Anda di halaman 1dari 1

BAB I PENDAHULUAN

Hipoksia Iskemik Ensefalopati merupakan suatu sindroma yang ditandai dengan adanya kelainan klinis dan laboratorium yang timbul karena adanya cedera pada otak akut yang disebabkan oleh asfiksia. Sindroma ini merupakan masalah penting yang menyebabkan mortalitas dan morbiditas. Angka kematiannya masih tinggi sekitar 50%.2 Mekanisme paling umum terjadinya Hipoksia-Iskemik Ensefalopati adalah asfiksia intrauterine yang disebabkan oleh gangguan sirkulasi seperti pembekuan pada arteri plasenta, Hipoksia Iskemik Ensefalopati terjadi pada 1 hingga 3 per 1000 kelahiran bayi. Dari setiap bayi yang menderita, sekitar 15-20% meninggal pada periode postnatal, dan 25% lainya akan menderita gangguan neuropsychology yang permanent, termasuk retardasi mental, bertambahnya hiperaktivitas, cerebral palsy, dan epilepsy.3 Sarnat dan Sarnat telah mengusulkan sebuah staging system yang berguna untuk mengklasifikasikan Hipoksia-Iskemik Ensefalopati yang berhubungan dengan asfiksia. Terdapat 3 stage, yaitu stage 1, 2 dan 3 yang berkorelasi dengan deskripsi ringan, sedang, dan berat secara berurutan.5 Di Amerika Serikat, insiden Hipoksia-Iskemik terjadi pada 2-9 per 1000 bayi aterm yang lahir hidup. Angka kejadian di Negara berkembang per 1000 bayi aterm lahir hidup, Malaysia 18, Kuwait 18, India 59, Nigeria 265, dan di RS dr. Soetomo Surabaya 12,25% dari 3405 bayi yang dirawat tahun 2004 menderita asfiksia. Angka kematian akibat Hipoksia-Iskemik Ensefalopati tinggi, sekitar 50%, angka kecacatan berhubungan dengan beratnya penyakit.2 Diagnosis Hipoksia-Iskemik Ensefalopati dibuat berdasarkan pada anamnesis dan pemeriksaan klinis. Tidak ada satupun test yang spesifik untuk menyingkirkan atau menegakkan diagnosis Hipoksik-Iskemik Ensefalopati. Semua pemeriksaan dikerjakan untuk mengetahui beratnya cedera otak yang terjadi dan memonitor fungsi dari organ sistemik lainnya.2