Anda di halaman 1dari 5

KISTA STEP 1 Raddiolusen : lolosnya sebagian sinar x.

pada radiograf daerah radiolusan akan tanpak lebih gelap daripada radiopak,, (bunga) Kista : suatu riuangan atau rongga pada jaringan lunak,, tau keras yang patologis yang dibatasi oleh suatu kapsul atau dinding yang pada umumnya berupa suatu epitel dan berisi suatu cairan atau zat semi cair sebagian ditenukan kosong dan sebagian bersisi jaruingan lunak. (yayuk),, (novi) Rongga patologis yang dilapisi oleh epitel , didalam lumen berisi cairan atau material yang agak kental (bunga) Perkusi : cara melakukan diagnose dengan cara mengetuk 1 atau beberapa gigi untuk melihat derajat sensifitas jaringan periodontal atau setiap perubahan dari keadaan normal dari suara yang di hasilkan (pisce) Gigi Non-vital : gigi yang mengalami kematian pada pulpa STEP 2 Kista yang terjadi pada rongga mulut, , , Kista pada rongga mulut STEP 3 Kista Def : suatu riuangan atau rongga pada jaringan lunak,, tau keras yang patologis yang dibatasi oleh suatu kapsul atau dinding yang pada umumnya berupa suatu epitel dan berisi suatu cairan atau zat semi cair sebagian ditenukan kosong dan sebagian bersisi jaruingan lunak. (yayuk),, (novi) Rongga patologis yang dilapisi oleh epitel , didalam lumen berisi cairan atau material yang agak kental (bunga) Macam2/clas : KISTA KONGENITAL Kista dermoid Branchial Tyroglossus KISTA DEVELOPMENTAL Odontogen : Kista Radikuler Kista folikuler Kista Dentigerous Kista Primodial Kista periodontal Non-odontogen : Kista fissural Kista implantasi Kista Dentigerous Etiology : tekanan gigi yang tumbuh menybabkan proliferasi enamael epitelium (diah+ binti) Gambaran klin : pada pemeriksaan rontgenografi,didapatkan gambaran epitelium enamael tampak garis putih, dan tampak radiolusen yang berisi cairan kista (binto) Patofisio : tekanan gigi yang mengakibatkan terbentuknya aliran vena yang memicu

terbentuknya eksudate (Binti) Pemeriksaan : intra oral Inspeksi : tampak gigi yang karies,, kemerahan dan pembengkakan pada palatum, Sondasi : (-) gigi non-vital Perkusi : (+) ada rasa sakit Palpasi : (+) sakit Extra Oral Simetris / asimetris Pemeriksaan penunjang radiology DD : odontogenik keratosit, ameloblastome. tata laksanaan : pengangkatan lesi yang bersangkutan dengan cara pembedahan (enukleasi)

KISTA RADDIKULER Etiology : terbentuk karena lapisan epitel salivary origin terjebak di nodus limfatikus selama embrio genesis (pisce) Sisa epitel malassez yang berproliferasi , karena respon pada proses radang yang pemicunya itu karena infeksi bakteri pada pulpa yang nekrosis (bunga+anggi) Trauma yang menyebabkan pulpa mengalami nekrosis Gambaran klin : Benjolan pada rahang/pembengkakan pada rahang Tanpa gejala yang jelas atau asimtomatis, biasanya oirang yang berpenyakit ini punyaq karies , pulpa mengalami nekrosis Diameter antara 10- 14 mm Pada radiograf kista berupa radiolusen bulat atau ovoid, yang dikelilingi oleh tepi radiopak sempit yang meluas dari lamina dura gigi yang terlihat , adanya fluktuasi jika kista telah meng-erosi tulang secara sempurna,, Patofisio : Kista mulut radikuler berasal dari peradangan granuloma granuloma apikalis proliferasi terbentuk kista, (bunga) Pemeriksaan : intra oral Inspeksi : bengkak pada rahang, karies, Sondasi : (-) gigi non-vital Perkusi : (+) ada rasa sakit Palpasi : (+) sakit Extra Oral Simetris / asimetris Pemeriksaan penunjang Radiology Patologis anatomi o Biopsi DD : Periapikal granulome tata laksanaan : tindakan bedah : enukleasi marsupialisasi

STEP 7 Kista Def : suatu riuangan atau rongga pada jaringan lunak,, tau keras yang patologis yang dibatasi oleh suatu kapsul atau dinding yang pada umumnya berupa suatu epitel dan berisi suatu cairan atau zat semi cair sebagian ditenukan kosong dan sebagian bersisi jaruingan lunak. (yayuk),, (novi) Rongga patologis yang dilapisi oleh epitel , didalam lumen berisi cairan atau material yang agak kental (bunga) Macam2/clas :

KISTA KONGENITAL Kista dermoid Branchial Tyroglossus KISTA DEVELOPMENTAL Odontogen : a. Kista Radikuler b. Kista folikuler Kista Dentigerous Kista Primodial Kista periodontal Non-odontogen : a. Kista fissural Kista implantasi Kista Dentigerous Kista dentigerous adalah kista odontogenik (penyebabnya adalah gigi) yang melingkupi mahkota gigi yang belum erupsi (masih terbenam dalam gusi dan tulang), jadi kista ini biasanya ditemui selama perkembangan gigi pasien usia muda. Dentigerous Cyst adalah suatu kista odontogenik yang umum terjadi. Kista ini berasal dari suatu proses separasi/pemisahan pada waktu perkembangan folikel dari gigi yang tidak tumbuh dengan sempurna. Kista ini menutup mahkota dari gigi yang tidak tumbuh sempurna ( uncomplete erupted ) dan melekat pada gigi di bagian cemento-enamel junction. Kista ini sering melibatkan m3 dan yang kedua sering melibatkan caninus. Kista ini bisa tumbuh dengan besar dan menyebabkan ekpansi tulang yang kemungkinan penderita tidak merasakan sakit dan terlibatnya gigi yang terkena yang apda akhirnya bisa menyebabkan perpindahan gigi ( displacement ). Dengan seiringnya waktu kista ini akan menyebabkan resorbsi dari akar gigi yang terdekat. Etiology : tekanan gigi yang tumbuh menybabkan proliferasi enamael epitelium (diah+ binti)

Gambaran klin : pada pemeriksaan rontgenografi,didapatkan gambaran epitelium enamael tampak garis putih, dan tampak radiolusen yang berisi cairan kista (binto) Umumnya kista ini terjadi tidak disertai rasa sakit. Bila kista berukuran kecil, biasanya akan terlihat pada pemeriksaan radiografik (foto rontgen), yang dilakukan karena adanya gejala kista atau untuk melihat kondisi gigi yang impaksi. Namun bila kista membesar, biasanya terjadi pembengkakan wajah yang tidak disertai rasa sakit. Gambaran radiografik dari kista ini adalah lesi radiolusen unilokular berbatas jelas yang dihubungkan dengan mahkota gigi yang tidak erupsi. Selain itu juga lazim ditemukan resorpsi radiks gigi di daerah yang berdekatan dengan lesi. Pemeriksaan CT scan juga perlu dilakukan pada lesi-lesi yang berukuran luas. Hasil CT scan dapat memberikan informasi mengenai asal, ukuran, dan kandungan kista, serta plat kortikal dan hubungan lesi dengan struktur anatomis yang berdekatan.

Patofisio : tekanan gigi yang mengakibatkan terbentuknya aliran vena yang memicu terbentuknya eksudate (Binti) Pemeriksaan : intra oral Inspeksi : tampak gigi yang karies,, kemerahan dan pembengkakan pada palatum, Sondasi : (-) gigi non-vital Perkusi : (+) ada rasa sakit Palpasi : (+) sakit Extra Oral Simetris / asimetris Pemeriksaan penunjang radiology DD : odontogenik keratosit, ameloblastome. tata laksanaan : pengangkatan lesi yang bersangkutan dengan cara pembedahan (enukleasi) Mengingat kista ini dapat membesar, perawatan yang diindikasikan adalah pengangkatan lesi dan gigi yang bersangkutan dengan cara pembedahan. Enukleasi adalah pilihan perawatan pada 16 kasus yang pernah dipublikasikan, dan pada lesi yang lebih besar dapat dilakukan drainase dengan pembedahan dan marsupialisasi untuk membebaskan tekanan di dalam kista dan mencegah kerusakan pada gigi permanen yang terlibat.

KISTA RADDIKULER Kista radikuler juga dikenal dengan nama kista periapikal atau kista apical periodontal yang merupakan kista yang paling sering ditemukan. Terbentuk dari iritasi kronis gigi yang sudah tidak vital. Kista tumbuh dari epitel rest of Malassez yang mengalami proliferasi oleh karena respon terhadap proses radang yang terpicu oleh karena infeksi bakteri pada pulpa yang nekrosis.

Etiology : terbentuk karena lapisan epitel salivary origin terjebak di nodus limfatikus selama embrio genesis (pisce) Kista ini disebabkan oleh berlanjutnya peradangan yang awalnya terjadi pada pulpa, yang kemudian meluas hingga jaringan periapikal di bawahnya.

Sisa epitel malassez yang berproliferasi , karena respon pada proses radang yang pemicunya itu karena infeksi bakteri pada pulpa yang nekrosis (bunga+anggi) Trauma yang menyebabkan pulpa mengalami nekrosis Gambaran klin : Benjolan pada rahang/pembengkakan pada rahang Tanpa gejala yang jelas atau asimtomatis, biasanya oirang yang berpenyakit ini punyaq karies , pulpa mengalami nekrosis Diameter antara 10- 14 mm Pada radiograf kista berupa radiolusen bulat atau ovoid, yang dikelilingi oleh tepi radiopak sempit yang meluas dari lamina dura gigi yang terlihat , adanya fluktuasi jika kista telah meng-erosi tulang secara sempurna,, Patofisio : Kista mulut radikuler berasal dari peradangan granuloma granuloma apikalis proliferasi terbentuk kista, (bunga) Pemeriksaan : intra oral Inspeksi : bengkak pada rahang, karies, Sondasi : (-) gigi non-vital Perkusi : (+) ada rasa sakit Palpasi : (+) sakit Extra Oral Simetris / asimetris Pemeriksaan penunjang Radiology Patologis anatomi o Biopsi DD : Periapikal granulome tata laksanaan : tindakan bedah : enukleasi marsupialisasi