Anda di halaman 1dari 6

PEMBUATAN PREPARAT RENTANG MESENTERIUM Mus musculus A. Tujuan 1.

Membuat preparat mesenterium Mus musculus dengan metode rentang dan menggunakan zat warna hematoxylin dan eosin. 2. Menganalisis hasil pembuatan preparat mesenterium Mus musculus dengan metode rentang dan menggunakan zat warna hematoxylin dan eosin. B. Landasan Teori Preparat rentang merupakan preparat yang proses pembuatanya dengan metode rentang. Metode rentang atau spread adalah suatu metode sediaan dengan cara merentangkan obyek yang akan diamati di atas gelas benda sehingga diperoleh lapisan tipis yang dapat teramati di bawah mikroskop (Rudyatmi, 2013). Pada umumnya jaringan-jaringan yang dapat dibuat preparat rentang adalah jaringan-jaringan yang tipis, misalnya pleura, mesenterium, peritonium, plaracnoidea dan pericardium.Mesenterium merupakan jaringan halus yang berfungsi sebagai penggantung organ-organ pencernaan, membentuk pembatas halus sehingga organ pencernaan tidak saling berlekatan satu sama lain, selain itu berfungsi menjaga kedudukan dan mempertahankan hubungan organ abdomen. Objek atau jaringan-jaringan yang tipis dapat diamati secara langsung di bawah mikroskop tanpa menggunakan pewarnaan dan fiksasi, akan tetapi preparat menjadi tidak tahan lama. Selain itu, jaringan juga akan mudah rusak. Untuk membuat preparat rentang yang tahan lama maka preparat harus difiksasi terlebih dahulu sebelum diwarnai. Zat warna yang dapat digunakan dalam membuat preparat ini antara lain hematoxilin, dan eosin. Pewarna hematoxilin yang pelarutnya aquadest akan mewarnai inti menjadi biru dengan sangat baik.. Pewarna eosin dengan pelarut alkohol 70% akan mewarnai sitoplasma menjadi warna merah dengan baik. Mast cell merupakan sel yang pertama kali dikenal oleh Ehrlich tahun 1879 karena terlihat sebagai sebuah sel yang besar yang terisi penuh dengan butir-butir. Bentuk sel biasanya ovoid dengan inti bulat di tengah. Biasanya inti sulit terluhat karena tertutp oleh butitr-butir yang memenuhi sel. Butir-butir dalam sitoplasma tersebut diketahui mengandung bahan-bahn seperti heparin, histamin dan berbagai enzim yang diketahui berhubungan dengan gejala alergi anafilaksi. Mast cell atau mastosit diduga berasal dari
1

sel-sel darah yang dinamakn sel basofil yang juga memiliki butir-butir. Mast cell yang terdapat pada jaringan tipis misalnya pada mesenterium dapat diamati dengan metode rentang. Untuk melihat :mast cell akan lebih baik hasilnya bila sediaan dipulas atau diwarnai dengan hematoxylin azurell-eosin. Metode rentang dapat digunakan untuk tujuan sitologi dan histology serta juga dapat digunakan untuk tujuan sitokimiawi seperti penelitian phosphatase dan hyaluroidase (Rudiyatmi, 2013). C. Alat dan Bahan Alat-alat yang digunakan adalah alat-alat bedah, gelas penutup, gelas benda, digital kamera, pipet, tempat rak pewarnaan, leher angsa, stainig jar dan kipas angina. Bahan yang digunakan antara lain: mesenterium Mus musculus, pewarna hematoxilyin, pewarna eosin, akuades, tisu, kanada balsam, zat warna safranin, larutan fiksatif FAA, alkohol (70%, 80%, 90% dan absolut), alkohol xilol (3:1, 1:1, 1:3) dan xilol murni I dan II. D. Prosedur Pembiusan Mus musculus menggunakan clorofoam selama 3 menit. Pengambilan jaringan mesenterium Mus musculus ukuran 1x1 cm menggunakan alat bedah (pisau, gunting, piset, sonde dan paku penahan). Pensterilan gelas benda menggunakan alkohol 70% selama 1 menit. Perentangan mesenterium pada sisi kiri gelas benda (1,5cm dari tepi kiri gelas benda) dengan bantuan pinset dan sonde. Perentangan mesenterium sedemikian rupa sehingga tidak ada bagian yang terlipat maaupun udara yang terjebak diatara jaringan dan gelas benda. Pemfiksasian dengan memasukkan gelas benda kedalam staining jar berisi 60 ml methyl alkohol selama 5 menit. Pencucian mesenterium dengan memasukkan gelas benda kedalam staining jar yang berisi 60 ml alkohol 50%. Proses hidrasi preparat dengan memasukkan gelas benda pada staining jar berisi alkohol 30% kemudian aquades sebanyak 60 ml masing-masing selama 2 menit. Pewarnaan mesenterium dengan memasukkan gelas benda dalam staining jar berisi 60 ml hematoxilin selama 5 detik. Pencucian mesenterium perlahan menggunakan air mengalir dalam staining jar hingga warnanya berubah menjadi biru muda.
2

Pendehidrasian mesenterium dengan dimasukkan dalam staining jar berisi 60 ml alkohol bertingkat, yaitu 50%, 70%, 80%, 90% dan absolut masing-masing selama 2 menit. Selanjutnya proses dealkoholisasi dengan cara mesenterium dimasukkan dalam staining jar yang berisi 60 ml campuran alkohol:xilol 3:1,1:1,1:3, dan dilanjutkan clearing dalam xilol murni I dan II masing-masing selama 2 menit. Mounting dilakukan dengan penetesan canada balsam pada mesenterium dan ditutup menggunakan gelas penutup dengan bantuan jarum pentul. Pelabelan dengan label ditempelkan pada sisi kanan gelas benda (0,5 cm dari tepi kanan gelas benda). Pengamatan dengan menggunakan mikroskop, pendokumentasian dan pengamatan preparat menggunakan mikroskop. E. Hasil Pengamatan Nama preparat Mesenterium
mass cell Mus musculus

Gambar

Keterangan

Fiksatif Methyl alkohol Pewarna Hematoxylin eosin 10 Mei 2013 Perbesaran 10X10

Mesenterium
pembuluh Mus musculus

Fiksatif Methyl alkohol Pewarna Hematoxylin jaringan


lemak eosin

darah

10 Mei 2013 Perbesaran 10X10

Mesenterium Mus musculus Fiksatif ikat Methyl alkohol Pewarna Hematoxylin eosin 10 Mei 2013 Perbesaran 40X10
Jaringan

Preparat cukup jelas teramati di bawah mikroskop. Preparat tidak bertumpuk, tipis, serta kontras. Hampir tidak ada gelembung udara pad preparat. Bagian yang teramati diantaranya pembuluh darah, jaringan ikat, jaringan lemak, dan mast cell. Pembuluh darah terwarna paling merah. Jaringan ikat terwarna merah, cenderung terlihat merah muda. Jaringan lemak tampak membentuk gerombolan butiran tampak agak kuning-orange. Mast cell teramati berbentuk ovoid cenderung agak transparan. F. Pembahasan Pembuatan preparat ini menggunakan mesenterium Mus musculus dengan metode rentang menggunakan pewarnaan ganda berupa zat warna hematoxilin dan eosin. Metode rentang menghasilkan preparat berupa lapisan yang tipis sehingga mesenterium lebih mudah diamati. Dengan pewarnaan ganda, sel-sel pada mesenterium terlihat dengan lebih
4

jelas karena masing-masing pewarna mempunyai fungsi tertentu yaitu hematixilin mewarnai inti sel dan eosin mewarnai sitoplasma sel. Mesenterium merupakan alat yang berfungsi untuk pengikat atau pengantung usus. Pembuluh darah pada mesenterium Mus musculus nampak bewarna merah lebih gelap dengan bentuk seperti garis tebal. Selain pembuluh darah dapat terlihat serabutserabut kecil dan lembut seperti benang halus yang merupakan jaringan ikat, dalam pengamatan mikroskop tampak terwarna lebih terang dibandingkan dengan pembuluh darah yang terwarna merah kuat. Pada preparat mesenterium ini teramati pula adanya selsel lemak yang berwarna kuning agak orange, akan tetapi pewarnaan kurang sempurna sehingga kurang terlihat kontrasnya. Pada preparat juga ditemukan adanya mast cell yang terlihat berbentuk ovoid dengan warna agak terang cenderung transparan bila dibandingkan dengan bagian jaringan mesenterium yang lain. Secara umum preparat ini dikatakan baik dan representatif. G. Simpulan 1. Preparat mesenterium Mus musculus dapat dibuat dengan menggunakan metode rentang dan zat warna hematoxylin-eosin. 2. Pada preparat mesenterium Mus musculus ditemukan jaringan darah, jaringan ikat, jaringan lemak, dam Mast cell. H. Saran 1. Untuk memperoleh hasil pewarnaan yang baik, sebaiknya digunakan pewarnaan ganda yaitu hematoxilin dan eosin. 2. Agar tidak terjadi penumpukan bagian pada jaringan, sebaiknya dilakukan perentangan dengan baik. 3. Pengambilan gambar menggunakan perbesaran kuat sehingga bagian-bagian jaringan mesenterium Mus musculus dapat dilihat lebih jelas.

I. Daftar Pustaka

Rudyatmi, Ely. 2013. Bahan Ajar Mikroteknik. Semarang: Jurusan Biologi FMIPA UNNES. Subowo. 2006. Histologi umum. Jakarta: PT.Bumi Aksara.

Anda mungkin juga menyukai