Anda di halaman 1dari 17

Khotbah Minggu : 14 Juli 2013 Serial Khotbah 7 Jemaat (Part 7a)

LAODIKIA : JEMAAT YANG SUAM-SUAM KUKU


By. Pdt. Esra Alfred Soru, STh, MPdK.

Wah 3:14-22 (14) "Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Laodikia: Inilah firman dari Amin, Saksi yang setia dan benar, permulaan dari ciptaan Allah: (15) Aku tahu segala pekerjaanmu: engkau tidak dingin dan tidak panas. Alangkah baiknya jika engkau dingin atau panas! (16) Jadi karena engkau suam-suam kuku, dan tidak dingin atau panas, Aku akan memuntahkan engkau dari mulut-Ku. (17) Karena engkau berkata: Aku kaya dan aku telah memperkayakan diriku dan aku tidak kekurangan apa-apa, dan karena engkau tidak tahu, bahwa engkau melarat, dan malang, miskin, buta dan telanjang, (18) maka Aku menasihatkan engkau, supaya engkau membeli dari pada-Ku emas yang telah dimurnikan dalam api, agar engkau menjadi kaya, dan juga pakaian putih, supaya engkau memakainya, agar jangan kelihatan ketelanjanganmu yang memalukan; dan lagi minyak untuk melumas matamu, supaya engkau dapat melihat. (19) Barangsiapa Kukasihi, ia Kutegor dan Kuhajar; sebab itu relakanlah hatimu dan bertobatlah! (20) Lihat, Aku berdiri di muka pintu dan mengetok; jikalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membukakan pintu, Aku akan masuk mendapatkannya dan Aku makan bersama-sama dengan dia, dan ia bersama-sama dengan Aku. (21) Barangsiapa menang, ia akan Kududukkan bersama-sama dengan Aku di atas takhta-Ku, sebagaimana Aku pun telah menang dan duduk bersama-sama dengan Bapa-Ku di atas takhta-Nya. (22) Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat."

alam serial khotbah kita tentang 7 jemaat, kita sudah selesai membahas 6 jemaat, dan sekarang kita akan membahas jemaat yang ketujuh (yang terakhir) yakni jemaat Laodikia. Mungkin kita perlu beberapa kali pembahasan untuk menyelesaikan Surat kepada jemaat Laodikia ini. Kita akan bahas jemaat Laodikia ini dalam beberapa point besar :

I. KOTA DAN JEMAAT LAODIKIA.


Kota Laodikia terletak 60 km sebelah tenggara dari kota Filadelfia, berdekatan dengan Hierapolis dan Kolose.

Kota ini sekarang sudah tidak ada lagi, dan hanya tinggal sebagai suatu wilayah kosong di Turkey yang bernama Denizli.

Lokasi Laodikia dari foto satelit

Laodikia dengan latar gunung Hierapolis

Lokasi Laodikia sekarang di Denizli Turki

Biarpun demikian kota purbakala ini masih bisa dikenali bentuknya dari puing-puing yang tertinggal.

Puing-puing kota Laodikia yang masih ada sampai sekarang

Puing Teater Laodikia

Posisi berbagai tempat dari foto satelit

Kota ini dibangun oleh raja Syiria bernama Antiochus II pada tahun 250 SM. Raja Antiochus II ini mempunyai isteri bernama Laodice dan karena itu kota yang dibangun itu diberikan

nama Laodicea sesuai nama isterinya yang dalam bahasa Indonesia kita sebut Laodikia. Kota ini pertama kali didirikan dengan tujuan untuk menjadi kota benteng tetapi akhirnya diurungkan karena ada bahaya bagi kota ini yakni kota ini tidak mempunyai sumber air sendiri. Kebutuhan air didapatkan dari saluran air (aquaduc) besar maupun terowonganterowongan air di bawah tanah yang dihubungkan dengan sumber-sumber air yang jauh berada di luar kota.

Sisa saluran air besar (Aquaduc)

Saluran air dari batu-batu

Saluran air dari batu-batu

Saluran air yang ditemukan di bawah tanah

Ini sangat berbahaya karena sewaktu perang karena musuh bisa saja memblokir aliran air ke dalam kota atau bahkan menebar racun ke dalam air dan membinasakan penduduk kota. Akhirnya kota dialihfungsikan menjadi kota perdagangan dan pusat perekonomian saja. Sebagai kota pusat perdagangan dan perekonomian, Laodikia sangatlah maju dan menonjol :

a. Kota ini adalah pusat perbankan dari seluruh wilayah di Asia Kecil. William Barclay - Kota ini adalah pusat perbankan dan finansial yang besar. Pada saat Cicero mengadakan perjalanan di Asia Kecil, di Laodikialah ia menguangkan surat kreditnya. (Pemahaman Alkitab Setiap Hari : Wahyu 1-5, hal. 204). Anonim - Laodikia secara luas dikenal sebagai pusat perbankan dan bisnis penukaran uang yang makmur. Laodikia mencetak koin sendiri beberapa abad sebelum zaman Kristen yang menyatakan penyembahan mereka pada dewa-dewa kuno. (www.biblicaltraining.org)

Koin kuno Laodikia Ini membuat Laodikia menjadi kota yang sangat kaya. Robert H. Mounce - Dalam zaman Romawi, Laodikia menjadi kota terkaya di Phrygia. (New International Commentary of the NT, hal. 123). William Barclay Laodikia adalah salah satu kota terkaya di dunia. (Pemahaman Alkitab Setiap Hari : Wahyu 1-5, hal. 204). Pada tahun 61 M ada gempa bumi besar yang meluluhlantahkan kota-kota di Asia kecil. Ini membuat kekaisaran Romawi mengucurkan dana besar untuk membantu pemulihan kota-kota itu di antaranya Sardis dan Filadelfia. Luar biasanya adalah Laodikia menolak semua bantuan yang datang dan mereka berusaha membangun kembali kota mereka dengan swadaya sendiri. Tacitus : Satu dari kota terkenal di Asia, yaitu Laodikia, pada tahun yang sama, ketika ia dijungkirbalikkan oleh gempa bumi, dan tanpa bantuan apapun dari kami, memulihkan dirinya sendiri dengan sumber dayanya sendiri. (Annals, 14:27) Jakob P.D.Groen - Pada tahun enam puluh sesudah Kristus, kota Laodikia dilanda gempa bumi yang hebat sampai musnah. Namun mereka menolak tawaran bantuan dari kaisar untuk membangun kembali kota mereka, karena mereka menganggap sanggup melakukannya sendiri. Dan sesungguhnya, pada tahun itu juga mereka segera mulai membangunnya kembali. (Aku Datang Segera, hal. 68).

Simon Kistemaker - Pada tahun 60 M, gempa bumi yang kedua menghancurkan kota ini dan Pemerintah Romawi menawarkan bantuan finansial untuk membangun kembali kota ini. Tetapi bapa-bapa kota itu memberikan jawaban yang berisi penolakan atas bantuan itu kepada pemerintah Romawi, dan memberitahukan bahwa mereka sendiri memiliki sumber-sumber yang cukup untuk pembangunan kembali kotanya. Bahkan mereka memberikan sumbangan untuk membangun kembali kota-kota tetangganya. Menarik bahwa untuk jemaat-Nya yang tinggal di kota yang kaya seperti ini Tuhan Yesus berkata bahwa mereka melarat, malang dan miskin. Wah 3:17-18 (17) Karena engkau berkata: Aku kaya dan aku telah memperkayakan diriku dan aku tidak kekurangan apa-apa, dan karena engkau tidak tahu, bahwa engkau melarat, dan malang, miskin (18) maka Aku menasihatkan engkau, supaya engkau membeli dari pada-Ku emas agar engkau menjadi kaya, b. Kota ini adalah pusat pembuatan kain wol yang terbesar di Asia Kecil. Tanahnya yang subur menyebabkan banyak rumput untuk domba, dan ini menghasilkan wol, khususnya wol hitam. Karena itu di kota ini ada pabrik pakaian yang memproduksi pakaian dari wol hitam ini. David Iman Santoso - Kota ini terkenal dengan pabrik tekstil, yang menghasilkan garmen, karpet dan semacam black wool dari bulu domba hitam yang bermutu tinggi. (Membaca dan Memahami Kitab Wahyu, hal. 70). Agnes M. Layantara - Laodikia adalah kota perdagangan tekstil yang ramai. Pabrikpabrik tekstil bermunculan karena kota ini menghasilkan kain "wol" yang bermutu. Warna wol yang dihasilkan sangat khas, yaitu biru mengkilat agak kehitaman. Produksi kain wol tidak hanya digunakan untuk jas atau karpet, tetapi juga dieksport ke luar kota Laodikia. Perdagangan wol membuat penduduk Laodikia menjadi kaya-raya. (Wahyu Tuhan Yesus Bagi Gereja-Nya, hal. 96). William Barclay Kota itu adalah pusat pembuatan pakaian yang besar. Domba yang merumput di sekitar Laodikia terkenal akan wolnya yang lembut, licin, berwarna unguhitam. Kota ini mempunyai produksi massal berupa pakaian luar yang murah. Kota ini secara khusus dikaitkan dengan pakaian seragam yang disebut trimita, sedemikian rupa kaitannya sehingga kadang-kadang ia dinamakan kota Trimitaria. Laodikia sangat bangga akan pakaian yang diproduksinya (Pemahaman Alkitab Setiap Hari : Wahyu 1-5, hal. 205). Menarik bahwa untuk jemaat-Nya yang tinggal di kota yang menjadi pusat kain dan pakaian ini Tuhan Yesus berkata bahwa mereka telanjang. Wah 3:17-18 (17) Karena engkau berkata: Aku kaya dan aku telah memperkayakan diriku dan aku tidak kekurangan apa-apa, dan karena engkau tidak tahu, bahwa engkau. Telanjang. (18) maka Aku menasihatkan engkau, supaya engkau membeli

dari pada-Kupakaian putih, supaya engkau memakainya, agar jangan kelihatan ketelanjanganmu yang memalukan c. Kota ini adalah pusat kedokteran terbesar di wilayah Asia Kecil. Di Laodikia ada sekolah kedokteran yang terkenal. William Barclay Kota ini adalah pusat pengobatan yang sangat diperhitungkan. Tiga belas mil ke Barat, antara Laodikia dan Pintu Gerbang Frigia, ada kuil para dukun Caria. Sampai sekitar 100 tahun lalu pasar-pasar besar diselenggarakan di tempat itu. Secara khusus, kuil itu adalah pusat sekolah kedokteran yang kemudian beralih ke Laodikia. Para dokternya sangat terkenal sehingga sebagian dari mereka namanya muncul di uang logam Laodikia. Dua di antaranya bernama Zeuxis dan Alexander Philalethes. (Pemahaman Alkitab Setiap Hari : Wahyu 1-5, hal. 205).

Karena itu juga maka kota ini memproduksi obat-obatan secara besar-besaran. Meskipun demikian kota ini lebih dikenal karena obat telinga dan obat matanya, terutama obat matanya. William Barclay Sekolah kedokteran ini terkenal di seluruh dunia karena dua hal, minyak untuk telinga dan minyak untuk mata. (Pemahaman Alkitab Setiap Hari : Wahyu 1-5, hal. 205). Simon Kistemaker - Kota ini memiliki sekolah kedokteran yang maju dengan spesialisasi dalam pengobatan mata dan telinga dan telah mengembangkan obat salep untuk penyembuhan radang mata. Karena obat salep mata ini, membuat sekolah ini terkenal di dunia. Agnes M. Layantara - Kota Laodikia ini juga memiliki banyak apotek. Bahkan di kota ini terdapat pabrik obat mata yang terkenal. (Wahyu Tuhan Yesus Bagi Gereja-Nya, hal. 96).

Note : Barclay mengatakan bahwa kata Yunani yang diterjemahkan minyak di sini bisa juga diartikan salep. Jadi ada kemungkinan juga bahwa obat telinga dan mata Laodikia ini berupa salep. Atau mungkin juga sebagaimana kata Robert H. Mounce bahwa salepnya mengandung campuran minyak. Robert H. Mounce Dua yang paling terkenal adalah salep dari sejenis tanaman untuk telinga, dan salep mata yang dibuat dari bubuk Phrygia yang dicampur dengan minyak. (New International Commentary of the NT, hal. 123). Sekali lagi menarik bahwa untuk jemaat-Nya yang tinggal di kota yang menjadi pusat kedokteran dan produksi obat mata, Tuhan Yesus berkata bahwa mereka buta. Wah 3:17 - Karena engkau berkata: Aku kaya dan aku telah memperkayakan diriku dan aku tidak kekurangan apa-apa, dan karena engkau tidak tahu, bahwa engkau buta Mereka terkenal dengan minyak / salep matanya, tetapi Tuhan Yesus berkata pada mereka : Wah 3:18 Aku menasihatkan engkau, supaya engkau membeli dari pada-Ku minyak untuk melumas matamu, supaya engkau dapat melihat. BIS - Sebab itu Aku menasihati kalian supaya membeli daripada-Ku obat untuk dioles di matamu supaya kalian dapat melihat. Itulah 3 kelebihan dari kota Laodikia ini. Ada hal lain yang perlu diketahui. Tadi sudah saya jelaskan bahwa kota Laodikia ini awalnya hendak dijadikan kota benteng tetapi tidak jadi karena problem air minum yang harus didatangkan dari luar kota. Sebenarnya di Laodikia mengalir satu sungai tetapi airnya tidak bisa diminum. Mengapa? Karena sungai ini sebenarnya adalah hasil pertemuan dua sumber air. Sumber air yang pertama adalah dari pegunungan Hierapolis.

Menariknya adalah air dari Hierapolis ini mengandung mineral panas sehingga airnya menjadi panas. William Barclay - Tepat di seberang Laodikia, di tepi lain Sungai Lycus, dalam pandangan yang terbuka, berdirilah Hierapolis yang terkenal karena sumber-sumber mineralnya yang panas. (Pemahaman Alkitab Setiap Hari : Wahyu 1-5, hal. 210).

Robert H. Mounce - Enam mil di utara Lycus ada kota Hierapolis, yang terkenal karena mata air panasnya, yang muncul di dalam kota, mengalir melewati dataran tinggi yang luas dan meluap ke suatu lereng gunung yang curam langsung berhadapan dengan Laodikia. (New International Commentary of the NT, hal. 125). Banyak orang percaya bahwa airnya mengandung obat sehingga banyak penyakit disembuhkan ketika orang mandi di air tersebut. Sungai ini masih ada dan terkenal bahkan masih panas sampai sekarang di Turki dan menjadi salah satu tempat yang dikunjungi banyak orang kalau pergi ke Turki.

Sumber air yang kedua adalah yang airnya sangat dingin dan diminum. Kedua sumber mata bertemu dengan mengalir ke Laodikia.

dari Kolose segar untuk air ini lalu dalam kota

Karena yang satu airnya panas sedangkan yang satu airnya dingin, maka air sungai yang mengalir ke dalam kota Laodikia ini menjadi hangat atau suam-suam. Air ini tidak bisa

diminum karena sudah tercampur mineral dari gunung Hierapolis sehingga kalau diminum dapat menyebabkan sakit perut dan mual-mual / muntah-muntah. William Barclay Seringkali air mineral yang panas mempunyai rasa yang dapat memualkan, dan membuat orang yang meminumnya jatuh sakit. (Pemahaman Alkitab Setiap Hari : Wahyu 1-5, hal. 210). Dari latar belakang inilah nanti ketika Tuhan Yesus menilai jemaat Laodikia, Ia berkata : Wah 3:15 - Aku tahu segala pekerjaanmu: engkau tidak dingin dan tidak panas. (16) engkau suam-suam kuku, dan tidak dingin atau panas, Aku akan memuntahkan engkau dari mulut-Ku. Kira-kira demikian sejumlah informasi yang perlu kita ketahui tentang kota Laodikia. Di kota Laodikia inilah hidup satu jemaat Kristen yang menjadi penerima surat Laodikia ini. Asal usul dari jemaat ini tidak diketahui dengan pasti. Ada dugaan bahwa Epafras yang mendirikan jemaat ini. Robert H. Mounce Gereja ini mungkin didirikan pada saat Paulus ada di Efesus pada perjalanan misionarisnya yang ketiga (Kis 19:10), mungkin oleh Epafras (Kol 4:12). (New International Commentary of the NT, hal. 124). John Stott ... tak seorangpun tahu kapan benih injil disebarkan di kota ini atau bagaimana gereja Kristen berakar di sana. adalah mungkin bahwa Epafras yang mendirikan gereja ini. Satu hal yang pasti adalah Paulus pernah menulis surat kepada jemaat ini. Kol 4:16 - Dan bilamana surat ini telah dibacakan di antara kamu, usahakanlah, supaya dibacakan juga di jemaat Laodikia dan supaya surat yang untuk Laodikia dibacakan juga kepadamu. Tentang surat Laodikia ini ada ahli yang beranggapan bahwa itu adalah surat Efesus, tetapi ada yang menolaknya dan beranggapan bahwa surat Laodikia ini hilang. Jemaat ini lalu bertumbuh di Laodikia dan lalu kondisi rohaninya memburuk pada zaman Yohanes menulis kitab Wahyu.

II. GELAR KRISTUS SANG PEMBERI SURAT.


Di awal surat-Nya untuk jemaat Laodikia ini, Tuhan Yesus memperkenalkan diri-Nya dengan sejumlah gelar sebagaimana yang nampak dalam ayat 14 : Wah 3:14 - "Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Laodikia: Inilah firman dari Amin, Saksi yang setia dan benar, permulaan dari ciptaan Allah. Kita akan melihat dan mempelajari gelar-gelar Kristus ini :

10

a. Amin. Wah 3:14 - "Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Laodikia: Inilah firman dari Amin, Jadi di sini Kristus disebut sebagai / dengan gelar Amin, kata yang biasa kita pakai di akhir doa-doa kita. Dan di sinilah satu-satunya dalam seluruh Kitab Suci Kristus disebut dengan gelar ini walaupun dalam kitab Wahyu sendiri muncul 9 kali kata amin. Kata amin ini sebenarnya adalah kata Ibrani yang berarti "benar, pasti, padat, tentu, ya, atau sungguh-sungguh". Karena itu kata ini dipakai untuk mengakhiri doa, yang menunjukkan kesungguhan harapan untuk didengar. Kata ini juga dipakai menjadi semacam persetujuan pada hal-hal itu yang dikehendaki Allah. Ul 27:16-18 - (16) Terkutuklah orang yang memandang rendah ibu dan bapanya. Dan seluruh bangsa itu haruslah berkata: Amin! (17) Terkutuklah orang yang menggeser batas tanah sesamanya manusia. Dan seluruh bangsa itu haruslah berkata: Amin! (18) Terkutuklah orang yang membawa seorang buta ke jalan yang sesat. Dan seluruh bangsa itu haruslah berkata: Amin! 1 Kor 14:16 - Sebab, jika engkau mengucap syukur dengan rohmu saja, bagaimanakah orang biasa yang hadir sebagai pendengar dapat mengatakan "amin" atas pengucapan syukurmu? Bukankah ia tidak tahu apa yang engkau katakan? Di dalam PB kata amin banyak diterjemahkan dengan kata sesungguhnya. Mat 6:5 - "Dan apabila kamu berdoa, janganlah berdoa seperti orang munafik. Mereka suka mengucapkan doanya dengan berdiri dalam rumahrumah ibadat dan pada tikungantikungan jalan raya, supaya mereka dilihat orang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya (AMEN) mereka sudah mendapat upahnya. Mat 8:10 - Setelah Yesus mendengar hal itu, heranlah Ia dan berkata kepada mereka yang mengikuti-Nya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya (AMEN) iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai pada seorang pun di antara orang Israel. Mat 10:42 - Dan barangsiapa memberi air sejuk secangkir saja pun kepada salah seorang yang kecil ini, karena ia murid-Ku, Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya (AMEN) ia tidak akan kehilangan upahnya dari padanya."

11

Jadi amin berarti sesungguhnya atau sungguh-sungguh. Tapi kata Amin ini ketika digunakan sebagai sebutan / gelar bagi Allah dalam PL mempunyai arti yang lain yakni setia. Yes 65:16 - sehingga orang yang hendak mendapat berkat di negeri akan memohon berkat demi Allah yang setia, dan orang yang hendak bersumpah di negeri akan bersumpah demi Allah yang setia, " Kata setia di sini sebenarnya dalam bahasa Ibrani adalah Amin.

Dan Alkitab Indonesia TL maupun Alkitab Inggris DRB mengikutinya secara literal. TL - sehingga barangsiapa yang akan memberkati dirinya di atas bumi, ia itu akan memberkati dirinya dengan Allah-ul-amin, dan barangsiapa yang akan bersumpah di atas bumi, ia itupun akan bersumpah demi nama Allah-ul-amin; karena terlupalah segala kesukaran yang dahulu itu, dan sekalian itu terlindung dari pada mata-Ku. DRB - In which he that is blessed upon the earth, shall be blessed in God, amen: and he that sweareth in the earth, shall swear by God, amen: because the former distresses are forgotten, and because they are hid from my eyes. Jadi kata amin juga mempunyai arti setia. Kalau kita gabungkan 2 pengertian ini maka boleh dikatakan bahwa kata amin yang dipakai sebagai gelar / sebutan bagi seseorang menunjukkan bahwa orang itu sungguhsungguh setia. Dari Yes 65:16 di atas kelihatannya setia di sana menunjuk pada sifat dapat dipercaya. Yes 65:16 (CEV) - I am God! I can be trusted. Your past troubles are gone; I no longer think of them. When you pray for someone to receive a blessing, or when you make a promise, you must do it in my name. I alone am the God who can be trusted. Dengan demikian kalau Yesus disebut sebagai Amin, artinya Dia adalah Allah yang setia, yang janji-janji dan kata-kata-Nya dapat dipercaya. Dan ini dikuatkan oleh kalimat selanjutnya dalam ayat 14 :

12

Wah 3:14 - "Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Laodikia: Inilah firman dari Amin, Saksi yang setia dan benar,. Jadi frase Saksi yang setia dan benar bukanlah gelar terpisah dari gelar Amin. Frase tersebut menjelaskan / menguatkan arti Amin. Robert H. Mounce ...ini ditambahkan untuk menjelaskan arti amin untuk pendengar yang tidak berbahasa Ibrani. (New International Commentary of the NT, hal. 124). Maksudnya adalah Yesus adalah seorang saksi yang menyatakan sesuatu kepada kita dengan benar. Mengapa pasti benar? Karena Dia adalah Sang Amin yang kata-katanya dapat dipercaya dan Ia setia kepada janji-janji-Nya. Perhatikan komentar-komentar berikut : William Barclay Yesus Kristus Amin, artinya Ia adalah seseorang yang janji-Nya setia dan tak perlu diragukan sedikitpun. (Pemahaman Alkitab Setiap Hari : Wahyu 1-5, hal. 208). Simon Kistemaker Gambaran Yesus tentang dirinya sendiri dengan kata Amin berasal dari teks Perjanjian lama dalam bahasa Ibrani. Amin memberi ide tentang sesuatu yang benar, berdiri dengan kokoh dan layak dipercaya. G. R. Beasley-Murray - Gagasan yang dimaksud dalam ungkapan inibahwa Allah adalah Allah yang setia, dapat diandalkan dan dapat dipercaya, yang bisa dipercaya untuk memegang perjanjian-Nya dengan umat-Nya. Jadi sekali lagi, gelar Amin bagi Yesus berarti Dia adalah Allah yang setia, yang janjijanji-Nya dapat dipercaya. Puji Tuhan karena kita mempunyai Tuhan Yesus yang setia / dapat dipercaya kata-kata dan janji-janji-Nya. Bayangkan kalau ternyata Yesus tidak bisa dipercaya maka orang Kristen adalah orang yang paling malang di dunia ini. Mengapa? Karena kita hidup dengan berpegang pada begitu banyak janji Tuhan Yesus. Kita mempunyai kepastian keselamatan karena ada janji Kristus bahwa kita tidak akan binasa melainkan akan beroleh hidup yang kekal (Yoh 3:16). Bayangkan kalau ternyata janji ini palsu! Ketika kita berdosa kita berani datang kepada Kristus memohon pengampunan karena Dia berjanji bahwa Dia tidak akan menolak orang yang datang kepada Dia (Yoh 6:37). Bayangkan kalau ternyata janji ini palsu! Ketika kita bersedih kita dihibur karena Dia berjanji memberikan Roh Penghibur bagi kita (Yoh 14:16). Bayangkan kalau ternyata janji ini palsu! Kita tidak takut dalam pelayanan dan dalam bahaya karena ada janji Yesus bahwa Dia akan menyertai kita selama-lamanya (Mat 28:20). Bayangkan kalau ternyata janji ini palsu! Kita tidak kuatir terhadap kebutuhan kita karena ada janji Yesus bahwa Dia akan mencukupkan segala kebutuhan kita (Mat 6:25). Bayangkan kalau ternyata janji ini palsu! Ketika kita dalam persoalan kita bisa datang kepada Dia yang berjanji akan mendengar doa-doa kita (Mat 7:7-8). Bayangkan kalau ternyata janji ini palsu! Ketika kita berbeban berat kita bisa datang kepada Dia yang berjanji akan memberikan kelegaan

13

kepada kita (Mat 11:28). Bayangkan kalau ternyata janji ini palsu! Kita bisa menghadapi kematian dengan tenang karena kita percaya janji-Nya bahwa kita akan hidup bersamasama dengan Dia dan suatu hari nanti akan dibangkitkan (Yoh 11:25). Bayangkan kalau ternyata janji ini palsu! Kita pun mempunyai pengharapan untuk diam bersama dengan Dia di surga karena Dia berjanji akan datang kembali menjemput kita semua (Yoh 14:13). Bayangkan kalau ternyata janji ini palsu! Ya, kita benar-benar malang dan rugi besar kalau ternyata janji-janji Kristus adalah palsu dan tidak bisa dipercaya. Tapi kita bersyukur bahwa Kristus adalah Amin! Kata-kata-Nya, janji-janji-Nya, firman-Nya dapat dipegang, dapat dipercaya! Amin??!! Sifat Yesus ini jelas kontras dengan manusia. Manusia seringkali tidak bisa dipercaya dan dipegang janji-janji-Nya (suami, isteri, orang tua, anak, sahabat, pacar, pendeta, jemaat, dll). Tapi kita bersyukur bahwa Tuhan kita Yesus Kristus adalah Dia yang setia kepada janji-janji-Nya dan dapat dipercaya. 2 Kor 1:20 - Sebab Kristus adalah "ya" bagi semua janji Allah. Itulah sebabnya oleh Dia kita mengatakan "Amin" untuk memuliakan Allah. Karena itu biarlah kebenaran ini meneguhkan keyakinan kita akan setiap pernyataan dan janji Kristus. Jangan pernah ragu akan Dia dan janji-janji-Nya. b. Permulaan dari ciptaan Allah. Wah 3:14 - "Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Laodikia: Inilah firman dari Amin, Saksi yang setia dan benar, permulaan dari ciptaan Allah. Pertama-tama mungkin perlu diketahui bahwa karena kata-kata permulaan dari ciptaan Allah inilah maka Arianisme hingga keturunannya yakni Saksi-Saksi Yehovah dan Unitarianisme beranggapan bahwa Yesus adalah ciptaan pertama dari Allah. Ini jelas salah penafsiran yang salah karena bertentangan dengan banyak bagian Kitab Suci yang jelas mengatakan Yesus adalah pencipta (Yoh 1:3; Ibr 1:3). Di sini perlu diketahui bahwa telah terjadi suatu kesalahan penerjemahan yang agak fatal. Kita perlu tahu bahwa dalam penerjemahan suatu kata yang mempunyai banyak arti, kita harus selalu berhati-hati untuk tidak memilih arti yang salah. Sebagai contoh, kata heart dalam bahasa Inggris bisa diterjemahkan jantung ataupun hati (sebagai pusat dari manusia). Kalau kita mendengar istilah heart attack, maka tentu kita harus memilih arti pertama dan menerjemahkan sebagai serangan jantung. Tetapi kalau kita mendengar istilah broken heart, maka kita tentu harus memilih arti kedua dan menerjemahkan patah hati. Nah, kata bahasa Yunani yang diterjemahkan permulaan di dalam ayat ini adalah ARKHE dan kata ARKHE ini mempunyai banyak arti seperti: 1. Beginning (permulaan / mulanya). Arti ini diambil dalam Yoh 1:1. 2. Ruler / chief (pemerintah / kepala). Arti ini bisa saudara lihat dalam beberapa kata yang saudara kenal. archangel yang berarti penghulu / pemimpin / kepala malaikat.

14

archbishop yang berarti pemimpin / kepala uskup (uskup besar). architect (arsitek), yang berasal dari kata Yunani ARKHITEKTON [ARKHE (kepala / pemimpin) + TEKTON (tukang kayu / batu)]. 3. Origin (asal usul). 4. Source (sumber). Jadi sebenarnya ayat ini memang bisa diterjemahkan dengan 4 kemungkinan : 1 Yesus adalah permulaan dari ciptaan Allah. 2 Yesus adalah pemerintah / kepala dari ciptaan Allah. 3 Yesus adalah asal usul dari ciptaan Allah. 4 Yesus adalah sumber dari ciptaan Allah. Kalau dibandingkan dengan ayat-ayat yang lain maka kemungkinan pertama harus dibuang dan kemungkinan kedua-keempatlah yang harus dipilih di mana : 1. Yesus adalah pemerintah / kepala dari ciptaan Allah. MILT - Dan tuliskanlah kepada malaikat gereja Laodikia: Sang Amin --saksi yang setia dan benar, Penguasa dari ciptaan Allah -- mengatakan hal-hal ini. MKJV - And to the angel of the church of the Laodicea write: The Amen, the faithful and true Witness, the Head of the creation of God, says these things 2. Atau Yesus adalah asal usul dari ciptaan Allah. TEV - "To the angel of the church in Laodicea write: "This is the message from the Amen, the faithful and true witness, who is the origin of all that God has created. 3. Atau Yesus adalah sumber dari ciptaan Allah. BIS - "Kepada malaikat jemaat di Laodikia, tulislah begini: Inilah pesan dari Sang Amin, Saksi yang setia dan benar, sumber segala sesuatu yang diciptakan oleh Allah. CEV - This is what you must write to the angel of the church in Laodicea: I am the one called Amen!!1s I am the faithful and true witness and the source of God's creation. Listen to what I say. Ketiga kemungkinan ini sama sekali tidak menunjukkan bahwa Yesus adalah ciptaan melainkan pencipta. Bandingkan : Kol 1:15-18 (15) Ia adalah gambar Allah yang tidak kelihatan, yang sulung, lebih utama dari segala yang diciptakan, (16) karena di dalam Dialah telah diciptakan segala sesuatu, yang ada di sorga dan yang ada di bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, baik singgasana, maupun kerajaan, baik pemerintah, maupun penguasa; segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia. (17) Ia ada terlebih dahulu dari

15

segala sesuatu dan segala sesuatu ada di dalam Dia. (18) Ialah kepala tubuh, yaitu jemaat. Ialah yang sulung, yang pertama bangkit dari antara orang mati, sehingga Ia yang lebih utama dalam segala sesuatu. Dengan demikian sesuai dengan terjemahan yang lebih tepat, gelar Kristus dalam Wah 3:14 ini bukanlah permulaan dari ciptaan Allah dalam artian Ia diciptakan oleh Allah, melainkan asal usul / sumber / penguasa dari semua ciptaan Allah. Luar biasa! Ternyata Tuhan kita Yesus Kristus adalah sumber dan penguasa segala ciptaan yang ada. Tidak ada Tuhan seperti ini! Sudah tentu yang ditekankan di sini adalah otoritas mutlak dan tertinggi dari Kristus atas segala ciptaan. Dia berkuasa atas langit dan bumi, Dia berkuasa atas laut, darat dan udara, Dia berkuasa atas gunung dan lembah, Dia berkuasa atas tumbuh-tumbuhan, binatang dan manusia, Dia berkuasa atas malaikatmalaikat dan setan-setan, Dia berkuasa atas siang dan malam, Dia berkuasa atas pemerintah-pemerintah dan penguasa-penguasa, raja-raja dan pangeran-pangeran. Dia berkuasa atas bangsa-bangsa dan suku-suku bangsa, Dia berkuasa kehidupan dan kematian, Dia berkuasa atas musim-musim dan masa-masa, Dia berkuasa atas segala sesuatu. Matius di dalam Injilnya menyusun kisah-kisah Kristus dengan sangat indah. Setelah mencatat khotbah Yesus di atas bukit (pasal 5-7), ia lalu menceritakan beberapa mujizat Yesus di dalam pasal 8 : Yesus menyembuhkan seorang yang sakit kusta (8:1-4) Yesus menyembuhkan hamba seorang perwira di Kapernaum (8:5-13) Yesus menyembuhkan ibu mertua Petrus dan orang-orang lain (8:14-17) Yesus meredakan angin ribut (8:23-27) Yesus menyembuhkan 2 orang yang kerasukan setan (8:28-34). Sesungguhnya susunan ini bukan sebuah kebetulan. Matius mempunyai maksud tertentu. Melalui penyembuhan orang kusta, hamba perwira di Kapernaum dan ibu mertua Petrus serta orang-orang lain, Matius mau memberitahu para pembacanya bahwa Yesus Kristus berkuasa atas sakit penyakit. Melalui peristiwa angin ribut diredakan, Matius mau memberitahu para pembacanya bahwa Yesus Kristus berkuasa atas alam semesta. Melalui penyembuhan 2 orang yang kerasukan setan, Matius mau memberitahu para pembacanya bahwa Yesus Kristus berkuasa atas setan-setan dan roh-roh jahat. Luar biasa bukan? Yesusku luar biasa! Jikalau Tuhan kita mempunyai kuasa atas segala sesuatu, seperti ini, adakah yang harus kita takutkan? Adakah yang harus kita cemaskan? Adakah yang harus kita kuatirkan? Tidak ada! Di sisi lain, jikalau Yesus adalah Tuhan yang berkuasa atas segala sesuatu maka Ia harus ditinggikan, dimuliakan, dihormati dan diutamakan di atas segala sesuatu. Tidak boleh ada sesuatu pun yang namanya ciptaan yang boleh kita muliakan / hormati / utamakan lebih daripada Dia. Hanya Dia yang layak menerima pujian, hormat dan pengagungan kita.

16

Meminjam pujian dari Daud dan bersama dengan Daud kiranya kita semua boleh memuji Tuhan : 2 Taw 29:11-13 (11) Ya TUHAN, punya-Mulah kebesaran dan kejayaan, kehormatan, kemasyhuran dan keagungan, ya, segala-galanya yang ada di langit dan di bumi! Ya TUHAN, punya-Mulah kerajaan dan Engkau yang tertinggi itu melebihi segala-galanya sebagai kepala. (12) Sebab kekayaan dan kemuliaan berasal dari pada-Mu dan Engkaulah yang berkuasa atas segala-galanya; dalam tangan-Mulah kekuatan dan kejayaan; dalam tangan-Mulah kuasa membesarkan dan mengokohkan segala-galanya. (13) Sekarang, ya Allah kami, kami bersyukur kepada-Mu dan memuji nama-Mu yang agung itu.

- AMIN -

17