Anda di halaman 1dari 11

Booklet

NAMA

KELAS

SEKOLAH

KKN-PK ANGKATAN 41 UNIVERSITAS HASANUDDIN KEL.TONROKASSI BARAT, KEC. TAMALATEA

DOKTER KECIL DOKTER KECIL ADALAH : Dokter kecil atau biasa disingkat 'Dokcil' adalah peserta didik (siswa sekolah) yang memenuhi kriteria dan telah dilatih untuk ikut melaksanakan sebagain usaha pemeliharaan dan peningkatan kesehatan terhadap diri sendiri, teman, keluarga dan lingkungannya. TUJUAN TUJUAN UMUM: Meningkatkan partisipasi peserta didik dalam program Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) TUJUAN KHUSUS: Agar peserta didik dapat menjadi penggerak hidup sehat di sekolah, rumah dan lingkungannya. Agar peserta didik dapat menolong dirinya sendiri, teman, keluarga dan lingkungannya. KRITERIA DOKTER KECIL: Siswa kelas 4 atau 5 Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah dan belum pernah mendapat pelatihan Dokter Kecil sebelumnya Berprestasi di sekolah Berbadan sehat
KKN-PK ANGKATAN 41 UNIVERSITAS HASANUDDIN KEL.TONROKASSI BARAT, KEC. TAMALATEA

Berwatak pemimpin dan bertanggung jawab Berpenampilan bersih dan berperilaku sehat Berbudi pekerti baik dan suka menolong Mendapat izin dari orang tua siswa TUGAS DAN KEWAJIBAN DOKTER KECIL Selalu bersikap dan berperilaku sehat sehingga dapat menjadi contoh bagi teman-temannya. Dapat menggerakkan sesama teman untuk bersama-sama menjalankan usaha kesehatan terhadap dirinya masing-masing. Membantu guru dan petugas kesehatan pada waktu pelaksanaan pelayanan kesehatan di sekolah Berperan aktif pada kegiatan-kegiatan dalam rangka upaya peningkatan kesehatan di sekolah, misal: Pekan Kebersihan, Pekan Gizi, Pekan Penimbangan berat badan dan tinggi badan, dll.

KEGIATAN DOKTER KECIL: 1. Menggerakkan dan membimbing teman dalam melaksanakan: pengamatan kebersihan dan kesehatan pribadi, pengukuran Tinggi Badan dan Berat Badan dan penyuluhan kesehatan 2. Membantu petugas kesehatan melaksanakan pelayanan kesehatan di sekolah, antara lain: distribusi vitamin, dll; Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K), Pertolongan Pertama Pada Penyakit (P3P). 3. Memperoleh pembekalan materi pelatihan, misal: pengenalan tanda-tanda penyakit, kesehatan lingkungan, dll 4. Pengamatan kebersihan Ruang UKS, warung sekolah dan lingkungan sekolah, contoh: kebersihan ruang kelas dan perlengkapannya, kebersihan halaman sekolah, tempat suci, WC, kamar mandi, persediaan air bersih, tempat sampah, saluran pembuangan, termasuk upaya pemberantasan sarang nyamuk (PSN). 5. Melaporkan hal-hal khusus yang ditemuinya kepada guru UKS/Kepala Sekolah/guru yang ditunjuk. SECARA SINGKAT, PERAN DOKTER KECIL, ANTARA LAIN : 1. Mendisiplinkan diri dan berperilaku sehat 2. Mengajarkan perilaku sehat kepada teman-teman dan anggota-anggota keluarganya yang lain 3. Menolong orang dalam hal P3K
KKN-PK ANGKATAN 41 UNIVERSITAS HASANUDDIN KEL.TONROKASSI BARAT, KEC. TAMALATEA

4. Mengamati kebersihan lingkungan MANFAAT YANG DIHARAPKAN DARI DOKTER KECIL: Bagi Dokter Kecil: meningkatnya pengetahuan, sikap dan perilaku hidup bersih dan sehat. memiliki ketrampilan dalam upaya pelayanan kesehatan sederhana. bertindak sebagai teladan, penggerak dan pendorong hidup sehat bagi kawan-kawannya. memiliki rasa kepedulian sosial. Bagi Peserta Didik lainnya: Ikut tergerak dan terbiasa berperilaku hidup bersih dan sehat. Bagi Guru: Meningkatkan kerjasama antara guru dengan orang tua murid dan petugas kesehatan dalam meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat di lingkungan sekolah.

Bagi Orang Tua Peserta Didik: Meningkatkan kesadaran orang tua dalam berperilaku hidup bersih dan sehat bagi diri sendiri, keluarga dan lingkungannya serta mendukung dan berperan aktif dalam kegiatan peningkatan kesehatan anak sekolah. Bagi Masyarakat dan Lingkungannya: Masyarakat tergerak untuk hidup bersih dan sehat. Akhirnya akan berdampak pada meningkatnya kualitas lingkungan hidup sehingga dapat menurunkan angka kesakitan dan kematian.

Uks PENGERTIAN UKS Usaha Kesehatan Sekolah ( UKS ) merupakan bagian dari program kesehatan anak usia sekolah . Anak usia sekolah adalah anak yang berusia 6-21 tahun, yang sesuai dengan proses tumbuh kembangnya dibagi menjadi 2 subkelompok yakni pra remaja ( 6-9 tahun ) dan remaja ( 10-19 tahun ). Program UKS adalah upaya terpadu lintas program dan lintas sektoral dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan serta membentuk perilaku hidup bersih dan sehat anak usia sekolah yang berada di sekolah dan Madrasah Ibtidaiyah. TUJUAN UKS
KKN-PK ANGKATAN 41 UNIVERSITAS HASANUDDIN KEL.TONROKASSI BARAT, KEC. TAMALATEA

TUJUAN UMUM Meningkatkan kemampuan perilaku hidup bersih dan sehat, dan derajat kesehatan siswa serta menciptakan lingkungan yang sehat, sehingga memungkinkan pertumbuhan dan perkembangan yang harmonis dan optimal TUJUAN KHUSUS Memupuk kebiasaan perilaku hidup bersih dan sehat dan meningkatkan derajat kesehatan siswa, yang mencakup : 1. Memiliki pengetahuan, sikap dan keterampilan untuk melaksanakan prinsip hidup bersih dan sehat serta berpratisipasi aktif di dalam usaha peningkatan kesehatan di sekolah perguruan agama, di rumah tangga maupun di lingkungan masyarakat. 2. Sehat fisik, mental maupun sosial. 3. Memiliki daya hayat dan daya tangkal terhadap pengaruh buruk penyalahgunaan NAPZA.

PENCEGAHAN ABNORMAL POSTUR Posisi yang tidak benar dapat mengakibatkan pertumbuhan dan posisi tulang seseorang mengalami gangguan atau kelainan. Postur : bentuk tubuh Abnormal : tidak normal/tidak bagus/ada kelainan Postur abnormal : bentuk tubuh yang tidak sesuai dengan bentuk yang seharusnya / Sebuah postur yang berbeda dari apa yang dianggap normal CIRI-CIRI KELAINAN POSTUR Riwayat skoliosis dalam Nyeri pada Pundak tidak sama tinggi. Pinggul tidak sama tinggi. Tulang belikat menonjol Jarak antara lengan dan maupun kiri tidak sama.
Pundak tidak

keluarga. sama tinggi. pinggang/punggung.


Tulang belakang bengkok

sebelah. pinggangPinggul tidak kanan


sama tinggi.

CARA BERDIRI YANG BENAR 1. Pada saat berdiri, sebaiknya telinga, pundak, dan panggul berada dalam satu garis lurus.
KKN-PK ANGKATAN 41 UNIVERSITAS HASANUDDIN KEL.TONROKASSI BARAT, KEC. TAMALATEA

2. Dagu dan kepala tidak condong ke depan / ke belakang 3. Pundak rileks 4. Berat badan harus sama rata pada kedua kaki CARA DUDUK YANG BENAR 1. Posisi paha sejajar horizontal dengan lantai 2. Telapak kaki menapak ke lantai atau di bawah meja 3. Ganti posisi duduk secara berkala 4. Hindari menulis dengan posisi tiduran. 5. Pastikan jarak mata dengan kertas minimal 30 cm. 6. Punggung menyandar. Jangan sampai punggung melengkung (berselonjor) atau membungkuk.

CARA PAKAI TAS YANG BENAR 1. Pakai kedua tali pengait pada kedua bahu agar beban pada kedua bahu seimbang. 2. Pastikan kedua tali pengait ini kencang sehingga ransel tidak bergerak berlebihan saat berjalan. 3. Jangan mengisi ransel terlalu penuh, dan upayakan segala barang diatur penempatannya dengan baik. 4. Keluarkan barang-barang yang tidak perlu. 5. Sempatkan untuk melakukan peregangan dan melatih kekuatan otot punggung 6. Bila memakai tas selempang, usahakan bawa tas pada bahu secara bergantian SIKAP TUBUH YANG SEBAIKNYA DIHINDARI Skoliosis adalah kelainan pada tulang belakang tubuh sehingga tubuh ikut melengkung kesamping. Kifosis adalah kelainan pada tulang belakang tubuh yang melengkung ke belakang, sehingga tubuh menjadi bungkuk. Lordosis adalah merupakan kelainan pada tulang belakang bagian perut
KKN-PK ANGKATAN 41 UNIVERSITAS HASANUDDIN KEL.TONROKASSI BARAT, KEC. TAMALATEA

melengkung ke depan sehingga bagian perut maju. AKIBAT DARI KELAINAN POSTUR Posisi yang tidak benar menyebabkan sirkulasi darah pada bagian bawah sangat lemah, yang memungkinkan terjadi varises, selulit, pembengkakan kaki, kelelahan, resiko penggumpalan darah di kaki, nyeri punggung bawah dan Kondisi rematik. AGAR PERTUMBUHAN RANGKA TUBUHMU BAIK, PERHATIKAN HAL-HAL BERIKUT INI : 1. Ketika berjalan, duduk, dan berdiri bersikap tegap. 2. Sebaiknya tidurlah dengan telentang, jangan membiasakan diri tidur dengan cara menggulung atau tengkurap. 3. Berolahraga dengan teratur karena baik untuk membantu pertumbuhan rangka tubuhmu. 4. Jika mengangkat benda sesuaikan dengan kemampuan tenagamu. 5. Makan makanan yang bergizi.

SIKAP TUBUH TERTENTU MEMENGARUHI PERTUMBUHAN RANGKA.

PERTOLONGAN PERTAMA PADA KECELAKAAN (P3K) Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) adalah memberikan pertolongan pertama kepada korban kecelakaan dengan cepat dan tepat sebelum korban dibawa ke tempat rujukan (dokter/puskesmas/rumah sakit). TUJUAN : Mencegah Luka Bertambah Parah ISI KOTAK PERALATAN P3K : Obat merah/betadine

Plester

Alkohol

Gunting

KKN-PK ANGKATAN 41 UNIVERSITAS HASANUDDIN KEL.TONROKASSI BARAT, KEC. TAMALATEA

Kain kasa/perban

Kapas

A. JATUH/LUKA Jika ada teman yang jatuh/luka, yang harus dilakukan adalah : Jika luka berdarah, tekan luka dengan menggunakan perban atau kain yang bersih sampai darahnya berhenti Bersihkan dengan alkohol atau air bersih Berikan betadine Tutup dengan perban/plester INGAT! JANGAN SEKALI-KALI MEMEGANG LUKA!

B. PINGSAN Jika ada teman pingsan, yang harus dilakukan adalah : Bawa teman ke tempat sejuk Baringkan dan longgarkan pakaiannya Kakinya agak sedikit ditinggikan Berikan minuman yang manis C. MIMISAN Jika ada teman mimisan, yang harus dilakukan adalah : Duduk diam Pencet hidung kuat kuat selama 10 menit atau sampai perdarahan berhenti sambil suruh bernapas lewat mulut Jika cara ini tidak bisa masukkan segumpal kapas lewat hidung, sebagian di biarkan di luar hidung
KKN-PK ANGKATAN 41 UNIVERSITAS HASANUDDIN KEL.TONROKASSI BARAT, KEC. TAMALATEA

Kemudian pencet hidungnya kembali,jangan lepaskan sebelum 10 menit atau lebih biarkan kapas berada di hidung selama beberapa jam, setelah perdarahan berhenti,keluarkan kapas tersebut dengan hati-hati. INGAT! SAAT MIMISAN TIDAK BOLEH MEMASUKKAN JARI KEDALAM LUBANG HIDUNG D. DIARE Diare adalah buang air besar dalam bentuk cairan lebih dari tiga kali dalam satu hari dan biasanya berlangsung selama dua hari atau lebih. GEJALA-GEJALA DIARE: Berak encer atau cair lebih dari 3 kali dalam 24 jam Badan lemah dan lesu Muntah-muntah Rasa haus Orang yang mengalami diare akan kehilangan cairan tubuh dan akan menyebabkan dehidrasi dan dapat membahayakan jiwa, khususnya pada anak dan orang tua.

TANDA-TANDA DEHIDRASI:

Mata cekung
Ketika kulit dicubit, lambat kembali ke bentuk semula

Air mata sedikit atau tidak ada Mulut atau lidah kering Gelisah atau rewel

PENANGANAN AWAL BILA MENDAPATKAN ORANG DENGAN DIARE ATAU DEHIDRASI :


KKN-PK ANGKATAN 41 UNIVERSITAS HASANUDDIN KEL.TONROKASSI BARAT, KEC. TAMALATEA

1. Baringkan di tempat tidur 2. Minum dan makan secara normal untuk menggantikan cairan tubuh yang hilang; 3. Untuk bayi dan balita, teruskan minum ASI (Air Susu Ibu); 4. Garam Oralit

5. Jika masih belum sembuh dan disertai dengan muntah bawa ke puskesmas terdekat untuk mendapatkan perawatan.

E. TERSEDAK (CHOKING) Tersedak merupakan salah satu penyebab gangguan jalan napas. Gejalanya antara lain : tercekik, berhubungan dengan makanan, tidak dapat bernapas, dan tidak dapat berbicara. Tindakan yang dapat dilakukan jika mendapatkan orang yang tersedak : 1. Back blow, dilakukan pada semua usia, caranya : Rangkul penderita dari belakang dengan lengan menahan penderita Lengan yang lainnya melakukan pukulan sebanyak 5 kali di antara tulang belikat sampai benda asing keluar

KKN-PK ANGKATAN 41 UNIVERSITAS HASANUDDIN KEL.TONROKASSI BARAT, KEC. TAMALATEA

10

2. Abdominal thrust, dilakukan pada semua usia kecuali pada bayi, dewasa gemuk, ibu hamil. Caranya : Rangkul korban yang sedang sempoyongan dengan kedua lengan dari belakang. Lakukan hentakan tarikan 5 kali dengan menarik kedua lengan yang bertumpu pada kepalan kedua tangan di atas pusar

3. Chest thrust, dilakukan pada bayi, dewasa gemuk, ibu hamil.

KKN-PK ANGKATAN 41 UNIVERSITAS HASANUDDIN KEL.TONROKASSI BARAT, KEC. TAMALATEA

11