan solusi yang sangat fleksibel
33

dan efektif dalam biaya, untuk banyak masalah aplikasi serta untuk mengontrol modul tambahan. Dalam spesifikasinya AT89S52 menyediakan fitur-fitur standar antara lain: Flash 8 Kbyte 256 bytes RAM Saluran masukan/keluaran (I/O) 3 buah 16 bit timer/counter Port serial full duplex Osilator on-chip dan sirkuit waktu

Gambar 3.13 mikrokontoler

4. Resistor Resistor adalah salah satu komponen elekronika yang berfungsi sebagai penahan arus yang mengalir dalam suatu rangkaian dan berupa terminal dua komponen elektronik yang menghasilkan tegangan pada terminal yang sebanding dengan arus listrik yang melewatinya sesuai dengan hukum Ohm (V = IR). Sebuah resistor tidak memiliki kutub positif dan negatif, tapi memiliki karakteristik utama yaitu resistensi, toleransi, tegangan kerja maksimum dan power rating. Karakteristik lainnya meliputi koefisien temperatur, kebisingan, dan induktansi. Ohm yang dilambangkan dengan simbol (Omega) merupakan satuan resistansi dari sebuah resistor yang bersifat resistif. Fungsi resistor adalah sebagai pengatur dalam membatasi jumlah arus yang mengalir dalam suatu rangkaian. Dengan adanya resistor menyebabkan arus listrik dapat disalurkan sesuai dengan kebutuhan. Adapun fungsi resistor secara lengkap adalah sebagai berikut : Berfungsi untuk menahan sebagian arus listrik agar sesuai dengan kebutuhan suatu rangkaian elektronika.
34

Berfungsi untuk menurunkan tegangan sesuai dengan yang dibutuhkan oleh rangkaian Berfungsi untuk elektronika. Berfungsi untuk membagi tegangan. membangkitkan frekuensi tinggi dan frekuensi rendah

dengan bantuan transistor dan kondensator (kapasitor). Maka didalam running teks ini kita menggunakan beberapa jenis resistor yaitu ukuran 220 ohm, 330 ohm, 1k ohm dan 10 k ohm.

Gambar 3.14 Resistor

5. Transistor Transistor adalah komponen semiconductor, biasaannya digunakan untuk amplifier atau switch. Dalam projek microcontroller, transistor digunakan sebagai switch untuk menghidupkan komponen yang mempunyai arus yang lebih besar berbanding arus yang dapat dibekalkan oleh microcontroller. Ini kerana, microcontroller hanya dapat memberikan voltage 5V. dan transistror yang kita gunakan adalah tipe Transistor 1273 Transistor mempunyai tiga kaki dan di label CBE iaitu Collector, Base dan Emitter. Transistor mempunyai dua jenis iaitu jenis NPN dan PNP. Gambar schematic di atas adalah menggunakan transistor NPN. Transistor adalah controlled current iaitu arus pada collector akan mengalir sekiranya terdapat arus pada base. Arus pada collector akan menghidupkan sebarang komponen di collector atau load. Contoh komponen yang boleh di pasang pada load adalah LED yang banyak, Backlight LCD, Relay dan sebagainya. Bagi mengawal arus base, microcontroller akan memberikan voltage sama ada low logic 0V atau high logic 5V. Jika microcontroller memberi 0V, transistor akan OFF dan load tidak berfungsi. Jika microcontroller memberi 5V, transistor akan ON dan load juga akan dihidupkan.

35

Selari dengan load, terdapat diode di pasang. Ini berfungsi untuk inductive load seperti relay. Coil relay mempunyai inductor. Apabila transistor di matikan, arus di dalam coil tidak boleh di hentikan begitu sahaja. Ia memerlukan laluan lain untuk turun kepada kosong. Jadi, diode di pasang bagi mengalirkan arus daripada inductor tersebut.

Gambar 3.15 transistor

6. Integrated Circuit (IC) Integrated Circuit (IC) adalah suatu komponen elektronik yang dibuat dari bahan semi conductor, dimana IC merupakan gabungan dari beberapa komponen seperti Resistor, Kapasitor, Dioda dan Transistor yang telah terintegrasi menjadi sebuah rangkaian berbentuk chip kecil, IC digunakan untuk beberapa keperluan pembuatan peralatan elektronik agar mudah dirangkai menjadi peralatan yang berukuran relatif kecil. Sebelum adanya IC, hampir seluruh peralatan elektronik dibuat dari satuan-satuan komponen(individual) yang dihubungkan satu sama lainnya menggunakan kawat atau kabel, sehingga tampak mempunyai ukuran besar serta tidak praktis. Maka oleh sebab itu IC sangat berperan penting didalam suatu komponen elektronik termasuk running teks. Ada beberapa jenis IC yang dapat kita gunakan didalam proses pembuatan running teks yaitu:

IC 7805 IC MAX 232 IC 24C64

IC 4N25 IC AT89C51
36

Gambar 3.16 Integrated circuit

7. Kapasitor Fungsi kapasitor didalam satu rangkaian running teks adalah sebagai kopling, penggeser fasa, filter pada satu rangkaian power supply, pembangkit frekuensi pada suatu rangkaian oscilator serta juga dipakai untuk menghindari percikan bunga api pada suatu saklar. Cara kerja kapasitor didalam suatu rangkaian adalah mengalirkan elektron menuju kapasitor. pada waktu kapasitor telah di penuhi dengan elektron, tegangan akan alami perubahan. kemuadian, elektron akan keluar dari suatu kapasitor dan mengalir menuju rangkaian yang membutuhkannya. dengan demikian, kapasitor akan membangkitkan reaktif suatu rangkaian.

Gambar 3.17 kapasitor

8. XTAL XTAL merupakan komponen yang berfungsi untuk membangkitkan frekuensi osilasi dengan stabilitas yang sangat tinggi. Frekuensi osilasi didapat dari efek piezoeletrik. Bahan yang biasa digunakan untuk memperoleh efek piezoeletrik diantaranya kwarsa, garam rochelle dan tourmaline. Bahan banyak digunakan adalah
37

kristal kwarsa. Dan ada dua jenis tipe xtal yang akan kita gunakan yaitu XTAL 11.052dan XTAL 32 Khz

Gambar 3.18 Kristal 11.059200 MHz

9. Header connector Header connector adalah konektor banyak pin, seperti diketahui kadang dalam mikrokontroler kita akan menyambung banyak kabel dari satu board ke board yang lain, jika digunakan konektor biasa dan kabel biasa, tidak rapi, dan solusinya menggunakan header konektor dan kabelnynya disebut sebagai kabel pita atau ribbon cable yang biasanya berwarna abu-abu, ada yang menyebutnya rainbow cable atau kabel pelangi, untuk yang berwarna-warni. Header ada yang laki-laki (male) dan perempuan (female), header 15 berarti ada satu baris dengan 5 kolom, yang lain 25 artinya 2 baris dan 5 kolom. Untuk pemrograman mikrokontroler ISP anda bisa gunakan 15 pin, atau 25, sedangkan untuk koneksi ke port-port-nya digunakan minimum 25 pin. Header male, dijual banyak pin, tinggal memotong, sebaliknya yang female ada yang tetap ada yang bisa dipotong.

38

Gambar 3. 19 Header connector

11. Dioda Zener Dioda Zener adalah dioda yang memiliki karakteristik menyalurkan arus listrik mengalir ke arah yang berlawanan jika tegangan yang diberikan melampaui batas "tegangan rusak" (breakdown voltage) atau "tegangan Zener". Ini berlainan dari dioda biasa yang hanya menyalurkan arus listrik ke satu arah. Dioda Zener biasanya digunakan secara luas dalam sirkuit elektronik. Fungsi utamanya adalah untuk menstabilkan tegangan. Pada saat disambungkan secara parallel dengan sebuah sumber tegangan yang berubah-ubah yang dipasang sehingga mencatu-balik, sebuah dioda zener akan bertingkah seperti sebuah kortsleting (hubungan singkat) saat tegangan mencapai tegangan rusak diode tersebut. Hasilnya, tegangan akan dibatasi sampai ke sebuah angka yang telah diketahui sebelumnya.

Gambar 3.20 Dioda zener

39

12. Power supply Pada dasarnya Fungsi utama dari power supply adalah mengubah aliran listrik arus bolak-balik (AC) yang tersedia dari aliran listrik (di Indonesia, PLN). Menjadi arus listrik searah (DC) yang dibutuhkan oleh komponen pada PC. Power supply termasuk dari bagian power conversion. Power conversion sendiri terdiri dari tiga macam: AC/DC Power Supply, DC/DC Converter, dan DC/AC Inverter. Power supply untuk PC sering juga disebut sebagai PSU (Power Supply Unit). PSU termasuk power conversion AC/DC.

Gambar 3.21 Power suplly

13. Kabel listrik Kabel listrik digunakan untuk menyambungkan power suplay dengan sumber arus listrik.

Gambar 3.22 Kabel listrik

40

12. Pin hidder Pin hidder merupakan suatu pin yang digunakan untuk tempat penyambungan kabel yang berupa socket negatif. Pin ini digunakan untuk menghubungkan antara komponen yang satu dengan komponen yang lainnya atau antar pcb.

Gambar 3.23 Pin hidder

13. Konverter USB Konverter usb digunakan untuk menghubungkan running teks dengan komputer sebagai media untuk menstransfer data dari komputer ke mikrokontroler running teks tersebut.

Gambar 3.24 Konverter USB 14. Saklar Saklar digunakan untuk menyambung dan memutuskan arus ke running teksdari sumber arus yang ada.

Gambar 3.25 saklar


41

BAB IV PROSEDUR DAN BIAYA

4.1

Prosedur Kerja

1. 2.

Siapkan semua alat dan bahan yang diperlukan. Pasang resistor, trimpot, kapasitor, diode zener dan IC pada papan PCB dengan melekatkannya dengan timah menggunakan solder seperti yang tampak pada gambar rangkaian berikut:

Gambar 4.1 Rangkaian Running LED

3.

Pasan 1 buah dioda LED untuk melihat apakah rangkaian telah benar dengan menyalanya 1 dioda LED tersebut.

4.

Setelah 1 buah dioda LED tersebut menyala pasang 512 dioda LED yang lainnya sesuai dengan letak dioda pada rangkaian.

5. 6. 7.

Lekatkan soket baterai pada papan PCB. Tes rangkaian dengan memasang baterai pada soket baterai. Jika running LED telah berhasil menyala maka rangkaian telah siap untuk digunakan.

8. 9.

Ambil fiber, ukur papan PCB yang akan dibuatkan badan. Potong fiber sesuai ukuran yang telah dukur sebelumnya.
42

10. Beri lem lilin pada masing-masing bagian fiber dan lekatkan sisi-sisi fiber satu sama lain sehingga membentuk box/ kotak. 11. Masukkan ke dalam box/ kotak tersebut, papan PCB lengkap dengan running LED circuitnya. 12. Solder bagian depannya sesuai ukuran lampu LED. 13. Keluarkan sebagian badan lampu LED. Tutup bagian belakang box/ kotak dengan fiber.

4.2

Biaya

4.2.1 Biaya peralatan No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Total 4.2.2 Jenis Obeng komplit Solder Timah tang potong Lem batrai AA Isolasi Pinset gunting Cat semprot Cat pengkilat Unit 1 10 1 5 10 10 6 10 5 1 1 Harga/Unit(Rp) 25.000 8.000 55.000 10.000 1.500 6.500 1.500 2.000 3.000 25.000 15.000 Total (Rp) 25.000 80.000 55.000 50.000 15.000 65.000 9.000 20.000 15.000 25.000 15.000 374.000

Dana bahan baku running teks


No 1 2 3 4 5 6 7 Jenis PCB 16 x 32 mm LED Power Suplly Mikro Controller Resistor Transistor Integrated Circuit (IC) Unit 6 3150 1 200 20 10 50 Harga/Unit(Rp) 250.000 500 200.000 2.000 1.000 1.500 2.500 Total(Rp) 1.500.000 1.575.000 200.000 400.000 20.000 15.000 125.000 43

8 9 10 11 12 13 14 15 16 TOTAL BIAYA

Kapasitor XTAL Header connector Kabel listrik Pin Hidder 16 Kaki Software Converter USB Kabel Converter USB Saklar

30 4 6 10 14 1 1 10 1

1.000 3.000 7.500 5.000 2.500 30.000 15.000 7.000 7.000

30.000 12.000 45.000 50.000 35.000 30.000 15.000 70.000 7.000 4.129.000

44

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan 1. Rangkaian dibuat dengan semudah mungkin dengan pengguna sehingga memudahkan dalam pengembangan dan penggunaan. 2. Proyek dapat berjalan dengan baik apabila program dan komponen lainnya bekerja dengan baik dan sesuai dengan ukuran serta kebutuhan masing-masing. 3. Perangkat menggunakan beragam komponen seperti : Microcontroler sebagai pemroses Kabel yang berguna sebagai penghubung LCD sebagai display output dari proyek

5.2 Saran 1. Sebaiknya melakukan pengecekan terhadap alat dan juga kinerja dari komponen yang senantiasa digunakan agar dapat memperlanjancar kegiatan dan tanpa hambatan yang berarti. 2. Melakukan pengarahan terhadap program yang digunakan agar tercapai penggunaan secara universal.

45

DAFTAR PUSTAKA

Malik Moh Ibnu, Anistardi. Bereksperimen Dengan Mikrokontroller 8031. PT. Elex Media Komputindo. Jakarta; 1997. Setiawan Rachmad. Mikrokontroller MCS-51. Graha Ilmu. Yogyakarta; 2006.

TEDC Bandung. Komponen Elektronika Jilid I. Jakarta; 1993 TEDC Bandung. Komponen Elektronika Jilid II. Jakarta.; 1993 http://ramon-electronica.blogspot.com/2010/12/running-led.html. http://v318.files.wordpress.com/2007/10/untitled1.JPG http://i.ixnp.com/images/v3.57/t.gif http://iptech.wordpress.com/2010/06/01/sirkuit-terintegrasi-integrated-circuit-ic/

46