Anda di halaman 1dari 8

Anatomi Makroskopis

Tiroid 1. Terletak dihadapan leher dan dibelakang m. strenohyoid dan m. sternothyroid pada setinggi C5-T1 pada vertebra. 2. Terdiri daripada lobus utama yang terletak kiri dan kanan anterolateral pada larynx dan trakea. Terdapat istmus yang menghubungkan kedua-dua lobus yang terletak setinggi cincin trakea kedua dan ketiga. 3. Kelenjar ini diselaputi oleh kapsula fibrosa . Darah dihantar ke dalam kelenjar ini oleh sepasang a. tiroidea superior dan inferior. Terdapat hampir 10% orang mempunyai a. tiriod ima yang merupakan percabangan daripada trunkus brachiocephalica. 4. Vena yang menjadi pembuluh darah balik kelenjar ini ialah v. tiroidea superior, v. tiroidea media dan v.tiroidea inferior. V. tiroidea superior dan media bermuara ke v. jugularis interna manakala yang inferior bermuara ke v. anonyma. 5. Duktus limfatikus kelenjar ini pula ialah noduli limfatisi prelaryngeal, pretracheal, dan para trakeal yang bermuara ke dalam duktus limfatisi inferior profudus. 6. Saraf yang berfungsi untuk mempersarafi kelenjar ini ialah ganglia simpatik cervicalis superior, medius dan inferior. Saraf-saraf ini sampai ke kelenjar melalui plexus tiroidea periarterial inferior, superior dan cardiaci.

Paratiroid

Kelenjar paratiroid kecil, kuning kecoklatan oval, biasanya terletak antara garis lobus posterior dari kelenjar tiroid dan kapsulnya. Ukurannya kira2 63x2 mm. Beratnya 50 mg. Biasanya 2 pada tiap sisi, superior dan inferior. Normalnya paratiroid posterior bergeser hanya pada kutub paratiroid posterior, tapi bisa juga turun bersama timus ke thorax atau pada bifurcation karotis. Kelenjar paratiroid superior letaknya lebih konstan daripada inferior dan biasanya terlihat di tengah garis posterior kelenjar tiroid walaupun bisa lebih tinggi. Bagian inferior sangat bervariasi pada beberapa situasi (tergantung perkembangan embriologisnya) dan bias tanpa selubung fascia tiroid, di bawah arteri tiroid, atau pada kelenjar tiroid dekat kutub inferior.

Pankreas Pankreas adalah kelenjar majemuk bertandan, strukturnya mirip kelenjar ludah. Panjanganya kira-kira lima belas sentimeter, mulai dari duodenum sampai limpa. Pankreas terdiri atas kepala, badan dan ekeor. Kepala pancreas paling lebar, terletak di sebelah kanan rongga abdomen dan di dalam lekukan duodenum, dan yang praktis melingkarinya. Badan Pnkreas merupakan bagian utama pada organ pancreas dan letaknya di belakang lambung dan di depan vertebra lumbalis pertama. Ekornya merupakan bagian yang runcing di sebelah kiri, dsan yang sebenarnya menyentuh limpa. Jaringan pancreas terdiri atas lobula daripada sekretori yang tewrsusun mengitari saluran-saluran halus. Salauran-saluran ini mulai dari persambungan saluran-saluran kecil dari kiri ke kanan. Saluran-saluran kecil tersebut menerima saluran dari lobula lain kemudian bersatu membentuk saluran utama, yaitu ductus Wirsungi. Fungsi 1. Exokrine dilaksanakan oleh sel sekretori lobulanya, yang membentuk getah pancreas dan yang berisi enzim dan elektrolit. Cairan pencerna tersebut berjalan melalui saluran ekskretori halus dan akhirnya dikumpulkan oleh dua saluran, yaitu yang utama disebut Wirsungi dan duktus Santorini, yang masuk ke dalam duodenum. Saluran utama bergabung dengan saluran empedu di Ampula Vater.

2. Fungsi endokrin, tersebar diantara alveoli pancreas terdapat kelompok-kelompok kecil sel epitelium, yang jelas terpisah dan nyata , yaitu kepulauan langerhans, yang bersama-sama membentuk organ endokrin. Pankreas dilintasi oleh saraf vagus, dan dalam beberapa menit setelah menerima makanan, arus getah pancreas bertambah. Kemudian setelah isi lambung masuk ke dalam duodenum, maka dua hormon, sekretrin dan pankreosimin dibentuk di dalam mukosa duodenum dan yang kemudian merangsang arus getah pancreas.

Kelenjar Suprarenalis Kelenjar adrenal adalah sepasang organ yang terletak dekat kutub atas ginjal, terbenam dalam jaringan lemak. Kelenjar ini ada 2 buah, berwarna kekuningan serta berada di luar (ekstra) peritoneal. Bagian yang sebelah kanan berbentuk pyramid dan membentuk topi (melekat) pada kutub atas ginjal kanan. Sedangkan yang sebelah kiri berbentuk seperti bulan sabit, menempel pada bagian tengah ginjal mulai dari kutub atas sampai daerah hilus ginjal kiri. Kelenjar adrenal pada manusia panjangnya 4-6 cm, lebar 1-2 cm, dan tebal 4-6 mm. Bersamasama kelenjar adrenal mempunyai berat lebih kurang 8 g, tetapi berat dan ukurannya bervariasi bergantung umur dan keadaan fisiologi perorangan. Kelenjar ini dikelilingi oleh jaringan ikat padat kolagen yang mengandung jaringan lemak. Selain itu masing-masing

kelenjar ini dibungkus oleh kapsul jaringan ikat yang cukup tebal dan membentuk sekat/septa ke dalam kelenjar. Vaskularisasi Kelenjar adrenal disuplai oleh sejumlah arteri yang masuk pada beberapa tempat di sekitar bagian tepinya. Ketiga kelompok utama arteri adalah arteri suprarenalis superior, berasal dari arteri frenika inferior; arteri suprarenalis media, berasal dari aorta ; dan arteri suprarenalis inferior, berasal dari arteri renalis. Berbagai cabang arteri membentuk pleksus subkapsularis yang mencabangkan tiga kelompok pembuluh: arteri dari simpai; arteri dari kortex, yang banyak bercabang membentuk jalinan kapiler diantara sel-sel parenkim (kapiler ini mengalir ke dalam kapiler medulla); dan arteri dari medulla, yang melintasi kortex sebelum pecah membentuk bagian dari jalinan kapiler luas dari medulla. Suplai vaskuler ganda ini memberikan medulla dengan darah arteri (melalui arteri medularis) dan darah vena (melalui arteri kortikalis). Endotel kapiler ini sangat tipis dan diselingi lubang-lubang kecil yang ditutupi diafragma tipis. Di bawah endotel terdapat lamina basal utuh. Kapiler dari medulla bersama dengan kapiler yang mensuplai kortex membentuk vena medularis, yang bergabung membentuk vena adrenal atau suprarenalis.

Mikroskopis
Tiroid 1. Setiap lobus terbagi oleh jaringan penyambung yang tak sempuna menjadi pseudolobuli.

2. Setiap pseudolobuli terdiri daripada folikel-folikel yang dibatasi oleh sel-sel epitel yang disebut sel-sel epitel folikular yang lumennya terisi oleh zat yang mempunyai viskositas yang tinggi yang disebut koloid. 3. Diantara sel-sel folikular dan anyaman penyambung reticular terdapat membrane basal. 4. Sel-sel folikular berbentuk kubis dan berbentuk gepeng apabila berada didalam keadaan yang tidak aktif dan dalam bentuk torak tinggi pada hiperaktif. 5. Permukaan bebasnya terdapat tonjolan protoplasma seperti mikrovili. 6. Disamping sel-sel folikular terdapat sel-sel parafolikular. Sel-sel ini lebih pucat dan besar dan menghasilkan hormon kalsitonin.

Paratiroid Kelenjar ini terdiri dari 4 bentukan kecil yang berwarna kuning kecoklatan, berbentuk ovoid dan melekat pada baian posterior dari kelenjar thyroid. Sepasang dari kelenjar ini menempati kutub atas dari kelenjar thyroid dan terbungkus oleh fascia yang sama dengan fascia kelenjar thyroid. Sedang sepasang kelenjar lainnya biasanya menempati kutub bawah kelenjar thyroid, tetapi letaknya bisa di dalam atau di luar fascia kelenjar thyroid. Masing-masing kelenjar ini terbungkus oleh kapsul jaringan ikat kendor yang kaya dengan pembuluh darah, dan kapsul ini memebentuk septa yang masuk ke dalam kelenjar. Kelenjar ini tersusun dari 2 macam sel: 1. Chieff cell (principal cell)

Sel ini sudah ada sejak lahir dan akan terus bertahan, dan merupakan sel yang terbanyak dalam kelenjar ini. Ukuran sel ini kecil dengan inti di tengah, dan sitoplasma bersifat sedikit asidofilik, sehingga dengan pewarnaan H.E tampak berwarna merah muda. Tetapi kadang-kadang ada beberapa sel yang sitoplasmanya lebih pucat karena mengandung banyak glikogen, tetapi sebaian lain mempunyai sitoplasma lebih gelap karena glikogennya hanya sedikit. Sel ini mengandung granula yang diduga menghasilkan parathyroid hormon (parath hormone) 2. Oxyphiel cell Sel ini timbulny mulai umur sekitar 7 tahun atau pada saat pubertas.

Terdiri dari sel yang ukurannya lebih besar dari chief sel, tersebar diantara chief cell tersebut dan sitoplasmanya merah muda pucat. Fungsi sel ini belum diketahui. Pada anakanak, kelenjar ini penuh dengan sel, tetapi pada keadaan dewasa akan timbul jaringan lemak di dalam jaringan ikat dan tersebar di antara sel-sel tersebut.

Pankreas Pancreas merupakan kelenjar eksokrin dan endokrin. Kedua fungsi tersebut dilakukan oleh sel-sel yang berbeda. a. Bagian Eksokrin Pancreas dapat digolongkan sebagai kelenjar besar, berlobulus, tubuloasinosa kompleks. ASINUS. Asinus berbentuk tubular, dikelilingi lamina basal dan terdiri atas 5-8 sel berbentuk piramid yang tersusun mengelilingi lumen sempit. Tidak terdapat sel mioepitel. Di antara asini, terdapat jaringan ikat halus mengandung pembuluh darah, pembuluh limf, saraf dan saluran keluar. Sebuah asinus pancreas terdiri dari sel-sel zimogen (penghasil protein). Ductus ekskretorius meluas ke dalam setiap asinus dan tampak sebagai sel sentroasinar yang terpulas pucat di dalam lumennya. Produksi sekresi asini dikeluarkan melalui ductus interkalaris (intralobular) yang kemudian berlanjut sebagai ductus interlobular. b. Bagian Endokrin

Bagian endokrin pancreas, yaitu PULAU LANGERHANS, tersebar di seluruh pancreas dan tampak sebagai massa bundar, tidak teratur, terdiri atas sel pucat dengan banyak pembuluh darah. Pulau ini dipisahkan oleh jaringan retikular tipis dari jaringan eksokrin di sekitarnya dengan sedikit serat-serat retikulin di dalam pulau. Dengan cara pulasan khusus dapat dibedakan menjadi: 1. Sel A = penghasil glucagon - Terletak di tepi pulau - Mengandung gelembung sekretoris dengan ukuran 250 nm - Batas inti kadang tidak teratur. 2. Sel B = penghasil insulin - Terletak di bagian lebih dalam atau lebih di pusat pulau - Mengandung kristaloid romboid atau poligonal di tengah - Mitokondria kecil bundar dan banyak. 3. Sel D = penghasil somatostatin - Terletak di bagian mana saja dari pulau, umumnya berdekatan dengan sel A - Mengandung gelembung sekretoris ukuran 300-350 nm dengan granula homogen. 4. Sel C Terlihat pucat, umumnya tidak bergranula dan terletak di tengah di antara sel B. Fungsinya tidak diketahui.

Suprarenalis Tersusun atas korteks dan medulla. Korteks tersusun atas 3 zona, yaitu; a. Paling luar zona glomerulosa b. Bagian tengah zona Faciculata

c. Bagian dalam zona reticularis Berikut ini pembahasan selengkapnya; a. Zona Glomerulosa Terdiri atas sel-sel epitel kecil berbentuk poligonal yang tersusun dalam kelompok membulat atau kolom melengkung Inti sel terwarna kuat, sitoplasma sedikit, mungkin mengandung lemak. Sitoplasma banyak mengandung mikrotobuli, mitokondria yang memanjang dan retikulum endoplasmik granuler. b. Zona Faciculata Sel tersusun dalam bentuk kolom lurus setebal 2 sel Sel memiliki banyak fosfolipid, asam lemak, lemak dan kolesterol tertambat pada retikulum endoplasma agranuler c. Zona reticularis Terdiri atas percabangan dan penggabungan kolom yang terbentuk atas sel-sel yang membulat. Sitoplasma mengandung retikulum endoplasma halus, sejumlah besar lisosom dan beberapa badan pigmen Medulla adrenal Sel-sel penyusun bagian medula dari kel. Adrenal berasal dari sel-sel krista neuralis. Sel-sel pada bagian ini mengandung granula sel kromafin. Ada dua tipe sel kromafin yang menghasilkan pruduk yang berbeda. Pada manusia 80% sel kromafin menghasilkan adrenalin.