Anda di halaman 1dari 11

PERKEMBANGAN ISLAM PADA MASA MODERN

Disusun oleh: Alwantyas Majidah Rusmawati (03) Alyaa Putri Nugraha (04) Aulia Nisrina Dewi (06) Maya Fajar Wati (24) Muhamad Bilal Fajariansyah (25)

Muhammad Azis Husein (26)

A.Sekilas tentang Dunia Islam pada Masa Modern


Dunia Islam berada dalam situasi yang sangat kritis pada abad ke-18 dan awal abad ke-19. Hampir seluruh wilayah Islam jatuh ke tangan penjajah bangsa Barat yang beragama Nasrani. Itu karena kelemahan umat Islam terletak pada bidang akidah yang tercemari takhayul, khufarat, dan bid'ah, juga tertinggal dalam bidang sains (ilmu pengetahuan) dan teknologi. Oleh karena itu, umat Islam perlu mengadakan gerakan pembahuruan (modernisasi) secara komprehensif (menyeluruh). Masa pembaharuan ini ditandai dengan adanya kesadaran umat Islam terhadap kelemahan dirinya dan adanya dorongan untuk memperoleh kemajuan dalam berbagai bidang, khususnya dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Pada awal masa pembaharuan, kondisi dunia Islam, secara politis berada di bawah penetrasi kolonialisme. Ini karena runtuhnya dinasti Abbasiyah di Bagdad, akibat serangan negara Mongol. Baru pada pertengahan abad ke-20 M, dunia Islam bangkit memerdekakan negaranya dari penjajahan bangsa Barat (Eropa). Berikut adalah negara-negara Islam atau yang berpenduduk mayoritas umat Islam: N o. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10 . 11 . 12 . 13 . 14 . 15 Nama Negara/Wilayah Kerajaan Islam Malaka Indonesia Mesir Oman Qatar Aljazair Kaukasia Aden (Yaman) Kerajaan Mughal Bukhora Samarkand Uzbekistan Tunisia Mesir Eriteria Negara Penjajah Portugis Belanda Perancis Inggris Inggris Prancis Rusia Inggris Inggris Rusia Rusia Rusia Prancis Inggris Italia Tahun Jajahan 1511 1602-1942 1789-1802 1802 1802 1830-1857 1834-1859 1839 1857 1866 1866 1866 1891-1899 1882 1885-1890 Tahun Merdeka 17 Agustus 1945 23 Juli 1952 1962 1992 23 Juli 1952 -

. 16 . 17 . 18 . 19 . 20 . 21 . 22 . 23 . 24 . 25 . 26 . 27 . 28 . 29 . 30 . 31 . 32 .

Senegal Nigeria Pantai Gading Sudan Bacuchistan Cad Tripoli (Libia) Syereneia Maroko Kuwait Irak Suriah Lebanon Kesultanan Sulu (filiphina) Kesultanan Mendanau (filiphina) Malaysia Brunei Darusalam

Prancis Prancis Prancis Inggris Inggris Prancis Italia Italia Prancis dan Spanyol Inggris Inggris Prancis Prancis Spanyol Spanyol Inggris Inggris

1890 1891-1899 1891-1899 1898 1906 1900 1912-1913 1912-1913 1912 1914 1920 1920 1851 1851 1851 -

1956 1951 1956 1958 1946 1946 1957 1984

B.Perkembangan Ajaran Islam pada Masa Modern


1. Penyimpangan Ajaran Islam Menjelang dan pada awal-awal masa pembaharuan yaitu sebelum dan sesudah 1800 M, umat Islam di berbagai negara, telah menyimpang dari ajaran Islam yang bersumber kepada Al-Quran dan Hadis. Penyimpangan itu terdapat dalam hal :

o Ajaran Islam tentang ketauhidan telah bercampur dengan kemusyrikan. Hal ini ditandai dengan banyaknya umat islam menyembah selain Allah juga menyembah benda-benda keramat. o Adanya kelompok umat Islam, yang selama hidup di dunia hanya mementingkan urusan akhirat dan meninggalkan dunia. Mereka beranggapan bahwa hidup di dunia hanya sementara dan hidup di akhirat itu kekal dan abadi. o Menganut paham fatalisme, yaitu paham yang mengharuskan berserah diri kepada nasib dan tidak perlu berikhtiar, karena hidup manusia dikuasai dan ditentukan oleh nasib. 2. Gerakan Tajdid (Gerakan Pembaruan Islam) Secara harfiah, tajdid berarti pembaruan, pelakunya disebut mujadid. Maksud tajdid adalah pembaruan dalam keagamaan, baik berbentuk pikiran maupun gerakan, sebagai reaksi terhadap tantangan-tantangan eksternal maupun internal yang menyangkut keyakinan dan urusan sosial umat. Tajdid mendapat pembenaran dan pengesahan dari Allah SWT. Perhatikan firman Allah SWT. berikut:

Artinya : dan orang-orang yang berpegang teguh dengan Alkitab (Taurat) serta mendirikan shalat, (akan diberi pahala) karena sesungguhnya Kami tidak menyia-nyiakan pahala orangorang yang mengadakan perbaikan. (Qs Al-Araf, 7:170)

C.Tokoh Pembaharuan Islam dan Contoh Peristiwa Perkembangan Islam pada Masa Modern
1. Muhammad bin Abdul Wahab (1703-1787 M) Lahir di Nejd (Arab Saudi) pada tahun 1703 M dan wafat di Daryah tahun 1787 M. Beliau merupakan pengarang buku-buku islam, antara lain "Kitab At-Tauhid" yang isinya antara lain tentang pemberantasan syirik, khurafat, takhayul, dan bid'ah. Pemikiran Muhammad bin Abdul Wahab adalah: o Alquran dan hadis merupakan sumber asli ajaran Islam, bukan dari pendapat ulama. o Taklid pada ulama tidak dibenarkan. o Pintu ijtihad tetap terbuka dan boleh dilakukan dengan jalan kembali pada Alquran dan sunah Nabi Muhammad SAW. Gerakan pemurnian ajaran islamnya disebut gerakan Wahabi. Kondisi umat Islam yang memotivasi timbulnya gerakan Wahabi adalah : o Secara politik, umat Islam di seluruh kawasan kekuasaan Islam berada dalam keadaan yang lemah. Ketika itu, yang berkuasa adalah Kerajaan Turki Usmani yang merupakan penguasa tunggal, yang sedang mengalami kegagalan di segala bidang. o Adanya penurunan semangat dalam pemahaman Alquran karena umat Islam bersikal fatalistik dan mistisisme. o Tauhid yang diajarkan Nabi Muhammad SAW. telah dirusak oleh kebiasaan syirik. o Kota-kota suci telah menjadi tempat yang penuh penyimpangan akidah.

Gerakan Wahabi ini berhasil berkat bantuan kepala suka Muhammad Ibnu Su'ud yang kemudian mendirikan kerajaan di bawah pimpinan keturunannya.

2. Syah Waliyullah (1703-1762 M) lahir di Delhi, 21 Februari 1703 M. Silsilahnya sampai kepada Umar bin Khattab. Karyakaryanya: Syah Waliyullah yaitu Hujatul Baliqah, Fuyud al-Haramain, dan Al-Fauzul Kabir fi Usulit-Tafsir. Pemikiran-pemikiran Syah Waliluyah tentang penyebab kemunduran umat Islam di India dan seluruh dunia, secara umum sebagai berikut : a. Terjadi perubahan sistem pemerintahan Islam dari sistem kekhalifahan menjadi sistem kerajaan. b. Sistem demokrasi yang ada dalam kekhalifahan diganti dengan sistem monarki absolut. C. Perpecahan di kalangan umat Islam disebabkan oleh berbagai pertentangan aliran dalam Islam. D. Adat istiadat dan ajaran bukan Islam masuk ke keyakinan umat Islam. 3. Sultan Mahmud II (1785-1839 M)

Lahir tahun 1785 M, diangkat menjadi khalifah tahun 1807 M. Adapun pembaruan yang dilakukan Sultan Mahmud II sebagai berikut: A. Menerapkan sistem demokrasi dalam pemerintahannya

B. Menghapus pengultusan sultan yang dianggap suci oleh rakyatnya C. Mengadakan pembaruan dalam bidang pendidikan dengan memasukkan kurikulum ke dalam lembaga-lembaga pendidikan madrasah. D. Mendirikan sekolah Mektebi Maarif yang mempersiapkan tenaga-tenaga administrasi dan Mektebi Ulumi Edebiyet yang mempersiapkan tenaga-tenaga ahli penerjemah E. Mendirikan sekolah kedokteran militer dan teknik 4. Muhammad Ali Pasha (1765-1849 M)

5. Rifaah Badawi RafiAt-Tahtawi (1801-1873 M)

6. Jamaluddin Al-Afgani (1838-1897 M)

7. Muhammad Abduh (1849-1905 M)

8. Muhammad Rasyid Rida (1865-1935 M)

9. Sayid Ahmad Khan (1817-1898 M)

10. Sir Muhammad Iqbal (1876-1938 M)

D.Nilai Positif Gerakan Pembaruan Islam


Nilai positif gerakan pembaharuan Islam yaitu: 1) Nilai Persatuan 2) Nilai Solidaritas 3) Nilai Pembaruan 4) Nilai Jihad 5) Nilai Kemerdekaan Pembaharuan dalam Islam merupakan jawaban yang ditujukan terhadap krisis yang dihadapi umat Islam pada masanya. Kemunduran Kerajaan Usmani sebagai pemangku khilafah Islam setelah abad ke 17 M, telah melahirkan kebangkitan Islam di kalangan warga Arab. Yang terpenting ialah gerakan Wahhabi, sebuah gerakan reformis puritanis. Gerakan ini merupakan sarana yang menyiapkan jembatan ke arah pembaharuan Islam ke abad 20 yang lebih bersifat intelektual. Gerakan yang lahir di Timur Tengah itu telah memberi pengaruh besar pada gerakan kebangkitan Islam di Indonesia. Secara umum, cita-cita gerakan pembaruan Islam di Indonesia antara lain sebagai berikut: 1) Bidang akidah 2) Bidang politik 3) Bidang pendidikan 4) Bidang ekonomi

E.Perkembangan Kebudayaan Islam Pada Masa Modern


Kebudayaan umat Islam pada masa pembaharuan berkembang ke arah yang lebih maju. Hal ini dapat dipelajari di berbagai negara Islam atau negara yang berpenduduk mayoritas umat islam, seperti Saudi Arabia, Mesir, Irak, Iran, Pakistan, Malaysia, Bruinei, dan Indonesia.

1. Arsitektur Arsitektur ada yang berfungsi melayani keagamaan seperti mesjid, makam, madrasah, dan ada pula yang berfungsi melayani kepentingan sekuler, seperti Istana, Benteng, pasar, caravan serai, jalan-jalan raya, rel-rel kereta api, dll.

Pada masa Rasulullah masih hidup, keadaan Masjidil Haram tidak begitu luas dan bersifat sederhana. Sekarang ini , keadaan Masjidil Haram sangat luas dan merupakan bangunan yang begitu Indah dan Megah. Masjidil Haram saat ini berlantai empat yang untuk naik dari lantai dasar ke lantai atas sudah disediakan escalator. Masjid Nabawi adalah sebuah masjid yang megah dan indah juga sangat luas. Pada masa Rasulullah luas Masjid Nabawi 2.500 m2, kini luasnya menjadi 165.000 m2 (luas seluruh kota Madinah pada masa Rasulullah SAW). Hal ini mengakibatkan makam Nabi Muhammad SAW, Abu Bakar r.a., dan Umar Bin Khaththab r.a. yang dulu berada di luar mesjid sekarang berada di dalam mesjid. Begitupun dengan tempat pemakaman umum (maqbarah) baqi yang duluh berada di pinggir kota, sekarang berada di samping atau di pinggir halaman masjid. Masjid Nabawi bertambah indah dan megah dengan adanya sepuluh menara yang menjulang tinggi, 95 buah pintu mesjid yang lebar dan indah, Juga kubah masjid yang dapat terbuka dan tertutup. Atap mesjid Nabawi bagian belakang yaitu diatas pintu Al-Majidi dari sebelah barat memanjang ke timur, telah dibangun tingkat dua yang dimanfaatkan untuk perkantoran, perpustakaan, gudang, perlatan dan selebihnya digunakan sebagai tempat Shalat, apabila jamaah di lantai bawah terlalu padat. Seluruh ruangan di dari lantai dasar Masjid Nabawi sekarang ini memakai pendingin (AC). Di Negara Turki sekarang ini memiliki tidak kurang dari 62.000 masjid dan pembangunan masjid mencapai 1.500 buah per tahun. Selain itu, telah dibangun lebih dari 2.000 unit sekolah Al-Quran. Di Iran ketika dinasti Qatar berkuasa telah dibangun kota Teheran sebagai ibu kota Iran. Perkembangan kota ini sangat pesat, terutama pada masa kekuasaan Dinasti Pahlevi. Sekarang ini Taheran merupakan salah satu kota terbesar di Asia. Bangunan Arsitektur Dinasti Qatar antara lain : Istana Niavarand, tempat kediaman Syah Muhammad Reza Pahlevi dan keluarganya. Pekuburan Behesyti Zahra (bahasa Persia yang berarti Taman Zahra, putrid Rasulullah SAW). Pekuburan ini tempat dimakamkannya puluhan ribu Syuhada (pahlawan) Revolusi Islam. Di pekuburan ini juga dimakamkan pemimpin Revolusi Islam Ayatullah Khomaeni (wafat 1989 M). Pada masa pembaharuan telah bermunculan para sastrawan yang karya-karya sastranya bersifat islami di berbagai Negara, misalnya : Muhammad Iqbal (1877-1938) beliau mengungkapkan filsafatnya dalam bentuk puisi dengan menggunakan bahasa Urdu dan Persi. Dari karya puisinya, yang penting adalah Asrari Khudi, disamping karya filsafatnya yang berjudul The Reconstruction of Religious Thoughs in Islam. Beliau juga telah menulis beberapa prosa dalam Bahasa Inggris dan Arab. Mustafa Lutfi Al-Manfaluti (1876-1926) seorang sastrawan dan ulama Al-Azhar (Mesir) termasuk pengarang cerita pendek bergaya semi klasik dan semi moderen. Dr. Muhammad Husain Haekal (1888-1956) pengarang mesir terkenal, yang telah menulis Hayatu Muhammd adalah juga seorang sastrawan dan dianggap perintis karya sastra modern setelah novelnya yang berjudul Zainab terbit tahun 1914. Beliau juga banyak menulis kritik sastra dan cerita pendek. Jamil Siqdi Az-Zahawi (1863-1936) di Irak terkenal sebagai perintis sajak moderen dan penyair tua yang bernada keras dan terkenal sebagai pembela hak-hak wanita bersama-sama dengan Marum Ar-Rasafi (1877-1945)

2. Sastra

Abdus Salam Al-Ujali (lahir 1918) adalah seorang sastrawan di Suriah yang juga seorang dokter medis, aktif dalam penulisan novel dan cerita pendek. Binti Syati (Aisyah Abdurrahman) meraih gelar doctor dalam sastra klasik, terkenal sebagai sastrawan dan wartawan maupun editor harian Al-Ahram Mesir. Selain itu, beliau banyak menekuni Al-Quran, lalu menulis tafsir Al-Quran dari segi sastra.

3. Kaligrafi Kata kaligrafi berasal dari Bahasa Yunani : Kaligrafia dan Kaligraphos. Kallos berarti indah dan grapho berarti tulisan. Jadi kaligrafi berarti tulisan (aksara) indah yang mempunyai nilai estetis. Kaligrafi (khatt) merupakan satu-satunya seni Islam yang murni dihasilkan oleh orang Islam. Kaligrafi terdiri dari bermacam-macam gaya antara lain enam macam gaya yang disebut Al-Aqlam As-Sittah (The Six Handsl Style). Seni kaligrafi berkembang sangat cepat ke seluruh pelosok dunia. Khususnya ke Negaranegara yang berpenduduk mayoritas Islam. Seni kaligrafi dipakai sebagai hiasan mesjid, penyekat ruang, hiasan dinding rumah, kotak penyimpanan perhiasan, alat-alat rumah tangga, dll. Media yang digunakan pun juga beragam yakni dari kertas, kain, kulit, kaca, emas, perak, tembaga, kayu, dan keramik.

Berikut contoh perkembangan kebudayaa islam pada masa modern :

F. Manfaat Mempelajari Sejarah Perkembangan Islam pada Masa Modern


o Dapat meneladani sikap perilaku memegang teguh agama Islam. o Dapat meneladani sikap perilaku mencintai ilmu pengetahuan. o Dapat meneladani sikap perilaku mencintai budaya luhur.