Anda di halaman 1dari 45

LAPORAN DISKUSI TUTORIAL BLOK 18/ SKENARIO 1 MEDICAL CHECK-UP Tutor : dr.

Nugrahaeni Tanggal pelaksanaan : 2013 25 dan 28 Juni

Disusun oleh : Abdul Rozak Astrid Avidita A Dienia Nop R Elita Purnama Ifana Eren O Iqbal Donarika W Nurul Aini Optie Ardha Prima Maula C N R.Prinjati P H2A010001 H2A010004 H2A010010 H2A010015 H2A010024 H2A010026 H2A010035 H2A010039 H2A010040 H2A010042

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SEMARANG

2013
SKENARIO.1 MEDICAL CHECK-UP Seorang karyawan laki-laki umur 30 tahun, tanpa keluhan, datang keseorang dokter keluarga untuk berkonsultasi dan melakukan medical check up. Dia selalu melakukan pemeriksaan kesehatan karena khawatir setelah memdengar dan melihat banyak teman-temannya yang menderita penyakit seperti hipertensi, diabetes millitus, penyakit jantung, dan stroke. Dia juga menceritakan beberapa anggota keluarganya yang menderita dan meninggal dikarenakan penyakitpenyakit tersebut, termasuk kedua orang tuanya. Pekerjaannya sebagai karyawan sangat membuatnya stress, juga tidak mempunyai waktu untuk melakukan olahraga dan selalu mengkonsumsi makanan fast food. STEP 1 Klarifikasi Istilah dan konsep 1. Medical chech up : Serangkaian pemeriksaan medis yang dilakukan oleh dokter umum dan atau spesialis yang didukung dengan pemeriksaan penunjang untuk mengetahui fungsi dari masing-masing system dalam tubuh, sehingga dapat dilakukan langkah-langkah preventif untuk mencegah komplikasi lebih lanjut 1 2. Hipertensi :2 Kategori Sistolik (mmHg) Normal Prehipertensi Hipertensi Derejat 1 Derajat 2 140-159 160 Atau Atau 90-99 100 < 120 120-139 Dan Atau Diastolik (mmHg) < 80 80-89

3. Diabetes millitus :

Keadaan dimana pancreas tidak cukup mengekskresikan insulin atau sel pancreas berhenti merespon insulin yang diproduksi sehingga glukosa pada darah tidak dapat diabsorbsi ke sel tubuh.3 4. Stroke : Sindrom yang terdiri dari tanda dan/atau gejala hilangnya fungsi sistem saraf pusat fokal (atau global) yang berkembang cepat (dalam detik atau menit).4 5. Fast food : Istilah untuk makanan yang penyajiannya memakan waktu singkat, yang dikonsumsi secara instan. Cirinya, kandungan gizi fast food biasanya tidak seimbang. Kebanyakan mengandung kalori tinggi tetapi sangat rendah serat. Juga, tinggi kandungan lemak, gula, dan garam.5 6. Konsultasi : Sebagai pertukaran pikiran antara konselor dengan konseli untuk mendapatkan kesimpulan (nasihat, saran, dsb) yg sebaik-baiknya, memberikan suatu petunjuk, pertimbangan, pendapat atau nasihat dalam penerapan, pemilihan, penggunaan suatu teknologi atau metodologi yang didapatkan melalui pertukaran pikiran untuk mendapatkan suatu kesimpulan yang sebaik-baiknya. 6

STEP 2 Identifikasi Masalah 1. Apakah manfaat dan tujuan medical check up? 2. Apa penyebab kekhawatiran pasien tersebut dan bagaimana sikap dokter dalam menangani kekhawatiran pasien tersebut? 3. Apakah efek buruk dari fast food, malas berolahraga dan apakah terdapat hubungan antara usia, stres, dan penyakit keluarga?

STEP 3 Analisis Masalah 1. Medical Check-Up

Medical Check-Up dilakukan secara rutin , 1 tahun sekali untuk melihat kejanggalan pada tubuh yang tidak mengalami keluhan Tujuan : a. Mendeteksi secara dini suatu penyakit seseorang b. Mengatasi secepat mungkin gangguan kesehatan yang telah ditemukan Fungsi : kesehatan dapat dimonitaor dengan baik sehingga jika mengetahui tubuh sehat tidak menjadikan seseorang khawatir sehingga kesibukaan atau pekerjaannya tidak terganggu. 1 Syarat : 1 Berpuasa selama 10-12 jam, selama berpuasa hanya boleh minum air putih, tidak boleh minum susu, permen, atau merokok Tidur yang cukup 6-8 jam Wanita : Tidak sedang dalam keadaan haid ( minimal 7 hari sesudah haid bersih) karena akan mengganggu pemeriksaan urine Bila mau melakukan pemeriksaan pap smear tidak boleh berhubungan suami istri dan tidak boleh membilas daerah kewanitaan dengan sabun pembersih selama 2 x 24 jam 2. Dokter keluarga Definisi : Disiplin ilmu kedokteran yang mempelajari dinamika kehidupan keluarga, pengaruh fungsi keluarga terhadap timbul dan berkembangnya penyakit. Cara pendekatan kesehatan untuk mengembalikan fungsi tubuh sekaligus fungsi keluarga agar dalam keadaan normal.7 Dasar Hukum : Peraturan Menteri Kesehatan

No.916/Menkes/Per/VIII/1997 tentang pelayanan dokter umum yang diarahkan menjadi dokter keluarga. Fungsi : 7 Care provider

Communicator Decesion maker Manager Community Leader

Penyebab khawatir : kondisi fisik yang buru jarang berolah raga, kebiasaan buruk mengkonsumsi fast food,dan buktinyata dari teman teman dan keluarga yang mengalami penyakit metabolik dan juga kematian akibat penyakit tersebut Peran dokter 1. Memberikan edukasi pentingnya berolah raga dan bahaya jika jarang berolah raga 2. Memebrikan edukasi bahaya dari fast food 3. Memebrika edukasi agar menghindari stress Pada pasien ini, pasien terlihat khawatir dengan keadaan kesehatannya. Yang harus kita lakukan sebagai dokter keluarga yaitu melakukan konseling dengan metode CEA (Catharsis Education Action), yang meliputi : 9 a. Catharsis Biarkan pasien untuk mengeluarkan dan mengutarakan yang dirasakan terhadap kekhawatirannya atau penyakitnya. Biarkan emosi pasien keluar, kita tidak boleh mengarahkan atau memutusnya. Identifikasi jika ada mispersepsi pasien tentang penyakit atau apa yang menyebabkan pasien cemas (ECM = Emotional Critical Misperception) Dengan cara member pertanyaan pada pasien Apa yang bapak/ ibu pikirkan saat bapak/ibu merasakan sakit? Perasaan apa yang muncul saat bapak/ibu berpikiran seperti itu?

Dari penyakit/kecemasan bapak/ibu, konsekuensi apa yang paling bapak/ibu pikirkan? Rangkum dan simpulkan

b. Education Kita lakukan edukasi dan mengoreksi mispersepsi pasien. Kita berikan informasi tentang penyakit pasien, meliputi : Definisi Misalnya pada kasus ini pasien khawatir terkena hipertensi, stroke, dan DM. kita tekankan bahwa penyakit tersebut kronis dan jika sudah terkena, maka butuh kepatuhan jangka panjang untuk terapi. Etiologi Penyakit-penyakit tersebut diatas merupakan penyakit

degenerative dan tidak menular. Kita tekankan factor predisposisi dan resiko nya. Hipertensi dan penyakit jantung Merokok Obesitas dan gaya hidup Aktivitas terbatas Riwayat keluarga/genetic Dislipidemia

Diabetes Melitus Usia > 45 th Obesitas Hipertensi, penyakit jantung Genetic Kadar lipid tinggi Riwayat melahirkan bayi berat >4000 gr

Gejala dan tanda Kita tekankan pada komplikasi untuk meningkatkan kepatuhan pasien

Terapi Kita jelaskan untuk meredakan kecemasan pasien

c. Action Menjelaskan pengelolaan penyakit Mengklarifikasi pemahaman pasien tentang penyakit/penyakit yang sedang dikhawatirkan Mengklarifikasi perasaan pasien

3. Bahaya fast food, malas berolahraga, dan stress Dampak negatif fasfood : 10 a. Meningkatkan Risiko Serangan Jantung Kandungan kolesterol yang tinggi pada makanan cepat saji

dapatmengakibatkan penyumbatan pembuluh darah. Pembuluh darah yang tersumbat akan membuat aliran darah tidak lancar yang dapat mengakibatkan terjadinya serangan jantung koroner. b. Membuat Ketagihan Makanan cepat saji mengandung zat aditif yang dapat membuat ketagihan dan merangsang untuk ingin terus memakannya sesering mungkin. c. Meningkatkan Berat Badan Jika suka mengonsumsi makanan cepat saji dan jarang berolahraga maka dalam beberapa minggu tubuh akan mengalami penambahan berat badan yang tidak sehat. Lemak yang di dapat dari mengonsumsi makanan cepat saji tidak digunakan dengan baik oleh tubuh jika tidak berolahraga. Lemak inilah yang kemdian tersimpan dan menumpuk dalam tubuh. d. Meningkatkan Risiko Kanker Kandungan lemak yang tinggi yang terdapat dalam makanan cepat saji dapat meningkatkan risiko kanker, terutama kanker payudara dan usus besar. e. Memicu Diabetes

Kandungan kalori dan lemak jenuh yang tinggi dalam makanan cepat saji akan memicu terjadinya resistensi insulin yang berujung pada penyakit diabetes. Resistensi insulin terjadi ketika sel-sel tubuh tidak merespon insulin sehingga menurunkan penyerapan glukosa yang menyebabkan banyak glukosa menumpuk di aliran darah. f. Memicu Tekanan Darah Tinggi Garam dapat membuat masakan menjadi jauh lebih nikmat. Hampir semua makanan cepat saji mengandung garam yang tinggi. Garam mengandung natrium, ketika kadar natrium dalam darah tinggi dan tidak dapat dikeluarkan oleh ginjal, volume darah meningkat karena natrium bersifat menarik dan menahan air. Peningkatan ini menyebabkan jantung bekerja lebih keras untuk mengalirkan darah ke seluruh tubuh yang menyebabkan tekanan darah tinggi.

Efek buruk jarang berolah raga 11 1. Hipertensi Hipertensi, yang juga dikenal sebagai tekanan darah tinggi, merupakan salah satu faktor risiko akibat kurangnya berolahraga. Penyakit lainnya adalah stroke dan ginjal. 2. Sakit jantung Aktivitas fisik dapat berkontribusi pada penyakit jantung dalam beberapa cara. Efisiensi aliran darah koroner yang terganggu pada orang yang secara fisik tidak aktif. Salah satu faktor utama yang memberikan kontribusi untuk penyakit jantung adalah kolesterol tinggi. Jika anda malas berolahraga, kemungkinan anda mengalami peningkatan kolesterol terbilang tinggi. Olahraga membantu

menurunkan kadar kolesterol LDL. Fisik yang aktif juga dapat meningkatkan kadar kolesterol HDL, yang merupakan kolesterol baik yang membantu melindungi anda dari penyakit jantung. 3. Osteoporosis

Tanpa aktivitas fisik yang tepat, tulang anda bisa menjadi semakin lemah. Ketika ini terjadi, kondisi ini disebut sebagai osteoporosis. Penyakit ini menyebabkan tulang mudah patah. 4. Kanker Payudara Aktivitas fisik berkontribusi terhadap risiko kanker usus besar dalam beberapa cara. Limbah makanan bergerak melalui usus lebih lambat pada orang yang kurang berolahraga Kemampuan usus mencerna limbah makanan ini menjadi lambat dan memungkinkan usus besar untuk terkena karsinogen alias keracunan. 5. Obesitas IMT > 30 persen sudah obesitas, Menurut WHO, orang yang secara fisik sering tidak aktif memiliki risiko dua kali terkena obesitas. Obesitas merupakan masalah kesehatan utama bagi orang-orang dari segala usia termasuk anak-anak. Penyakit yang berhubungan dengan obesitas termasuk di dalamnya penyakit jantung, hipertensi, diabetes, dan apnea tidur. 6. Batu empedu Efek negatif dari aktivitas fisik, seperti waktu penumpukan limbah di usus besar bersama trigliserida tinggi dapat baik meningkatkan kemungkinan batu empedu berkembang. 7. Diabetes tipe 2 Diabetes tipe 2, juga dikenal sebagai diabetes onset dewasa, terjadi ketika kadar insulin resisten. Dua faktor risiko yang bisa mengembangkan diabetes onset dewasa adalah kelebihan berat badan dan kurangnya aktivitas fisik. Komplikasi dari diabetes termasuk di dalamnya penyakit ginjal, penyakit jantung, masalah mata, dan kerusakan saraf. 8. Depresi Orang yang jarang berolahraga juga seringkali terefek emosi negatif. Menurut WHO, orang yang malas berolahraga memunyai tingkat kecemasan dan depresi lebih tinggi. Latihan membantu mengurangi

atau mencegah kecemasan dan depresi dapat dilakukan dalam beberapa cara. Ketika seseorang aktif secara fisik, reaksi kimia dilepaskan dalam otak yang membantu meningkatkan mood dan mengurangi stres.

RPK Pada Riwayat penyakit keluarga ditemukan orangtua dan keluarga menderita penyakit-penyakit kardiovaskuler tersebut. Penyakit tersebut memang memiliki faktor resiko keturunan, tapi dapat dihindari dengan beberapa cara. Jadi, pasien perlu di edukasi bahwa tidak semua keluarga yang mengidap penyakit kardiovaskuler akan berdampak sama bagi keturunannya. Hanya saja faktor resikonya menjadi lebih besar dibanding dengan yang tidak mempunyai faktor resiko keluarga seperti itu. Sehingga program pencegahan perlu dilakukan, seperti perubahan lifestyle, diet, olahraga secara rutin dan sebagainya.

Usia 30 tahun Pada usia 30 tahun penyakit kardiovaskular yang beresiko adalah penyakit jantung (penyakit jantung iskemik dan penyakit jantung koroner) yang biasanya dipengaruhi oleh lifestyle yang buruk dan obesitas. Untuk penyakit kardiovaskuler lain biasanya ditemukan pada usia > 45 tahun.

Faktor Risiko diabetes mellitus 12 Faktor risiko diabetes mellitus umumnya di bagi menjadi 2 golongan besar yaitu : 1. Faktor yang tidak dapat dimodifikasi a. Umur

umur 40 tahun. Semakin bertambahnya umur, maka risiko menderita diabetes mellitus akan meningkat terutama umur 45 tahun (kelompok risiko tinggi). b. Bangsa dan etnik Berdasarkan penelitian terakhir di 10 negara menunjukkan bahwa bangsa Asia lebih berisiko terserang diabetes mellitus dibandingkan bangsa Barat. c. Faktor keturunan Adanya riwayat diabetes mellitus dalam keluarga terutama orang tua dan saudara kandung memiliki risiko lebih besar terkena penyakit ini dibandingkan dengan anggota keluarga yang tidak menderita diabetes. d. Riwayat menderita diabetes gestasional. Diabetes gestasional dapat terjadi sekitar 2-5 % pada ibu hamil. Biasanya diabetes akan hilang setelah anak lahir. Namun, dapat pula terjadi diabetes di kemudian hari. Ibu hamil yang menderita diabetes akan melahirkan bayi besar dengan berat badan lebih dari 4000 gram. e. Riwayat melahirkan bayi dengan berat badan lahir lebih dari4000 gram. 2. Faktor yang dapat dimodifikasi a. Obesitas obesitas merupakan faktor predisposisi terjadinya resistensi insulin,terutama bila lemak tubuh atau kelebihan berat badan terkumpul didaerah sentral atau perut (central obesity). faktor risiko terjadinya diabetes mellitus tipe 2 dimana sekitar 80-90% penderita mengalami obesitas. b. Aktifitas fisik yang kurang Berdasarkan penelitian bahwa aktifitas fisik yang dilakukan secara teratur dapat menambah sensitifitas insulin.Prevalensi diabetes mellitus mencapai 2-4 kali lipat terjadi pada individu

yang kurang aktif dibandingkan dengan individu yang aktif. Olahraga atau aktifitas fisik dapat membantu mengontrol berat badan. Glukosa dalam darah akan dibakar menjadi energi, sehingga sel-sel tubuh menjadi lebih sensitif terhadap insulin. Selain itu, aktifitas fisik yang teratur juga dapat melancarkan peredaran darah, dan menurunkan faktor risiko terjadinya diabetes mellitus. c. Hipertensi Hipertensi merupakan suatu keadaan dimana tekanan

darahsistole 140 mmHg atau tekanan darah diastole 90 mmHg.Hipertensi dapat menimbulkan berbagai penyakit yaitu stroke,penyakit jantung koroner, gangguan fungsi ginjal, gangguan penglihatan. d. Stres Kondisi stres kronik cenderung membuat seseorang mencari makanan yang manis-manis dan berlemak tinggi untuk meningkatkan kadar serotonin pada otak. Serotonin mempunyai efek penenang sementara untuk meredakan stresnya.Tetapi efek mengkonsumsi makanan yang manis-manis dan berlemak tinggi terlalu banyak berbahaya bagi mereka yang berisiko terkena diabetes mellitus. e. Penyakit pada pankreas : pankreatitis, neoplasma, fibrosiskistik. f. Alkohol Alkohol dapat menyebabkan terjadinya inflamasi kronis pada pankreas dan akhirnya dapat menyebabkan diabetes mellitus. Faktor Resiko Terjadinya Hipertensi 16 Faktor resiko yang tidak dapat dikontrol a. Jenis kelamin Hipertensi lebih banyak terjadi pada pria bila terjadi pada usia dewasa muda. Tetapi lebih banyak menyerang wanita setelah

umur 55tahun, sekitar 60% penderita hipertensi adalah wanita karena perubahan hormone estrogen setelah menopause. Peran hormone estrogen adalah meningkatkan kadar HDL yang merupakan faktor pelindung dalam pencegahan terjadinya proses aterosklerosis. Efek perlindungan hormone estrogen dianggap sebagai adanya imunitas wanita pada usia

premenopause. b. Umur Hipertensi banyak terjadi pada usia lanjut. Pada

wanita,hipertensi sering terjadi pada usia diatas 50 tahun. Prevalensi di kalangan usia lanjut cukup tinggi yaitu sekitar 40 % dengan kematian sekitar 50 % diatas umur 60 tahun. c. Keturunan (Genetik) Adanya faktor genetik pada keluarga tertentu akan

menyebabkan keluarga itu mempunyai risiko menderita hipertensi. mempunyai risiko dua kali lebih besar untuk menderita hipertensi. Selain itu didapatkan 70-80% kasus hipertensi esensial dengan riwayat hipertensi dalam keluarga. 1. Faktor resiko yang dapat dikontrol a. Merokok Merokok dapat menyebab kantekanan darah tinggi.Kebanyakan efek ini berkaitan dengan kandungan nikotin.Asap rokok (CO) dapat menurunkan kapasitas sel darah merah pembawa oksigen ke jantung dan jaringan lainnya. Nikotin mengganggu sistem saraf simpatis yang mengakibatkan meningkatnya kebutuhan oksigen miokard.Selain menyebabkan ketagihan merokok, nikotin juga meningkatkan frekuensi denyut jantung, tekanan darah, dan kebutuhan oksigen jantung, merangsang pelepasan adrenalin, serta menyebabkan gangguan irama jantung.Nikotin juga mengganggu kerja saraf, otak,dan banyak bagian tubuh lainnya.

b. Status Gizi Obesitas merupakan faktor risiko munculnya berbagai penyakit degeneratif, seperti hipertensi, penyakit jantung koroner dan diabetes mellitus. c. Konsumsi Na (Natrium) Pengaruh asupan garam terhadap terjadinya hipertensi melalui peningkatan volume plasma, curah jantung dan tekanan darah. Faktor lain yang ikut berperan yaitu sistem renin angiotensin yang berperan penting dalam pengaturan tekanan darah. Produksi rennin dipengaruhi oleh berbagai faktor antara lain stimulasi saraf simpatis. d. Stres Hubungan antara stress dan hipertensi diduga melalui aktivitas saraf simpatis. STEP 4 Skema
Laki-laki 30 tahun Dokter Keluarga Medical Check-Up

Pemeriksaan fisik

Pemeriksaan penunjang

Anamnesis: - Keluarga dan teman-temannya menderita Hipertensi, Diabetes Mellitus, Penyakit Jantung, Stroke - Stress - Jarang olah raga - Konsumsi fast food

Faktor risiko tinggi

Pelayanan dengan prinsip pencegahan

Pencegahan primer

Mengenal faktor-faktor pencegahan

Upaya pencegahan

Edukasi

STEP. 5 SASARAN BELAJAR 1. Patofisiologi stres dan gaya hidup 2. Pengaruh keluarga terhadap kesehatan sudut pandang kedokteran 3. Pengaruh keluarga terhadap kesehatan sudut pandang AIK 4. Konseling modifikasi Gaya Hidup 5. Manajemen Stress STEP. 6 BELAJAR MANDIRI STEP.7 PEMBAHASAN SASARAN BELAJAR 1. Patofisiologi stres dan gaya hidup a. Stress12
STRESSOR

Mekanisme yang mengontrol konstriksi dan relaksasi pembuluh darah terletak di pusat vasomotor, pada medula di otak. Dari pusat vasomotor ini bermula jaras saraf simpatis, yang berlanjut ke bawah ke korda spinalis dan keluar dari kolumna medula spinalis ke ganglia

simpatis di toraks dan abdomen. Rangsangan pusat vasomotor dihantarkan dalam bentuk impuls yang bergerak ke bawah melalui saraf simpatis ke ganglia simpatis. Pada titik ini, neuron preganglion

melepaskan asetilkolin, yang akan merangsang serabut saraf pasca ganglion ke pembuluh darah, dimana dengan dilepaskannya norepinefrin mengakibatkan konstriksi pembuluh darah. Berbagai faktor seperti kecemasan dan ketakutan dapat mempengaruhi respon pembuluh darah terhadap rangsang vasokontriktor. Individu dengan hipertensi sangat sensitif terhadap norepinefrin, meskipun tidak diketahui dengan jelas mengapa hal tersebut bisa terjadi (Corwin,2001) 9 Pada saat bersamaan dimana sistem saraf simpatis merangsang pembuluh darah sebagai respon rangsang emosi, kelenjar adrenal juga terangsang mengakibatkan tambahan aktivitas vasokontriksi. Medula adrenal mengsekresi epinefrin yang menyebabkan vasokontriksi. Korteks adrenal mengsekresi kortisol dan steroid lainnya, yang dapat memperkuat respon vasokontriktor pembuluh darah. Vasokontriksi yang

mengakibatkan penurunan aliran darah ke ginjal, menyebabkan pelepasan renin. Renin merangsang pembentukan angiotensin I yang kemudian diubah menjadi angiotensin II, suatu vasokonstriktor kuat, yang pada gilirannya merangsang sekresi aldosteron oleh korteks adrenal. Hormon ini menyebabkan retensi natrium dan air oleh tubulus ginjal, menyebabkan peningkatan volume intravaskuler. Semua faktor tersebut cenderung mencetus keadaan hipertensi ( Dekker, 1996 )9

b. Gaya hidup (jarang berolahraga, makan fast food) Fastfood merupakan makanan dengan tinggi kalori dan rendah serat. Pada sebuah penelitian didapatkan per 100 gram burger = 261 kalori,

kentang goreng = 342 kalori, ayam goreng = 303 kalori, pizza dengan topping keju = 268 kalori, hotdog = 247 kalori.

Dari data tersebut didapatkan kalori dalam makanan fastfood cukup banyak. Dengan mengacu pada Kebutuhan kalori manusia per hari: (Lakilaki : BB x 30 kalori & Perempuan : BB x 25 kalori) serta 9,3 kalori yang berlebihan menimbulkan 1 gram lemak pada tubuh. Hal tersebut dapat memicu terjadinya obesitas.13 Obesitas identik dengan peningkatan kadar kolestrol tubuh. Kadar kolestrol tersebut dapat menimbulkan timbunan lipid pada pembuluh darah sehingga menurunkan asupan oksigen ke jaringan yang dapat menyebabkan penyakit jantung dan stroke.14

Makanan fast food

gula obesitas

natrium Retensi natrium ginjal

kolesterol

Menumpuk pada arteri

Kebutuhan insulin

Volume cairan

Terbentuk plak Arteri kaku, sempit, tidak elastis

Gaya hidup + fasilitasi glukosa did lm sel

Preload Tekanan darah

Tahanan perifer Glukosa darah Tekanan darah Diabetes Melitus

Kurangnya Olahraga

Kandungan mioglobin (pigmen pengikat O2 pada

Kapasitas glikolitik menurun Lemak dan kolesterol darah meningkat.VLD L & HDL meningkat.HDL menurun.

Gula darah menumpuk

otot rangka) menurun

Tidak diaubah menjadi energi Obesitas

Difusi sel mitokondria menurun Pegal di seluruh tubuh Kerja otak tidak maksimal Pusing & susah konsentrasi Piku/alzhei mer

Atherosklerosis

Sensitivitas insulin menurun


Resistensi insulin

Penyempitan pemb darah jantung Tekanan darah meninggi

Diabetes tipe 2

Penyakit jantung koroner


Skema.15

Olahraga

ATP ADP AMP

Pembakaran Kalori

Lemak tubuh

Karbohidrat tubuh

Metabolism meningkat Akan timbul kelelahan setelah 3 4 jam Kebutuhan Oksigen otot meningkat

Memberikan energi 50 80%

Beberapa menit awal olahraga

Vasodilatasi intramuscular

Aliran dan suplai darah meningkat

istirahat = 3,6 ml/100gr otot olahraga = 90 ml/100gr otot

Skema16

Curah jantung meningkat

Istirahat = 5,5 lt/menit olahraga = 23 lt/menit

2. Pengaruh keluarga terhadap kesehatan sudut pandang kedokteran Keluarga terhadap kesehatan17 Arti kedudukan keluarga (freeman,1970) : a. Merupakan unit terkecil dalam masyarakat b. Sebagai suatu kelompok yang berperan penting dalam masalah kesehatan c. Masalah kesehatan sering terkait dengan masalah keluarga lainnya

d. Sebagai pusat pengambilan keputusan kesehatan yang penting e. Sebagai wadah paling efektif untuk berbagai upaya atau penyampaian pesan kesehatan

Arti kedudukan keluarga (Marbanyak, 1964) : a. Sebagai tempat bertanya pertama (reference group) b. Mempunyai pengaruh yang amat besar bagi berbagai macam tindakan kedokteran seperti diagnosis, pencegahan, pengobatan dan perawatan. Pengaruh keluarga terhadap kesehatan :17 a. Penyakit keturunan Interaksi antara faktor genetik (fungsi reproduksi) dengan faktor lingkungan (fungsi keluarga lainnya). Muncul dalam perkawinan (tahap awal dan siklus kehidupan keluarga). Perlunya merriege counseling dan screening. b. Perkembangan bayi dan anak Jika dibesarkan dalam lingkungan kelurga dan fungsi-fungsi keluarga yang sakit akan mengganggu perkembangan fisik dan perilaku. c. Penyebaran penyakit Penyakit infeksi, penyakit neurosis d. Pola penyakit dan kematian Hidup membujang atau bercerai mempengaruhi angka kesakitan dan kematian. e. Proses penyembuhan penyakit Proses penyembuhan penyakit kronis pada anak-anak pada keluarga dengan fungsi keluarga yang sehat lebih baik dibanding keluarga dengan fungsi keluarga yang sakit. Kesehatan terhadap keluarga17 a. Bentuk keluarga

Infertilitas membentuk keluarga inti tanpa anak. Penykit jiwa (kelainan seksual : homoseksual), jika membentuk keluarga : keluarga non tradisional. b. Fungsi keluarga Jika kepala keluarga (pencari nafkah) terganggu maka fungsi ekonomi dan atau fungsi pemenuhan kebutuhan keluarga. Jika kesehatan ibu rumah tangga terganggu maka mengganggu fungsi afektif dan fungsi sosialisasi c. Siklus kehidupan keluarga Infertilitas tidak mengalami siklus kehidupan yang lengkap. Jika kesehatan suami istri memburuk, kematian cepat masuk dalam tahap lenyapnya keluarga. Pola Asuh Orang Tua18,19 Pola asuh orang tua adalah pola perilaku orang tua yang diterapkan pada anak yang bersifat relatif dan konsisten dari waktu kewaktu. Pola perilaku ini dapat dirasakan oleh anak dari segi negative maupun positif. Pada dasarnya pola asuh dapat diartikan seluruh cara perlakuan orang tua yang diterapkan pada anak. Banyak ahli mengatakan pengasuhan anak adalah bagian penting dan mendasar, menyiapkan anak untuk menjadi masyarakat yang baik. Terlihat bahwa pengasuhan anak menunjuk kepada pendidikan umum yang diterapkan. Pengasuhan terhadap anak berupa suatu proses interaksi antara orang tua dengan anak. Interaksi tersebut mencakup perawatan seperti dari mencukupi kebutuhan makan, mendorong keberhasilan dan melindungi, maupun mensosialisasi yaitu mengajarkan tingkah laku umum yang diterima oleh masyarakat. Pendampingan orang tua diwujudkan melalui pendidikan caracara orang tua dalam mendidik anaknya. Cara orang tua mendidik anaknya disebut sebagai pola pengasuhan. Dalam interaksinya dengan orang tua anak cenderung menggunakan caracara tertentu yang dianggap paling baik bagi anak. Disinilah letaknya terjadi beberapa perbedaan dalam pola

asuh. Disuatu sisi orang tua harus bisa menentukan pola asuh apa yang tepat dalam mempertimbangkan kebutuhan dan situasi anak, disisi lain sebagai orang tua juga mempunyai keinginan dan harapan untuk membentuk anak menjadi seseorang yang dicita citakan yang tentunya lebih baik dari orang tuanya. Setiap upaya yang dilakukan dalam mendidik anak, mutlak didahului oleh tampilnya sikap orang tua dalam mengasuh anak meliputi: a. Perilaku yang patut dicontoh. Artinya setiap perilakunya tidak sekedar perilaku yang bersifat mekanik, tetapi harus didasarkan pada kesadaran bahwa

perilakunya akan dijadikan lahan peniruan dan identifikasi bagi anak anaknya. b. Kesadaran diri Ini juga harus ditularkan pada anak anak dengan mendorong mereka agar perilaku kesehariannya taat kepada nilainilai moral. Oleh sebab itu orang tua senantiasa membantu mereka agar mampu melakukan observasi diri melalui komunikasi dialogis, baik secara verbal maupun non verbal tentang perilaku. c. Komunikasi Komunikasi dialogis yang terjadi antara orang tua dan anak anaknya, terutama yang berhubungan dengan upaya membantu mereka untuk memecahkan permasalahnya. Bentuk Pola Asuh18 Terdapat 4 macam pola asuh orang tua: a. Pola asuh Otoriter Para orang tua cenderung menetapkan standar yang mutlak harus dituruti, biasanya bersamaan dengan ancamanancaman. Misalnya kalau tidak mau makan, maka tidak akan diajak bicara. Orang tua cenderung memaksa, memerintah, menghukum. Apabila anak tidak mau melakukan apa yang dikatakan oleh orang tua, maka orang tua

tidak senggan menghukum anaknya. Orang tua tipe ini juga tidak mengenal kompromi dalam komunikasi biasanya bersifat satu arah dan orang tua tidak memerlukan umpan balik dari anaknya untuk mengerti mengenai anaknya. Pola asuh Otoriter akan menghasilkan karakteristik anak yang penakut, pendiam, tertutup, tidak berinisiatif, gemar menentang, suka melanggar norma, berkepribadian lemah dan menarik diri. b. Pola asuh Demokratis Pola asuh yang mempentingkan kepentingan anak, akan tetapi tidak raguragu mengendalikan mereka. Orang tua dengan pola asuh ini bersikap rasional, selalu mendasari tindakannya pada rasio atau pemikiran pemikiran dan orang tua bersikap realitis terhadap kemampuan anak, memberikan kebebasan pada anak untuk memilih dan melakukan suatu tindakan dan pendekatannya pada anak bersifat hangat. Pola asuh Demokratis akan menghasilkan karekteristik anak yang mandiri, dapat mengontrol diri, mempunyai hubungan baik dengan temannya dan mempunyai minat terhadap halhal baru. c. Pola asuh Permisif Orang tua memberikan pengawasan yang sangat longgar, memberikan kesempatan pada anaknya untuk melakukan sesuatu tanpa pengawasan yang cukup darinya. Orang tua cenderung tidak menegur atau memperingatkan anak apabila anak sedang dalam bahaya, dan sangat sedikit bimbingan yang diberikan oleh orang tua. Namun orang tua tipe ini biasanya hangat sehingga sering disukai anak. Pola asuh Permisif akan menghasilkan karekteristik anak yang impulsiv, agresif, tidak patuh, manja, kurang mandiri, mau menangsendiri, kurang percaya diri, dan kurang matang secara sosial. d. Pola asuh campuran

Pola asuh campuran adalah orangtua yang tidak konsisten dalam mengasuh anak. Orangtua terombang-ambing antara tipe

demokratis, otoriter atau permisif. Orangtua mungkin menghadapi sifat anak dari waktu-kewaktu dengan cara berbeda, contohnya orangtua bias memukul anaknya ketika anak menolak perintah orangtua, pada kesempatan lain orangtua mengabaikan anak bila anak melanggar perintah orangtua.

Pola asuh saat kecil terhadap kesehatan21 Pola asuh adalah pemenuhan kebutuhan fisik dan biomedik anak Hal-hal yang termasuk pola asuh : a. Pangan dan gizi b. Kesehatan dasar c. Imunisasi d. Penimbangan e. Pengobatan f. Pemukiman layak g. Higiene perorangan h. Sanitasi lingkungan i. Sandang dan rekreasi

Pola asuh yang memadai adalah dimana kebutuhan fisik dan biomedis tercapai optimal, meliputi : a. Peberian gizi yang baik : ASI, MP ASI tepat waktu dan bentuk, melanjutkan ASI sampai 2 tahun b. Ibu punya waktu cukup dalam merawat c. Imunisasi d. Pantauan pertumuhan melalui timbangan

3. Pengaruh keluarga terhadap kesehatan sudut pandang AIK

Petunjuk yang berhubungan dengan kesehatan :22 1) makanan Dilarang makan berlebihan. Dalam Al-Quran surat Al-Araf:31 Allah Subhanallahu wa Taala berfirman yang artinya makan dan minumlah, dan jangan berlebihlebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebihlebihan.(QS.7:31). Dan di dalam surat Thaha ayat 81, Allah Subhanahu wa Taala berfirman yang artinya, Makanlah di antara rezki yang baik yang telah kami berikan kepadamu, dan janganlahmelampaui batas padanya, yang menyebabkan kemurkaan-Ku menimpamu. Dan barangsiapa ditimpa oleh kernurkaanKu, maka sesungguhnya binasalah ia. (QS. 20:81) Sehubungan dengan ini Nabi Shalallahu Alaihi Wassalam telah bersabda,Tidaklah seorang manusia memenuhi satu wadah yang lebih buruk daripada perutnya. Cukuplah bagi anak manusia beberapa makanan yang dapat menegakkan tulang rusuknya, jika memang harus makan banyak maka sepertiga untuk makanannya, sepertiga untuk minumannya dan sepertiga untuk nafasnya.(HR. Tirmidzi: 2302, Nasai dan lbn Majah, lihat Silsilah alShahihah: 2265) Makan makanan sehat Dan makanlah makanan yang halal lagi baik dari apa yang Allah telah rizkikan kepadamu, dan bertaqwalah kepada Allah yang kamu beriman kepada-Nya. (QS. 5:8) Selanjutnya makanan yang thayyib artinya yang baik, tentunya dari segi ilmu makanan/gizi yaitu makanan yang cukup mengandung unsur-unsur

gizi yang dibutuhkan oleh tubuh, seperti karbohidrat, lemak, protein, vitamin, mineral dan air. Dan Dialah yang menjadikan kebun-kebun yang berjunjung dan yang tidak benjunjung, pohon korma, tanam-tanaman yang bermacam-macam buahnya, zaitun dan delima yang serupa (bentuk dan warnanva), dan tidak sama (rasanya). Makanlah dari buahnya (yang bermacam-macam itu) bila dia berbuah, dan tunaikanlah haknya di hari memetik hasilnya (dengan dikeluarkan zakatnya)dan tidak janganlah menyukai kamu orang-orang berlebih-lebihan. yang berlebih-

Sesungguhnya Allah lebihan. (QS. 6:141)

Dan di antara binatang ternak itu ada yang dijadikan untuk pengangkutan dan ada yang untuk disembelih, makanlah dari rezeki yang telah ditentukan Allah bagimu. dan janganlah kamu mengikuti langkahlangkah syaitan.(QS.Al-Anam: 142). Mendinginkan makanan dan minuman sebelum dimakan Sabda nabi,Dinginkanlah makanan / minuman kamu sesungguhnva tidak ada kebaikan pada makanan / minuman yang panas. (HR. Al-Hakim dan Ad-Dailami). Mendinginkannya tidak dengan ditiup dengan napas karena ini juga dilarang oleh Nabi Shalallahu Alaihi Wassalam (HR ibnu Majah). Tidak minum alkohol Allah berfirman, Mereka bertanya tentang khamar dan judi, katakanlah, pada keduanya ada bahaya yang besar dan pula manfaat pada manusia, dan bahayanya lebih besar dari manfaatnya.(QS. Al-Baqarah: 219). Pada ayat lain dikatakan oleh Allah, Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamr, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah perbuatan keji termasuk perbuatan

syaitan.

Maka

jauhilah

perbuatan-perbuatan

itu agar

kamu mendapatkeberuntungan. (QS. 5: 90) 2) kebersihan Nabi Shalallahu Alaihi Wassalam bersabda,Bersihkan halaman-halaman karena Yahudi tidak membersihkan halaman halaman mereka. (HR. Thabrani, lihat Silsilah Shahihah:1/418, no.236) Nabi Shalallahu Alaihi Wassalam bersabda, Sesungguhnva Mulia

Allah lndah, menyukai keindahan,bersih

menyukai kebersihan,

menyukai kemuliaan dan Dermawan menyukai kedermawanan, maka bersihkanlah halaman-halamanmu dan janganlah meniru orang-orang yahudi. (HR tirmidzi 2723, dhaif). Dalam Al-Quran Allah Subhanahu air wa Taala berfirman yang alat

artinya, Dan diturunkan padamu

dari langit hujan untuk

pembersih dirimu. (Qs. Al-Anfal: 11). Di ayat lain Allah Subhanahu wa Taala berfirman yang artinya, Dan pakaianmu bersihkanlah. (Qs. Al-Muddatstsir: 4). Kita mengenal ungkapan Kebersihan Pangkal Kesehatan. 3) Olah raga Nabi suka berolah raga. Diriwayatkan oleh Siti Aisyah radhiyallauanha bahwa beliau suka mengajak Siti Aisyah berlomba lari sejak Aisyah masih belia sampai tua. Diriwayatkan pula bahwa Nabi Shalallahu Alaihi Wassalam suka berjalan kaki walaupun kuda dan unta telah tersedia untuk beliau. Diriwayatkan pula, bahwa cara jalan Nabi adalah seperti jalannya orang yang menuruni bukit. Yaitu jalan cepat.

4) Ketenangan jiwa Dalam Al-Quran, Allah Subhanallahu wa Taala berfirman yang artinya, Wahai sekalian manusia telah datang kepadamu pelajaran (Al Quran) dari Tuhanmu, dan sebagai obat untuk yang ada dalam dada (qalbun/ hati), dan petunjuk serta rahmat bagi mereka yang beriman.(Yunus;57). Di surat lain, Allah Subhanallahu wa Taala berfirman yang

artinya, Orang-orang yang beriman akan menjadi tenang hatinya dengan dzikir kepada Allah, Ketahuilah bahwasanya dengan dzikir kepada Allah hati akan menjadi tenang. (QS.Ar-Raad: 28). 5) Suka belajar / membaca Belajar / olah pikir/ konsentrasi menurut Ahli Neurologi antara lain akan memacu produksineurotransmitter di otak, atau dikatakan menyebabkan jaringan serabut syaraf di otak menjadi rimbun, keadaan ini bermanfaat dalam mencegah kepikunan (Dementia senilis),yang akan terjadi pada lansia karena proses degenerasi sistem syaraf. Agama Islam sangat menganjurkan bahkan mewajibkan kegiatan belajar ini dan konsentrasi penuh (khusuk). Hal-hal yang harus diajarkan kepada anak menurut islam :23 a. Ilmu Sabda Rasulullah SAW : menuntut ilmu itu wajib (fardhuain) atau wajib disetiap muslim b. At-Tauhid : merupakan asas islam tertinggi dan kewajiban yang paling pertama sebelum segala sesuatu yang wajib diajarkan dan

diperkenalkan kepada anak-anak kita Dalam surat Adz Dzaariyaat : 56 Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepadaKu

c. As-sunnah : wajibnya berpegang pada Al-Quran dan As-sunnah d. Manhaj : cara beragama yang benar sesuai dengan apa yang telah Allah Syariatkan kepada RasulNya e. Ibadah : mengajarkan, memerintahkan, menyertainya di dalam beribadah f. Memerintahkan kepada yang maruf dan mencegah dari yang munkar g. Adab dan akhlak

4 Tahap Mendidik Anak Mengikut Sunnah Rasulullah SAW24 1) Umur 1-7 tahun. Pada masa ini, Rasulullah SAW menyuruh kita untuk memanjakan, mengasihi dan menyayangi anak dengan kasih sayang yang tidak berbatas. Biarkan anak-anak bermandikan kasih sayang pada tahap ini. 2) Umur 7-14 tahun. Pada masa ini Rasulullah SAW menyuruh kita untuk mula menanamkan disiplin kepada anak-anak dengan mengajar dan menyuruh mereka untuk mengerjakan solat. Bahkan apabila umurnya sudah sepuluh tahun, seorang ayah boleh memukul anaknya jika enggan mengerjakan solat. 3) Umur 14-21 tahun. Pada masa ini orang tua sudah mulai dengan cara yang agak keras dan rasional. Orang tua sudah semestinya mendidik anak dengan cara menjadikannya sahabat dalam berdiskusi,

mengajaknya ikut dalam membincangkan masalah keluarga dan diberikan satu-satu tanggungjawab dalam hal-hal tertentu di rumah. Hal ini penting agar anak berasa dirinya punyai tanggungjawab mengambil berat hal-hal dalam keluarga. 4) Umur lebih 21 tahun. Pada masa ini, orang tua sudah boleh melepaskan anaknya untuk belajar menempuh hidup akan tetapi tetap melihat perkembangannya dan memberikan nasihat serta peringatanperingatan apabila anak tersalah atau terlupa.

Makanan dan minuman halal

Artinya: Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; Karena Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu. (QS. Al-Baqarah [2]: 168).

halalnya suatu makanan harus meliputi tiga hal, yaitu: a. Halal karena dzatnya. Artinya, enda itu memang tidak dilarang oleh hukum syara, seperti nasi, susu, telor, dan lain-lain. b. Halal cara mendapatkannya. Artinya sesuatu yang halal itu harus diperoleh dengan cara yang halal pula. Sesuatu yang halal tetapi cara medapatkannya tidak sesuatu dengan hukum syara maka menjadi haramlah ia. Sebagaimana, mencuri, menipu, dan lain-lain. c. Halal karena proses/cara pengolahannya. Artinya selain sesuatu yang halal itu harus diperoleh dengan cara yang halal pula. Cara atau proses pengolahannya juga harus benar. Hewan, seperti kambing, ayam, sapi, jika disembelih dengan cara yang tidak sesuai dengan hukum Islam maka dagingnya menjadi haram. Berdasarkan firman Allah dan hadits Nabi SAW, dapat disimpulkan bahwa jenis-jenis makanan yang halal ialah: 1. Semua makanan yang baik, tidak kotor dan tidak menjijikan.

2. Semua makanan yang tidak diharamkan oleh Allah dan Rasul-Nya. 3. semua makanan yang tidak memberi mudharat, tidak

membahayakan kesehatan jasmani dan tidak merusak akal, moral, dan aqidah. Minuman yang halal ialah minuman yang boleh diminum menuerut syariat Islam. Adapun minuman yang halal pada haris besarnya dapat dibagi menjadi 4 bagian, yaitu: 1. Semua jenis air atau cairan yang tidak membahayakan bagi kehidupan manusia baik membahayakan dari segi jasmani, akal, jiwa maupun aqidah. 2. Air atau cairan yang tidak memabukkan walaupun sebelumnya telah memabukkan seperti arak yang telah berubah menjadi cuka. 3. Air atau ciran itu bukan berupa benda najis atau benda suci yang terkena najis (mutanajis). 4. Air atau cairan yang suci itu didaatkan dengan cara-cara yang halal yang tidak bertentangan dengan ajaran Agama Islam. Makanan haram a. Semua makanan yang disebutkan dalam firman Allah surat AlMaidah ayat dan Al-Anam ayat 145 :

Artinya: Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang dipukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan yang diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya, dan (diharamkan bagimu) yang disembelih untuk berhala. (QS. Al-Maidah [5]: 3)

Artinya: Katakanlah: Tiadalah aku peroleh dalam wahyu yang diwahyukan kepadaku, sesuatu yang diharamkan bagi orang yang hendak

memakannya, kecuali kalau makanan itu bangkai, atau darah yang mengalir atau daging babi, karena sesungguhnya semua itu kotor atau binatang yang disembelih atas nama selain Allah. Barang siapa yang dalam keadaan terpaksa sedang dia tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, maka sesungguhnya Tuhanmu Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. Al-Anam [6]: 145)

b. Semua makanan yang keji, yaitu yang kotor, menjijikan. c. Semua jenis makanan yang dapat mendatangkan mudharat terhadap jiwa, raga, akal, moral dan aqidah. Firman Allah:

Artinya: Katakanlah: Tuhanku hanya mengharamkan perbuatan yang keji, baik yang nampak atau pun yang tersembunyi (akibatnya), dan perbuatan dosa, melanggar hak manusia tanpa alasan yang benar. (QS. AlAraf [7]: 33). d. Bagian berupa daging. Tulang atau apa saja yang dipotong dari binatang yang masih hidup. Sabda Nabi Saw, artinya: Daging yang dipotong dari binatang yang masih hidup, maka yang terpotong itu termasuk bangkai. (HR. Ahmad) e. Makanan yang didapat dengan cara yang tidak halal seperti makanan hasil curian, rampasan, korupsi, riba dan cara-cara lain yang dilarang agama. Minuman haram (alkohol) a. Semua minuman yang memabukkan atau apabila diminum

menimbulkan mudharat dan merusak badan, akal, jiwa, moral dan aqidah seperti arak, khamar, dan sejenisnya. Allah berfirman

Artinya: Mereka bertanya kepadamu tentang khamar dan judi. Katakanlah: Pada keduanya itu terdapat dosa besar dan beberapa manfaat bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfaatnya. (QS. Al-Baqarah [2]: 219)

Dalam ayat lain Allah berfirman:

Artinya: Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah perbuatan keji termasuk perbuatan setan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan. (QS. Al-Maidah[5] : 90)

Nabi SAW bersabda, artinya: Sesuatu yang memabukkan dalam keadaan banyak, maka dalam keadaan sedikit juga tetap haram. (HR An-Nasai, Abu Dawud dan Turmudzi). b. Minuman dari benda najis atau benda yang terkena najis.

c. Minuman yang didapatkan dengan cara-cara yang tidak halal atau yang bertentangan dengan ajaran Islam. Rokok26 Itjma ulama komisi Fatwa MUI ke III tahun 2009 merokok haram bagi anak-anak, ibu hamil dan merokok didepan umum serta para pengurus MUI Alasan pengharaman : perbuatan mencelakakan diri sendiri dan merokok lebih banyak mudharatnya Adapun dalil atau dasar diharamkannya rokok, adalah: a. Pertama, bahwa merokok termasuk kategori perbuatan melakukan khabits yang dilarang dalam Islam, sebagaimana dijelaskan dalam alQuran, Artinya: (yaitu) orang-orang yang mengikut rasul, nabi yang ummi yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka, yang menyuruh mereka mengerjakan yang ma'ruf dan melarang mereka dari mengerjakan yang mungkar dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk dan membuang dari mereka beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka. Maka orang-orang yang beriman kepadanya. memuliakannya, menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (Al Quran), mereka Itulah orang-orang yang beruntung. (al-A'raf: 157) b. Kedua, Agama Islam (syariah) melarang menjatuhkan diri ke dalam kebinasaan dan perbuatan bunuh diri. Artinya: Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang Telah kami turunkan berupa keteranganketerangan (yang jelas) dan petunjuk, setelah kami menerangkannya kepada manusia dalam Al kitab, mereka itu dila'nati Allah dan dila'nati (pula) oleh semua (mahluk) yang dapat mela'nati. (Q.S. Albaqarah: 159) Juga di surat an-Nisa, yang Artinya: Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil,

kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama-suka di antara kamu. dan janganlah kamu membunuh dirimu; Sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu. (Q.S. Annisa: 29) c. Ketiga, merokok melakukan perbuatan mubazir (pemborosan) yang dilarang dalam al-Quran, artinya: Dan berikanlah kepada keluargakeluarga yang dekat akan haknya, kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah Saudarasaudara syaitan dan syaitan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya. (QS. Al-Israa: 26-27) d. Keempat, merokok tidak hanya berdampak buruk bagi diri si perokok, tetapi juga bagi anggota keluarga, dan orang-orang disekitar si perokok. Dan Islam telah melarang menimbulkan mudarat atau bahaya pada diri sendiri dan pada orang, sebagaimana disebutkan dalam hadis yang artinya: Tidak ada bahaya terhadap diri sendiri dan terhadap orang lain (HR. Ibn Majjah, Ahmad, dan Malik). e. Kelima, Perbuatan merokok oleh Muhammadiyah juga dikategorikan sebagai perbuatan yang melemahkan sehingga bertentangan dengan hadis Nabi saw yang melarang setiap perkara yang memabukkan dan melemahkan, sebagaimana hadis riwayat Ibn Majah, Ahmad, dan Malik yang artinya:Dari Ummi Salamah bahwa Rasulullah saw melarang setiap yang memabukkan dan setiap yang melemahkan. (HR Ahmad dan Abu Dawud) f. Merokok bertentangan dengan unsur-unsur tujuan syariah (maqshid asysyarah) yaitu (1) perlindungan agama (hifzh ad-dn), (2) perlindungan jiwa/raga (hifzh an-nafs), (2) perlindungan akal (hifzh al-aql), (4) perlindungan keluarga (hifzh an-nasl), dan (5) perlindungan harta (hifzh al-ml).

4. Konseling modifikasi Gaya Hidup

Konseling17 Konseling adalah proses dimana seseorang membantu seseorang lain membuat keputusan atau mencari jalan keluar untuk mengatasi masalah, melalui pemahaman tentang fakta-fakta dan perasaan-perasaan yang terlibat didalamnya. Kharakteristik konseling :27 a. Tatap muka langsung b. Komunikasi bertujuan untuk membantu klien memahami diri sendiri tentang penyakit atau kesehatannya c. Pengambilan keputusan ada pada pasien. Modifikasi gaya hidup27 a. Penurunan berat badan Anjuran Strategi Penurunan Berat Badan Faktor yang berperan penting dalam menurunkan berat badan adalah motivasi dan perilaku. Selain itu dukungan dari lingkungan, teman dan keluarga, pengetahuan terhadap obesitas serta efeknya, sikap dan kemampuan penderita untuk melakukan aktivitas fisik, serta waktu yang tersedia merupakan faktor-faktor lainnya. Penurunan berat badan yang dianjurkan untuk tahap awal adalah 10% dari berat badan awal. Jangka waktu untuk melakukan hal tersebut adalah enam bulan. Setelah enam bulan, biasanya penurunan berat badan menurun dan berat badan akan tetap berada di garis datar karena rendahnya atau berkurangnya penggunaan energi tubuh pada berat badan yang lebih rendah. Tahap selanjutnya adalah usaha untuk menjaga kestabilan penurunan berat badan yang sudah dicapai sehingga tidak terjadi kenaikan berat badan kembali. Apabila hal tersebut tercapai, usaha untuk menurunkan berat badan lebih lanjut dapat dilakukan berdasarkan indikasi dan kebutuhan penderita. b. Diet

Tiga diet yang berbeda yaitu diet kontrol, diet buah dan sayuran, serta diet kombinasi. Diet kontrol adalah diet khas ini kadar kalium, magnesium, dan kalsium mendekati persentil ke 25 dari konsumsi masyarakat. Pada kelompok dengan diet buah dan sayuran, kadar kalium serta magnesium mendekati persentil ke-75, diiringi jumlah serat yang tinggi. Dibanding diet kontrol, diet ini menyediakan buah dan sayuran dalam jumlah lebih banyak, dengan lebih sedikit cemilan dan manisan. Jumlah kandungan lainnya mirip dengan diet kontrol. Diet kombinasi merupakan diet yang kaya akan buah, sayuran, dan produk-produk rendah lemak serta mempunyai jumlah lemak tersaturasi, lemak total, dan kolesterol yang lebih rendah. Diet ini menyediakan kalium, magnesium, dan kalsium pada tingkat mendekati persentil ke 75, seiring dengan jumlah serat dan protein yang tinggi. Pada diet Diabetes millitus pencegahanya : mengontrol asupan kalori dan BB tetap ideal. Mengkonsumsi kharbohidrat kompleks, rendah lemak jenuh dan tinggi serat. c. Asupan garam Pengurangan asupan garam dari 150 mmol/hari menjadi 100 mmol/hari menunjukkan penurunan tekanan darah sistolik yang signifikan pada kohort yang mengkonsumsi diet yang normal pada populasi di Amerika. Pada studi yang meng-gabungkan

DASH dan pengurangan asupan garam, DASH dan konsumsi garam sebanyak 50 mmol per hari menurunkan tekanan darah sistolik sebanyak 7,1 mmHg pada kohort tanpa hipertensi dan 11,5 mmHg pada kohort dengan hipertensi. d. Pembatasan konsumsi rokok dan alkohol Terdapat hubungan yang kuat antara merokok dan alkohot terhadap risiko terkena infark jantung. e. Aktivitas fisik

Latihan fisik aerobik sedang 150 menit perminggu, latihan fisik aerobik berat 90 menit perminggu. Latihan dibagi menjadi 3-4 kali perminggu.

5. Manajemen Stress12 Stressor adalah Sumber yang dipersepsi seseorang atau

sekelompok orang memberi tekanan/cekaman terhadap keseimbangan diri mereka. Ada 3 sumber utama bagi stress, yaitu : a. Lingkungan lingkungan kehidupan memberi berbagai tuntutan penyesuaian diri seperti antara lain : Cuaca, kebisingan, kepadatan, Tekanan waktu, standard prestasi, berbagai ancaman terhadap rasa aman dan

harga diri. Tuntutan hubungan antar pribadi, penyesuaian diri dengan teman, pasangan, dengan perubahan keluarga. b. Fisiologik dari tubuh Perubahan kondisi tubuh: masa remaja; haid, hamil,

meno/andropause, proses menua, kecelakaan, kurang gizi, kurang tidur, besar tekanan terhadap tubuh. Reaksi tubuh : reaksi terhadap ancaman & perubahan lingkungan pada tubuh kita, menimbulkan stress. c. Pikiran pemaknaan diri dan lingkungan. Pikiran menginterpretasi dan menerjemahkan kepanikan. pengalaman perubahan dan menentukan mengakibatkan perubahan

Secara fisiologis ada 3 tahap penyesuaian dilakukan tubuh , sering disebut GAS ( General Adaptation Syndrome), yaitu : a. Tahap pertama, tahap siaga ( alarm stage ) terjadi saat mulai terasa sengatan cekaman, biasanya muncul rekasi darurat, fight or flight. b. Tahap kedua, tahap perlawanan ( resistance stage) , pada tahap ini reaksi hormonal tubuh masih tinggi, secara nyata orang ini melakukan upaya pena- nganan , bisa coping bisa juga fighting . Apabila stressor bisa ditiadakan, maka tubuh akan kembali ke keadaan normal. c. Tahap ketiga, tahap kepayahan Exhausted stage Individu tidak lagi memberikan respos stress karena kepayahan, kehabisan energi. Berakibat gangguan penyakit yang lebih parah, seperti gangguan lambung, hypertensi, kardiovasculer.

Indikasi/gejala stress, yaitu : a. gejala fisiologik

denyut jantung bertambah cepat , banyak berkeringat (terutama keringat dingin), pernafasan terganggu, otot terasa tegang, sering ingin buang air kecil, sulit tidur, gangguan lambung. b. gejala psikologik resah, sering merasa bingung, sulit berkonsentrasi, sulit

mengambil keputusan, tidak enak perasaan, atau perasaan kewalahan (exhausted) c. Tingkah laku berbicara cepat sekali, menggigit kuku, menggoyang-goyangkan kaki, ticks, Gemetaran, berubah nafsu makan ( bertambah atau berkurang).

Dampak akibat stress,yaitu : a. Dampak Fisiologik (a) Gangguan pada organ tubuh : muscle myopathy, tekanan

darah naik, kerusakan jantung dan arteri, maag, diarhea. (b) Gangguan pada sistem reproduksi : amenorhea, kegagalan

ovulasi pada wanita, impoten pada pria, kehilangan gairah sex (c ) Gangguan pada sistem pernafasan : asthma, bronchitis (d) Gangguan lainnya, seperti pening (migrane), tegang

otot,bosan. b. Dampak Psikologik Keletihan emosi, jenuh, depersonalisasi, Pencapaian pribadi yang bersangkutan menurun, sehingga berakibat pula

menurunnya rasa kompeten & rasa sukses.

Strategi Menangani Stress : a. Lapis pertama ~ primary prevention, dengan cara merubah cara kita melaku kan sesuatu. Untuk keperluan ini kita perlu memiliki skills yang relevan, misal- nya : skill mengatur waktu, skill

menyalurkan, skill mendelegasikan, skill mengorganisasikan, menata. b. Lapis kedua ~ Secondary prevention, strateginya kita menyiapkan diri menghadapi stressor, dengan cara exercise, diet, rekreasi, istira hat , meditasi c. Lapis ketiga ~ Tertiary prevention, strateginya kita menangani dampak stress yang terlanjur ada, kalau diperlukan meminta bantuan jaringan supportive ( social-network) ataupun bantuan profesional.

Menangani Stress, yaitu : 1. s, skills . menjadi stress, seyogyanya kita perlu memiliki berbagai skill yang sesuai sehingga kita bisa bekerja secara efektif tetapi juga effisien dalam menggunakan daya dan waktu serta sumber lainnya. 2. T, Tempo Time management menangani stress adalah manajemen waktu. 3. Rehat ~ Rest ~ istirahat Tubuh kita by default memerlukan jedah, istirahat. Kita perlu bekerja bagaimana speeding up, tetapi juga arif dan terampil untuk slowing down. Bila kita tidak memiliki keterampilan istirahat, leisure, santai ( bukan leha-leha) maka besar

kemungkinan kita mengalami stress. 4. Eating & Exercise Makan dan Olah raga Kebugaran Tubuh kita membutuhkan asupan yang seimbang, tetapi juga exercise yang memadai,agar bisa bugar. 5. Self-talk ~ percakapan kalbu mendengar apa yang kaya hati atau hati nurani katakan kepada kita. Isi percakapan itu bisa positif, membuat kita optimis 6. Social support ~ jaringan npendukung, bertemu atau berkomunikasi.

DAFTAR PUSTAKA 1. 2. http://www.mitrakeluarga.com/bekasibarat/seputar-medical-check-up/ The seventh Report of the Joint National Commite on Detection, Evaluation, and Treatment of High Blood Pressure (JNC-VII) 2003 3. 4. Gale encyclopedia of medicine, 2008 Ginsverg, Lionel.Lecture Notes : Neurologi.Erlangga Medical Series:Jakarta ;2008 5. Risani A.P.Analisis Efektifitas Pemberian Konseling dan Pemasangan Poster Terhadap Tingkat Kepatuhan dan Nilai Tekanan Darah Pada Pasien Hipertensi di Puskesmas Bakti Jaya Kota Depok.Magister Ilmu

Kefarmasian(Tesis).Depok.FMIPA UI.; 2011 6. Endang S Basuki.Konseling Medik, Kunci Menuju Kepatuhan Pasien.Maj Kedokt Indon,59(2):1-6.; 2009 7. 8. (Anonymus.Makalah Sistem kedokteran keluarga; 2011) http://christianjake.blogspot.com/2013/04/dampak-negatif-mengonsumsifast-food_17.html 9. http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/31100/5/Chapter%20II.pdf.

10. Gunarya, arlina. 2008. Pusat bimbingan dan Konseling Manajemen Stress. TOT Basic Study Skill : Makasar. 11. Elsanti, S. Panduan Hidup Bebas Kolesterol, Stroke, Hipertensi dan Serangan Jantung. Yogyakarta: Araska, 2009

12. Tot.Basic Study skill. Management stress. Makasar : UNHS; 2008 13. Badjeber, Fauzul dkk. Konsumsi Fast Food sebagai faktor resiko terjadinya gizi lebih pada siswa SD negri 11 Manado. Manado : FKM Universitas Sampatulangi 14. Price, Sylvia.A dan Wilson, Lorraine M.Patofisiologi Ed.4 Buku I. Jakarta : EGC ; 2005 15. Nawawi, umar. Diktat Fisiologi Olahraga. Padang : Universitas Negeri Padang;2007 16. Guyton, Arthur C.Buku Ajar Fisiologi Kedokteran edisi 7 bagian III.Jakarta : EGC ; 2007 17. Tim bagian IKK. Ilmu kedokteran keluarga. Semarang : FK UNIMUS; 2013 18. Drey, C. Edward. Ketika anak sulit diatur: panduang orang tua mengubah masalah perilaku anak. Bandung: PT. Mizan Pustaka ; 2006 19. Eveline dan Djamaludin, N. Panduan Pintar Merawat Bayi dan Balita. Jakarta: Wahyu Media, 2010 20. Yusnidaryani : pengaruh Pola Asuh Terhadap Status Gizi Bayi Pada Keluarga Miskin Dan Tidak Miskin Di Kabupaten Aceh Utara. Medan: USU ; 2008 21. Nur Iffatin. Implementasi Longlife Education Sebagai Benteng Moralitas dalam Perspektif Al Quran. Taalum Jurnal Pendidikan Islam, vol 18, No 2, 2008. 22. Kewajiban mendidik anak.

http://fbookirc.blogspot.com/2013/04/kewajiban-mendidik-anak.html 23. 4 Tahap Mendidik Anak Mengikut Sunnah Rasulullah SAW.

http://dhafinnet.blogspot.com/2012/12/4-tahap-mendidik-anak-mengikutsunnah.html 24. Nugroho Ya . Makanan dan Minuman yang halal dan yang haram. http://www.tintaguru.com/2011/6/makanan-minuman-yang-halal-dan-yangharam. 25. Shiddiq MR. Fatwa majelis ulama indonesia tentang pengaharaman rokok. [skripsi]. Yogyakarta : UIN sunan Kalijaga ; 2012

26. Anies. Kedokteran keluarga dan pelayanan kedokteran yang berprinsip pencegahan. Semarang : ilmu kesehatan masyarakat dan pencegahan FK UNDIP; 2006 27. Ridjab. Modifikasi gaya hidup dan tekanan darah. Jakarta : majalah kedokteran indonesia Volume 57 No.3 mei 2007.