Anda di halaman 1dari 11

KEGIATAN DAN PROSEDUR PERENCANAAN IRIGASI

OLEH KELOMPOK I
IMRAN / 1058155206 TRIYUNIARTI SAMAN / 10581 06 HARIS ISKANDAR / 1058155506

FAKULTAS TEKNIK SIPIL UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR TAHUN 2008

A. Pendahuluan Karena adanya upaya membangun dan mengembangkan jaringan irigasi, maka hal penting adalah penyediaan sarana penunjang kegiatan peririgasian. Prasarana yang berkaitan dengan pemanfaatan air adalah bangunan pengatur debit, dalam menentukan kemampuan jaringan irigasi untuk pelayanan debit kepetak sawah. Menyadari pentingnya bangunan pengatur debit, maka diperlukan adanya konsistensi dan kemampuan dalam perencanaannya. Mengingat pula begitu banyak jaringan irigasi diwilayah Indonesia, maka tentunya membutuhkan banyak tenaga ahli atau pakar dalam perencanaan bangunan pengatur pada jaringan irigasi. Namun untuk mendapatklan seorang atau beberapa orang yang ahli dibidang jaringan irigasi, bahkan dalam perencanaan bangunan pengatur, bukanlah hal yang mudah untuk dilaksanakan. Hal ini dikarenakan adanya faktor-faktor yang mempengaruhi, seperti : Kelangkaan pakar dan keahlian pakar dan Pihak pegambilan kebijakan akan selalu tergantung pada pakar. Dengan demikian penggunaan pakar menjadi tidak praktis. Untuk itu perlu dikembangkan suatu sistem yang dapat memanfaatkan kemampuan pakar. Salah satu alternatif pemencahan masalah tersebut adalah adanya suatu program komputer yang meniru keahlian beberapa orang tenaga ahli atau pakar (expert), terutama perencanaan bangunan pengatur debit pada jaringan irigasi. Program tersebut mudah dipergunakan dan dapat bekerja dengan memakai personal komputer biasa, yang banyak dimiliki oleh masyarakat dan instansi-instansi. Program ini dibuat dengan menggunakan suatu sitem pemrograman yang disebut sistem pakar

(expert system) berbasis pengetahuan. Program komputer ini diharapkan dapat membantu mengatasi masalah kurangnya tenaga ahli. Selain itu dapat membantu seseorang ahli yang menginginkan suatu hasil perencanaan bangunan pengatur debit pada suatu jaringan irigasi. B. Persiapan Sistem pakar merupakan bagian atau salah satu bidang inteligensi buatan (artificial intelligence) yang dirancang untuk membantu manusia dalam

menyelesaikan suatu masalah yang sedang dihadapi yang biasanya dilakukan oleh seorang pakar (Rievski, 1993). Sistem ini berusaha menduplikasikan keahlian seorang pakar dalam bidang tertentu. Dengan sistem pakar, user dapat membuat keputusan seperti keputusan yang diberikan oleh seorang pakar melalui program komputer. Dengan kata lain, sistem pakar merupakan suatu keahlian manusia (seorang pakar) yang dipindahkan kedalam program komputer. Perbedaan sistem pakar dengan program konvensional dapat dilihat dari beberapa sifat berikut : a b Memiliki pengetahuan spesifik dalam domain tertentu. Menerapkan teknik pelacakan, mendukung analisa heuristik (merupakan pengetahuan yang diperoleh dari pengalaman seorang pakar). c Mampu menyimpulkan keterkaitan antara pengetahuan yang baru dengan pengetahuan yang sudah. d e Pemrosesan dilakukan secara simbolik, dan Mampu memberikan alasan dari keputusan yang diambil.

Sedangkan Karakteristik Sistem Pakar mencangkup hal-hal sebagai berikut : a b c d Membatasi domain tertentu. Memiliki kemampuan memberikan penalaran. Memiliki kemampuan mengolah data yang mengandung kepastian. Memisahkan mekanisme pengambilan keputusan (Inference) terhadap basis pengetahuan (knowledge base). e f g Dirancang untuk berkembang secaara bertahap. Keluaran bersifat memberikan anjuran (advise) atau rekomendasi. Basis pengetahuan pada umumnya berdasarkan kaidah. Struktur Sistem Pakar secara garis besar, terdiri dari : Basis pengetahuan, Mesin inferensi, Basis data, dan Antar muka dengan pemakai, yang dapat diliat seperti pada gambar : KOMPUT

BASIS DATA MESIN INFERENSI BASIS PENGETAHUAN ANTAR MUKA PEMAKAI

PEMAKAI Gambar 1. Diagram blok sistem Pakar

Proses membangun atau mengembangkan sistem pakar disebut akuisis pengetahuan. Perekayasa pengetahuan menyerap prosedur-prosedur dan pengalaman untuk menyelesaikan suatu masalah tertentu dari pakar tersebut dan membangunnya menjadi program sistem pakar. Basis Pengetahuan. Basis pengetahuan mengandung pengetahuan-pengetahuan keahlian sebagai dasar pengambilan keputusan. Terdapat beberapa metoda untuk menyajikan pengetahuan dalam perangkat lunak sistem pakar, diantaranya : Metode kerangka (frames), Jaringan semantik (semantic network), dan Kaidah produksi (production rules). Penyanjian basis pengetahuan, yang banyak digunakan adalah kaidah produksi. Masing-masing kaidah mengandung sebuah atau lebih kondisi yang jika dipenuhi akan memberikan satu atau lebih aksi. Kaidah produksi disajikan dalam pernyataan IF ..... AND .... OR ..... THEN ..... ELSE ..... Basis Data. Basis data mengandung fakta-fakta mengenai masalah yang akan dicari solusinya. Fakta-fakta yang diketahui disimpan sebagai kondisi awal. Fakta-fakta yang baru diperoleh dari proses inferensi ditambahkan pada basis data. Fakta-fakta ini berhubungan dengan semua yang diketahui selama proses inferensi. Kondisi awal dari masalah yang akan diselesaikan biasanya ditanyakan oleh pemakai. Berdasarkan informasi ini, sistem pakar mulai melakukan proses pelacakan. Pengatur Kaidah. Bagian pengatur kaidah (rule adjuster) memungkinkan perekayasa pengetahuan memelihara basis pengetahuan sistem pakar. Pemeliharaan basis pengetahuan meliputi penempatan pengetahuan baru kedalam sistem pakar. Penghapusan basis pengetahuan yang sudah tidak relevan dan perubahan basis pengetahuan karena adanya perubahan fakta atau kaidah yang telah ada.

Mesin Inferensi. Merupakan suatu perangkat lunak yang mengimplementasikan suatu operasi pelacakan dengan menggunakan basis pengetahuan dan basis data untuk mencapai solusi. Mesin inferensi menguji kaidah-kaidah dengan pola urutan tertentu untuk mencocokkan kondisi sekarang, maka kondisi tersebut dapat diberikan pada basis data dan dapat dipergunakan untuk mencari fakta-fakta baru. Representasi Pengetahuan. Hampir semua sistem AI (Artificial Intelligence) terdiri dari : a Basis pengetahuan yang berisi tentang fakta-fakta obyek dalam domain dan hubungannya yang dipilih. Basis pengetahuan dapat pulah berisi konsep teori, prosedur praktis dan keterkaitannya. Basis pengetahuan ini akan membentuk sumber sistem kecerdasan dan digunakan oleh : b Mesin atau mekanisme inferensi untuk melakukan penalaran dan menarik kesimpulan sebagaimana tugas mesin inferensi yang telah dijelaskan dimuka. Secara garis besar representasi pengetahuan mempunyai dua karakteristik yang umum, yaitu : Yang pertama : dapat diprogram kedalam bahasa pemrograman komputer yang ada dan disimpan dalam memori. Yang kedua : Didesain sehingga fakta-fakta dan pengetahuan dapat digunakan dalam proses penalaran. Dengan demikian basis pengetahuan yang berisi struktur data dapat dimanipulasikan oleh sistem inferensi yang menggunakan teknik pelacakan dan penyesuaian pola pada basis pengetahuan untuk menjawab pertanyaan, menggambarkan kesimpulan atau melakukan fungsi cerdasnya. Referensi Logika. Bentuk representasi pengetahuan yang telah lama dikenal, adalah logika, yaitu melakukan pengkajian ilmiah tentang serangkaian penalaran, sistem

kaidah, dan prosedur yang membantu proses penalaran. Mula-mula diberikan informasi, kemudian dibuat pernyataan atau observasi dicatat. Bentuk ini di inputkan pada proses logika dan disebut sebagai premis. Premis ini yang akan digunakan oleh proses logika untuk menghasilkan output yang merupakan kesimpulan dan disebut sebagai inferensi. Dengan proses ini fakta-fakta yang diketahui benar dapat digunakan untuk merumuskan fakta baru yang juga benar. Statis adalah Sistem yang tidak bisa diubah-ubah ataupun jika bisa diubah membutuhkan waktu yang lama, dan hanya berlaku pada satu sistem Dinamik adalah Sistem yang menampung segala macam basis data, pengetahuan dan rule dengan menggunakan mesin inverens yang tetap, tetapi sangat fleksibel, dan perubahan yang dilakukan sangat mudah dan efektip. Sistem dinamik ini menggunakan komponen-komponen yaitu : 1. Komponen pertama DBMS (data base management) dalam hal ini menggunakan Acces. 2. Komponen Visual progreming, menggunakan visual basic. 3. Komponen otocat untuk membuat peta jaringan irigasi C. kumpulan data dan penyelidikan Berikut ini dijabarkan basis data dari bangunan pengukur, bangunan pengatur pada jaringan irigasi yang direncanakan dan banyak digunakan pada jaringan irigasi di wilayah Indonesia. Persamaan debit bangunan irigasi Persamaan debit untuk pintu sakot balok : Q = Cd * Cv * 2/3 g3/2 * b *h1 Dimana : Q = debit (m3/dt)

Cd = koefisien debit Cv = koefisien kecepatan datang g = percepatan gravitasi (m/dt2) b = lebar normal (m) h1 = kedalaman air di atas skot balok (m) Persamaan debit untuk pintu sorong : Q = K * * a * b * hg1*2 Dimana : Q = debit (m3/dt) K = koefisien aliran tenggelam = koefisien debit (lihat gambar 4) g = percepatan gravitasi (m/dt2) b = lebar pintu (m) h1= kedalaman air di depan pintu di atas ambang (m) a = bukaan pintu (m) Persamaan debit untuk pintu Radial : Q = K * * a * b *hg1*2 Dimana : Q = debit (m3/dt) K = koefisien aliran tenggelam = koefisien debit g = percepatan gravitasi (m/dt2) a = bukaan pintu (m)

b = lebar pintu (m) h1= kedalaman air di depan pintu di atas ambang (m) Lebar pintu (b) ditetapkan : 0.50 m, 0.75 m, 1.00 m, 1.25 m, 1.50 m.

Gambar 3. Koefisien K untuk debit tenggelam (dari Schmidt)

Gambar 4. Koefisien debit masuk permukaan pintu datar atau lengkung

D. Tempat

E. Pelaksanaan Dalam perencanaan bangunan irigasi disini menganalisis perencanaan bangunan irigasi yang nantinya akan dipergunakan pada suatu jaringan irigasi (daerah irigasi). Dengan penelusuran, maka dengan mudah dan cepat ditemukan secara tepat dan jelas bangunan irigasi yang dikehendaki pada suatu daerah perencanaan dan pengembangan pertanian irigasi, baik itu bersifat irigasi teknis, semi teknis maupun irigasi non teknis. Bangunan pengukur, bangunan pengatur merupakan bangunan yang mengukur dan mengatur debit yang dikeluarkan kemasing-masing petak sawah sesuai dengan kebutuhan pada petak sawah tersebut untuk pertumbuhan tanaman. Penempatan bangunan irigasi selalu berdasarkan pada karakteristik, kelebihan, kekurangan dan pengunanaan bangunan tersebut. Program didesain dengan menggunakan Visual basic buatan Microsoft, karena kompatibel dengan semua jenis komputer yang pada umumnya berbasis Window. Visual basic merupakan bahasa program yang sangat kuat dalam berbagai keperluan, baik dalam persi Numerik, Animasi gambar maupun aplikasi lain yang lebih tinggi. F. Kaitan dengan tahap pengembangan jaringan utama Dalam perencanaan detail teknis jaringan irigasi, perencanaan bangunan pengukur, bangunan pengatur memegang peranan yang sangat penting. Hal ini disebabkan karena perencanaan bangunan pengukur,

10

bangunan pengatur yang baik merupakan prasyarat utama untuk memperoleh perencanaan jaringan irigasi yang ideal, baik dari segi kekuatan fisiknya maupun kenyamanan penggunaannya. Dalam proses perencanaan bangunan pengukur, bangunan pengatur, seorang perencana dihadapkan pada beberapa aspek yang harus diperhatikan secara menyeluruh dan simultan, yaitu meliputi keadaan fisik daerah studi, banyaknya bangunan pengukur, bangunan pengatur dan aspek ketahanan (durabilitas). Dalam analisisnya perencanan sering dihadapkan pada permasalahan data, terutama dalam kaitannya dengan keterbatasan data fisik lapangan. Selain itu perencana terkadang dihadapkan pada suatu keadaan fisik lapangan dimana standar perencanaan yang berlaku tidak dapat secara langsung untuk diterapkan. Keadaan-keadaan tersebut menuntut adanya suatu judgment dari seorang perencana. Hal ini berarti bahwa hasil perencanaan bangunan pengukur, bangunan pengatur yang baik hanya dapat diperoleh dari seorang perencana yang ahli dan berpengalaman. Karenanya sangat sukar bagi seorang perencana pemula untuk memperoleh hasil perencanaan yang baik. Pemodelan sistem pakar interaktif dan dinamik untuk perencanaan bangunan irigasi merupakan salah satu terobosan baru yang diperlukan bagi permasalahan yang dihadapi oleh perencana pemula di atas.

11