Anda di halaman 1dari 14

ABORTUS

Abortus adalah ancaman atau pengeluaran hasil konsepsi sebelum periode viabilitas janin, yaitu sebelum berat janin 500 gram. Jika berat badan tidak diketahui, maka perkiraan lama kehamilan kurang dari 20 minggu lengkap (139 hari), dihitung dari HPHT normal yang dapat dipakai.

ETIOLOGI Abortus dapat terjadi karena beberapa factor: 1) Factor janin. Paling sering dijumpai kelainan pada zigot, embrio janin atau plasenta. Biasanya menyebabkan abortus pada trimester pertama. a) Kelainan telur, telur kosong (blighted ovum), kerusakan embrio b) Embrio dengan kelainan local c) Abnormalitas pembentukan plasenta (hipoplasi trofoblas) d) Factor genetic (mendelian, multifactor, robertsonian, resiprokal) 2) Factor maternal a) Infeksi -- infeksi maternal berisiko terhadap perkembangan jain, terutama pada akhir trimester pertama atau awal trimester kedua. Virus (rubella, CMV, HSV, VZ, HIV, Parvovirus, vaccinia, campak, polio, ensefalomielitis) Bakteri (Salmonella thypii, Listeria monositogenes, Chlamidia tracomatis, Ureaplasma urealitikum, Mikoplasma hominis, Bacterial vaginosis) Parasit (Toxoplasma gondii, Plasmodium)

b) Penyakit vaskular hipertensi vaskular c) Kelainan endokrin defisiensi produksi progesterone, disfungsi tiroid, defisiensi insulin, defek fase luteal (factor endokrin eksternal, antibody antitiroid hormone, sintesis LH yang tinggi) d) Factor imunologi (aloimun, mediasi imunitas humoral, mediasi imunitas seluler)SLE, aPA( Antiphospholipid Antibodies)
bungasan.wordpress.com

Page 1

e) Trauma f) Kelaina congenital uterus (anomaly duktus Mulleri, septum uterus, uterus bikornis, inkompetensi serviks uterus, mioma uteri, sindroma Asherman) 3) Factor eksternal a) Radiasidosis 1-10 rad pada kehamilan dibawah 9 minggu sudah dapat merusak janin b) Obat-obatan (antagonis asam folat, antikoagulan,dll) c) Bahan-bahan kimia lain (yang mengandung arsen, benzene, dll)

PATOGENESIS Pada awal abortus terjadi pendarahan dalam desidua basalis, diikuti oleh nekrosis jaringan disekitarnya yang menyebabkan hasil konsepsi terlepas dan dianggap benda asing dalam uterus. Kemudian uterus berkontraksi untuk mengeluarkan benda asing tersebut. Kematian embrio biasanya terjadi paling lama 2 minggu sebelum perdarahan. Pada Kehamilan kurang dari 8 minggu vili korialis belum menembus desidua secara dalam, jadi hasil konsepsi dapat dikeluarkan seluruhnya. Kehamilan 8 sampai 14 minggu penembusan sudah lebih dalam hingga plasenta tidak dilepaskan sempurna dan menimbulkan banyak pendarahan. Kehamilan lebih 14 minggu, janin dikeluarkan lebih dahulu dari pada plasenta. Pendarahan tidak banyak jika plasenta segera dilepas dengan lengkap.

Hasil konsepsi pada abortus dapat dikeluarkan dalam berbagai bentuk: 1. Keluarnya kantong korion pada kehamilan yang sangat dini, meinggalkan desidua 2. Keluarnya kantong amnion dan isinya (fetus) meinggalkan korion dan desidua 3. Pecahnya amnion terjadi dengan putusnya tali pusat dan pendorongan janin ke luar, tetapi mempertahankan sisa amnion dan korion 4. Seluruh janin dan desidua yang melekat didorong keluar secara utuh.
bungasan.wordpress.com
Page 2

5. Abortus bentuk khas: a. Telur kosong (blighted ovum) : hanya berupa kantong amnion berisi air ketuban tanpa janin. b. Mola kruenta : telur yang dibungkus oleh darah kental (terbentuk jika abortus terjadi dengan lambat laun hingga darah sempat membeku antara desidua dan korion) c. Mola karnosa : telur yang dibungkus oleh darah kental yang membeku antara desidua dan korion dan sudah seperti daging d. Mola tuberose : telur yang memperlihatkan benjolan-benjolan akibat hematom-hematom antara amnion dan korion. e. Fetus kompresus: terjadi jika janin sudah agak besar, cairan amnion diabsorbsi sehingga janin tertekan. f. Fetus papiraseus : janin telah menjadi kering dan mengalami mumifikasi hingga menyerupai perkamen (lebih sering dijumpai pada bayi kembar (vanished twin). g. Maserasi. Terjadi pada janin yang sudah agak besar.

KLASIFIKASI 1. Abortus Iminens- Perdarahan pervaginam pada kehamilan kurang dari 20 minggu dengan atau tanpa kolik uterus, tanpa pengeluaran hasil konsepsi dan tanpa dilatasi serviks. 2. Abortus insipiens- Perdarahan dari intruteri dengan dilatasi serviks kontinu dan progresif, tetapi tanpa pengeluaran hasil konsepsi sebelum umur kehamilan lengkap 20 minggu. 3. Abortus inkompletus- Keluarnya sebagian hasil konsepsi sebelum umur kehamilan lengkap 20 minggu. 4. Abortus febrilis- Abortus inkompletus atau abortus insipient yang disertai infeksi 5. Abortus kompletus- Keluarnya seluruh hasil konsepsi sebelum umur kehamilan lengkap 20 minggu.
bungasan.wordpress.com
Page 3

6. Missed Abortion- Abortus dengan hasil konsepsi tetap tertahan intra uterin selama 2 minggu atau lebih. 7. Abortus habitualis- Terjadinya tiga atau lebih abortus spontan berturut-turut. 8. Abortus terinfeksi, abortus septic- Abortus yang disertai infeksi organ genitalia. 9. Abortus spontan pengeluaran hasil konsepsi tidak disengaja sebelum umur kehamilan lengkap 20 minggu. 10. Abortus diinduksi penghentian kehamilan sengaja dengan cara apa saja sebelum umur kehamilan lengkap 20 miggu. Dapat bersifat terapi atau non terapi. 11. Abortus terapeutik penghentian kehamilan sebelum umur kehamilan lengkap 20 minggu karena indikasi yang diakui secara medis, dan dapat diterima secara hukum.

MANIFESTASI KLINIS Terlambat haid atau amenore kurang dari 20 minggu Pendarahan pervaginaan, mungkin disertai keluarnya jaringan hasil konsepsi. Rasa mulas atau keram perut didaerah atas simfisis, sering disertai nyeri pinggang akibat kontraksi uterus.

DIAGNOSIS Anamnesis : Anamnesa dilakukan untuk mencari etiologi dari abortus. Pada pemeriksaan fisik: keadaan umum tampak lemah atau kesadaran menurun, tekanan darah normal atau menurun, denyut nadi normal atau cepat dan kecil, suhu badan normal atau meningkat. Pemeriksaan Ginekologi o Inspeksi Vulva: Pendarahan pervaginaan ada atau tidaknya jaringan hasil konsepsi, tercium atau tidak bau busuk dari vulva.

bungasan.wordpress.com

Page 4

o Inspekulo: Pendarahan dari kavum uteri, ostium uteri terbuka atau sudah tertutup ada atau tidaknya jaringan keluar dari ostium, ada atau tidaknya cairan atau jaringan berbau busuk dari ostium. o Colok Vagina: Porsio terbuka atau sudah tertutup, teraba atau tidak jaringan dalam kavum uteri, besar uterus sesuai atau lebih kecil dari usia kehamilan, tidak nyeri saat porsio digoyang, tidak nyeri pada perabaan adneksa, kaum douglasi tidak menonjol dan tidak nyeri. Pemeriksaan Penunjang o Pemeriksaan laboratorium darah lengkap, hematokrit, golongan darah, serta reaksi silang analisis gas darah, kultur darah, teresistensi. o Tes kehamilan: positif jika janin masih hidup, bahkan 2-3 minggu setelah abortus. o Pemeriksaan dopler atau USG untuk menentukan apakah janin masih hidup. o Pemeriksaan kadar fibrinogen darah pada missed abortion

DIAGNOSIS BANDING Kehanilan ektopik terganggu Mola hidatidosa Kehamilan dengan kelainan serviks.

KOMPLIKASI Perdarahan, perforasi, syok, infeksi Kelainan pembekuan darah (pada Missed abortion dengan retensi lama hasil konsepsi

bungasan.wordpress.com

Page 5

MANAJEMEN Pada keadaan iminens, tirah baring tidak memberikan hasil lebih baik, namun dianjurkan untuk membatasi aktivitas. Upayakan untuk meminimalkan kemungkinan rangsangan prostaglandin. Tidak dianjurkan terapi dengan hormon Estrogen dan Progesteron. Dapat diindikasikan sirklase serviks pada trimester kedua untuk pasien dengan inkompetensia serviks. Perdarahan subkhorionik dengan janin normal, sebagian besar akan berakhir dengan kehamilan normal. Sebaliknya pada nir-mudigah dianjurkan untuk evakuasi dengan obat misoprostol atau aspirasi. Pada keadaan insipiens, umumnya harus dirawat. Karena tidak ada kemungkinan kelangsungan hidup bagi janin, maka dapat diberikan misoprostol untuk mengeluarkan konsepsi, analgetik mungkin diberikan. Demikian pula, setelah janin lahir, kuretase mungkin diperlukan. Pada keadaan inkompletus, apabila bagian hasil konsepsi telah keluar atau perdarahan menjadi berlebih, maka evakuasi hasil konsepsi segera diindikasikan untuk meminimalkan perdarahan dan risiko infeksi pelvis. Sebaiknya evakuasi dilakukan dengan aspirasi vakum, karena tidak memerlukan anestesi. Missed abortion sebaiknya dirawat di rumah sakit karena memerlukan kuretase dan ada kemungkinan perdarahan banyak serta risiko transfusi.

bungasan.wordpress.com

Page 6

KLASIFIKASI
Klinis Abortus Iminens Perdarahan pervaginam pada kehamilan kurang dari 20 minggu dengan atau tanpa kolik uterus, tanpa pengeluaran hasil konsepsi dan tanpa dilatasi serviks. Perdarahan sedikit dari jalan lahir tanpa keluhan nyeri perut. Belum ada pembukaan serviks Diagnosis Anamnesis- perdarahan sedikit dari jalan lahir dan nyeri perut idak ada atau ringan. Pemeriksaan dalam- fluksus ada (sedikit), ostium uteri tertutup dan besar uterus sesuai usia kehamilan USG o Buah kehamilan masih utuh, ada tanda kehidupan janin o Meragukan o Buah kehamilan tidak baik, janin mati. Tatalaksana Jika kehamilan utuh: o Tirah baring sedikitnya 3 hari (sebaiknya rawat inap) agar aliran darah ke uterus bertambah dan rangsang mekanik berkurang. o Pantang senggama lebih kurang 2 minggu o Evaluasi ulang diagnosis, bila masih abortus imminens tirah baring di lanjutkan o Mobilisasi bertahap (duduk berdiri berjalan) o Preparat progesterone jika ada indikasi (kadar progesterone <5-10 nano gram) o Obat penenang (fenobarbital

bungasan.wordpress.com

Page 1

3x30mg) o Preparat hematinik (sulfas ferosus 600-1000 mg) o Diet tinggi protein dan tambahan vitamin C o Bersihkan vulva minimal 2x sehari denga cairan antiseptic untuk mencegah terjadinya infeksi terutama saat masih mengeluarkan cairan coklat. Jika hasil USG meragukan, ulangi pemeriksaan USG 1-2 minggu, jika hasil tidak baik, evakuasi. Abortus insipiens Perdarahan dari intruteri dengan dilatasi serviks kontinu dan progresif, tetapi tanpa pengeluaran Perdarahan per vaginam banyak (dapat bergumpal), nyeri perut hebat, terdapat Anamnesis- perdarahan dari jalan lahir disetai nyeri/ kontraksi rahim Pemeriksaan dalam- ostium terbuka, buah kehamilan Terapi psikologis Jika perdarahan tidak banyak, tunggu terjadinya, tunggu terjadinya abortus spontan tanpa pertolongan selama 36 jam denga diberikan morfin Pada kehamilan < 12 minggu yang biasanya

bungasan.wordpress.com

Page 2

hasil konsepsi sebelum umur kehamilan lengkap 20 minggu.

pembukaan serviks. Kadang-kadang tampak jaringan hasil konsepsi di ostium serviks.

masih didalam rahim, ketuban masih utuh (mungkin menonjol) USG- pembesaran uterus sesuai usia kehamilan, gerak janin dan gerak jantung janin masih normal walau pun mulai abnormal, terlihat penipisan servik atau pembukaannya, perhatikan pelepasan plasenta

disertai perdarahan, lakukan pengosongan uterus memakai kuret vakum atau cunam abortus, disusul dengan kuret tajam. Suntikkan ergometrin 0,5 mg i.m Pada kehamilan > 12 minggu, berikan infuse oksitosisn 10 IU dalam dekstrose 5% 500 ml mulai 8 tetes per menit dan naikkan sesuai kontraksi uterus sampai terjadi abortus komplit. Jika janin masih keluar tapi plasenta masih tertinggal, lakukan pengeluaran plasenta secara manual. Antibiotika profilaksis (ampisilin i.v sebelum tindakan kuretase)

Abortus inkompletus Keluarnya sebagian hasil konsepsi sebelum umur kehamilan lengkap 20 minggu.

Perdarahan per vaginam banyak Nyeri perut sedang sampai hebat Pengeluaran

Anamnesis- perdarahan dari

Segera atasi kegawatdaruratan/syok : Oksigenisasi 2 4 liter/menit Pemberian cairan i.v kristaloid (NaCl 0,9%, Ringer Laktat, Ringer Asetat) Transfusi bila Hb kurang dari 8 g/dl

jalan lahir (biasanya banyak), nyeri/ kontraksi rahim ada, dan bila perdarahan banyak dapat terjadi syok

bungasan.wordpress.com

Page 3

jaringan hasil konsepsi

Pemeriksaan dalam- ostium uteri terbuka, teraba sisa jaringn buah kehamilan.

Setelah syok diatasi, lakukan kerokan dengan kurer tajam lalu suntikkan ergometrin 0,2 mg i.m

Bila janin sudah keluar, tapi plasenta masih tertinggal, lakukan pengeluaran secara manual

Abortus febrilis Abortus inkompletus atau abortus insipient yang disertai infeksi Demam Lokia berbau busuk Nyeri suprasimpisis atau diperut bawah Abdomen kembung atau tegang sebagai tanda pritonitis Abortus kompletus Keluarnya seluruh hasil
bungasan.wordpress.com

Berikan antibiotic untuk mencegah infeksi Perbaiki keadaan umum (infuse,transfuse, atasi syok septic jika ada)

Anamnesis- saat masuk rumah sakit disertai syok septic

Posisi Fowler Antibiotic yag adekuat (untuk bakteri arob dan anaerob) Uterotonik Pemberian antibiotic 24 jam i.v, dilanjutkan dengan evakuasi digital atau kuret tumpul

Pemeriksaan dalam- ostium uteri umumnya terbuka dan teraba sisa jaringan, rahim maupun adneksa nyeri pada perabaan, fluksus berbau.

Perdarahan pervaginam mulai

Anamnesis- riwayat pengeluaran hasil konsepsi

Bila kondisi pasien baik, berkan ergometrin 3x1 tablet selama 3 sampai 5 hari
Page 4

konsepsi sebelum umur kehamilan lengkap 20 minggu.

berkurang berhenti, tanpa nyeri perut Pengeluaran jaringan hasil konsepsi utuh, seluruhnya

Pemeriksaan fisik- ostium uteri telah menutup, uterus telah mengecil, perdarahan sedikit

Bila pasien anemia berikan sulfas ferosus atau transfuse darah Anjurkan pasien diet tinggi protein, vitamin dan mineral

Missed Abortion Abortus dengan hasil konsepsi tetap tertahan intra uterin selama 2 minggu atau lebih.

Riwayat perdarahan pervaginam sedikit, tanpa nyeri perut

Anamnesis- perdaraha bisa ada atau tidak Pemeriksaan obstetricfundus uteri lebih kecil dari umur kehamilan, dan bunyi jantung janin tidak ada

Jika kadar fibrinogen normal, segera keluarkan jaringan konsepsi denga cunam ovum lalu dengan kuret tajam

Jika kadar fibrinogen rendah, berikan fibrinogen kering atau segar sesaat sebelum atau ketika mengeluarkan hasil konsepsi

ostium serviks masih tertutup. Pembesaran uterus tidak sesuai (lebih kecil) dari usia gestasi yang seharusnya

Pemeriksaan penunjang o USG (tampak janin tidak utuh dan membentuk gambaran kompleks), o Laboratorium (Hb, trombosit, fibrinogen,

Pada kehamilan kurang dari 12 minggu, lakukan pembukaan serviks dengan ganggang laminaria selama 12 jam lalu lakukan dilatasi serviks dengan dilatators Hegar. Kemudian hasil konsepsi diambil dengan cunam ovum lalu dengan kuret

bungasan.wordpress.com

Page 5

waktu perdarahan, waktu pembekuan, waktu protrombin)

tajam Pada kehamilan lebih dari 12 minggu, berikan dietilbestrol 3x5 mg lalu infuse oksitosin 10 IU dalam dekstrose 5% sebanyak 500 ml mulai 20 tetes per menit dan naikkan dosis sampai ada kontraksi uterus. Oksitosin dapat diberikan sampai 100 IU dalam 8 jam. Jika tidak berhasil, ulang infuse oksitosin setelah pasien istirahat 1 hari Bila tinggi fundus uteri sampai 2 jari dibawah umbilicus, keluarkan hasil konsepsi dengan menyuntik larutan garam 20% dalam kavum uteri melalui dinding perut.

Abortus habitualis Terjadinya tiga atau lebih abortus spontan berturut-turut.

Inkompetensia serviks- ostium serviks membuka tanpa disetai rasa

Anamnesis Inspekulo- diameter kanalis servikalis >8mm, selaput ketuban mulai menonjol

Dilakukan fiksasi pada serviks- operasi Shirodkar atau McDonald pada usia kehamilan 12-14 minggu denga melingkari kanalis servikalis dengan benang

bungasan.wordpress.com

Page 6

mules/kontraksi rahim dan diikuti pengeluaran janin Abortus terinfeksi, abortus septik Abortus yang disertai infeksi organ genitalia. Demam tinggi, tampak sakit da lelah, takikardi, perdarah pervaginam yang bau, Syok (demam tinggi, menggigil, tekanan darah turun)

pada trimester II

sutera/Mersilenene yang tebal dan simpul baru dibuka setelah umur kelahiran aterm dan bayi siap dilhirkan.

Anamnesis Pemeriksaan fisik- uterus membesar dan lembut, nyeri tekan, gejala syok Laboratorium- ditemukan tanda infeksi dan leukositosis

Penanggulangan infeksi: o Obat pilihan pertama: penisilin prokain 800.000 IU i.m tiap 12 jam ditambah kloramfenikol 1 g per oral selanjutnya 500 mg per oral tiap 6 jam o Obat pilihan kedua :ampisilin 1 g per oral selanjutnya 500 mg per oral tiap 4 jam ditambah metronidazol 500 mg tiap 6 jam o Obat pilihan lainnya: ampisilin dan kloramfenikol, penisilin dan metronidazol, ampisilin dan gentamisin, penisilin dan gentamisin

Tingkatkan asupan cairan, Bila perdarahan banyak, lakukan transfuse darah

bungasan.wordpress.com

Page 7

Dalam 24-48 jam setelah perlindungan antibiotic atau lebih cepat lagi bila terjadi perdarahan, sisa konsepsi harus dikeluarkan dari uterus

DAFTAR PUSTAKA 1. Sofie RK. Kelainan Lama Kehamilan dalam Obstetri Patologi Ilmu Kesehatan Reproduksi Ed.2. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC, 2003;1-9 2. Depkes RI. Pedoman Pengobatan dasar di Puskesmas 2007. Jakarta: Departemen Kesehatan RI, 2008;6-8 3. Moeloek FA, Nurana L, Wibowo N, Purbadi S, editor. Standar Pelayanan Medik Obstetri dan Ginekologi. Jakarta: Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia, 2006;23-25 4. Hadijanto B. Perdarahan pada Kehamilan Muda dalam Ilmu Kebidanan edisi Keempat. Jakarta: PT Bina Pustaka, 2011:460-74

bungasan.wordpress.com

Page 8