Anda di halaman 1dari 6

METODE PELAKSANAA

Nama Pekerjaan Tahun Anggaran : :

RUANG LINGKUP PEKERJAAN Paket Pekerjaan Perkuatan Tebing Sungai Kr. Daroy Kecamatan Darul Umarah berlokasi di Kabupaten AcehBesar meliputi pekerjaan dengan item-item sebagai berikut: I. PEKERJAAN PERSIAPAN 1. Mobilisasi dan Demobilisasi 2. Pembersihan Lapangan 3. Papan Nama Proyek PEKERJAAN PERKUATAN TEBING SUNGAI 1. Galian Tanah 2. Timbunan Tanah Didatangkan 3. Beton Cor 1 : 2 : 3 4. Pembesian Beton 5. Bekisting/Cetakan Beton 6. Pasangan Batu 1 : 7. Plesteran 1 : 2

II.

METODE PELAKSANAAN Metode Pelaksanaan Item-item Pekerjaan pada Paket ini meliputi : I. Pekerjaan Persiapan Pekerjaan ini mencakup pekerjaan mobilisasi, pengukuran, dan pembersihan lapangan. 1. Mobilisasi dan Demobilisasi Pekerjaan ini meliputi pekerjaan mendatangkan peralatan yang dibutuhkan hingga lokasipekerjaan dan mengembalikannya setelah seluruh pekerjaan selesai. Selain itu jugamendatangkan personil sesuai dengan kebutuhan dan persetujuan Direksi Pekerjaan agarpekerjaan dapat terlaksana dengan baik sesuai dengan rencana yang telah disepakati.Mobilisasi peralatan terkadang juga dilakukan sebelum Direksi Keet dan Gudang terbangun.Peralatan yang dimobilisasi disini hanyalah peralatan berat yang disyaratkan pada dokumenpengadaan. Peralatan-peralatan lain yang didatangkan ke proyek yang akan dipakaiKontraktor pada proyek ini diajukan pada Konsultan MK / Pengawas termasuk surat ujiperalatan dan perizinan serta kelaikan peralatan tersebut sesuai dengan fungsinya. Semua alatukur yang berkaitan dengan testing pada sistim harus disertai surat uji kelaikan dari informasiberwenang. Untuk alat berat operator yang didatangkan haruslah yang memiliki sertifikat atauSIO (Surat Ijin Operasi). SIO dan Uji kelayakan berguna untuk memastikan bahwa peralatan yang digunakan layak, telah tersertifikasi dan terkalibrasi. SIO guna memastikan bahwa orangtersebut memang memiliki keahlian di bidang operator alat tersebut.

sistim harus disertai surat uji kelaikan dari informasiberwenang. Untuk alat berat operator yang didatangkan haruslah yang memiliki sertifikat atauSIO (Surat Ijin Operasi). SIO dan Uji kelayakan berguna untuk memastikan bahwa peralatan yang digunakan layak, telah tersertifikasi dan terkalibrasi. SIO guna memastikan bahwa orangtersebut memang memiliki keahlian di bidang operator alat tersebut. 2. Pembersihan Lapangan Pekerjaan ini meliputi membersihkan Lokasi pekerjaan dari rumput, semak belukar, tanam-tanaman dan lain-lain pada lokasi pekerjaan. II. PEKERJAAN PENGAMAN TEBING SUNGAI DAN SALURAN 1. Galian Tanah Pekerjaan galian biasa pada proyek ini meliputi galian tanah biasa pada badan jalanyang akan dipersiapkan untuk dasar perletakan perkuatan tebing sungai.Galian dilakukan dengan langkahlangkah yang sistematis dan cara mekanis, yaitumenggunakan alat berat dan transportasi pendukung berupa dump truck untuk pembuangan tanah ke disposal area. Peralatan yang digunakan untuk pekerjaan galian adalah Excavator. Metode kerja Pekerjaan galian dilaksanakan secara open cut, sama dengan Pekerjaan Galian padasystem drainase. Lubang galian yang telah selesai digali dengan alat berat, dilakukanperapihan dengan tenaga manusia, untuk persiapan pekerjaan selanjutnya. 2. Timbunan Tanah Didatangkan Yaitu meliputi timbunan pilihan yang didatangkan dari luar dengan kualitas material pilihan (selected) yang baik untuk timbunan, bersih dari kotoran dan akar-akar kayu dan harus mendapat persetujuan Pengawas Lapangan berdasarkan spesifikasi teknis. Dalam pelaksanaannya pekerjaan timbunan ini perlu diperhatikan dari segi Kesehatan dan Keselamatan Kerja., dan dampak lingkungan (Environmental Aspect), terutama pada saat transportasi material timbunan. Tanah timbun yang didatangkan dari luar (barrow) diangkut dengan Dump truck. Bak Dump truck harus ditutupi dengan terpal plastik agar tidak berceceran diperjalanan. Adapun jalan yang dilewati oleh Dump truck harus selalu dirawat dan dijaga dari dampak debu yang ditimbulkan dari hasil transport tersebut, dengan menyediakan tenaga pembersih dan penyiraman jika terjadi debu. Peralatan yang digunakan. Excavator Dump truck

Pelaksanaan Adapun kegiatan penimbunan tanah sebagai berikut : a. Penghamparan dan Percobaan Pemadatan. Sebelum Pekerjaan timbunan dimulai, terlebih dahulu dilakukan uji cobapenimbunan dan pemadatan. Pekerjaan percobaan timbunan dan pemadatan dilaksanakan dilokasi yang telahdisetujui oleh konsultan pengawas. Pekerjaan tersebut dilaksanakan layer per layer dengan ketebalan 20 cm. Pelaksanaan uji coba pekerjaan timbunan menggunakan alat sand cone dan uji dengan sipat datar. Hasil uji tiap bagian dicatat dan dibandingkan dengan spesifikasi pekerjaan timbunan . Bila hasil Uji tersebut sudah sesuai maka data uji coba kepadatan harus dicatat.

Pelaksanaan uji coba pekerjaan timbunan menggunakan alat sand cone dan uji dengan sipat datar. Hasil uji tiap bagian dicatat dan dibandingkan dengan spesifikasi pekerjaan timbunan . Bila hasil Uji tersebut sudah sesuai maka data uji coba kepadatan harus dicatat. b. Hasil akhir akan dipakai sebagai referensi pelaksanaan pemadatan.

Pelaksanaan pemadatan Alat yang dipakai adalah : Excavator menghampar dan meratakan layer per layer. Pemadatan dilakukan oleh sekelompok pekerja dengan menggunakan alat bantu Uji kepadatan dan kelembaban timbunan dilaksanakan dengan menggunakanalat uji Sand Cone. Hasil timbunan juga diuji sifat padatnya dengan alat sand cone. Selama uji kepadatan dilaksanakan, data selalu dicatat dan dibandingkanspesifikasi pekerjaan timbunan. Urutan penataan peralatan pekerjaan timbunan pilihan

3.

Beton Cor 1 : 2 : 3 Pekerjaan ini meliputi pekerjaan cap beton sheet pile dan mini pile, lokasi kerjaditentukan oleh Direksi Pekerjaan, Penggalian Pondasi, Memotong Besi danMerangkainya sesuai dengan Gambar Rencana yang telah disetujui oleh Direksi,Membuat Bekesting sesuai dengan bentuk pembesian dan penampang yang akan di cor,kesemuanya dikerjakan dengan manual, setelah semuanya selesai lalu bekestingdidudukkan ditempat yang akan dibuat. Kemudian sekelompok pekerja merangkai besiyang telah dipotong-potong. Kemudian bahan untuk beton semen, pasir, kerikil dan airdicampurkan secara manual dengan alat bantu. Setelah itu Beton di cor ke dalambekesting yang telah disiapkan, dan diusahakan agar keseluruhkan adukan beton tidak berongga / rapat dan mengisi keseluruhan volume bekesting. Pembesian Beton Pekerjaan ini dilaksanakan setelah terlebih dahulu besi didatangkan kelokasipekerjaan dan dilakukan pemotongan dan pembengkokkan sesuai denganukuran dan bentuk yang telah ditentukan dalam gambar teknik (rencana).Pekerjaan pembesian dimulai sebelum pekerjaan beton dilaksanakan. Asumsi : Pekerjaan dilakukan secara manual (manpower) dengan menggunakan alatbantu berupa bar bender dan bar cutter.

4.

5.

Bekisting/Cetakan Beton Papan/Kayu yang digunakan harus bermutu baik dan tidak mudah melengkung dandapat juga digunakan Multiplekx untuk mengganti papan. Bekisting dan Perancah harusdibuat sesuai dengan gambar rencana beton yang akan dibuat. Setelah dilaksana pengecoran kedudukan bekisting harus benar - benar kokoh dan telah disetujui olehDireksi untuk dilaksanakan pengecoran.

6.

Pasangan Batu 1 : 3 Pekerjaan ini meliputi pemasangan pasangan batu pada daerah yang sebelumnya telahdisetujui oleh Direksi Pekerjaan untuk Plat Beton. Bentuk Bangunan disesuaikan dengangambar rencana dan disetujui oleh Direksi Pekerjaan. Dengan terlebih dahulu mengukurdan memasang patok-patok.

Direksi Pekerjaan untuk Plat Beton. Bentuk Bangunan disesuaikan dengangambar rencana dan disetujui oleh Direksi Pekerjaan. Dengan terlebih dahulu mengukurdan memasang patok-patok. Pelaksanaan pekerjaan dilakukan dengan cara Manual sebagai berikut: Pekerja menggali pondasi pasangan batu, yang selanjutnya semen, pasir dan airdicampurkan menjadi mortar dan dituang ke dalam mal, Lalu dilanjutkan denganpemasangan batu. Setelah selesai pemasangan dilakukan penyelesaian dan perapihandengan plasteran/siaran. Pelaksanaan Pemasangan harus sesuai petunjuk DireksiPekerjaan dan spesifikasi teknik. 7. Plesteran 1 : 2 Pekerjaan ini meliputi finishing pekerjaan Bangunan/Tembok penahan dari pasanganbatu. Merapikan tepi bangunan dengan plasteran adukan 1 Semen : 2 Pasir. Pekerjaan Plesteran Pasangan Batu Tembok Penahan Plesteran dilaksanakan sesuai dengan standard spesifikasi dari bahan yang digunakan,sesuai dengan petunjuk dan instruksi yang diberikan oleh Direksi Lapangan danpersyaratan tertulis dalam uraian syarat pekerjaan ini. Pekerjaan plesteran dapat dilaksanakan apabila pekerjaan beton dan pekerjaanpasangan batu telah disetujui oleh Direksi Lapangan sesuai dengan uraian dan syarat-syarat pekerjaan yang tertulis dalam spesifikasi ini. Dalam melaksanakan pekerjaan ini, akan mengikuti semua petunjuk dalam gambarterutama pada gambar detail dan gambar potongan mengenai ukuran, tebal/tinggi/peildan bentuk profil. METODA PENGENDALIAN PROYEK Metoda pengendalian di proyek dapat dijelaskan pada skema di bawah ini:
A. PROYEK
Rencana Mutu terdiri dari : - Metode Konstruksi - Instruksi Kerja - Jadwal Waktu - Pelaksanaan - Prosedur Kerja dll. -

B. PERUSAHAAN
Manual/Prosedur Administrasi Prosedur Organisasi Personal Keuangan

C. EKSTERNAL
- Standar Peraturan Kepres, Kepmen, Perda, dll

SUPERVISI INPUT - Bahan - Alat - Tenaga Kerja

CONSTRUCTION PROSES

OUTPUT - Produk akhir BMW (Biaya, Mutu, Waktu)

INSPECTION & TES

EVALUASI

KRITERIA KEBERTERIMAAN
- Gambar - Spesifikasi

PELAPORAN + MONITORING

- Spesifikasi

PROGRAM K3 Untuk keselamatan kerja seluruh staf dan pekerja yang terlibat dalam kegiatan proyek akan dibentuk unitK3 yang akan membuat program seperti tersebut di atas dan akan diawasi. Dalam menanggulangi hal-halyang mungkin akan terjadi, maka unit K-3 akan bekerja sama dengan Puskesmas, Klinik, Rumah sakit,maupun instansiinstansi lain yang terkait. Untuk tugas-tugas dalam program K3 adalah sebagai berikut: Mencegah dan menghindari terjadinya kecelakaan kerja, kebakaran di proyek dan menyediakan obat-obat pertolongan pertama dan tabung pemadam kebakaran serta melakukan pelatihan-pelatihan K3 Melakukan pengawasan terhadap pemakaian alat-alat keselamatan kerja, seperti topi pengaman,sabuk pengaman, sepatu, sarung tangan dan sebagainya. MANAJEMEN MUTU (PENGENDALIAN KUALITAS/QUALITY CONTROL) Untuk menjamin agar diperoleh hasil kerja yang baik sesuai dengan mutu yang disyaratkan, perludilakukan pengendalian mutu (quality control) terhadap pelaksanaan pekerjaan yang antara lain mengontrol : Seluruh material yang digunakan Pemilihan tenaga kerja Perawatan alat Test material di laboratorium dan lapangan

Melakukan pemeriksaan secara teratur, baik terhadap bahan-bahan yang digunakan dalam pelaksanaan pekerjaan, maupun terhadap cara pelaksanaan pekerjaan sendiri. Meskipun untuk hal-hal tersebut diatas sudah ada penanggung jawabnya langsung, kiranya perlu ditunjuk petugas khusus quality control yang dikoordinasikan oleh bagian Teknik dan melakukan proses Quality Control dan prosedurnya yang telah berlaku diproyek yang dilaksanakan. Manajemen mutu di proyek akan melaksanakan semua kegiatan sistematik dan terencana yang diterapkan sebagai bagian dari sistem mutu perusahaan untuk menjamin bahwa proses pelaksanaan di proyek secara terkendali dan konsisten dapat mencapai semua sasaran dan persyaratan mutu yang diminta dalam gambargambar pelaksanaan dan spesifikasi pekerjaan pengendalian mutu dipelaksanaan akan dapat dijalankan dengan baik dengan adanya : Sasaran mutu yang jelas Sumber daya manusia yang profesional dan tanggung jawab yang jelas Organisasi proyek yang handal Sistem dan prosedur mutu yang baku Penerapan manajemen mutu yang konsisten

Dalam melaksanakan pekerjaan ini kontraktor pelaksana tetap memperhatikan aspek dampak lingkungan (AMDAL) seperti yang disyaratkan dalam spesifikasi. Personil yang profesional akan ditempatkan untuk mengawasi mutu, baik mutu pekerjaan, waktu dan biaya. Spesifikasi Teknis, gambar kerja yang disetujui Direksi

Dalam melaksanakan pekerjaan ini kontraktor pelaksana tetap memperhatikan aspek dampak lingkungan (AMDAL) seperti yang disyaratkan dalam spesifikasi. Personil yang profesional akan ditempatkan untuk mengawasi mutu, baik mutu pekerjaan, waktu dan biaya. Spesifikasi Teknis, gambar kerja yang disetujui Direksi dan Dokumen Kontrak merupakan acuan penyedia jasa dalam melaksanakan pekerjaan ini. Bungku, 12 Juli 2013 CV. ILHAM PERKASA

SHAMSUDIN YOSPIAH Wakil Direktur