Anda di halaman 1dari 25

LAPORAN AKHIR

PRAKTIKUM FISIKA DASAR


KALORIMETER DAN KAPASITAS KALOR JENIS
(K.4)
O L E H :
Nama : Wayan Gina Angraeni
NIM : 0808105021
Kelompok : III (Tiga)
Tanggal Praktikum : 28 Oktober 2008
Dosen Pengajar : I Ketut Sukarasa S.Si,M.Si
Asisten Dosen : 1. Muhammad Fahim M.
2. Fauzan Sugiono
JURUSAN KIMIA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS UDAYANA
2008
KALORIMETER DAN KAPASITAS KALOR JENIS
I. TUJUAN
Mempelajari cara kerja kalorimeter
Menentukan kalor lebur es
Menentukan kalor jenis berbagai logam
II. DASAR TEORI
Istilah kalor sering kita dengar pada kehidupan sehari-hari. Penting bagi kita
sebagai mahasiswa untuk untuk mendefinisikan kalor dengan jelas, dan
menjelaskan fenomena-fenomena yang berhubungan dengan kalor.
Satuan dari kalor adalah kalori (kal) yang sampai saat ini masih dipakai.
Satuan kalori ini didefinisikan sebagai kalor yang dibutuhkan untuk menaikkan
temperatur 1 gram air sebesar 1
0
C (derajat celcius). Dalam setiap percobaan atau
dalam suatu perhitungan yang berhubungan tentang kalor satuan yang paling sering
digunakan adalah kilokalori. 1 kkal didefinisikan sebagai kalor yang dibutuhkan
untuk menaikan temperatur 1 kg air sebesar 1
0
C. Di dalam sistem satuan British,
kalor diukur dalam satuan thermal british (British thermal unit / Btu). Satu Btu
didefinisikan sebagai kalor yang diperlukan untuk menaikan temperatur air 1 lb
sebesar 1
0
F. Satu batu setara dengan 0,252 kkal dan setara pula dengan 1055 Joule.
Ukuran atau derajat panas dinginnya suatu benda disebut dengan suhu. Benda
yang panas memiliki suhu yang tinggi sedangkan benda yang dingin memiliki suhu
yang rendah. Ketika memanaskan atau mendinginkan suatu benda atau zat sampai
pada suhu tertentu, beberapa sifat fisik benda tersebut berubah. Sifat-sifat benda
yang bisa berubah akibat adanya perubahan suhu disebut sifat termometrik. Sifat
termometrik suatu zat dapat dimanfaatkan sebagai alat pengukur suhu atau yang
biasa kita kenal dengan termometer. Termometer adalah alat yang digunakan untuk
mengukur suhu benda. Berbagai jenis termometer dibuat berdasarkan beberapa sifat
termometrik zat seperti pemuaian zat padat, pemuaian zat cair, pemuaian gas,
tekanan zat cair, tekanan udara, renggangan zat padat, hambatan terhadap arus
listrik, dan intensitas cahaya. Ada beberapa jenis termometer yaitu termometer
bimetal, termometer hambatan, termokopel, termometer gas, dan pyrometer. Untuk
menyatakan suhu suatu benda dengan bilangan termometer, maka pada termometer
harus terdapat skala. Skala suhu pada termometer dapat dibuat dengan cara
menetapkan dua buah suhu tertentu. Keduanya harus memenuhi syarat yaitu tidak
berubah-ubah nilainya dan mudah diadakan kapan saja dan di mana saja. Oleh
karena itu kedua suhu tersebut disebut sebagai titik tetap atas dan titik tetap bawah.
Skala yang paling sering digunakan dalam mengukur shu adalah skala Celcius,
Skala Kelvin, skala Reamur, dan skala Fahrenheit.
Ilmu yang mempelajarai tentang suhu, kalor, dan perubahan-perubahan yang
terjadi akibat perubahan suhu dan kalor disebut dengan termodinamika. Adapun
dasar daripada termometri, yaitu pengukuran suhu, adalah hukum termodinamika ke
Nol, yang menyatakan bahwa dua buah benda yang masing-masing dalam keadaan
setimbang termis dengan benda ketiga adalah dalam setimbang termis satu sama
lain. Yang dimaksud setimbang termis adalah tidak terjadinya perubahan keadaan
fisis bilamana disinggungkan atau disentuhkan atau ditempelkan satu sama lain.
Dengan menyatakan kesetimbangan termis sebagai kenaikan suhu, hukum
termodinamika ke nol tidak lain menyatakan bahwa dua buah benda yang suhunya
sama dengan benda ketiga, suhunya adalah sama satu sama lain, sehingga jika
benda ketiga itu termometer, maka agar terpercaya dua buah benda yang suhunya
sama harus terbukti sama oleh termometer.
Dari beberapa percobaan yang dilakukan oleh para ahli yang terdahulu didapat
kesimpulan, besarnya kalor yang diperlukan untuk menaikan suhu suatu zat
sebanding dengan massa zat tersebut dan kenaikan suhu zat tersebut. Jika besarnya
kalor yang dibutuhkan suatu zat yang bermassa m untuk menaikan suhu T
sebesar Q, maka :
Q m T
Selain massa dan kenaikan suhu, jumlah kalor yang dibutuhkan benda
tergantung dari jenis zat yang dipanaskan. Untuk membedakan jenis zat dikenal apa
T m
Q
c

yang dinamakan dengan kalor jenis dan disimbolkan dengan c. Sehingga persamaan
di atas dapat dirumuskan :
Q = m c T atau
Keterangan :
Q = kalor yang diserap atau dilepaskan, dalam satuan J atau kalori.
m = massa zat, satuannya kg atau gr.
T = perubahan suhu, satuannya K atau
0
C
c = kalor jenis, satuannya J/kg
.
K atau kal/g
.0
C
Sehingga satuan kalor jenis sama dengan satuan kalor dibagi satuan massa
kali satuan suhu. Oleh karena itu, kalor jenis suatu zat didefinisikan sebagai
banyaknya kalor yang diperlukan untuk menaikkan atau melepaskan suhu tiap satu
kilogram massa suatu zat sebesar 1
0
C atau satu Kelvin.
Banyaknya kalor yang diperlukan untuk menaikan suhu yang sama dari benda
yang berbeda pada umumnya besarnya tidak sama. Perbandingan banyaknya kalor
yang diberikan terhadap kenaikkan suhu benda dinamakan kapasitas kalor atau
kapasitas panas. Kapasitas kalor suatu benda adalah kemampuan suatu benda untuk
menerima atau melepaskan kalor, untuk menaikkan atau menurunkan suhu benda
sebesar 1
0
C atau 1 K. Jadi, jika kalor yang dibutuhkan sebesar Q untuk menaikkan
suhu benda sebesar T , maka kapasitas kalor ( C ) benda tersebut dapat
dirumuskan :
C =
T
Q

atau Q = C T
Keterangan :
Q = kalor yang diserap atau dilepaskan, satuannya joule atau kalori
T = perubahan suhu, satuannya K atau
0
C
C = Kapasitas kalor, dalam satuan J/K atau kal/
0
C
Berdasarkan persamaan di atas, maka kapasitas kalor dapat dirumuskan juga:
C = m . c
c adalah kalor jenis suatu benda.
Kalorimeter adalah suatu alat untuk mengukur kalor. Kalorimeter yang
menggunakan teknik pencampuran dua zat di dalam suatu wadah, umumnya
digunakan untuk menentukan kalor jenis suatu zat. Beberapa jenis kalorimeter yang
sering dipakai antara lain kalorimeter aluminium, kalorimeter elektrik, kalorimeter
gas, kalorimeter bom. Untuk menentukan kalor jenis suatu zat dengan kalorimeter,
kita gunakan hukum kekekalan energi pada pertukanan kalor yang pertama kali
diukur oleh Joseph Black, seorang ilmuan Inggris. Oleh karena itu hukum
kekekalan energi pada pertukaran kalor disebut dengan asas Black. Bunyi asas
Black adalah banyaknya kalor yang diberikan sama dengan banyaknya kalor yang
diterima. Dinyatakan dengan persamaan sebagai berikut:
Q
dilepas
= Q
diterima
Apabila dua buah benda yang suhunya berbeda dipertemukan (dicampurkan),
benda yang bersuhu tinggi akan memberikan kalor kepada benda yang suhunya
rendah. Pada akhir pencampuran, suhu kedua benda menjadi sama. Berdasarkan hal
tersebut jika kalor jenis satu zat diketahui maka kalor jenis zat yang lain dapat
dengan menggunakan rumus kekekalan energi pada pertukaran kalor (Asas Black).
Banyaknya kalor yang dlepaskan oleh suatu benda dengan massa m
1
dan
kapasitas kalor jenis zat c
1
adalah :
( )
s
t t c m Q
1 1 1 1
..(1)
sebanding dengan banyaknya kalor yang diserap oleh air dengan dengan
massa m
2
:
( )
2 2 2 2
t t c m Q
s

(2)
t
s
adalah suhu setimbang setelah terjadinya pencampuran.
Bila kapasitas kalor jenis air c
2
diketahu, suhu t
1
sama dengan suhu uap,
kapasitas kalor jenis c
1
dapat dihitung dengan mengukur besaran t
2
, t
s
, dan m
2
:
( )
( )
s
s
t t m
t t m
c c



1 1
2 2
2 1
(3)
Tabung kalorimeter juga menyerap panas yang dilepaskan oleh zat yang
bersuhu tinggi. Untuk itu, kapasitas kalor kalorimeter :
c
k
= c
2

.
N
A

N
A
adalah nilai air kalorimeter sehingga kuantitas kalor yang diserap dari
persamaan (2) dapat ditulis sebagai :
( ) ( )
2 2 2 2
t t c N m Q
s A
+
dan persamaan (3) menjadi :
( ) ( )
( )
s
s A
K
t t m
t t N m
c c

+

1 1
2
1
Panas adalah suatu bentuk energi. Dahulunya panas dikira zat alir tanpa berat
dan tak dapat dilihat yang diistilahkan dengan kalor. Namum seiring perkembangan
ilmu pengetahuan, panas atau kalor diartikan sebagai perpindahan energi internal
yang merupakan konsep dasar termodinamika selain kerja dan energi. Kalor mengalir
dari satu bagian sistem ke bagian lain atau dari satu sistem ke sistem lain karena
adanya perbedaan temperatur. Jika energi sistem berubah sebagai hasil perbedaan
temperatur sistem dan temperatur lingkungannya, maka dapat dikatakan bahwa energi yang
telah dipindahkan itu sebagai kalor. Sebai contoh, jika sebuah gelas kimia yang berisi
air (sistem) terletak diatas alat pemanas, kapasitas sistem untuk melakukan kerja
bertambah, sehingga energinya bertambah. Oleh karena penambahan itu terjadi
sebagai hasil perbedaaan temperatur, maka energi itu sudah dipindahkan ke sistem
sebagai kalor.proses pelepasan energi sebagai kalor disebut eksoterm. Sedangkan
proses penyerapan energi sebagai kalor disebut endoterm.
Selama pengaliran atau penyerapan kalor kita tidak dapat mengetahui proses
keseluruhannya atau dapat dikatakan bahwa kalor belum diketahui selama proses
berlangsung. Kuantitas yang diketahui selama proses berlangsung ialah laju aliran Q
yang merupakan fungsi waktu. Jadi kalornya ialah:
Q =
1

2
Q d
dan hanya bisa ditentukan bila waktu
2
-
1
telah berlalu. Hanya setelah aliran itu
berhenti orang baru bisa mengacu pada kalor. Dalam hal ini adalah energi internal
yang telah dipindahkan dari suatu sistem bertemperatur lebih tinggi ke sistem yang
temperaturnya lebih rendah. Temperatur akhir yang dicapai oleh kedua sistem itu ada
diantara kedua temperatur awal. Apabila kedua sistem telah mencapai temperature
akhir yang sama, maka keadaan ini disebut kesetimbangan termal. Kesetimbangan
termal ini tercapai apabila energi yang keluar dan energi yang masuk ke sistem sama
jumlahnya, dalam saat yang bersamaan, dan jika suhu sistem dan lingkungan juga
sama. Secara umum kesetimbangan termal didefinisikan sebagai keadaan yang
dicapai oleh dua atau lebih sistem yang dicirikan oleh keterbatasan harga koordinat
sistem itu setelah sistem saling berinteraksi melalui dinding diaterm.
Kalor atau panas memiliki suatu kapasitas. Kapasitas panas. Panas jenis atau
kapasitas kalor jenis adalah banyaknya panas yang diperlukan untuk menimbulkan
kenaikan suhu yang sama namun berbeda-beda tergantung dari jenis bahan atau zat.
Perbandingan antara banyaknya panas yang diberikan dengan kenaikan suhu disebut
kapasitas panas benda tersebut.
k a p a s i t a s p a n a s =
Q
t
A
C
B
Sedangkan kapasitas panas jenisnya didefinisikan sebagai kapasitas per satuan
massanya yang diberi simbl dengan huruf c yang dinyatakan dengan kalori per gram-
0
C.
Berdasarkan persamaan di atas, andaikan benda yang massany m dan kapasitas
panas jenisnya c maka jumlah panas yang diperlukan untuk menaikan suhunya
dengan t ialah
Untuk mengukur kwantitas panas dapat digunakan alat yang bernama
kalorieter. Kalorimeter yang sering digunakan dalam praktikum adalah kalorimeter
air.
c =
k a p a s i t a s p a n a s
m a s s a
=
Q
/ t
m
Q = m c
t
=
m c ( t - t )
2 1
III. ALAT DAN BAHAN
1 Kalorimeter
1 Butiran Tembaga
2 buah thermometer -10 ~ 100
0
C
1 steam generator
1 pemanas
1 Beaker Glass
1 Statif
1 Timbangan
gambar 1
gambar 1
pelepasan kalor oleh butiran logam dan penerimaan panas oleh air
IV. PROSEDUR EKSPERIMEN
A. Pengukuran Harga Air Kalorimeter
1. Timbang kalorimeter kosong dan pengaduknya.
2. Catat massa air setelah kalorimeter diisi air kira-kira bagian.
3. Masukkan kalorimeter yang berisi air ke dalam selubung luarnya.
4. Tambahkan air mendidih sampai kira-kira bagian (catat suhu air mendidih)!
5. Catat suhu kesetimbangan!
6. Timbanglah kembali kalorimeter!
B. Pengukuran Kalor Lebur Es
1. Timbang kalorimeter kosong dan pengaduk!
2. Isi kalorimeter dengan air bagian, kemudian timbang lagi!
3. Masukkan kalorimeter ke dalam selubung luarnya dan catat suhu calorimeter
mula-mula!
4. Masukkan potongan es ke dalam kalorimeter kemudian tutup serta aduk!
5. Catat suhu kesetimbangan!
6. Timbang kembali kalorimeter tersebut!
C. Pengukuran Kapasitas Kalor Jenis Logam
1. Keping-keping logam yang telah ditimbang dimasukkan ke dalam rongga Bunsen
dan panaskan!
2. Timbang kalorimeter serta pengaduknya!
3. Timbang kalorimeter serta pengaduknya setelah diisi air kira-kira 3/5 bagian!
4. Masukkan kalorimeter ke dalam selubung luarnya dan catat suhunya!
5. Catat suhu keping-keping logam.
6. Masukkan keping-keping logam tadi ke dalam kalorimeter dan catat suhu
setimbangnya!
7. Ulangi langkah 1 s/d 6 untuk logam yang lainnya!
5
05 , 251 251 4 , 250 9 , 250 4 , 250 + + + +
5
1253
5
387 45 , 387 2 , 387 8 , 386 6 , 387 + + + +
5
05 , 1936
5
9 , 457 7 , 457 9 , 457 7 , 857 1 , 458 + + + +
5
3 , 2289
V. DATA PENGAMATAN
A. Pengukuran Harga Air Kalorimeter
1. Massa rata rata kalorimeter kosong + pengaduk +selubung + pengaduk m (
k
):
( m k) :
m ( k) :
m ( k) : 250,75 gr
2. Massa rata rata kalorimeter + pengaduk + selubung + tutup + air m (
t
) :
m (
t
) :
m (
t
) :
m (
t
) : 387,21 gr
Suhu air mendidih = 100
0
C
Suhu setelah ditambah dengan air = 48
0
C
Suhu awal = 26
o
C
3. Massa rata rata kalorimeter + air mendidih m (
ka
):
m (
ka
) :
m (
ka
) :
m (
ka
) : 457,86 gr
Kalor jenis kalorimeter
mendidih air air
2 1
Q Q Q
Q Q
k
+

kg gr
m m m m m
m
k
263 , 0 06 , 263
5
3 , 262 4 , 263 1 , 263 8 , 262 7 , 263
5
5 4 3 2 1

+ + + +

+ + + +

5
05 , 251 251 4 , 250 9 , 250 4 , 250 + + + +
5
1253
5
387 45 , 387 2 , 387 8 , 386 6 , 387 + + + +
5
05 , 1936
: ) ( es m
Harga air kalorimeter
B. Pengukuran Kalor Lebur Es
1. Massa rata rata kalorimeter kosong + pengaduk +selubung + pengaduk m (
k
):
( m k) :
m ( k) :
m ( k) : 250,75 gr
2. Massa rata rata kalorimeter + pengaduk + selubung + tutup + air m (
t
) :
m (
t
) :
m (
t
) :
m (
t
) : 387,21 gr

3. Massa rata-rata kalorimeter + es :
C kg
kkal
c
c
c
c
c
c
t c m t c m t c m
o k
k
k
k
k
k
k k
.
264 , 0
518 , 4
192 , 1
192 , 1 518 , 4
448 . 2 64 , 3 518 , 4
64 , 3 518 , 4 448 , 2
) 48 100 .( 1 . 07 , 0 ) 30 48 .( . 251 , 0 ) 30 48 .( 1 . 136 , 0
. . . . . .
2 2 2 1 1 1 1


+
+
+
C
kkal
kg o
C kg
kkal
m c N
o
o
k k A
066 , 0
251 , 0 . 264 , 0
.

5
8 , 480 5 , 482 5 , 481 1 , 480 9 , 481 + + + +
5
8 , 2406
gr 36 , 481
: ) ( es m
: ) ( es m
: ) ( es m


Suhu es = 3
0
C
Suhu kesetimbangan = 4
o
C
Qes = mes. L dan Qes = mes. Ces. T
Mes. Ces. T = mes. L
Ces.T = L
0,5( 4 - 3) = L
Maka L = 0,5 kal/
o
C
C. Perhitungan kalor jenis logam
Massa rata-rata logam (m
l
)
Massa rata-rata kalorimeter kosong (mk)
Dengan cara yang sama maka diperoleh:
m
k
= 250,75 gr = 0,25075 kg
Massa rata-rata kalorimeter + air (m
d
)
Dengan cara yang sama maka diperoleh:
m
d
= 387,21 gr = 0,38721 kg
kg gr
m m m m m
l m
00982 , 0 82 , 9
5
7 , 9 6 , 9 10 8 , 9 10
5
5 4 3 2 1

+ + + +

+ + + +

Kapasitas kalor jenis logam


Untuk menentukan kapasitas kalor jrnis logam, dipergunakan prinsip:
Panas yang dilepaskan butiran logam juga diserap oleh kalorimeter
Sehingga didapat :
2. Ralat
a. Data pada penentuan harga air kalorimeter
Ralat massa kalorimeter kosong dan pengaduknya(m
k
)
No
1 250,4 -0.35 0.1225
2 250,9 0.15 0.0225
2
1 1
2 2
1
2 2 2 1 1 1
.
) .(
) .(
) .( . ) .( .
air diterima yang logam dilepas yang
c
t t m
t t m
c
t t c m t t c m
Q Q
s
s
s s



A k
N c c .
2

C kg
kkal
c
c
t t m
t t N m
c c
o
s
s A
k
.
0
672 , 3
0
672 , 3
0 ). 066 , 0 07 , 0 (
. 069 , 0
) 30 57 .( 136 , 0
) 30 30 ).( 066 , 0 07 , 0 (
. 264 , 0
) .(
) ).( (
logam
logam
1 1
2 2
1

m
2
) ( m m
) ( m m
m
% 100
25075 , 0
0001302 , 0
% 100 x x
m
m

3 250,4 250,75 -0.35 0.1225


4 251 0.25 0.0625
5 251,05 0,3 0.009
1253 0.339
Ralat nisbi :
=0,0519%
Kebenaran praktikum = 100% - 0,0519%
= 99,95%
Ralat massa rata-rata air mula-mula + kalorimeter (m
a
)
Dengan cara yang sama diperoleh:
No
1 387,6 0.39 0.1521
2 386,8 -0.41 0.1681
3 387,2 387,21 -0.01 0.0001
4 387,45 0.24 0.0576
5 387 -0,21 0.0441

1936,0
5 0.422
kg
gr m m
gr
n n
m m
m
0001302 , 0 25075 , 0
1302 , 0 250,75
1302 , 0
20
0,339
) 1 (
) (
2
t
t t



m
2
) ( m m
) ( m m
m
% 100
38721 . 0
0001453 . 0
% 100 x x
m
m

% 100
45786 . 0
0000748 . 0
% 100 x x
m
m

Ralat nisbi :
=0.0375%
Kebenaran praktikum = 100% - 0.0375%
= 99.96%
Ralat rassa rata-rata air mula-mula + air mendidih + kalorimeter (m
b
)
Dengan cara yang sama diperoleh:
No
1 458.1 0.24 0.0576
2 457.7 -0.16 0.0256
3 457.9 457.86 0.04 0.0016
4 457.7 -0.16 0.0256
5 457.9 0.04 0.0016
2289.3 0.112
Ralat nisbi :

kg
gr m m
gr
n n
m m
m
0001453 , 0 38721 , 0
1453 , 0 21 . 87 3
1453 , 0
20
0,422
) 1 (
) (
2
t
t t



m
2
) ( m m
) ( m m
m
kg
gr m m
gr
n n
m m
m
0000748 , 0 45786 , 0
0748 , 0 86 . 457
0748 , 0
20
0,112
) 1 (
) (
2
t
t t



kg kg
gr gr
m
m
m
m
m m m m
m m m m m m
k
k
td
td
k td k td
k k td td
c c
0001414 . 0 20711 . 0
1414 . 0 11 . 207
) 0006826 . 0 ( 11 . 207 11 . 207
) 0005192 . 0 0001634 . 0 ( 11 . 207 11 . 207
75 . 250
1302 . 0
86 . 457
0748 . 0
) 75 . 250 86 . 457 ( ) 75 . 250 86 . 457 (
) ( ) (
) ( ) (
t
t
t
+ t

,
_

+ t

,
_

t
t t t
kg kg
gr gr
m
m
m
m
m m m m
m m m m m m
k
k
t
t
k t k t
k k t t
000122 . 0 13646 . 0
1220 . 0 46 . 136
) 0008944 . 0 ( 46 . 136 46 . 136
) 0005192 . 0 0003752 . 0 ( 46 . 136 46 . 136
75 . 250
1302 . 0
21 . 387
1453 . 0
) 75 . 250 21 . 387 ( ) 75 . 250 21 . 387 (
) ( ) (
) ( ) (
t
t
t
+ t

,
_

+ t

,
_

t
t t t
% 100
13646 . 0
000122 . 0
% 100 x x
m
m

= 0.0163%
Kebenaran praktikum = 100% - 0.0163%
= 99.98%
Ralat massa air mula-mula
Ralat nisbi :
= 0.089%
Kebenaran praktikum = 100% - 0.089%
= 99.91%
Ralat massa air setimbang ( mula mula + mendidih)
kg kg
gr gr
m
m
m
m
m m m m
m m m m m m
a
a
c
c
a c a c
a a c c
d d
0001114 . 0 07065 . 0
1114 . 0 65 . 70
) 0015767 . 0 ( 65 . 70 65 . 70
) 000894 . 0 0006827 . 0 ( 65 . 70 65 . 70
46 . 136
1220 . 0
11 . 207
1414 . 0
) 46 . 136 11 . 207 ( ) 46 . 136 11 . 207 (
) ( ) (
) ( ) (
t
t
t
+ t

,
_

+ t

,
_

t
t t t
% 100
20711 . 0
0001414 . 0
% 100 x x
m
m
c
c

% 100
07065 . 0
0001114 . 0
% 100 x x
m
m
d
d

Ralat nisbi
= 0.0683%
Kebenaran praktikum = 100% - 0.0683%
= 99.93%
Ralat air mendidih
Ralat nisbi :
= 0.0016%
Kebenaran praktikum = 100% - 0.0016%
= 99.99%
b. Data pada penentuan kapasitas kalor jenis logam
Ralat massa logam
No
1 10 0.18 0.0324
2 9.8 -0.02 0.0004
3 10 9.82 0.18 0.0324
m
2
) ( m m
) ( m m
m
) )( (
) ( ) ( ) ( ) (
T T m m
T T x xC m m T T x xC m m
C C
k
a
a
a
ad
k k
k
t t
t t t t
t
) 0 30 )( 1302 . 0 75 . 250 (
) 0 30 ( 1 ) 1220 . 0 46 . 136 ( ) 0 30 ( 1 ) 1114 . 0 65 . 70 (
t t
t t t t

x x x x
% 100
00982 . 0
00008 . 0
% 100 x x
m
m

4 9.6 -0.22 0.0484


5 9.7 -0.12 0.0144
49.1 0.128
Ralat nisbi :
= 0.8147%
Kebenaran praktikum = 100% - 0.8147%
= 99.19%
c. Penentuan harga air kalorimeter
Ralat kapasitas kalor jenis calorimeter


kg
gr m m
gr
n n
m m
m
00008 , 0 00982 , 0
08 , 0 82 . 9
08 , 0
20
0,128
) 1 (
) (
2
t
t t



[ ] [ ]
[ ]
0005828 . 0 2981 . 0
) 001955 . 0 ( 2981 . 0 2981 . 0
75 . 220
1146 . 0
81 . 65
1628 . 0
75 . 220
81 . 65
75 . 220
81 . 65
1146 . 0 75 . 220
1628 . 0 81 . 65
1146 . 0 75 . 220
) 000894 . 0 00158 . 0 ( 81 , 65 81 . 65
1146 . 0 75 . 220
46 . 106
0952 . 0
65 . 40
0641 . 0
) 46 . 106 65 . 40 ( ) 46 . 106 65 . 40 (
1146 . 0 75 . 220
] 0952 . 0 46 . 106 [ 0641 . 0 65 . 40
) 0 000519 . 0 )( 75 . 220 ( ) 75 . 220 (
0 000894 . 0 )( 46 . 106 ( ) 46 . 106 ( ) 0 001577 . 0 )( 65 . 40 ( ) 65 . 40 (
30
0
75 . 250
1302 . 0
) 30 75 . 250 ( ) 30 75 . 250 (
1
30
0
46 . 136
1220 . 0
) 30 46 . 136 ( 1 ) 30 46 . 136 (
100
0
65 . 70
1114 . 0
) 30 65 . 70 ( 1 ) 30 65 . 70 (
t
t

,
_

t
t

t
t

,
_

t
t t

t
t t

,
_

t
1
]
1

,
_

t
1
]
1

,
_

% 1955 . 0
% 100
2981 . 0
0005828 . 0
% 100

x
x
C
C
k
k

Ralat Nisbi
Kebenaran Praktikum = 100% - 0.1955%
= 99.88%
VI. PEMBAHASAN
Apabila dua buah benda yang suhunya berlainnan dipertemukan akan terjadi
interaksi antara kedua benda tersebut. Interaksi yang terjadi adalah benda yang bersuhu
lebih tinggi akan melepaskan kalor dan benda yang bersuhu rendah akan menyerap kalor
tersebut. Banyaknya kalor yang dilepas dan diserap adalah sama banyaknya. Kalorimeter
yang baik adalah kalorimeter yang dapat menyerap atau melepaskan kalor dari
sekelilingnya.
Kalorimeter ideal yaitu kalorimeter yang menggunakan teknik pencampuran dua
zat didalam suatu wadah serta didesain agar pertukaran kalor hanya terjadi di dalam
bejana kalorimeter dan menghindari penukaran kalor ke lingkungan sekitar. Harga air
kalorimeter adalah hasil kali dari kalor jenis kalorimeter dengan massa kalorimeter dan
dapat dirumuskan :
N
A
= c
k .
m
k
Hukum ke nol Termodinamika yaitu keadaan system C mula mula berada dalam
kesetimbangan termal dengan system A dan B , maka A dan B juga saling berada dalam
kesetimbangan termal. Dimana system C dipisahkan dari system A dan B dengan
menggunakan dinding isolator ideal.
Harga air kalorimeter adalah hasil kali antara massa kalorimeter dengan kalor
jenis kalorimeter.
Dengan menggunakan asas Black yaitu apabila dua system atau lebih yang
memiliki perbedaan temperature dipertemukan maka kalor yang dilepaskan atau
diberikan oleh benda yang bersuhu tinggi sama dengan banyaknya kalor yang diterima
atau diserap oleh benda yang bersuhu rendah. Dalam percobaan ini, kalor yang diterima
oleh air dan kalorimeter akan sama dengan kalor yang dilepaskan oleh air panas. Pada
perhitungan percobaan ini , didapatkan kalor jenis kalorimeter rata-rata (c
k
) dari rumus
m
1 .
c
1 .
t
1
+m
k
. c
k
.t
1
= m
2
.c
2.
t
2
adalah 0,264kal/grC. Dengan diketahuinya c
k
maka harga
air kalorimeter dapat ditentukan dan dalam perhitungan diatas didapatkan N
A
rata-rata
sama dengan 0,066 kkal/C
Kalor lebur adalah kalor yang dibutuhkan untuk meleburkan 1 kg zat padat
menjadi zat cair pada titik leburnya. Untuk menghitung kalor lebur es maka terlebih
dahulu menentukan kalor yang diterima oleh es (Q
es
). Setelah Q
es
ditentukan , maka kalor
lebur es (L) dapat dihitung dengan rumus :
L =
dalam perhitungan diatas, didapatkan kalor lebur es rata-rata yaitu 0,5 kal/
0
C
Kapasitas kalor jenis logam dapat ditentukan dengan menggunakan asas Black. Kalor
yang dilepaskan logam yang telah dipanaskan sama dengan kalor yang diterima air. Dari
perhitungan data diatas , maka diperoleh kapasitas kalor jenis logam rata rata yaitu 0
kkal/kgC
Hukum ke nol Termodinamika yaitu keadaan system C mula mula berada dalam
kesetimbangan termal dengan system A dan B , maka A dan B juga saling berada dalam
kesetimbangan termal. Dimana system C dipisahkan dari system A dan B dengan
menggunakan dinding isolator ideal. Hukum ke nol termodinamika adalah terdapat
sebuah kuantitas scalar yang dinamakan temperature , yang merupakan sebuah sifat
semua system termodinamika ( di dalam keadaan setimbang) , sehingga kesamaan tempat
merupakan syarat yang perlu dan cukup untuk kesetimbangan termal.
Keadaan kesetimbangan termal yaitu dua system yang mempunyai suhu yang
sama. Hal ini dapat diperoleh dengan melapisi termos es dengan isolator ideal yang
berfungsi untuk mencegah agar kedua system mencapai kesetimbangan termal.
Pengambilan data pada percobaan ini dilakukan secara berulang ulang, agar hasil
yang dipeeroleh lebih diteliti dan lebih mendekati nilai kebenaran. Untuk memperbaiki
hasil-hasil pengambilan data maupun perhitungan maka data-data tersebut perlu diralat
dengan metode ralat keraguan. Dalam setiap pengukuran dan perhitungan tidak ada
pengukuran dan perhitungan yang pasti , maka terdapat keraguan yang telah dibahas
dalam ralat keraguan. Keraguan dan hasil percobaan yang berbeda dengan buku pedoman
dapat disebabkan oleh beberapa factor yaitu :
1. Ketelitian praktikan yang dapat mempengaruhi hasil pengukuran dan perhitungan.
Apabila terjadi kesalahan pengukuran akibat kekurangtelitian praktikan maka
akan terjadi kesalahan pengukuran.
2. Suhu tubuh praktikan dapat menyebabkan kesalahan pada pengambilan data.
Misalnya saat menggunakan thermometer , dimana tangan praktikan memegang
thermometer sehingga dapat mempengaruhi suhu thermometer.
3. Kerusakan alat yang dapat mengakibatkan data yang diperoleh salah sehingga
mempengaruhi perhitungan data serta hasil perhitungan data.
VII. KESIMPULAN
1. Kalor adalah salah satu bentuk energy yang berpindah dari benda yang bersuhu
tinggi ke benda yang bersuhu rendah jika kedua benda bersentuhan.
2. Satuan kalor adalah joule, satuan lainnya adalah kalori atau kilokalori.
3. Kalor uap , kalor lebur , kalor embun , dan kalor beku disebut juga kalor laten.
4. Kalor jenis adalah banyaknya kalor yang diperlukan untuk menaikkan suhu 1 kg
zat sebesar 1 K.
5. Hubungan kalor dan kenaikkan suhu pada air dapat dinyatakan bahwa kalor yang
diberikan kepada air sebanding dengan kenaikan suhu:
Q
6. Kapasitas kalor (C) adalah banyaknya kalor yang dibutuhkan untuk menaikkan
suhu benda sebesar 1C atau 1K.
7. Hubungan kapasitas kalor (C) dengan kalor jenis (c) dapat dinyatakan :
Q = m .c
8. Hukum kekekalan energy ( asas black) menyatakan bahwa :
Q
lepas
= Q
terima
9. Kalorimeter adalah alat yang digunakan untuk menentukan besarnya kapasitas
panas suatu zat.
10. Beberapa jenis kalorimeter yang sering dipakai antara lain :
Kalorimeter Air Berdinding Ganda
Kalorimeter Arus Kontinyu ( elektrik)
Kalorimeter Bom
Kalorimeter Aluminium
11. Apabila dua benda yang memiliki suhu berbeda dipertemukan dan diisolasi
sempurna dengan lingkungannya, maka benda yang suhunya lebih tinggi akan
melepaskan kalor dan benda ynag suhunya lebih rendah akan menerima kalor
tersebut.
12. Kuantitaas panas atau kalor jenis suatu benda dapat ditetukan dengan
menggunakan kalorimeter berdasarkan hukum kekekalan energi.
VIII. DAFTAR PUSTAKA
Para dosen ITS, Modul Fisika I, Surabaya ;Institut Teknologi 10 Nopember
Surabaya
Ruwanto , Bambang ;2005, Asas asas Fisika , Yogyakarta : Yudhistira
Umar , Efrizon ; 2004 ; Fisika dan Kecakapan Hidup ; Jakarta : Ganeca Exact
Atkinz, P.W. 1999. Kimia Fisika Edisi IV Jilid I. Jakarta : Erlangga.
Glancoli, Douglas C. 2001. Fisika Edisi V Jilid I. Jakarta : Erlangga.
Reynoldz, William C. dan Henry C. Perkinz. 1991. Termodinamika Teknik.
Jakarta : Erlangga.
Sears, Francis Weston. 1991. Mekanika Panas dan Bunyi Jilid VII. Bandung:
Binacipta.
Zemansky, Mark W. dan Richard H. Dittman. 1986. Kalor dan
Termodinamika Terbitan VI. Bandung : ITB Bandung.